Tag: tanaman

  • Ilmuwan AS Gunakan Tanaman dan Jamur untuk Membersihkan Polusi Tanah

    Ilmuwan AS Gunakan Tanaman dan Jamur untuk Membersihkan Polusi Tanah

    7cloud.asia – Para ilmuwan dari University of California Riverside, AS sedang mengembangkan penelitian dengan menggunakan tanaman dan jamur untuk ‘membersihkan’ lingkungan yang mengalami polusi cukup parah.

    Mereka menyebarkan tanaman dan jamur yang dipilih secara hati-hati di bekas lokasi industri di Los Angeles yang mengalami polusi parah. Tujuan mereka adalah menghilangkan logam berat dan petrokimia yang telah mencemari daerah tersebut selama puluhan tahun. 

    Di suatu lahan telantar bekas kawasan industri di Los Angeles, Kreigh Hampel mencungkil sorgum hitam California dengan garu untuk mengetahui berapa banyak timbel yang diserapnya.

    Bunga-bunga putih dan merah muda tanaman itu memiliki kemampuan membersihkan yang menakjubkan, yang menurut para ilmuwan dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan polutan berbahaya – dan bahkan mendaur ulangnya.

    Hampel, sukarelawan proyek ini, mengatakan, ”Tanaman benar-benar dapat melakukan pembersihan, mereka tahu bagaimana caranya, mereka telah melakukannya berkali-kali selama jutaan tahun.”

    Baca: Polusi terbukti menurunkan kesuburan laki-laki

    Eksperimen ini adalah bagian dari proyek yang dijalankan University of California Riverside, yang telah menyebarkan tanaman dan jamur yang dipilih dengan hati-hati di bekas lokasi industri tersebut untuk membersihkan logam berat dan petrokimia yang telah mencemari daerah itu selama puluhan tahun.

    Danielle Stevenson, yang memimpin penelitian itu, mengatakan, teknik-teknik pembersihan hayati seperti itu jauh lebih hemat biaya daripada teknik biasa.

    “Kami membersihkan lokasi-lokasi ini dengan menggunakan jamur dan tanaman. Metode pembersihan konvensional hanyalah menggali semua tanah yang terkontaminasi dan membuangnya di tempat lain.”

    Menurutnya, pendekatan konvensional tidak benar-benar menyelesaikan masalah polusi dan biayanya pun besar sekali.

    Baca: Polusi dan kenaikan suhu dorong perkembangan nyamuk malaria

    Proyek Stevenson, yang dilakukan di tiga lokasi di Los Angeles dan sekitarnya, menganggarkan biaya sekitar USD 200.000.
     
    Sejauh ini, hasilnya sangat menggembirakan. Dalam tiga bulan, proyek itu telah mengurangi 50 persen petrokimia dan untuk beberapa jenis logam, level itu akan tercapai dalam enam bulan, ujarnya.

    Stevenson, seorang pakar jamur, memilih senjata antipolusinya dengan hati-hati. Jamur tiram ditanam ke tanah karena peran alaminya dalam penguraian; miselium, bagian jamur yang terpendam, menyerap solar.

    Di alam, jamur ini akan memakan pohon mati. Di tanah, jamur ini akan mengenali minyak solar, misalnya, sebagai sumber makanan.

    Beberapa tanaman asli California, termasuk telegraph weed dan bunga matahari semak California, sangat baik dalam menyerap logam berat.

    “Cara kerjanya adalah tanaman itu saya anggap sebagai penyedot debu bertenaga surya. Pada dasarnya tanaman menyedot logam, seperti timbel, ke tubuh mereka. Jadi ketika kita mencabut tanaman, kita menyingkirkan timbel dari tanah. Jadi tanah dibersihkan dari logam berbahaya,” jelasnya.

    Baca: Polusi udara akibatkan 7 juta kematian dini setiap tahunnya

    Timbel dan logam lainnya kemudian dapat diperoleh dari tanaman tersebut dan bahkan digunakan kembali.

    Di seluruh AS dan negara industri, tempat komersial yang telah tercemar setelah lewat masa pakainya kerap kali ditelantarkan begitu saja, kata Stevenson. Tanggung jawab untuk membenahinya jatuh pada otoritas lokal yang tidak memiliki cukup dana atau perlengkapan.

    Di AS, di mana Badan Perlindungan Lingkungan Hidup mencatat hampir 1.900 lokasi bermasalah, hanya sejumlah kecil proyek pembersihan dilakukan setiap tahun, kata Stevenson.

    Ia berharap metode yang lebih murah akan memungkinkan lebih banyak lagi lokasi yang dibersihkan.

    Para aktivis mengatakan penggunaan pembersihan hayati tidak terbatas untuk memperbaiki bekas lokasi industri. Proses ini juga dapat digunakan untuk membantu membersihkan abu beracun sisa kebakaran hutan – masalah tahunan di California yang rawan kebakaran.

    Baca: Kampanye iklim harus tumbuhkan kesadaran bukan kengerian

    Sementara itu, Stevenson menunjuk pada prasangka tak sehat mengenai jamur – seperti jamur menakutkan yang menginfeksi zombie dalam serial di HBO, “The Last of Us.”

    “Saya selalu ditanya: ‘Kalau kita gunakan jamur untuk membersihkan suatu tempat, apakah jamur ini akan mengambil alih, memakan rumah kita dan menguasai dunia?” katanya dan dengan cepat ia menjawab, “Tidak akan.”

    Inilah sebabnya mengapa penting untuk melakukan eksperimen semacam itu di dunia nyata, bukan hanya di laboratorium.

    Stevenson berpendapat, jika lebih banyak tes lapangan untuk metode ini dilakukan, orang akan semakin yakin untuk memilih pendekatan semacam ini. 

    Sumber: VOA Indonesia

  • 8 Tanaman yang Diyakini Bisa Membawa Keberuntungan

    8 Tanaman yang Diyakini Bisa Membawa Keberuntungan

    7cloud.asia – Banyak orang suka menanam tanaman karena membuat lingkungan menjadi lebih asri. Itu sebabnya banyak orang menanam tanaman sebagai dekorasi sekaligus membersihkan udara di lingkungannya.

    Keberadaan tanaman khususnya tanaman keras juga bisa menjaga dan merawat keberadaan air tanah di lingkungan kita. 

    Namun, apakah kamu tahu jika beberapa tanaman juga diyakini membawa keberuntungan dan kekayaan di rumah? Jika belum maka simak artikel ini sampai selesai

    Dikutip dari Balcony Garden Web, berikut beberapa tanaman yang menurut fengshui bisa menghadirkan energi positif dan membawa keberuntungan dan kekayaan ke kehidupan kamu. 

    Baca: Mengenal mitos kehidupan bernama Pohon Hayat

    1. Sirih gading (Epipremnum aureum)

    Di banyak negara Asia, orang percaya sirih gading adalah salah satu tanaman yang membawa keberuntungan dan uang ke rumah atau kantor. Selain itu, sirih gading bisa menjadi tanaman hias yang efektif menyerap polusi dan membersihkan udara di sekitarnya.

    Menanam dan merawat sirih gading sangat mudah, karena dapat tumbuh dengan baik dan tidak membutuhkan banyak perhatian. Tempatkan tanaman di bawah sinar matahari tidak langsung dan air secukupnya. 

     

    2. Bambu rejeki (Dracaena sanderiana)

    Bambu rejeki mudah ditemukan di mana saja, dari toko tanaman hingga supermarket. Secara umum, bambu rejeki adalah tanaman hias yang sempurna yang tumbuh subur karena diabaikan.

    Di banyak negara Asia bambu rejeki diyakini bisa membawa keberuntungan dan kekayaan ke rumah.

    Menumbuhkan dan merawat tanaman yang satu ini sangat mudah. Bambu rejeki hanya tumbuh di air, oleh karena itu, selalu jaga akarnya terendam air setiap saat.    

    Baca: Bumi menunggu aksi nyatamu, jangan tunda lagi

    3. Swedish ivy (Plectranthus verticillatus)

    Umumnya ditanam sebagai tanaman keberuntungan, tanaman ini adalah tanaman tahunan yang berasal dari Afrika tenggara. Meskipun sebagian besar tidak digunakan sebagai tanaman hias, ini adalah salah satu tanaman terbaik yang menarik uang ke rumah. 

    Kamu dapat menanam Swedish ivy di dalam ruangan di pot gantung atau sebagai penutup tanah di luar ruangan. Jika kamu menanamnya sebagai tanaman hias, tempatkan pada ketinggian agar cabangnya dapat menyebar dengan mudah.

    Ingatlah untuk tidak menempatkan tanaman di bawah sinar matahari langsung karena dapat mengakibatkan daunnya terbakar.  

    4. Pohon uang (Pachira aquatica)

    Juga dikenal sebagai kastanye Guyana dan kastanye Malabar, tanaman ini tumbuh secara alami di daerah tropis di Amerika Tengah dan Selatan. Pohon uang ditandai dengan daun palemnya yang hijau, kulit kayunya yang halus, dan bunganya yang memanjang, diyakini bisa membuat Anda beruntung.

    Tanaman ini juga penting dalam feng shui untuk menarik kekayaan. Tanaman ini memiliki lima daun per batang, dan angka lima berharga karena melambangkan elemen feng shui.

    Menanam tanaman ini mudah karena tidak membutuhkan banyak cahaya dan tumbuh subur di tempat teduh parsial dan suhu sedang.

    Baca: 17 cara untuk jalani gaya hidup ramah lingkungan

     

    5. Holy basil (Ocimum tenuiflorum)

    Di India, holy basil memiliki makna yang luar biasa. Ini adalah salah satu tanaman obat yang paling kuat dan biasanya ditanam di luar ruangan, di pintu masuk rumah masyarakat India.

    Menurut pemeluk agama Hindu dan Budha, tanaman ini bisa membawa kesehatan, kekayaan, dan kemakmuran. Selain itu, holy basil juga merupakan tanaman pengusir nyamuk.

    Menumbuhkan holy basil di dalam ruangan juga dimungkinkan jika Anda menempatkannya di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat dan menjaga tanah kering. 

    6. Rue (Ruta graveolens)

    Rue adalah tanaman herbal berbau tajam dari Eropa selatan. Rue dipercaya memiliki banyak khasiat magis dan obat yang memberikan perlindungan dan membawa keberuntungan, kekayaan, dan kemakmuran.

    Kamu dapat menanam rue di tempat yang cerah di balkon atau di dalam ruangan dekat jendela yang menghadap ke barat daya di tanah yang menyerap air dengan baik.

    Baca: Dampak fast fashion pada lingkungan kehidupan sosial

    7. Tanaman giok (Crassula ovata)

    Dalam feng shui, tanaman yang memiliki daun berbentuk bulat atau melingkar dapat membawa keberuntungan. Tanaman giok memiliki fitur ini, dan oleh karena itu, biasanya diberikan sebagai hadiah saat pembukaan bisnis baru.

    Tanaman giok adalah tanaman hias yang sempurna yang dapat hidup bertahun-tahun dengan perawatan yang tepat. Sirami hanya saat tanah kering, dan berikan sinar matahari langsung selama beberapa jam. 

     

    8. Tanaman karet (Ficus elastica)

    Tanaman karet menguntungkan karena daunnya yang bulat menunjukkan kekayaan, keberuntungan, dan kemakmuran dalam feng shui. Letakkan di pintu masuk atau area kekayaan rumah atau kantor untuk mendatangkan uang dan kesuksesan.

    Selain itu, tanaman karet juga membantu menghilangkan polutan dari udara. Menanam tanaman karet sebagai tanaman hias juga tidak sulit. Letakkan tanaman di tempat yang menerima sinar matahari tidak langsung.

    Gunakan media tanam yang mengalirkan air dengan baik dan hindari penyiraman yang berlebihan. 

    Baca: Nggak perlu malu pakai barang second, kamu justru merawat lingkungan

    9. Chinese money plant (Pilea peperomioides)

    Ini adalah pilihan populer bagi pecinta tanaman dalam ruangan yang ingin menarik energi positif dan kekayaan ke rumah. Tanaman koin memiliki daun bundar yang menarik yang dapat menambah daya tarik dekorasi apa pun.

    Tanaman ini tumbuh dengan baik pada suhu di atas 13 derajat celcius. Letakkan di dekat jendela terang yang menghadap ke barat, jauh dari sinar matahari langsung.  Sirami tanaman hanya saat tanah kering.

  • 8 Tanaman Ini Efektif Mengurangi Polusi Udara

    8 Tanaman Ini Efektif Mengurangi Polusi Udara

    7cloud.asia – Kita sudah lama tahu tanaman memainkan peran penting dalam menyerap karbon dan gas polutan lainnya dan mengolahnya menjadi oksigen. 

    Dengan cara ini tanaman bisa memurnikan atmosfer dan mengurangi polusi udara.

    Peran tanaman dalam menyerap polusi udara ini berkat fotosintesis, proses respirasi, dan tahap akhir dekomposisi yaitu mineralisasi yang dilakukannya.

    Karbon yang dikandung dalam tanaman merupakan hasil keseimbangan antara karbon yang difiksasi oleh fotosintesis dan karbon yang dilepaskan di atmosfer melalui respirasi. Dengan cara ini, tanaman bisa menahan kenaikan suhu bumi.

    Selain itu tanaman juga bisa meredam kebisingan di kawasan perkotaan dan industri. Jadi tak heran jika banyak kalangan yang menyarankan untuk menanam tanaman guna menciptakan lingkungan yang lebih asri dan udara yang lebih bersih. 

    Baca: Tanaman yang diyakini bisa membawa keberuntungan

    Jika kamu tertarik untuk menanam tanaman untuk mengurangi polusi udara di sekitarmua, berikut sejumlah tanaman yang diketahui efektif menyerap gas polutan: 

    1. Lidah Buaya

    Tanaman lidah buaya selama ini dikenal baik untuk mengobati luka akibat sengatan matahari ataupun kondisi kulit sensitif. Gel di dalam lidah buaya mengandung anti bakteri alami yang dikemas dengan vitamin.

    Selain itu, tanaman ini juga bertindak sebagai pembersih udara alami dan mengurangi bahan kimia beracun termasuk formaldehida dan benzena.

    2. Dracaena

    Tanaman dracaena telah terbukti menjadi salah satu penyaring udara yang paling efektif. Dracaena dapat menghilangkan formaldehida, benzena, trikloroetilen, dan karbon dioksida yang semuanya bisa memicu masalah kesehatan.

    Tanaman dracaena juga cenderung meningkatkan kelembapan ruangan yang pada gilirannya membantu mengendalikan gangguan pernapasan.

    Baca: Ramah lingkungan tak hanya soal suka tanaman

    3. Tanaman Karet

    Tanaman karet dapat meningkatkan produksi udara bersih karena permukaan daunnya yang besar bertindak sebagai spons dan menyerap bahan kimia keras kemudian memecahnya menjadi udara yang lebih ramah lingkungan.

    Tanaman ini telah terbukti menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen yang baik untuk kesehatan.

    4. Lady’s Mantle 

    tanaman Lady’s mantle memiliki daun berbulu yang pada akhirnya mengurangi tingkat nitrogen dioksida (NO2) di udara dan juga menjebak partikel berbahaya.

    Itulah sebabnya mengapa tanaman lady’s mantle merupakan pilihan ideal lainnya untuk membersihkan udara di sekitar kita.

    Baca: Ilmuwan AS gunakan tanaman dan jamur untuk bersihkan polusi lahan

    5. Peace Lily

    Tanaman peace lily dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan hingga 60 persen. Tumbuhan ini menyerap spora kapang yang biasanya muncul dari debu di dalamnya.

    Tanaman ini dapat mengurangi tingkat spora jamur dengan menyerapnya sebagai makanan. Tanaman peace lily juga dapat bermanfaat di area dengan kelembapan tinggi, seperti misalnya di kamar mandi berkat kemampuannya mencegah jamur.

    6.  Pakis Boston

    Selain menjadi filter udara alami, tanaman Pakis Boston dapat mengembalikan kelembapan alami ke udara. Faktanya, tanaman ini terbukti efektif untuk orang dengan kulit kering atau hidung atau tenggorokan yang sensitif pada udara lembap. 

    Baca: Ini akibatnya jika keanekaragaman hayati musnah

    7. Spider Plant

    Spider plant adalah antioksidan alami karena secara efektif menghilangkan amonia, benzena, formaldehida, dan xilena yang merupakan bahan kimia keras yang muncul dari produk pembersih dan furniture. 

    Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan dengan cepat meningkatkan kualitas udara sehingga baik ditempatkan di dalam ruangan. 

    8Tanaman Ivy 

    Tanaman ini memiliki daun dengan permukaan yang besar sehingga memberikan peranan pada pemurnian udara.

    Tanaman Ivy dapat memompa oksigen dalam jumlah yang baik ke atmosfer sehingga bisa menyegarkan udara. 

     

  • 7 Tanaman Dalam Ruangan yang Bagus untuk Lingkungan

    7 Tanaman Dalam Ruangan yang Bagus untuk Lingkungan

    7cloud.asia – Fakta ilmiah menunjukkan tanaman tiak hanya membuat lingkungan lebih nyaman dan terlihat indah, tapi juga berdampak besar pada suasana hati dan kesehatan kita.

    Sejumlah ariset mengungkap keberadaan tanaman di lingkungan sekitar dapat meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan konsentrasi kita. Tanaman juga bisa mengurangi stres, kecemasan, dan kelelahan.

    Tanaman juga membersihkan udara dan menyerap racun di lingkungan kita. Singkat kata, keberadaan tanaman bisa membuat lingkungan jadi luar biasa meski itu ruang paling gelap sekalipun.

    Baca: 8 Tanaman ini efektif serap polusi udara

    Nah, buat kamu yang banyak bekerja dari kamu bisa meningkatkan mood dengan memilih sejumlah tanaman di rumah kamu.

    Berikut sejumlah tanaman dalam ruangan yang mudah dirawat yang bisa mendongkrak mood kerja kamu, sebagaimana kami kutip dari prettyslow.life: 

    1. Sansevieria trifasciata.
    Bahkan NASA menyarankan sanseviera sebagai tanaman pilihan untuk pembersih udara alami yang hebat.

    Lebih dari itu Sanseviera juga sangat mudah dirawat dan sangat indah untuk dilihat saat bekerja. Letakkan satu dua pot sanseviera untuk menjadi booster di hari kerjamu yang sibuk. 

    Baca: Tanaman yang dipercaya bisa membawa keberuntungan

    2. Lidah buaya (Aloevera)
    Semua orang tahu lidah buaya adalah tanaman ajaib, namun tidak banyak orang yang tahu bahwa lidah buaya juga cocok sebagai tanaman dalam ruangan.

    Lidah buaya membutuhkan sinar matahari jadi pastikan meletakannya di dekat jendela. Pemeliharaannya juga sangat mudah dan hampir tidak membutuhkan airsehingga cocok untuk mereka yang super sibuk dan pelupa menyirami bayi tanaman mereka.

    3. Lili Paris (Chlorophytum comosum) 

     

    Lili paris adalah tanaman indoor selanjutnya. Jika kamu memperlakukannya dengan baik, maka lili paris akan menghadiahi kamu anak-anaknya yang menjuntai indah.

    Lily paris juga akan terlihat anggun di atas meja kerja ataupun jendela ruang kerja kamu. 

    Baca: Mengenal mitos pohon hayat

    4. Kimunding (Ficus lyrata).

    Kimunding juga tergolong tanaman dalam ruang yang mudah dipelihara. Bahkan jika kamu tergolong pencinta tanaman yang buruk, kimunding akan tetap bertahan hidup. 

    Daunnya yang hijau dan sangat cantik dan akan meningkatkan ruangan kamu. Jadi jika kamu hanya punya tempat untuk satu tanaman saja, maka kimunding layak menjadi pilihan.

    5. Sirih gading (Epipremnum aureum)
    Sirih gading cantik ditempatkan di mana saja, rak buku, rak, meja kerja atau dinding ruang kerja kamu.

    Daunnya hijau berbentuk hati yang menjuntai dari langit-langit akan membuat ruangan terlihat lebih apik. Plus kamu akan mendapat bonus tambahakn karena tanaman ini membantu membersihkan udara.

    Baca: Tak hanya suka tanaman, ini gaya hidup ramah lingkungan yang bisa kita lakukan

    6. Peace lily (Spathiphyllum)
    Jika kamu menginginkan bunga yang tak cepat layu, pece llily layak jadi pilihan. Tanaman ini menghasilkan bunga berwarna putih yang indah yang bisa bertahan sepanjang tahun meski kamu tidak merawatnya dengan baik.

    Peace lily cocok untuk mereka yang menyukai bunga tetapi tidak ingin terus membelinya.

    7. Palem kentia (Howea forsteriana) 
    Jika kamu menginginkan tanaman yang lebih besar dan kokoh, maka palem kentia bisa jaid pilihan.

    Tanaman tropis ini tidak butuh banyak perawatan dan hidup baik di tempat teduh. Daunnya yang panjang, indah, dan hijau menjuntai dari pangkalnya yang tinggi dan tipis, menimbulkan efek yang luar biasa tanpa memerlukan ruang yang besar.

    Baca: Ilmuwan AS gunakan jamur dan tanaman untuk bersihkan polusi tanah

  • Dapatkah Tanaman Membersihkan Udara dalam Ruangan Kita?

    Dapatkah Tanaman Membersihkan Udara dalam Ruangan Kita?

    7cloud.asia – Beberapa peneliti, termasuk Tijana Blanusa, telah beralih dari tanaman dalam pot ke dinding hijau aktif (hidup) untuk mengatasi polusi udara di dalam ruangan.

    Dinding hijau ini disebut dapat ditumbuhi lebih banyak tanaman dan juga menyaring polusi udara dengan lebih efisien lewat cara udara dapat dipindahkan melalui tanaman tersebut.

    Tijana menjelaskan, bagaimana dinding hijau ini bekerja: “Polusi udara dari ruangan diserap melalui sistem akar melebihi tingkat yang mungkin terjadi secara alami jika kita meletakkan tanaman di dalam pot.”

    Namun, dinding hijau untuk atasi polusi udara seperti itu mahal untuk dipasang dan dirawat. Jadi eksperimen dengan tanaman untuk atasi polusi udara dalam ruangan terus dilakukan.

    Baca: Waspadai polusi udara dari pembersih dan penyegar ruangan

    Ketika konsultan bangunan, Cundall pindah ke kantor mereka saat ini di London pada tahun 2015, mereka memenuhi salah satu ruang pertemuan, yang dikenal sebagai Green Lab, dengan tanaman.

    Tujuannya adalah untuk memantau dan mencatat dampak tanaman terhadap kualitas udara dalam ruangan. Namun merawat tanaman itu menjadi tantangan tersendiri.

    Eksperimen ini juga membuktikan bahwa pembangkit listrik tidak memberikan pengaruh yang sama terhadap kualitas udara seperti sistem ventilasi mekanis dan pemurnian udara.

    Ruangan itu sekarang diisi beberapa tanaman besar di sudut-sudutnya, serta dinding persegi panjang kecil dari paku rusa di dinding.

    Baca: Tanaman yang bagus untuk dalam ruangan

    Lumut itu sangat indah untuk disentuh dan dilihat, namun tidak memiliki kemampuan menyerap polusi udara

    Direktur asosiasi kantor Cundall di London, Kavita Kumari mengatakan bahwa pengaruh tanaman terhadap kualitas udara sangat kecil. Ia pun memaparkan kelebihan dan keterbatasan tanaman.

    Dia merekomendasikan tanaman yang perawatannya relatif mudah, tapi efektif menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen, meskipun dia mengakui bahwa efek ini tidak terlalu besar.

    Salah satu tanaman tersebut adalah senseviera (tanaman hias yang umum juga kadang-kadang dikenal dengan julukan lidah mertua yang seksis, karena bentuknya yang tajam).

    Baca: 8 Tanaman ini efektif serap polusi udara

    Kumari mengatakan, sebagian besar tanaman menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di siang hari, tanaman ini juga mampu melakukannya di malam hari.

    Dia mengatakan bahwa membuka jendela saja untuk mendorong keluar polutan udara di dalam ruangan tidak akan berhasil di kawasan padat penduduk, karena polutan luar ruangan bisa masuk pada saat yang bersamaan.

    Untuk mengatasi kondisi ini, para ilmuwan sedang mengerjakan tanaman generasi baru yang direkayasa secara biologis untuk menjadikannya sangat efisien dalam memurnikan udara.

    Para peneliti di Universitas Washington telah memodifikasi tanaman sirih gading secara genetik dengan versi sintetis dari protein “hati hijau” yang ditemukan pada kelinci, yang dapat memproses kloroform dan benzena.

    Baca: 8 Tanaman yang diyakini bisa membawa keberuntungan

    Perusahaan Neoplants juga telah mengubah gen pada tanaman sirih gading agar memungkinkan mereka mendaur ulang CO2 dalam jumlah tertentu

    Selain itu, perusahaan ini juga telah memproduksi bakteri menguntungkan yang sangat efektif dalam memecah VOC, yang kemudian dikirim ke sistem akar tanaman.

    Mikrobioma inilah, bukan tanaman itu sendiri, yang menghasilkan sebagian besar efek pembersihan udara dari tanaman.

    Namun, bahkan peningkatan hasil NASA sebanyak 30 kali lipat, seperti yang diklaim oleh Neoplants, tidak akan membuat kita hanya mengandalkan tanaman saja untuk membersihkan udara dalam ruang.

    Jadi jalan terbaik adalah dengan mengurangi atau bahkan menghentikan polutan itu sendiri.

    Sumber: BBC news

  • Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    7cloud.asia – Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Mega Atria mengimbau masyarakat menanam tanaman hias untuk menghadapi cuaca panas ekstrem.

    “Tanaman merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah.

    “Tanaman juga mengikat air tanah, sehingga eksistensinya sangat penting untuk kehidupan manusia,” katanya di kampus UI Depok, Jumat (27/10/2023)..

    Ia mengatakan tumbuhan dan tanaman adalah salah satu organisme penyedia jasa ekosistem bagi manusia dan lingkungan.

    baca juga: dapatkah tanaman membersihkan udara dalam ruangan kita

    Menurutnya, beberapa tanaman hias berdaun yang cocok untuk ditanam di suhu panas, antara lain Palem Hias, Nanas Bromeliad, Sirih Gading, dan Lidah Buaya, yang juga berfungsi untuk menyerap debu.

    Mega mengimbau masyarakat menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan menyukai cahaya matahari.

    Tanaman hias kelompok Kaktus, Bougenvile, dan Kamboja memenuhi kriteria yang disebutkan Mega ini.. 

    Jenis non-tanaman hias yang juga bisa menjadi alternatif antara lain bambu dan jenis pohon peneduh dengan kanopi lebar dan dapat mengurangi efek suhu tinggi.

    baca juga: tanaman dalam ruangan yang bagus untuk lingkungan

    Ia berharap masyarakat bisa menyiapkan lahan untuk ditanami tumbuhan di hunian masing-masing. Kegiatan penanaman, lanjutnya, dapat dimulai dengan menanam aneka sayur dan buah untuk dikonsumsi sendiri.

    Dengan menerapkan konsep grow your own food, lanjutnya, masyarakat akan mampu mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.

    Jika memiliki lahan yang cukup luas, masyarakat juga bisa menanam pohon buah atau peneduh.

    “Karena jika lingkungan kita banyak pohon atau tanaman bunga, maka kita berperan juga dalam memastikan proses ekologi dan siklus jasa ekosistem tetap terjaga, tentunya kita juga yang mendapat keuntungan,” kata Mega.

    Baca: 8 Tanaman yang efektif menyerap polusi udara

    Umumnya cuaca ekstrem dengan suhu yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan flora. 

    Namun beberapa jenis tumbuhan  mampu beradaptasi dengan suhu tinggi, karena dapat mengurangi penguapan berlebihan, seperti tanaman hias dan tanaman obat.

