Tag: hutan kota

  • Gala Dinner untuk Peserta KTT ke-43 ASEAN Dihelat di Tengah Hutan Kota GBK

    Gala Dinner untuk Peserta KTT ke-43 ASEAN Dihelat di Tengah Hutan Kota GBK

    7cloud.asia – Menutup rangkaian KTT ke-43 ASEAN digelar jamuan malam malam atau gala dinner eksotis yang mengedepankan konsep hijau di Jakarta pada Rabu (6/9/2023). 

    Gala dinner berkonsep hijau untuk kepala negara anggota ASEAN ini diadakan di  Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) yang berada di dalam kawasan Kompleks Stadion GBK Senayan.

    Hutan kota GBK itu semula adalah kawasan komersial seluas 4,5 hektare. Gala dinner di tengah hutan kota ini menjadi kejutan lain dari pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN 2023.

    Sejak beberapa hari terakhir, puluhan pekerja terlihat sibuk melakukan persiapan di hutan kota GBK itu.

    Baca: Replika hutan tropis hiasi ruang penyambutan peserta KTT ke-43 ASEAN

    Misalnya membangun konstruksi kanopi bambu sepanjang beberapa puluh meter berbentuk mirip atap rumah adat suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Kanopi ini menjadi penanda pintu masuk menuju lokasi gala dinner. Karpet merah tebal yang masih diselimuti oleh plastik putih digelar tepat di bawah kanopi tersebut untuk menyambut para tamu delegasi.

    Memasuki area gala dinner, terlihat sebuah bukit kecil mengitari panggung terbuka (amphitheatre).

    Bukit kecil lengkap dengan rumput hijau sintetis itu merupakan sebuah konstruksi buatan yang dibangun agar mampu menampung lebih banyak delegasi peserta KTT ke-43 ASEAN 2023.

    Baca: Jokowi serukan ASEAN jadi sumber kekuatan bukan rivalitas

    Terdapat akses berupa delapan anak tangga dan jalan melandai khusus untuk penyandang disabilitas untuk mencapai bukit.

    Di atas bukit ini telah tersusun puluhan meja bundar yang masing-masing berdiameter sekitar 1,6 meter. Tiap meja dikelilingi oleh delapan kursi abu-abu yang diatur jarak antarkursi sekitar 25-35 sentimeter.

    Telah tertata pula delapan piring putih besar. Puluhan meja lainnya dengan bentuk persegi panjang disusun di tepian bukit, menghadap tepat ke arah amphitheatre

    Di bagian depan panggung terbuka, telah tersusun belasan meja bundar yang dikelilingi delapan kursi dan tentu saja di atas meja telah tersaji piring putih.

    Baca: KTT ASEAN berlangsung saat kondisi udara Jakarta sedang tidak sehat

    Seluruh meja dan kursi, baik yang berada di bukit kecil maupun di depan panggung terbuka ditutupi oleh plastik khusus. 

    Sementara itu, panggung terbuka berdimensi sekitar 50 meter x 30 meter menjadi pusat perhatian peserta gala dinner karena di tempat ini akan disajikan beragam pertunjukan kesenian dan hiburan musik dari sejumlah artis.

    Tepat di belakang panggung, menjulang belasan gedung pencakar langit yang berdiri di kawasan Pusat Distrik Bisnis Sudirman (SCBD) yang posisinya ada di seberang Hutan Kota GBK.

    Gedung-gedung tersebut menjadi layar raksasa bagi pertunjukan video mapping selama berjalannya gala dinner. Selain itu, penyelenggara acara menutupi sekeliling pagar.

    Baca: Kapal pinisi dan tenun songke Manggarai warnai KTT ASEAN di Labuan Bajo

    Hutan Kota GBK memakai ribuan tanaman rambat raksasa sehingga membuat suasananya seperti mirip sedang berada di tengah hutan. 

    Aparat kepolisian juga menutup akses Jl Jenderal Sudirman sejak dari arah Jembatan Semanggi hingga menuju Bundaran Senayan sejak pukul 16.00 WIB hingga berakhirnya acara gala dinner.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak jauh hari telah meminta perusahan-perusahaan yang berkantor di sekitar kawasan Sudirman untuk menggelar Work From Home (WFH) bagi para pekerjanya pada 5–7 September 2023.

    Saat menggelar KTT ke-42 ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 9-11 Mei 2023.

    Baca: Hujan buatan belum optimal atasi polusi udara di Jakarta

    Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pemimpin dan kepala negara ASEAN  menikmati terbenamnya matahari dari atas pinisi yang berlayar di sekitar perairan Laut Flores. 

    Pinisi merupakan kapal layar tradisional khas suku Bugis, salah satu penduduk asli di Sulawesi Selatan yang mempunyai dua tiang utama dan tujuh buah layar, tiga di depan, dua di tengah, dan dua di belakang. Kapal ini kerap dipakai untuk mengangkut barang antarpulau.

    Momen menikmati sunset sambil berlayar memakai pinisi meninggalkan kesan mendalam bagi para pemimpin negara-negara anggota ASEAN.

    Sumber: Kominfo

  • Pemkot Jakarta Timur Siapkan 8,5 Ha Lahan untuk Hutan Kota

    Pemkot Jakarta Timur Siapkan 8,5 Ha Lahan untuk Hutan Kota

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menyiapkan lahan seluas 8,5 hektar di kawasan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) untuk dijadikan hutan kota.

    “Hari ini kita lakukan pematangan penggemburan lokasi, di mana ini merupakan lahan untuk peruntukan hutan kota, di area PT JIEP,” kata Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan di Jakarta, Jumat (8/9/2023).

    Persiapan lahan untuk hutan kota ini dilakukan juga untuk mendukung program penanaman pohon yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 September 2023.

    Baca: Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Eka menjelaskan, lahan tersebut sebelumnya digunakan untuk berbagai aktivitas. Namun, aktivitas-aktivitas tersebut telah dihentikan dan lahan tersebut akan dikembalikan fungsinya sebagai hutan kota.

    “Apabila ada bangunan liar, itu diimbau supaya mereka bongkar sendiri,” kata Eka menceritakan persiapan hutan kota ini.

    Keberadaan hutan kota di tengah kawasan industri Pulo Gadung ini diharapkan akan menambah ruang terbuka hijau yang keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta. 

    Baca: Resep kota Surabaya menjadi kota dengan udara bersih

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melibatkan 250 petugas gabungan dalam persiapan lahan hutan kota tersebut.

    Petugas tersebut terdiri atas berbagai instansi, termasuk Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Sumber Daya Air, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Suku Dinas Lingkungan Hidup.

    Ada juga personil TNI-Polri, Satpol PP, pasukan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta pihak PT JIEP yang dikerahkan untuk menyiapkan lahan untuk hutan kota ini.

    Baca: Mengenal Taman Bungkul, salah satu taman kota terbaik di Asia

    Sementara alat yang diturunkan berupa 1 unit truk pemadam kebakaran, 6 unit excavator, dan 10 unit dumb truck.

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berencana untuk menanam sekitar 620 – 830 pohon dengan berbagai jenis di lahan tersebut. Jenis pohon yang akan ditanam antara lain pule, bungur, flamboyan, sawo kecik, mahoni, trembesi, ketapang kencana, matoa, dan nangka.

    Harapannya, hutan kota ini dapat menjadi paru-paru kota dan membantu mengurangi polusi udara di Jakarta Timur.

    Sumber: Antaranews.com 

  • Pemprov DKI Jakarta Akan Tambah Tiga Hutan Kota pada Tahun 2024

    Pemprov DKI Jakarta Akan Tambah Tiga Hutan Kota pada Tahun 2024

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta terus berupaya menambah ruang terbuka hijau untuk menyerap polusi udara.

    Pada tahun 2024 ini Distambut DKI Jakarta menargetkan akan menambah tiga hutan kota lagi, yang berlokasi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

    “Pemprov DKI terus berupaya menambah ruang terbuka hijau (RTH),” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo Selasa (23/1/2024) seperti dilansir Antaranews.com.

    Lokasi tiga hutan kota itu adalah di Ujung Menteng Baru dan Jalan Sawo Kecik di Jakarta Timur (Jaktim) dan Hutan Kota di Jalan Pinang II, Pondok Labu, Jakarta Selatan (Jaksel).

    Baca: Pemkot Jakarta Timur siapkan 8,5 hektare lahan untuk hutan kota

    Ivan mengatakan, hutan kota di Jalan Sawo Kecik memiliki luas 2.300 meter persegi (m2), hutan kota di Ujung Menteng Baru seluas 7.700 m2 dan hutan kota di Jalan Pinang II luasnya mencapai 6.000 m2.

    “Tahap perencanaan sudah selesai dan telah memasuki tahapan Kerangka Acuan Kerja (KAK),” ujar Ivan.

    Ivan menjelaskan, hutan kota di tiga lokasi tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung seperti pos jaga, toilet dan jalur pedestrian.

    Selain itu lapangan olahraga, area parkir, “jogging track” (lintasan joging), “outdoor gym’, tempat duduk dan lampu penerangan.

    Baca: Mengenal hutan kota di GBK 

    Adapun jenis pohon yang akan ditanam di tiga hutan kota itu mayoritas pohon pelindung. Target pembangunannya dimulai April 2024.

    Sebelumnya, Distamhut Provinsi DKI Jakarta menambah 23 taman baru dengan total luas 6,7 hektare hingga akhir tahun 2023 sebagai komitmen menambah ruang terbuka hijau atau RTH.

    UU nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang menyebut, proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

    Sementara dari data yang ada luasan ruang terbuka hijau di Jakarta masih jauh dari angka yang diamanatkan di UU tersebut.

    Baca: DKI Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Dalam laman informasi jakartasatu.jakarta.go.id, disebutkan ruang terbuka hijau (RTH) DKI Jakarta sebesar 33,34 juta meter persegi atau 33,34 kilometer persegi.

    Jumlah itu mencakup 5,2 persen dari luas Jakarta yang mencapai 661,5 kilometer persegi.

    Cakupan yang ada tersebar di Jakarta Timur sebanyak 26,2 persen, Jakarta Selatan (24,87), Jakarta Utara (20,93), Jakarta Pusat (12,69) dan Jakarta Barat 8,64 persen.

    Distamhut DKI juga telah menanam 10.474 pohon di RTH dan jalur hijau. Kegiatan itu dilakukan untuk mengatasi polusi udara, sekaligus sebagai penyeimbang area hijau dengan pembangunan proyek infrastruktur.

    Baca: Taman Bungkul, salah satu taman kota terbaik di Asia

  • Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Pengembangan Hutan Kota di Kawasan Industri

    Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Pengembangan Hutan Kota di Kawasan Industri


    7cloud.asia – Pemerintah lewat Kementerian Lingkungan Hidup menjalankan program hutan kota di kawasan industri sebagai etalase hutan di tengah perkotaan.

    Hal itu diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menanam pohon di kawasan Central Park Batulicin, Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Rabu (1/1/2024).

    Pada kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pentingnya keberadaan hutan kota di kawasan industri di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

    “Kota Batulicin memiliki potensi perkembangan yang cukup pesat, sehingga harus disiapkan sejak dari sekarang dan masyarakat mendapatkan penjelasan terkait penting hutan,” kata Hanif dikutip Antaranews.com

    Baca: Kisah Sukses Pemerintah Kota Bogota dan Warsawa dalam Atasi Polusi Udara

    Diketahui, pembangunan Central Park Batulicin mencakup lahan seluas 560 hektare di kawasan ruang terbuka hijau (RTH). Desa Sari Gadung, Kabupaten Tanah Bumbu.

    Di area itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra menuturkan akan ditanami ribuan berbagai jenis bibit pohon bakal dikembangkan untuk taman wisata kota.

    Pada 2025-2027, Fathimatuzzahra menargetkan perancangan detail Central Park Batulicin, serta pengayaan pembangunan sarana dan prasarana.

    Kemudian, pemeliharaan jenis pioneer, yaitu pengayaan jenis endemik Kalimantan, pengayaan jenis komersial dan pengayaan jenis Nusantara.

    Baca: Lampung kembangkan Wisata Hutan dengan minat khusus

    Diketahui, hutan kota di kawasan Industri Batulicin atau KIB (Kapet Batulicin) merupakan langkah pemerintah daerah mengantisipasi Batulicin sebagai kota yang akan terus berkembang.

    Letak Kawasan Industri Batulicin di pusat Kota Batulicin akan menjadi etalase fungsi penting keberadaan hutan kota.

  • UNEP Dorong Pembangunan Hutan Kota di Seluruh Dunia

    UNEP Dorong Pembangunan Hutan Kota di Seluruh Dunia

    7cloud.asia – Hutan kota di Toronto telah diakui oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation Environment Programme/UNEP) sebagai model bagi kota-kota lain yang ingin memulihkan ruang alami mereka.

    “Seperti di banyak tempat lain, ekstraksi sumber daya pada awalnya mendominasi,” kata Mirey Atallah, Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan di Divisi Perubahan Iklim UNEP.

    Hutan kota tak hanya menyediakan jasa lingkungan yang bernilai jutaan dolar, tapi juga menyediakan kesempatan spiritual untuk rekreasi dan kesejahteraan bagi warga kota.

    Itulah sebabnya UNEP melaksanakan proyek untuk membantu kota-kota di seluruh dunia menghargai, memulihkan, dan melindungi ekosistem, termasuk dengan mengintegrasikannya ke dalam proses perencanaan dan pembangunan.

    Dalam artikel ini akan diulas bagaimana pemerintah kota Toronto sukses mengubah lahan rusak menjadi hutan kota yang hijau.

    Adanya kerangka hukum dan peraturan menjadi landasan kuat suksesnya pembangunan hutan kota di Toronto ini.

    Baca: Menjaga hutan yang tersisa di benua Eropa

    Aturan ini mencerminkan bagaimana para pemimpin provinsi dan kota menyadari bahwa kesehatan dan ketahanan kota, termasuk kapasitasnya untuk memitigasi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim, bergantung pada alam.

    Menurut pemerintah kota Toronto, jurang dan hutan kota yang telah direstorasi menyediakan jasa ekosistem senilai ratusan juta dolar per tahun dengan menawarkan kesempatan rekreasi, menghilangkan polusi, dan menghemat energi.

    “Membingkainya seperti itu adalah cara Anda mendapatkan dukungan politik,” kata Wendy Strickland, titik fokus Toronto untuk proyek Restorasi Generasi dan manajer strategi jurang kota.

    “Bagi sebagian orang, alam hanyalah ‘kenikmatan’, tetapi ketahanan sangat penting bagi kota.” imbuhnya.

    Kerangka hukum Toronto juga mencakup strategi ketahanan dan keanekaragaman hayati, serta rencana pengelolaan hutan.

    Peraturan daerah melindungi pohon-pohon di jalan dan mewajibkan penanaman, dan standar kinerja berkelanjutan dengan menawarkan insentif bagi pengembang untuk melampaui persyaratan hukum.

    Baca: Kisah sukses perhutanan sosial di Desa Wawowae, NTT

    Misalnya, pemerintah kota memprioritaskan area yang kurang terlayani dengan tutupan pohon yang rendah untuk upaya penanaman pohonnya dan mendorong warga untuk membantu memeliharanya.

    Pemerintah kota Toronto juga membantu komunitas tersebut mengakses jurang dengan, misalnya, mensubsidi acara-acara pribadi dan menyediakan penerjemahan untuk wisata alam berpemandu.

    Pemerintah kota juga menawarkan kesempatan menjadi sukarelawan dan insentif untuk penanaman pohon di lahan pribadi. Berdasarkan rencana rekonsiliasi, pemerintah kota juga memanfaatkan keterampilan pengelolaan lahan Masyarakat Adat.

    Misalnya, pihak berwenang belajar dari anggota masyarakat Adat saat mereka melakukan pembakaran terkendali tradisional untuk memulihkan ekosistem sabana di High Park kota, kata pejabat pemerintah kota.

    Untuk berbagi pengalaman dan berkolaborasi dalam mencari solusi, perwakilan Toronto mengadakan lokakarya dengan kota-kota lain di dunia, termasuk dari Douala di Kamerun, Quezon City di Filipina, dan Sirajganj di Bangladesh.

    Baca: Amazon, hutan tropis terluas di dunia

    Strickland mengatakan Toronto mendapatkan manfaat dari pertukaran ini, mengutip diskusi dengan seorang pejabat dari kota Manaus di Brasil tentang cara menjaga agar pohon-pohon jalan yang baru ditanam tetap terairi.

    “Kota-kota percontohan ini melakukan beberapa pemikiran yang sangat inovatif,” ujarnya.

    “Ini jelas bukan satu arah dan pelajaran yang kita semua pelajari dapat membantu kita menjadikan alam sebagai bagian integral dari kota-kota berkelanjutan di masa depan.”

    Kota-kota panutan lainnya dalam proyek Restorasi Generasi termasuk Montreal, kota terbesar kedua di Kanada, dan Glasgow di Skotlandia.

    Montreal sedang melaksanakan rencana kerangka pembangunan 2020–2030 yang berfokus pada iklim, alam, dan olahraga.

    Rencana-rencana ini mendorong kegiatan restorasi, termasuk penanaman pohon, penghijauan kembali tepi sungai, mengubah halaman rumput kota menjadi padang rumput yang dipenuhi satwa liar.

    Baca: Pengembangan hutan kota di kawasan industri

    Rencana ini juga meliputi perluasan pertanian perkotaan (urban farming) untuk meningkatkan produksi pangan di kota.

    Montreal bertujuan menanam 500.000 pohon di bawah rencana iklim 2020–2030 yang melibatkan warga dan kelompok masyarakat dalam berbagai bentuk restorasi.

    Upaya ini meliputi penghijauan kembali tepi sungai, mengubah halaman rumput kota menjadi padang rumput perkotaan yang kaya keanekaragaman hayati, dan memperluas pertanian perkotaan.

    Di Glasgow, penekanan pada keterlibatan masyarakat, termasuk melalui sekolah, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan yang lebih besar terhadap ruang hijau kota

    Upaya ini antara lain dengan melakukan kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon, serta lebih banyak kesempatan untuk kegiatan luar ruangan.

  • UNEP Dorong Kota-kota di Dunia Memperbanyak Hutan Kota

    UNEP Dorong Kota-kota di Dunia Memperbanyak Hutan Kota

    7cloud.asia – Program Lingkungan PBB (UNEP) mendorong kota-kota di dunia mengurangi risiko panas dengan “meningkatkan secara radikal” ruang terbuka hijau dan alam.

    Data UNEP menunjukkan bahwa menanam pohon di jalan-jalan kota saja dapat memberikan 77 juta orang penurunan suhu hingga 1°C di hari-hari panas.

    Pada hari cerah normal, sebatang pohon dapat mentranspirasikan beberapa ratus liter air, yang setara dengan efek pendinginan dua alat pengkondisian udara rumah tangga yang menyala selama 24 jam.

    Hutan kota dan taman-taman besar juga memberikan manfaat pendinginan hingga hampir 1 kilometer di luar batasnya dengan mengangkat udara hangat di atas permukaan tanah dan menyebarkan udara dingin.

    Ruang terbuka hijau yang saling terhubung menciptakan koridor angin yang mengurangi suhu lokal.

    Selain itu, menjaga keberadaan badan air, seperti danau, kanal, kolam, dan lahan basah di wilayah perkotaan, dapat memberikan efek pendinginan yang signifikan.

    Di ibu kota Yunani, Athena – yang sering merasakan dampak parah oleh kenaikan suhu dan kebakaran hutan di dekatnya– para pejabat kota menggunakan saluran air dari era Romawi untuk mendinginkan kota.

    Saluran air ini mengairi koridor pendingin hijau sepanjang 24 kilometer yang mengarah ke pusat kota.

    Solusi alami sangat penting karena membantu menurunkan suhu tanpa berkontribusi terhadap perubahan iklim. Hal ini sangat berbeda dengan pendingin ruangan (AC), yang merupakan sumber emisi gas rumah kaca yang potensial.

    Alam di perkotaan membantu meningkatkan konektivitas dan ketahanan habitat alami serta mendukung keanekaragaman hayati, sebagaimana diakui oleh Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global yang diadopsi tahun lalu.

    Selain solusi alami, kota-kota perlu menemukan cara lain untuk mendinginkan diri tanpa memperparah krisis iklim, kata para ahli.

    Hal ini dapat mencakup transisi ke energi terbarukan, menggabungkan pendinginan pasif ke dalam bangunan, dan membuat perubahan pada jalan dan bangunan yang memantulkan panas dan mendorong angin sepoi-sepoi.

    UNEP sedang mengembangkan pedoman bagi pemerintah daerah, yang akan dirilis akhir tahun ini, untuk merancang lingkungan yang lebih tahan panas dan memastikan akses yang setara terhadap manfaat alam di dalam kota.

    UNEP juga bermitra dengan Arsht-Rock dalam Heat Action Platform, sebuah alat bagi pejabat kota untuk mengurangi dampak manusia dan ekonomi dari panas ekstrem.

