Tag: pohon

  • Perbaiki Kualitas Udara, Pemprov DKI Jakarta Tanam 200 Pohon Langka

    Perbaiki Kualitas Udara, Pemprov DKI Jakarta Tanam 200 Pohon Langka

     

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih tetap melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi udara Jakarta. Salah satunya adalah dengan menanam 200 pohon langka.

    Penananaman pohon langka tersebut dilakukan oleh Pejabat (Pj) Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bersama jajaran Forkopimko Jakarta Selatan di Jalan Sirsak, RT 10/04, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa pada Jumat (15/09/2023).

    Dikutip dari beritajakarta, penanaman pohon langka tersebut dilakukan di lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta seluas 9.000 meter persegi.

    Baca: Pemkot Jakarta Timur sediakan lahan 8,5 hektere untuk hutan kota

    Pohon-pohon tersebut merupakan pohon buah lokal yang saat ini sulit dijumpai. Diantaranya adalah pohon kecapi, buni, gowok, dan lainnya.

    “Ada tambahan lahan seluas 9.000 meter persegi yang didapat dari penyerahan kewajiban pengembang. Hari ini kita tanam tanaman-tanaman langka. Terima kasih, dan ini menjadi patron kita selalu bersama Forkopimda menanam pohon,” jelas Heru.

    Selanjutnya Heru memaparkan pihaknya sengaja menanam pohon buah langka, agar masyarakat dapat lebih mengenal buah lokal langka ini.

    Baca: Jakarta akan tambah 800 ruang terbuka hijau

    Penanaman poho langka ini juga sengaja dilakukan di lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta agar memudahkan petugas untuk merawat dan melestarikannya.

    “Warga juga bisa melihat, oh ini pohon buni, pohon kecapi dan seterusnya. Mereka sambil lari pagi, olahraga kalau ada buahnya ambil saja, gratis,” katanya.

    Sebelumnya sejak bulan Juli, Pemprov DKI Jakarta menanam pohon untuk menghijaukan Jakarta.

    Baca: Terkait polusi udara di Jakarta, Pemerintah diminta tak kasih solusi palsu

    Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, sebanyak 25.000 pohon setinggi tiga meter telah ditanam, seperti Ketapang Cendana dan Tabebuya.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menanam 1000 pohon Ketapang Kencana di kolong Tol Becakayu sepanjang 4,2 kilometer.

    Baca: Hutan Kota GBK, tempat asyik melepas stres di tengah kota

    Menurut Heru, memperbaiki kualitas udara di Jakarta perlu kerjasama yang masif dari semua pihak. Karena itu ia mengimbau seluruh stakeholder yang ada di Jakarta untuk ikut mengampanyekan gerakan memperbaiki kualitas udara.

    “Dalam hal ini, kita butuh kerja sama yang besar, sehingga dalam menjaga kualitas udara di Jakarta menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Heru.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Teknik Daisugi, Produksi Kayu Berkelanjutan Ala Jepang Tanpa Menebang Pohon

    Teknik Daisugi, Produksi Kayu Berkelanjutan Ala Jepang Tanpa Menebang Pohon

    7cloud.asia – Jepang punya cara yang unik untuk menghasilkan kayu tanpa menebang pohon, namanya teknik daisugi.

    Dengan teknik daisugi ini, selama hampir 700 tahun, Jepang menghasilkan kayu nyaris tanpa menebang pohon. 

    “Orang Jepang telah memproduksi kayu selama 700 tahun, tanpa menebang pohon’,” tulis akun X (dulu Twitter), @archeohistoris, Senin (18/9/2023) saat menuliskan teknik daisugi ini.

    Teknik daisugi adalah teknik untuk menumbuhkan pohon-pohon bonsai raksasa yang dapat dipangkas, sehingga tak perlu ditebang. Bisa dikatakan daisugi ala Jepang ini adalah bonsai dalam skala besar.

    “Pemangkasan sebagai aturan seni yang memungkinkan pohon tumbuh dan berkecambah sambil menggunakan kayunya, tanpa harus menebangnya,” kata pengunggah.

    Baca: Pemkot Jakarta Timur siapkan 8,5 hektare lahan untuk hutan kota

    Dilansir dari Kompas.com yang mengutip majalah Floornature, dengan teknik daisugi, lusinan bahkan ratusan batang kayu bisa diperoleh dari satu pohon.

    Teknik daisugi ini menghasilkan kayu lurus sempurna berkualitas tinggi yang 140 persen lebih fleksibel dan dua kali lebih padat daripada pohon lain.

    Hasil panen kayu pun lebih sering dari teknik kehutanan lain, yakni setiap dua puluh tahun sekali.

    Dicap sebagai metode kehutanan yang efektif dan berkelanjutan, daisugi membantu melestarikan paru-paru dunia, tetapi tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan kayu.

    Kendati demikian, metode tradisional ini hanya diterapkan untuk pohon cedar Cryptomeria japonica alias kitayama yang banyak tumbuh di Jepang.

    Baca: KLHK temukan spesies baru di hutan Indonesia

    Teknik  daisugi lahir pada abad ke-14 hingga 15, saat masyarakat Jepang mulai menggemari konstruksi kayu untuk bangunan termasuk rumah.

    Dilansir wanaswara, daisugi lahir di Kiyatama Kyoto pada abad ke-15. Saat itu, Jepang sudah menghadapi kekurangan bibit serta lahan untuk menanam pohon.

    Permintaan kayu jenis cedar pun juga sangat tinggi pada abad itu untuk pembangunan rumah para samurai.

    Masalah ini membuat cendekiawan Jepang memutar otak yang menmukan cara yang cerdik untuk menanam lebih banyak kayu dengan menggunakan lebih sedikit lahan tanpa harus menebang banyak pohon.

     “Teknik ini menghasilkan pohon yang menyerupai telapak tangan terbuka dengan banyak pohon tumbuh jika vertikal sempurna,” tulis Spoon dan Johnny Waldman dari Tamago.

    Baca: KLHK akui 15 hutan adat di Gunung Mas

    Di daerah Kitayama, Kyoto, Jepang, terdapat hutan penuh dengan pohon cedar yang ditanam sepanjang perbukitan.

    Pohon cedar jenis Kitayama yang biasa dikenal masyarakat Jepang dengan nama Kitayama Maruta ini dikenal tumbuh lurus tanpa simpul dan sudah diminati masyarakat.

    Teknik daisugi memungkinkan rimbawan memanen kayu dengan lebih cepat dan mendapatkan lebih banyak kayu.

    Tunas dapat ditanam untuk membantu mengisi hutan dengan cepat sehingga banyak cabang pohon yang dapat dipanen.

    Teknik serupa juga telah ditemukan sejak abad Romawi kuno yang disebut pollarding, dan di seluruh Eropa khususnya di Inggris disebut coppicing.

    Baca: Manfaat hutan mangrove untuk lingkungan

    Dari penanaman dengan teknik ini menghasilkan kayu cedar ramping yang fleksibel dan padat, menjadikannya pilihan yang tepat untuk atap dan balok kayu tradisional.

    Pohon cedar daisugi bisa dipanen setiap 20 tahun. Terdapat banyak kayu yang bisa dipanen hanya dari satu pohon.

    Dengan kayu yang lebih kuat dan lebih padat, namun lebih fleksibel untuk dibentuk, kayu daisugi benar-benar pilihan yang sempurna untuk membangun rumah para samurai bangsawan.

    Ini menghasilkan estetika sekaligus menahan angin topan pada saat itu untuk menunjukkan kemuliaan dan kekuatan samurai.

    Meskipun 20 tahun mungkin tampak memakan waktu yang lama, penggunaan teknik ini lebih cepat dibandingkan dengan penanaman pohon cedar Kitayama dengan cara tradisional.

    Baca: Mengenal konsep biolifik menghadirkan alam ke dalam lingkungan binaan

    Untuk menjaga agar pohon tidak berbentuk simpul, pekerja memanjat batang panjang setiap tiga hingga empat tahun dan dengan hati-hati memangkas setiap cabang yang sedang berkembang.

    Biasanya penggunaan kayu cedar yang halus dan indah secara estetika digunakan sebagai pilar utama di ruangan yang disebut tokonoma, sebuah ruangan yang menjadi pusat di dalam ruangan tradisional jepang yang bernama washitsu.

    Tokonoma juga muncul pada abad ke-15 selama periode Muromachi. Ruangan tokonoma ini digunakan untuk memajang barang-barang artistik seperti ikebana atau gulungan kaligrafo.

    Kayu cedar juga digunakan di rumah teh Kyoto dan dikatakan ahli teh terkemuka Kyoto, Sen-no-rikyu, yang menuntut kesempurnaan bentuk cedar Kitayama selama abad ke-16.

    Baca: Meski sama-sama berkelanjutan desain biofilik berbeda dengan desain ramah lingkungan

    Seiring berjalannya waktu, penggunaan ruangan tokonoma menurun dengan berkembangnya arsitektur Jepang, penggunaan cedar Kitayama masih digunakan untuk segala hal mulai dari sumpit, furnitur, dan taman-taman tradisional Jepang.

    Pohon cedar kitayama dapat digunakan dan bertahan hingga 200-300 tahun, sebelum menjadi lapuk dan usang.

    Diameter batang pohon induk sebagai tumpuan pohon cedar di atasnya memiliki batang dengan diameter mencapai 15 meter, dan beberapa pohon induk ini masih ditemukan di daerah tertentu di jepang.

    Seringkali tanaman dengan teknik daisugi merupakan tanaman multi-generasi yang dipanen oleh rimbawan, dilanjutkan generasi berikutnya yang kemudian ditanam untuk cucu mereka.

    Praktik kehutanan di Kitayama, Jepang ini unik berkelanjutan, karena pohon cedar perlu dipanen dengan mempersiapkan pengganti pohon yang ditebang jauh sebelum mereka memanen pohon yang sudah tua. 

    Esti Utami, dari berbagai sumber.

  • KLHK Siapkan Lebih dari Dua Ribu Bibit Pohon untuk Refleksi Akhir Tahun

    KLHK Siapkan Lebih dari Dua Ribu Bibit Pohon untuk Refleksi Akhir Tahun

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Mahakam Berau (BPDASMB) Samarinda, Kalimantan Timur, menyiapkan bibit pohon sebanyak 2.200 batang untuk ditanam secara langsung dan dibagikan kepada masyarakat.

    “Untuk penanaman langsung dilakukan pada Sabtu (30/12) sebanyak 200 bibit pohon, yakni penanaman secara serentak di seluruh Indonesia, salah satunya di Kalimantan Timur (Kaltim),” kata Kepala BPDASMB Samarinda Rintan Nilaywati, di Samarinda, Jumat.

    Penanaman pohon secara serentak di Kaltim dilakukan di lokasi Ekowisata Hutan Lindung Sungai Wain, Kota Balikpapan, sebagai refleksi akhir tahun 2023.

    Baca: Gerakan tanam pohon bersama

    “Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar mengajak semua pihak melakukan penanaman pohon serentak, melibatkan seluruh staf UPT KLHK, Dinas Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup, aparatur sipil negara (ASN), Siswa Green Youth Movemnet (GYM) dan lainnya,” katanya.

    Penanaman serentak di Kaltim dihadiri oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani beserta seluruh UPT KLHK di Provinsi Kaltim.

    Didampingi Solehudin selaku Kasi Penguatan Kelembagaan DAS BPDASMB Samarinda, Rintan menjelaskan lokasi penanaman di Ekowisata Sungai Wain memiliki luas satu hektare.

    Penanaman pohon serentak di Balikpapan dilakukan dengan menanam 200 bibit dari Persemaian Mentawir, terdiri atas jenis meranti dan bangkirai, untuk pengayaan jenis konservasi di hutan lindung.

    Baca: Pohon Ulin terancam punah

    Dalam egiatan penanaman pohon serentak ini juga dibagikan bibit pohon produktif sebanyak 2.000 batang secara gratis kepada masyarakat.

    Bibit pohon tersebut terdiri atas bibit buah mangga, cempedak, durian, kelengkeng, alpukat, jambu kristal, dan lainnya.

    Penanaman pohon secara serentak dan berkelanjutan di seluruh Indonesia pada saat musim penghujan ini, merupakan wujud komitmen serius.

    Selain itu sebagai aksi nyata KLHK sebagai upaya pemulihan lingkungan dan menandai transformasi pemulihan hutan hujan tropis guna mendukung pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara sebagai Forest City.

    Baca: Peran tanaman hias dalam mengatasi cuaca ekstrem

    Salah satu upaya yang dilakukan dalam melaksanakan transformasi tersebut di antaranya melalui pendekatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), yakni dengan melakukan penanaman pohon secara kombinasi.

    Pohon kombinasi ini antara pohon lokal (native species), jenis endemik langka dan dilindungi, tanaman pangan, dan jenis tumbuhan multipurpose lainnya.

    “Guna mendukung upaya tersebut, KLHK pun telah membangun Pusat Persemaian Mentawir guna menyediakan bibit secara gratis untuk kegiatan penghijauan dan dibagikan kepada masyarakat,” kata Soleh.

    Sumber: Antaranews

  • Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia, Ini yang Dilakukan Belantara untuk Lestarikan Hutan Sumatera

    Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia, Ini yang Dilakukan Belantara untuk Lestarikan Hutan Sumatera

    7cloud.asia – Memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon sedunia, pada 10 Januari Belantara Foundation menggagas program “Forest Restoration Project: SDGs Together”

    Program “Forest Restoration Project: SDGs Together” ini hasil kerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Kelompok Tani Hutan Tahura Sultan Syarif Hasyim dengan didukung oleh APP Group 

    Program “Forest Restoration Project: SDGs Together” berupa penanaman dan perawatan pohon ini dilakukan  di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), wilayah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Riau.

    Forest Restoration Project: SDGs Together merupakan program yang dijalankan melalui donasi sebagian hasil penjualan produk APP Group kepada Belantara Foundation.

    Dana yang diterima digunakan untuk menanam serta memelihara bibit pohon spesies asli dan langka yang perlu dilestarikan di hutan Sumatra yang telah terdegradasi akibat aktivitas ilegal dan kebakaran hutan.

    Baca: Konservasi tanaman langka di Sumatera

    Program donasi Forest Restoration Project: SDGs Together ini telah berjalan sejak Agustus 2020.

    Inisiatif ini mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs) salah satunya target ke 15, yaitu melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem dan target ke 17 yaitu menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

    Program tersebut berfokus pada penanaman dan perawatan pohon, serta perlindungan kawasan secara lestari dan berkelanjutan. Saat ini, Forest Restoration Project: SDGs Together telah berjalan selama tiga tahun.

    Dalam tiga tahun terakhir, telah dilakukan penanaman dan perawatan bibit pohon sebanyak 31.391 pohon seluas 94 ha.

    Kegiatan lain yang telah dilakukan yaitu memasang papan nama proyek, membangun rumah pembibitan, membangun pondok kerja, patroli hutan, memberikan peningkatan kapasitas bagi masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi.

    Baca: Gerakan tanam pohon bersama di kawasan industri Pulogadung

    Setidaknya ada 31 jenis pohon yang telah ditanam dalam program ini,  seperti merawan (Hopea mengarawan), ramin (Gonystylus bancanus) dan balam (Palaquium burckii) yang masuk ke dalam status kategori kritis / Critically Endangered (CR).

    Juga ada pohon balangeran (Shorea balangeran) masuk ke dalam kategori rentan / Vulnerable (VU) dan meranti lambai (Shorea acuminata) masuk ke dalam kategori hampir terancam punah / Near Threatened (NT) menurut daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

    Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna mengatakan bahwa restorasi hutan merupakan salah satu langkah efektif untuk memitigasi perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan pangan

    Restorasi hutan juga menjaga suplai air serta melindungi keanekaragaman hayati.

    “Kami ingin mempromosikan restorasi hutan untuk turut berkontribusi dalam aksi iklim global,” ujarnya dalam keterangan  tertulis yang diterima Rabu (10/1/2024).

    Baca: Menghijaukan Jakarta dengan ruang terbuka hijau

    Dolly menambahkan, restorasi hutan perlu memerhatikan dimensi sosial-ekonomi masyarakat sehingga tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis..

    Restorasi hutan juga harus  mengembalikan fungsi hutan sebagai sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar sehinga tata kelolanya harus cermat.

    “Restorasi hutan dapat mendukung pemulihan fungsi hutan sebagai penyedia manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat”, kata Dolly.

    Senada dengan Dolly, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, mengemukakan bahwa upaya untuk memulihkan ekosistem hutan, khususnya di Tahura SSH menjadi tanggung jawab bersama.

    Tak hanya pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat saja, pihak swasta dan masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam upaya tersebut.

    “Dengan adanya pemulihan hutan, maka ekosistem hutan dapat berkontribusi untuk upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mendukung pemenuhan Nationally Determined Contribution (NDC) Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon di Provinsi Riau”, ujar Sri.

    Baca: Kenali hutan kota di tengah Jakarta

    Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba menegaskan, swasta turut berperan dalam mendukung program restorasi hutan dan biodiversitas di Indonesia dengan berkolaborasi dengan pihak terkait.

    Hal ini juga dalam upaya mendukung pemerintah mencapai NDC termasuk FOLU Net Sink 2030.

    Kolaborasi multi-pihak, baik dari dalam maupun luar negeri pada program restorasi, merupakan salah satu upaya mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan.

    “Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030 yang telah kami canangkan,” tambah Elim.

    Pada tingkat global, peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia dilakukan pertama kali pada 10 Januari 1872.

