Cara Sederhana Memulai Slow Living, Jangan Salah Mengartikan dengan Bermalas-malasan

Written by

in

7cloud.asia – Beberapa waktu lalu 7cloud.asia menulis tentang upaya sebagian orang untuk mulai menjalani hidup dengan lebih perlahan atau yang dikenal dengan slow living.

Mungkin di antara pembaca ada yang bertanya-tanya, apakah gaya hidup slow living ini bisa diterapkan di tengah hidup yang sudah telanjur sibuk? Jawabannya adalah ya, gaya hidup slow living bisa diterapkan di hidup yang sibuk.

Dilansir di prettyslow.life, kita dapat mulai menerapkan gaya hidup slow living dengan melakukan perubahan kecil ke dalam rutinitas harian kita, seperti meluangkan waktu untuk jeda sejenak.

Manfaatkan saat jeda untuk memulai gaya hidup slow living itu, benar-benar untuk diri sendiri. Ambil napas dalam-dalam, renungkan semua yang patut disyukuri dan apa yang telah kita kerjakan dan capai.

Lalu secara bertahap mulailah membangun perubahan yang lebih signifikan menuju slow living yang sebenarnya, seperti mengurangi waktu di dunia maya, melakukan hobi kreatif atau meluangkan lebih banyak waktu dengan keluarga dan kolega kita.

Baca: Mungkinkah menerapkan hidup perlahan di kota yang hectic?

Menjalani slow living, kita akan menemukan keseimbangan dalam hidup kita yang mendukung kesejahteraan dan kebahagiaan. Mempraktikkan gaya hidup slow living juga memberikan sejumlah manfaat bagi kesejahteraan fisik, mental, dan emosional kita. 

Oleh beberapa orang, gaya hidup slow living ini disalahpahami sebagai hidup dengan bersantai-santai dan tidak produktif.

Padahal sejatinya slow living tidak seperti itu. Slow living menawarkan pendekatan hidup yang lebih seimbang dan disengaja atau terencana.

Slow living berfokus pada perawatan diri sendiri, lebih penuh perhatian dan terhubung dengan sekitar kita dan tidak hanya mengejar produktivitas dan konsumsi.

Baca: Gaya hidup minimalis dianggap solusi drai dunia yang materialistik

Ada kesalahpahaman umum, bahwa slow living berarti malas-malasan. Ini juga keliru, karena sejatinya slow living adalah membangun kesadaran dalam menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Slow living adalah menjalani hidup dengan memprioritaskan perawatan diri, keterhubungan dengan lingkungan sekitar dan pekerjaan yang bermakna.

“Individu yang mempraktikkan gaya hidup perlahan atau slow living bisa sama produktif dan suksesnya dengan gaya hidup serba cepat,” tulis prettyslow.life.

Ada juga yang beranggapan slow living hanya cocok untuk mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau kota kecil.

Baca: Ini yang mendorong orang berpaling ke gaya hidup frugal living

Anggapan tersebut juga tidak benar, meski memang slow living akan lebih mudah dipraktikkan di lingkungan pedesaan atau kota kecil.

Slow living tidak eksklusif untuk lingkungan ini. Slow living bisa dipraktekkan di lingkungan manapun, baik itu di kota besar, kota, pinggiran kota, atau pedesaan.

Salah kaprah lain soal slow living adalah menyerah teknologi: Meskipun benar bahwa hidup lambat menekankan penggunaan teknologi lebih disengaja dan hati-hati, itu tidak berarti menyerah sepenuhnya.

“Slow living mendorong individu untuk menggunakan teknologi dengan cara yang mendukung kesejahteraan mereka, daripada membiarkannya mengendalikan hidup mereka,” tulis prettyslow.life

Baca: Slow city, konsep baru tata kelola kota yang lebih memanusiakan

Ada juga yang beranggapan slow living hanya cocok untuk orang kaya yang secara materi tidka lagi menghadapi masalah.

Padahal slow living dapat dilakukan oleh siapa saja, miskin ataupun kaya tanpa memandang tingkat pendapatan. Semua tergantung pada pikiran dan konsep kita menjalani hidup.

Aspek-aspek tertentu dari hidup perlahan atau slow living, seperti makanan organik atau mode berkelanjutan memang lebih mahal tetapi karena bermanfaat dalam jangka panjang maka secara ekonomi juga lebih menguntungkan.

Slow living pada akhirnya adalah tentang memprioritaskan apa yang paling penting bagi kita dan menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan lebih memuaskan.

Baca: Seperti ini kriteria kota yang ramah lansia

 

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *