Tag: Slow Living

  • Kurangi Tekanan Hidup di Kota yang Sibuk dengan Slow Living

    Kurangi Tekanan Hidup di Kota yang Sibuk dengan Slow Living

    7cloud.asia – Di dunia yang serba cepat saat ini, kita seolah terjebak dalam tekanan terus-menerus untuk menjadi produktif, efisien, dan selalu “aktif”. dalam kondisi seperti ini, sejumlah orang mencoba untuk mengurangi tekanan dengan menjalani gaya hidup slow living

    Bagi mereka yang telah menemukan manfaat dari hidup perlahan atau slow living, imbalannya jelas: ketenangan pikiran yang lebih besar, hubungan yang lebih dalam dengan orang yang dicintai, dan tujuan serta makna hidup yang diperbarui.

    Ted Talks tentang slow living kali ini akan memberi kita inspirasi yang kita butuhkan untuk selalu berusaha menjalani hidup yang lebih penuh.

    Pada intinya, slow living adalah tentang merangkul pendekatan hidup atau menjalani hidup yang lebih disengaja/direncanakan dan dijalankan dengan penuh perhatian.

    Baca: Mengapa orang berpaling ke frugal living?

    Slow living melibatkan memperlambat, menyederhanakan hidup kita, dan lebih hadir pada saat ini.

    Slow living dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari berlatih meditasi kesadaran hingga melepaskan diri dari teknologi dan menghabiskan lebih banyak waktu di alam.

    Mungkin kamu bertanya, mengapa kita harus mencoba slow living? Salah satu manfaat utama dari slow living adalah mengurangi stres dan kecemasan.

    Ketika kita memperlambat dan fokus pada saat ini, maka kita menjadi lebih sadar akan pikiran dan emosi kita dan lebih mampu mengelolanya.

    Slow living juga dapat menghasilkan rasa tenang dan sejahtera yang lebih besar, dan dapat membantu kita untuk mengatasi tantangan dan kemunduran hidup yang tak terelakkan dengan lebih baik.

    Baca: Mereka mencari kebahagiaan dengan menjalani gaya hidup minimalis

    Hidup perlahan atau slow liviing juga dapat membantu kita memperdalam hubungan kita dengan orang lain.

    “Ketika kita melambat dan meluangkan waktu untuk percakapan yang bermakna dan berbagi pengalaman, kita membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang-orang terkasih dan memupuk rasa kebersamaan yang lebih besar,” demikian Ted talks

    Dilansir di prettyslow.life, slow living dapat mengarah pada kebahagiaan dan kepuasan yang lebih besar dalam hidup, serta rasa memiliki dan tujuan yang lebih besar.

    Manfaat lain dari slow living adalah kesempatan untuk memupuk hasrat dan minat kita.

    “Saat kita memprioritaskan hidup lambat, kita menciptakan lebih banyak ruang dalam hidup kita untuk hal-hal yang benar-benar penting bagi kita, baik itu kegiatan kreatif, aktivitas di luar ruangan, atau menghabiskan waktu bersama orang tersayang,” imbuh Ted.

    Baca: Dampak gaya hidup konsumtif untuk lingkungan

    Dengan meluangkan waktu untuk memupuk hasrat dan minat kita, kita dapat menemukan kebahagiaan dan kepuasan yang lebih besar dalam hidup.

    Kehidupan yang lambat menawarkan penangkal yang ampuh untuk kesibukan dan tekanan kehidupan modern yang terus-menerus.

    Dengan memperlambat, menyederhanakan hidup kita, dan menjadi lebih penuh perhatian dan niat dalam tindakan kita, kita dapat memupuk kedamaian pikiran yang lebih besar. 

    Dengan menjalani slow living kita juga dapat membangun hubungan yang lebih dalam dengan orang yang kita cintai, dan tujuan serta makna hidup yang diperbarui. Jadi jika kamu merasa lelah dengan hidupmu, kenapa tidak mencoba slow living?

    Sumber: prettyslow.life baca artikel asli di sini

    Baca: 17 langkah jalani gaya hidup ramah lingkungan

     
  • Cara Sederhana Memulai Slow Living, Jangan Salah Mengartikan dengan Bermalas-malasan

    Cara Sederhana Memulai Slow Living, Jangan Salah Mengartikan dengan Bermalas-malasan

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu 7cloud.asia menulis tentang upaya sebagian orang untuk mulai menjalani hidup dengan lebih perlahan atau yang dikenal dengan slow living.

    Mungkin di antara pembaca ada yang bertanya-tanya, apakah gaya hidup slow living ini bisa diterapkan di tengah hidup yang sudah telanjur sibuk? Jawabannya adalah ya, gaya hidup slow living bisa diterapkan di hidup yang sibuk.

    Dilansir di prettyslow.life, kita dapat mulai menerapkan gaya hidup slow living dengan melakukan perubahan kecil ke dalam rutinitas harian kita, seperti meluangkan waktu untuk jeda sejenak.

    Manfaatkan saat jeda untuk memulai gaya hidup slow living itu, benar-benar untuk diri sendiri. Ambil napas dalam-dalam, renungkan semua yang patut disyukuri dan apa yang telah kita kerjakan dan capai.

    Lalu secara bertahap mulailah membangun perubahan yang lebih signifikan menuju slow living yang sebenarnya, seperti mengurangi waktu di dunia maya, melakukan hobi kreatif atau meluangkan lebih banyak waktu dengan keluarga dan kolega kita.

    Baca: Mungkinkah menerapkan hidup perlahan di kota yang hectic?

    Menjalani slow living, kita akan menemukan keseimbangan dalam hidup kita yang mendukung kesejahteraan dan kebahagiaan. Mempraktikkan gaya hidup slow living juga memberikan sejumlah manfaat bagi kesejahteraan fisik, mental, dan emosional kita. 

    Oleh beberapa orang, gaya hidup slow living ini disalahpahami sebagai hidup dengan bersantai-santai dan tidak produktif.

    Padahal sejatinya slow living tidak seperti itu. Slow living menawarkan pendekatan hidup yang lebih seimbang dan disengaja atau terencana.

    Slow living berfokus pada perawatan diri sendiri, lebih penuh perhatian dan terhubung dengan sekitar kita dan tidak hanya mengejar produktivitas dan konsumsi.

    Baca: Gaya hidup minimalis dianggap solusi drai dunia yang materialistik

    Ada kesalahpahaman umum, bahwa slow living berarti malas-malasan. Ini juga keliru, karena sejatinya slow living adalah membangun kesadaran dalam menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

    Slow living adalah menjalani hidup dengan memprioritaskan perawatan diri, keterhubungan dengan lingkungan sekitar dan pekerjaan yang bermakna.

    “Individu yang mempraktikkan gaya hidup perlahan atau slow living bisa sama produktif dan suksesnya dengan gaya hidup serba cepat,” tulis prettyslow.life.

    Ada juga yang beranggapan slow living hanya cocok untuk mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau kota kecil.

    Baca: Ini yang mendorong orang berpaling ke gaya hidup frugal living

    Anggapan tersebut juga tidak benar, meski memang slow living akan lebih mudah dipraktikkan di lingkungan pedesaan atau kota kecil.

    Slow living tidak eksklusif untuk lingkungan ini. Slow living bisa dipraktekkan di lingkungan manapun, baik itu di kota besar, kota, pinggiran kota, atau pedesaan.

    Salah kaprah lain soal slow living adalah menyerah teknologi: Meskipun benar bahwa hidup lambat menekankan penggunaan teknologi lebih disengaja dan hati-hati, itu tidak berarti menyerah sepenuhnya.

    “Slow living mendorong individu untuk menggunakan teknologi dengan cara yang mendukung kesejahteraan mereka, daripada membiarkannya mengendalikan hidup mereka,” tulis prettyslow.life

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih memanusiakan

    Ada juga yang beranggapan slow living hanya cocok untuk orang kaya yang secara materi tidka lagi menghadapi masalah.

    Padahal slow living dapat dilakukan oleh siapa saja, miskin ataupun kaya tanpa memandang tingkat pendapatan. Semua tergantung pada pikiran dan konsep kita menjalani hidup.

    Aspek-aspek tertentu dari hidup perlahan atau slow living, seperti makanan organik atau mode berkelanjutan memang lebih mahal tetapi karena bermanfaat dalam jangka panjang maka secara ekonomi juga lebih menguntungkan.

    Slow living pada akhirnya adalah tentang memprioritaskan apa yang paling penting bagi kita dan menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan lebih memuaskan.

    Baca: Seperti ini kriteria kota yang ramah lansia

     

     

     

     

  • Mulai Jalani Slow Living Sekarang dan Rasakan Sederet Manfaat Ini

    Mulai Jalani Slow Living Sekarang dan Rasakan Sederet Manfaat Ini

    7cloud.asia – Menjalani hidup secara lebih perlahan atau slow living kini sedang dilirik banyak orang di negara maju. 

    Berbeda dengan gaya hidup yang serba cepat, slow living memiliki beberapa perbedaan baik dalam cara menjalani hidup, mengonsumsi makanan, memilih pakaian maupun dalam menjalin relasi.

    Dalam menjalani hidup, slow living memprioritaskan kualitas dan lebih  menikmati saat ini, daripada terburu-buru dari satu tugas ke tugas lainnya. 

    Slow living juga sangat mementingkan perhatian, selalu berusaha hadir pada saat ini dengan mencurahkan segala pikiran, perasaannya pada yang terjadi saat ini. 

    Baca: Lelah dengan dunia yang sibuk, turunkan pace kamu dengan slow living 

    Dalam hal mengonsumi, slow living mempromosikan pendekatan konsumsi yang lebih sadar dan fokus pada kualitas daripada kuantitas.

    Slow living berarti meluangkan waktu untuk menghargai hal-hal yang sudah dimiliki daripada terus-menerus mencari lebih banyak barang baru lainnya.

    Dalam hal relasi, slow living menekankan pentingnya keterhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Ini bisa termasuk menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai, terhubung dengan alam, terhubung hobi dan minat. 

    Intinya, slow living menawarkan pendekatan hidup yang lebih seimbang dan disengaja, berfokus pada perawatan diri, perhatian penuh, dan koneksi, daripada produktivitas dan konsumsi.

    Baca: Slow living bukan berarti bermalas-malasan

    Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dengan menjalani slow living, berikut beberapa di antaranya sebagaimana dikutip dari prettyslow.life: 

    1. Mengurangi stres dan kecemasan

    Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, fokus pada saat ini dan menurunkan kecepatan dapat menumbuhkan rasa tenang dan relaksasi.

    2. Kesehatan mental

    Slow living menekankan perhatian dan perawatan diri. Dengan merawat diri sendiri, terlibat dalam aktivitas yang membawa kegembiraan, dan menumbuhkan tujuan, individu dapat mengalami kebahagiaan, kepuasan, dan kesejahteraan yang lebih besar.

    Baca: Mengapa orang makin melirik frugal living

    3. Kesehatan fisik 

    Slow living mengurangi risiko penyakit kronis, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kebugaran fisik. Ini karena slow living mendorong kebiasaan sehat, seperti olahraga teratur dan diet seimbang.

    4. Hubungan yang lebih kuat

    Slow living menekankan koneksi dan interaksi sosial membantu memperkuat hubungan dengan orang yang dicintai sehingga dapat menumbuhkan rasa memiliki dan dukungan.

    5. Peningkatan kreativitas

    Slow living memungkinkan lebih banyak waktu dan ruang untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan mengejar semangat kreatif. Dengan terlibat dalam kegiatan seperti menulis, melukis, atau musik, individu dapat mengalami rasa kepuasan dan tujuan yang lebih besar.

    Baca: Dunia kian sibuk, orang cari kedamaian lewat gaya hidup minimalis 

  • Tips Menjalani Slow Living di Kota Besar Macam Jakarta

    Tips Menjalani Slow Living di Kota Besar Macam Jakarta

    7cloud.asia – Mungkinkah menjalani hidup perlahan atau slow living di kota besar yang sibuk macam Jakarta, Medan atau Surabaya? Pertanyaan itu sering dilontarkan oleh banyak orang. 

    Ya, orang berpikir slow living hanya mungkin diterapkan jika kita tinggal di kota kecil atau kawasan pedesaan yang tenang. “Nggak mungkin slow living diterapkan di Jakarta,” demikian kata banyak orang.

    Padahal sejatinya slow living tetap bisa kita jalani meski kita tinggal di kota besar seperti Jakarta. Bagaimana caranya? Mulai hari ini, 7cloud.asia akan secara  membagikan tips untuk memulai slow living di kota besar.

    Baca: Redakan tekanan kota yang sibuk dengan jalani hidup slow living

    Dilansir vanillapapers.net , slow living dapat kita bangun dengan memulai hari dengan tenang. Pagi yang tergesa-gesa dan tidak terencana bisa mengacaukan seluruh hari kamu. 

    Jadi mulai sekarang, mulai hari kamu dengan tenang dan perlahan. Ciptakan rutinitas pagi yang lambat sebagai suatu yang otomatis seperti halnya menyikat gigi.

    Rutinitas pagi yang baik akan menentukan irama hari kamu, membuat kamu berenergi dan lebih siap untuk menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari. Seperti itulah slow living akhirnya dijalani.

    Baca: Salah kaprah soal slow living

    Kamu mungkin harus bangun lebih awal untuk membentuk waktu sejenak untuk menulis jurnal, bermeditasi, atau melakukan peregangan yoga.

    Tapi waktu bangun pagi itu akan terbayar sepanjang hari. Ini akan meningkatkan produktivitas dan membuat kamu lebih membumi untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri dan orang di sekitar kamu.

    Jadi siapkan kopi dan sarapan sehat dengan tenang. Jika mungkin lakukan sesi meditasi sejenak sebelum memulai hari kamu. 