    Para ahli mengatakan sangat penting bagi kota-kota untuk mulai merencanakan masa depan yang sarat dengan panas ekstrem. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, Juni adalah bulan terpanas yang pernah tercatat.

    Cool Coalition, sebuah upaya global untuk pendinginan yang efisien dan ramah iklim yang dibentuk oleh UNEP, mengatakan suhu ekstrem telah membunuh 5 juta orang per tahun, dengan kematian terkait panas yang terus meningkat.

    “Ini adalah tantangan global yang memengaruhi miliaran orang,” kata Stone dari UNEP. “Dan kenyataannya, kita perlu bertindak secara langsung untuk menjaga kota-kota kita tetap layak huni.”

  • Luasan Hutan Kota di Jakarta Masih Jauh dari Ideal, Ini yang Dilakukan Distambut

    Luasan Hutan Kota di Jakarta Masih Jauh dari Ideal, Ini yang Dilakukan Distambut

    7cloud.asia – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penambahan jumlah dan luasan hutan kota di wilayahnya.

    Langkah ini sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekosistem, sekaligus menyediakan ruang hijau yang memadai bagi warga Jakarta.

    Hutan kota berperan besar dalam menjaga ekosistem yakni sebagai penyedia oksigen, penyerap karbon dan penangkap partikel polusi.

    Dengan penambahan hutan kota, warga mendapatkan manfaat yang menyeluruh, mulai dari aspek lingkungan, kesehatan, ekonomi hingga sosial.

    Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota, idealnya luas hutan kota mencapai 10 persen dari wilayah kota.

    Baca: UNEP Dorong Kota-kota di Dunia Memperbanyak Hutan Kota

    Dengan luas wilayah 661,5 kilometer persegi, maka idealnya Jakarta memiliki hutan kota seluas 66 kilometer persegi atau 6610 hektare.

    Saat ini terdapat ada 51 hutan kota yang tercatat di seluruh wilayah Jakarta. Dari jumlah tersebut, 22 hutan kota langsung dikelola oleh dinas, sementara 29 lainnya berada di bawah pengelolaan suku dinas dan pihak lain.

    Menurut data BPS, pada 2016 total luas hutan kota di Jakarta mencapai 182,50 hektare, dengan hutan terluas terdapat di Jakarta Timur yakni seluas 73,24 hektare.

    Untuk mencapai angka ideal, Distambut menargetkan untuk menambah minimal 3 hektare atau 30.000 meter persegi hutan kota setiap tahun.

    Kepala Dinas Pertamanan dan Kehutanan atau Distamhut DKI Jakarta, Fajar Sauri mengatakan, secara ekologi, hutan kota memperbaiki dan menjaga iklim mikro, menyerap air hujan serta melindungi keanekaragaman hayati.

    Baca: Menanam Pohon Terbukti Efektif Menurunkan Suhu Panas Perkotaan

    ”Secara ekonomi, masyarakat sekitar dapat memanfaatkan hutan kota untuk kegiatan produktif seperti Kelompok Tani Hutan. Dari sisi sosial, keberadaan hutan kota menjadi sarana rekreasi dan interaksi bagi warga,” ujarnya seperti dikutip beritajakarta.id.

    Sauri menambahkan, dari segi distribusi hutan kota yang perlu menjadi prioritas adalah Jakarta Pusat. Namun, tantangan ketersediaan lahan di wilayah tersebut sangat berat, dalam hal ini harga beli tanah di Jakarta Pusat sangat tinggi.

    Karena alasan ini, Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan lahan-lahan belum terbangun yang telah dikelola dinas, seperti wilayah Cilangkap, Jakarta Timur dan Rawa Buaya, Jakarta Barat.

    Untuk menambah luasan hutan kota, Distambut membeli lahan dengan luas minimal 2.500 meter persegi, kemudian pemanfaatan aset fasos fasum yang diserahkan dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) serta pelimpahan pengelolaan dari pemerintah pusat.

    Distambut juga menjalin kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas untuk mendukung pengelolaan dan perluasan hutan kota.

    Adapun, anggaran pembelian lahan baru ditentukan minimal untuk luas 2.500 meter persegi per lokasi.

    Harga tanah biasanya dinegosiasikan dengan pemilik dan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk memastikan kesesuaian dengan harga pasar.

