Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia, Ini yang Dilakukan Belantara untuk Lestarikan Hutan Sumatera

Written by

in

7cloud.asia – Memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon sedunia, pada 10 Januari Belantara Foundation menggagas program “Forest Restoration Project: SDGs Together”

Program “Forest Restoration Project: SDGs Together” ini hasil kerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Kelompok Tani Hutan Tahura Sultan Syarif Hasyim dengan didukung oleh APP Group 

Program “Forest Restoration Project: SDGs Together” berupa penanaman dan perawatan pohon ini dilakukan  di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), wilayah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Riau.

Forest Restoration Project: SDGs Together merupakan program yang dijalankan melalui donasi sebagian hasil penjualan produk APP Group kepada Belantara Foundation.

Dana yang diterima digunakan untuk menanam serta memelihara bibit pohon spesies asli dan langka yang perlu dilestarikan di hutan Sumatra yang telah terdegradasi akibat aktivitas ilegal dan kebakaran hutan.

Baca: Konservasi tanaman langka di Sumatera

Program donasi Forest Restoration Project: SDGs Together ini telah berjalan sejak Agustus 2020.

Inisiatif ini mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs) salah satunya target ke 15, yaitu melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem dan target ke 17 yaitu menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Program tersebut berfokus pada penanaman dan perawatan pohon, serta perlindungan kawasan secara lestari dan berkelanjutan. Saat ini, Forest Restoration Project: SDGs Together telah berjalan selama tiga tahun.

Dalam tiga tahun terakhir, telah dilakukan penanaman dan perawatan bibit pohon sebanyak 31.391 pohon seluas 94 ha.

Kegiatan lain yang telah dilakukan yaitu memasang papan nama proyek, membangun rumah pembibitan, membangun pondok kerja, patroli hutan, memberikan peningkatan kapasitas bagi masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi.

Baca: Gerakan tanam pohon bersama di kawasan industri Pulogadung

Setidaknya ada 31 jenis pohon yang telah ditanam dalam program ini,  seperti merawan (Hopea mengarawan), ramin (Gonystylus bancanus) dan balam (Palaquium burckii) yang masuk ke dalam status kategori kritis / Critically Endangered (CR).

Juga ada pohon balangeran (Shorea balangeran) masuk ke dalam kategori rentan / Vulnerable (VU) dan meranti lambai (Shorea acuminata) masuk ke dalam kategori hampir terancam punah / Near Threatened (NT) menurut daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna mengatakan bahwa restorasi hutan merupakan salah satu langkah efektif untuk memitigasi perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan pangan

Restorasi hutan juga menjaga suplai air serta melindungi keanekaragaman hayati.

“Kami ingin mempromosikan restorasi hutan untuk turut berkontribusi dalam aksi iklim global,” ujarnya dalam keterangan  tertulis yang diterima Rabu (10/1/2024).

Baca: Menghijaukan Jakarta dengan ruang terbuka hijau

Dolly menambahkan, restorasi hutan perlu memerhatikan dimensi sosial-ekonomi masyarakat sehingga tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis..

Restorasi hutan juga harus  mengembalikan fungsi hutan sebagai sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar sehinga tata kelolanya harus cermat.

“Restorasi hutan dapat mendukung pemulihan fungsi hutan sebagai penyedia manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat”, kata Dolly.

Senada dengan Dolly, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, mengemukakan bahwa upaya untuk memulihkan ekosistem hutan, khususnya di Tahura SSH menjadi tanggung jawab bersama.

Tak hanya pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat saja, pihak swasta dan masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam upaya tersebut.

“Dengan adanya pemulihan hutan, maka ekosistem hutan dapat berkontribusi untuk upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mendukung pemenuhan Nationally Determined Contribution (NDC) Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon di Provinsi Riau”, ujar Sri.

Baca: Kenali hutan kota di tengah Jakarta

Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba menegaskan, swasta turut berperan dalam mendukung program restorasi hutan dan biodiversitas di Indonesia dengan berkolaborasi dengan pihak terkait.

Hal ini juga dalam upaya mendukung pemerintah mencapai NDC termasuk FOLU Net Sink 2030.

Kolaborasi multi-pihak, baik dari dalam maupun luar negeri pada program restorasi, merupakan salah satu upaya mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan.

“Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030 yang telah kami canangkan,” tambah Elim.

Pada tingkat global, peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia dilakukan pertama kali pada 10 Januari 1872.

Baca: Hutan kota bernama Kebun Raya Mangrove

Pada tingkat nasional, peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia dilakukan pertama kali di Indonesia pada 10 Januari 1993.

Tujuan utama Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menanam dan merawat pohon sebagai salah satu aksi pelestarian alam dan lingkungan hidup yang ada di lingkungan sekitar.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *