7cloud.asia – Tim SAR gabungan telah menemukan seluruh jenazah korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Total 63 jenazah termasuk 7 potongan bagian tubuh.
Dengan demikian, seluruh rangkaian operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (07/10/2025). Total korban mencapai 165 jiwa, dengan rincian 104 selamat dengan rincian 4 orang masih dirawat, 99 orang telah kembali ke rumah, dan 1 orang tidak memerlukan perawatan.
Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan dalam rilis resmi BNPB.
Baca: Sulitnya evakuasi korban runtuhnya musala Al Khoziny
Selanjutnya Budi menjelaskan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur saat ini masih melakukan proses identifikasi terhadap jenazah tersebut.
Termasuk tujuh potongan tubuh yang sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah berasal dari dua korban yang menurut data posko darurat masih dalam pencarian.
“Jawaban itu akan segera diketahui setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan,” kata Budi.
Dengan selesainya pembersihan puing dan berakhirnya operasi SAR, tahap penanganan bencana kini memasuki fase transisi menuju pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
Baca: 91 orang terjebak dalam musala yang ambruk
Tanggung jawab selanjutnya diserahkan dari BNPB kepada BPBD Provinsi Jawa Timur dengan pendampingan dari BNPB.
Dalam masa transisi ini, proses identifikasi korban terus berjalan. Dari total 63 korban meninggal dunia, baru 17 jenazah yang berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, Polda Jatim saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab runtuhnya musala empat lantai tersebut. Beberapa barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian, dan sejumlah saksi dimintai keterangan.

Leave a Reply