Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep Sudah Disoal Sejak 2,5 Tahun Lalu

Written by

in

7cloud.asia – Anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep belakangan ini disorot terkait dugaan gratifikasi penggunaan jet pribadi.

Namun siapa sangka, anak bungsu presiden Jokowi itu sudah lama dikaitkan dengan dugaan gratifikasi.

Dosen Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengungkap hal itu. Ia mengaku sudah melaporkan Kaesang ke KPK sejak dua setangah tahun lalu. Namun sampai saat ini, belum ada kejelasan apa tindak lanjut KPK.

“Kemarin yang datang ke KPK itu keempat kali. Dulu 2,5 tahun lalu dulu kita ke KPK,” ungkapnya dikutip fajar.co.id dari unggahannya di X, Sabtu (14/9/2024).

Kasus yang dimaksud Ubedillah, saat Kaesang membeli 180 juta lembar saham senilai Rp100 miliar lebih. Ubedillah mempertanyakan uangnya dari mana.

Baca: Membahas Fufufafa dan keterlibatan Gibran

“Lalu ada peristiwa menarik waktu itu. Yang abang sebut sebagai Mulyono. Yaitu ada putra mahkotanya membeli saham 180 juta lembar saham di pasar saham. Nilainya hampir Rp100 miliar lebih. Putra mahkotanya yang jadi kedua (Kaesang) Sekarang ramai private jet,” jelasnya.

Ubed pernah melaporkan keluarga Jokowi ke KPK dalam hal dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada awal 2022.

Dalam laporannya itu, ia menyebutkan ada dugaan keterlibatan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dalam kasus TPPU dengan PT SM, perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan pada 2015.

Di laporan tersebut, Ubed menyebut Gibran dan Kaesang menerima kucurang dana sebesar Rp 99,3 miliar dalam dua kali transaksi dan membeli saham Rp 92 miliar.

“Kok bisa beli ratusan juta lembar saham begitu. Dari mana uangnya. Karena yang bersangkutan anak presiden, maka kita berhak publik untuk ketahui. Anak presiden kan dapat fasilitas negara juga,” tambahnya.

Baca: Jokowi dan Gibran dianggap bukan lagi bagian PDI Perjuangan

Saat pihaknya menelusuri perusahaan Kaesang, Ubedilah mendapati adanya potensi konflik kepentingan. Karena ia bekerja dama dengan anak seorang direktur di perusahaan besar.

“Kita telusuri perusahaan Kaesang. Ternyata mereka ini berjejaring dengan anak dari seorang direktur perusahaan besar. Jadi managing direkturnya kerja sama dengan anak putra presiden,” terangnya.

“Berdua ini, ada Gibran ada Kaesang. Perusahaan ini mayoritas punya putra mahkota ini. Di saat itu Gibran jadi wali kota. Jadi posisi wali kota, dan waktu itu direktur. Eh Komisaris Utama di sebuah perusahaan itu. Yah ada konflik interest,” sambungnya.

Perusahaan itu kemudian belakangan dapat suntikan dana fantastis. Ubedilah heran, karena segampang itu mendapat suntikan dana ratusan miliar padahal perusahaan baru.

“Lalu perusahaan mereka itu dapat suntikan, dua kali yah. Jumlahnya ratusam miliar. Kurang lebih Rp200 miliar. Suntikannya itu dari perusahaan Ventura. Ventura Capital. Pertanyaan saya segitu mudah yah dapat suntikan dana kalau dia bukan anak presiden, dan perusahaan baru,” ucapnya.

Baca: Sosok Kaesang tak bisa dilihat sebagai personal biasa

Saat dilakukan penulusuran, disitulah terungkap. Anak managing direktur yang Kaesang jalin kerja sama diangkat jadi duta besar.

“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Kita telusuri. Ternyata setelah masuk sekian miliar itu, managing direktur yang tadi satu perusahaan dengan anak presiden ini tiba-tiba diangkat jadi duta besar. Duta besar level tinggilah. Kentara banget,” bebernya.

Tidak berhenti di situ, ia bilang perusahaan yang dimaksud sebelunnya menjadi wakil otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Disitukah, kata dia terlihat hubungan presiden dan direktur perusahaan dimaksud.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *