Tag: investasi

  • Izin Investasi Rempang Eco-City Ada Sejak 2004, DPR: Jangan Hilangkan Hak Tinggal Masyarakat

    Izin Investasi Rempang Eco-City Ada Sejak 2004, DPR: Jangan Hilangkan Hak Tinggal Masyarakat

    7cloud.asia – Anggota Komisi V DPR RI Cen Sui Lan menegaskan investasi yang berlangsung di Pulau Rempang, Batam, jangan sampai menghilangkan hak tinggal masyarakat karena terdampak proyek yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) itu. 

    “Masyarakat Rempang, masyarakat saya juga dan masyarakat Kepri,” tandas Cen Sui Lan di Bintan, dalam keterangan resmi yang diterima media, Sabtu (16/9/2023).

    Terkait hal itu, Politisi Fraksi Partai Golkar ini berjanji akan berjuang untuk kepentingan masyarakat di Kepri, termasuk warga Pulau Rempang. Sehingga hak masyarakat Rempang tidak terabaikan begitu saja.

    Baca: DPR akan dalami bentrok di Pulau Rempang

    Sebagai tindak lanjut, Cen Sui Lan menyampaikan pihaknya akan terus mengawal persoalan yang dihadapi masyarakat Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri itu.

    “Kita akan kawal, bagaimana investasi tetap ada, tapi hak masyarakat tetap dipenuhi,” pungkas Legislator dari Dapil Kepri tersebut. 

    Seperti diketahui, telah terjadi bentrokan antara aparat dan masyarakat adat Pulau Rempang saat dilakukan upaya pengosongan kawasan tersebut.

    Baca: Dalam 5 tahun, 66 orang tewas akibat konflik agraria

    Rempang Eco City merupakan proyek yang digarap oleh perusahaan PT Makmur Elok Graha (MEG) yang berinduk kepada Artha Graha Network (AG Network).

    PT MEG sendiri merupakan perusahaan yang mendapatkan hak pengelolaan terhadap 17.000 hektare (ha) lebih lahan di kawasan Rempang sejak 2004 hingga kini.

    Sekitar 2.000 ha dari lahan itu lalu dijadikan sebagai tempat pembangunan Rempang Eco City, lokasi pabrik produsen kaca China, Xinyi Glass Holdings Ltd.

    Baca: Pemkab Bangli bersihkan danau batur gunakan ecoenzyme

    Perusahaan itu pun telah berkomitmen untuk membangun pabrik pengolahan pasir kuarsa senilai 11,5 miliar dolar AS di kawasan tersebut dan menjadikannya sebagai pabrik kaca kedua terbesar dunia setelah di China.

    Namun, sejak pekan lalu, masyarakat di kawasan itu enggan direlokasi hingga timbul bentrokan.

    Atas pengosongan lahan ini, BP Batam menyiapkan permukiman baru untuk masyarakat Rempang yang terdampak proyek yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

    Baca: Imuwan AS gunakan jamur dan tanaman untuk bersihkan polusi tanah

    Permukiman ini bernama Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City dan berlokasi di Dapur 3, Kelurahan Sijantung, Pulau Galang.

    Lokasi pemukiman baru itu  diberi nama Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City. Program ini memiliki slogan Tinggal di Kampung Baru yang Maju, Agar Sejahtera Anak Cucu.

    Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju.

    Baca: PTPN diminta tak gunakan pendekatan kekuasaan

    Masyarakat terdampak pun akan mendapatkan hunian 1 rumah baru tipe 45 senilai Rp 120 juta rupiah/KK, dengan luas tanah maksimal 500 m2.

    Setiap rumah yang terdampak akan diganti dengan 1 hunian baru. Masyarakat dijanjikan bebas biaya Uang Wajib Tahunan (UWT) selama 30 tahun, gratis PBB selama 5 tahun, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

    Fasilitas pendidikan tersedia untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Tersedia juga pusat layanan kesehatan, olahraga dan fasilitas sosial. Juga disiapkan fasilitas ibadah seperti masjid dan gereja.

    Baca: KLHK sebut deforestasi di Indonesia terus menurun

  • Relokasi Warga Rempang Ditunda, DPR: Investasi Tak Boleh Singkirkan Warga

    Relokasi Warga Rempang Ditunda, DPR: Investasi Tak Boleh Singkirkan Warga

    7cloud.asia – Relokasi kawasan di Pulau Rempang, Kepulauan Riau, harus dilakukan secara bermartabat sesuai kesepakatan dua belah pihak dengan tetap mengutamakan kepentingan rakyat.

    Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menegaskan, investasi tidak boleh menyingkirkan masyarakat asli Rempang yang merupakan subyek sekaligus bagian integral dari keutuhan negara.

    Herman menilai permasalahan investasi di Pulau Rempang harus ditinjau kembali.

    “Kalau pun memang dalam kawasan yang harus dipindahkan adalah masyarakat, ya tentu harus dipindahkan secara bermartabat, dibicarakan sebaik-baiknya, harus ada kesepakatan, tidak boleh hanya kepentingan sepihak,” kata Herman kepada media, di Jakarta, Senin (2/10/2023).

    Baca: Komnas HAM temukan indikasi pelanggaran HAM dalam pengosongan lahan di Rempang

    Bahkan jika memang dilakukan relokasi, maka harus dimulai dengan cara yang baik dan menghindari cara-cara yang represif. Sebab, rakyat harus dihargai sebagai subjek dalam sebuah negara.

    Menurutnya, ada status-status yang betul-betul ini memberikan bahwa rakyat yang mengelola lahan dan tanah itu menjadi hak atas dirinya.

    “Oleh karena itu menurut saya harus ditinjau ulang dan ultimatum pengosongan itu tidak sesuai dengan hak asasi masyarakat serta hak asasi manusia,” jelasnya. 

    Baca: Masukan NU dan Muhammadiyah soal konflik Rempang

    Terpisah, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Djan Faridz menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda relokasi warga Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, sangat tepat.

    Langkah ini diyakini efektif dalam meredam konflik masyarakat terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

    “Iya belum clear belum ada solusi. Presiden memberikan instruksi ditunda. Tindakan presiden bagus mendengar suara rakyat,” kata Djan di Kantor Wantimpres, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2023) seperti dikutip inilah.com.

    Baca: Pemerintah diminta tak merampas hak warga Rempang

    Ia mengatakan, pihaknya akan turun melihat kondisi di lapangan. Sebagai bahan kajian memberikan masukan kepada presiden nantinya, agar persoalan ini bisa cepat terselesaikan.

    “Iya turun dulu baru memberikan masukan. Kita lihat ke sana bertemu rakyat. Dasar hukumnya menolak apa? Karena itu kita mesti ke sana. Mesti ngobrol sama rakyat. Mesti ngomong dengan investor.” ujar Djan.

    Djan menambahkan, konflik di Rempang dapat teratasi apabila Xinyi Group selaku pihak pengembang proyek beritikad baik dalam memberikan ganti rugi secara jelas kepada warga.

    Baca: DPR ikut dalami konflik di Rempang

    Djan mencontohkan program transmigrasi sebagai program relokasi massal yang sukses.

    Menurut Djan, tanggung jawab untuk membangun relokasi ini harusnya ada di pihak investor bukan tanggung jawab pemerintah.

    “Rakyat dibikin rumahnya, disiapkan duit untuk bangun rumah. Contohnya program transmigrasi, transmigran itu dikasih tanah dua hektar dan rumah untuk mereka bercocok tanam. Ini harus dilakukan,” papar Djan.

    Baca: dalam 5 tahun setidaknya 66 orang meninggal akibat konflik lahan

     

    Wacana pengosongan Pulau Rempang, Kepulauan Riau pada 28 September 2023 batal dilakukan.

    Presiden Jokowi sempat menggelar rapat terbatas yang membahas persoalan pembangunan Rempang Eco-City.

    Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta agar penyelesaian konflik Pulau Rempang, diselesaikan secara kekeluargaan.

  • Klinik Investasi: Gak Ada Uang ya Gak Cuan

    Klinik Investasi: Gak Ada Uang ya Gak Cuan

     
    7cloud.asia – Banyak orang terjebak dalam investasi bodong. Karena iming-iming imbak balik yang berlipat uang malah amblas. 
     
    Sebaliknya terlalu hati-hati dalam melakukan investasi, hasilnya juga tidak akan seperti yang diharapkan.
     
    Bagaimana sebaiknya investasi dilakukan, mulai hari ini kita akan menurunkan tulisan bersambung tentang investasi bersama praktisi investasi Asih Kirana Wardani.
     
    Segera saja kita ikuti ulasan mantan Redaktur Pelaksana di sebuah media ekonomi ternama ini:     
     
    Pernah suatu kali, seseorang meminta saran investasi kepada saya. Dia mengeluhkan investasinya yang rugi. Saya pun bertanya, investasi di mana. Dia menjawab, investasi di Bibit. 
     
    “Oh, di reksadana.” 
     
    “Gak tahu. Pokoknya, di Bibit. Perkiraannya, untung sekian. Ternyata malah rugi.” 
     
     
    Rupanya, dia tidak paham, sebetulnya investasi apa yang dia beli, bagaimana cara kerjanya, seperti apa risikonya. Yang dia lihat, dia berinvestasi, sudah semestinya mendapat keuntungan. 
     
    “Oh, memang investasi di reksadana tidak selalu untung. Malah, tidak boleh menjanjikan keuntungan. Kalau yang pasti ada bunganya, namanya deposito.“
     
    “Atau, kalau maunya yang pasti-pasti, beli saja obligasi negara yang untuk ritel, seperti ORI. Tingkat kupon atau bunganya masih lebih baik daripada bunga deposito bank saat ini. Investasinya juga bisa mulai dari cuma Rp 1 juta.”
     
    “Satu juta itu gede bagiku. Aku beli Bibit itu karena modalnya bisa mulai dari ribuan rupiah.” ujarnya.
     
    “Oh, begitu. Memang investasi berapa?” tanya saya
     
    “Lima puluh ribu rupiah. Sekarang tinggal dua puluh ribuan.” jawabnya
     
     
    Aduh, wajah saya rasanya langsung melorot. Pengen berubah jadi Mak Lampir. Tapi, demi mengedukasi satu orang – yang lebih baik daripada tidak sama sekali, saya menarik napas panjang dan mencoba memberikan solusi. 
     
    “Oh, ya, gak apa-apa, mulai dari segitu, tapi lakukan dengan rutin. Setiap bulan, di tanggal yang sama, sisihkan Rp 50.000 untuk beli unit reksadana yang sama. Syukur-syukur, bisa menyisihkan lebih besar.“
     
    “Jadi, nanti akan terbentuk dana yang lumayan, sehingga hasil investasinya juga lumayan. Kalau cuma beli sekali dan cuma Rp 50.000, ya memang akan akan habis untuk biaya-biaya. Bayangkan saja, biaya administrasi untuk mempertahankan rekening Mbak di bank saja berapa. Belum mesti bayar manajer investasi yang mengelola dana.”  jawab saya
     
    “Iya, sih. Tapi kalau rutin segitu, terus mesti nunggu entah kapan untung, kan malas. Ya kalau untung. Kan, ternyata bisa rugi juga. Padahal, uang segitu bisa aku pakai modal jualan kuaci, lo. Jelas, bisa dapat untung berapa.”
     
    Rasanya, wajah saya sudah benar-benar berubah menjadi Mak Lampir! Orang model begini tidak benar-benar berniat belajar, tapi sekadar mencari argumen agar terlihat kritis. Saya merasa terdzolimi karena dipancing membuang waktu dan napas dengan sia-sia.
     
     
    Tidak sedikit orang seperti ini; malas mempelajari produk investasi yang dia beli, berpikir investasi pasti untung, tidak mau disiplin menyisihkan uang tapi ingin kaya, lalu protes kalau rugi. 
     
    Orang lupa, mengapa orang kaya cenderung menjadi semakin kaya. Pasalnya, bukan saja mereka mempunyai usaha atau mendapatkan penghasilan dari bekerja, tapi juga karena uang bekerja untuk mereka.
     
    Ini nyata, bukan mitos. Uang yang mereka investasikan di saham, misalnya, bisa berlipat ganda nilainya dalam waktu relatif singkat, tergantung jenis sahamnya.
     
    Tentu, juga banyak yang menjadi kaya karena fasilitas dan kedekatan dengan pejabat pemerintah atau karena ikut dalam aktivitas cuci uang.
     
    Tapi, saya sedang tidak ingin bicara soal oligarki. Saya cuma mau bilang, dalam investasi berlaku prinsip “it needs money to create money”. Perlu punya uang untuk menghasilkan lebih banyak uang.  
     
     
    Dus, bagi kaum pekerja dengan penghasilan biasa-biasa saja seperti saya dan Anda (mungkin), hal pertama yang perlu menjadi fokus adalah bagaimana menciptakan kolam dana itu.
     
    Jalannya, dengan disiplin menyisihkan sebagian dari penghasilan kita. Bisa ditaruh di tabungan, tapi mungkin lebih baik ditempatkan di reksadana pasar uang.
     
    Selain jadi terpisah dari tabungan yang menjadi wadah arus kas kita, reksadana pasar uang juga berpotensi memberikan hasil lebih baik ketimbang bunga tabungan. 
     
    Setelah kolam dana cukup memadai, Anda bisa mengambil dan menggunakannya untuk membeli instrumen investasi yang berpotensi menghasilkan keuntungan lebih baik.
     
    Obligasi bisa jadi pilihan bagi mereka yang suka main aman atau saham bagi yang lebih berani menanggung risiko.
     
     
    Selain itu, tentu tetap disiplin menyisihkan penghasilan untuk menambah isi kolam dana Anda. 
     
    Berapa jumlah uang di kolam dana sehingga bisa disebut memadai? Tergantung, produk apa yang mau Anda beli. Dengan Rp 500.000, Anda bisa mulai membeli reksadana saham atau reksadana campuran.
     
    Dengan Rp 1 juta, Anda bisa mulai membeli ORI. Dengan Rp 50 juta, Anda bisa langsung berinvestasi di saham. Semakin besar kolam dana Anda, semakin leluasa Anda berinvestasi.
     
    Dengan kehati-hatian dan selektif memilih instrumen investasi, niscaya nilai kekayaan Anda bisa bertambah dengan cukup signifikan.
     
    Mungkin tidak akan setajir bohir capres, tapi lumayanlah. Tentu, tetap lakukan diversifikasi agar risiko tidak terkumpul di satu tempat. 
     
    Yang pasti, no money, no cuan.  
     
  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (5)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (5)

    7cloud.asia – Banyak orang sering menyamakan kesibukan dengan produktivitas dan keheningan dengan waktu yang terbuang.

    Dunia di sekitar kita terus-menerus memaksakan kenyamanan dan keuntungan jangka pendek pada kita. Dan upaya untuk menyesuaikan diri pun lantas menjadi godaan dan kewajiban.

    Akibatnya, hidup kita tergelincir mengikuti arus. Padahal, dengan fokus pada tujuan dan mengenali kekuatan pilihan kita saat ini adalah investasi yang sangat berharga.

    Kita dapat memulainya hari ini, dengan menyelaraskan kembali tindakan kita dengan nilai-nilai dan hasrat serta kehidupan yang kita cita-citakan.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (4)

    Dan, ketika kita memilih dengan baik hari ini, enam bulan dari sekarang (atau satu tahun dari sekarang …atau sepuluh tahun dari sekarang), kita bisa menengok ke belakang dengan rasa syukur atas keputusan yang kita ambil.

    Tidak ada seorang pun yang bisa meramalkan masa depan, dan hidup bisa berubah dalam sekejap mata.

    Namun, apa pun masa depan yang akan terjadi, ada hal-hal yang bisa kita lakukan hari ini yang akan membuat kita berterima kasih pada diri kita di masa depan.

    Terlepas dari apa yang terjadi dalam hidup Anda besok, saya yakin Anda tidak akan menyesal hari ini Anda berfokus pada tujuan hidup Anda

     

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    Memperlambat waktu untuk merenungkan arah hidup Anda dan kemudian membuat pilihan yang disengaja tentang jalan Anda adalah salah satu tindakan paling signifikan dan penting yang dapat kita ambil.

    Namun sekali lagi, sangat sedikit dari kita yang melakukan hal tersebut. Perhatian kita lebih sering tercurah ke hal lain

    Dan, tanpa kita sadari kehidupan kita semakin menjauh dari tujuan hidup kita.

    Francis Chan menyimpulkannya sebagai berikut, “Ketakutan terbesar kita seharusnya bukan pada kegagalan, melainkan pada keberhasilan dalam hal-hal yang tidak terlalu penting dalam hidup.”

     

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    Meluangkan waktu hari ini untuk fokus pada arah hidup Anda mungkin berarti menetapkan visi baru, mengubah tujuan, memilih kebiasaan sehari-hari yang baru,

    Langkah ini bahkan bisa mengubah arah ketika Anda tahu ada sesuatu yang tidak beres jiwa dan pikiran dan pikiran.

    Tentu saja, tetap setia pada nilai-nilai Anda dan bergerak dengan tujuan menuju visi Anda tidak hanya akan membentuk masa depan Anda tetapi juga memperkaya masa kini Anda.

    Saat Anda melihat ke belakang, Anda akan bersyukur atas waktu yang Anda habiskan untuk menentukan arah Anda sendiri.

     

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    Kesalahan terbesar yang bisa kita lakukan hari ini adalah mengambil keputusan yang kita sesali di kemudian hari. Namun kesalahan terbesar kedua adalah menyia-nyiakan hari ini.

    Pilihlah sesuatu yang akan membuat diri Anda berterima kasih di masa depan. Salah satu (atau semua) dari daftar di atas akan menjamin hal itu.

    Sumber: becomingminimalist.com

  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    7cloud.asia – Praktisi minimalisme, Joshua Becker dalam blognya becomingminimalist.com, menyebut ada lima jenis investasi yang tidak akan pernah kita sesali di masa yang akan datang.

    Dan, investasi yang akan sangat berguna itu tak harus melulu soal uang atau aset/kekayaan.