    Tanaman-tanaman tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu menanggulangi dampak cuaca ekstrem seperti polusi udara dan rendahnya kelembapan udara yang dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

    Sumber: Antaranews

  • Miliki Tanaman Hias Dalam Ruangan, Ini Sejumlah Manfaatnya

    Miliki Tanaman Hias Dalam Ruangan, Ini Sejumlah Manfaatnya

    7cloud.asia – Banyak orang yang menempatkan tanaman hias di dalam ruangan karena menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Diantaranya dapat mengurangi stres.

    Mengutip dari Healthline, ada tujuh manfaat memiliki tanaman hias di dalam ruangan.

    1. Tanaman dalam ruangan dapat membantu mengurangi tingkat stres
    Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological Anthropology menemukan, tanaman di dalam rumah atau kantor dapat membuat Anda merasa lebih nyaman dan tenang.

    Dalam penelitian tersebut, peserta diberi dua tugas berbeda yakni melaporkan kondisi tanaman hias atau menyelesaikan tugas singkat berbasis komputer.

    Baca; Hari ozon sedunia KLHK ajak masyarakat bijak gunakan barang perusak ozon

    Setelah setiap tugas selesai, peneliti mengukur faktor biologis yang terkait dengan stres, termasuk detak jantung dan tekanan darah.

    Mereka menemukan, tugas bertanam dalam ruangan menurunkan respons stres pada peserta.

    Sementara tugas komputer, menyebabkan lonjakan denyut jantung dan tekanan darah. Padahal peserta penelitian merupakan pria muda yang terbiasa dengan pekerjaan komputerisasi.

    Berdasarkan fakta ini, para peneliti menyimpulkan, bekerja dengan tanaman dapat mengurangi stres fisiologis dan psikologis.

    2. Tanaman dapat mempertajam perhatian Anda
    Tanaman plastik tidak akan membantu Anda lulus ujian. Dalam sebuah penelitian kecil yang melibatkan 23 peserta, peneliti menempatkan siswa di ruang kelas dengan tanaman palsu dan asli, foto tanaman, atau tanpa tanaman sama sekali.

    Baca: Peran tanaman hias dalam mengatasi cuaca panas ekstrem

    Hasil pemindaian otak peserta menunjukkan, siswa yang belajar dengan tanaman hidup di kelas ternyata lebih perhatian dan lebih mampu berkonsentrasi daripada siswa di kelompok lain.

    3. Bekerja dengan tanaman bisa menjadi terapi
    Bagi orang yang mengalami gejala penyakit mental, bertanam dalam ruangan dapat membantu.

    Peneliti menggunakan terapi hortikultura untuk meningkatkan perasaan sejahtera di antara orang-orang dengan depresi, kecemasan, demensia, dan kondisi lainnya.

    Sebuah klinik medis di Manchester, Inggris sejak beberapa waktu lalu bahkan meresepkan tanaman pot untuk pasien dengan gejala depresi atau kecemasan.

    Baca: Tanaman yang diyakini bisa membawa keberuntungan

    4. Tanaman dapat membantu Anda pulih dari penyakit lebih cepat

    Mampu melihat tanaman dan bunga dapat mempercepat pemulihan Anda dari penyakit, cedera, atau operasi.

    Dalam sebuah penelitian tahun 2002 mengungkapkan, orang yang memulihkan diri dari beberapa jenis operasi membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit dengan melihat tanaman.

    Selain itu,  mereka memiliki masa rawat inap yang lebih pendek daripada orang yang tidak melihat tanaman hijau selama masa pemulihan mereka.

    Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian berfokus pada tanaman dan pemandangan alam di lingkungan rumah sakit daripada di rumah.

    Baca: Menghijaukan jakarta lewat ruang terbuka hijau upaya mengembalikan kualitas udara jakarta

    5. Tanaman dapat meningkatkan produktivitas Anda
    Banyak penelitian yang menemukan, tanaman di ruang kerja meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

    Satu studi yang sering dikutip menemukan, mahasiswa di laboratorium komputer kampus bekerja 12 persen lebih cepat dan kurang stres ketika tanaman ditempatkan di dekatnya.

    Dalam sebuah studi tahun 2004, para peneliti menantang orang untuk membuat asosiasi kata yang kreatif. Mereka tampil lebih baik ketika ada tanaman di dalam ruangan bersama mereka.

    Selain itu, sebuah studi tahun 2007 menunjukkan, orang-orang dengan lebih banyak tanaman di ruang kerja mereka cenderung jarang sakit dan lebih produktif di tempat kerja.

    6. Tanaman dapat meningkatkan seluruh pandangan Anda tentang pekerjaan
    Pemandangan taman kota mungkin meningkatkan kepuasan kerja siapa pun, tetapi Anda mungkin terkejut mengetahui tanaman di dalam pot dapat memiliki efek yang sama.

    Hasil wawancara peneliti terhadap lebih 440 karyawan Amazon di India dan Amerika Serikat, mereka yang lingkungan kantornya menyertakan elemen alami seperti tanaman dalam ruangan merasakan kepuasan kerja lebih besar.

    Mereka juga memiliki komitmen lebih besar terhadap organisasi daripada mereka yang tidak bekerja di sekitar elemen alami.

    Para peneliti mengatakan unsur-unsur alami membantu menyangga efek stres dan kecemasan kerja.

    Baca: Marak polusi udara mahasiswa ugm ciptakan alat pengasapan rendah polusi

    7. Tanaman dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan
    Dukungan ilmiah untuk fitoremediasi atau tanaman yang membersihkan kontaminan dari udara dimulai dengan penelitian NASA yang dilakukan pada 1980-an.

    Para peneliti kemudian mencari cara untuk meningkatkan kualitas udara di pesawat ruang angkasa dan mereka menyimpulkan akar dan tanah tanaman hias mengurangi senyawa organik volatil (VOC) di udara secara signifikan.

    Temuan terbaru menunjukkan, Anda harus melindungi sejumlah besar tanaman untuk menyamai efisiensi pemurnian udara dari biofilter modern dan teknologi lainnya.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Ditetapkan sebagai Tanaman Obat Unggulan, Ini Segudang Manfaat Temulawak

    Ditetapkan sebagai Tanaman Obat Unggulan, Ini Segudang Manfaat Temulawak

    7cloud.asia – Beberapa waktu yang lalu, temulawak (Curcuma zanthorrhiza) ditetapkan sebagai tanaman obat unggulan.

    Sebab, temulawak memiliki segudang manfaat. Diantaranya mengendalikan kadar gula darah.

    Penetapan resmi ini disampaikan dalam pameran alat kesehatan dan farmasi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-59 di JCC Senayan, Jakarta.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penetapan temulawak sebagai tanaman obat tradisional unggulan Indonesia didasarkan pada banyaknya kandungan yang terdapat di tanaman tersebut.

    Diantaranya zat besi, vitamin, kalsium, sodium dan asam folat.

    Selain itu, temulawak juga mengandung banyak zat aktif salah satunya kurkuminoid yang berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit hati seperti fatty liver, sirosis bahkan kanker hati.

    Baca: 9 manfaat teh hijau untuk kesehatan

    “Penyakit fatty liver itu pengobatannya susah, tapi ada tanaman Indonesia yang bisa mengobati. Karena itu butuh antioksiden yang bernama Kurkumin,” kata Budi.

    Temulawak sebenarnya tanaman asli Indonesia khususnya Pulau Jawa. Kemudian menyebar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina.

    Kini temulawak sudah dapat dijumpai di Korea, India, Jepang, Amerika hingga ke negara-negara Eropa.

    Hal ini karena temulawak memiliki khasiat untuk kesehatan. Bagian yang paling berkhasiat untuk kesehatan dan yang paling banyak mengandung senyawa aktif adalah bagian rimpang induk dan akar temulawak.

    Baca: manfaat ekonomi dan kesehatan daun kelor

    Temulawak memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, yaitu:

    1. Memperkuat imunitas tubuh
    Manfaat ini berasal dari beragam nutrisi serta antioksidan yang dapat membantu kinerja sel darah putih dan produksi antibodi.

    Jika daya tahan tubuh kuat, tubuh akan lebih kuat melawan berbagai kuman dan virus penyebab penyakit.

    2. Mencegah dan mengatasi infeksi
    Temulawak mengandung senyawa xanthorrhizol dan kurkuminoid yang berfungsi sebagai antimikroba.

    Berbagai riset menyebutkan bahwa ekstrak temulawak dapat membasmi dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, seperti bakteri Salmonella dan E.coli.

    Baca: 8 tanaman ini efektif mengurangi polusi udara

    Ekstrak temulawak juga diketahui memiliki efek antivirus dan antijamur, karena itu temulawak bisa dikonsumsi sebagai obat herbal untuk mengatasi infeksi.

    Minuman temulawak juga memiliki efek antiradang dan pereda demam alami, sehingga baik dikonsumsi untuk mendukung proses pemulihan saat Anda sedang sakit, misalnya demam atau flu.

    3. Mengatasi gangguan pencernaan
    Manfaat lainnya adalah dapat meringankan gejala gangguan pencernaan, seperti diare, sakit perut, dan sembelit.

    Selain itu, sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa temulawak memiliki potensi manfaat untuk mengobati radang lambung atau gastritis.

    Namun, efektivitas dan keamanan manfaat temulawak yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

    Baca: Miliki tanaman hias dalam ruangan ini sejumlah manfaatnya

    4. Menjaga kesehatan dan fungsi hati
    Beberapa studi ilmiah mengungkapkan bahwa temulawak bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi hati serta mengurangi peradangan pada hati.

    Ini diduga berkat efek antioksidan dan antiradang yang terdapat pada temulawak.

    Meski demikian, jika ingin menggunakan temulawak sebagai pengobatan untuk penyakit hati, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

    5. Mengendalikan kadar gula darah
    Temulawak juga diketahui dapat menurunkan kadar gula dalam darah dan menjaganya tetap stabil.

    Manfaat temulawak ini berasal dari efek antioksidan dan antiradang yang dapat menekan stres oksidatif dan peradangan.

    Temulawak juga diketahui dapat meningkatkan efektivitas insulin dalam mengontrol gula darah.

    Baca: Menengok layanan kesehatan di Papua Pegunungan

    6. Menurunkan risiko terkena penyakit kanker
    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ekstrak temulawak dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, seperti kanker payudara, kanker serviks, dan kanker hati.

    Walau begitu, temulawak masih belum bisa digunakan sebagai pengobatan kanker. Sebab, penelitian terhadap efektivitas temulawak dalam mengobati kanker masih sangat terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

    Manfaat lain temulawak adalah mengontrol tekanan darah, mengurangi kolesterol, dan menjaga kesehatan otak.

    Mengonsumsi temulawak sebaiknya tidak bersamaan dengan obat-obatan dari dokter.

    Bagi orang yang memiliki gangguan empedu, maag kronis, dan kelainan darah tidak dianjurkan mengonsumsi temulawak.

    Jika ingin mengonsumsi temulawak, sebaiknya tak lebih dari 8 gram per hari dalam batas amannya untuk tubuh.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Bumikan Revolusi Hijau: Dinas Kehutanan Kalsel Tanam 1500 Pohon Kayu Putih

    Bumikan Revolusi Hijau: Dinas Kehutanan Kalsel Tanam 1500 Pohon Kayu Putih

    7cloud.asia – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penanaman sebanyak 1.500 bibit pohon  kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron).

    Penanaman pohon kayu putih secara massal ini dilakukan di lahan milik Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel di Jalan Golf, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

    “Penanaman pohon kayu putih ini menjadi bagian dari membumikan gerakan revolusi hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel Paman Birin,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Senin (15/1/202).

    Baca: Memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia

    Dia berharap, gerakan penanaman pohon kayu putih di awal tahun ini dapat dimaksimalkan untuk menambah perbaikan lingkungan dan tutupan lahan.

    Kemudian aksi tanam pohon juga memberikan edukasi ke masyarakat agar melakukan hal serupa di lahan miliknya masing-masing.

    “Satu pohon bisa memberikan keselamatan bagi kehidupan lingkungan kita,” katanya.

    Apalagi sejumlah wilayah di Kalsel kerap dilanda bencana banjir yang salah satunya diakibatkan kerusakan lingkungan dari kurangnya daya serap air tanah melalui pohon.

    Baca: Konservasi hutan di Sumatera

    Oleh karena itu, Fathimatuzzahra mengajak semua orang bisa beramal untuk perbaikan lingkungan dengan menanam pohon meski hanya satu batang.

    Kayu putih kerap dimanfaatkan untuk bahan baku prodak minyak kayu putih yang dipercaya masyarakat berkhasiat menghilangkan bengkak dan nyeri, radang usus, diare hingga asam.

    Kayu putih  merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil).

    Tumbuhan kayu putih terutama tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara.

    Baca: Gerakan menanam pohon nasional dicanangkan di Pulo Gadung

    Namun demikian, budidaya tanaman kayu putih dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas.

    Nama kayu putih diambil dari warna batangnya yang memang putih. Kayu putih dikenal dalam bahasa Melayu sebagai gălam, di Ternate sebagai bajule, di Seram sebagai sakelan, dan di Ambon dengan berbagai nama yaitu kilam, elan dan ilan.

    Minyak kayu putih diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya.

    Sumber: Antaranews.com.

  • Susahnya Memulihkan Lahan Gambut, Ini Enam Tanaman yang Direkomendasikan BRIN

    Susahnya Memulihkan Lahan Gambut, Ini Enam Tanaman yang Direkomendasikan BRIN

    7cloud.asia = Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) mencatat  50 persen dari total jutaan hektare lahan gambut Indonesia saat ini dalam kondisi rusak dan perlu dihijaukan.

    Namun, sering pemulihan kembali lahan gambut yang rusak terkendala keasaman tanahnya sehingga butuh jenis tanaman tertentu . 

    Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laode Alhamd menyebutkan ada enam jenis tumbuhan yang memiliki laju pertumbuhan terbaik dengan tingkat kematian rendah.

    Keenam jenis tumbuhan yang direkomendasikan tersebut adalah Acronychia porter, Eugenia clavatum, Calophyllum biflorum, Shorea teysmaniana, Lithocarpus leptogyne, dan Palaquium leiocapum.

    “Jenis-jenis tumbuhan tersebut melengkapi tumbuhan yang sudah dikenal dalam restorasi ekosistem gambut, seperti ramin, jelutung, punak, meranti rawa, balangeran, nyatoh, dan perepat,” kata Laode dalam keterangan di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

    Baca: BRIN sebut pengolahan lahan gambut sering memicu kebakaran lahan

    Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Anang Setiawan Achmadi mengatakan Indonesia adalah pemilik hutan rawa gambut tropis atau lebih dikenal dengan ekosistem gambut yang mencapai 13,4 juta hektare.

    Menurutnya, potensi itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan hutan gambut terluas di dunia.

    Ekosistem unik yang terbentuk secara alami sejak ribuan tahun lalu tersebut memegang peranan penting sebagai salah satu faktor pengendali perubahan iklim global, termasuk pengatur tata air, perosot karbon, dan penyimpan biodiversitas.

    “Perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut berbasis riset dan inovasi sangat penting dan masih menjadi tantangan bersama, baik secara nasional maupun internasional,” ucap Anang.

    Baca: 13 juta hektare lahan gambut di Indonesia dalam kondisi rusak

    Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Budi Hadi Narendra mengatakan upaya restorasi lahan gambut dengan fungsi lindung harus diusahakan melalui kegiatan pembasahan dan pemeliharaan kedalaman muka air tanah.

    “Selain itu, budidaya pertanian dapat diterapkan dengan menggunakan jenis-jenis tanaman adaptif,” ujarnya.

    Budi mengungkapkan bahwa pengelolaan pertanian secara intensif di lahan gambut akan menghasilkan nilai kerapatan gambut yang lebih tinggi. Namun, nilai porositas, kadar air total tanah, dan variabel konduktivitas hidrolik menjadi rendah.

    Kondisi itu menyebabkan degradasi sifat fisik dan hidrolik gambut yang dapat mengurangi fungsi gambut dalam menyimpan, menampung, dan mengalirkan air.

    Baca: Upaya Belantara Foundation memulihkan lahan gambut di Jambi

    “Berkurangnya fungsi ekosistem gambut dapat meningkatkan kerentanan terhadap bencana kekeringan hidrologis dan risiko kebakaran,” kata Budi.

    BRGM sendiri telah melakukan upaya restorasi lahan gambut seluas  1,3 juta hektare yang dilakukan dalam kurun 2016 hingga 2022 di tujuh provinsi Indonesia.

    Dari tahun 2016 hingga 2020, BRGM telah membasahi kembali lahan gambut rusak atau kering seluas 835.288 hektare.

    Kemudian tahun 2021 seluas 300.364 hektare, dilanjutkan tahun 2022 seluas 244.168 hektare, dan tahun 2023 saat ini sedang dalam proses perhitungan,” ujar Kepala Kelompok Kerja Kerjasama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BRGM Didy Wurjanto.

    Jumlah itu,menurut Didi, telah melampaui target restorasi ekosistem gambut seluas 1,2 juta hektare sampai dengan 2024. 

    Sumber: Antaranews.com