7cloud.asia – Krisis air bersih akibat fenomena El Nino masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebanyak 30 desa terdampak krisis air bersih.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur hingga akhir Oktober, jumlah warga terdampak kekeringan mencapai 61.371 jiwa atau 20.942 Kepala Keluarga (KK).
“Hasil rekapitulasi data Pusdalops Penanggulangan Bencana tercatat sebanyak 51 dusun yang tersebar di 30 desa dari 14 kecamatan terdampak krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo,” jelas Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Probolinggo, Silvia Verdiana.
Baca: demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan
Melansir Antaranews.com, puluhan desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di Kecamatan Tegalsiwalan, Wonomerto, Banyuanyar, Tongas, Bantaran, Kuripan, Sukapura, Lumbang, Leces, Paiton, Besuk, Gading, Kotaanyar, dan Tiris.
“Kami mendistribusikan air bersih berdasarkan permohonan dari pemerintah desa setempat dan hasil kaji awal Tim Reaksi cepat (TRC) Penanggulangan Bencana,” katanya.
Selanjutnya Silvia menjelaskan sebagai upaya penanganan darurat, pihaknya telah mendistribusikan air bersih dan logistik kekeringan serta memantau beberapa daerah yang berisiko tinggi kekeringan.
“Awal Juni hingga akhir Oktober 2023 kami telah menyalurkan 260 kali distribusi air dengan memberikan bantuan sebanyak 1.472.000 liter air bersih,” ujarnya.
Baca: Kali Bekasi tercemar limbah ribuan warga krisis air bersih
Selain itu, lanjut Silvia, pihaknya jug telah mendistribusikan 13 tandon air, dan 37 jerigen telah terdistribusi sebagai penanganan darurat krisis air bersih.
Silvia mengatakan jumlah daerah terdampak kekeringan fluktuatif sejak tahun 2013 hingga 2023 bergantung faktor yang mempengaruhi.
Faktor- faktor tersebut adalah berkurangnya volume air, mengeringnya sumber mata air, tidak ada cadangan air, maupun faktor infrastruktur lainnya.
Pihaknya juga melakukan upaya lanjutan dengan kajian dan pemantauan kembali terkait beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian kekeringan pada tahun 2023.
Baca: Danau sentarum mengering ratusan warga kesulitan air bersih
Pada kesempatan itu, Silvia mengimbau masyarakat agar memitigasi bencana kekeringan, seperti memanfaatkan sumber daya air secara lebih efektif dan efisien.
Selain itu, masyarakat juga dapat memprioritaskan penggunaan air untuk keperluan minum dan masak atau keperluan air bersih lainnya.
“Selain itu warga juga bisa menanam banyak pohon di sekitar kawasan rawan kekeringan, gotong royong membuat waduk yang disesuaikan dengan kondisi geografis,” ujarnya.
Silvia juga menyarankan pemda dan masyarakat untuk memperbanyak daerah resapan air, dan menerapkan budaya konservasi air.
Baca: Pertanian tak berkelanjutan memicu krisis air dan krisis pangan
Jika ada situasi yang berpotensi terjadi bencana kekeringan atau lainnya, Silvia mengimbau masyarakat segera melapor ke pemerintah desa setempat.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply