Tag: hujan deras

  • Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Halmahera Tengah, Tambang Nikel Ikut Terdampak

    Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Halmahera Tengah, Tambang Nikel Ikut Terdampak

    7cloud.asia – Saat sebagian besar wilayah Indonesia dilanda kekeringan akibat fenomena El Nino, sejumlah daerah justru mengalami banjir seperti yang terjadi di Halmahera Tengah.

    Hujan deras sejak Rabu (13/9/2023) memicu banjir bandang di sejumlah kecamatan di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

    Kawasan industri pertambangan nikel, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara juga terdampak. 

    Hujan deras sejak Rabu (13/09/2023) pagi telah membuat debit air sungai meluap. Akibatnya Kecamatan Weda dan Weda Tengah, Halmahera Tengah terendam.

    Dilansir Antaranews, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mengantisipasi dampak susulan banjir bandang ini, serta mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

    Baca: Kemarau panjang akibatkan biaya tanam melonjak

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari menjelaskan banjir dengan ketinggian hingga 75 sentimeter menggenang dua kecamatan di kabupaten itu.

    “Petugas BPBD telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Di samping itu, petugas masih bersiaga untuk mengantisipasi dampak susulan atau pun upaya evakuasi warga,” papar Abdul.

    Data sementara mencatat empat unit rumah terdampak di Kecamatan Weda, sedangkan akses jalan di beberapa titik terendam dan tinggi permukaan air teramati hingga 75 cm.

    Abdul mengatakan meskipun banjir melanda dua kecamatan, kecamatan Weda dan Weda Tengah, namun belum ada warga yang mengungsi.

    Baca: Korban tewas akibat bendungan jebol di Libya diperkirakan mencapai puluhan ribu orang

    Hingga Rabu (13/9/2023) malam, hujan dengan intensitas ringan masih mengguyur di wilayah terdampak.

    Sebelumnya, BPBD Provinsi Maluku Utara telah mendapatkan informasi peringatan dini bahaya banjir bahwa periode 12-13 September 2023, potensi hujan lebat yang terjadi dapat menyebabkan banjir.

    Selanjutnya informasi ini sudah diteruskan kepada BPBD kabupaten dan masyarakat.

    “Melihat peringatan dini cuaca dua hari ke depan (14-15/9), Provinsi Maluku Utara masih berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang,” urainya.

    Sedangkan pada Kabupaten Halmahera Tengah, wilayah ini masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dua hari ke depan

    Baca: Banjir Hong Kong dipicu hujan deras terburuk dalam 139 tahun

    BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana susulan.

    Tak hanya banjir, kesiapsiagaan juga diperlukan untuk menyikapi potensi bahaya lain yang dapat dipicu curah hujan tinggi, seperti tanah longsor.

    Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada musim kemarau, keberadaan gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin menyebabkan awan hujan yang memicu terjadinya banjir di beberapa tempat di bagian utara garis Khatulistiwa.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Diguyur Hujan Deras, Lebih Dari 100 Rumah Warga Terendam

    Diguyur Hujan Deras, Lebih Dari 100 Rumah Warga Terendam

    7cloud.asia – Lebih dari 100 rumah di wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir antara 30 hingga 100 sentimeter sejak Senin (16/10/2023).

    Melansir Antaranews, banjir tersebut akibat hujan deras dengan intesitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore yang membuat Sungai Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meluap. 

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (17/10/2023) siang banjir masih menggenangi 106 rumah di Desa Seumantok.

    Selain itu, banjir juga merendam 10 rumah di Desa Keutambang, dan enam rumah di Desa Jambak.

    Banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Canggai, Desa Pulo Teungoh Manjeng, Desa Lango, serta Desa Berdikari.

    Menurut Koordinator Pusat Pengendali Operasi BPBD Aceh Barat, Mashuri tinggi genangan di daerah banjir ada yang mencapai satu meter.

    “Banjir juga merendam ruas jalan dengan ketinggian 30 cm,” ungkap Mashuri .

    Saat ini, lanjut Mashuri, pihaknya bersama instansi pemerintah terkait membantu warga yang terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini adanya bibit siklon tropis 99W untuk sejumlah wilayah.

    Bibit siklon tropis di Laut Cina Selatan tersebut berpotensi membawa dampak  hujan lebat hingga sedang disertai petir di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh.

    “Bibit siklon tropis itu berpotensi dapat berdampak pada hujan lebat hingga sedang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Deputi Meteorologi pada BMKG, Guswanto.

    Selain Aceh, lanjut Guswanto, hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

    Bibit siklon tropis juga diprediksi dapat memicu gelombang tinggi 1,25-2 meter di wilayah Laut Natuna Utara.

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan bibit siklon di Laut China Selatan itu tepatnya berada di sekitar koordinat 14,2 lintang utara dan 112,6 bujur timur.

    Kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1012.0 milibar (mb) bergerak ke arah barat laut.

    “Potensi bibit siklon 99W untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah,” katanya.

    Ia menyampaikan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.

    BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya potensi yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Deras yang Memicu Banjir Landa Jakarta dan Sejumlah Kota, Ini Dia Penyebabnya

    Hujan Deras yang Memicu Banjir Landa Jakarta dan Sejumlah Kota, Ini Dia Penyebabnya

    7cloud.asia – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia beberapa hari terakhir hingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi ini akibat fenomena atmosfer Madden Julian Oscilliation (MJO).

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan fenomena MJO berupa seruakan angin dingin dari Samudera Hindia ini sebelumnya sudah terjadi pada akhir bulan November hingga pertengahan Desember tahun lalu.

    Melansir Antaranews, fenomena MJO sama seperti tahun lalu yang diikuti oleh bibit siklon tropis dan mengakibatkan hujan deras dengan intensitas 30-50 mm.

    Baca: Hujan deras guyur wilayah Jakarta, picu banjir

    Kondisi cuaca seperti ini akhirnya memicu bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di selatan Jawa Barat dan Sumatera Utara, dengan dampak cukup signifikan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

    “Seruakan udara dingin itu kemudian melandai dan saat ini berulang lagi. Memang siklus balik MJO dari Samudera Hindia ini pengulangannya terjadi setiap dua-tiga pekan atau 30-40 hari,” jelas Dwikorita.

    Mantan rektor UGM ini mengungkapkan potensi hujan deras yang dipicu oleh fenomena MJO tersebut masih akan berulang di Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan atau setidaknya sampai dasarian pertama bulan Februari yang merupakan puncak musim hujan.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jawa Tengah, waspada bencana

    Selama periode ini, BMKG mendeteksi hujan deras juga masih berpotensi mengguyur Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi melanda wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara.

    Kemudian untuk potensi hujan dengan intensitas sangat deras (lebih dari 50 mm) di Sumatera Barat dan Jawa Barat.

    “Poinnya adalah hampir setiap bulan atau seminggu-dua minggu terjadi cuaca ekstrem seperti ini,” ujarnya.

  • Banjir Bandang di Nigeria Tewaskan 150 Orang Lebih

    Banjir Bandang di Nigeria Tewaskan 150 Orang Lebih

    7cloud.asia – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Mokwa, sebuah kota di negara bagian Niger, Nigeria bagian tengah, meningkat menjadi 151 orang.

    Demikian data terbaru dari otoritas setempat pada Sabtu (31/5/2025) seperti disampaikan oleh Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Negara Bagian Niger (NSEMA) Ibrahim Hussaini

    “Jumlah korban meninggal saat ini mencapai 151 orang. Sebanyak 3.018 orang mengungsi, 503 rumah tangga dan 265 rumah terdampak. Tiga komunitas tersapu banjir bandang,” ungkap Hussaini.