    Baca: Manfaat menjalani slow living

    Berikut adalah beberapa praktik rutinitas pagi yang tenang untuk mulai menjalani slow living :

    1. Lakukan sesi meditasi terpandu selama 5 menit 

    2. Setel pengatur waktu selama 15 menit dan isi halaman dengan semua hal yang kamu syukuri.

    3. Atau buat daftar semua hal positif yang kamu nantikan hari ini (walaupun itu hanya istirahat makan siang yang menyenangkan).

    4. Lakukan  peregangan di tempat tidur bersama dengan video YouTube untuk mempersiapkan tubuhmu menghadapi hari ini. 

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis lebih ramah lingkungan

    (Sumber: vanillapapers.net)

  • Kiat Menerapkan Slow Living di Dunia Kerja yang Sibuk

    Kiat Menerapkan Slow Living di Dunia Kerja yang Sibuk

    7cloud.asia – Bagi pekerja perusahaan, pasti sudah pernah menjawab “Saya tak ada waktu” saat ada teman mengajak hanging out. Tapi jawaban itu mungkin tak akan kamu lontarkan jika kamu menerapkan konsep slow living di dunia kerja.

    Ya, tatanan masyarakat modern telah mengurangi nilai kita sebagai manusia. Kita ditakar dari apa yang kita hasilkan atau apa yang kita miliki. Jika lelah dengan semua itu maka tak ada salahnya menjalani slow living di dunia kerja. 

    Tapi bagaimana konsep slow living diterjemahkan ke kehidupan nyata atau dunia kerja yang telanjur sibuk? Itu mungkin yang kamu lontarkan.

    Tak usah galau, karena ada cara yang tak terlalu rumit untuk mengubah hidup kita termausk dunia kerja kita menjadi lebih perlahan dengan slow living.

    Baca: Kiat memulai hari ala penganut slow living

    Dilansir vanillapapers.net, konsep slow living adalah tentang mengubah pola pikir kamu dan membuat perubahan kecil namun konsisten dalam hidup, termasuk di dunia kerja.

    Konsep slow living adalah membuat hidup kita berjalan lebih tenang dan smooth  dengan cara kita sendiri.

    Berikut adalah tip utama untuk menjalani kehidupan dengan konsep slow living dan lebih penuh perhatian yakni fokus pada dampak bukan pada kesibukan.

    Rapat terus-menerus, pemberitahuan berdengung, dan email yang mengisi begitu banyak tempat kerja adalah lingkungan kerja yang buruk.

    Baca: Jalani hidup yang lebih tenang dengan konsep slow living

    Tugas yang tiada putus adalah gangguan terburuk untuk kita yang ingin fokus pada pekerjaan.

    Jika kamu pernah tiba lebih awal di kantor dan menghasilkan pekerjaan yang berharga hanya dalam beberapa jam, kamu akan tahu kekuatan konsentrasi.

    Pekerjaan adalah sumber dari begitu banyak stres. Beban pekerjaan begitu mudah membuat kita  seolah terus-menerus sibuk tanpa banyak yang bisa kita  tunjukkan.

    Meski kamu tidak dapat menonaktifkan email, ada perubahan sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan menghilangkan kesibukan.

    Baca: Beberapa salah kaprah soal slow living

    Berikut cara menerapkan konsep slow living di tempat kerja:

    1. Tetapkan beberapa waktu tertentu dalam sehari untuk membalas email Anda. Dan curahkan sisa hari Anda untuk pekerjaan yang lebih fokus tanpa terus-menerus memeriksa kotak masuk.

    2. Selesaikan masalah yang sedang berlangsung dengan rekan kerja dengan percakapan nyata alih-alih email bolak-balik tanpa henti.

    3. Lakukan obrolan jujur ​​​​dengan atasan dan beri tahu mereka bagaimana kamu dapat meningkatkan kinerja dengan seharian bekerja dari rumah atau dari lokasi yang bebas gangguan.

    Baca: Gaya hidup minimalis kembali dilirik

    Jika kamu masih belum yakin tips itu bisa diterapkan, maka kamu bisa mendengarkan beberapa podcast ini selama dalam perjalanan ke tempat kerja.

    Podcast ini akan memberikan bekal lebih banyak bagi kamu untuk menerapkan konsep slow living di tempat kerja: 

    Deeps Questions oleh penulis laris Cal Newport menawarkan tips yang sangat berharga untuk meningkatkan konsentrasi dan melakukan pekerjaan yang bermakna. Podcast Newport mencakup wawancara mendalam dengan para pakar kreativitas, pekerjaan mendalam vs kedangkalan, disiplin dan kebiasaan.

    Esensialisme oleh Greg McKeown adalah podcast hebat lainnya untuk siapa saja yang sibuk tetapi tidak terlalu produktif. McKeown mengeksplorasi cara melakukan lebih sedikit, tetapi lebih baik. 

    Jadi selamat mencoba menerapkan konsep slow living dan rasakan hasilnya.

    Baca: Lima prinsip dasar frugal living

  • Memulai Konsep Slow Living dari Rumah Sendiri

    Memulai Konsep Slow Living dari Rumah Sendiri

    7cloud.asia – Selamat sore, kali ini kita akan kembali membahas konsep slow living.

    Setelah membahas apa itu konsep slow living dan manfaatnya bagi kesehatan mental, kali ini kita akan meninjau penerapan konsep ini dalam keseharian kita di rumah.

    Slow living adalah tentang mengambil pendekatan yang lebih lambat dalam kehidupan sehari-hari. Itu bisa mencakup apa saja, mulai dari makan dengan penuh perhatian hingga merencanakan liburan yang tak biasa.

    Baca: Kiat memulai hari dengan konsep slow living

    Banyak orang bilang bahwa slow living adalah membangun seperangkat nilai yang mengatakan bahwa lebih cepat tidak selalu lebih baik.

    Untuk mengubah keseharianmu menjadi lebih slow, kita harus meyakini bahwa slow living adalah tools yang tak ternilai yang membantu kita mengelola stres, tetap membumi, dan mengingat prioritas hidup kita.

    Ini adalah pola pikir yang menempatkan kedalaman dan makna di atas atau jauh lebih penting ketimbang sekadar konsumsi, pencapaian dan apalagi kecepatan.

    Baca: Begini cara menerapkan konsep slow living di tempat kerja

    Jadi, berikut kiat untuk menjalani kehidupan yang lebih lambat sebagaimana dikutip dari vanillapapers.net: 

    1 Jadikan rumah sebagai sanctuary

    Tinggal di kota yang sibuk dan bergerak cepat, rumah yang tenang merupakan tempat perlindungan dari dunia luar.

    Lingkungan yang bersih dan bebas kekacauan memungkinkan kita untuk memulihkan diri dari tuntutan pekerjaan, anak-anak, dan kehidupan sehari-hari.

    Rumah yang kekacauan akan menambah kecemasan dan beban kita, jadi lakukan langkah berikut ini untuk membuat rumah yang membantu memulai slow living:

    – Rapikan ruangan sejenak tapi secara rutin agar tetap rapi bahkan saat sedang sibuk.
    – Pilih beberapa barang kesayangan untuk ditampilkan. Ruang bebas kekacauan harus tetap indah dan tidak kosong.
    – Jaga kebersihan rumah dan rasakan dampaknya bagi kesehatan mental. Debu dan tumpukan cucian hanya akan menambah beban pikiran. Jadi jangan biarkan semuanya menumpuk sampai kamu punya waktu luang. 

    Baca: Beberapa salah kaprah soal slow living

    2. Ciptakan oasis 

    Tanaman dapat mengurangi tingkat stres, jadi coba membangun oasis hijau di rumahmu. Nikmati manfaat daun palem dan pakis yang mengubah hidup.

    Cobalah membuat taman dengan beberapa tanaman yang mudah dirawat saat Anda sedang sibuk. Hiasi balkon dengan pot pohon palem dan letakkan beberapa kursi santai untuk menciptakan oasis.

    Jika tak memiliki taman atau balkon, bawalah beberapa tanaman indah ke ruang tamu dan lapisi kusen jendela dengan tanaman hijau.

    Tanaman ini akan menghadirkan oasis yang menghadirkan manfaat tak ternilai. Bahkan jika itu berarti hanya beberapa menit sehari di sana. 

    Baca: Temukan ketenangan di kota yang sibuk dengan slow living

    3. Luangkan waktu ‘jeda’ setiap hari
    Kita akan gagal mengubah hidup jika hanya melakukannya setiap akhir pekan. Upaya untuk menjadikan keseharian kita secara slow living akan membuahkan hasil yang lebih baik jika kita membuat kebiasaan kecil namun konsisten.

    Menerapkan slow living di kota tidak mudah, untuk itu butuh perubahan pola pikir yang realistis.

    Jadi mulailah dengan lambat dan buat beberapa perubahan kecil yang akan bertambah seiring waktu.

    Suntikkan beberapa saat lambat ke dalam hari kamu, seperti sesederhana menikmati kopi di balkon sebelum memulai hari, atau meditasi ketimbang berselancar di sosial media di pagi hari. 

    Jeda itu juga bisa memanfaatkan istirahat makan siang jauh-jauh dari meja kerja. Ini akan terasa jauh lebih baik beristirahat sehingga kita akan lebih produktif di sore hari.

    Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih memanusiakan

  • Kiat Memanfaatkan Waktu Istirahat Malam dengan Konsep Slow Living

    Kiat Memanfaatkan Waktu Istirahat Malam dengan Konsep Slow Living

    7cloud.asia – Menjalani slow living berarti hadir di saat ini di sepanjang hari. Jadi konsep slow living juga berlaku pada malam hari atau usai jam kerja. 

    Sering kehidupan di kota besar yang tak pernah tidur menggoda kita untuk selalu sibuk. Begadang di malam hari dan terus berurusan dengan tumpukan pekerjaan, atau malah nongkrong di saat seharusnya kita beristirahat.

    Ingat! Semua itu tidak sejalan dengan konsep slow living. Jadi ketika selesai dengan pekerjaan, segeralah pulang dan nikmati malam itu untukmu.

    Baca: Menerapkan konsep slow living dari rumah

    Singkirkan pikiran-pikiran yang mengganggu bahwa kamu harus produktif setiap saat. Karena slow living adalah mengatur hidup sesuai kebutuhan tubuh kamu.

    Jika dalam perjalanan pulang kamu harus menghabiskan waktu dalam kemacetan, gunakan waktu itu dengan bijak untuk kesehatan fisik dan mental kamu. 

    Coba lakukan meditasi terpandu yang kini banyak ditawarkan aplikasi. Kamu juga bisa menjalankan slow living di kedaraan dengan mendengarkan buku audio yang menarik atau podcast yang menginspirasi.

    Baca: Kiat menjalani slow living di tempat kerja

    Pun, saat kamu harus pergi dari satu rapat ke rapat lainnya, jadikan perjalanan sebagai waktu yang dinanti-nantikan.

    Gunakan untuk mengisi ulang energi kamu dan memperlambat hidup kamu dan rasakan dampak positif untuk produktivitas kamu.

    Jika kamu sering mendapati diri terus-menerus terburu-buru di pagi hari, coba luangkan lebih banyak waktu untuk perjalanan. Atur alarm kamu 15 menit lebih awal.

    Tidak selalu mudah untuk bangun dari tempat tidur lebih awal jika kamu bukan orang yang suka bangun pagi. Tetapi secara perlahan kamu akan merasakan manfaatnya bagi kesehatan mental kamu. 

    Baca: Salah kaprah soal slow living

    Saat tiba di rumah, sepulang kerja kamu mungkin merasa sangat lelah di malam hari sehingga. Kamu mungkin hanya ingin menonton serial TV dan menggulir ponsel sepanjang malam.

    Tapi ingat, cara ini tidak akan benar-benar memulihkan kebugaran kamu. Yang ada kamu malah nggak cukup istirahat.

    Ketimbang asyik berselancar di Ponsel, coba membaca buku yang bagus atau membuat jurnal di malam hari.

    Lewati saja kelelahan awal itu dan habiskan setengah jam melakukan sesuatu yang benar-benar kamu sukai.

    Baca: Mungkinkah menerapkan konsep slow living di kota yang sibuk

    Ini akan membuat waktu istirahat kamu lebih berkualitas ketimbang hanya tidur-tiduran di depan televisi atau berselancar di media sosial.

    Berjam-jam menggulir media sosial tanpa berpikir bisa memicu depresi dan kecemasan.

    Jadi, jika menginginkan malam yang lebih tenang, kurangi waktumu di depan layar dan rasakan hasil yang luar biasa. 

    Mulai sekarang cobalah lewati malam dengan cara yang lebih menghargai keheningan. Tinggalkan aliran hiburan dan konten yang tak akan ada habisnya.

    Baca: Terapkan konsep slow living dan rasakan sederet manfaat ini

    Alih-alih menonton televisi, podcast, dan musik yang selalu diputar di latar belakang kehidupan, mendingan mendengarkan suara alam atau bercakap-cakap dengan keluarga kamu.

    Kamu juga bisa menghabiskan malam dengan menikmati makan malam yang tenang dalam keheningan dan menikmati setiap suap makanan yang kamu santap.

    Seperti itulah cara slow living membuat hatimu tenang.

    Baca: Temukan ketenangan dengan gaya hidup minimalis

     

  • Tuntutan Multitasking Tak Selaras dengan Konsep Slow Living, Begini Cara Menghadapinya

    Tuntutan Multitasking Tak Selaras dengan Konsep Slow Living, Begini Cara Menghadapinya

    7cloud.asia – Bagi banyak orang atau perusahaan multitasking menjadi satu tuntutan atau bahkan kebanggaan. Tapi jika kamu ingin menjalani konsep slow living, multitasking layak ditinggalkan.

    Mengapa? Karena, belakangan pengamat produktivitas menemukan, multitasking tidak berfungsi baik dalam hidup terutama jika kamu ingin menjalani slow living.

    Multitasking membuat konsentrasi kita tersebar dan menjadi tidak fokus, yang ii sangat bertentangan dengan konsep slow living.

    Baca: Cara menerapkan konsep slow living di dunia kerja yang sibuk

    Multitasking bisa membuat pekerjaan kita berantakan, dan ini nggak selaras dengan konsep slow living. Kita butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana. 

    Dan, tak jarang kesalahan konyol menjadi tak terhindarkan akibat tuntutan multitasking.

    Jadi, sekali lagi tinggalkan multitasking jika memang kamu serius ingin menjalani konsep slow living.

    Baca: Memulai hari ala slow living

    Jika masih ragu dengan pernyataan di atas, coba renungkan hal ini. Pernahkah kamu mengalami hari yang super sibuk di tempat kerja yang membuatmu merasa sangat lelah tapi sangat sedikit kemajuan yang kamu capai?

    Bisa jadi ini karena tuntutan multitasking. Dan Kamu tahu besarnya dampak yang ditimbulkan dari kerja yang tidak fokus. 

    Lantas, bagaimana kita bisa lebih fokus saat pekerjaan menuntut kamu bergerak ke sana ke mari dan percakapan/koordinasi terus mengalir tiada henti? 

    Baca: Temukan ketenangan di tengah kota yang sibuk dengan konsep slow living

    Apakah mungkin dalam kondisi seperti ini, kita bisa menjalankan konsep slow living yang menuntut konsentrasi atau dalam istilah lain kita sebut sebagai monotasking.

    Berikut beberapa tips monotasking yang menjadi kebalikan kata multitasking sebagaimana dikutip dari vanillapapers.net:

    Jika terus-menerus merasa tidak produktif, coba bicarakan secara jujur ​​dengan atasan kamu. Jelaskan padanya, bagaimana kamu ingin meningkatkan produktivitas dengan cara kamu.

    Baca: Salah kaprah tentang slow living

    Tekankan bagaimana idemu pada akhirnya akan menghasilkan output yang lebih  berkualitas dan lebih baik.

    Ide itu bisa saja berarti satu hari bekerja dari rumah atau beberapa jam setiap pagi di tempat yang lebih tenang tanpa gangguan. 

    Jika kamu terjebak dalam rantai panjang bolak-balik email tanpa hasil yang terlihat nyata, coba berbicara lewat telepon atau hampiri atau datangi orang yang kamu kirimi email.

    “Seringkali percakapan cepat, jauh lebih efektif daripada rangkaian email yang panjang,” tulis vanillapapers.net.

    Baca: Manfaat yang bakal kamu rasakan dengan jalani konsep slow living

    Mengecek email arau pesan WA juga bisa merusak fokus kamu. Karena itu coba
    matikan notifikasi email dan tahan keinginan untuk memeriksa kotak masuk Anda setiap lima menit.

    Setel pengatur waktu dan lakukan pekerjaan terfokus selama satu jam, lalu balas email baru setelah pekerjaa itu selesai.

    Lebih baik lagi, jadwalkan dua atau tiga kali sehari untuk memeriksa dan membalas semua email/WA secara teratur.

    Sumber: vanillapapers.net

  • Temukan Sanctuary untuk Sesi Slow Living di Tengah Kota yang Sibuk

    Temukan Sanctuary untuk Sesi Slow Living di Tengah Kota yang Sibuk

    7cloud.asia – Menjalani slow living memang lebih mudah dilakukan di kota kecil atau daerah pedesaan. 

    Namun hal ini bukan berarti konsep slow living tidak bisa diterapkan di kota besar yang sibuk. Karena sejatinya slow living adalah cara kita berpikir, jaid selama kita berpikir bisa maka slow living pun bakal terlaksana dengan sendirinya

    Jadi, kita tetap saja bisa menjalankan slow living di keseharian kota yang padat. Jika kamu bertanya bagaimana caranya, berikut salah satu jawaban yang diberikan vanillapapers.net

    Baca: Memulai hari ala penganut slow living

    Kita bisa mulai menyisipkan sesi slow living di kota besar dengan menemukan tempat yang tenang di sudut kota dan menjadikannya sebagai sanctuary untuk menikmati me time.

    Baik itu kafe lingkungan atau taman sudut, temukan beberapa tempat sepi di kota untuk istirahat makan siang dan berjalan-jalan di akhir pekan.

    Yakini tempat-tempat ini akan menjadi cara efektif untuk mulai menyisipkan sesi slow living dalam hidup kamu.

    Baca: Salah kaprah soal konsep slow living

    Mulai sekarang mulailah berburu tempat tujuan di kota tempat kamu tinggal, di mana kamu dapat beristirahat, membuat jurnal, atau piknik keluarga di akhir pekan.

    Jika kamu tinggal di kota dekat air, masukkan kawasan itu itu ke dalam rencana perjalanan Anda. Studi menunjukkan bahwa air membuat orang lebih bahagia dan lebih tenang.

    Dan air adalah oasis yang sangat dibutuhkan dari kota metropolitan yang dipenuhi beton.

     

    Baca: Mulai jalani slow living dan rasakan beragam manfaat ini

    Cara lainnya adalah dengan menjadikan liburan ini di kalender kamu, dan lanta smenjadikannya sebagai dating dengan dirimu sendiri.

    “Jadikan ini sebagai hal penting, sama pentingnya dengan rapat kerja apa pun,” demikian vanillapapers.net menulis.

    Berikut adalah beberapa tempat tenang untuk bersantai di kota yang sibuk:

    1. Taman lingkungan, beruntung kini sejumlah kota di Indonesia mulai tergerak membangun taman atau ruang terbuka hijau yang nyaman.

    Baca: Cara menerapkan konsep slow living di dunia kerja

    2. Lingkungan perumahan yang tenang di mana kita dapat berjalan-jalan santai (jika kotamu sangat sibuk, pergilah ke sana di pagi hari atau akhir pekan saat belum terlalu ramai)

    3. Perpustakaan dengan ruang baca yang luas tempat kita dapat membaca novel atau menulis jurnal

    4. Kebun raya atau museum unik yang nggak biasa

    5. Kafe yang tenang atau lounge luar ruangan dengan pemandangan indah

    Baca: Mengapa multitasing tak selaras dengan slow living

  • Cara Bijak Menggunakan Waktu Luang Ala Slow Living

    Cara Bijak Menggunakan Waktu Luang Ala Slow Living

    7cloud.asia – Seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, konsep slow living tetap bisa diterapkan di kota besar yang sibuk.

    Karena sejatinya slow living bukan tempat, tetapi lebih ke cara kita berpikir. Jadi selama kita berpikir bisa maka slow living pun pun bakal terlaksana dengan sendirinya.

    Nah, salah satu aspek yang sering terabaikan dalam menjalani slow living adalah mengisi waktu luang.

    Menggunakan waktu luang dengan bijak merupakan salah satu kunci sukses menjalankan konsep slow living.

    Baca: Temukan sanctuary untuk slow living di tengah kota yang sibuk 

    Vanillapapers.net menyarankan untuk menggunakan waktu luang denganbijak karena kehidupan kota besar yang sibuk tidek memberi kita banyak waktu luang. 

    “Jangan mengisi agenda akhir pekan dengan acara yang kamu merasa wajib hadir,” demikian tulis vanillapapers.net tentang kiat menggunakan waktu luang ala slow living.

    Tolak tekanan sosial dan tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan. Periksa diri sendiri dan jujurlah.

    Rencanakan dengan hati-hati aktivitas di waktu luang ini, dan hanya pilih aktivitas yang memberi energi pada tubuh dan pikiran kamu.

    Baca: Ingat, slow living bukan berarti bermalas-malasan

    Bahkan, meluangkan waktu untuk tidak melakukan apa pun termasuk car abijak menggunakan waktu luang.

    “Tidurlah, membaca buku bagus, menonton film bagus, atau main catur tanpa rasa bersalah,” lanjutnya.

    Tak perlu juga merasa ketinggalan ketika kamu tetap berada di rumah dan “tidak melakukan apa-apa”. Karena, beristirahat dan me time sama pentingnya dengan bekerja.

    Kendalikan jadwal kamu dan sadari bahwa terkadang melakukan lebih sedikit hal itu lebih baik.

    Baca: Multitasking nggak selaras dengan slow living

    Lebih baik melakukan beberapa hal yang benar-benar kita nanti-nantikan daripada terus memacu diri dari satu hal ke hal lain yang terus menerus membebani tubuh dan pikiran kita. 

    Kenapa begitu? Karena kita memiliki energi yang terbatas setiap hari, jadi mari kita habiskan untuk orang-orang dan hal-hal yang benar-benar membuat kita bahagia.

    Dan terkadang hal itu juga berarti menciptakan batasan yang sehat dengan orang-orang yang membuat kita merasa cemas dan lelah.

    Jika memang tidak bisa diatasi, maka tak ada salahnya meninggalkan mereka sepenuhnya. 

    Baca: Menerapkan konsep slow living di dunia kerja yang sibuk

    Dalam tulisannya, vanillapapers.net juga mewanti-wanti, prinsip ini juga berlaku di tempat kerja.

    “Tolak tugas dan tanggung jawab tambahan di tempat kerja ketika jadwal kamu sudah penuh. Jangan terlalu membebani tubuh dan pikiran kamu dengan hal-hal yang seharusnya tidak kamu kerjakan,” demikian nasehatnya.

    Ingat itu! Karena produktivitas kita bakal menurun ketika kita melakukan lebih dari yang dapat kita tangani.

    Jadi selamat mencoba menciptakan waktu luang dan mengisinya ala slow living. 

    Baca: Mulai jalani konsep slow living dan nikmati sederet manfaat ini