Bumikan Revolusi Hijau: Dinas Kehutanan Kalsel Tanam 1500 Pohon Kayu Putih

Written by

in

7cloud.asia – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penanaman sebanyak 1.500 bibit pohon  kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron).

Penanaman pohon kayu putih secara massal ini dilakukan di lahan milik Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel di Jalan Golf, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

“Penanaman pohon kayu putih ini menjadi bagian dari membumikan gerakan revolusi hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel Paman Birin,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Senin (15/1/202).

Baca: Memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia

Dia berharap, gerakan penanaman pohon kayu putih di awal tahun ini dapat dimaksimalkan untuk menambah perbaikan lingkungan dan tutupan lahan.

Kemudian aksi tanam pohon juga memberikan edukasi ke masyarakat agar melakukan hal serupa di lahan miliknya masing-masing.

“Satu pohon bisa memberikan keselamatan bagi kehidupan lingkungan kita,” katanya.

Apalagi sejumlah wilayah di Kalsel kerap dilanda bencana banjir yang salah satunya diakibatkan kerusakan lingkungan dari kurangnya daya serap air tanah melalui pohon.

Baca: Konservasi hutan di Sumatera

Oleh karena itu, Fathimatuzzahra mengajak semua orang bisa beramal untuk perbaikan lingkungan dengan menanam pohon meski hanya satu batang.

Kayu putih kerap dimanfaatkan untuk bahan baku prodak minyak kayu putih yang dipercaya masyarakat berkhasiat menghilangkan bengkak dan nyeri, radang usus, diare hingga asam.

Kayu putih  merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil).

Tumbuhan kayu putih terutama tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara.

Baca: Gerakan menanam pohon nasional dicanangkan di Pulo Gadung

Namun demikian, budidaya tanaman kayu putih dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas.

Nama kayu putih diambil dari warna batangnya yang memang putih. Kayu putih dikenal dalam bahasa Melayu sebagai gălam, di Ternate sebagai bajule, di Seram sebagai sakelan, dan di Ambon dengan berbagai nama yaitu kilam, elan dan ilan.

Minyak kayu putih diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya.

Sumber: Antaranews.com.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *