Tag: bpbd

  • Dampak El Nino, Warga Ciamis Antre Air

    Dampak El Nino, Warga Ciamis Antre Air

    7cloud.asia – Kekeringan sebagai dampak fenomena El Nino melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Tak terkecuali  warga Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat.

    Sudah dua bulan terakhir ini, warga Desa Cibadak terpaksa mengandalkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    Seperti yang dialami oleh Arum, 40 tahun. Warga RT 37, RW 08 ini terpaksa mengantri air dengan menggunakan tandon saat bantuan air datang.

    “Lumayanlah buat mandi dan buat nyuci-nyuci aja. Buat masak dan minum, saya beli air galon,” kata Arum kepada Ruangkota.com Rabu (27/09/2023).

    Selanjutnya Arum menjelaskan bantuan ini tidak datang setiap hari. Karena itu jika persediaan air habis, ia biasa meminta kepada kerabat yang tidak mengalami kekeringan.  

    Di wilayah ini tidak ada orang yang menjual air dengan jeriken. Semua warga yang kekeringan hanya mengandalkan bantuan dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan relawan Cibadak.

    Bantuan dari pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jarang mereka terima.

    “Kalaupun datang cuma seminggu sekali. Kemarin hari Sabtu (23/09/2023), bantuan datang. Nggak tau deh datang lagi nggak ntar Sabtu besok,” ungkap ibu dua anak ini.

    Sementara itu, Taufik Hidayat, salah satu relawan MDMC menjelaskan bantuan ini sudah diberikan sejak 1,5 bulan yang lalu.

    Selain Desa Cibadak, pihaknya secara bergantian berkeliling ke Desa Pamarican, Banjarsari dan Banjaranyar.

    Biasanya ia menyalurkan air dengan menggunakan truk sebanyak 4 ribu liter untuk sekali pengiriman. Tetapi kali ini pihaknya menggunakan gerobak motor yang mengangkut 1000 liter.

    “Jatahnya satu desa 15 ribu liter. Jadi kami bolak balik sampai malam,” jelas Taufik.

    Karena itu, Taufik berharap pihak pemerintah dapat lebih sering rutin mengimkan bantuan air kepada warga yang mengalami kekeringan.

    Hal ini perlu dilakukan agar warga bisa mendapatkan bantuan air setiap hari.

    Menurut Taufik, bantuan air ini berasal dari wilayah Manganti yang sumbernya dari PDAM.

    Saat Ruangkota melihat kondisi airnya yang ditampung untuk warga, air tidak bening dan agak keruh, meski tidak berbau.

    Karena itu, banyak warga yang menggunakannya untuk mencuci dan mandi saja.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    Hindari ISPA, BPBD Riau Imbau Masyarakat Banyak Minum Air Putih

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) diselimuti kabut asap. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

    Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau, Muhammad Hasbi menyikapi kabut asap kiriman dari Sumatera.

    “Perbanyak minum air putih agar terhindar dari ISPA akibat asap kiriman yang sudah masuk di beberapa wilayah di Kepri,” kata Muhammad Hasbi seperti yang dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Hasbi menjelaskan ada beberapa daerah yang sudah terdampak kabut asap kiriman dari Sumatera, yaitu Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan.

    Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara di tiga daerah tersebut masuk kategori tidak sehat dengan nilai indeks standar pencemaran udara (ISPU) pada siang hari mencapai 123 hingga 126.

    “Untuk tiga daerah itu, kualitas udaranya sekarang sudah masuk kategori awas. Sedangkan daerah lainnya masih aman,” ungkapnya.

    Kabut asap kiriman ini, lanjut Hasbi, juga mempengaruhi jarak pandang. Di daerah Batam, Tanjungpinang dan Bintan, jarak pandang tidak sampai 5 kilometer. Padahal normalnya sekitar 10 km.

    “Batam itu hari ini jarak pandangnya 4,5 km, Tanjungpinang dan Bintan 4 km. Untuk daerah lainnya di atas 6 km semua,” jelasnya.

    Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepri menyebutkan kualitas udara di kota itu pada Sabtu (07/10/2023) masuk dalam kategori tidak sehat.Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

    Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam, IP mengatakan imbauan ini juga ditujukan untuk masyarakat berisiko tinggi yaitu asma, lansia, anak-anak, serta ibu hamil.

    “Pagi ini nilai ISPU kita 111, masuk kategori tidak sehat atau warna kuning. Saatnya gunakan masker untuk aktivitas di luar, terutama bagi yang beresiko tinggi memiliki asma, lansia, anak-anak, ibu hamil,” jelas IP.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan sejak beberapa bulan yang lalu.

    Hal ini merupakan dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau berkepanjangan.

    Akibatnya kabut asap menyelimuti kota Batam, kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kebakaran di TPA Purbahayu Pangandaran, Sudah Empat Hari Belum Padam

    Kebakaran di TPA Purbahayu Pangandaran, Sudah Empat Hari Belum Padam

    7cloud.asia – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kembali terjadi. Kali ini kebakaran terjadi di TPA Purbahayu, Pangandaran, Jawa Barat.

    Kebakaran di TPA Purbahayu sudah memasuki hari keempat, namun hingga kini api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat telah berupaya mencegah kebakaran di TPA Purbahayu tersebut meluas ke lahan warga.

    Baca: Rencana Pemprov Jabar pasca kebakaran di TPA Sarimukti

    Melansir Antaranews, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rokhman menjelaskan pihaknya melakukan penyekatan agar mata rantai api dapat terputus.

    “Kami berupaya untuk menyekat agar tidak melebar ke area lahan perkebunan warga,” ujar Untung.

    Lebih Ianjut Untung menjelaskan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), dan Dinas Pemadam Kebakaran terus berupaya memadamkan api sejak Jumat (6/10/2023) lalu.

    Baca: Setelah TPA Piyungan terbakar, muncul gerakan Mbah Dirjo

    Pihaknya bersama DLHK dan Damkar melakukan penyekatan dengan menurunkan alat berat untuk memutus mata rantai api.

    Sampai saat ini petugas masih memantau titik api dan kepulan asap di fasilitas penanganan sampah tersebut.

    Selain itu mereka terus menyemprotkan air ke titik-titik api yang berada di dekat lahan milik warga.

    “Penyemprotan tetap dilakukan untuk antisipasi manakala ada yang di pinggir-pinggir lahan warga,” ucapnya.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan cara ditimbun di TPA sudah saatnya diakhiri

    Hingga kini, penyebab kebakaran di TPA Purbahayu ini belum diketahui pasti. Namun Untung memperkirakan pemicu kebakaran adalah sampah-sampah yang dapat menimbulkan percikan api.

    “Semacam power bank juga bisa menimbulkan percikan api. Terus sisa-sisa korek gas yang tidak terpakai. Jadi, sampah juga bisa mengakibatkan kebakaran, di saat panas meledak,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Taruna Siaga Bencana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana menyampaikan bahwa anggotanya juga membantu penanganan kebakaran di TPA Purbahayu.

    “Kebakaran masih, dan terus dipantau,” ujar Nana.

    Baca: Pengelolaan sampah ala RDF yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, kebakaran di TPA Purbahayu mulai terjadi pada hari Jumat  (6/10/2023) sekitar pukul 22.30 WIB. Titik api berasal dari tengah, kemudian merambat dan terus meluas.

    Pemadaman api terus dilakukan sampai hari Minggu (8/10/2023), namun titik api terus bermunculan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Hujan Deras, Banjir di Aceh Utara Meluas

    Hujan Deras, Banjir di Aceh Utara Meluas

    7cloud.asia – Hujan yang mengguyur wilayah Aceh Utara dan Bener Meriah sejak Senin (9/10/2023) malam mengakibatkan banjir di wilayah tersebut meluas. Tujuh kecamatan terendam air.

    Melansir Serambinews, sebelumnya terdapat enam kecamatan yang terendam yaitu Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, Matangkuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas.

    Debit air sejumlah sungai terus meningkat sehingga meluap ke permukiman warga di Kecamatan Geureudong Pase.

    Selain bertambah satu kecamatan, jumlah desa dalam enam kecamatan itu juga bertambah yang terendam.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Mulyadi mengatakan  secara keseluruhan ketinggian air berkisar 20 sampai 120 sentimeter.

    Hingga Selasa (10/10/2023) total 7 kecamatan yang terendam dan mencapai 73 gampong. Banjir juga merendam 4.439 unit, dengan jumlah kepala keluarga 5.561 atau  14.796 jiwa.

    “Sedangkan pengungsi sebanyak 2.158 jiwa dalam 747 KK yang berada di tujuh titik yaitu dua titik di Matang Kuli dan lima titik di Tanah Luas. Mereka sementara mengungsi ke meunasah (mushalla) sambil memantau kondisi rumah,” jelas Mulyadi.

    Sedangkan sehari sebelumnya, jumlah desa yang terendam 50 gampong, dengan jumlah 3.216 KK atau 13.294 jiwa yang terdampak.

    Sedangkan pengungsian sehari sebelumnya sebanyak 446 Kepala Keluarga (KK) atau 1.726 Jiwa.

    “Kerugian material, jalan penghubung Gampong Blang Kubu dengan Blang Cut dikikis erosi,” ungkapnya.

    “Kemudian, Jembatan Sawang (penghubung Aceh Utara dengan Bireuen), mengalami kemiringan akibat tingginya air sungai,” lanjut Mulyadi.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, banjir di Aceh Utara mulai terjadi pada Jumat (06/10/2023) lalu.

    Saat itu banjir melanda Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas. Kemudian banjir di tiga wilayah itu sudah surut pada Minggu (8/10).

    Namun, lanjut dia, karena kondisi cuaca hujan deras pada Minggu (8/10) malam, maka pada Senin (9/10) pagi banjir susulan kembali terjadi di tiga kecamatan tersebut serta empat kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Samudera, Sawang, dan Gereudong Pasee.

    Menurutnya banjir di Aceh Utara terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto dan Krueng Peto akibat hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    7cloud.asia – Tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara yang sebelumnya dilanda banjir, kini mulai surut. Sebanyak 3.197 warga yang mengungsi kini telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

    “Kondisi terakhir di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Tanah Luas, debit air sudah mulai surut,” ujar Ilyas dikutip Antaranews.

    Lebih jauh Ilyas menjelaskan banjir mulai merendam Kecamatan Matang Kuli, PirakTimu dan Tanah Luas kabupaten Aceh Utara pada Jumat (06/10/2023).

    Air sempat surut lalu pada Minggu (08/10/2023) malam curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

    Akibatnya banjir kembali meluas di tiga kecamatan tersebut, serta empat kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Samudera, Sawang, dan Gereudong Pasee.

    “Kondisi banjir di Kecamatan Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, dan Geureudong Pase sudah surut (sejak Selasa, (10/10/2023),” ujar Ilyas.

    Selanjutnya Ilyas memaparkan ketinggian air yang merendam rumah warga serta fasilitas umum di Aceh Utara antara 20-120 sentimeter.

    Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto dan Krueng Peto.

    Kondisi ini dipicu oleh hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah selama sepekan terakhir.

    Akibatnya, lanjut Ilyas, korban terdampak dalam peristiwa ini berjumlah 6.644 jiwa dalam 2.525 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 28 gampong atau desa di Kecamatan Matangkuli.

    Kemudian di Kecamatan Pirak Timur berjumlah 4.437 jiwa dalam 1.099 KK tersebar di 11 gampong.

    Selanjutnya, di Kecamatan Tanah Luas sebanyak 3.184 jiwa dalam 984 KK yang tersebar di 11 gampong, dan Kecamatan Samudera berjumlah 1.726 jiwa dalam 447 KK tersebar di delapan gampong.

    Secara total jumlah korban yang terdampak banjir adalah 15.991 jiwa dalam 5.055 KK. “Jumlah pengungsi sebanyak 3.197 jiwa dalam 957 KK yang berada di 11 titik pengungsian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ungkapnya.

    Sementara itu, data dari BPBD Aceh Utara banjir tidak hanya merendam 4.439 unit rumah warga. Tetapi lahan sawah warga sekitar 592,5 hektare di Kecamatan Matang Kuli, kantor Camat, Koramil dan Polsek juga ikut terendam.

    “BPBD Aceh Utara berada di lokasi untuk melakukan pemantauan lebih lanjut, siaga, berkoordinasi, melakukan pendataan secara kontinu bersama perangkat gampong terpapar, dan melakukan evakuasi korban terdampak banjir,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Diguyur Hujan Deras, Lebih Dari 100 Rumah Warga Terendam

    Diguyur Hujan Deras, Lebih Dari 100 Rumah Warga Terendam

    7cloud.asia – Lebih dari 100 rumah di wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir antara 30 hingga 100 sentimeter sejak Senin (16/10/2023).

    Melansir Antaranews, banjir tersebut akibat hujan deras dengan intesitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore yang membuat Sungai Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meluap. 

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (17/10/2023) siang banjir masih menggenangi 106 rumah di Desa Seumantok.

    Selain itu, banjir juga merendam 10 rumah di Desa Keutambang, dan enam rumah di Desa Jambak.

    Banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Canggai, Desa Pulo Teungoh Manjeng, Desa Lango, serta Desa Berdikari.

    Menurut Koordinator Pusat Pengendali Operasi BPBD Aceh Barat, Mashuri tinggi genangan di daerah banjir ada yang mencapai satu meter.

    “Banjir juga merendam ruas jalan dengan ketinggian 30 cm,” ungkap Mashuri .

    Saat ini, lanjut Mashuri, pihaknya bersama instansi pemerintah terkait membantu warga yang terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini adanya bibit siklon tropis 99W untuk sejumlah wilayah.

    Bibit siklon tropis di Laut Cina Selatan tersebut berpotensi membawa dampak  hujan lebat hingga sedang disertai petir di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh.

    “Bibit siklon tropis itu berpotensi dapat berdampak pada hujan lebat hingga sedang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Deputi Meteorologi pada BMKG, Guswanto.

    Selain Aceh, lanjut Guswanto, hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

    Bibit siklon tropis juga diprediksi dapat memicu gelombang tinggi 1,25-2 meter di wilayah Laut Natuna Utara.

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan bibit siklon di Laut China Selatan itu tepatnya berada di sekitar koordinat 14,2 lintang utara dan 112,6 bujur timur.

    Kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1012.0 milibar (mb) bergerak ke arah barat laut.

    “Potensi bibit siklon 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,” katanya.

    Ia menyampaikan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.

    BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Es di Sragen, 137 Rumah Rusak

    Hujan Es di Sragen, 137 Rumah Rusak

    7cloud.asia – Hujan es mengguyur sejumlah kecamatan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada  Minggu (22/10) sore selama beberapa saat sehingga menyebabkan 137 rumah rusak ringan hingga berat.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Raden Triono Putra mengatakan beberapa lokasi yang diguyur oleh hujan es antara lain Kecamatan Sumberlawang dan Kecamatan Mondokan.

    “Betul, hujan es dan hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi di Desa Kacangan di Kecamatan Sumberlawang, dan Desa Gemantar serta Desa Sumberejo di Kecamatan Mondokan,” katanya Senin (23/10/2023).

    Sesuai dengan laporan yang masuk, kata dia,  hujan es terjadi pada pukul 17.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, lanjutnya, rumah sejumlah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat.

    BPBD mencatat ada sebanyak 137 rumah mengalami rusak ringan dan dua rumah mengalami rusak berat. Meski demikian, kata dia, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

    “Kalau kerugian diperkirakan sampai Rp137,5 juta. Kalau yang rumah rusak berat, salah satu pemilik mengalami luka, namun saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Assalam Gemolong,” katanya.

    Terkait penanganan awal yang dilakukan, kata dia, salah satunya adalah pembersihan rumah roboh dengan melibatkan relawan.

    Sementara itu kondisi tersebut juga mengakibatkan terganggunya aktivitas warga dan akses jalan terhambat.

    “Beberapa pohon menimpa rumah, banyak genteng yang rusak. Kami mengimbau kepada instansi terkait agar menyampaikan ke masyarakat untuk memangkas ranting pohon yang berpotensi patah dan dapat membahayakan pengguna jalan,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • Masih Terdampak El Nino, 30 Desa di Probolinggo Krisis Air Bersih

    Masih Terdampak El Nino, 30 Desa di Probolinggo Krisis Air Bersih

    7cloud.asia – Krisis air bersih akibat fenomena El Nino masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebanyak 30 desa terdampak krisis air bersih.

    Berdasarkan  data dari  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur hingga akhir Oktober, jumlah warga terdampak kekeringan mencapai 61.371 jiwa atau 20.942 Kepala Keluarga (KK).

    “Hasil rekapitulasi data Pusdalops Penanggulangan Bencana tercatat sebanyak 51 dusun yang tersebar di 30 desa dari 14 kecamatan terdampak krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo,” jelas Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Probolinggo, Silvia Verdiana.

    Baca: demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan

    Melansir Antaranews.com, puluhan desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di Kecamatan Tegalsiwalan, Wonomerto, Banyuanyar, Tongas, Bantaran, Kuripan, Sukapura, Lumbang, Leces, Paiton, Besuk, Gading, Kotaanyar, dan Tiris.

    “Kami mendistribusikan air bersih berdasarkan permohonan dari pemerintah desa setempat dan hasil kaji awal Tim Reaksi cepat (TRC) Penanggulangan Bencana,” katanya.

    Selanjutnya Silvia menjelaskan sebagai upaya penanganan darurat, pihaknya telah mendistribusikan air bersih dan logistik kekeringan serta memantau beberapa daerah yang berisiko tinggi kekeringan.

    “Awal Juni hingga akhir Oktober 2023 kami telah menyalurkan 260 kali distribusi air dengan memberikan bantuan sebanyak 1.472.000 liter air bersih,” ujarnya.

    Baca: Kali Bekasi tercemar limbah ribuan warga krisis air bersih

    Selain itu, lanjut Silvia, pihaknya jug telah mendistribusikan  13 tandon air, dan 37 jerigen telah terdistribusi sebagai penanganan darurat krisis air bersih.

    Silvia mengatakan jumlah daerah terdampak kekeringan fluktuatif sejak tahun 2013 hingga 2023 bergantung faktor yang mempengaruhi.

    Faktor- faktor tersebut adalah berkurangnya volume air, mengeringnya sumber mata air, tidak ada cadangan air, maupun faktor infrastruktur lainnya.

    Pihaknya juga melakukan upaya lanjutan dengan kajian dan pemantauan kembali terkait beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian kekeringan pada tahun 2023.

    Baca: Danau sentarum mengering ratusan warga kesulitan air bersih

    Pada kesempatan itu, Silvia mengimbau masyarakat agar memitigasi bencana kekeringan, seperti memanfaatkan sumber daya air secara lebih efektif dan efisien.

    Selain itu, masyarakat juga dapat memprioritaskan penggunaan air untuk keperluan minum dan masak atau keperluan air bersih lainnya.

    “Selain itu warga juga bisa menanam banyak pohon di sekitar kawasan rawan kekeringan, gotong royong membuat waduk yang disesuaikan dengan kondisi geografis,” ujarnya.

    Silvia juga menyarankan pemda dan masyarakat untuk memperbanyak daerah resapan air, dan menerapkan budaya konservasi air.

    Baca: Pertanian tak berkelanjutan memicu krisis air dan krisis pangan

    Jika ada situasi yang berpotensi terjadi bencana kekeringan atau lainnya, Silvia mengimbau masyarakat segera melapor ke pemerintah desa setempat.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Warga Masih Alami Krisis Air Bersih, BPBD DKI Jakarta Distribusikan 1,4 Juta Liter Air

    Warga Masih Alami Krisis Air Bersih, BPBD DKI Jakarta Distribusikan 1,4 Juta Liter Air

    7cloud.asia – Meski hujan mulai turun, krisis air bersih masih terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mendistribusikan 1,4 juta liter air bersih ke sejumlah kawasan yang alami krisis air bersih..

    Menurut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, bantuan air bersih tersebut telah berlangsung sejak 16 September 2023.

    Total air bersih yang kami distribusi 1,4 juta liter sepanjang 16 September hingga 21 November 2023,” jelas Isnawa seperti yang dilansir Antaranews pada Selasa (21/11/2023).

    Baca: Demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan

    Selanjutnya Isnawa memaparkan pihaknya telah menyasar 2.053 kepala keluarga (KK) atau 6.538 jiwa  di 17 kelurahan pada 10 kecamatan selama enam hari tersebut.

    Di wilayah Jakarta Barat, BPBD telah menyalurkan air bersih ke 17 kelurahan.

    Diantaranya Cengkareng Barat, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Kelapa Dua, Kembangan Utara, Palmerah, dan Jembatan Lima.

    Di wilayah Jakarta Pusat meliputi di Cideng. Sementara untuk wilayah Jakarta Selatan meliputi Cipedak dan Lenteng Agung.

    Di wilayah Jakarta Utara BPBD telah menyalurkan air ke kelurahan Cilincing, Kali Baru, Penjaringan, dan Pluit.

    Baca: Autoimun nggak bisa dicegah, ini cara mengurangi risikonya

    “Total capaian pengangkutan atau ritase yakni 9.277 rit,” ungkapnya.

    Selama proses distribusi tersebut, lanjut Isnawa, pihaknya bekerjasama dengan PAM Jaya, BAZNAS BAZIS DKI Jakarta, PMI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Sementara itu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jakarta (Perumda PAM Jaya) menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengalokasikan kembali (realokasi) saluran air.

    Relokasi tersebut dilakukan di 18 kelurahan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang terdampak krisis air.

    Baca: Berkat air bersih bantuan Ganjar Pranowo, warga desa ini kini bisa nikmati air bersih 

    Ke 18 kelurahan yang terdampak tersebut adalah Penjaringan, Pejagalan, Pluit, Kapuk, Kalideres, Rawa Buaya, Pegadungan, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur.

    Selain itu kelurahan Pegadungan, Semanan, Duri Kosambi, Wijaya Kusuma, Jelambar Baru, Kapuk Muara, Tegal Alur, Kamal, Kamal Muara dan sekitarnya.

    Penyaluran air ini tercatat sebanyak 1,7 juta liter atau setara 1.712 meter kubik yang direalisasikan selama periode 9 hingga 19 September.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Atasi Kebakaran Lahan, BPBD Sumatera Selatan Kerahkan Tiga Helikopter Pembom Air

    Atasi Kebakaran Lahan, BPBD Sumatera Selatan Kerahkan Tiga Helikopter Pembom Air

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengerahkan sebanyak tiga unit helikopter pembom air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banyuasin dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

    “Tiga helikopter dikerahkan untuk memadamkan karhutla di wilayah Banyuasin dan PALI. Sebanyak 89 kali pembom air atau water bombing dilakukan, namun laporan terakhir masih berasap,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Sabtu (9/8/2025).

    Ia menjelaskan karhutla di wilayah Banyuasin terjadi di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rantau Bayur yang diduga lahan yang terbakar akan digunakan untuk pertanian.

    Sedangkan, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir kebakaran terjadi di Kecamatan Talang Ubi dengan lahan yang terbakar diduga adalah kawasan hutan.

    Baca: Memasuki bulan Agustus titik panas di Kalimantan dan Sulawesi melonjak tajam

    Pemadaman oleh satgas udara itu setelah helikopter patroli menemukan karhutla di wilayah tersebut. Penanganannya dinilai lebih efektif dengan water bombing karena lokasinya yang cukup jauh dijangkau satgas darat.

    “Untuk luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 5 hektare di wilayah Rantau Bayur. Sedangkan, di Talang Ubi belum diketahui luasan lahan yang terbakar,” jelasnya.

    Ia mengatakan dua helikopter dikerahkan ke Rantau Bayur dengan 67 kali water bombing atau 268 ribu liter air ditumpahkan. Sedangkan, satu helikopter di Talang Ubi melakukan 22 kali water bombing atau 88 ribu liter.

    “Upaya pemadaman akan dilanjutkan hari ini, menunggu informasi laporan dari helikopter patroli. Koordinasi dengan satgas darat juga akan dilakukan untuk membantu pemadaman,” kata Sudirman.

    BPBD Sumatera Selatan mencatat sebanyak 152 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu hingga 5 Agustus 2025.

    Baca: Perusahaan penyebab kebakaran lahan di Banyuasin didenda ratusan miliar rupiah

    Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Jumat (8/8/2025), mengatakan hingga 5 Agustus 2025 pihaknya mencatat sebanyak 152 kejadian karhutla di Sumsel.

    “Meski angka kejadian terus bertambah, semuanya bisa teratasi dan dapat dipadamkan. Zona merah ada di Ogan Ilir karena kejadiannya sudah mencapai 64 kali. Muara Enim, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI) masuk zona oranye karena lebih dari 16 kejadian,” katanya.

    Ia menjelaskan, selain tiga daerah yang masuk zona oranye dan merah, terdapat sembilan daerah masuk zona kuning, yaitu Banyuasin 12 kejadian

    Kabupatan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tujuh kejadian, Musi Rawas empat kejadian, Prabumulih dua kejadian, serta Palembang, Lahat, Empat Lawang, Lubuklinggau, dan Mura masing-masing satu kejadian.