    Banjir bandang ini terjadi Kamis (29/5/2025) waktu setempat setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (28/5/2025) malam.

    Baca: Banjir bandang makin sering terjadi akibat perubahan iklim

    Banjir bandang itu menyebabkan kehancuran luas termasuk menyapu rumah warga dan sarana umum, termasuk jalan, dan dua jembatan.

    Mokwa dikenal sebagai jalur perdagangan penting yang menghubungkan para pelaku usaha dari wilayah selatan dengan produsen pertanian di utara Nigeria.

    Dampak banjir bandang di wilayah tersebut tidak hanya menimbulkan krisis kemanusiaan, tetapi juga gangguan ekonomi yang signifikan.

    Sebagai respons atas bencana itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nigeria (NEMA) menggelar pertemuan para pemangku kepentingan pada Jumat (30/5/2025) di negara bagian Niger.

    Baca: Perubahan iklim turut mempengaruhi kebakaran hebat di Los Angeles

    Program penanggulangan bencana bertema “Memperkuat Ketahanan, Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Respons” ini bertujuan menyusun strategi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang berulang setiap tahun.

    Presiden Nigeria Bola Tinubu telah memerintahkan NEMA dan aparat keamanan untuk memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak, seraya menegaskan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap bencana ini.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Hujan Deras Guyur Korea Selatan dalam Empat Hari Berturut-turut, Ribuan Orang Mengungsi

    Hujan Deras Guyur Korea Selatan dalam Empat Hari Berturut-turut, Ribuan Orang Mengungsi

    7cloud.asia – Hujan deras terus mengguyur Korea Selatan selama empat hari berturut-turut sejak Rabu hingga Sabtu, mengakibatkan empat orang tewas dan memaksa lebih dari 7.000 warga mengungsi dari rumah mereka.

    Pihak berwenang memperingatkan bahwa curah hujan tambahan hingga 250 milimeter masih dapat turun sepanjang hari, sehingga memunculkan kekhawatiran akan kerusakan dan korban jiwa yang lebih banyak.

    Hingga Sabtu (19/7/2025) pukul 6 pagi waktu setempat, Central Disaster and Safety Countermeasures Headquarters melaporkan empat kematian, termasuk dua orang di Seosan, Provinsi Chungcheong Selatan, serta dua orang yang hilang di Gwangju.

    Perintah evakuasi telah dikeluarkan untuk 7.029 penduduk dari 4.995 rumah tangga, dengan lebih dari 2.800 orang masih belum dapat kembali ke rumah mereka.

    Baca: Dampak pemanasan global semakin nyata

    Guyuran hujan deras telah menggenangi jalan-jalan, memicu tanah longsor, dan membanjiri rumah-rumah di seluruh wilayah negara tersebut.

    Curah hujan pada Sabtu malam tetap ekstrem di banyak daerah. Pulau Yeongheung di Incheon mencatat 98,5 milimeter hujan hanya dalam satu jam, antara pukul 00.50 hingga 01.50 dini hari.

    Sementara itu, Boseong di Provinsi Jeolla Selatan juga diguyur curah hujan tinggi 88 milimeter.

    Beberapa wilayah telah diguyur hujan deras dengan lebih dari 40 persen dari rata-rata curah hujan tahunan mereka selama empat hari terakhir.

    Baca: Gelombang panas sebabkan ribuan kematian di Eropa

    Seosan mencatat 558,6 milimeter hujan dari Rabu hingga Jumat pagi (16-18/7/2025) yang setara dengan 45 persen dari rata-rata tahunan wilayah tersebut.

    Sebanyak 729 kasus kerusakan infrastruktur publik telah dilaporkan, termasuk 388 jalan yang terendam banjir, 133 tanah longsor, dan 57 kerusakan fasilitas sungai.

    Sementara itu, kerusakan pada properti pribadi mencapai 1.014 kasus, yang mencakup 64 bangunan yang terendam dan 59 lahan pertanian yang tergenang.

    Sumber: Antaranews.com/Yonhap-OANA

  • Operasional Transjakarta Terdampak Kemacetan Akibat Banjir di Sejumlah Titik

    Operasional Transjakarta Terdampak Kemacetan Akibat Banjir di Sejumlah Titik

    7cloud.asia – Hujan deras mengakibatkan banjir dan genangan air di sejumlah titik di Jakarta, sehingga memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah wilayah Jakarta pada Senin (12/1/2026) pagi.

    Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan layanan bus Transjakarta pada beberapa koridor dan rute yang melintasi area terdampak.

    Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM menyampaikan, keterlambatan terjadi pada Koridor 5, 7, 9, dan 10.

    Selain itu, sejumlah rute seperti 5C, 7C, 7D, 7P, 7W, 9A, 9C, B41, dan D11, serta beberapa rute mikrotrans juga terdampak akibat kondisi lalu lintas yang padat.

    “Transjakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta berhati-hati di perjalanan,” ujarnya.

    Informasi terkini terkait layanan dapat dipantau melalui aplikasi TJ: Transjakarta maupun media sosial resmi Transjakarta.

    Baca: Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah

    Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jakarta untuk periode 11 hingga 13 Januari 2026.

    Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama potensi genangan dan banjir.

    “Pentingnya kesiapan individu dan keluarga, seperti membawa payung atau jas hujan serta menyiapkan tas siaga bencana saat beraktivitas,” ujar Isnawa Adji, Senin (12/1/2026).

    BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk aktif memantau kondisi lingkungan sekitar. Informasi tinggi muka air dapat diakses melalui laman bpbd.jakarta.go.id atau ppdb.jakarta.go.id/waterlevel.

    Sementara laporan genangan atau banjir dapat disampaikan melalui aplikasi JAKI. Selain itu, pembaruan informasi banjir tersedia di situs pantau banjir.jakarta.go.id.

    Baca: Penurunan muka tanah dan perubahan iklim perburuk banjir di Jakarta

    “BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem tersebut,” tandasnya.

    Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum (Transum) guna menekan angka kemacetan di ibu kota, terlebih saat musim hujan seperti saat ini.

    Pramono menegaskan, integrasi transportasi di Jakarta saat ini sudah semakin baik guna mempermudah mobilitas warga. Apalagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah memberikan layanan gratis transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat tertentu.

    “Saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya, harapan saya apalagi digratiskan mereka mau dan bersedia naik transportasi umum,” ujar Pramono di Waduk Cilangkap Batu Licin, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).

    Menurutnya, kesediaan warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal menjadi kunci utama dalam menurunkan kepadatan lalu lintas secara signifikan.

    “Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” kata dia.

  • Hujan Deras Picu Banjir di 39 RT di Jakarta

    Hujan Deras Picu Banjir di 39 RT di Jakarta

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta menyebut, hingga Minggu (18/1/2026) siang banjir masih merendam sedikitnya 39 rukun tetangga (RT) dan 28 ruas jalan di Ibu Kota.

    Banjir yang melumpuhkan Jakarta ini dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam. Sebelumnya, BMKG sudah mengingatkan potensi hujan deras di Jakarta hingga 23 Januari mendatang.

    Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, menyebutkan hingga Minggu siang pukul 11.00 WIB sebanyak 19 RT di Jakarta Barat terendam dengan ketinggian air 15-60 sentimeter (cm).

    Di Jakarta Pusat tercatat 13 RT terendam banjir dengan ketinggian 30-110 centimeter, tiga RT di Jakarta Timur (30-110 cm) dan empat RT di Jakarta Utara (25-30 cm).

    Sementara untuk jalan, tercatat lima jalan terendam banjir dengan ketinggian air 10 – 30 cm di Jakarta Pusat, 18 jalan di Jakarta Utara (15-100 cm), lima di Jakarta Barat (10-50 cm).

    Baca: Penurunan muka tanah dan perubahan iklim perburuk banjir di Jakarta

    Yohan juga menyebutkan ketinggian air tertinggi di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, di mana ada 8 RT yang mencapai 30-60 cm, Kelurahan Tegal Alur empat RT (30-40 cm).

    Sementara di Jakarta Timur, dua RT di Kelurahan Rawa Terate 40-110 cm, sedangkan Jakarta Utara, dua RT di Kelurahan Pademangan Barat 30 cm dan satu RT di Kelurahan Kapuk Muara 30 cm.

    Yohan menyebutkan dampak banjir di pemukimkan mengakibatkan warga di sejumlah kelurahan harus pengungsi ke tempat yang lebih aman.

    Pengungsi banjir antara lain dilaporkan terjadi di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, dengan lokasi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Alur Anggrek yaitu sebanyak 12 KK atau 29 jiwa dan Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur, dengan lokasi Lapangan United Tractor sebanyak 8 KK atau 14 jiwa.

    Sementara, untuk ruas jalan tertinggi banjir, delapan ruas jalan di Jakarta Utara setinggi 40-100 cm, yakni Jalan Karang Bolong Raya, Jalan Kampung Sepatan, Jalan Gaya Motor Raya (Depan Kodim 0502).

    Genangan air setinggi 40-100 cm juga dilaporkan terjadi di Jalan Jembatan Tiga Raya, Jalan Pluit Raya (Depan Hotel JP), Jalan Babek TNI, Jalan Muara Baru, Depan Pintu Masuk Pelabuhan Nizam Zachman.

    Baca: Banjir Jabodetabek juga dipicu tata ruang yang amburadul

    Sementara di Jakarta Pusat setinggi 30 cm yakni di Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Ruko Cempaka Mas, sedangkan Jakarta Barat setinggi 50 cm di Jalan Benda Raya.

    Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan.

    “Jika situasi darurat, warga bisa segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam gratis,” katanya.

    Ia menambahkan pihaknya telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.

    “Selain itu juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Banjir ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.

    BPBD DKI juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.

    Baca: Rekomendasi IAI untuk tanggulangi banjir besar di Jabodetabek

  • Hujan Deras Picu Banjir di Sejumlah Daerah di Jawa Tengah, Jalur Nasional Sempat Tergenang

    Hujan Deras Picu Banjir di Sejumlah Daerah di Jawa Tengah, Jalur Nasional Sempat Tergenang

    7cloud.asia – Hujan deras mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Jawa Tengah pada Senin (16/2/2026). Banjir antara lain terjadi di Demak, Grobogan dan Semarang.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir di Grobogan, mengganggu jalur kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya setelah rel terendam air di kilometer (Km) 32 pada petak antara Karangjati dan Gubug.

    Di Demak, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Cabean B1 yang berada di Kecamatan Guntur karena tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis setelah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu.

    “Peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terdampak banjir,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Sukiyono dilansir Antaranews.com

    Baca: Waspadai potensi hujan lebat selama periode 15-21 Februari

    Ia mengatakan hujan deras di wilayah hulu menyebabkan aliran air ke wilayah hilir meningkat tajam sehingga tanggul tidak mampu menahan debit air.

    “Hujan di wilayah hulu yang menyebabkan debit air di wilayah hilir meningkat dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanggul sisi kiri Sungai Cabean B1 jebol,” ujarnya.

    Ia menjelaskan tanggul jebol terjadi pada Senin (16/2/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

    Di Grobogan, banjir melanda 14 desa yang tersebar di delapan kecamatan.Curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga, Senin (16/2/2026)

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan banjir mulai terjadi pada Senin dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

    Baca: Perubahan iklim memicu siklon tropis di khatulistiwa

    Akibat banjir tersebut, kata dia, permukiman warga, jalan lingkungan, hingga akses jalan raya, tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 15 centimeter (cm) hingga satu meter.