    Baca: Hutan Kota Srengseng Bakal Direvitalisasi

     

  • Tak Hanya di GBK, Berikut Daftar Hutan Kota di Jakarta yang Bisa Dikunjungi

    Tak Hanya di GBK, Berikut Daftar Hutan Kota di Jakarta yang Bisa Dikunjungi

    7cloud.asia – Hutan kota punya peran penting dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati untuk kota sebesar Jakarta.

    Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, keberadaan hutan kota juga menjadi daerah resapan yang menjadi kawasan konservasi air.

    Melansir dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, per 2018 Jakarta memiliki kawasan hutan kota dengan luas total 181,28 hektare yang tersebar di 69 lokasi di lima wilayah di Jakarta.

    Selain itu Jakarta juga memiliki hutan lindung seluas 44,76 hektare yang merupakan hutan payau/bakau, hutan konservasi mencapai 227,34 hektare dan Taman Nasional Kepulauan Seribu seluas 108.039,50 hektare.

    Hutan kota di Jakarta menjadi daya tarik wisatawan, selain karena koleksi tanamannya juga karena menawarkan kesejukan udaranya. Sejumlah hutan kota kini juga dilengkapi fasilitas lengkap sehingga menjadi ruang publik yang menarik.

    Berikut beberapa hutan kota di Jakarta yang bisa dikunjungi:

    Hutan Kota GBK
    Berada di pusat kota, Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) menjadi salah satu tujuan favorit warga Jakarta. Setelah direvitalisasi, Hutan Kota GBK sangat cantik pemandangannya.

    Hutan Kota GBK berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, dapat diakses dari Pintu tujuh GBK, Jakarta Pusat.

    Berkunjung ke sini, warga bisa duduk-duduk di lahan seluas 4,5 hektare sambil menikmati deretan bangunan bertingkat di Jakarta. Selain taman rerumputan, di tempat ini juga tersedia area kolam trembesi dengan konsep alas kayu di atasnya.

    Pengunjung juga bisa olahraga di sini. Tenang saja, ada jogging track yang memang didesain khusus bagi para pelari. Tak hanya itu saja, di sini juga tersedia pos keamanan, bangku taman, toilet dan ruang ganti yang bisa digunakan oleh pengunjung.

    Di sini juga ada kedai makanan kecil serta restoran tersedia di dalam. Bagi yang ingin piknik juga boleh. Banyak pengunjung yang membawa alas tikar dan makanan sendiri. Namun harus tetap menjaga kebersihan tentunya.

    Tebet Eco Park
    Kawasan Tebet Eco Park juga menjadi kawasan ruang terbuka hijau yang menjadi bagian dari salah satu hutan kota di Jakarta.

    Tebet Eco Park lokasinya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Taman ini memiliki luas 70.000 meter persegi atau 7 hektare.

    Di taman ini banyak sekali arena bermain anak dan juga fasilitas taman yang bagus seperti jembatan infinity yang estetik, TEP Plaza, Thematic Garden, dan Community Lawn di sisi Utara dan Kebun Bibit Existing di sisi selatan.

    Tak hanya itu saja, banyak spot spot foto yang instagramable di sini sehingga tidak heran bila banyak sekali pengunjung yang ingin datang ke taman ini.

    Untuk masuk ke Tebet Eco Park tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun pengunjung harus memesan tiket masuknya melalui online dari hari sebelumnya.

    Hutan Kota Blok P
    Meski tidak sepopuler hutan kota lainnya namun kawasan Hutan Kota Blok P cukup bagus untuk dikunjungi.

    Hutan Kota Blok P lokasinya di Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Luasnya mencapai 1,64 hektare.

    Kawasan ini berfungsi sebagai daerah keseimbangan kelestarian tanah dan air serta pengendali polusi udara.

    Hutan Kota Srengseng
    Hutan Kota Srengseng menjadi kawasan hutan yang banyak dikunjungi orang. Lokasinya ada di Jakarta Barat tepatnya di Jalan H Kelik, Srengseng.

    Kawasan ini cukup luas dan juga terdapat area jogging track. Tahun 2025 lalu Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi Hutan Kota Srengseng sehingga menjadi ruang publik yang apik.

    Selain sebagai kawasan rekreasi, Hutan Kota Srengseng juga menjadi kawasan penelitian plasma nutfah dan pelatihan petugas pengelola hutan.

    Untuk masuk ke sini gratis, hanya dikenakan biaya parkir saja.

    Hutan Kota Kemayoran
    Meski tidak begitu populer, kawasan Hutan Kota Kemayoran menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta Utara.

    Lokasinya ada di Jalan H Benyamin Sueb, Pademangan Timur. Awalnya kawasan ini dibangun untuk tujuan konservasi lingkungan. Namun akhirnya dibuka untuk umum sebagai kawasan wisata.

    Di hutan kota ini terdapat danau seluas 12,8 hektare. Di dalamnya juga terdapat rawa buatan untuk pelindung dari erosi dan abrasi, jembatan penghubung, menara pengamat dan fasilitas lainnya untuk rekreasi.

    Masuk ke sini juga gratis. Hutan Kota Kemayoran sayangnya tidak cocok untuk pemancing karena dalam kawasan ini dilarang berburu dan memancing demi terjaganya ekosistem setempat.

    Hutan Kota Bumi Perkemahan Cibubur
    Untuk wilayah Jakarta Timur juga memiliki hutan kota yang ada di Bumi Perkemahan Cibubur.

    Kawasan ini juga menjadi tempat wisata yang populer karena bisa berkemah di dalamnya. Hutan Kota ini dikenal dengan Arboretum Cibubur atau Buperta Cibubur.

    Di dalamnya terdapat sekitar 57 jenis vegetasi yang menjadi rumah bagi satwa sekitar.

    Untuk masuk ke area ini hanya dikenakan biaya masuk Rp 5.000 per orang. Namun bila ingin berkemah akan dikenakan tarif tambahan.

    Hutan Kota Mangrove PIK
    Jakarta juga memiliki kawasan hutan mangrove. Cukup datang ke Taman Wisata Alam Mangrove Jakarta. Kawasan konservasi alam mangrove seluas 99,82 hektare ini dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.

    Tempat yang satu ini terletak di kelurahan Kamal Muara yang bersebelahan dengan kawasan elite Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara. Meski lokasinya berada di ujung Jakarta Utara namun akses ke sana terbilang cukup mudah.

    Pengunjung bisa ke sana baik melalui kendaraan pribadi via tol atau kendaraan umum. Di sini pengunjung bisa healing sambil menikmati udara segar khas pesisir pantai.

    Selain itu banyak spot foto yang instagrammable seperti jembatan kayu, penginapan-penginapan yang terbuat dari dinding kayu, atau sekedar berfoto dengan latar belakang hutan mangrove.

    Untuk datang ke kawasan ini, Pengunjung hanya perlu membayar Rp 30.000 per orang untuk weekday dan Rp 35.000 per orang untuk weekend. Sedangkan anak-anak dikenakan biaya Rp 15.000 per orang untuk weekday dan Rp 20.000 untuk weekend.

    Hutan Kota Pesanggrahan Sangga Buana
    Hutan kota yang berada di pinggir Kali Pesanggrahan ini menjadi arena bermain dan rekreasi murah bagi warga sekitarnya.

    Hutan Kota Pesanggrahan Sangga Buana ini masih belum ramai dikunjungi orang. Lokasinya ada di dekat Kali Pesanggrahan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Minimnya fasilitas membuat warga kurang berminat untuk berkunjung ke hutan kota seluas 40 hektare di Jakarta Selatan ini.

    Di dalam hutan ini juga terdapat beberapa bangunan rumah tradisional ala Betawi. Selain itu juga terdapat lapangan untuk berolahraga.

    Hutan Kota Cijantung
    Hutan kota yang berLokasi di Jalan RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur ini pernah mendapatkan penghargaan Adipura sebagai hutan kota terbaik tahun 2017-2018.

    Hutan kota Cijantung memiliki kebersihan yang terjaga. Selain itu fasilitasnya juga terawat. Oleh karena itu tidak heran pernah mendapatkan penghargaan sebagai hutan kota terbaik.

    Untuk masuk ke sini pengunjung juga tidak dikenakan biaya alias gratis.

    Hutan Kota Munjul
    Hutan Kota Munjul masih berada di kawasan Jakarta Timur. Kawasan ini memiliki luas 23.000 meter persegi.

    Tempat ini menjadi tempat wisata favorit warga sekitar karena kesejukan udaranya dan juga fasilitasnya yang bersih.

    Di dalam Hutan Kota Munjul terdapat joging track dan danau yang bisa digunakan untuk pengunjung. Masuk ke sini juga gratis.