Tag: tangerang

  • 8 Spot Wisata Alam di Tangerang yang Mudah Diakses dari Jakarta

    8 Spot Wisata Alam di Tangerang yang Mudah Diakses dari Jakarta

    ruangkota – Jika kamu sedang mencari tempat wisata alam yang nggak jauh-jauh amat dari Jakarta, Tangerang yang terletak di sisi barat Jakarta menawarkan sejumlah tempat yang menarik dikunjungi. 

    Beberapa spot wisata alam di Tangerang ini masih belum banyak dikunjungi, sehingga pas banget buat kamu yang ingin sejenak menyepi dari rutinitas Jakarta yang sibuk.

    Dari Tebing Koja hingga jauh ke ujung pulau bisa kita kunjungi sebagai spot wisata alam yang nggak jauh dari Jakarta.

    Berikut rekomendasi wisata alam di Tangerang yang bisa kamu kunjungi, sebagaimana 7cloud.asia rangkumkan dari berbagai sumber: 

    Baca: Jalan-jalan tetap ingat lingkungan ya!

    1. Tebing Koja
    Tebing Koja merupakan bekas galian pasir yang kini jadi tempat wisata. panorama tebing setinggi 25-30 meter menjadi atraksi utama spot wisata alam ini.

    Kolam air hingga rumput hijau membuat pengunjung sering menyebut Tebing Koja sebagai Kandang Godzilla.

    Tebing Koja berlokasi di Cikuya, Kec. Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Akses menuju tempat ini cukup mudah sehingga dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi.

    Kabar baiknya, wisata alam Tebing Koja buka setiap hari dan beroperasi selama 24 jam. Harga tiket masuk ke Tebing Koja juga sangat murah yakni Rp.5.000 per orang.

    Namun, harga tersebut kemungkinan dapat berubah sewaktu-waktu.

    Baca: Mengenali sejarah bebatuan di Geopark

    2. Taman Mangrove Ketapang
    Wisata alam Taman Mangrove Ketapang baru diresmikan pada Januari 2023. Di sini kita bisa belajar mengenali berbagai jenis tanaman mangrove dan biota laut air payau lainnya.

    Berada di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Taman Mangrove Ketapang berada tak jauh dari Kawasan pemukiman pesisir penduduk Ketapang sehingga kita bisa mengenal lebih dekat kehidupan nelayan di sana.

    Harga tiket masuk untuk dewasa adalah Rp 15.000. Sementara anak-anak Rp 10.000. Pengunjung juga dikenakan biaya parkir yang berbeda sesuai jenis kendaraan.

    Tarif parkir sepeda motor adalah Rp 8.000,00, mobil Rp 15.000, dan bus Rp 50.000.

    Taman Mangrove Ketapang buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Khusus hari Jumat, taman ini tutup pukul 17.30 WIB

    Baca: Kebun Raya Mangrove Surabaya

    3. Pantai Tanjung Pasir
    Spot wisata alam yang satu ini memiliki pasir abu-abu dan ombak yang tenang. Pengunjung bisa mengambil foto di spot Instagramable di spot wisata alam yang terletak di Jl. Tanjung Pasir Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Pantai Tanjung Pasir bisa dijangkau dalam waktu 30-40 menit dari pusat kota Tangerang. Sedangkan dari pusat Jakarta, pantai Tanjung Pasir ini dapat diakses setelah 1 jam 35 menit berkendara.

    Beberapa situs traveling menjelaskan, tarif masuk pantai untuk mobil dan motor berbeda. Pengunjung dengan motor dikenakan tarif masuk Rp 25 ribu untuk kendaraan dan penumpang.

    Sedangkan tarif pengunjung dengan mobil adala Rp 20 ribu ditambah Rp 10 ribu untuk tiap penumpang.

    Pantai Tanjung Pasir beroperasi tiap hari selama 24 jam. Namun wahana dan fasilitas di pantai mungkin tidak tersedia setiap saat.

    Baca: Ada banyak kebun raya di Indonesia, ini daftarnya

    4. Telaga Biru Cisoka
    Sama seperti Tebing Koja, Telaga Biru Cisoka merupakan bekas galian tambang pasir. Bekas galian tersebut terisi oleh air hujan seiring berjalannya waktu. Kemudian terbentuklah sebuah telaga dengan air yang jernih berwarna biru.

    Spot wisata alam yang satu ini berlokasi di Jalan Cigaru Cisoka, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk memasuki tempat ini. Namun, untuk kamu yang membawa kendaraan pribadi akan dikenakan biaya parkir mobil Rp 10.000 dan motor Rp 5.000.

    Telaga Biru Cisoka dibuka mulai pukul 07.00-18.00 WIB setiap hari.

    Baca: Ini yang bisa kita kunjungi saat jalan-jalan ke Monas

    5. Situ Cipondoh

    Sejak lama Situ Cipondoh menjadi spot wisata alam yang diminati warga setempat. Hal ini karena lokasi spot wisata alam ini sangat mudah diakses.

    Situ Cipondoh memiliki berbagai wahana serta spot foto yang Instagramable, dengan udara yang sejuk, area yang nyaman untuk berolahraga, serta aneka kuliner.

    Situ Cipondoh terletak di Jl. KH Hasyim Ashari No. 99, RT 002 RW 009, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten dan bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi. 

    Pengunjung Situ Pondoh tidak dikenai tiket, tapi hanya wajib membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 hingga Rp 5000. Biaya tambahan dikenakan jika ingin memanfaatkan wahana dan fasilitas situ Cipondoh.

    Situ Cipondoh bisa diakses pengunjung setiap saat dalam 24 jam dan 7 hari. Namun, sarana di situ Cipondoh dengan jam buka tutup terbatas.

    Baca: Mengenal kehidupan masyarakat Betawi Pesisir di Museum Si Pitung

    6. Danau Cihuni
    Spot wisata alam yang satu ini menawarkan panorama yang indah. Rindangnya  pohon-pohon pinus dan hamparan rumput hijau yang tumbuh di sekitar danau.

    Berbagai jenis ikan air tawar yang ada, membuat Danau Cihuni menjadi lokasi pemancingan yang favorit bagi warga setempat.

    Danau Cihuni berlokasi di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jawa Barat.

    Pengunjung danau Cihuni dikenakan biaya Rp 20.000. Namun ada pula yang menyatakan tiket masuk danau ini gratis. Pengunjung membayar biaya parkir untuk mobil Rp 5.000 dan motor Rp 3.000.

    Baca: Taman Bungkul, salah satu taman terbaik di Asia

    7. Pulau Cangkir
    Pulau Cangkir merupakan destinasi wisata yang terbilang cukup lengkap.

    Di tempat ini, kamu bisa berziarah ke makam anak dari Sultan Kesultanan Banten sambil melakukan wisata bahari.

    Pulau Cangkir berada di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten. Untuk mengunjungi Pulau Cangkir, kita hanya perlu merogoh uang mulai Rp 6.000.

    Asyiknya, kita bisa mengunjungi Pulau Cangkir kapan saja karena tempat ini buka setiap hari selama 24 jam.

    Baca: Mengenal dari dekat kehidupan masyarakat adat di desa adat

    8. Kebun Latte
    Ini merupakan salah satu tempat nongkrong baru yang ada di Tangerang. Tempat ini menyuguhkan panorama alam yang menawan dan meneduhkan karena jajaran pohon yang rindang.

    Kebun latte berlokasi di Jl. Haji Jamat No. 12LA, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

    Tidak ada tiket masuk menuju tempat ini. Namun, untuk mencicipi berbagai makanan dan minuman di sana, kamu hanya perlu merogoh uang mulai dari Rp 15.000-an.

    Kebun Latte buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga pukul 22.00 WIB.

     

     

  • Ngarak Perahu Maulid Meriahkan Maulid Nabi di Tangerang

    Ngarak Perahu Maulid Meriahkan Maulid Nabi di Tangerang

    7cloud.asia – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan acara Ngarak Perahu Maulid yang merupakan tradisi budaya sejak 1939 di Masjid Al-Ittihad.

    Acara ini digelar dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) dapat terus dilestarikan sebagai khazanah budaya.

    “Ini merupakan wujud upaya kita dalam melestarikan khazanah budaya, sekaligus nilai-nilai kebudayaan islam di Kota Tangerang. Apalagi ini bekerja sama dengan Masjid Agung Al-Ittihad, masjid bersejarah yang juga ikon di Kota Tangerang,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat membuka acara Ngarak Perahu Maulid di Masjid Al-Ittihad Tangerang, Kamis (28/09/2023).

    Selain Ngarak Perahu Maulid, acara Maulidan Al-Ittihad juga dihadiri olah para habaib, ulama dan umaro Kota Tangerang.

    Lalu dilakukan pembacaan ratibul athos dan rawi simthud duror bersama Habib Alwi bin Thohir Alhusainy serta makan bareng 1445 porsi nasi kebuli serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

    “Semoga momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, selain dapat meningkatkan ibadah dan ketaatan kita terhadap ajaran-ajaran nabi, juga dapat meningkatkan solidaritas dan kepedulian untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” kata Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin.

    Ketua Panitia Maulidan Masjid Al-Ittihad, Imam Bukhori, mengatakan ada tiga perahu yang diisi dengan berbagai hasil bumi. Dua perahu akan diarak berkeliling dan satu perahu paling besar tetap berada di halaman Masjid Al-Ittihad.

    “Dari perahu yang paling besar, itu ada hasil bumi di Kota Tangerang seperti sayur-sayuran, buah-buahan, tadi juga dilihat ada ikan karena Kota Tangerang ada Sungai Cisadane sebagai salah satu sumber mendapatkan ikan. Mudah-mudahan ini semua dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tangerang yang ikut hadir ngarak perahu,” ucapnya.

    Ia tidak menyangka antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti serangkaian acara yang ada di Masjid Al-Ittihad. Selain itu terdapat juga gunungan-gunungan makanan dan juga buah-buahan yang dibawa oleh peserta.

    “Alhamdulillah, ribuan masyarakat Kota Tangerang dapat hadir hari ini dan saya tidak menyangka bahwa akan sebanyak ini. Pengamanan juga sudah disiapkan oleh pihak Kepolisian, Satpol PP Kota Tangerang dan lainnya,” kata Imam Bukhori.

    Ke depannya, kata dia, kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya, sehingga tradisi dapat terus berjalan dan dapat menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kota Tangerang.

    “Kami selaku panitia dan juga pengurus DKM Masjid Al-Ittihad akan mengupayakan untuk kegiatan maulidan di Masjid Al-Ittihad dapat rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Mudah-mudahan dapat menjadi salah satu objek wisata religi di Kota Tangerang,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • Aksi Bebersih Kali dan Sungai di Tangerang Sukses Angkut 3,5 Ton Sampah dari Sungai Ledug

    Aksi Bebersih Kali dan Sungai di Tangerang Sukses Angkut 3,5 Ton Sampah dari Sungai Ledug

    7cloud.asia – Pemerintah kota atau Pemkot Tangerang bersama dengan komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) menyelenggarakan kegiatan Bebersih Kali dan Sungai.

    Aksi Bebersih Kali dan Sungai dilakukan pada Jumat (19/1/2024) ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

    Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin di Tangerang mengatakan kegiatan Bebersih Sungai dan Kali yang dilakukan bersama dengan komunitas menjadi upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui aksi nyata.

    Baca: Mengenal sistem RDF yang mampu mengolah sampah menjadi sumber energi terbarukan

    Lewat aksi ini masyarakat diajak untuk lebih bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya dan tidak lagi membuang sampah ke saluran air ataupun sungai.

    “Upaya yang bisa dilakukan adalah membiasakan warga untuk tertib membuang sampah, agar meminimalisir potensi terjadinya genangan karena saluran air yang terhambat,” kata Pj Wali Kota Nurdin dalam kegiatan yang berlangsung di Sungai Ledug, Kecamatan Periuk.

    Nurdin juga menyebutkan jika Pemkot Tangerang terus mendorong masyarakat untuk mengurangi produksi sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

    Baca: Lebih murah, Pemprov DKI Jakarta lebih memilih RDF ketimbang ITF

    Pengurangan sampah ini dilakukan dengan pendampingan dari komunitas yang ada di masing-masing RW. Selain memilah sampah, warga juga diminta untuk mengolah sampah yang dihasilkannya.

    Komposing adalah salah satu langkah yang bisa dihasilkan untuk mengurangi sampah.

    “Untuk RW yang telah melakukan pengelolaan sampah dengan baik akan menjadi role model bagi wilayah lain,” ujarnya.

    Baca: Sampah makanan bisa picu masalah serius untuk lingkungan

    Ia menjelaskan berbagai upaya teknis telah dilakukan oleh Pemkot Tangerang untuk meminimalisir banjir dan genangan di Kota Tangerang.

    Namun upaya ini tidak akan optimal jika masyarakat tidak peduli akan pentingnya menjaga lingkungan.

    “Dimulai dari pilah sampah di tingkat rumah tangga, untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dan tentunya juga atas peran para komunitas,” katanya.

    Baca : Bantuan kapal pembersih sampah dari Coldplay

    Sumber: Antaranews.com

  • Komisi X DPR Apresiasi Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang

    Komisi X DPR Apresiasi Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.

    Salah satunya adalah dengan menambah bangunan sekolah baru untuk menyelesaikan permasalahan daya tampung sekolah negeri di Tangerang yang saat ini jumlahnya masih terbatas.

    Langkah pemerintah Kota Tangerang ini mendapatkan apresisai Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih, seperti dilansir Parlementaria

    “Penambahan bangunan sekolah baru karena kekurangan. Tentunya kami mendukung upaya Pemkot. Namun dengan penambahan tersebut jangan sampai memberangus sekolah swasta,“ ujar Abdul Fikri usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X di Kota Tangerang, Banten, Jumat (14/6/2024).

    Namun, tambahnya, Pemkot Tangerang sudah sangat bijaksana, karena sekolah swasta juga ditumbuhkan dengan mendapat bantuan sekolah swasta gratis.

    Baca Juga: Sekolah Alam Pacitan Masuk 10 Besar Aksi Lingkungan Terbaik Dunia, Ini Metode yang Diterapkan

    Saat ini, Pemerintah Kota Tangerang memiliki 146 sekolah gratis ditingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

    Adapun sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang tidak memungut biaya operasional seperti SPP, uang pangkal, uang bangunan, uang pendaftaran, uang ujian, dan uang praktik.

    Politisi Fraksi PKS itu juga menilai langkah tepat PJ Wali Kota Tangerang dalam menghadapi permasalahan guru honorer yang ada di sekolah swasta.

    Hal itu menyusul adanya rekrutmen ASN PPPK dengan tidak dikembalikan ke sekolah swasta namun diangkat supaya menjadi ASN yang mengajar di sekolah negeri.

    Diketahui, dari sekitar 6 ribu guru honorer, sudah diangkat menjadi tenaga ASN PPPK sebanyak 5 ribu guru honorer. Sedangkan sisanya masih diupayakan untuk terus diangkat.

    Baca Juga: Wujudkan Sekolah dan Kurikulum Hijau, UNESCO Luncurkan Pedoman Menghijaukan Sekolah

    Karena ternyata honorer itu kan guru yang ada di sekolah negeri. Ternyata begitu ada rekrutmen 1 juta ASN PPPK itu malah yang honorer tersingkir (tidak boleh lagi mengajar) dari sekolah swasta.

    “Nah untung tadi Pj Wali Kota menyampaikan bahwa ada solusiny, mereka bukan dikembalikan ke swasta lagi tapi sisanya itu dicarikan jalan keluar,” tegasnya.

    Terkait dengan wacana sekolah gratis pemerintah, ia menilai Pemerintah harus menganalisis kembali anggaran pendidikan.

    Hal itu karena saat ini dari 20 persen anggaran pendidikan sebagai mandatori dari APBN, hanya 15 persen yang diterima oleh Kemenristekdikti.

    Hal itu, tambah Abdul Fikri, dirasa kurang optimal untuk membuat sekolah gratis dan wajib belajar 13 tahun.

    Ia menilai, postur anggaran pendidikan dengan hanya 15 persen dari 20 persen anggaran pendidikan, memang tidak optimal.

    Baca Juga: Atasi Penyaluran Kartu Jakarta Pintar Tidak Tepat Sasaran, Komisi E DPRD Jakarta Desak Sekolah Gratis Segera Direalisasikan

    Kita akan banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat bahwa kalau 13 tahun untuk wajib belajar berarti semua warga negara wajib diberi kesempatan, kalau wajib dan tidak melaksanakan kan salah.

    ”Jadi jangan nanti kita mewajibkan tapi karena mereka nanti tidak mampu membayar lantas tidak sekolah,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Legislator Dapil Jawa Tengah IX itu juga mengapresiasi Pemkot Tangerang terkait perhatian yang luar biasa terhadap guru-guru dan tenaga pendidik lainnya.

    Dalam kesempatan itu, Fikri mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah Kota Tangerang bahwa Pendidikan itu kan core-nya ada di kurikulum.

    Ia menegaskan, kurikulum bisa jalan atau tidak tergantung pada para guru. Gurunya di sini, ujarnya, mendapat perhatian yang luar biasa supaya menjadi ASN.

    Baca Juga: Ada Sekolah Yang Belum Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar, Ini Solusi yang Ditawarkan DPR

    ”Nah, pendidikan ini kan tidak hanya negeri saja, ada pula swasta. Sehingga, bagaimana intervensi pemerintah Kota Tangerang kepada sekolah-sekolah swasta, ini juga kita perlu mendapatkan eksplorasi pengalaman dari kota Tangerang untuk diduplikasi di kota-kota yang memungkinkan di seluruh Indonesia,” tutupnya.

  • Rugikan Nelayan, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Segera Membongkar Pemagaran Laut di Tangerang, Banten

    Rugikan Nelayan, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Segera Membongkar Pemagaran Laut di Tangerang, Banten

    7cloud.asia – Komisi IV DPR bereaksi keras atas pemagaran laut sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang, Banten.

    Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan meminta pemerintah segera membongkar pagar laut misterius yang ada di perairan Tangerang, Banten, sepanjang 30,16 Km.

    “Pemerintah harus tegas, bongkar pagar laut yang merugikan warga. Kasihan mereka (nelayan, red) tidak bisa melaut untuk mencari nafkah. Masyarakat jangan dirugikan dengan alasan pembangunan. Masyarakat lah yang memiliki negara, bukan satu-dua orang atau perusahaan,” ujar Yohan dalam keterangannya dikutip Parlementaria, di Jakarta, Kamis (9/1/2024).

    Yohan menilai negara tidak boleh kalah oleh satu-dua orang, atau perusahaan pengembang kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tropical Coastland di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

    “Kalau benar dugaan pemagaran laut ini dibangun oleh pihak pengembang PSN PIK 2, Agung Sedayu Group, saya tegaskan negara tidak boleh kalah oleh mereka,” ujar Politisi PAN ini.

    Baca: DPR desak pemerintah kaji ulang status PSN di PIK 2

    Komisi IV akan mendesak dilakukan evaluasi terhadap pembangunan PSN PIK 2 dalam rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan, Rabu (8/1/2025) melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan berdialog dengan nelayan yang terdampak pemagaran laut di Tangerang, Banten ini.

    Diketahui, pemagaran laut ini memicu keresahan di kalangan nelayan setempat. Pasalnya, pemagaran laut itu menghalangi akses para nelayan ke area penangkapan ikan.

    Pemagaran laut tersebut juga menyebabkan meningkatnya biaya operasional, dan mengancam keberlanjutan mata pencaharian mereka.

    “Pemagaran laut ini adalah bentuk pelanggaran nyata terhadap hak nelayan dan masyarakat pesisir. Pemerintah harus segera memastikan legalitas tindakan ini dan mengambil langkah tegas jika terbukti melanggar aturan,” ujar Johan Rosihan saat berdialog dengan nelayan yang terdampak, di perairan laut Tangeran, Banten, Rabu (8/1/2025).

    Baca: Menteri ATR/BPN Bakal kaji ulang status PSN di PIK 2

    Dalam keterangan tertulis, dia menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007, bahwa pemanfaatan wilayah pesisir harus dilakukan dengan izin resmi dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat setempat.

    Selain itu, setiap kegiatan yang berpotensi merusak ekosistem laut diwajibkan memiliki analisis dampak lingkungan (AMDAL) sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup.

    Maka dari itu, Johan menegaskan, jika pagar ini didirikan tanpa izin atau tanpa memperhatikan dampak ekologis dan sosial, maka tindakan ini berpotensi melanggar hukum dan pelakunya dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana.

    Dia menegaskan, nelayan adalah tulang punggung ekonomi pesisir. Hak mereka atas akses laut harus dilindungi.

    ”Kasus ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa pengelolaan laut harus mengutamakan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat,” tambah politisi PKS.

  • Soroti Keberadaan Pagar Laut di Tangerang, Komisi IV DPR Desak Dilakukan Penyelidikan

    Soroti Keberadaan Pagar Laut di Tangerang, Komisi IV DPR Desak Dilakukan Penyelidikan

    7cloud.asia – Pembuatan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di pesisir pantai Tangerang, Banten terus menuai sorotan.

    Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan menyegel pagar laut yang diduga kuat terkait dengan pembangunan PSN di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 ini dinilai tidak cukup.

    Sejumlah Anggota Komisi IV DPR meminta pemerintah bertindak tegas dan membongkar pagar laut yang dibangun dari bambu ini. Siapa yang berada di belakangnya harus diselidiki.

    Anggota Komisi IV DPR, Riyono menilai pembuatan pagar laut yang membentang di 16 wilayah kecamatan tersebut berpotensi melanggar penggunaan wilayah ruang laut.

    Baca: Komisi IV DPR desak pemerintah segera membongkar pagar Laut di Tangerang

    Karena itu, dia mendesak dilakukan penyelidikan siapa pelaku dan otak di belakangnya. Hal itu disampaikan Riyono usai mendatangi langsung lokasi pemagaran tersebut.

    “Kita mau nyari siapa yang bertanggung jawab terhadap penggunaan ruang wilayah laut, ini punya potensi pelanggaran penggunaan wilayah ruang laut. Mau kita cek dan mau kita selidiki siapa yang melakukan ini,” kata Riyono dalam keterangannya kepada media, di Jakarta, Jumat (10/1/2025).

    Pemagaran laut itu berada di wilayah laut Kabupaten Tangerang, Banten. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten menerangkan pagar laut terbuat dari bambu atau cerucuk dengan ketinggian rata-rata 6 meter.

    Di atasnya, dipasang anyaman bambu, paranet, dan juga diberikan pemberat berupa karung berisi pasir.

    “Siapa pun dia, dia harus mempertanggungjawabkan. Ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia laut untuk nelayan,” ujar politisi PKS ini.

    Baca: PSN di PIK 2 mengokupasi kawasan hutan lindung

    Menurut Riyono, pemagaran laut tersebut merugikan nelayan. Sebab mereka harus memutar saat pergi melaut atau kembali.

    “Kemudian pasti solarnya juga akan tambah. Oleh karena itu kita akan coba, kita akan usaha bagaimana kemudian mereka mempertanggungjawabkan,” kata Riyono.

    Maka dari itu, Riyono mengajak instansi terkait untuk menyelidiki pembangunan pagar laut ini.

    “Kawan-kawan di Pemprov, teman-teman di KKP ayo kita lihat dengan sejujur-jujurnya,” jelas Legislator Dapil 7 Jatim itu.

    Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad juga menegaskan, pembangunan pagar laut ini juga mengancam penghidupan warga sekitar yang sebagian besar bekarja sebagai nelayan. tidak bisa melaut untuk mencari nafkah.

    “Masyarakat jangan dirugikan dengan alasan pembangunan. Masyarakat lah yang memiliki negara, bukan satu-dua orang atau perusahaan,” ujarnya.

     

  • Kontroversi Pagar Laut di Tangerang: DPR Sebut Penyegelan Tak Cukup Harus Dibongkar

    Kontroversi Pagar Laut di Tangerang: DPR Sebut Penyegelan Tak Cukup Harus Dibongkar

    7cloud.asia – Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan terus mendesak pemerintah untuk mengungkap misteri di balik pembangunan pagar laut Tangerang.

    Johan menegaskan, pagar laut itu tidak cukup hanya disegel, tapi harus dibongkar dan beking dan pelakunya juga harus ditangkap.

    Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan penyegelan terhadap pagar laut di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

    Pasalnya, pembangunan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer itu tidak mempunyai izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

    Legislator asal Dapil Kalimantan Barat (Kalbar) I itu mengatakan, penanganan masalah pagar laut itu tidak cukup hanya dengan penyegelan. Pemerintah dan aparat harus tetap mengusut tuntas persoalan itu.

    “Itu harus usut tuntas sampai ketemu siapa yang memerintahkan pemasangan pagar sampai 30,16 km tersebut,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Parlementaria, di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

    Baca: Komisi IV DPR desak dilakukan penyelidikan soal pagar laut

    “Jangan sampai ada pihak-pihak yang mencoba menguasai ruang laut tanpa adanya izin yang jelas,” imbuhnya

    Daniel mengatakan, persoalan ini harus menjadi perhatian KKP dalam memastikan pemanfaatan ruang laut sesuai ketentuan yang berlaku.

    Apalagi Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Luat( PKRL) sudah menyatakan bahwa pembangunan pagar laut itu melanggar aturan. Maka persoalan pagar itu harus segera dibereskan agar tidak mengganggu aktivitas nelayan.

    Johan menegaskan, tidak mungkin pembangunan pagar laut yang sangat panjang itu dibiayai masyarakat. Jadi, tidak benar jika ada organisasi masyarakat yang mengaku membangun dan membiayai pembangunan pagar.

    “Itu tidak masuk akal. Dari mana mereka punya uang begitu besar. Pasti ada yang mendanai. Itu yang harus diusut,” papar Daniel Johan.

    Baca: Komisi IV DPR desak pemerintah segera bongkar pagar laut di Tangerang

    Dia meminta aparat mengusut dan menangkap dalang di balik pembangunan pagar laut yang merusak ekosistem laut itu. Aparat tidak boleh takut dengan pihak-pihak yang menjadi beking dari proyek tersebut.

    Daniel mengatakan, setelah pembukaan masa sidang nanti, Komisi IV akan memanggil KKP untuk membahas persoalan pagar laut yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

    “Komisi IV mendorong agar pemerintah tegas menertibkan hal-hal semacam ini, agar tidak ada pihak-pihak yang merasa berkuasa di atas hukum yang berlaku,” ucapnya.

    Untuk mengusut siapa dalang dari proyek itu, maka harus ada kerja sama mulai dari nelayan, aparat penegak hukum, dinas kelautan dan perikanan setempat, serta KKP.

    “Kalau ada beking oknum tertentu harus ditindak tegas juga,” pungkas Daniel Johan.

  • Kontroversi Pagar Laut di Tangerang: Anggota Komisi II DPR Minta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tidak Cuci Tangan

    Kontroversi Pagar Laut di Tangerang: Anggota Komisi II DPR Minta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tidak Cuci Tangan

    7cloud.asia – Sejumlah Anggota Komisi II DPR menyoroti pernyataan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid dan memintanya tidak lepas tangan dengan kasus pembangunan pagar laut di Tangerang.

    Diketahui, beberapa waktu lalu, Nusron Wahid menyebut bahwa pembangunan pagar laut di Tangerang belum masuk kategori pencurian lahan.

    Nusron Wahid sempat mengibaratkan pembangunan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di Kabupaten Tangerang sebagai situasi pencuri yang belum beraksi mencuri sesuatu, sehingga belum ada pihak yang bisa ditindak.

    Nusron Wahid juga mengaku bahwa pihaknya belum menerima laporan apakah pagar laut itu dibangun dalam rangka proyek reklamasi. Menurutnya, orang yang menyebut pagar itu dibuat untuk reklamasi masih bersifat dugaan.

    Anggota Komisi II dari PKB, Indrajaya menyebut pembangunan pagar laut itu jelas-jelas merupakan upaya penguasaan lahan atas laut. Jika penguasaan lahan di darat menggunakan patok, maka penguasaan lahan di laut menggunakan pagar laut.

    “Pagar laut itu jelas-jelas patok untuk menguasai lahan. Mereka ingin menguasai lahan di laut untuk kepentingan tertentu. Buat apa dipagar kalau nggak ada kepentingan ekonomi?”ujar Indra dalam keterangan persnya, Jumat (17/1/2025).

    Baca: DPR minta pagar laut di Tangerang segera dibongkar

    Indrajaya menilai tidak mungkin pagar laut itu dibuat kalau tidak ada kepentingan ekonomi di baliknya. Sebab, proyek pagar laut itu memakan biaya sangat besar.

    “Jika satu meter pagar itu membutuhkan biaya Rp 500 ribu, maka anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 15 miliar,” tegasnya.

    Oleh karena itu, ia mendesak Menteri ATR untuk aktif menyelidiki kasus tersebut dan berkoordinasi dengan kementerian atau instansi lain, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kepolisian, dan pihak lain, karena masalah itu berkaitan dengan banyak pihak.

    “Menteri ATR jangan hanya menunggu laporan dari instansi lain. Jangan sampai Menteri ATR lepas tangan,” ungkap Indrajaya.

    Dia menegaskan, kasus pagar laut itu sudah sangat jelas. Ada Kepentingan ekonomi besar di balik itu, sehingga ada pihak yang membiayai dan itu tak mungkin pengusaha kecil.

    Indrajaya minta pemerintah tidak menutup-nutupi kasus ini dan membuka ke publik siapa yang membiayai dan untuk apa pagar laut itu dibangun, sehingga tidak ada dugaan negatif terhadap pemerintah.

    Baca: Komisi IV DPR minta dilakukan penyelidikan terkait pagar laut di Tangerang

    “Ini kan sebenarnya perkara mudah. Pagar lautnya kelihatan. Masyarakat juga tahu proses pembangunannya. Tidak mungkin instansi terkait tidak mengetahuinya. Tolong jangan ditutup-tutupi!” ujarnya.

    Anggota Komisi II DPR lainnya Eka Widodo menilai pagar laut ini sebagai upaya pihak tertentu untuk menguasai lahan laut secara semena-mena.

    Dia menilai terjadi pembiaran, dan pengawasan yang tidak ketat. Padahal, seharusnya tidak sulit bagi KKP serta Pemda Banten untuk mengungkap sosok di balik kemunculan pagar laut ini.

    “Jika KKP dan Pemda serius, persoalan ini bisa cepat diselesaikan,” ujar Eka Widodo, yang akrab disapa Edo, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (16/1/2025).

    Edo menegaskan bahwa pemagaran laut tersebut jelas merugikan nelayan. Pagar itu membatasi ruang gerak nelayan untuk mencari ikan, memaksa mereka menempuh jarak lebih jauh.

    Akibatnya, biaya operasional nelayan, seperti bahan bakar, meningkat drastis.

    Baca: PSN di Pantai Indah Kapuk mengokupasi hutan lindung

    Selain merampas hak nelayan, pemagaran laut juga diduga sebagai modus penguasaan lahan laut secara ilegal. Edo mengungkapkan bahwa kerugian akibat pemagaran ini meliputi terbatasnya ruang usaha nelayan, penutupan akses publik, dan kerusakan fungsi ruang laut.

    “Saya berharap bukan hanya KKP, tapi Kementerian ATR/BPN juga turut bertanggung jawab. Mereka harus segera menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan bidangnya.

    Apalagi, pemagaran ini tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemerintah Provinsi Banten. Solusinya adalah mengungkap motif pemagaran ini dan meminta pertanggungjawaban pelaku,” tegas Edo.

    Politisi dari PKB ini menjelaskan bahwa ruang laut seharusnya dimanfaatkan sebagai zona perikanan dan zona pelabuhan. Jika ada pemanfaatan untuk kepentingan lain, harus ada RTRW yang menjadi acuan pemerintah setempat.

    “Saya menyayangkan pihak yang mengusulkan penyelesaiannya cukup dengan mencabut pagar menggunakan bantuan TNI/Polri. Saya tidak sepakat dengan solusi tersebut,” tambahnya.

  • Pagar Laut di Tangerang Akhirnya Dibongkar, Akankah Ada Proses Hukum?

    Pagar Laut di Tangerang Akhirnya Dibongkar, Akankah Ada Proses Hukum?

    7cloud.asia – Setelah menuai kontroversi akhirnya pagar laut sepanjang 30.16 kilometer di perairan Tangerang, Banten dibongkar.

    Pembongkaran pagar laut di Tangerang ini dilakukan pasukan TNi Angkatan Laut bekerja sama dengan warga sekitar pada Sabtu (18/1/2025). Pembongkaran pagar laut ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Perintah secara langsung Presiden melalui Kepala Staf Angkatan Laut yang utama,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Ill Jakarta Brigadir Jenderal (Mar) Harry Indarto di Tangerang, Sabtu (18/1/2025).

    Ada sekitar 600 personel dari tiga pasukan khusus TNI AL dikerahkan untuk membongkar pagar laut tersebut pada Sabtu (18/1/2025).

    Tiga pasukan khusus itu di antaranya, Komando Pasukan Katak (Kopaska), Marinir, dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair).

    “Pagi ini kami bersinergi bersama warga sekitar akan melaksanakan pembongkaran pagar laut yang selama ini mungkin sudah viral,” ujar Harry.

    Baca: Komisi II DPR Minta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tidak Cuci Tangan

    Harry mengungkapkan, dilibatkannya pasukan Dislambair guna mengukur kedalaman patok pagar bambu.

    “Kami perlu mengetahui, patok-patok yang sudah tertanam dan sudah berapa lama,” kata Harry.

    Selain pasukan khusus, TNI AL juga mengerahkan personel dari Dinas Kesehatan dan Polisi Militer Angkatan Laut untuk membongkar pagar laut di Tangerang.

    Dalam pembongkaran perdana tersebut, baru dua kilometer pagar laut yang baru berhasil dibongkar. Menurut Harry, membongkar pagar laut bukan merupakan hal yang mudah.

    “Kesulitan kita, lebih mudah menanam daripada mencabut. Apalagi yang ditanam ini sudah jangka waktu sampai berbulan-bulan, itu akan lebih menyulitkan kita untuk pencabutan,” uca Harry.

    TNI AL pun menargetkan pembongkaran pagar laut di perairan Tangeran itu akan rampung dalam waktu 10 hari.

    Baca: Komisi IV DPR mendesak dilakukan penyelidikan terkait pagar laut di Tangerang

    “Targetnya itu paling cepat 10 hari. 10 hari, bukan dua bulan,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama I Made Wira Hady kepada wartawan, Sabtu.

    Menurut dia, pembongkaran pagar laut ini akan terus dilakukan setiap harinya secara bertahap.  Wira Hadi juga mengungkapkan, cepat atau lambatnya proses pembongkaran pagar laut sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca.

    “Kalau cuacanya masih seperti ini, bergelombang, kami menyesuaikan waktunya,” katanya.

    Dia juga mengakui bahwa pembongkaran pagar laut menghadapi berbagai kendala teknis. Misalnya, ditemukan beberapa pagar bambu yang terpancang sudah cukup lama.

    Hal ini membuat batang bambu tertancap di dasar perairan. Selain itu, beberapa beberapa batang bambu juga ditemukan tertancap di kedalaman hingga mencapai dua meter.

    Dalam pembongkaran ini, TNI AL siap pasang badan apabila ada pihak yang keberatan. “Apa pun itu, kalau kepentingan rakyat, Angkatan Laut, TNI khususnya, kami akan tampil ke depan,” kata Harry.

    Pembongkaran pagar laut, menurut Harry, akan lebih mudah jika tidak ada pihak yang mengaku sebagai pemiliknya.

    “Lebih mudah kita melaksanakan kalau tidak ada yang mengakui, daripada ada yang mengakui, kita perlu koordinasi-koordinasi lebih lanjut,” ujarnya.

    Diungkapnya pagar laut di Tangerang membuat pagar laut lain seperti di Bekasi, dan seberang Pulau C Jakarta Utara ikut terkuak.

  • PDI Perjuangan Dorong Pembentukan Pansus untuk Selidiki Kasus Pagar Laut

    PDI Perjuangan Dorong Pembentukan Pansus untuk Selidiki Kasus Pagar Laut

    7cloud.asia – Sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, mendorong Pembentukan Pansus DPR untuk menuntaskan kasus pagar laut di pesisir Tangerang, Banten.

    Wakil Ketua Komis IV DPR, Alex Indra Lukman menjelaskan sebagai lembaga legislatif, DPR punya mitra di masing-masing Komisi, maka untuk efektif dan agar segera bisa diungkap dengan tuntas siapa yang bertanggung jawab maka sebaiknya dibentuk Pansus.

    Alex mengaku khawatir terkait pengabaian terhadap tindak lanjut sertifikasi lahan laut yang harusnya lebih jelas pengaturannya.

    Sebab, hingga kini pemasangan pagar laut puluhan kilometer itu hingga kini belum diketahui siapa dalangnya.

    “Jadi jangan kemudian dibekukan atau seperti pagar laut yang kemudian dibongkar tanpa jelas siapa penanggung jawabnya. Soal pembekuan (sertifikat) itu kan soal teknis,” katanya dilansir di akun resmi Facebook PDI Perjuangan.

    Jika tidak ditindak, Alex justru khawatir bahwa banyak kasus serupa mungkin tersembunyi, hanya saja tidak terdeteksi karena kurangnya pengawasan.

    Baca: Sejumlah kalangan dorong proses hukum dalam kasus pagar laut Tangerang

    Dengan dibentuk Pansus, DPR bisa lebih mendalami kenapa hal yang seperti ini bisa terjadi, karena tidak menutup kemungkinan pagar laut juga terjadi di tenpat lain.

    “Ini kan terjadi terbongkarnya karena hal ini viral dihebohkan oleh masyarakat. Jadi itu kan tidak menutup kemungkinan banyak kasus yang lain lagi kan gitu, yang kebetulan tifak terpantau oleh masyarakat,” tandasnya.

    Sebelumnya, Anggota Komisi II DPR Deddy Sitorus juga mendesak pimpinan DPR untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki kasus pagar laut.

    Menurut Deddy, kasus ini menyeret berbagai pihak mulai dari menteri hingga menteri koordinator.

    “Kenapa diusulkan ada Pansus, karena kan ada banyak kementerian terlibat di sana harusnya, ada KKP, ada Kementerian Investasi, karena dulu tentu mereka ikut menetapkan untuk PSN, ada Menko juga segala macam, jadi ini melibatkan banyak pihak,” kata Deddy yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan kepada awak media, Rabu (22/1/2025).

    Menurut Deddy, bukti kejahatan yang merugikan masyarakat khususnya nelayan ini terpampang nyata di depan masyarakat.

    Baca: Walhi sebut penerbitan sertifikat di atas laut berpotensi langgar hukum

    “Jadi memang seharusnya ada Pansus karena ini kejahatan yang telanjang di depan publik,” katanya.

    Saat itu, Deddy mengatakan untuk membentuk pansus maka harus melalui kesepakatan antar fraksi dan pimpinan DPR. Sebab, pansus ini dibentuk lintas fraksi, bukan hanya Komisi II yang merupakan mitra kerja Kementerian Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia.

    “Kan itu harus ada kesepakatan. Apalagi pansus itu kan artinya lintas komisi, ya tentu nanti kita lihat pimpinan DPR seperti apa sikapnya, kita tunggu aja,” katanya.

    Pagar laut yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di atas laut Tangerang kini tengah menuai polemik. Belakangan terungkap pagar laut itu memilik Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) sejak 2023 silam.

    Menurut Deddy, untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pengadaan pagar laut misterius ini tidak memerlukan waktu yang lama.

    “Nah tentu ini siapa yang berperan? yang berperan tentu orang ATR/BPN dong. Karena yang mengeluarkan surat surat itu kan dari ATR BPN. Seharusnya segera diumumkan, dan seharusnya menurut saya itu tidak lama, siapa saja orang internal ATR/BPN yang berperan melakukan pelanggaran hukum itu,” kata Deddy.

    Dia menegaskan, ini harus jelas-jelas sanksinya dan itu kemudian menjadi pintu masuk bagi Menteri yang baru untuk membereskan institusinya.