    “Di Kecamatan Kedungjati, banjir terjadi di Desa Klitikan dengan ketinggian air 20–30 cm. Di Desa Kedungjati, air setinggi sekitar 20 cm menggenangi Jalan Raya Kedungjati–Salatiga, tepatnya di sebelah BPR BKK Kedungjati,” ujarnya.

    Sementara BPBD Kota Semarang, Jawa Tengah, melaporkan sejumlah permukiman di wilayah tersebut tergenang banjir akibat luapan Sungai Babon seiring hujan deras di wilayah bagian atas.

    Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto menyebutkan banjir menggenangi sejumlah permukiman, yakni Perumahan Argo Residence, Grand Batik Semarang, dan Grand Permata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, dan wilayah RW 1 Kelurahan Rowosari.

    “Ketinggian banjir terpantau sampai 150 cm, sedada orang dewasa. Itu dilaporkan Senin pada pukul 02.00 WIB. Alhamdulillah sudah mulai surut, ada yang sudah 20-30 cm,” katanya.

  • Hujan Deras Mengakibatkan Banjir di 134 RT di Jakarta Tergenang hingga 1,5 Meter

    Hujan Deras Mengakibatkan Banjir di 134 RT di Jakarta Tergenang hingga 1,5 Meter

    7cloud.asia – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) menyebabkan genangan di sejumlah wilayah ibu kota.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Minggu siang pukul 12.00 waktu Indonesia barat sebanyak 148 RT dan 20 ruas jalan masih tergenang

    Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, genangan terjadi di sejumlah wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
    Ketinggian air bervariasi mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter atau 1,5 meter.

    Genangan umumnya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir sehingga saluran drainase tak mampu menampung limpasan air hujan.

    Selain itu, luapan sejumlah kali seperti Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, dan beberapa saluran penghubung turut memperparah kondisi di sejumlah titik.

    Ia menyampaikan, wilayah Jakarta Timur menjadi kawasan dengan jumlah RT terdampak terbanyak (60 RT), diikuti Jakarta Selatan (55 RT) dan Jakarta Barat (33 RT).

    Isnawa menjelaskan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di lapangan serta berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait untuk melakukan penanganan.

    BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.

    “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

    Baca: BMKG deteksi 3 bibit siklon tropis di Indonesia

    BPBD juga mencatat adanya warga yang mengungsi akibat genangan, yakni di Kelurahan Pejaten Barat. Sebanyak 46 kepala keluarga atau 72 jiwa mengungsi di Mushola Al Inayah.

    Isnawa mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan, terutama di wilayah yang rawan terdampak banjir.

    “BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tandasnya.

    Berikut sejumlah ruas jalan yang tergenang:

    1. Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng

    2. Jalan Daan Mogot KM 13, Kelurahan Rawa Buaya

    3. Jalan Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara

    4. Jalan Meruya Selatan, Kelurahan Meruya Selatan

    5. Jalan Daan Mogot (Depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur

    6. Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke

    7. Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Kuningan Barat

    8. Jalan Cileduk Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir

    9. Jalan Cileduk Raya (Kolong ITC), Kelurahan Cipulir

    10. Jalan Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kelurahan Ulujami

    11. Jalan Bintaro Permai Raya (H Gari), Kelurahan Pesanggrahan

    12. Jalan Beo, Kelurahan Pesanggrahan

    13. Jalan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami

    14. Jalan Puri Kembangan (Depan SMK Budi Murni), Kelurahan Kedoya Selatan

    15. Jalan Kramat Raya, Kelurahan Tugu Utara

    16. Jalan Rawa Indah RT 003 RW 003, Kelurahan Pegangsaan Dua

    17. Jalan Karet Pasar Baru Barat I, Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat

    18. Jalan Petamburan II, Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat

    19. Jalan Bendungan Hilir, Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat

    20. Jalan Rengas Raya, Kelurahan Bintaro.