Tag: kaesang pangarep

  • Kaesang Pangarep Siap Jadi Depok Pertama, Ini Reaksi PKS dan PDIP

    Kaesang Pangarep Siap Jadi Depok Pertama, Ini Reaksi PKS dan PDIP

    7cloud.asia – Putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep akhirnya memberikan jawaban terkait pencalonan dirinnya menjadi orang nomor satu di Kota Depok, alias calon walikota Depok Jawa Barat. 

    Dalam video berjudul “Klarikasi, Saya Buka Suara” di kanal YouTube Kaesang Pangarep by GK Hebat, suami dari Erina Gudono itu menyampaikan bahwa dirinya siap untuk maju sebagai Depok pertama.

    “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Syalom, Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Saya Kaesang Pangarep, saya sudah mendapatkan izin dan restu dari keluarga saya. Insya Allah dengan ini saya siap untuk hadir menjadi Depok pertama. Mohon dukungannya, merdeka!” ujar Kaesang Pangarep, dikutip dari video tersebut, Sabtu (10/6/2023).

    Baca: Pahlawan lingkungan Greta Thunberg berjuang sejak usia muda

    Meski ucapan Kaesang Pangarep ini masih multitafsir, namun banyak pihak menilai ini menyiratkan kesediaan Kaesang menjadi calon walikota Depok. 

    Wacana Kaesang Pangarep menjadi calon wali kota Depok pertama kali dilontarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dukungan PSI dinyatakan  dengan pemasangan baliho raksasa di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, salah satu jalur penghubung utama dari Depok menuju Jakarta.

     Di baliho tersebut bertuliskan “PSI Menang, Walikota Kaesang” tersebut tampak foto Kaesang Pangarep yang tengah memegang bunga mawar dan logo PSI.

    Baliho ini sontak menjadi perbincangan warga Depok. PSI sendiri menyebut dukungan untuk Kaesang Pangarep menjaid balon walikota Depok ini serius dan bukan guyonan.

    Baca: Enam nama dikaji jadi calon pendamping Ganjar Pranowo

    Selama lima periode ini Kota Depok menjadi wilayah kekuasaan Partai Keadilan Sejahtera. Namun, keberhasilan PKS ini juga menuai kritik.

    Pasalnya selama 5 periode atau sekitar 25 tahun berkuasa, para kader PKS yang terpilih tidak menunjukkan kinerja yang jauh dari kata memuaskan. 

    Tidak sedikit warga Depok yang menilai Depok adalah kota autopilot, karena Pemkotnya tidak bekerja. 

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyambut baik wacana anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep yang menyatakan siap menjadi “Depok pertama”.

    Baca: Internal PAN cenderung dukung Ganjar Pranowo-Erick Thohir

    Menurut Mardani, anak muda seperti Kaesang Pangarep sangat baik untuk terjun di dunia politik.

    “Monggo, Mas Kaesang dan yang lain, anak muda mau masuk politik, bagus, politik perlu darah muda,” kata Mardani, Minggu (11/6/2023).

    Kendati mendukung anak muda untuk turut berperan, Mardani mengingatkan pentingnya kualitas diri sebelum benar-benar maju di dunia politik.

    Anggota Komisi II DPR ini memandang, kualitas diri sangat diperlukan agar perannya bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara.

    “Tapi ingat, perlu kualitas dan integritas dan kadang-kadang jalan panjang mulai dari bawah itu akan membuat orang menjadi bijak, jadi, monggo Mas Kaesang dan lain-lain,” kata Mardani.

    “Welcome to the jungle dan kita hidupkan politik yang sehat, politik yang bernilai, politik yang berprinsip, dan politik untuk rakyat,” tuturnya.

    Baca: PPP ingin Sandiaga Uno dampingi Ganjar Pranowo

    Lantas seperti apa respon PDI-P terkait pencalonan Kaesang Pangarep menjadi walikota Depok? Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan dalam menentukan calon partainya menerapkan mekanisme kaderisasi bagi siapa pun yang ingin maju menjadi calon kepala daerah.

    “Ya bagi PDI Perjuangan (PDIP) siapa pun yang akan menjadi calon kepala daerah, termasuk misalnya Mas Kaesang Pangarep, dan sebelumnya Mas Gibran. Partai menerapkan mekanisme kaderisasi,” ujar Hasto kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/6/2023).

    Dia menyebut PDIP memiliki sekolah partai yang diawaki para pengajar dari tokoh politik seperti Tri Rismaharini, Pramono Anung dan Azwar Anas.

    Jadi, jika memang Kaesang Pangarep serius menjadi balon walikota Depok, maka ia harus mulai menentukan pilihannya mulai sekarang. Apakah maju bersama PSI atau bersama PDIP seperti bapak dan kakaknya. 

     

  • PSI: Pencalonan Kaesang Pangarep sebagai Depok I Mendapat Dukungan Warga dan Parpol

    PSI: Pencalonan Kaesang Pangarep sebagai Depok I Mendapat Dukungan Warga dan Parpol

     

    7cloud.asia – Pernyataan Kaesang Pangarep untuk “Siap menjadi Depok Pertama” sebagaimana dirilis di akun @kaesangp, menuai perhatian warganet dan menimbulkan beragam respons.

    Pernyataan Kaesang Pangarep ini memang belum bisa dikatakan sebagai kesediaan ataupun deklarasi resmi pencalonan putra bungsu Presiden Jokowi itu untuk menjadi balon walikota Depok. 

    Tapi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang pertama kali mewacanakan Kaesang Pangarep menjadi orang nomor satu di Depok menilai, inisiatif pencalonan Kaesang ini mampu menggugah kesadaran warga bahwa Depok memang butuh perubahan.

    “Terlepas dari serius atau enggaknya pernyataan Kaesang Pangarep ini, PSI yakin dan percaya bahwa Depok memang butuh perubahan ke arah yang lebih baik, dan maju!” demikian pernyataan Ketua DPP PSI, Cheryl Tanzil yang dirilis di akun Youtube PSI. 

    Baca: Respon PDIP dan PKS atas pencalonan Kaesang Pangarep

    PSI menyebut, pencalonan Kaesang Pangarep menjadi balon walikota Depok mendapat tanggapan positif dari warga Depok. Respon ini oleh PSI dinilai sebagai tingginya harapan warga Depok untuk sebuah perubahan.

    Bahkan, sejumlah partai nasional disebut juga mendukung pencalonan Kaesang Pangarep menjadi orang nomor satu di Depok.

    “Inisiatif pencalonan Kaesang Pangarep dari pengurus PSI Depok ini dapet banyak dukungan dari warga Depok sendiri, dan bahkan dari partai-partai nasionalis lainnya,” demikian narasi PSI yang disebut dalam rekaman video tersebut.

    Baca: PPP ingin Sandiaga Uno jadi cawapresnya Ganjar Pranowo

    Ada sejumlah masalah yang menjadi sorotan PSI sehingga Depok butuh perubahan. Bahkan PSI menyebut, Depok memiliki masalah yang kompleks.

    Yang pertama adalah status Kota Depok sebagai salah satu kota yang paling intoleran di Indonesia. 

    Menurut riset yang dilakukan SETARA, selam atiga tahun berturut-turut Depok menjadi kota paling intoleran. Beberapa kebijakan Pemkot Depok dinilai mendiskrimasi kelompok tertentu.

    Selain itu PSI juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Depok. Disebutkan angka pengangguran terbuka di Kota Depok di atas angka rata-rata nasional. 

    Menurut catatan BPS, pada 2022 angka pengangguran di Depok mencapai 7,82 persen, sementara angka pengangguran nasional berada di kisaran 5,82 persen. 

    Baca: Internal PAN cenderung dukung Ganjar Pranowo – Erick Thohir

    Masalah lainnya adalah pembangunan yang tidak merata. PSI melihat pembangunan di Kota Depok terlalu Margonda sentris, atau terlalu terpusat di jalan Margonda yang menjadi jalan utama di kota tersebut. 

    “Selain itu Depok juga menghadapi masalah kemacetan dan darurat sampah,” imbuh Cheryl. 

    Mengakhiri narasinya, Cheryl mengatakan keputusan akhir sepenuhnya ada di tangan Kaesang Pangarep. PSI tidak akan mendesak, apalagi Pilkada Serentak 2024 baru akan digelar pada November tahun depan, sehingga masih ada waktu untuk menunggu.

    Meski nantinya Kaesang Pangarep tidak bersedia dicalonkan menjadi walikota Depok, Cheryl menegaskan bahwa PSI akan tetap mengajak dan mendorong anak muda untuk terjun ke dunia politik dan melakukan perubahan dari dalam struktur.

    Baca: 6 nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo

    Lantas bagaimana sebenarnya tanggapan warga Depok terhadap pencalonan Kaesang Pangarep ini?

    Dalam wawancara 7cloud.asia dengan sejumlah warga Depok terungkap, pencalonan Kaesang Pangarep memberi harapan perubahan untuk warga Depok.

    “Sesekali perlu ada warna baru di Depok, siapa tahu pemilih muda akan menjadi penyokong suaranya,” ujar Haribudi. 

    Tiwi, warga Depok lainnya mengungkap hal senada. Tiwi menyebut, Depok butuh terobosan untuk keluar dari stagnasi. Namun, diakuinya jalan yang harus ditempuh Kaesang Pangarep untuk mejadi Depok 1 tidak akan mudah.

    “Kalau melihat ‘iklim’ di Depok yang notabene PKS mengakar kuat dan dari kapabilitas Kaesang belum terbukti, tidak akan mudah. Tapi perlu dicoba, siapa tahu dia didukung anak muda,” ujarnya.

    Tiwi juga menyoroti mengapa PSI mencalonkan Kaesang yang adalah putra Presiden. banyak pihak menyebut pencalonan Kaesang Pangarep akan menmbangun dinasti politik di keluarga Jokowi. Hal ini, menurutnya, tak sehat untuk iklim demokrasi di Indonesia.

    Baca: Akankah polarisasi masih warnai Pemilu 2024?

    Selama lima periode atau 25 tahun terakhir Kota Depok menjadi wilayah kekuasaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, keberhasilan PKS ini juga menuai kritik, karena kinerjanya dinilai tidak memuaskan.

    Bahkan sejumlah kalangan menilai, selama ini Kota Depok adalah kota autopilot atau kota yang berjalan sendiri karena Pemkotnya tidak bekerja secara optimal. 

    Jadi inikah momen untuk Kota Depok dan warganya untuk berubah? Kita tunggu saja hasilnya di Pilkada 2024 mendatang. 

  • Partai Gerindra Siap Dukung Kaesang Pangarep Menjadi Balon Walikota Depok

    Partai Gerindra Siap Dukung Kaesang Pangarep Menjadi Balon Walikota Depok

    7cloud.asia – Dukungan untuk putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep untuk maju menjadi walikota Depok, Jawa Barat terus mengalir.

    Kali ini, dukungan untuk Kaesang Pangarep untuk maju menjadi calon walikota Depok datang dari Partai Gerindra.

    Tak tanggung-tanggung pernyataan dukungan Gerindra untuk Kaesang Pangarep disampaikan langsung Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. 

    Baca: Kaesang Pangarep siap jadi Depok pertama

    Ahmad Muzani mengungkapkan dukungan untuk Kaesang Pangarep saat ditemui wartawan di sela  konsolidasi kader Partai Gerindra Kota Depok, Minggu (9/7/2023).

    Muzani mengatakan jika aspirasi untuk memajukan Kaesang Pangarep memang berasal dari warga Depok dan Kaesang bersedia untuk maju, maka Gerindra akan mendukung.

    Dirinya menambahkan, rencana Kaesang Pangarep untuk maju di pilkada Depok tidak perlu ditolak dengan alasan umur ataupun pengalaman.

    Baca: Gibran raih dukungan terbanyak jadi balon gubernur DKI Jakarta 

    Muzani mengakui kehendak dan keinginan warga Depok agar Kaesang Pangarep  menjadi calon walikota Depok sangat kuat.  

    Muzani menambahkan, karena alasan itu maka jika Kaesang Pangarep bersedia maju menjadi balon walikota Depok, maka Gerindra siap memberikan dukungan. 

    “Jika aspirasi itu berasal dari warga Depok dan Kaesang Pangarep bersedia untuk maju maka Gerindra akan medukung beliau menjadi calon Wali Kota Depok,” kata Muzani sebagaimana dikutip Kompas TV.

    Baca: Bagaimana harusnya Jokowi bersikap di Pemilu 2024

    Walau demikian, Muzani menjelaskan pihak Gerindra belum ada komunikasi langsung dengan Kaesang Pangarep. 

    “Belum ada komunikasi. Tapi biarlah proses ini berjalan alamiah,” sambung Muzani. 

    Pemunculan nama Kaesang Pangarep menjadi calon wali kota Depok pertama kali dilontarkan oleh Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. 

    Baca: PSI sebut pencalonan Kaesang Pangarep mendapat dukungan warga dan partai politik

    Salah satu alasan PSI mengajukan nama Kaesang Pangarep adalah kota Depok butuh perubahan, setelah hampir 4 periode dipimpin oleh Partai Keadilan Sejahtera. 

    PSI menyebut, pencalonan Kaesang Pangarep mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk partai politik. 

    Untuk menggolkan pencalonan Kaesang Pangarep, PSI memang tidak bisa maju sendirian. PSI harus merangkul partai politik lain agar memenuhi syarat minimum yakni didukung 20 persen suara sah di Pemilu. 

    Baca: Program PAN untuk gaet pemilih muda

     

  • Tujuan dan Apa yang Akan Dilakukan Kaesang Pangarep Menjadi Walikota Depok

    Tujuan dan Apa yang Akan Dilakukan Kaesang Pangarep Menjadi Walikota Depok

    7cloud.asia – Sejak menyatakan kesiapannya menjadi Depok pertama alias Walikota Depok, Kaesang Pangarep terlihat serius untuk terjun ke panggung politik. 

    Lewat kanal YouTube Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi itu makin kerap mengundang tokoh-tokoh politik seolah  membuka jalannya untuk menjadi walikota Depok.

    Tak hanya itu, Kaesang Pangarep juga menggunakan YouTube ini untuk menjelaskan apa yang menjadi alasannya ia bersedia maju menjadi calon Walikota Depok.

    Baca: Kaesang Pangarep Siap jadi Depok Pertama, apa respon PDIP

    Dalam salah satu episode podcast yang dipandu Kiky Saputri yang diunggah di akun YouTube Kaesang Pangarep, Kaesang mengungkap alasannya maju di pemilihan Walikota Depok adalah bisa berbuat kebaikan untuk lebih banyak orang.

    “Kalau saya menjadi pengusaha kan yang merasakan manfaatnya hanya pegawai di perusahaan saya, kalau saya menjadi walikota maka manfaat yang saya bisa berikan lebih besar,” demikian Kaesang Pangarep menjawab pertanyaan Kiky

    Kaesang Pangarep yang dikenal slengekan itu berkelakar memilih menjadi balon Walikota Depok dibanding Kota Solo pada Pilkada 2024 karena Depok lebih menantang.

    Baca: Menebak arah pilihan pemilih muda

    Suami Erina Gundono itu berkelakar bila maju Pemilihan Walikota Solo, dirinya sudah otomatis menang.

    “Karena mau gimana pun harusnya maju di kota sendiri kan Solo. Cuma buat saya, ah Solo udah pasti menang saya,” kata Kaesang Pangarep sambil nyengir.

    Lantas, apa yang akan dilakukan Kaesang Pangarep jika memang terpilih menjadi Walikota Depok? Hal pertama yang akan dilakukannya adalah mendisiplinkan warga yang membuang sampah sembarangan.

    Baca: PSI sebut pencalonan Kaesang Pangarep mendapat dukungan warga dan partai politik

    “Mungkin biar Kota Depok makin bersih, saya mau memberlakukan denda bagi orang yang buang sampah tidak pada tempatnya,” jelas Kaesang Pangarep apa yang akan dilakukannya jika terpilih menjadi Walikota Depok.

    Namun Kaesang Pangarep, menekankan saat ini dirinya belum resmi menjadi bakal calon Walikota Depok. Jika diberi kesempatan, ia berjanji bakal menggodok visi dan misi sebaik mungkin.

    “Kebetulan kan saya belum jadi bakal calon (bacalon). Kalau nanti sudah, kita akan persiapkan itu dengan tim. Kita akan persiapkan itu dengan tim sematang mungkin, supaya Depok maju ke depan,” ucapnya.

    Baca: Gerindra siap mendukung Kaesang Pangarep maju menjadi Walikota Depok

    Kaesang Pangarep tidak menjawab langsung pertanyaan tentang kendaraan politik yang akan digunakannya untuk maju menjadi calon Walikota Depok.

    Dengan diplomatis dia mengatakan, menyatakan tidak masalah untuk bergabung dengan partai politik (parpol) mana pun asal niat dan tujuannya baik.

    “Sebenarnya, mau apa pun partainya, yang penting niatnya baik ke depannya, apa pun nggak masalah,” katanya.

    Baca: Dipasang di atas tumpukan sampah, baliho milik caleg PKS dikritik warganet

    Dalam kesempatan itu, Kaesang Pangarep juga mengaku sudah mendapat restu dari keluarga perihal niatnya maju menjaid calon Walikota Depok. Dia menyebut keluarga mendukung apapun yang dilakukan selama itu kebaikan.

    “Mau gimana pun keluarga mendukung apapun yang kita lakuin selama itu baik,” ujarnya.

    Dengan berkelakar, Kaesang Pangarep menyebut bahwa hanya sang kakak Gibran Rakabuming Raka yang tidak setuju dirinya maju di Pilwalkot Solo karena menganggap dirinya ancaman berat.

    Baca: Gibran raih suara terbanyak dalam rembug rakyat PSI

    “Nggak (Gibran tidak setuju), karena dia tau aku jadi ancaman berat buat dia,” kata Kaesang Pangarep sambil tertawa.

    Meski serius terjun ke panggung politik dengan menjadi calon Walikota Depok, sikap Kaesang Pangarep tetap saja santai seperti biasa.

    Seperti saat ditanya tagline apa yang akan diusungnya, Kaesang mengungkap pihaknya tidak menyiapkan strategi apapun untuk maju di pemilihan Walikota Depok, Dia menyerahkan hak memilih itu kepada masyarakat Depok.

    “Ya kalau saya cuma gini, kamu mau milih ya makasih, kalau nggak mau milih ya ya sudah, saya mah gampang,” kata Kaesang Pangarep.

    Baca: Ganjar ingin cawapres yang mendampinginya berjiwa muda

     

  • Puan Maharani Bertemu Kaesang Pangarep, Ini yang Dibahas

    Puan Maharani Bertemu Kaesang Pangarep, Ini yang Dibahas

    7cloud.asia – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, Kamis (5/10/2023) bertemu dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.

    Pertemuan Puan Maharani dan Kaesang Pangarep berlangsung di sebuah tempat makan, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis mulai pukul 13.40 WIB. 

    Puan Maharani yang siang itu mengenakan baju hitam, datang bersama anak pertamanya menggunakan mobil SUV warna hitam. Sementara, Kaesang Pangarep telah datang sekitar 20 menit sebelumnya mengenakan baju abu-abu bergaris.

    Kaesang Pangarep didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, anggota Dewan Pembina PSI Giring Ganesha, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni.

    Baca: Kaesang Pangarep terpilih jaid Ketua Umum PSI

    Saat bertemu, keduanya saling bersalaman dan menyapa awak media. Mereka lantas memasuki tempat makan tanpa memberikan keterangan apa pun.

    Pertemuan Puan Maharani dengan Kaesang Pangarep berlangsung selama sekitar satu jam. Usai pertemuan, Puan mengatakan pertemuan yang berlangsung informal.

    Keduanya sepakat agar Pemilu 2024 berlangsung damai, kondusif dan tetap fun tanpa ada gesekan berarti. 

    Dalam kesempatan itu, baik Puan Maharani maupun Kaesang Pangarep terlihat sangat akrab. Bahkan Puan memanggil Kaesang dengan dek ketua umum.

    Baca: PSI cabut dukungan ini tanggapan PDIP

    Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama politik antara PDI Perjuangan dan PSI.

    Said Abdullah berharap pertemuan tersebut dapat membulatkan tekad dukungan PSI kepada bakal calon presiden (capres) usungan PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.

    Ia mengatakan bahwa PSI pernah menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo yang sudah resmi didukung PDIP.

    Bahkan, PSI termasuk partai yang pertama kali menyatakan dukungannya kepada Ganjar, berdasarkan rembug rakyat yang mereka helat pada 2022 lalu.

    Namun, dukungan PSI itu belum pernah disampaikan secara formal kepada PDI Perjuangan.

    Baca: Survei SMRC ungkap Ganjar Pranowo masih unggul

    Namun, belakangan PSI dalam Kopdarnas yang dihelat pada September 2023 menyatakan mencabut dukungan tersebut.

    Meskipun begitu, Said menyatakan bahwa PDI Perjuangan tetap menghormati sikap politik PSI karena setiap partai memiliki otonomi masing-masing dalam bersikap.

     

     

  • Bantu KPK Periksa Gratifikasi ke Kaesang dan Erina Gudono, MAKI Kirim Dokumen MoU Pemkot Solo dan Shopee ke KPK

    Bantu KPK Periksa Gratifikasi ke Kaesang dan Erina Gudono, MAKI Kirim Dokumen MoU Pemkot Solo dan Shopee ke KPK

    7cloud.asia – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengirimkan dokumen memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan PT Shopee International Indonesia ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, MoU itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

    Boyamin mengatakan, pihaknya berniat membantu KPK menelusuri dugaan gratifikasi fasilitas jet pribadi Gulfstream G650ER yang diterima adik Gibran, Kaesang Pangarep.

    Pesawat itu diketahui dimiliki Garena Online, perusahaan yang masih satu naungan dengan Shopee di bawah Sea Limited, Singapura.

    “Nah ini maksud saya adalah membantu KPK untuk menelusuri isu yang ramai terkait dengan gratifikasi pesawat Kaesang,” kata Boyamin dalam keterangannya kepada Kompas.com, Rabu (28/8/2024).

    Baca: Kaesang Pangarep diduga terima gratifikasi

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata menyatakan KPK memiliki wewenang untuk meminta klarifikasi atas fasilitas mewah dan kepemilikan barang-barang mewah yang dimiliki Kaesang dan Erina Gudono.

    Sebab, Kaesang merupakan keluarga dari penyelenggara negara dan memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

    “Kita berprinsip semua orang berkedudukan sama di depan hukum,” kata Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2024.

    Belakangaan ini, publik dibuat geger oleh unggahan video yang merekam anak bungsu dan menantu Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang turun dari pesawat jet pribadi dengan barang-barang mewah yang dibawa oleh para ajudannya.

    Menyoroti perbuatan Kaesang tersebut, Alex mengatakan pimpinan KPK telah memerintahkan Direktur Pelaporan Gratifikasi, serta Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan untuk meminta klarifikasi.

    Baca: Usaha Kaesang Pangarep gulung tikar

    Sebab, Kaesang bersama Erina Gudono diduga menggunakan fasilitas jet pribadi seharga miliaran rupiah dan membeli barang-barang mewah dari brand Hermes, Louis Vuitton, dan Dior yang dicurigai tidak melewati pemeriksaan Bea Cukai.

    Adapun delik gratifikasi diatur dalam Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

    Subyek hukum dalam pasal itu adalah penyelenggara negara yang dilarang menerima pemberian apapun yang berkaitan dengan jabatannya dan wajib melaporkan ke KPK dalam waktu 30 hari kerja.

    “Bisa, secara umum bisa. Ya kalau enggak bisa ya kayak saya, saya suruh saja anak saya untuk ‘kamu terima saja semua itu’. Selesai sudah, bukan saya yang melakukan itu anak saya,” ujar Alex.

    Terkait MoU antara Pemkot Solo dan pihak Shopee, Boyamin menyebut, isi perjanjian itu di antaranya menyangkut kerja sama mengembangkan UKM di Solo.

    Baca: Dua hari bergabung, Kaesang Pangarep langsung didapuk jadi ketua umum PSI

    Salah satu bentuknya adalah keberadaan Garena Gaming memiliki kantor di atas lahan milik Pemkot Solo, Solo Technopark.

    Di sisi lain, Boyamin juga menyebut, dalam petunjuk teknis dari Kementerian Agama disebutkan, anak, istri, dan termasuk adik (saudara) penyelenggara negara termasuk dalam kategori yang dilarang menerima gratifikasi.

    Karena itu, kata Boyamin, pengiriman dokumen MoU tersebut ke KPK melalui email resmi merupakan bentuk dukungannya terhadap perintah pimpinan lembaga antirasuah agar bawahannya meminta klarifikasi dari Kaesang.

    “Karena Kaesang bagaimanapun adik Gibran Rakabuming Raka dan diduga pesawat itu kan juga terkait dengan PT Shopee,” ujar Boyamin.

    Boyamin berharap, baik KPK maupun Kaesang bersikap pro aktif dan persoalan dugaan fasilitas jet pribadi untuk putra bungsu Presiden Jokowi itu menjadi jelas.

    Baca: Di bawah Kaesang, PSI seperti kehilangan arah

    Jika memang terdapat gratifikasi, menurut Boyamin, paling tidak Kaesang harus mengembalikan fasilitas yang diterimanya berupa tiket penerbangan dari Indonesia ke Los Angeles.

    “Kalau dilakukan itu oleh Kaesang membayar itu clear dan tidak ada sangkut pautnya dengan proses-proses dugaan yang ramai-ramai. Saya berharap Kaesang juga melakukan itu,” kata Boyaamin.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • Kaesang Pangarep Muncul di Poster Missing Person, Ini Kata TPDI

    Kaesang Pangarep Muncul di Poster Missing Person, Ini Kata TPDI

    7cloud.asia – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menyebut Kaesang Pangarep dan istrinya, Erina Gudono dalam ancaman publik.

    Sebab, nama Kaesang Pangarep dan menantu Presiden Jokowi itu sudah menjadi trending dengan munculnya poster bergambar Kaesang dan Erina yang bertuliskan “missing person“.

    Menurut Petrus Selestinus selaku Koordinator TPDI dan Pergerakan Advokat Nusantara, poster bergambar Kaesang Pangarep dan Erina disertai dengan identitas lengkap, serta narasi sindiran.

    “Termasuk mempertanyakan keberadaan terkini Kaesang Pangarep dan Erina setelah ramai disorot publik dalam dugaan gratifikasi penggunaan Private Jet Gulfstream G650ER,” kata Petrus dalam keterangan resmi, Rabu (4/9/2024).

    Dia menyebut, meski KPK telah menyiapkan surat panggilan klarifikasi untuk Kaesang, pada kenyataannya hingga hari ini, surat panggilan kepada Kaesang dan Erina belum dikirim.

    Baca: Penjelasan Grace Natalie tentang keberadaan Kaesang Pangarep

    “Ke alamat mana surat panggilan KPK dikirim dan untuk pemeriksaan klarifikasi tanggal berapa,” ujarnya.

    Petrus menyebut jadwal pemeriksaan terhadap Kaesang dan Erina, wajib diumumkan kepada publik.

    Sebab, publik telah berperan sangat besar dalam pengungkapan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) Kaesang Pangarep dan Erina dalam penggunaan jet pribadi tersebut.

    Dia menuturkan jadwal pemeriksaan terhadap Kaesang dan Erina wajib diumumkan kepada publik karena sejalan dengan asas-asas pelaksanaan tugas KPK, yakni kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas.

    Tidak cukup sampai di sana, Petrus berujar KPK tidak boleh membuka wacana perdebatan tentang status Kaesang Pangarep bukanlah penyelenggara negara sehingga KPK tidak memiliki wewenang untuk memanggil dan memeriksa dugaan gratifikasi atau KKN yang dialamatkan kepada Kaesang dan Erina Gudono.

    Baca: Awal mula tuduhan gratifikasi kepada pasangan Kaesang-Erina Gudono

    Dia menilai KPK terlihat goyah iman indepensensi dan goyah iman sebagai lembaga superbody ketika menghadapi dugaan KKN di lingkaran pusat kekuasaan politik demi kepentingan dinasti politik Jokowi.

    Sebelum melakukan klarifikasi kepada Kaesang dan Erina, kata dia, KPK seharusnya terlebih dahulu memeriksa Gibran Rakabuming, Bonyamin Saiman, dan PT. Shopee Internasional Indonesia ihwal jet pribadi Gulfstream G650ER.

    Dia menuturkan membuka wacana Kaesang Pangarep kebal dari proses hukum karena anak bungsu Jokowi bukan penyelenggara negara seolah-olah menempatkan KPK dalam kedudukan sebagai “Pokrol Bambu” bagi Kaesang.

    Padahal KPK, DPR, dan Pemerintah tahu betul bahwa dalam tindak pidana korupsi, nepotisme, dan kolusi sebagaimana digariskan di dalam TAP MPR No.XI/MPR/ 1998 dan UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.

    Baca: Sederet usaha Kaesang Pangarep yang gulung tikar

    Dalam aturan di atas, Petrus melanjutkan, tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak hanya dilakukan penyelenggara negara dan/atau antar- penyelenggara negara.

    Melainkan juga dilakukan oleh Penyelenggara negara dengan pihak lain, seperti keluarga, kroni dan para pengusaha sehingga merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta membahayakan eksistensi negara.

    Koordinator TPDI itu mengatakan, dalam keluarga Kaesang Pangarep terdapat dua orang menjadi Penyelenggara Negara, yaitu Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo periode 2021-2024.

    Dengan demikian, tidak terdapat alasan hukum apapun bagi KPK, Pimpinan Partai PSI dan bahkan Anggota DPR untuk menolak KPK panggil Kaesang Pangarep dengan alasan anak bungsu Jokowi itu bukan penyelenggara negara.

    Sumber:Tempo.co

  • Sosok Kaesang Pangarep Tak Bisa Dilihat Secara Personal Belaka, KPK Berwenang Memeriksa

    Sosok Kaesang Pangarep Tak Bisa Dilihat Secara Personal Belaka, KPK Berwenang Memeriksa

    7cloud.asia – Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut, pihaknya memiliki kewenangan dalam mengusut Ketua Umum PSI sekaligus bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, terkait dugaan gratifikasi atas penggunaan fasilitas pesawat jet pribadi.

    “Kita harus melihat Kaesang Pangarep kaitannya dengan penyelenggaraan negara, gitu. Ada keluarganya,” kata Nawawi usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2024)

    Dia menegaskan bahwa sosok Kaesang Pangarep tidak bisa dilihat individu secara personal belaka.

    “Semua publik mengetahui bahwa Kaesang adalah (jeda diam), apa? Bisa dilanjutin gitu, kan? Sudah dipahami. Jadi kaitannya ke situ gitu. KPK punya kewenangan untuk menguruskan hal-hal yang seperti itu,” ujarnya.

    Pamolango menepis anggapan yang menyebut bahwa Kaesang bukan pejabat publik sehingga tak layak dimintai klarifikasi soal dugaan gratifikasi sebab bisa terdapat perdagangan pengaruh yang termasuk jenis korupsi di dalamnya.

    Baca: Nama Kaesang muncul di poster missing person

    “Tidak seperti itu, kita mengenal ada instrumen-instrumen hukum, seperti trading influence, perdagangan pengaruh, apakah memang kemudahan-kemudahan yang diperoleh oleh yang bersangkutan itu tidak terkait dengan jabatan yang barangkali disandang oleh sanak kerabatnya,” tuturnya.

    Dia mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan Direktorat Gratifikasi dan Direktorat Pengaduan Laporan Masyarakat KPK untuk melakukan penjadwalan klarifikasi terhadap Kaesang.

    Selain itu, kata dia, Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan (PP) Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) juga telah rapat untuk menyusun daftar pihak mana saja yang akan dimintai klarifikasi terkait dugaan gratifikasi tersebut.

    Sebelumnya, Jumat (30/8/2024), KPK sedang menyiapkan surat undangan klarifikasi kepada Kaesang Pangarep untuk mengklarifikasi dugaan gratifikasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    “Suratnya sedang dikonsep, surat undangan,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

    Baca: Penjelasan Grace Natalie tentang keberadaan Kaesang Pangarep

    Setelah sempat tidak diketahui keberadaannya, akhirnya Sekretaris Jenderal DPP PSI Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Kaesang Pangarep sudah berada di Jakarta sejak Rabu (28/8/2024).

    “Mas Kaesang Pangarep sudah berada di Jakarta sejak 28 Agustus 2024 pagi hari,” kata Raja dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

    Raja mengatakan bahwa Kaesang sudah memimpin rapat koordinasi finalisasi dukungan pilkada dan menandatangani berkas rekomendasi di Kantor DPP PSI.

    Selain itu, Raja menuturkan bahwa Kaesang hampir setiap hari berkantor setelah tiba di Jakarta.

    “Bila tidak keluar kota, sore atau malam setelah jam kantor, saya secara pribadi selalu bertemu dengan Mas Kaesang berdiskusi tentang persiapan Pilkada 2024,” ujarnya.

    Baca: Awal mula terungkapnya gratifikasi untuk Kaesang Pangarep

    Terpisah, Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK Herda Helmijaya menyebutkan bahwa hadiah kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dikategorikan suap bukan soal jumlahnya, melainkan apabila berhubungan dengan jabatan dan tugas serta kewenangannya.

    Berbicara dalam acara daring yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (4/9/2024) dia mengatakan, undang-undang tidak menetapkan jumlah,” kata dia.

    Adapun peraturan yang dimaksud, yakni pasal 12B ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

    Di UU tersebut disebutkan bahwa setiap hadiah yang diterima oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap suap bila berhubungan dengan jabatan serta bertentangan dengan tugas dan kewenangannya.

    Menurut Herda, biasanya bila terkait jabatan serta tugas dan kewenangan penyelenggara negara atau Aparatur Sipil Negara (ASN) maka ada konflik kepentingan.

    Baca: Daftar usaha Kaesang Pangarep yang gulung tikar

    Lalu yang menarik dari suap, kata dia, yakni cara kerjanya dengan mempengaruhi kerangka berpikir (mindset) aparat pemerintah.

    “Makanya biasanya tidak besar-besar (jumlahnya). Kalau dikasih besar dia biasanya ketakutan. Tetapi kalau dikasih kecil-kecil tapi terus-menerus itu diterima. Makanya itu biasanya terjadi di layanan-layanan publik,” kata Herda.

    Dia mengatakan, ASN punya kewajiban menolak gratifikasi atau hadiah yang berhubungan dengan jabatan serta bertentangan dengan tugas dan kewajiban.

    Lalu, ASN dapat lepas dari tuntutan KPK atas gratifikasi yang diterima bila melaporkannya ke KPK. Hal ini seperti yang tertuang dalam Pasal 12C ayat UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

    Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa apabila ASN yang menerima hadiah tadi melaporkan ke KPK, maka KPK atau aparat penegak hukum melepaskan hak untuk menuntut terhadap peristiwa itu.

    “Tapi ada jangka waktunya, 30 hari sejak diberikan hadiah,” kata Herda.

    Erina Gudono (istri) dan Kaesang mendapat banyak sorotan di media sosial belakangan ini, salah satunya mengenai dugaan keduanya menggunakan jet pribadi ketika melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

    Ternyata, pasangan ini juga pernah menggunakan fasilitas serupa sebelumnya.

  • Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep Sudah Disoal Sejak 2,5 Tahun Lalu

    Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep Sudah Disoal Sejak 2,5 Tahun Lalu

    7cloud.asia – Anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep belakangan ini disorot terkait dugaan gratifikasi penggunaan jet pribadi.

    Namun siapa sangka, anak bungsu presiden Jokowi itu sudah lama dikaitkan dengan dugaan gratifikasi.

    Dosen Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengungkap hal itu. Ia mengaku sudah melaporkan Kaesang ke KPK sejak dua setangah tahun lalu. Namun sampai saat ini, belum ada kejelasan apa tindak lanjut KPK.

    “Kemarin yang datang ke KPK itu keempat kali. Dulu 2,5 tahun lalu dulu kita ke KPK,” ungkapnya dikutip fajar.co.id dari unggahannya di X, Sabtu (14/9/2024).

    Kasus yang dimaksud Ubedillah, saat Kaesang membeli 180 juta lembar saham senilai Rp100 miliar lebih. Ubedillah mempertanyakan uangnya dari mana.

    Baca: Membahas Fufufafa dan keterlibatan Gibran

    “Lalu ada peristiwa menarik waktu itu. Yang abang sebut sebagai Mulyono. Yaitu ada putra mahkotanya membeli saham 180 juta lembar saham di pasar saham. Nilainya hampir Rp100 miliar lebih. Putra mahkotanya yang jadi kedua (Kaesang) Sekarang ramai private jet,” jelasnya.

    Ubed pernah melaporkan keluarga Jokowi ke KPK dalam hal dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada awal 2022.

    Dalam laporannya itu, ia menyebutkan ada dugaan keterlibatan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dalam kasus TPPU dengan PT SM, perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan pada 2015.

    Di laporan tersebut, Ubed menyebut Gibran dan Kaesang menerima kucurang dana sebesar Rp 99,3 miliar dalam dua kali transaksi dan membeli saham Rp 92 miliar.

    “Kok bisa beli ratusan juta lembar saham begitu. Dari mana uangnya. Karena yang bersangkutan anak presiden, maka kita berhak publik untuk ketahui. Anak presiden kan dapat fasilitas negara juga,” tambahnya.

    Baca: Jokowi dan Gibran dianggap bukan lagi bagian PDI Perjuangan

    Saat pihaknya menelusuri perusahaan Kaesang, Ubedilah mendapati adanya potensi konflik kepentingan. Karena ia bekerja dama dengan anak seorang direktur di perusahaan besar.

    “Kita telusuri perusahaan Kaesang. Ternyata mereka ini berjejaring dengan anak dari seorang direktur perusahaan besar. Jadi managing direkturnya kerja sama dengan anak putra presiden,” terangnya.

    “Berdua ini, ada Gibran ada Kaesang. Perusahaan ini mayoritas punya putra mahkota ini. Di saat itu Gibran jadi wali kota. Jadi posisi wali kota, dan waktu itu direktur. Eh Komisaris Utama di sebuah perusahaan itu. Yah ada konflik interest,” sambungnya.

    Perusahaan itu kemudian belakangan dapat suntikan dana fantastis. Ubedilah heran, karena segampang itu mendapat suntikan dana ratusan miliar padahal perusahaan baru.

    “Lalu perusahaan mereka itu dapat suntikan, dua kali yah. Jumlahnya ratusam miliar. Kurang lebih Rp200 miliar. Suntikannya itu dari perusahaan Ventura. Ventura Capital. Pertanyaan saya segitu mudah yah dapat suntikan dana kalau dia bukan anak presiden, dan perusahaan baru,” ucapnya.

    Baca: Sosok Kaesang tak bisa dilihat sebagai personal biasa

    Saat dilakukan penulusuran, disitulah terungkap. Anak managing direktur yang Kaesang jalin kerja sama diangkat jadi duta besar.

    “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Kita telusuri. Ternyata setelah masuk sekian miliar itu, managing direktur yang tadi satu perusahaan dengan anak presiden ini tiba-tiba diangkat jadi duta besar. Duta besar level tinggilah. Kentara banget,” bebernya.

    Tidak berhenti di situ, ia bilang perusahaan yang dimaksud sebelunnya menjadi wakil otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Disitukah, kata dia terlihat hubungan presiden dan direktur perusahaan dimaksud.

  • KPK akan Konfirmasi Pemberi Tebengan untuk Kaesang Pangarep

    KPK akan Konfirmasi Pemberi Tebengan untuk Kaesang Pangarep

    KPK

    7cloud.asia – Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan akan mengonfirmasi pihak yang memberi tebengan untuk anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

    Seperti diberitakan sebelumnya, mengklarifikasi tudingan gratifikasi yang diterimanya, Kaesang Pangarep mengatakan dia mendapat tebengan jet pribadi saat jalan-jalan ke Amerika Serikat.

    “Kita lihat apakah bener (nebeng) begitu, kita konfirmasi pasti,” kata Pahala di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2024)

    Pahala mengatakan pihak KPK telah mengantongi nama pihak yang memberi tebengan kepada Kaesang, namun belum mengetahui profil dari pihak yang bersangkutan.

    “Inisial Y kalau enggak salah depannya, tapi kita enggak tahu bener enggak nama lengkapnya ini, WNI apa WNA, pesawat punya siapa, nanti kita konfirmasi lagi,” ujarnya.

    Baca: Kaesang diminta isi form gratifikasi

    Kaesang Pangarep yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, untuk memberikan klarifikasi terkait penggunaan jet pribadi.

    “Kedatangan saya ke KPK sebagai warga negara yang baik, saya bukan penyelenggara negara, saya bukan pejabat. Saya datang ke sini, bukan karena undangan, bukan karena panggilan tapi inisiatif saya,” kata Kaesang di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta Selatan, Selasa.

    Kaesang mengatakan salah satu hal yang diklarifikasi kepada KPK adalah soal penggunaan jet pribadi dalam perjalanan ke Amerika Serikat.

    “Tadi saya juga di dalam mengklarifikasi mengenai perjalanan saya tanggal 18 Agustus ke Amerika Serikat, yang numpang atau bahasa bekennya nebenglah, nebeng pesawatnya teman saya,” ujarnya.

    Namun Kaesang tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai perjalanannya dan mengatakan agar pertanyaan tersebut diarahkan ke pihak KPK.

    Baca: Nama Kaesang sudah dikaitkan dengan gratifikasi sejak 2,5 tahun lalu

    “Jadi intinya untuk lebih lanjutnya bisa ditanyakan ke KPK untuk lebih detilnya dan lebih lanjutnya,” kata Kaesang.

    Sebelumnya Kaesang Pangarep dan istrinya, Erina Gudono disorot di media sosial, salah satunya mengenai penggunaan jet pribadi ketika melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

    Dugaan gratifikasi itu diperbincangkan warganet, seperti di media sosial X, setelah istri Kaesang, Erina Gudono, mengunggah pemandangan dari dalam jet pribadi melalui media sosial Instagram.