    Lima jenis investasi itu adalah investasi kesehatan, berinvestasi dalam hubungan, berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi, bijaksana dalam mengatur keuangan, dan fokus pada tujuan hidup.

    Hari ini kita akan mengulas jenis investasi yang ketiga, yakni investasi dalam pertumbuhan pribadi.

    Joshua menulis, Tak satu pun dari kita yang telah mencapai kesempurnaan dan semua orang memiliki ruang untuk berkembang. Fakta ini tidak akan pernah berubah.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    “Dan maksud saya, kita tidak akan pernah mencapai kesempurnaan sekuat apapun berusaha,” tulisnya.

    Saat mendengar pernyataan ini, beberapa dari pembaca mungkin mungkin berpikir, lalu untuk apa kita berkembang?

    Tapi, Joshua meyakinkan, mereka yang dengan sengaja berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi akan melihat pernyataan ini secara berbeda.

    “Semakin baik versi diri kita, semakin baik pula penampilan kita di dunia ini. Semakin kita bertumbuh, semakin kita dapat membantu dan memengaruhi orang lain,” imbuhnya.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    Pertumbuhan pribadi, jika dipahami dengan benar, bukan sekadar menjadi versi diri yang lebih baik. Dan, ini merupakan investasi yang akan sangat berguna.

    Bertumbuh juga berarti tentang menjadi tipe orang yang mampu membuat orang lain menjadi versi yang lebih baik dari diri mereka sendiri.

    Jadi, Joshua mendorong setiap orang untuk menaikkan batas diri mereka di setiap hari baru yang mereka lalui.

    “Hadapi dan atasi masalah baru di setiap hari baru Anda. Baca buku baru atau temukan podcast baru. Jadilah diri Anda yang terbaik hari ini,” pungkasnya.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Hal yang Jika Kita Lakukan Hari Ini Tak Akan Membuat Kita Menyesal di Masa Depan

  • Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (4)

    Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (4)


    7cloud.asia – Praktisi minimalisme, Joshua Becker dalam blognya becomingminimalist.com, menyebut ada lima jenis investasi yang tidak akan pernah kita sesali di masa yang akan datang.

    Dan, investasi yang akan sangat berguna di masa depan itu tak harus melulu soal uang atau aset/kekayaan. Bisa berwujud dalam hubungan atau ketrampilan.

    Lima jenis investasi itu adalah investasi kesehatan, berinvestasi dalam hubungan, berinvestasi dalam pertumbuhan pribadi, bijaksana dalam mengatur keuangan, dan fokus pada tujuan hidup.

    Hari ini kita akan membahas investasi yang tidak akan membuat Anda rugi, yakni membuat keputusan keuangan yang bijaksana.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (1)

    Joshua menulis, Sebanyak 74 persen pekerja di Amerika mengatakan bahwa mereka stres mengenai keuangan pribadi mereka saat ini

    Sementara 80 persen orang Amerika percaya bahwa mereka akan lebih bahagia jika mereka memiliki lebih banyak uang.

    “Tidak ada keraguan bahwa sebagian orang di dunia membutuhkan lebih banyak uang, namun hal ini tidak terjadi pada 75 persen orang Amerika,”.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (2)

    Namun, 100% dari kita, di mana pun kita tinggal, akan merasa lebih baik tentang diri kita sendiri dan masa depan kita jika kita lebih berhati-hati dalam menangani uang kita yang terbuang.

    Tidak diragukan lagi itulah salah satu alasan mengapa blog ini terus berlanjut untuk menjangkau begitu banyak orang.

    Hari ini, Anda mempunyai kesempatan untuk membuat pilihan itu. Anda dapat menahan diri dari pembelian yang tidak perlu.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Investasi yang Tidak Akan Membuat Rugi (3)

    Atau, Anda dapat menyimpan sejumlah uang untuk ditabung, Anda dapat belajar cara berinvestasi dengan bijak, Anda dapat memberikan sedikit.

    Atau Anda dapat mulai mencatat pembelanjaan Anda. Luangkan waktu untuk duduk dengan pena dan selembar kertas, dan jelaskan ke mana perginya uang yang Anda miliki.

    “Tidak diragukan lagi, jika Anda melakukan semua yang saya sebutkan di atas, di masa yang akan datang, Anda akan bersyukur telah melakukannya.” pungkasnya.

    Baca Juga: Minimalisme: 5 Hal yang Jika Kita Lakukan Hari Ini Tak Akan Membuat Kita Menyesal di Masa Depan

  • Investor Asing Belum Tentu Segera Berdatangan Pascagroundbreaking ke-8 di IKN

    Investor Asing Belum Tentu Segera Berdatangan Pascagroundbreaking ke-8 di IKN

    7cloud.asia – Ekonom Indef Nailul Huda menilai kebutuhan investasi di dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN masih jauh dari apa yang ditargetkan.

