7cloud.asia – Urban farming menjadi salah satu faktor bagi sebuah kota untuk bisa disebut kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Urban farming ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan tidur yang sering ditemukan di kota-kota besar di Indonesia.
Di negara maju, di mana lahan kosong juga sangat sulit ditemukan, urban farming biasanya memanfaatkan rooftop atau ruang terbuka di atas bangunan tinggi.
Urban farming atau pertanian kota semakin populer di berbagai kota, termasuk Atlanta, Georgia, dan New York City di Amerika Serikat.
Baca: 8 Elemen agar sebuah kota disebut ramah lingkungan
Ada banyak manfaat baik ekonomi maupun ekologi dari pemanfaatan rooftop garden atau teknik urban farming bagi sebuah kota.
Dilansir earth.org, manfaat terbesar dari urban farming dirasakan warga kota bersangkutan, karena mendapat suplai sayuran yang sehat.
Urban farming juga punya peran penting sebagai komponen penting dalam kota yang berkelanjutan.
Baca: Kisah dua kota yang paling ramah lingkungan
Berikut beberapa manfaat yang dapat ditawarkan oleh urban farming bagi kota, sebagaimana dilansir earth.org:
1. Peningkatan kualitas udara
Sudah menjadi rahasia umum, jika semua tumbuhan menyerap karbondioksida dan mengolahnya menjadinutri dan menghasilkan oksigen. Oksigen ini juga yang dihasilkan dari urban farming.
2. Mendukung produsen pangan lokal
Hasil kebun dari urban farming akan memastikan pasokan bagi produsen pangan lokal. Sehingga ketika terjadi kondisi darurat, pasokan tetap terjamin.
Baca: Manfaat infrastruktur ramah lingkungan
3. Mengurangi biaya transportasi
Urban farming artinya membuat kebun di dalam kota, sehingga tidak dibutuhkan angkutan untuk menjual hasil kebunnya.
4. Mengurangi limpasan dari curah hujan alami
Urban farming juga bermanfaat menyerap air hujan sehingga tidak langsung dibuang ke drainase kota.
Baca: Mengenal apa itu infrastruktur ramah lingkungan
5. Penyerbukan yang melimpah di kota-kota
Keberadaan urban farming turut menjaga keanekaragaman hayati sebuah kota. bunga-bungan yang dihasilkan akan mengundang serangga atau satwa liar lainnya.








