Tag: tarif impor

  • Tambahan Tarif Impor yang Diterapkan Amerika Serikat Jadi Alarm Serius Bagi Ekonomi Nasional

    Tambahan Tarif Impor yang Diterapkan Amerika Serikat Jadi Alarm Serius Bagi Ekonomi Nasional

    7cloud.asia – Kebijakan Amerika Serikat memberlakukan tarif impor tambahan sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia menjadi alarm serius bagi ekonomi nasional.

    Wakil Ketua Komisi XI DPR, M. Hanif Dhakiri, menyebutkan, pemerintah harus segera merespons kebijakan tarif impor tambahan ini dengan langkah nyata, terarah, dan berpihak.

    Dia mengingatkan, tambahan tarif impor sebesar 32 persen ini bukan sekadar urusan dagang, tapi pukulan langsung ke industri padat karya dan jutaan pekerja.

    ”Pemerintah tak bisa hanya berdiri di pinggir lapangan. Harus turun tangan penuh,” ujar Hanif dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Jumat (4/4/2025).

    Hanif menyebut kebijakan ini menyasar langsung komoditas ekspor unggulan Indonesia seperti alas kaki, tekstil dan garmen, minyak nabati, serta alat listrik.

    Nilai ekspor Indonesia ke AS pada 2023 mencapai 31 miliar dolar atau sekitar Rp500 triliun, tertinggi kedua setelah China.

    Baca: Kebijakan tarif impor AS bakal menekan nilai Rupiah

    “Kalau tidak diantisipasi, dampaknya bisa meluas, (misalnya) ekspor turun, PHK meningkat, inflasi naik, dan daya beli masyarakat tertekan,” ujar Politisi PKB ini.

    Nilai tukar rupiah saat ini telah menyentuh Rp16.675 per dolar AS, meskipun Bank Indonesia telah menggelontorkan lebih dari USD 4,5 miliar cadangan devisa untuk intervensi pasar.

    “Strategi moneter penting, tapi tak cukup. Tanpa penguatan sektor riil dan fiskal, ekonomi kita bisa limbung,” tegasnya.

    Ia mendorong diversifikasi pasar ekspor ke kawasan BRICS dan Afrika, serta penguatan UMKM dan industri berbahan baku lokal agar naik kelas dan lebih tangguh menghadapi guncangan eksternal.

    “Tarif AS harus kita jawab dengan keberanian industrialisasi. Produk lokal tak boleh hanya bertahan, harus maju dan menembus pasar baru,” katanya.

    Hanif juga menyoroti pentingnya investasi pada sumber daya manusia, termasuk pekerja migran yang tahun lalu menyumbang devisa sebesar USD 14 miliar.

    Baca: Turunnya jumlah kelompok menengah jadi alarm bagi ekonomi nasional

    “Mereka (pekerja migran) bukan beban, tapi kekuatan. Kalau dikelola serius, lima hingga sepuluh tahun ke depan mereka bisa jadi pilar ekonomi nasional,” ujar mantan Menteri Ketenagakerjaan RI ini.

    Menutup pernyataannya, Hanif menegaskan bahwa tekanan global adalah ujian arah kebijakan nasional.

    “Ini saatnya melangkah dengan strategi yang berani dan keberpihakan yang nyata,” pungkasnya.

    Seperti diketahui, Per 2 April 2025, Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif dasar 10 persen untuk seluruh negara, dan tarif tambahan bervariasi berdasarkan penilaian atas praktik perdagangan negara mitra.

    Indonesia dikenakan tarif tambahan 32 persen atas sejumlah produk, sedangkan negara lain dikenai tarif berbeda.

    Vietnam misalnya, dikenakan 46 persen dan China 34 persen. Penetapan ini mengacu pada kalkulasi hambatan perdagangan, manipulasi mata uang, dan akses pasar.

    Baca: Anjloknya IHSG jadi sinyal krisis kepercayaan pasar pada pemerintah

  • Mantan Menteri Perdagangan Era SBY Rekomendasikan Tujuh Hal untuk Antisipasi Kebijakan Tarif Impor Donald Trump

    Mantan Menteri Perdagangan Era SBY Rekomendasikan Tujuh Hal untuk Antisipasi Kebijakan Tarif Impor Donald Trump

    7cloud.asia – Pemerintah diminta untuk segera mengambil langkah nyata untuk menjaga dan menyelamatkan ekonomi Indonesia dari dampak kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Menurut anggota Komisi VI DPR Rachmat Gobel, kebijakan tarif impor sebesar 32 persen yang dipatok pemerintahan Donald Trump akan berdampak besar bagi ekonomi Indonesia.

    “Hanya ada satu kalimat: mari kita jaga dan kita selamatkan Indonesia dari bahaya di depan mata kita,” kata Gobel dalam keterangan yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (5/4/2025).

    Wakil rakyat dari dari Dapil Gorontalo itu menyampaikan, sebelum ada perang dagang itu pun ekonomi Indonesia mengalami deindustrialisasi. Hal itu ditandai dengan tutupnya sejumlah pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Kemungkinan, kondisi tersebut bakal berlanjut usai tarif impor 32 persen tersebut yang diterapkan terhadap produk Indonesia yang masuk Amerika Serikat.

    Baca: Kebijakan tarif impor Donald Trump bakal menekan nilai Rupiah

    “Dengan demikian, pengangguran bisa semakin meningkat. Pada sisi lain juga ada kecenderung nilai rupiah terus melemah terhadap sejumlah mata uang asing,” ungkap Mantan Menteri Perdagangan ini.

    Pada sisi lain, kata dia, kebijakan Trump tersebut akan membuat semua negara berlomba-lomba memberikan insentif bagi eksportir untuk mencari pasar baru, salah satunya Indonesia. Gobel menegaskan hal itu harus dicegah.

    “Barang-barang dari China dan Vietnam bisa banjir ke Indonesia. Ini yang harus dicegah. Kita harus melindungi pasar dalam negeri dari serbuan impor, salah satunya melalui penegakan aturan TKDN,” sebut dia.

    Gobel juga mengingatkan pemerintah tentang pentingnya menjaga kondisi sosial. Penguatan solidaritas dan kepedulian sosial harus dilakukan.

    “Mari kita sama-sama menjaga Indonesia. Jadikan momen ini sebagai kebangkitan. Tantangan dan ancaman kita ubah menjadi peluang untuk membangun spirit kebersamaan, cinta Tanah Air, dan perilaku bersih dari korupsi dan nepotisme,” ujarnya.

    Baca: Kebijakan tarif impor Donald Trump jadi alarm serius untuk ekonomi nasional

    Politisi Partai NasDem itu memberikan sejumlah saran menghadapi kebijakan Trump tersebut.

    Pertama, berikan kemudahan dan deregulasi perizinan bagi yang akan berinvestasi di Indonesia. Kedua, berikan insentif pajak dan tarif bagi dunia usaha.

    Ketiga, jaga pintu-pintu masuk Indonesia dari barang selundupan. Keempat, melarang secara permanen impor tekstil dan produk tekstil bermotif kain tradisional Indonesia seperti batik, tenun, maupun sulam.

    Kelima, melarang secara permanen impor pakaian bekas. Keenam, pemerintah membantu mencarikan pasar ekspor baru bagi industri Indonesia.

    Ketujuh, pemerintah harus melakukan perundingan dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menurunkan tarif. Kedelapan, lindungi dan jaga pasar dalam negeri dari serbuan produk impor.

    Sebelumnya, Presiden Trump mengenakan tarif baru ke sejumlah negara yang memiliki surplus ekspor ke Amerika Serikat dengan mengenakan tarif hingga 32 persen.

    Hal itu pasti berdampak besar bagi ekonomi Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat disebut Trump memberikan surplus bagi Indonesia, pada 2024 sebesar 18 miliar dolar.

  • Lebih dari 50 Negara Ajukan Negosiasi Terkait Kebijakan Tarif Impor AS

    Lebih dari 50 Negara Ajukan Negosiasi Terkait Kebijakan Tarif Impor AS

    7cloud.asia – Lebih dari 50 negara yang terdampak tarif impor baru AS sudah berkomunikasi dengan Washington untuk meminta negosiasi terkait pencabutan tarif. Hal diungkapkan seorang pejabat Gedung Putih.

    “Saya mendapat laporan dari (Perwakilan Dagang AS) tadi malam bahwa sudah lebih dari 50 negara berkomunikasi dengan presiden kita untuk meminta negosiasi,” ucap Ketua Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett, Minggu (6/4/2025).

    Dalam wawancara bersama George Stephanopoulos dari acara berita “This Week” oleh ABC News, Hassett mengatakan bahwa negara-negara tersebut marah dan berusaha membalas, namun mereka “juga mau datang ke meja negosiasi”.

    “Mereka melakukannya karena paham mereka menanggung banyak sekali tarif,” kata dia.

    Hassett menganggap bahwa pemberlakuan tarif impor ini tidak akan berdampak besar bagi konsumen di AS.

    Pasalnya negara-negara tersebut “memiliki suplai yang sangat tidak elastis” sehingga AS “mengalami defisit dagang yang berkepanjangan dan berlangsung lama”.

    Sementara itu, eks menteri keuangan AS Lawrence Summers yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, tarif impor baru ini membawa dampak buruk bagi ekonomi.

    Menurut Summers, tarif impor mengakibatkan kenaikan harga dan meningkatnya inflasi.

    Kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga “pekerjaan jadi berkurang”

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Airlangga Hartarto Paparkan Langkah Pemerintahan Hadapi Kebijakan Tambahan Tarif Impor yang Diberlakukan AS

    Airlangga Hartarto Paparkan Langkah Pemerintahan Hadapi Kebijakan Tambahan Tarif Impor yang Diberlakukan AS

    7cloud.asia – Kebijakan pemerintahan Amerika Serikat menerapkan penetapan tambahan tarif impor ke sejumlah negara telah memicu lonjakan ketidakpastian ekonomi.

    Kebijakan AS ini juga mendorong peningkatan persepsi risiko global. Namun, Indonesia relatif masih rendah di level 5 persen.

    Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan penerapan kebijakan tarif impor ini memicu gejolak di pasar keuangan dunia, termasuk pelemahan mata uang negara emerging markets.

    “Banyak korporasi global menahan ekspansi dan investasi, konsumsi ikut menurun,” ujar Airlangga dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (7/4/2025)

    Sejumlah komoditas strategis dunia mengalami penurunan harga, seperti minyak mentah Brent yang turun 20 persen, batu bara turun menjadi 97 dolar per ton, dan crude palm oil juga menurun.

    Satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan adalah emas. Karena itu, peluncuran Bullion oleh Presiden sangat tepat waktu. Emas kini menjadi instrumen lindung nilai yang penting, di samping dolar AS.

    Di sisi lain, harga kedelai, gandum, dan beras juga menurun. Penurunan harga komoditas global ini akan menahan tekanan inflasi di dalam negeri.

    Merespons kondisi global tersebut, sejumlah negara mengambil langkah-langkah kebijakan. China mengenakan tarif impor atas barang dari AS hingga 34 persen. Vietnam meminta penundaan tarif, terutama untuk produk seperti Nike, namun belum mendapat respons dari AS.

    India juga tetap dikenai sanksi meskipun Perdana Menterinya telah melakukan pendekatan ke AS. Malaysia memilih mengikuti langkah ASEAN.

    “Sementara Indonesia mengambil pendekatan diplomatik melalui negosiasi, serta membuka akses pasar dan kerja sama intra-ASEAN,” imbuh Airlangga.

    ASEAN secara keseluruhan merupakan penyumbang defisit terbesar kedua bagi AS setelah China. Indonesia menyumbang 19,34 miliar dolar, Thailand 4,8 miliar dolar, dan Malaysia 2,6 miliar dolar.

    Karena itu, Airlangga menilai kunjungan Presiden ke Kuala Lumpur baru-baru ini sangat strategis untuk menyatukan langkah ASEAN menghadapi tarif AS.

    Tarif impor negara pesaing Indonesia, imbuh Airlangga, bervariasi. Vietnam dan Thailand tarifnya lebih rendah, sementara Kamboja lebih tinggi. Singapura tercatat yang paling rendah, hanya 10 persen.

    Beberapa komoditas Indonesia yang sebelumnya diekspor ke AS, seperti tekstil dan alas kaki, dikenakan tarif tambahan, namun produk strategis seperti emas, tembaga, dan furnitur dikecualikan karena AS sedang dalam konflik dagang dengan Kanada dan membutuhkan sumber alternatif.

    Airlangga menambahkan, ekspor Indonesia ke AS hanya menyumbang 2,2 persen dari total PDB, jauh di bawah Vietnam yang mencapai 33 persen. Dengan begitu, dampaknya ke Indonesia bisa diredam.

    “Presiden menyatakan kita harus memperluas pasar, tidak hanya bergantung pada AS. Ekspor utama Indonesia masih ke China (26 miliar dolar) dan India (21 miliar dolar), yang bisa dioptimalkan,” imbuhnya.

    Selain itu, dalam jangka pendek, pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat terus dijaga melalui berbagai program seperti bansos, THR, serta stabilisasi harga pangan.

    Stimulus ekonomi saat ini sudah berjalan, termasuk diskon tarif di awal tahun, subsidi motor listrik, dan relaksasi PPN properti.

    Pemerintah juga akan memperkuat sektor padat karya serta membebaskan PPh untuk gaji hingga Rp10 juta, agar pengusaha tidak mengurangi tenaga kerja.

    Pemerintah menyiapkan Rp300 triliun untuk sektor-sektor seperti makanan minuman, tekstil, kulit, dan furnitur — yang semuanya tumbuh positif di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi.

    Pemerintah juga telah menerbitkan regulasi untuk menyalurkan kredit investasi dengan bunga disubsidi 5 persen bagi UMKM dengan pinjaman Rp500 juta sampai Rp10 miliar. Dengan subsidi ini, bunga pinjaman dari bank yang bisa mencapai 13–14 persen akan turun menjadi 8 persen.

    “Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat produktivitas sektor padat karya,” tandas Airlangga.

  • Amerika Serikat Tangguhkan Penerapan Tambahan Tarif Impor, Kecuali untuk China

    Amerika Serikat Tangguhkan Penerapan Tambahan Tarif Impor, Kecuali untuk China

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menangguhkan kenaikan tarif impor selama 90 hari untuk puluhan negara, termasuk Indonesia.

    Namun, penundaan ini tidak berlaku untuk China yang mereka anggap menantang kebijakan AS. Merujuk data yang dirilis Gedung Putih, Rabu (9/4/2025), persentase tarif timbal balik untuk seluruh negara diturunkan ke angka 10 persen, terhitung per 5 April lalu.

    Bersamaan dengan pemberlakuan persentase terbaru ini selama 90 hari ke depan, AS akan bernegosiasi dengan sejumlah negara.

    Penundaan dan penurunan tarif sementara ke angka 10 persen ini tak berlaku untuk China. Trump justru menaikkan tarif resiprokal untuk China dari 34 persen ke 125 persen.

    Alasannya, klaim otoritas Gedung Putih, adalah sikap “tidak hormat” pemerintah China yang membalas kebijakan Trump dengan menaikkan tarif hingga 84 persen pada komoditas AS yang masuk ke China.

    Baca: Puluhan negara negosiasikan kebijakan tarif impor AS

    Donald Trump tidak menyebutkan syarat lapangan kerja untuk visa jenis baru: “Itu untuk orang-orang yang punya uang,” katanya.

    Penurunan tarif ke angka 10 persen juga tidak berlaku untuk negara-negara yang dianggap Trump sebagai “penentang terburuk”. Trump menuduh negara-negara ini menjalankan praktik perdagangan yang tidak adil dengan AS.

    Negara yang masuk kategori itu antara lain 27 negara anggota Uni Eropa, Vietnam, dan Afrika Selatan. Tarif resiprokal yang diterapkan Trump kepada negara kategori ini berkisar antara 11 persen hingga lebih dari 100 persen.

    Pejabat di kantor Perdana Menteri Inggris menilai “perang dagang tidak akan menguntungkan siapa pun”.

    Merujuk penangguhan kebijakan tarif resiprokal, seorang narasumber berkata kepada BBC bahwa “sikap tenang dapat membuahkan hasil”.

    Baca: Kebijakan tarif impor AS jadi alarm bagi ekonomi nasional

    Saat mengumumkan rencana terbarunya di platform media sosial Truth Social, Trump menyebut penangguhan tarif selama 90 hari hanya berlaku bagi negara-negara yang tidak membalas kebijakannya.

    Di sisi lain, kata Trump, tarif tambahan untuk China akan segera dia terapkan.

    “Pada suatu saat, mudah-mudahan dalam waktu dekat, China akan menyadari bahwa hari-hari di mana mereka mengelabui AS dan negara-negara lain tidak dapat lagi dilakukan atau diterima begitu saja,” tulis Trump.

    Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, membuat klaim bahwa perubahan kebijakan tarif tidak dipengaruhi oleh kejatuhan pasar global. Namun politikus senior Partai Demokrat, Chuck Schumer, menyebut penangguhan tarif baru memperlihatkan posisi Trump yang “terhuyung-huyung”.

    Aksi jual saham yang masif memicu kerugian triliunan dolar di seluruh dunia. Di AS, muncul pula kekhawatiran tentang kenaikan harga berbagai komoditas dan potensi terjadinya resesi.

    Baca: Turunnya kelompok menengah jadi alarm bagi ekonomi nasional

    Rabu kemarin, sebelum Gedung Putih mempublikasikan keputusan menunda kebijakan tarif resiprokal, suku bunga utang AS melonjak menjadi 4,5%, yang tertinggi sejak Februari 2025.

    Ketika penangguhan diumumkan, berbagai saham di AS meroket. S&P 500 melonjak 7 prsen dalam perdagangan Rabu sore sebelum naik ke 9,5 persen ketika perdagangan ditutup. Sementara itu Dow Jones juga melonjak ke angka 7,8 persen.

    Berbicara di luar Gedung Putih, Rabu kemarin, Trump berkata bahwa dia harus mengubah kebijakan tarif resiprokal karena “banyak orang menjadi bergairah”.

    “Saya melakukan jeda 90 hari untuk orang-orang yang tidak membalas karena saya memberi tahu mereka ‘jika Anda membalas, kami akan menggandakannya’,” kata Trump.

    “Dan itulah yang saya lakukan terhadap China,” ujarnya.

    Trump berkata, “semuanya akan berjalan dengan luar biasa.”

    Presiden China Xi Jinping, menurut Trump, pada suatu titik “ingin mencapai kesepakatan dengan AS”.

  • DPR: Kebijakan Tarif Impor Pemerintahan Donald Trump Jadi Momentum Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

    DPR: Kebijakan Tarif Impor Pemerintahan Donald Trump Jadi Momentum Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

    7cloud.asia – Komisi XI DPR mendorong pemerintah melakukan percepatan diversifikasi pasar ekspor demi mengurangi ketergantungan terhadap pasar Amerika Serikat.

    Desakan ini disampaikan menyikapi kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menetapkan kenaikan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia,

    Anggota Komisi XI DPR Andi Yuliana Paris mengatakan Indonesia memiliki komoditas yang mampu mendukung percepatan terhadap diversifikasi ekspor ke beberapa negara potensial yang membutuhkan, seperti India, Afrika, dan Timur Tengah.

    “Sehingga pemerintah diharapkan ada keseriusan untuk memaksimalkan komoditi seperti hasil pertanian dan lautan yang cukup melimpah di dalam negeri,” ujar Andi Yuliani kepada Parlementaria usai pertemuan di Kantor Wilayah Kantor Bea Cukai Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Selasa (15/04/2025).

    Lebih lanjut, Andi Yuliani menjelaskan banyak sekali komoditi Indonesia baik pertanian maupun mineral yang diekspor.

    Amerika Serikat, menurutnya, tentu banyak membutuhkan bahan baku industrinya termasuk hasil laut dari Indonesia juga banyak yang diekspor ke Amerika Serikat.

    Baca: Amerika Serikat tangguhkan penerapan tambahan tarif impor

    Namun, ia mengingatkan Indonesia harus memperluas pasar yang tidak hanya Amerika. Misalnya, pasar untuk hasil pertanian, ada yang lebih besar yaitu Arab Saudi.

    Hal itu karena jumlah Jemaah haji asal Indonesia sangatlah besar, sehingga membutuhkan komoditi pangan seperti beras, ikan, sayuran, buah-buahan yang bisapasok dari Indonesia.

    “Nah selama ini pasokan bagi jemaah haji dan umroh itu semua dipasoknya dari Thailand. Artinya ada pasar yang harus dipikirkan secara serius oleh pemerintah dalam rangka menjajaki kerjasama dengan pihak negara-negara lain seperti Saudi Arabia, Eropa untuk bisa menyerap komoditi-komoditi kita,” ujar politisi PAN ini.

    Menurutnya, dunia usaha menyambut baik reaksi cepat pemerintah terhadap ancaman eksternal, tetapi harus tetap diperlukan tindakan lanjutan yang lebih terukur dan spesifik.

    Ia pun mengungkapkan bahwa kebijakan proteksionis Amerika Serikat dikhawatirkan dapat menurunkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar Amerika, yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama bagi produk industri dalam negeri.

    Baca: Puluhan negara ajukan negosiasi terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat

    Saat ini pemerintah tengah mengupayakan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat terkait tarif impor dan bea masuk yang ditetapkan cukup tinggi.

    “Saya mendukung langkah negosiasi tersebut, namun menurutnya perlu kecermatan untuk mendapatkan hasil yang baik, agar ke depan perekonomian dan industri dalam negeri tidak akan memiliki dampak signifikan,” ujarnya.

    Secara keseluruhan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan sektor industri nasional terganggu oleh kebijakan luar negeri yang merugikan.

    Upaya konkret telah dan akan terus dilakukan guna menjaga keberlangsungan usaha dan melindungi para pekerja dari potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Melalui strategi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang, diharapkan Indonesia dapat semakin mandiri secara ekonomi dan tangguh menghadapi tekanan global.

  • Mahkamah Perdagangan Internasional AS Batalkan Kebijakan Tarif Impor yang Diterapkan Donald Trump

    Mahkamah Perdagangan Internasional AS Batalkan Kebijakan Tarif Impor yang Diterapkan Donald Trump

    7cloud.asia – Mahkamah Perdagangan Internasional Amerika Serikat, pada Rabu (28/5/2025) waktu setempat, memblokir penerapan tarif impor menyeluruh yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

    Mahkamah Perdagangan Internasional AS menemukan Donald Trump telah melampaui wewenang ketika memberlakukan bea masuk atau tarif impor besar-besaran terhadap negara mitra dagang.

    Dalam pernyataannya, Mahkamah tersebut menyebut Kongres memiliki kewenangan eksklusif untuk mengatur perdagangan dengan negara asing berdasarkan Konstitusi AS.

    Selain itu, menurut putusan Mahkamah, kewenangan tersebut tidak dapat digantikan oleh deklarasi darurat nasional presiden untuk membenarkan kebijakan tarif yang diberlakukan secara menyeluruh.

    Baca: Amerika Serikat tangguhkan penerapan tambahan tarif impor

    Pengadilan mengeluarkan putusan permanen atas semua kebijakan tarif menyeluruh yang dikeluarkan oleh Donald Trump sejak menjabat pada Januari 2025.

    Pengadilan juga telah memerintahkan pemerintahan Trump untuk mengeluarkan kebijakan baru yang mencerminkan keputusan tersebut dalam waktu 10 hari.

    Tarif impor AS yang diblokir oleh pengadilan termasuk tarif yang diberlakukan bulan lalu terhadap hampir semua mitra dagang Amerika dan pungutan sebelumnya yang dikenakan kepada Kanada, China, dan Meksiko.

    Pemerintahan Trump diketahui telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

    Baca: Puluhan negara negosiasikan kebijakan tarif impor AS

    Pada April lalu, Trump memberlakukan tarif yang disebutnya “resiprokal” terhadap negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengan AS, serta tarif dasar sebesar 10 persen pada hampir semua negara.

    Namun, ia kemudian menangguhkan penerapan tarif resiprokal spesifik negara selama 90 hari.

    Pada Februari, Trump juga memberlakukan tarif terhadap Kanada, Meksiko, dan China, dengan alasan langkah itu diperlukan untuk menghentikan arus imigran ilegal dan perdagangan narkoba melintasi perbatasan AS.

    Setelah putusan pengadilan tersebut, pasar global, termasuk saham Tokyo, menguat karena keputusan tersebut meredakan kekhawatiran atas dampak tarif AS terhadap perekonomian dunia.

    Sumber: Antaranews.com/Kyodo

  • Donald Trump Kenakan Tarif Impor Sebesar 25–40 Persen ke 14 Negara Termasuk Indonesia

    Donald Trump Kenakan Tarif Impor Sebesar 25–40 Persen ke 14 Negara Termasuk Indonesia

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Selasa (8/7/2025) waktu setempat, mengumumkan pengenaan tarif impor sebesar 25 hingga 45 persen kepada pemimpin 14 negara, termasuk Indonesia.

    Lewat akun media sosial, Donald Trump menyatakan bahwa tarif impor yang tercantum dalam surat tarif akan dibayarkan mulai 1 Agustus dan periode tersebut tidak akan diperpanjang.

    “Sesuai surat yang dikirimkan ke berbagai negara kemarin, selain surat yang akan dikirimkan hari ini, besok, dan untuk periode singkat berikutnya, TARIF AKAN MULAI DIBAYARKAN PADA 1 AGUSTUS 2025,” tulis Trump di media sosial.

    “Tidak ada perubahan hingga tanggal ini, dan tidak akan ada perubahan. Dengan kata lain, semua pembayaran akan jatuh tempo dan dibayarkan mulai 1 AGUSTUS 2025 – Tidak ada perpanjangan yang akan diberikan,” tambahnya.

    Baca: Mahkamah Perdagangan Internasional AS batalkan kebijakan tarif impor Donald Trump 

    Pada Senin (7/7/2025), Trump membagikan surat tarif impor di media sosial yang berisi tarif untuk 14 negara termasuk Indonesia.

    Tarif impor ini antara lain dikenakan pada Tunisia, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Jepang, Afrika Selatan, Bosnia dan Herzegovina, Indonesia, Serbia, Bangladesh, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Laos.

    Besaran tarif impor tersebut berkisar antara 25 persen hingga 40 persen. Surat-surat tersebut ditujukan kepada para pemimpin negara, dengan pernyataan: “Sayangnya, hubungan kita jauh dari timbal balik.”

    Trump mendesak negara-negara untuk memproduksi barang-barang mereka di Amerika Serikat sebagai cara untuk menghindari tarif.

    Baca: Donald Trump akan kenakan tambahan tarif 10 persen pada negara pendukung BRICS

    Trump mengatakan bahwa tarif spesifik negara “jauh lebih rendah daripada” tingkat yang dibutuhkan untuk sepenuhnya mengatasi ketidakseimbangan perdagangan mereka dengan AS.

    Donald Trump juga memperingatkan bahwa tarif impor dapat dinaikkan di atas tarif masing-masing negara jika negara-negara tersebut merespons dengan tarif mereka sendiri terhadap AS.

    Presiden AS itu juga menandatangani dekrit yang memperpanjang masa tenggang tarif, yang akan berakhir pada 9 Juli lalu, ditunda hingga 1 Agustus mendatang.

    Sebelumnya Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor tinggi bagi negara-negara yang mendukung organisasi antarpemerintah BRICS

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Pemberlakuan Tarif 0% terhadap Produk Impor Asal AS Mengancam Jutaan Petani dan Peternak

    Pemberlakuan Tarif 0% terhadap Produk Impor Asal AS Mengancam Jutaan Petani dan Peternak

    7cloud.asia – Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyoroti potensi dampak serius dari kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), khususnya terkait pemberlakuan tarif impor sebesar 0% terhadap produk AS yang masuk ke Indonesia.

    Kesepakatan tarif impor 0% ini dinilai akan membuka peluang produk pertanian dan peternakan asal AS membanjiri pasar dalam negeri dengan harga yang sangat murah.

    Alex pun menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan sesuatu yang bisa dipertaruhkan di meja perundingan dagang. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai kebijakan ini justru mengorbankan rakyat Indonesia sendiri.

    “Apapun bentuk kerja sama ekonomi yang dibangun, jangan sampai Indonesia kembali menjadi pasar pasif dan hanya menikmati limpahan barang murah dari luar negeri dengan mengorbankan petani dan peternaknya sendiri,” kata Alex, Jumat (17/7/2025).

    “Ini bukan sekadar soal dagang. Ini adalah ancaman langsung terhadap peternak dan petani kita. Maka saya harap, jangan sampai kebijakan ini mengorbankan agenda kedaulatan pangan kita,” sambung Legislator dari Dapil Sumatera Barat I itu.

    Baca: Donald Trump kenakan tarif impor sebesar 25–40 persen pada 14 negara

    Seperti diberitakan, Presiden AS Donald Trump pada Selasa (15/7/2025) mengklaim pihaknya mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Indonesia setelah berbicara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

    Kesepakatan tersebut berupa tarif dagang, di antaranya AS akan mengenakan tarif impor atas produk Indonesia sebesar 19 persen. Sebaliknya, AS tidak terkena tarif alias gratis alias 0% apabila melakukan ekspor ke Indonesia.

    Terkait hal ini, Alex menyinggung peringatan dari beberapa kalangan analis ekonomi yang menilai masuknya produk unggas, kedelai, jagung, hingga daging sapi dari AS secara besar-besaran berpotensi membunuh pelaku usaha lokal.

    Terutama peternak unggas mandiri yang menopang lebih dari 5 juta lapangan kerja. Menurutnya, langkah membuka kran impor dengan tarif 0% tanpa perlindungan yang jelas terhadap produksi domestik adalah bentuk ‘pengabdian’ pada kepentingan luar, bukan pada kedaulatan pangan nasional.

    Di saat pemerintah mendorong ketahanan pangan, Alex menilai, langkah ini justru bertentangan dan berpotensi mempercepat proses deindustrialisasi sektor pangan di tingkat akar rumput.

    Baca: Donald Trump kenakan tambahan tarif impor sebesar 10 persen pada negara-negara pendukung BRICS

    “Jika ayam beku dari AS dijual jauh di bawah harga pokok produksi peternak lokal, bagaimana rakyat kecil bisa bertahan? Jangan sampai kita mencetak defisit pangan hanya karena tergoda janji akses ekspor ke luar negeri,” ujar Alex.

    Oleh karena itu, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pertanian dan peternakan ini mendesak Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk segera mengkaji ulang dampak kebijakan tarif impor 0 persen ini.

    Alex juga meminta Pemerintah menyiapkan mekanisme pengamanan pasar domestik, termasuk melalui penerapan safeguard, kuota impor, serta perlindungan harga dasar bagi petani dan peternak lokal.

    “Pemerintah harus transparan menyampaikan dasar perhitungan dan proyeksi dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut terhadap ketahanan pangan,” sebutnya.

    “Termasuk dampak terhadap daya beli masyarakat, dan keberlangsungan usaha mikro dan kecil di sektor agrikultur. Sekali lagi, jangan korbankan agenda kedaulatan pangan kita,” pungkas Alex.

    Baca: KTT BRICS serukan reformasi global demi dunia yang lebih adil