    Kebutuhan anggaran membangun IKN sekitar Rp450 triliunan, di mana Rp90-an triliun dari APBN, sisanya diharapkan dari swasta baik lokal maupun asing.

    “Asing ini memang diharapkan bisa cukup banyak, kalau bisa 40 persen kebutuhan anggaran itu berasal dari swasta asing, tetapi kalau lihat kemarin yang groundbreaking hanya sekitar Rp1,5 triliunan, ini sangat jauh dari apa yang dibutuhkan,” ungkap Nailul dikutip VOA Indonesia.

    Meski begitu, ia melihat sektor-sektor investasi asing yang masuk sejauh ini memang dibutuhkan di IKN dalam jangka panjang. Seharusnya, kata Nailul, jika semua berjalan dengan baik, sektor-sektor lainnya bisa ikut tertarik untuk menanamkan modalnya dalam beberapa tahun mendatang.

    Tetapi, ia tidak yakin bahwa kehadiran para investor asing tersebut bisa memicu investor-investor asing lainnya untuk ikut berinvestasi di IKN. Menurutnya, dengan adanya peralihan kekuasaan, para investor pada umumnya bersikap wait and see.

    Nailul melihat setelah ini tidak serta merta nantinya investor asing akan banyak, karena dari awal Jokowi sudah menyampaikan antri loh investor asing yang mau masuk, tetapi sekarang sampai groundbreaking ke-8 kemarin baru tiga saja, dan itu cuma berapa persen saja dari kebutuhan investor asing yang dibutuhkan.

    “Saya masih mempertanyakan apakah nanti investor asingnya akan berminat untuk investasi di IKN,” jelasnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking ke-8 di IKN pada Rabu (25/9/2024) yang melibatkan sejumlah investor asing dari China, Australia dan Rusia.

    Baca: Pengamat tatakota menilai pembangunan IKN tidak terencana dengan baik

    Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan, makin banyaknya investasi mancanegara yang mulai berdatangan ke IKN, menandakan adanya kepercayaan investor global terhadap potensi besar yang dimiliki oleh IKN.

    “Mulai berdatangan investasi-investasi dari mancanegara yang memberikan kepercayaan dan rasa confident kita bahwa Nusantara adalah lokasi yang sangat menarik bagi sebuah investasi,” ungkap Jokowi.

    Investor asing pertama yang melakukan groundbreaking adalah Delonix Group dari China yang membangun Delonix Nusantara dengan investasi senilai Rp500 miliar. Investor China ini rencananya membangun proyek kawasan properti mixed used di atas lahan seluas 24 ribu meter persegi.

    “Akan dikembangkan menjadi model J hotel, serviced apartment, pusat perbelanjaan, perkantoran dan pusat olahraga dan kebugaran di kawasan Ibu Kota Nusantara ini,” jelas Jokowi.

    Selain itu, Jokowi juga melakukan groundbreaking Campus Australian Independent School (AIS) Nusantara dengan nilai investasi Rp150 miliar. Sesuai namanya, investornya berasal dari Australia.

    Ia menekankan pentingnya kehadiran lembaga pendidikan internasional di IKN sebagai bagian dari upaya menyediakan fasilitas pendukung berstandar global.

    “Kehadiran AIS Nusantara di IKN ini menunjukkan keseriusan komitmen kita untuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung berkelas internasional di IKN, termasuk lembaga pendidikan internasional yang berkualitas dunia,” ujarnya.

    Presiden menyebut bahwa AIS Nusantara akan dibangun di atas lahan seluas 7.900 meter persegi dan dirancang untuk menampung sekitar 750 siswa dari jenjang pendidikan prasekolah hingga sekolah menengah atas.

    Baca: Biaya pembangunan IKN dipangkas hingga separuhnya

    Fasilitas yang ditawarkan oleh kampus ini juga berstandar internasional, mencakup ruang belajar modern serta berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi.

    Investor dari Rusia pun ikut melakukan groundbreaking dengan membangun hunian mewah ekslusif yang bernama Magnum Resort Nusantara dengan investasi senilai Rp300 miliar.

    Jokowi optimis bahwa pembangunan hunian seperti Magnum Resort Nusantara akan menarik lebih banyak investor dan membantu memperkuat ekosistem properti di IKN.

    “Kehadiran Magnum Resort di IKN ini akan memberikan lebih banyak pilihan-pilihan properti yang berkualitas, memberikan keleluasaan pilihan-pilihan masyarakat yang ingin tinggal di IKN,” kata Jokowi.

    Resort yang akan dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektar tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak opsi hunian berkualitas bagi masyarakat.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menekankan pentingnya infrastruktur dan investasi sebagai bagian integral dari pengembangan IKN sebagai kota internasional.

    Jokowi menjelaskan bahwa dengan rampungnya pembangunan jalan tol dan Bandara Nusantara pada akhir tahun mendatang akan semakin mempermudah akses menuju IKN.

    “Kita harapkan investasi ini akan menunjukkan bahwa peluang investasi yang ada di Ibu Kota Nusantara ini terbuka untuk siapapun karena ini akan menjadi kota global, karena Nusantara akan menjadi kota internasional dengan seluruh fasilitas yang dimiliki,” pungkasnya.

    Sumber:VOAINdonesia

  • Dear Gen Z, OJK Ingatkan Pentingnya Perencanaan Keuangan

    Dear Gen Z, OJK Ingatkan Pentingnya Perencanaan Keuangan

    7cloud.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan generasi atau Gen Z terkait perencanaan keuangan dengan tujuan utama memberikan edukasi mengenai literasi keuangan, perencanaan investasi.

    Edukasi perencanaan keuangan ini juga untuk menumbuhkan pemahaman di kalangan Gen Z terhadap aktivitas keuangan ilegal.

    Financial Advisor Community OJK Viko Hadian, di Jakarta, Selasa (22/10/2024) mengatakan edukasi literasi keuangan ini dilakukan agar kalangan Gen Z memiliki pemahaman yang baik mengenai produk dan layanan jasa keuangan.

    “Selain itu dapat membentengi diri dari maraknya berbagai penipuan berkedok investasi dan aktivitas keuangan ilegal di era digital,” katanya pula.

    Ia mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengatur perencanaan keuangan, di antaranya yakni harus menurunkan utang, melestarikan kekayaan.

    Selain itu juga mengembangkan kekayaan dengan berinvestasi, menjaga keamanan kekayaan dan mengatur keuangan dengan baik.

    “Untuk menjaga hal tersebut maka Gen Z ini perlu mengetahui terkait literasi keuangan, agar mampu untuk memahami dan mengelola keuangan pribadi secara efektif. Seperti kebiasaan menabung, investasi, mengelola keuangan dan utang, serta merencanakan keuangan untuk masa mendatang,” katanya.

    Baca: Cara investasi dengan modal cekak

    Ia juga menyinggung tiga fenomena di kalangan Gen Z yang berdampak negatif saat menggunakan layanan keuangan digital. Ketiganya yakni you only live once (Yolo), fear of missing out (Fomo), dan fear of other peoples opinion (Fopo).

    “Selain pemahaman terkait risiko, teman-teman juga harus memahami kebutuhan keuangannya sendiri. Jangan ikut gaya dan tren yang dapat uang sedikit langsung digunakan untuk belanja agar mengikuti tren,” katanya pula.

    Selain itu, fenomena Fomo juga jamak dijumpai di kalangan Gen Z. Takut ketinggalan suatu hal, seperti keputusan anak muda menggunakan layanan keuangan digital hanya untuk ikut tren tanpa memahami dan mengelola keuangan pribadi secara efektif.

    “Dan menyinggung fenomena Fopo yang merujuk kepada keputusan anak muda dengan mencoba layanan keuangan digital, karena takut dikritik orang lain tanpa tahu layanan itu memiliki izin resmi atau tidak,” katanya.

    Pihaknya juga mengingatkan generasi Z untuk terus memahami modus penawaran layanan keuangan digital.

    Ia berpesan agar selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan beragam tawaran yang beredar dengan cara memastikan layanan itu memiliki izin resmi dari pihak berwenang seperti OJK.

    Baca: Alasan perusahaan tolak fresh graduate yang terjebak utang

    Sebelumnya, perusahaan konsultan audit dan pajak Grant Thornton Indonesia menyebut perencanaan keuangan yang matang dapat membantu menghadapi tekanan ekonomi saat ini terutama bagi kalangan kelas menengah.

    Konsultan tersebut menyarankan langkah-langkah seperti diversifikasi pendapatan, pengelolaan utang yang bijak, dan peningkatan literasi keuangan agar tetap mampu bertahan bahkan tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi.

    Penurunan jumlah kelas menengah, ujarnya, menjadi tantangan besar yang membutuhkan solusi terpadu.

    “Kami tetap percaya bahwa dengan perencanaan keuangan yang matang dan strategi yang tepat, kelas menengah tidak hanya bertahan namun juga bertumbuh.” kata CEO Grant Thornton Johanna Gani dikutip Antaranews.com, September lalu.

    Johanna mengungkapkan tekanan dan perubahan ekonomi yang cepat saat ini dapat memberatkan kelas menengah.

    Hal itu juga sejalan dengan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah kelas menengah telah menurun dari 57,4 juta pada 2019 menjadi 47,9 juta di 2024.

    Penurunan sebesar 9,5 juta orang atau sekitar 16,5 persen ini tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan harga, tetapi juga oleh perubahan gaya hidup yang berdampak pada penurunan daya beli dan tabungan masyarakat kelas menengah.

  • ILO: Investasi pada Solusi Berbasis Alam Dapat Ciptakan Puluhan Juta Lapangan Kerja Baru

    ILO: Investasi pada Solusi Berbasis Alam Dapat Ciptakan Puluhan Juta Lapangan Kerja Baru

    7cloud.asia – Organisasi Buruh Internasional atau ILO menyebut, investasi pada solusi berbasis alam (NbS) dapat menciptakan hingga 32 juta lapangan kerja baru pada tahun 2030.

    Masuk dalam solusi berbasis alam, yaitu tindakan untuk melindungi, melestarikan, memulihkan, menggunakan secara berkelanjutan, dan mengelola ekosistem darat, air tawar, pesisir, dan laut yang alami atau termodifikasi.

    Hal ini berdasarkan laporan terbaru ILO, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), dan PBB Program Lingkungan (UNEP) yang diluncurkan pada sesi ke-16 Konferensi Para Pihak (COP16) Konvensi PBB untuk Memerangi Desertifikasi (UNCCD), di Riyadh, Arab Saudi.

    Laporan Pekerjaan yang Layak dalam Solusi Berbasis Alam tahun 2024 menyerukan peningkatan investasi yang lebih tepat sasaran untuk negara-negara dengan potensi penggunaan NbS paling besar.

    Saat ini, lebih dari 60 juta orang bekerja di seluruh dunia dalam kegiatan yang dikategorikan sebagai NbS.

    Melalui investasi yang ditargetkan, lapangan kerja NbS dapat meningkatkan hingga 32 juta lapangan kerja secara global.

    Baca: Indonesia Butuh Pendanaan Iklim yang Tak Membebani Ekonomi

    Peningkatan terbesar akan terjadi di Afrika, Amerika Latin dan negara-negara Arab, dimana jumlah orang yang bekerja di NbS dapat meningkat dari 2,5 juta orang menjadi lebih dari 13 juta pada tahun 2030.

    Jumlah pekerjaan NbS global di wilayah-wilayah ini diperkirakan akan meningkat dari sekitar 5 persen saat ini menjadi lebih dari 40 persen.

    Perkiraan lapangan kerja tersebut masih berfokus pada NbS untuk tantangan lingkungan seperti mitigasi iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati serta degradasi lahan.

    Namun, terdapat potensi yang belum dimanfaatkan untuk infrastruktur yang lebih “hijau-abu-abu” yang mengintegrasikan infrastruktur terbangun dan berbasis alam (NbI).

    Di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah di mana pekerjaan NbS lebih padat karya, terdapat peluang besar untuk menciptakan peluang kerja bagi populasi rentan.

    Dengan triliunan dolar investasi infrastruktur yang direncanakan untuk beberapa dekade mendatang, NbI menawarkan peluang bagus untuk menyalurkan sejumlah besar dana tersebut ke alam.

    Baca: COP 29 Sepakati Pendanaan Iklim Sebesar 300 Miliar Dolar Setahun

    “Ini juga mendorong penciptaan lapangan kerja yang layak dan infrastruktur yang lebih berketahanan iklim”, kata Mirey Atallah, Kepala Cabang Adaptasi Iklim UNEP.

    Laporan tersebut menyoroti bahwa, meskipun manfaat transisi hijau secara keseluruhan positif, kelompok tertentu mungkin menghadapi dampak buruk terhadap pekerjaan dan penghidupan mereka.

    Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap NbS, mobilisasi sumber daya tambahan dan penerapan langkah-langkah transisi yang adil akan sangat penting untuk memastikan dukungan luas terhadap inisiatif-inisiatif ini.

    Direktur Program Aksi Prioritas ILO untuk Transisi yang Adil, Moustapha Kamal Gueye berharap, laporan ini dapat berkontribusi pada dialog global mengenai pentingnya pekerjaan layak dalam melindungi, memulihkan, dan mengelola ekosistem kita secara berkelanjutan.

    ”Kami juga berharap panduan ini dapat memberikan panduan bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam memanfaatkan peluang kerja ketika merencanakan dan melaksanakan NbS,” katanya.