7cloud.asia – Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) dan YCAB Foundation minta masyarakat mewaspadai penipuan bermodus pemberian cashback dan komisi dengan mengatasnamakan YPP dan YCAB Foundation.
Hal ini disampaikan YPP dan YCAB Foundation merespons maraknya penipuan modus menyelesaikan tugas yang mencatut YPP dan YCAB di sebuah platform digital.
Ketua Pelaksana Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP), Abbas Yahya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/8/2024) mengatakan, YPP dan YCAB Foundation tidak pernah menyelenggarakan permainan yang memberikan cashback atau komisi sebagaimana beredar di sebuah platform digital baru-baru ini.
Dia menjelaskan, sebagai lembaga penggalang donasi, pihak YPP dan YCAB Foundation
berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan kredibilitas.
“Kami sangat menyesalkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang
melakukan penipuan mengatasnamakan YPP dan YCAB Foundation yang beredar di
publik,” ujarnya.
Sementara CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam menyampaikan bahwa Kasus
penipuan ini sangat merugikan masyarakat, terutama para korban.
“Oleh sebab itu, kami berharap agar informasi ini segera tersebar luas, sehingga tidak ada lagi orang yang”menjadi korban penipuan modus ini.” cetusnya.
Baca: Penipuan online di Telegram
YPP dan YCAB mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan mengecek fakta sebelum mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak terverifikasi.
Untuk informasi lebih lanjut soal program dan kegiatan resmi YPP dan YCAB Foundation, pihaknya mengundang masyarakat untuk mengunjungi situs web resmi YPP www.ypp.co.id atau @ypp_indosiarsctv, FB: Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih dan situs web resmi YCAB Foundation di: www.ycabfoundation.org atau @ycabfoundation, TikTok: ycab_foundation, dan FB: YCAB Foundation.
“Setiap kegiatan kami hanya diumumkan melalui semua channel yang berada bawah
Emtek Group (SCTV, Indosiar, Moji, Mentari, AjwaTV), situs berita online merdeka.com, liputan6.com. dan juga media social @ypp_indosiarsctv,“ ucap Abbas Yahya.
YPP dan YCAB Foundation akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi nama baik lembaga dari informasi yang tidak benar.
Salah satu korban adalah Rutia Lavani Manulang, memaparkkan bagaimana penipuan ini terjadi.
Awalnya dia mengaku ditelpon laki laki yang mengatakan dia dapat souvenir dari Shopee gratis dan tidak di pungut biaya apapun. Tujuan penelepon untuk memastikan alamat dan nama penerima sudah benar.
Baca: Penipuan marak karena literasi rendah
Pada 26 Juni 2024, Rutia menerima paket tersebut dan memang tidak ada biaya apapun dan isinya 1 pcs keset kaki karakter.
Pada 1 Agustus siang, Rutia kembali ditelpon untuk memastikan Rutia sudah menerima paket. Dan diinfokan nanti akan ada door prize yg lain dan jika Rutia berkenan dimasukkan ke grup pukul 16:30
Rutia menyetujui dan sorenya dia dimasukkan ke dalam chatting grup whatsapp. Di sini penipuan mulai terjadi.
Tugas di hari pertama pada 1 Agustus Rutia dan beberapa orang yang sudah masuk grup WA diminta untuk follow akun toko di shopee dan akan dapat komisi.
Syarat lainnya untuk ikut misi hari pertama, Rutia diminta untuk mengirim foto keset yang sudah diterima ke grup WA.
Setelah itu, Rutia memang mendapatkan komisi untuk misi ini. Misi hari kedua diarahkan untuk download aplikasi melalui link yg di berikan.
Salah satu misinya adalah: Diminta untuk beramal dengan pilihan amal 30 cashback 70, Amal 70 cash back 120. Dan ada amal trip kedua 100-150 & 200-300
Di hari ketiga mereka akan membuat rebutan misi dengan melakukan tranfers uang dengan jumlah yang terus meningkat hingga mencapai puluhan juta.
Untuk misi ini para pelaku menggunakan akun bank yang mengatasnamakan KitaBisa. Untuk itu Rutia dibuatkan Surat kontrak yang ada materai, cap YCAB dan tanda tangan direktur.
Ini yang membuat korban percaya, namun ketika uang sudah ditransfer ternyata cashback yang dijanjikan tidak direalisasikan.

Leave a Reply