    Baca: Hutan kota bernama Kebun Raya Mangrove

    Pada tingkat nasional, peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia dilakukan pertama kali di Indonesia pada 10 Januari 1993.

    Tujuan utama Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menanam dan merawat pohon sebagai salah satu aksi pelestarian alam dan lingkungan hidup yang ada di lingkungan sekitar.

     

  • Perkuat Ekosistem di IKN, KLHK Tanam 224 Bibit Pohon

    Perkuat Ekosistem di IKN, KLHK Tanam 224 Bibit Pohon

    7cloud.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong memimpin penanaman 224 batang pohon di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Minggu (14/01/2024).

    Bibit pohon tersebut berasal dari Pusat Persemaian Mentawir-BPDAS Mahakam Berau untuk memperkuat ekosistem di IKN.

    Bibit tanaman tersebut adalah jenis balangeran sejumlah 50 batang, meranti (53 batang), kapur (40 batang), gaharu (2 batang), tengkawang (12 batang), nyatoh (37 batang), tanjung (2 batang).

    Selain itu ada pula bibit kemiri (2 batang), petai (1 batang), ulin (12 batang), nyamplung (2 batang), hopea (10 batang), dan sukun (1 batang).

    Baca: KLHK siapkan lebih dari 2 ribu bibit pohon

    “Penanaman hari ini menindaklanjuti arahan Presiden RI Bapak Joko Widodo saat penanaman pohon di IKN pada 20 Desember 2023,” kata Alue Dohong saat memimpin penanaman tersebut di kawasan IKN, Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur.

    Saat itu, katanya, presiden menyarankan penanaman pohon di sepanjang musim penghujan tahun 2023/2024.

    Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama berbagai pihak melakukan penanaman pohon tidak hanya di kawasan IKN, tetapi juga serempak di seluruh Indonesia.

    Melansir Antaranews, penanaman pohon tahap pertama di seluruh Indonesia dilaksanakan pada 30 Desember 2023.

    Baca: Pohon ulin terancam punah

    Penanaman  tersebut dipimpin pejabat KLHK pusat dan di daerah dengan melibatkan staf UPT KLHK, Dinas LHK, ASN, dan masyarakat umum.

    Pada tahun 2024 ini, penanaman pohon kembali dilakukan. Kali ini penanaman pohon dilakukan secara serempak di seluruh provinsi di Indonesia.

    Pelaksanaan pertama dipimpin Wakil Presiden RI di Provinsi Banten pada Minggu (14/01/2024). “Kemudian akan dilanjutkan penanaman lainnya yang sudah dijadwalkan oleh KLHK pada Februari, Maret, dan April 2024,” jelasnya.

    Sebelumnya penanaman di IKN dilakukan di atas lahan sekitar 5 hektare (Ha), sehingga mulai hari ini dilanjutkan di atas lahan seluas 500 Ha.

    Alue menjelaskan lokasi penanaman merupakan kawasan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau Samarinda 2024 seluas 500 Ha.

    Baca: Gerakan tanam pohon bersama

    Hal ini bertujuan mewujudkan transformasi hutan tanaman menuju hutan hujan tropis di kawasan IKN.

    Pada kegiatan penanaman ini, tampak Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni dan Pj Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, diikuti 200 orang yang juga turut melakukan penanaman.

    Mereka berasal dari unsur Forkompimda Kaltim, TNI/Polri, UPT KLHK Kaltim, Universitas Mulawarman, tokoh masyarakat, perusahaan, sekolah, pramuka, Green Youth Movement (GYM), dan kelompok masyarakat.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Bumikan Revolusi Hijau: Dinas Kehutanan Kalsel Tanam 1500 Pohon Kayu Putih

    Bumikan Revolusi Hijau: Dinas Kehutanan Kalsel Tanam 1500 Pohon Kayu Putih

    7cloud.asia – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penanaman sebanyak 1.500 bibit pohon  kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron).

    Penanaman pohon kayu putih secara massal ini dilakukan di lahan milik Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel di Jalan Golf, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

    “Penanaman pohon kayu putih ini menjadi bagian dari membumikan gerakan revolusi hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel Paman Birin,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Senin (15/1/202).

    Baca: Memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia

    Dia berharap, gerakan penanaman pohon kayu putih di awal tahun ini dapat dimaksimalkan untuk menambah perbaikan lingkungan dan tutupan lahan.

    Kemudian aksi tanam pohon juga memberikan edukasi ke masyarakat agar melakukan hal serupa di lahan miliknya masing-masing.

    “Satu pohon bisa memberikan keselamatan bagi kehidupan lingkungan kita,” katanya.

    Apalagi sejumlah wilayah di Kalsel kerap dilanda bencana banjir yang salah satunya diakibatkan kerusakan lingkungan dari kurangnya daya serap air tanah melalui pohon.

    Baca: Konservasi hutan di Sumatera

    Oleh karena itu, Fathimatuzzahra mengajak semua orang bisa beramal untuk perbaikan lingkungan dengan menanam pohon meski hanya satu batang.

    Kayu putih kerap dimanfaatkan untuk bahan baku prodak minyak kayu putih yang dipercaya masyarakat berkhasiat menghilangkan bengkak dan nyeri, radang usus, diare hingga asam.

    Kayu putih  merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil).

    Tumbuhan kayu putih terutama tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara.

    Baca: Gerakan menanam pohon nasional dicanangkan di Pulo Gadung

    Namun demikian, budidaya tanaman kayu putih dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas.

    Nama kayu putih diambil dari warna batangnya yang memang putih. Kayu putih dikenal dalam bahasa Melayu sebagai gălam, di Ternate sebagai bajule, di Seram sebagai sakelan, dan di Ambon dengan berbagai nama yaitu kilam, elan dan ilan.

    Minyak kayu putih diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya.

    Sumber: Antaranews.com.

  • Hutan di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Dihijaukan Kembali

    Hutan di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Dihijaukan Kembali

    7cloud.asia – Sejumlah warga dan relawan melakukan penghijauan dengan menanam ratusan bibit pohon di kawasan hutan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb).

    Penanaman pohon ini dilakukan di Dusun Margomulo, Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

    Kawasan konservasi BTNGMb ini mengalami kebakaran hebat pada puncak musim kemarau Oktober 2023 lalu.

    Kepala Resort Ampel BTMGMb Boyolali, Ekowati Urbaningsih, di Boyolali, Selasa (6/2/2024) mengatakan jenis-jenis tanaman yang ditanam untuk penghijauan ada tiga jenis yakni, Puspa, Wilodo, dan Tesek. 

    Baca: Bumikan revolusi hijau DLH Kalsel tanam ribuan pohon kayuputih

    Adapun total pohon yang ditanam sekitar 300 batang.

    “Di kawasan konservasi taman nasional, diupayakan jenis-jenis tanaman yang endemik atau asli yang ada di Gunung Merbabu,” ujar Eko seperti dikutip Antaranews.com.

    Penanaman bibit pohon di kawasan hutan yang kebakaran Gunung Merbabu tersebut dengan melibatkan warga Dusun Timboa atau Dusun Margomulo, Desa Ngadirojo, kemudian komunitas, dan relawan lintas daerah.

    Dia mengatakan penanaman pohon tersebut karena di Gunung Merbabu pada Oktober 2023, terjadi kebakaran hutan lumayan besar yang melanda sebagian wilayah di daerah Ngadirojo ini.

    Baca: Mengenal gerakan menanam sejuta pohon sedunia

    Kebakaran ini mengakibatkan vegetasi di kawasan yang terbakar rusak parah. Sehingga penghijauan ini untuk mengembalikan ekosistem yang kemarin terbakar.

    “Jadi untuk mengganti vegetasi yang ada di kawasan dengan tanaman yang baru, sehingga dengan harapan ekosistem bisa pulih kembali di kawasan itu,” katanya.

    Ketua Relawan Basecamp Timboa atau Desa Ngadirojo Boyolali Jarwanto mengatakan kegiatan penanaman ini melibatkan warga setempat, lintas komunitas dan relawan dari berbagai daerah.

    Ia mengatakan, sebelum kebakaran terjadi kondisi di lereng Merbabu hijau oleh berbagai macam vegetasi.

    Baca: Konservasi tanaman langka di Sumatera

    “Pohonnya tinggi-tinggi. Tapi, setelah terjadi kebakaran yang lumayan hebat sehingga kondisi gersang karena tidak ada pohon satupun yang tumbuh,” ujarnya.

    Sehingga, warga setempat dan relawan berinisiatif untuk mengadakan penanaman pohon guna memulihkan ekosistem yang rusak karena terjadi kebakaran sebelumnya.

    Jarwanto menambahkan ada beberapa manfaat dengan melakukan penanaman kembali di lereng Gunung Merbabu.

    Pertama untuk mencegah banjir bandang dari lereng gunung karena kondisinya yag saat ini gundul.

    Selanjutnya, kondisi hutan yang gundul mempengaruhi mata air sehingga debitnya jauh berkurang. Sehingga dengan reboisasi ini diharapkan dapat mengatasi hal tersebut.

    Baca: Dampak El Nino ratusan hektar hutan hangus terbakar

    Dan, ketiga dengan hutan yang hijau dapat mencegah satwa monyet turun ke kampung yang merusak tanaman pertanian milik warga setempat.

    Jadi penghijauan ini diharapkan agar mata air tetap terjaga dan satwa liar bisa naik kembali ke alamnya.

    “Akibat kebakaran hutan di Gunung Merbabu banyak monyet dan lutung turun merusak ke lahan pertanian milik warga setempat,” katanya.

    Jarwanto berharap kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Merbabu tersebut akan berkelanjutan hingga hutan di Merbabu kembali hijau seperti sebelum terjadi kebakaran.

    Sumber: Antaranews.com 

  • Kurangi Emisi GRK, Siti Nurbaya Ajak Generasi Y dan Z Menanam Pohon

    Kurangi Emisi GRK, Siti Nurbaya Ajak Generasi Y dan Z Menanam Pohon

    7cloud.asia – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar mengajak generasi muda Y dan Z menanam pohon sebagai upaya pengendalian perubahan iklim dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

    Melansir Antaranews, Menteri Siti Nurbaya mengatakan upaya ini dilakukan melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, dengan harapan pada 2030 di sektor kehutanan tidak akan ada lagi emisi GRK.

    Sebab sudah seimbang antara karbon yang sudah diserap dan oksigen yang dihasilkan.

    Baca: Upaya pengurangan emisi GRK di bidang kelautan

    “Kenapa penting mengajak generasi muda? Karena memang saya kira hasil dari persepsi publik, juga yang dihasilkan oleh media. Generasi muda Y dan Z itu punya ketertarikan. Dia kepo-nya tinggi, sensivitasnya tinggi, respons atas satu persoalan juga tinggi,” jelas Siti di IPB Convention Center, Bogor Rabu (07/02/2024).

    Selanjutnya Siti menjelaskan sifat dan sikap generasi muda Y dan Z itu sangat positif. Jumlah mereka cukup besar dalam rentang usia 10 hingga 45 tahun.

    Politikus Partai Nasdem ini mencontohkan jika satu anak bisa menanam 25 pohon seumur hidupnya, jika dikalikan jumlah pohon yang akan tumbuh nanti bisa mencapai ratusan juta pohon.

    Sumber bibitnya, kata dia, bisa didapatkan dari pusat persemaian besar dengan skala produksi 12 juta hingga 16 juta bibit per tahun yang ada di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor.

    “Penduduk kita kan 278 juta sekarang. Itu tahun 2023 tercatat segitu (278 juta). Anggaplah anak SD mulai enam tahun tanam pohon, itu sudah banyak sekali,” paparnya.

    Baca: Perubahan iklim akibat emisi GRK picu krisis air

    Di samping itu Menteri Siti Nurbaya menyebut generasi muda Y dan Z ini merupakan generasi muda Indonesia yang dipersiapkan untuk Indonesia Emas 2045.

    Apabila generasi muda ini tidak dipersiapkan dengan baik, menurut dia, dikhawatirkan para generasi muda malah menjadi tidak produktif.

    “Padahal di 2030 Indonesia kalau dari hitung-hitungan energi dan emisi GRK, itu Indonesia akan mencapai puncak membangun di 2030. Sesudah 2030 kita mungkin sudah bisa masuk ke negara yang maju,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Atasi Masalah Sampah, Pemkab Jember Gelar Aksi Tukar Sampah dengan Bibit Pohon

    Atasi Masalah Sampah, Pemkab Jember Gelar Aksi Tukar Sampah dengan Bibit Pohon

    7cloud.asia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup bersama sukarelawan peduli lingkungan melakukan aksi gerakan menukar sampah plastik dengan bibit pohon.

    Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2024 oleh komunitas peduli lingkungan dari World Clean Up Day Indonesia (WCDI) dan para pelajar.

    Selain itu juga dilakukan doa bersama untuk korban bencana sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jatim.

    Baca: Pemkot Bandung rekrut warga untuk kelola sampah

    “Kami melibatkan para pelajar, relawan, dan para pemulung untuk kegiatan sedekah sampah plastik untuk bumi karena sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis akan dijual dan hasilnya akan dibelikan bibit pohon untuk ditanam kembali,” kata Koordinator TPA Pakusari Dinas Lingkungan Hidup Jember RM Masbut.

    Para pelajar, relawan dan para pemulung tersebut membawa sampah yang ditukarkan dengan bibit pohon yang ditanam di TPA Pakusari agar kawasan tersebut semakin hijau dan rindang dengan banyaknya pepohonan.

    “Kami juga melakukan renungan terhadap korban bencana akibat sampah yang terjadi di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang menewaskan sekitar 157 jiwa,” tuturnya.

    Kejadian kelam di TPA Leuwigajah terjadi akibat tingginya curah hujan dan ledakan gas metana dari tumpukan sampah, sehingga ledakan tersebut menewaskan korban jiwa yang cukup banyak.

    Baca: Memilah sampah sendiri di Sukaluyu, Bandung

    Dalam kegiatan tersebut, para pemulung yang biasa bekerja di TPA Pakusari juga dilibatkan untuk menukar sampah plastik dengan bibit pohon yang ditanam di kawasan TPA setempat.

    “Untuk pertama kalinya para pemulung sampah di TPA Pakusari juga dilibatkan karena mereka yang selalu berkecimpung, memilah-milah sampah dapat mengurangi sampah hingga 7 ton per hari,” katanya.

    Ia menjelaskan persoalan sampah plastik menjadi perhatian utama karena sampah tersebut sulit terurai, sehingga masyarakat diajak memanfaatkan dan mengelola sampah plastik untuk bahan daur ulang yang bernilai ekonomis tinggi.

    Sementara salah seorang pelajar yang ikut dalam kegiatan itu, Febi Ayu Lativa mengatakan aksi penghijauan dengan menukar sampah memberikan edukasi tersendiri bagi para pelajar.

    “Kegiatan itu sangat berguna bagi kami karena mendidik generasi muda untuk bisa melestarikan lingkungan dan mengetahui bagaimana cara mengolah atau mendaur ulang sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews

  • Tanam Pohon Serentak, Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

    Tanam Pohon Serentak, Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Ada banyak cara yang dapat dilakukan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Salah satunya dengan menanam pohon serentak seperti yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

    Penanaman pohon ini dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-41 yang juga dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Penanaman serentak sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan merupakan upaya memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon atau tanaman,” jelas Siti Nurbaya.

    Melansir Antaranews, Siti dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Menteri LHK Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Tasdiyanto Rohadi mengatakan penanaman serentak tak hanya menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

    Baca: Menteri Siti ajak gen Y dan gen Z tanam pohon

    Penanaman serentak juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat umum atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan khususnya kegiatan penanaman pohon.

    Penanamn pohon ini perlu dilakukan karena pohon memiliki manfaat multiguna untuk seluruh makhluk hidup.

    Pohon tidak hanya sebagai penyedia oksigen, tetapi juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya di bumi.

    Pohon juga bermanfaat bagi kehidupan manusia dan alam semesta. Selain itu, pohon juga berperan penting dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca, sumber kehidupan makhluk hidup.

    Manfaat lain pohon adalah untuk menyimpan air, menjaga suhu udara, meredam kebisingan, dan mengurangi terjangan angin. Pohon juga menjadi solusi atas berbagai persoalan polusi udara.

    Baca: Dinas kehutanan Kalsel tanam 1500 pohon

    Dampak perubahan iklim secara nyata sudah dirasakan seperti suhu udara yang panas, musim kemarau yang berkepanjangan dan lain-lain.

    Karena itu keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup.

    “Ini adalah langkah positif untuk merestorasi dan melindungi lingkungan. Kita tidak hanya memberikan manfaat bagi bumi, tetapi juga menciptakan warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

    Indonesia sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global.

    Hutan merupakan salah satu kunci untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mendinginkan udara dan melindungi dari kekeringan, panas ekstrem, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati, atau Triple Planetary Crisis.

    Baca: KLHK siapkan lebih dari 2 ribu bibit untuk refleksi akhir tahun

    karena itu, dalam memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-41, Siti mengajak seluruh rimbawan baik di Kementerian LHK, pemerintah daerah, bisnis leaders dan para aktivis, para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat bekerjasama memberikan  kontribusi pemikiran dan kegiatan nyata di tingkat tapak secara masif dan terukur.

    Menurutnya, Indonesia memandang sangat penting untuk memastikan bahwa komitmen-komitmen tersebut dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

    “Salah satunya dengan menanam dan memelihara pohon sebanyak mungkin,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani