7cloud.asia – BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan penonaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang disampaikan oknum mengatasnamakan petugas Care Center.
Beberapa waktu belakangan ini sedang terjadi modus penipuan yang mengatasnamakan Care Center BPJS Kesehatan dengan menginformasikan bahwa kartu kepesertaan JKN akan diberhentikan.
Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Agustian Fardianto mengatakan, BPJS Kesehatan tidak pernah menonaktifkan kartu kepesertaan JKN secara sepihak tanpa ada alasan yang jelas.
Baca: Kontroversi penghapusan kelas di BPJS Kesehatan, siapa yang diuntungkan
Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya dan tetap tenang dengan berbagai modus yang terjadi mengatasnamakan BPJS Kesehatan.
Sebelumnya juga muncul modus penipuan dengan mengatasnamakan BPJS Kesehatan, pelaku meminta peserta menyebutkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Dengan mengatasnamakan BPJs Kesehatan, pelaku menyampaikan informasi palsu bahwa kartu peserta telah melebihi batas pemakaian terhadap obat-obatan.
Baca: UU Kesehatan dinilai dorong liberalisasi kesehatan, masyarakat miskin makin kesulitan
Selain itu, terdapat juga modus penipuan lainnya yang menyebutkan BPJS Kesehatan memberikan bantuan sosial kepada peserta, modus rekrutmen kepegawaian, hingga ancaman yang menyatakan bahwa kepesertaan JKN akan segera diblokir.
Ardi menegaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak pernah menghubungi peserta dengan memberikan informasi palsu,
“Dimulai meminta NIK, pemberian hadiah atau bantuan sosial, hingga meminta peserta untuk mengirimkan sejumlah uang ke nomor rekening yang mengatasnamakan perorangan,” katanya seperti dikutip Antaranews.
Baca: Warga desa membangun Taman Toga menjadi pusat komunitas
Untuk itu, Ardi mengimbau apabila terdapat peserta BPJS Kesehatan yang mengalami kondisi tersebut agar tetap tenang, tidak gegabah dan segera memastikan kembali kebenaran informasi ke kanal resmi BPJS Kesehatan di nomor 165.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengimbau agar peserta yang menjadi korban penipuan untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.
“Pada prinsipnya, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap konten penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan,” katanya.
Baca; Teknologi pengolahan sampah Masaro, ubah 1 kilogram sampah jadi senilai 1 gram emas
Ardi menambahkan, BPJS Kesehatan berkomitmen dalam melindungi dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta.
Upaya pencegahan penipuan menjadi salah satu prioritas BPJS Kesehatan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penjaminan layanan kesehatan yang diberikan.
Diingatkan kepada masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak dikenal karena bisa disalahgunakan.
Baca: Kondisi lingkungan dan penyembuhan pasien asma






