Tag: tpa sarimukti

  • Pemadaman TPA Sarimukti Masih Berlangsung, Sampah Menumpuk Hingga 25 Ribu Ton

    Pemadaman TPA Sarimukti Masih Berlangsung, Sampah Menumpuk Hingga 25 Ribu Ton

    7cloud.asia – Upaya pemadaman kebakaran di TPA Sarimukti, Bandung Barat hingga kini masih terus berlangsung. Hal ini berdampak pada terhambatnya pengangkutan sampah.

    Akibatnya tumpukan sampah terjadi di beberapa TPS di Bandung Raya. Bahkan jumlah sampah tersebut kini mencapai 25 ribu ton.

    “25.000 ton (sampah belum terangkut) sampai 19 September,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Prima Mayaningtias seperti yag dikutip detik.com.

    Selanjutnya Prima menjelaskan pihaknya berupaya keras menangani darurat sampah di Bandung Raya dengan berbagai cara.

    Diantaranya dengan menambah lahan di TPA Sarimukti dengan luas total 1,3 hektare sebagai zona darurat.

    Dengan luas zona darurat itu, lanjut Prima, maka kuota sampah yang bisa ditampung dari wilayah Bandung Raya saat ini tersisa 7.080 ton sampah.

    “Yang tersisa untuk menampung sampah Kota Bandung sebanyak 4.864 ton, Cimahi 472 ton, Kabupaten Bandung 1.140 ton dan Bandung Barat 604 ton,” jelasnya.

    Sementara Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menjelaska masih ada waktu untuk menyelesaikan persoalan sampah hingga masa darurat sampah di Bandung Raya selesai pada 25 September 2023 mendatang.

    “Terus diupayakan, supaya terselesaikan dengan baik bukan sampah dari satu titik dipindahkan ke titik lain,” ujar Bey.

    Selain itu Bey juga mendorong pemerintah daerah gencar melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Hal ini sebagai upaya menekan volume pembuangan sampah ke TPS mulai dari hulu.

    “Tadi dikonfirmasikan oleh Pak Sekda dan juga Pj Wali Kota Bandung sudah menginstruksikan seluruh camat sampai lurah untuk mulai memilah sampah dari rumah,” ucapnya.

    Sedangkan proses pemadaman per 19 September 2023, untuk zona 1 sudah padam 99,2 persen, zona 2 padam 90 persen, zona 3 sudah padam 87 persen, zona 4 sudah padam 82 persen, dan zona 5 padam 90 persen.

    Pemanfaatan lahan untuk zona darurat sampah, berlokasi sebelah barat laut zona 1 seluas 0,9 hektare kapasitas 90.000 meter kubik.

    “(TPA) Sarimukti sudah semakin baik pemadamannya. Walaupun begitu, hanya 50 persen yang bisa dikirimkan dari tiap daerah. Mereka harus berkomitmen untuk mengurangi sampah dari awal,” urai Bey.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kebakaran TPA Sarimukti Hampir Padam, Aktivis Lingkungan Ingatkan Pembenahan Manajemen Sampah

    Kebakaran TPA Sarimukti Hampir Padam, Aktivis Lingkungan Ingatkan Pembenahan Manajemen Sampah

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berhasil memadamkan 90 persen kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Hanya beberapa titik api yang masih belum padam.

    “Sarimukti kalau kita lihat sekarang kebakaran di sana lebih dari 90 persen sudah padam. Tinggal sisa-sisa beberapa titik, dan saat ini kita dapat bantuan dari BNPB, teman-teman BPBD dan Satgas di lapangan,” jelas Plh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja dikutip Tribun Priangan.

    Dengan kondisi seperti ini, lanjut Setiawan, TPA yang terbakar sejak 19 Agustus ini sudah dapat membuka beberapa zona untuk menerima kiriman sampah yang tertunda selama kebakaran terjadi.

    Tetapi, kini daya tampung berkurang menjadi 50 persen. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya harus mengurangi kiriman sampah sebanyak 50 persen.

    Sementara 50 persen sisanya harus mulai diolah melalui program pemilahan sampah dari sumbernya. “Yang 50 persen (sisa)-nya tersebut adalah harus mulai program pengurangan dari sumber,” katanya.

    Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah. Sebab, hal ini dapat menimbulkan masalah baru, seperti polusi udara.

    Selain itu, pemerintah juga tengah merancang solusi dalam menangani sampah ini adalah melalui program memilah sampah menuju zero waste. 

    Untuk itu, menurut Setiawan, perlu kerja sama semua pihak, terutama masyarakat.

    “Bagi (sampah) yang numpuk saat ini, memang masih bisa ditampung di Sarimukti. Tapi (sampah) yang baru harus dipilah dari sumber penghasil sampah, (seperti) rumah tangga. Kalau tidak begitu, kita tidak akan pernah selesai,” urainya.

    Sementara itu, anggota Tim Masyarakat Peduli TPA Sarimukti, Wahyu Dharmawan H kepada 7cloud.asia menjelaskan penggunaan lahan Sarimukti sebagai TPA kembali tidak menyelesaikan masalah yang terjadi.

    Karena, lanjut Wahyu, mengirimkan sampah ke TPA Sarimukti itu sama saja dengan mengirimkan bahan baku untuk terjadinya kebakaran kembali.

    Menurut Wahyu, Sarimukti sebenarnya bukan TPA, tetapi TPK (Tempat Pengolahan Kompos). Jadi harus dikembalikan kembali peruntukkannya untuk pengolahan pupuk kompos.

    “Anorganik jangan masuk ke Sarimukti. Mengapa? Karena bukan TPA lho. Disini pengelola bilang ini TPK. Karena namanya pengolahan kompos, maka nggak layak dong anorganik masuk. Dan secara hukum mereka salah,” jelas Wahyu.

    Karena itu, sampah anorganik seharusnya ditampung di TPPAS Legok Nangka dan tidak dicampur di Sarimukti. Jika masih tercampur semuanya, maka bukan tidak mungkin kebakaran terulang kembali.

    Selain itu, kata Wahyu, pemprov Jawa Barat perlu segera melakukan transformasi manajemen pelayanan persampahan agar kebakaran tak terulang.

    Transformasi ini juga dilakukan disetiap kota dan kabupaten di Jawa Barat. Wahyu percaya pemprov Jawa Barat mampu melakukannya.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Tanggap Darurat Sampah di Bandung Raya Diperpanjang

    Tanggap Darurat Sampah di Bandung Raya Diperpanjang

    7cloud.asia – Status tanggap darurat sampah di Bandung Raya, Jawa Barat telah berakhir kemarin Minggu (24/09/2023). Kini statusnya diperpanjang hingga 25 Oktober 2023.  

    “Insya Allah kita sedang ajukan itu ya (perpanjangan), suratnya diproses di Biro Hukum (Pemprov Jabar) ,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Prima Mayaningtyas dikutip Kompas.com

    Sebelumnya, Pemprov Jabar menetapkan status darurat sampah pada 24 Agustus lalu. Status ini diberlakukan usai kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti.

    Kini kebakaran di TPA Sarimukti mulai padam. DLH Jawa Barat kini tengah fokus pada penataan area yang terbakar.

    “Penataan lahan buat sampah yang masuk dan juga penertiban pemulung di lokasi, lalu upaya penataan sampah yang ada di kabupaten dan kota,” jelas Prima.

    Tak hanya penataan di TPA Sarimukti, pihaknya juga mendorong kepala daerah di Bandung Raya untuk memperbaiki tata kelola sampah.

    Hal ini untuk mencegah agar status darurat sampah tak terulang kembali. “Mereka (kepala daerah) harus menata kelola sampah masing-masing. Jadi penanganan di hulu sama di hilir,” ucapnya.

    Sementara itu, Penjabat Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin menjelaskan kebakaran TPA Sarimukti saat ini sudah mulai tertangani.

    Saat ini proses pendinginan tengah dilakukan di TPA Sarimukti. “Sarimukti sudah padam, tapi saya belum berkomunikasi dengan wali kota dan bupati yang menggunakan TPA Sarimukti,” kata Bey.

    Menurutnya kepala daerah di Bandung Raya telah berkomitmen untuk memilah sampah anorganik dan organik mulai dari hulu.

    “Kota Cimahi, Kota Bandung, KBB, Kabupaten Bandung. Mereka berjanji akan mulai mengolah sampah dari hulu, jadi mudah-mudahan ada perubahan,” katanya.

    Sementara itu, anggota Tim Masyarakat Peduli TPA Sarimukti, Wahyu Dharmawan H kepada 7cloud.asia menjelaskan pemprov Jawa Barat perlu segera melakukan transformasi manajemen pelayanan persampahan agar kebakaran tak terulang.

    Transformasi ini juga dilakukan disetiap kota dan kabupaten di Jawa Barat. Wahyu percaya pemprov Jawa Barat mampu melakukannya.  

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Api Padam, Status Darurat Kebakaran TPA Sarimukti Dihentikan

    Api Padam, Status Darurat Kebakaran TPA Sarimukti Dihentikan

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencabut atau tidak memperpanjang status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti seiring dengan berhasil dipadamkannya api yang membakar fasilitas yang terletak di Kabupaten Bandung Barat tersebut.

    Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan dengan padamnya api di TPA Sarimukti tersebut, status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti dinyatakan berakhir 25 September 2023 ini.  

    “Alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, status darurat di TPA Sarimukti yang berakhir hari ini tidak diperpanjang,” ucap Bey di Bandung, Senin (25/09/2023).

    Baca: Kebakaran di TPA Sarimukti, sudah saatnya Pemkot Bandung serius kelola sampah

    Meski kebakaran TPA Sarimukti sudah mengalami perbaikan, Bey menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Bandung Raya, harus tetap berkomitmen mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.  

    “Kalau caranya tetap sama seperti ini, ya, ini akan berulang terus. Kita tidak mau seperti itu. Harus ada perubahan pola,” tuturnya.

    Setelah status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti berakhir, penanganan kini dialihkan untuk masa transisi TPA Sarimukti ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar yang diatur oleh Keputusan Gubernur (Kepgub).  

    Baca: Teknologi pengelolaan sampah Masaro ubah sampah jadi emas

    Penetapan status masa transisi darurat oleh Pj Gubernur terhitung mulai 25 September 2023, dengan melibatkan Kodam III/Siliwangi, Damkar Kabupaten/Kota, perangkat daerah Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Kabupaten/Kota, serta ITB.

    Saat ini, dikabarkan TPA Sarimukti masih bisa menerima sampah di zona super darurat sebanyak 2.626 ritase dengan satu ritase sekitar tiga sampai empat ton.

    Bey mengapresiasi masyarakat dan pemda kabupaten/kota di Bandung Raya, yang selama masa darurat sampah melakukan berbagai upaya untuk pengolahan sampah sehingga beban TPA Sarimukti bisa berkurang.

    Baca: Kenali jenis sampah plastik dan nilai ekonominya

    “Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga terutama di Bandung Raya atas pengertian selama masa darurat sampah dengan memilah sampah sejak dari rumah. Ini jadi momentum bagi Bandung Raya dan Jabar untuk mengelola sampah lebih baik, modern, dan terintegrasi,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Dani Ramdan mengatakan, meski status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti tidak diperpanjang, penanganan darurat sampah di Bandung Raya, diperpanjang hingga 25 Oktober.

    “Untuk menggunakan kembali TPA Sarimukti, DLH Jabar perlu melaksanakan beberapa hal di antaranya, penutupan tanah di area bekas terbakar, membangun sistem proteksi kebakaran,” ucap Dani.

    Sumber: Antaranews

  • Pasca Kebakaran, Ini Rencana Pemprov Bandung di TPA Sarimukti

    Pasca Kebakaran, Ini Rencana Pemprov Bandung di TPA Sarimukti

    7cloud.asia – Status darurat bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung telah berakhir. Usai kebakaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai langkah strategis.

    “Langkah strategis ini sebagai upaya pemulihan, sekaligus persiapan operasional TPA Sarimukti secara penuh pascakebakaran fasilitas tersebut,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtias seperti yang dikutip Antaranews.

    Pihaknya, lanjut Prima, akan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), menjalankan upaya strategis dalam masa transisi Tanggap Darurat Bencana usai kebakaran di TPA Sarimukti, Bandung.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan ditimbun sudah ketinggalan jaman

    Prima menjelaskan langkah strategis pertama adalah memastikan tidak ada lagi api yang muncul di semua zona sehingga TPA Sarimukti dapat kembali menampung sampah secara normal.

    “Pada Rabu (27/9) dengan bantuan petugas Topdam III/Siliwangi, dilakukan pemantauan dan foto udara ke titik-titik api di zona 4,” katanya.

    Langkah strategis kedua, adalah memadatkan lahan di zona 1, 2 dan 3 untuk kemudian menyiapkan zona 1 agar dapat menampung 80 ribu ton sampah terpilah.

    “Untuk pemadatan zona 1, sekitar 15.510 meter kubik tanah dari Sektor 11 Citarum Harum dipindahkan menggunakan alat berat dari Yonzipur 3/Siliwangi,” ungkapnya.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampahnya

    Selain itu pihakya juga akan melakukan langkah ketiga dengan mendorong sumber air yang ada di zona 4 ke titik-titik api menggunakan pompa hidran yang dibuat Zidam III/Siliwangi.

    “Sebagai pendukung, petugas membuat sumur bor baru di TPA,” katanya.

    DLH juga, menyiapkan posko dengan pemasangan instalasi listrik dan perlengkapan lainnya, serta meminta PLN membuat sambungan listrik baru di TPA.

    Sebelumnya diberitakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan atau tidak memperpanjang status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti.

    Baca: Pengelolaan smpah plastik di Indonesia

    Penghentian ini dilakukan seiring dengan berhasil dipadamkannya kebakaran fasilitas yang terletak di Kabupaten Bandung Barat tersebut.  

    Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengatakan dengan keadaan kebakaran Sarimukti yang membaik tersebut, status darurat penanganan kebakaran TPA Sarimukti berakhir 25 September 2023 ini.  

    “Alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, status darurat yang berakhir hari ini tidak diperpanjang,” ucap Bey.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Status Darurat Berlanjut, Pemprov Jawa Barat Tambah Kuota Membuang Sampah Terpilah

    Status Darurat Berlanjut, Pemprov Jawa Barat Tambah Kuota Membuang Sampah Terpilah

    7cloud.asia – Status darurat sampah di wilayah Bandung Raya masih berlanjut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menambah kuota membuang sampah terpilah.

    Penambahan kuota ini untuk empat wilayah kabupaten dan kota di Bandung Raya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

    Dilansir Antaranews, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Prima Mayaningtias menjelaskan  kuota yang berlaku per 12 September 2023 masih sebesar 31 ribu ton sampah.

    Baca: Buntut aksi Pandawara, Polres Sukabumi akan selidiki pembuang limbah yang cemari Pantai Cibutun Loji

    Hingga 4 Oktober, lanjut Prima, masih ada sisa kuota sampah di jawa Barat, kecuali Kabupaten Bandung yang pada posisi terakhir kuotanya sudah habis bahkan melebihi dari yang disepakati.

    “Jadi berdasarkan rakor penangangan darurat sampah yang dihadiri para anggota satuan tugas dipimpin Penjabat Sekda Jabar, Taufiq Budi Santoso pada Rabu (4/10), disepakati penambahan kuota dan Satgas pada hari ini sudah melakukan penataan,” jelas Prima.

    Selanjutnya Prima menjelaskan pada Kamis (05/10/2023), satgas menata lahan 0,28 hektare untuk menampung sampah baru.

    Baca: Dampak buruk fast fashion pada lingkungan

    Sampah baru tersebut terdiri atas 1.167 ritase (jumlah capaian armada dalam pengiriman material dari lokasi A menuju lokasi B) untuk empat wilayah di Bandung Raya.

    Dengan penambahan kuota itu, maka kuota untuk Kota Bandung menjadi 1.194 ritase, yang terdiri atas 817 ritase tambahan dan 377 ritase sisa.

    Kota Cimahi, sisa kuota 185 ritase ditambah 105 ritase, sehingga memiliki total 290 ritase.

    Baca: Cara mudah menjalani gaya hidup ramah lingkungan

    Untuk Kabupaten Bandung Barat sisa 59 ritase, ditambah 91 ritase, sehingga totalnya menjadi 150 ritase lagi.

    “Untuk Kabupaten Bandung diberi tambahan kuota 154 ritase, tapi karena sebelumnya sudah melebihi batas sembilan ritase, maka penambahan kuotanya dikurangi untuk membayar hutang sehingga totalnya menjadi 145 ritase,” paparnya.

    Jumlah ritase tersebut dihitung berdasarkan volume rata-rata truk sampah sebesar 12 meter kubik dengan densitas sampah di truk seberat 0,35 ton per meter kubik.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Dengan demikian, selama masa darurat truk yang diizinkan masuk ke TPA Sarimukti adalah truk dengan kapasitas maksimal 12 meter kubik.

    “Masing-masing kabupaten dan kota diharapkan dapat membuat simulasi atau rencana pengiriman sampah harian dengan memperhatikan jumlah sampah maksimal yang dapat dibuang ke zona darurat,” urainya.

    Selama pengoperasian zona darurat TPA Sarimukti, kata Prima lagi, jam operasional dibatasi mulai pukul 08.00-16.00 WIB setiap harinya.

    “Mengingat terbatasnya volume zona darurat, Dinas Lingkungan Hidup akan melaksanakan pemantauan secara berkala dan dilaporkan kepada masing-masing kabupaten dan kota untuk dipedomani,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani.

  • Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, DLH Jabar Akan Tolak Sampah Campuran Organik dan Anorganik

    Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, DLH Jabar Akan Tolak Sampah Campuran Organik dan Anorganik

    7cloud.asia – Pasca kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik.

    Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang.

    “Kabupaten/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai 1 Januari 2024, kalau masih masuk (Sarimukti) kita suruh balik truknya,” tegas Prima seperti yang dilansir Antaranews, Senin (13/11/2023).

    Lebih jauh Prima menjelaskan pihaknya saat ini memberlakukan masa transisi sebagai persiapan kebijakan penolakan jenis sampah organik masuk ke Sarimukti.

    baca: mengintip krisis pengelolaan sampah di bandung raya pasca kebakaran di tpa sarimukti

    Karena itu, dia berharap kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, serta masyarakat agar dapat bersama-sama mengurangi dan memilah sampah.

    Menurut Prima, hal ini harus dilakukan karena dari hari ke hari kapasitas TPA Sarimukti semakin terbatas hingga harus dilakukan pembuangan dengan sistem kuota bagi seluruh daerah di Bandung Raya.

    Dengan begitu, TPAS Sarimukti dapat terus digunakan hingga TPPAS Regional Legok Nangka bisa beroperasi maksimal.

    “Maka kita harap supaya bisa mempertahankan masa darurat ini (untuk mengurangi volume sampah dan membiasakan memilah sampah),” katanya.

    Saat ini DLH Jabar kembali menambah jatah kuota pengiriman sampah (ritasi) untuk kabupaten/kota di Bandung Raya yang sudah ditandatangani tanggal 7 November 2023. Sebab kuota sampah di wilayah tersebut hampir habis.

    baca: pasca kebakaran ini rencana pemprov bandung di tpa sarimukti

    Pada kesempatan itu, Prima mengungkapkan selama pembukaan zona 1 berlangsung, terdapat kuota ritasi yang masih berlaku sejak tanggal 13 Oktober 2023 sampai 12 November 2023.

    Tetapi kuota untuk beberapa kota/kabupaten tersebut tidak akan mencukupi sampai waktu yang ditargetkan.

    Misalnya Kota Bandung dari 4.055 kuota (ritasi) yang diberikan, hanya menyisakan sebanyak 59 ritasi, kemudian Kabupaten Bandung dari 796 total kuota ritasi yang diberikan hanya menyisakan sebanyak 54 ritasi.

    Sedangkan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari 472 total kuota ritasi hanya menyisakan sebanyak 15 ritasi. “Itu harusnya selesai di 12 November, tapi ini sudah habis di 6 November coba bagaimana,” ucapnya.

    Sementara untuk Kota Cimahi, Prima mengatakan kuota ritasi masih menyisakan sebanyak 322 ritasi dari total 836 kuota yang diberikan pada periode 13 Oktober sampai 12 November 2023.

    baca: api padam status darurat kebakaran tpa sarimukti dihentikan

    “Cimahi keren banget sampai sekarang dia masih sisa 322 truk yang jatah dia, sisa belum diabisin, coba lihat Kota Bandung tuh habis tinggal 59 ritasi semua habis, akhirnya saya keluarkan lah yang tadi (penambahan kuota),” jelasnya.

    Dengan demikian, Prima berharap penambahan jatah kuota bagi kota/kabupaten Bandung Raya yang habis kuota bisa dimanfaatkan dengan baik tentu dengan cara mengantisipasi dari hulu.

    Sementara itu, penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta DLH Jawa Barat untuk membuat solusi terkait sampah yang berasal dari hulu.

    “Saya bilang dipikirkan mau dikemanakan sampah di Bandung Raya itu, jangan sampai kita perintahkan tidak boleh lagi di Sarimukti (organik), tetapi seperti apa solusinya? Jangan sampai ada penumpukan, setiap hari saya terima keluhan ada di (TPS) Rajamantri, Sederhana, sebetulnya kan dibersihkan tapi muncul lagi,” papar Bey.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pasca Kebakaran, Sampah yang Masuk TPA Sarimukti Berkurang

    Pasca Kebakaran, Sampah yang Masuk TPA Sarimukti Berkurang

    7cloud.asia – Pasca kebakaran Agustus lalu, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung, Jawa Barat berkurang.

    Kini rata-rata sampah yang masuk ke TPA Sarimukti mencapai 400 ton per hari. Padahal sebelum kebakaran terjadi, jumlah sampah yang masuk TPA mencapai 1300 ton per hari.

    Penurunan sampah yang masuk ke TPA Sarimukti ini diakui oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna seperti yang dilansir Antaranews.

    Menurutnya hal ini terjadi karena adanya kolaborasi masyarakat, pengusaha, akademisi, tenaga kesehatan dan pemerintah kota dalam mengatasi masalah sampah.

    Baca: Pasca kebakaran, TPA Sarimukti tolak sampah bercampur

    Selain itu upaya pemilahan dan pengolahan sampah, volume sampah di sebagian besar tempat penampungan sampah sementara atau TPS di Kota Bandung tidak lagi melampaui daya tampung dan sampah.

    “Saat ini dari 135 TPS sisa lima TPS lagi yang masih kelebihan muatan. Sekarang PR-nya kita jaga TPS itu hanya boleh menerima sampah residu saja,” ungkap Ema.

    Selain itu pemerintah Kota Bandung berangsur-angsur berusaha mengangkut sisa sampah yang sebelumnya tidak dapat dibawa ke TPA akibat kebakaran yang terjadi sejak 19 Agustus 2023.

    Baca: Seperti ini pengelolaan sampah di TPA Sarimukti pasca kebakaran

    Berdasarkan data pemerintah kota, sisa sampah yang pada masa darurat sampah tidak bisa diangkut ke TPA Sarimukti sudah berkurang dari 54.000 ton menjadi sekitar 15.000 ton.

    “Sampah ini harus tetap dibuang. Kami sudah minta untuk penambahan ritase dan waktunya juga dari pukul 08.00-18.00 WIB karena ini harus dibereskan dulu,” jelasnya.

    Selanjutnya Ema menjelaskan penurunan volume sampah tersebut menunjukkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanganan sampah di Kota Bandung.

    “Kita terus memasifkan perubahan cara mengolah sampah dari hulu. Kita bergerak sesuai klaster, karena ini tidak bisa selesai oleh pemerintah saja, terutama harus ada bantuan gerakan masif dari masyarakat,” urainya.

    Baca: Kebakaran TPA Sarimukti hampir padam aktivis lingkungan ingatkan pembenahan manajemen sampah

    “Sekarang sudah ada pergerakan dari masyarakat yang menyadari bahwa sampah harus dikelola mandiri. Kita juga kan terus memberikan daya dukung sarana-prasarana, termasuk juga pengelolaannya,” tambahnya.

    Saat ini Pemerintah Kota Bandung juga telah menggulirkan program padat karya pengolahan sampah organik.

    Sebanyak 600 petugas direkrut untuk memberikan penyuluhan mengenai penanganan dan pengolahan sampah di 151 Kelurahan di Kota Bandung.​​​​​​

    Berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir tersebut, Ema optimistis status darurat sampah di Kota Bandung bisa dicabut pada akhir 2023.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    7cloud.asia – Pasca kebakaran TPA Sarimukti beberapa waktu lalu, pemerintah Kota Bandung terus berupaya menekan volume sampah.

    Salah satu cara yang dilakukan Pemkot Bandung adalah mengembangkan sistem pengolahan sampah Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi menjelaskan sistem pengelolaan sampah Kang Empos ini  dilakukan oleh segenap unsur kewilayahan.

    Dengan cara ini diharapkan, masa kedaruratan sampah di Kota Bandung dapat teratasi.

    Baca: pasca kebakaran sampah yang masuk TPA Sarimukti berkurang

    Dydi mengatakan pola Kang Empos ini masyarakat diajak untuk untuk mengubah pemikiran terhadap sampah.

    “Sampah tidak dikumpul, diangkut dan dibuang. Tapi dikumpul, dipilah dan diolah. Sehingga menjadi penting kolaborasi dari semua pihak,” jelas Dudy dikutip Antaranews.

    Untuk itu, lanjut Dudy, pihaknya telah menyiapkan anggaran di masing-masing kewilayahan untuk membuat metode pengolahan sampah menggunakan model sederhana yaitu Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    “Pada masa kedaruratan ini, Pemkot Bandung melalui anggaran di kelurahan, menyiapkan 20 persen di masing-masing kelurahan untuk menyiapkan sarana prasarana berupa Kang Empos,” paparnya.

    Baca: Tanggap darurat sampah di Bandung raya diperpanjang

    Dengan sistem seperti ini, Dudy berharap dapat menyelesaikan persoalan sampah, terutama sampah organik yang bisa tuntas di level rumah tangga.

    Dudy mengatakan, dari pengamatannya sampah organik, menjadi komposisi paling besar, yakni 50 hingga 60 persen dari total volume sampah. 

    “Oleh karenanya program pemerintah di masa kedaruratan ini, bagaimana kita bisa mengolah sampah secara berjenjang atau skala panjang,” jelasnya.

    Menurutnya, sampah organik seharusnya tidak lagi diangkut ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. 

    Baca: Atasi masalah sampah pemerintah Kota Bandung bikin aplikasi BMW

    Sebab TPA Sarimukti masih belum beroperasi secara normal. Sehingga volume sampah di Kota Bandung tidak semakin menggunung.

    “Bagaimana pada masa darurat ini menjadi momentum bagi kita untuk mengubah pemikiran. Kita harus punya strategi menyelesaikan sampah dari sumbernya,” ucapnya.

    Upaya lain yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung adalah dengan membuat program padat karya untuk pengolahan sampah organik.

    Sebanyak 604 orang telah direkrut untuk menjadi relawan yang disebar ke 151 kelurahan di Kota Bandung.

    Baca: Teknologi pengolahan sampah Masaro

    “Nanti untuk sampah organik di kelurahan tersebut tidak usah dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Tapi diolah dan tinggal masyarakat memilah sampah dan diolah oleh tenaga pengolah sampah,” ujarnya.

    Dia berharap para relawan ini dapat menjadi pendorong masyarakat untuk dapat memilah dan mengelola sampahnya secara mandiri mulai dari sumber.

    “Di Kota Bandung ada 272 RW jadi kawasan bebas sampah (KBS). Ini yang ingin kita replikasi ke seluruh RW di Kota Bandung. Para pemuda peduli lingkungan harus beraksi sebagai langkah preventif,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Sampah Lebih dari 1,6 Juta Ton, Terbanyak dari Kota Bandung.

    Selama Ramadan TPA Sarimukti Terima Sampah Lebih dari 1,6 Juta Ton, Terbanyak dari Kota Bandung.

     

    7cloud.asia – Selama bulan Ramadhan, TPA Sarimukti telah menerima rata-rata 1.611,23 ton sampah atau sekitar 347 truk per hari dari wilayah Bandung Raya. Terbanyak dari Kota Bandung yang mencapai 32.807,35 ton.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Prima Mayaningtyas menjelaskan banyaknya sampah di Kota Bandung karena sebagai kota metropolitan, Bandung berpotensi menghasilkan sampah lebih banyak.

    “Volume sampah dari Kota Bandung terbanyak, kedua dari Kabupaten Bandung, ketiga dari Kabupaten Bandung Barat, dan keempat dari Kota Cimahi,” ungkap Prima seperti yang dilansir Antaranews.  

    Sampah terbanyak kedua adalah Kabupaten Bandung total tonase sebesar 5.669,64 ton dan Kabupaten Bandung Barat total tonase sebesar 4.182,61 ton.

    Selanjutnya Kota Cimahi total tonase sebesar 4.066,47 ton. “Jadi keseluruhan selama Ramadhan adalah total ritasi 10.065 truk, dengan total tonase sebanyak 46.726,06 ton,” ujarnya.

    Meski jumlah sampah meningkat saat Ramadan, namun menurut Prima sampah-sampah tersebut terkelola dengan baik.

     “Bisa dibilang selama Ramadhan tahun ini, sampah dari wilayah Bandung Raya yang ditampung di TPA Sarimukti bisa terkelola dengan baik,” jelas Prima.

    Menurutnya penanganan sampah di Sarimukti selama Ramadhan 2024 cukup lancar, tidak ada kendala yang berarti, sehingga sampah terkelola dengan baik.

    Reporter: Nurakhmayani