Airlangga Hartarto Paparkan Langkah Pemerintahan Hadapi Kebijakan Tambahan Tarif Impor yang Diberlakukan AS

Written by

in

7cloud.asia – Kebijakan pemerintahan Amerika Serikat menerapkan penetapan tambahan tarif impor ke sejumlah negara telah memicu lonjakan ketidakpastian ekonomi.

Kebijakan AS ini juga mendorong peningkatan persepsi risiko global. Namun, Indonesia relatif masih rendah di level 5 persen.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan penerapan kebijakan tarif impor ini memicu gejolak di pasar keuangan dunia, termasuk pelemahan mata uang negara emerging markets.

“Banyak korporasi global menahan ekspansi dan investasi, konsumsi ikut menurun,” ujar Airlangga dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (7/4/2025)

Sejumlah komoditas strategis dunia mengalami penurunan harga, seperti minyak mentah Brent yang turun 20 persen, batu bara turun menjadi 97 dolar per ton, dan crude palm oil juga menurun.

Satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan adalah emas. Karena itu, peluncuran Bullion oleh Presiden sangat tepat waktu. Emas kini menjadi instrumen lindung nilai yang penting, di samping dolar AS.

Di sisi lain, harga kedelai, gandum, dan beras juga menurun. Penurunan harga komoditas global ini akan menahan tekanan inflasi di dalam negeri.

Merespons kondisi global tersebut, sejumlah negara mengambil langkah-langkah kebijakan. China mengenakan tarif impor atas barang dari AS hingga 34 persen. Vietnam meminta penundaan tarif, terutama untuk produk seperti Nike, namun belum mendapat respons dari AS.

India juga tetap dikenai sanksi meskipun Perdana Menterinya telah melakukan pendekatan ke AS. Malaysia memilih mengikuti langkah ASEAN.

“Sementara Indonesia mengambil pendekatan diplomatik melalui negosiasi, serta membuka akses pasar dan kerja sama intra-ASEAN,” imbuh Airlangga.

ASEAN secara keseluruhan merupakan penyumbang defisit terbesar kedua bagi AS setelah China. Indonesia menyumbang 19,34 miliar dolar, Thailand 4,8 miliar dolar, dan Malaysia 2,6 miliar dolar.

Karena itu, Airlangga menilai kunjungan Presiden ke Kuala Lumpur baru-baru ini sangat strategis untuk menyatukan langkah ASEAN menghadapi tarif AS.

Tarif impor negara pesaing Indonesia, imbuh Airlangga, bervariasi. Vietnam dan Thailand tarifnya lebih rendah, sementara Kamboja lebih tinggi. Singapura tercatat yang paling rendah, hanya 10 persen.

Beberapa komoditas Indonesia yang sebelumnya diekspor ke AS, seperti tekstil dan alas kaki, dikenakan tarif tambahan, namun produk strategis seperti emas, tembaga, dan furnitur dikecualikan karena AS sedang dalam konflik dagang dengan Kanada dan membutuhkan sumber alternatif.

Airlangga menambahkan, ekspor Indonesia ke AS hanya menyumbang 2,2 persen dari total PDB, jauh di bawah Vietnam yang mencapai 33 persen. Dengan begitu, dampaknya ke Indonesia bisa diredam.

“Presiden menyatakan kita harus memperluas pasar, tidak hanya bergantung pada AS. Ekspor utama Indonesia masih ke China (26 miliar dolar) dan India (21 miliar dolar), yang bisa dioptimalkan,” imbuhnya.

Selain itu, dalam jangka pendek, pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat terus dijaga melalui berbagai program seperti bansos, THR, serta stabilisasi harga pangan.

Stimulus ekonomi saat ini sudah berjalan, termasuk diskon tarif di awal tahun, subsidi motor listrik, dan relaksasi PPN properti.

Pemerintah juga akan memperkuat sektor padat karya serta membebaskan PPh untuk gaji hingga Rp10 juta, agar pengusaha tidak mengurangi tenaga kerja.

Pemerintah menyiapkan Rp300 triliun untuk sektor-sektor seperti makanan minuman, tekstil, kulit, dan furnitur — yang semuanya tumbuh positif di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga telah menerbitkan regulasi untuk menyalurkan kredit investasi dengan bunga disubsidi 5 persen bagi UMKM dengan pinjaman Rp500 juta sampai Rp10 miliar. Dengan subsidi ini, bunga pinjaman dari bank yang bisa mencapai 13–14 persen akan turun menjadi 8 persen.

“Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat produktivitas sektor padat karya,” tandas Airlangga.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *