Blog

  • Tika Bisono Ajak Anggota Iluni Tularkan Virus Peduli Lingkungan

    Foto: detiksaga.com

    7cloud.asia – Tika Bisono tak bisa menyembunyikan kegemasannya saat mengikuti diskusi untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Ikatan Alumni UI (Iluni) pada Sabtu (3/6/2023) di Kampus UI Depok, Jawa Barat. 

    Tanpa dipersilakan, Tika yang didapuk menjadi salah satu juri lomba terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup ini langsung mengambil alih mic untuk bicara. 

    “Apa yang dibicarakan hari ini nothing, tak ada kemajuan berarti dalam aksi menyelamatkan lingkungan dibanding 30 tahun lalu,” ujar Tika tanpa tedeng aling-aling.

    Baca: Perlu tindakan nyata, bukan hanya kata-kata untuk hadapi perubahan iklim

    Kenapa Tika Bisono yang juga tercatat sebagai anggota Iluni dari Fakultas Psikologi UI bisa gemas terhadap paparan para narasumber di Hari Lingkungan Hidup ini?

    Karena ia menilai, apa yang dibicarakan oleh para pembicara di Hari Lingkungan Hidup lebih banyak pada kebijakan dan teori di atas kertas. 

    Anggota Iluni yang juga dikenal sebagai penyanyi tenar di tahun 90an ini menegaskan, untuk melestarikan lingkungan langkah nyata jauh lebih penting.

    Baca: Simak aneka produk ramah lingkungan berikut ini

    Tika Bisono yang sejak lama dikenal sebagai pencinta lingkungan ini, mengatakan semua kebijakan tidak ada artinya jika tidak penerapannya nol besar.

    Telah dilakukannya untuk ikut aktif dalam melestarikan lingkungan. Selain mengajak anak muda untuk memunguti sampah di Gunung Gede, ia juga coba memediasi Pemprov DKI Jakarta-Pemkot Bekasi dan sebuah perusahaan di Jerman soal pengolahan sampah di Jakarta.

    Namun sayangnya hingga kini tak kelanjutan apalagi realisasinya. 

    “Untuk melestarikan lingkungan dibutuhkan perubahan perilaku baik dari masyarakat, pengambil kebijakan, maupun pelaku usaha,” tandasnya di depan ratusan anggota Iluni.

    Baca: Berbagai produk isi ulang dari Siklus

    Untuk itu, Tika Bisono menegaskan, pentingnya psikolog dilibatkan dalam pengambilan kebijakan untuk melestarikan lingkungan. 

    “Harus ada intervensi untuk mengubah perilaku masyarakat dalam memperlakukan lingkungan,” ujarnya.

    Tika yang saat muda hobi naik gunung ini lantas memaparkan bahwa intervensi itu harus dilakukan secara masif dan dikenalkan pada anak sejak dini.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing perubahan iklim

    Tika lantas memaparkan bagaimana menularkan rasa peduli lingkungan yang bisa diawali dengan membuang sampah di tempatnya. 

    Kemudian secara bertahap dengan cara memilah sampah, mengolah sampah dan akhirnya mengurangi sampah dengan cara cerdas dalam mengonsumsi.

    Tak hanya itu, Tika juga menyebarkan virus untuk lebih mencintai tanaman. 

    ”Orang semakin sadar kalau mencintai tanaman juga ada kegunaannya. Tanaman memberi oksigen yang kita butuhkan. Hal itu hanya bisa dilakukan kalau kita mau menanam tanaman. Sekecil apa pun rumahnya. Enggak ada cerita deh rumah lahannya enggak cukup. Pokoknya harus ditanami,” tutur Tika Bisono mengingatkan.

  • Berpotensi Rusak Lingkungan, Presiden Didesak Cabut Kebijakan Ekspor Pasir Laut

    Berpotensi Rusak Lingkungan, Presiden Didesak Cabut Kebijakan Ekspor Pasir Laut

     
    7cloud.asia – Setelah 20 tahun dilarang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka kembali keran ekspor pasir laut.
     
    Keputusan mengenai ekspor pasir laut ini dituangkan dalam Peraturan Pemerintah PP Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut yang terbit pada 15 Mei 2023 lalu.
     
    Setidaknya ada dua pasal dalam PP 26/2023 yang berisi ketentuan soal ekspor pasir laut, yaitu Pasal 9 dan Pasal 15.

    Keduanya menyebutkan bahwa pemanfaatan hasil sedimentasi di laut berupa pasir laut dapat digunakan untuk ekspor (ekspor pasir laut) sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

    Baca: Nasib nelayan tradisional terombang-ambing akibat perubahan iklim

    Keputusan pemerintah untuk mengizinkan ekspor pasir laut ini menuai kritik dari berbagai kalangan karena dinilai berpotensi merusak lingkungan.
     
    Organisasi lingkungan Greenpeace menyebut, kebijakan membolehkan ekspor pasir laut ini sebagai sikap royal atau dermawan dalam hal berbagi sumber daya.
     
    Tapi kebijakan eksor pasir laut ini berpotensi merusak lingkungan terutama kerusakan ekosistem laut secara masif.
     
    “Dengan regulasi ekpor pasir laut ini, pemerintah mempermulus jalan bagi mereka yang mau dan mampu mengeruk sumber daya kelautan Indonesia,” demikian pernyataan tertulis Greenpeace yang diterima 7cloud.asia, Sabtu (3/6/2023)
     
     
    Dalam pernyataannya, Greenpeace menyebut ketika karpet merah sudah digelar, maka yang berkepentingan akan mudah untuk menangguk cuan tanpa perhitungan.
     
    Meraka akan mengeruk sebanyak mungkin untuk bisa ekspor pasir laut tanpa memperhatikan dampak bagi lingkungan dan warga sekitar.
     
    Padahal, lanjut Greenpeace, sudah banyak sumber daya alam di Indonesia yang dieksploitasi hanya untuk keuntungan semata. 
     
    Greenpeace menilai dengan kebijakan ini maka Pemerintah lebih melayani oligarki dengan dalih dengan dalih pemulihan lingkungan dan keberlanjutan.
     
    “Sangat disayangkan. Ketika masyarakat menyuarakan aksi nyata terhadap penyelamatan lingkungan, pemerintah malah kembali menawarkan solusi palsu dengan mengizinkan ekspor pasir laut,” tandas Greenpeace.
     
     
    Aktivitas penambangan untuk ekspor pasir laut akan memicu percepatan tenggelamnya pulau-pulau kecil di sekitar wilayah yang ditambang karena mengubah kontur dasar laut.
     
    Secara langsung hal tersebut berpengaruh pada pola arus dan gelombang laut. Ekosistem bawah laut akan terganggu sehingga kelompok masyarakat pesisir secara langsung akan terkena dampaknya. Tidak ada yang peduli dengan nasib mereka.
     
    “Sumber daya Indonesia semakin tergerus dengan kebijakan yang menawarkan solusi palsu seperti ekspor pasir laut ini. Rakyat buntung, oligarki untung!” tandas Greenpeace dalam pernyataannya.

    Untuk itu Greenpeace mendesak Presiden Jokowi untuk segera mencabut PP nomor 26/2023 yang mengizinkan ekspor pasir laut.  

     
    Dilansir Mongabay, dengan dibukanya keran ekspor pasir laut ini disambut dengan rasa was-was para nelayan di Kepulauan Riau.
     
    Pada tahun 2000an, saat ekspor pasir laut masih diizinkan, kepulauan Riau menjadi salah satu lokasi penambangan pasir untuk proyek reklamasi di Singapaura.
     
    Ketika itu dampak lingkungan sangat dirasakan oleh nelayan. Hasil tangkapan menurun, laut keruh, karang rusak, hingga ancaman pengikisan daratan. Pemerintah kemudian menerbitkan aturan pelarangan ekspor pasir laut pada tahun 2003. 
     
    Dengan dibukanya kembali keran ekspor pasir laut, warga khawatir perusahan-perusahaan tambang pasir kembali marak, dan petaka yang dirasakan nelayan di Kepulauan Riau 22 tahun lalu mungkin terulang kembali.
     
    Mereka berharap Jokowi meninjau kembali kebijakan yang mengizinkan ekspor pasir laut ini. 
     
    Esti Utami, dari berbagai sumber
     

     
  • Jembatan Kretek 2, Jembatan yang Dinanti-nanti Warga Pantai Selatan Jawa

    Jembatan Kretek 2, Jembatan yang Dinanti-nanti Warga Pantai Selatan Jawa

    7cloud.asia – Peresmian Jembatan Kretek 2 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Jumat (02/06/2023) disambut antusias masyarakat setempat.

    Jembatan Kretek 2 yang memiliki panjang 2,7 kilometer ini membentang di atas Sungai Opak. Jembatan Kretek 2 ini juga bagian dari jalur selatan dan dinilai memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

    Topo, Lurah Parangtritis tempat Jembatan Kretek 2 berlokasi menyebut jembatan tersebut sudah lama dinantikan kehadirannya oleh masyarakat.

    “Jembatan Kretek 2 Ini besar manfaatnya untuk menyingkat waktu, untuk mengurangi pengeluaran masyarakat sangat apresiasi apa yang diprogramkan oleh pemerintah pusat lewat pemerintah daerah sekarang sudah terlaksana,” ujarnya.

    Baca: Nasib nelayan tradisional terombang-ambing perubahan iklim

    Topo pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan Jembatan Kretek 2 sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

    “Bapak Presiden, Pak (Menteri) PUPR, Pak Gubernur, Pak Bupati, semua pihak yang mendukung kegiatan ini sehingga sekarang menjadi kenyataan yang diidam-idamkan masyarakat bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Topo.

    Ida, seorang penjual sate koyor yang sehari-hari berdagang di sekitar kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Bantul. Menurut Ida, hasil usahanya meningkat sejak adanya Jembatan Kretek 2.

    “Manfaatnya banyak kita bisa ngasih peluang orang yang ekonominya menengah, bisa usaha di sana ramai alhamdulillah, pokoknya alhamdulillah bisa membantu warga, pokoknya terima kasih terima kasih Pak Jokowi,” ucap Ida.

    Baca: Sisi gelap transisi menuju energi terbarukan

    Manfaat Jembatan Kretek 2 juga dirasakan oleh Dwi Atmanto. Ia mengaku jarak tempuh ke kawasan Parangtritis dan sekitarnya menjadi lebih cepat.

    “Yang dulu harus muter jauh, sekarang tinggal seperempat jam sudah bisa mengakses pantai-pantai di selatan, termasuk Parangtritis dan pantai lainnya,” ujar Dwi.

    Jokowi saat meresmikan Jembatan Kretek 2, Jumat (02/06/2023) mengatakan jembatan ini akan mendukung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang ditargetkan selesai pada tahun ini.

    “Ya ini jalan lintas selatan. Ini dari ujung Banten nanti sampai ujung di Banyuwangi, di Jawa Timur segera selesai tahun ini,” ujar Jokowi.

    Pembangunan Jembatan Kretek 2 termasuk dalam upaya pemerintah membangun koneksi jalan dari ujung barat sampai ujung timur Pulau Jawa melalui jalur lintas selatan.

    Baca: Mendulang cuan dari mengolah sampah

    Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur jalur lintas selatan di beberapa wilayah Jawa telah selesai 100 persen.

    “Kekurangan di Daerah Istimewa Yogyakarta 14 kilometer, kemudian yang di Jawa Timur 24 kilometer, selesai, sambung semuanya, dan keadaan jalannya seperti ini,” kata Presiden.

    Presiden berharap keberadaan JJLS dapat memperlancar arus barang dan orang sekaligus meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan di daerah Jawa bagian selatan.

    “Kita harapkan kecepatan jalur logistik, mobilitas orang, mobilitas barang semuanya bisa lancar karena kita telah memiliki jalur lintas selatan. Kita harapkan daya saing produk-produk yang ada, yang diproduksi di Jawa bagian selatan ini bisa masuk ke pasar dengan competitiveness yang jauh lebih baik, golnya ke sana,” tandasnya.

    Jembatan Kretek yang terbentang di atas Sungai Opak memiliki panjang total 2,7 kilometer. Infrastruktur ini dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp364 miliar.

    Sumber: Setkab

  • Sirkus Media Aldi Taher: Praktik Politik Tontonan untuk Raup Suara

    Sirkus Media Aldi Taher: Praktik Politik Tontonan untuk Raup Suara

    7cloud.asia – Baru-baru ini publik dibikin heboh oleh perilaku artis Aldi Taher. Laki-laki yang dikenal sebagai penyanyi ini maju sebagai caleg dari dua partai sekaligus. 

    Bagaimana kita harus mendudukkan aksi tak wajar Aldi Taher tersebut, berikut analisa  Ahika Paramita, kandidat PhD dari School of Communication and Creative Arts, Deakin University yang dimuat di The Conversation.   

    Baru-baru ini, stasiun televisi TVOne mewawancarai aktor Aldi Taher dalam kapasitasnya sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

    Wawancaranya berkisar perihal Aldi Taher yang terdaftar sebagai bacaleg dari dua partai politik (parpol) yang berbeda, yakni Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

    Namun, wawancara tersebut justru banyak mengundang perhatian dan diperbincangkan di media sosial karena perilaku dan pernyataan yang dibuat Aldi taher.

    Meskipun tingkah Aldi Taher memang mengundang gelak tawa, masyarakat Indonesia – terutama yang terdaftar sebagai pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 – perlu waspada dan kritis.

    Bagaimana figur publik memanfaatkan media guna meningkatkan elektabilitas, namun dengan mengesampingkan substansi tujuan berpolitik.

    Dua partai politik

    Aldi Taher sebelumnya terdaftar sebagai bacaleg DPRD DKI dari PBB. Pada saat yang bersamaan, dia juga terdaftar sebagai bacaleg DPR RI dari Perindo.

    Padahal, persyaratan pencalonan anggota legislatif yang diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelas menyatakan bahwa bacaleg hanya dapat diajukan oleh satu parpol untuk satu lembaga perwakilan.

    Kita juga perlu mencatat bahwa Aldi Taher pernah beberapa kali berpindah-pindah partai. Pada 2019, ia merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), lalu pindah ke PBB pada 2021.
     
    Meskipun tidak pasti kapan Aldi Taher secara resmi pindah ke Perindo, dia menyatakan dalam wawancara di TVOne bahwa dia sudah mengundurkan diri dari PBB sebelum menjadi bacaleg dari Perindo.

    Namun, Sekretaris Jenderal PBB, Arfiansyah Noor, mengaku Aldi Taher masih menjadi anggota resmi PBB per tanggal 13 Mei 2023, sehari sebelum menjadi bacaleg Perindo.

    Riwayat gonta-ganti partai ini membuat keyakinan ideologi Aldi Taher sulit dipahami. Jika ada bacaleg yang bertingkah serupa, masyarakat perlu mempertanyakan secara kritis apakah betul mereka benar-benar berniat menjadi seorang pelayan publik.

    Apakah benar tujuan orang-orang macam Aldi Taher mencalonkan diri sebagai bacaleg untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, atau jangan-jangan hanya untuk sarana promosi diri semata.

    Paparan media untuk kepentingan pribadi

    Selama wawancaranya di stasiun televisi tersebut, alih-alih memberikan jawaban substansial atas pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara, Aldi Taher malah membuat pernyataan-pernyataan yang tidak masuk akal dan melakukan aksi yang tidak relevan dengan konteks wawancaranya.

    Di awal wawancara, misalnya, Aldi secara tiba-tiba menyanyikan lagu “Yellow” (2000) yang dipopulerkan oleh Coldplay, grup musik legendaris asal Inggris.

    Ketika ditanya tentang afiliasinya dengan dua partai, Aldi Taher merespons dengan mengatakan qadarullah (kehendak Tuhan).

    Aldi Taher akhirnya menjawab bahwa dia sendiri “bingung” kenapa dia menjadi bacaleg dari Perindo.

    Ketika ditanya tentang apa yang ingin dia perjuangkan jika nantinya terpilih sebagai wakil rakyat, Aldi Taher merespons dengan membaca surat Al-Fatihah, sebelum akhirnya mengatakan “lihat saja kerja saya nanti”.

    Tindak-tanduk Aldi Taher ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi politiknya untuk mendulang suara jelang pemilu mendatang.

    Praktik politik tontonan

    Strategi politik Aldi Taher sebetulnya bukan merupakan sesuatu yang unik, apalagi kalau kita melihat lanskap politik global.

    Strategi yang mirip juga bisa dilihat dalam kampanye politik mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, misalnya.

    Meski tidak sama persis, Trump juga menggunakan bahasa dan tingkah laku yang mengundang sensasi.

    Hal ini bisa dilihat ketika dia menyombongkan ukuran kejantanannya dalam debat calon presiden, sampai dengan usulannya untuk menyuntikkan disinfektan untuk mengobati COVID-19.

    Tingkah laku semacam ini merupakan bentuk “media spectacle” (tontonan media) yang dirumuskan Douglas Kellner, profesor di Columbia University, sebagai konstruksi media yang menjadi tontonan yang dikonsumsi dan menarik perhatian media dan masyarakat.

    Media spectacle disebarluaskan melalui televisi, internet, media sosial, serta teknologi komunikasi dan media baru lainnya.

    Penggunaan media spectacle terbukti sangat efektif dalam menarik perhatian media selama kampanye Donald Trump dan berkontribusi dalam kemenangannya di pemilihan presiden AS tahun 2016.

    Ancaman di balik layar

    Penggunaan praktik politik tontonan dalam kampanye pada dasarnya bukan hal yang salah. Namun, hal ini menjadi masalah ketika tontonan yang disajikan justru mengalihkan perhatian dari wacana politik yang substansial dan isu-isu yang penting bagi masyarakat.

    Sepintas, Aldi taher terlihat lucu dan jenaka, tetapi jawaban “lucu”nya atas pertanyaan-pertanyaan penting tentang agenda politik justru terkesan mengesampingkan bahkan mengabaikan isu-isu serius yang tengah dihadapi konstituennya.

    Padahal, masih banyak masalah yang dirasakan masyarakat Jawa Barat, seperti jalan rusak, tingkat pengangguran yang tinggi, serta pemulihan perekonomian pasca pandemi.

    Ketika seorang calon anggota legislatif macam Aldi Taher begitu tak acuh akan tujuan politik mereka dan malah berfokus pada lelucon dan sensasi demi mendulang suara, ini bisa jadi pertanda bahwa dia tidak benar-benar memiliki komitmen untuk melayani dan mewakili rakyat.

    Donald Trump, misalnya, berhasil memanipulasi media spectacle hingga memenangkan pemilu presiden AS meski tak punya rancangan kebijakan yang jelas untuk kepentingan rakyat AS.

    Apa yang dipertontonkan Aldi Taher ini juga berpotensi mengancam proses demokrasi. Degradasi debat dan wacana politik kemudian menjadi sensasionalisme semata dan, sebagai dampaknya, dapat menggerogoti keseriusan iklim politik.

    Hal ini kemudian dapat melemahkan kemampuan konstituen untuk membuat keputusan berdasarkan informasi yang relevan tentang pemimpin terpilih.

    Selain itu, ketika politikus berperilaku sedemikian rupa, dia membuka pintu untuk bentuk politik tontonan yang lebih ekstrem yang dapat digunakan untuk memanipulasi para pemilih. Ini merupakan ancaman yang dapat mengikis kepercayaan publik terhadap proses dan institusi demokrasi.

    Artinya, meski media spectacle mungkin efektif dalam menarik perhatian pemilih dalam kampanye politik, strategi ini harus digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

    Para kandidat politik harus ingat bahwa tujuan utama mereka adalah melayani dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Maka dari itu, perilaku mereka harus pula sesuai dengan tujuan tersebut.

    Dalam era ketika garis antara tontonan dan politik semakin kabur, penting pula bagi para pemilih untuk waspada dan berpikir kritis.

    Kita sebagai pemilih harus menuntut lebih dari sekadar tontonan dan hiburan dari pejabat terpilih.

    Penting bagi semua kalangan masyarakat untuk menuntut tanggung jawab dan kebijakan substantif yang menjawab kebutuhan dan persoalan dalam masyarakat.

     
  • Mikroplastik Berbahaya untuk Kesehatan, Singkirkan Jauh-jauh dari Anak

    Mikroplastik Berbahaya untuk Kesehatan, Singkirkan Jauh-jauh dari Anak

     

  • Benda Ajaib Bernama Baking Soda, Serba Guna Lagi Ramah Lingkungan

    Benda Ajaib Bernama Baking Soda, Serba Guna Lagi Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Baking soda atau soda kue mungkin lebih dikenal sebagai bahan untuk membuat kue, roti, muffin dan biskuit.

    Baking soda dalam istilah lain dikenal dengan istilah natrium bikarbonat dan atau soda bikarbonat sering digunakan dalam pembuatan berbagai jenis kue karena dapat membuat kue menjadi ringan dan lembut.

    Jika digabung dengan asam, seperti cuka atau jus lemon, baking soda akan bereaksi dan  kemudian membuat adonan mengembang. 

    Tapi tahu nggak kalau baking soda tidak hanya bisa digunakan untuk membuat kue atau roti saja. Baking soda menyimpan sederet manfaat kesehatan dan kehidupan sehari-hari dengan dampak minimal bagi lingkungan.

    Dilansir dari MedicalNewsToday, meminum soda kue dalam jumlah sedikit tidak akan berbahaya. Bagi orang dewasa, hal ini dapat membantu melepaskan gangguan pencernaan.

    Akan tetapi, meminum soda kue dalam jumlah besar akan berbahaya dan sangat tidak disarankan untuk mengonsumsinya pada jangka waktu yang panjang, ataupun digunakan saat hamil dan pada anak-anak.

    Baking soda menyimpan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu baking soda juga relatif lebih ramah lingkungan karena kandungan bahan kimianya minim. 

    Baca: Cari info berbagai produk ramah lingkungan di sini

    Berikut manfaat baking soda baik untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari yang kami rangkumkan dari berbagai sumber:
     
    1. Deodoran

    Manfaat ini masih diteliti, tapi baking soda sering digunakan sebagai deodoran alami yang dapat menghilangkan bau keringat. 

    Kamu dapat mencobanya dengan menepuk-nepuk serbuk soda kue ke ketiak atau mencampurkannya dengan minyak kelapa, shea butter atau tepung maizena.

    2. Obat Kumur

    Sejumlah penelitian mengungkap bahwa baking soda kue  dan mengeluarkansifat anti bakteri dan anti mikroba sehingga bisa dimanfaatkan untuk obat kumur yang membantu menyegarkan napas

    Untuk itu kamu dampat mencampurkan setengah sendok teh atau dua gram baking soda ke dalam setengah gelas yang berisi sekitar 120ml air hangat lalu aduk.

    3. Memutihkan Gigi

    Penelitian menyebutkan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda lebih baik dalam memutihkan gigi dan menghapus plak gigi. Kemungkinkan alasannya adalah karena baking soda mempunyai sifat abrasif ringan.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    4. Mengusir Pestisida pada Buah dan Sayur

    Penelitian menyebutkan bahwa mencuci buah dan sayur dengan larutan baking soda efektif menghilangkan pestisida pada buah dan sayur.

    Bahkan sebuah studi menyatakan bahwa merendam apel pada larutan soda kue selama 12 hingga 15 menit dapat menghilangkan hampir semua pestisida. Akan tetapi, larutan ini tidak dapat menghilangkan pestisida yang sudah menembus kulit.

    5. Penetral Bau Lemari Es

    Baking soda juga dapat digunakan untuk menghilangkan bau tak sedap lemari es atau lemari pendingin.

    Kerennya, baking soda dapat menghilangkan partikel bau, tidak hanya menutupi bau tersebut. Untuk itu kamu cukup meletakkan secangkir soda kue di bagian belakang lemari es kamu.

    6. Penyegar Udara

    Ketimbang membeli pengharum ruangan yang kadang tidak aman, mendingan coba manfaatkan baking soda yang bebas dari bahan kimia industri dan menetralkan bau.

    Caranya, masukkan baking soda dan beberapa tetes minyak esensial ke dalam toples, lalu tutup dengan kain atau kertas, lalu kencangkan dengan tali atau pita dan letakanlah di sudut rumah yang memerlukan.

    Baca: Tukar sampah rumah tanggamu dengan cuan, simak caranya di sini

    7. Pemutih Baju

    Alkali dalam baking soda dapat berinteraksi dengan asam yang ada di dalam noda ketika dilarutkan dalam air, sehingga dapat membuat cucian lebih bersih. Caranya, masukkan setengah cangkir atau 110 gram baking soda ke dalam air yang akan digunakan untuk mencuci pakaian.

    8. Membersihkan Dapur

    Campur baking soda dengan jus lemon atau cuka juga untuk membantu mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme, termasuk jamur dan bakteri.

    Setelah mencampur soda kue dengan perasan lemon,  lalu oleskan ke permukaan yang ingin dibersihkan dengan kain atau spons, seperti oven, cangkir kopi, marmer, ubin dapur, microwave. Biarkan beberapa saat lalu lap dengan lap basah.

    9. Menghilangkan Bau Karena Sampah

    Penelitian menyebutkan bahwa menaburkan baking sodadi bagian bawah tempat sampah akan mengurangi bau sampai sebanyak 70 persen.

    Baca: Cara sederhana mengelola sampah rumah tangga

     10. Menghilangkan Noda pada Karpet

    Campuran baking soda dan cuka dengan perbanding 1:1  lalu semprotkan pada area noda. Tunggu selama satu jam atau sampai mengering, lalu gosok soda kue dengan kuas atau vakum residu

    Jika masih ada sisa soda kue, bersihkan dengan handuk basah.

    11. Pembersih Kamar Mandi

    Caranya cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan baking soda dengan air, lalu gosok permukaan dengan spons atau kain. Setelah 15 hingga 20 menit, kamu dapat membersihkan kembali permukaan dengan kain lembab.

    12. Pewangi Sepatu

    Baking soda juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau tak sedap di sepatu.  Caranya sangat mudah, yakni dengan menuang dua sendok makan atau 9 gram soda kue ke dalam dua helai kain tipis. Ikat kain dengan karet atau tali, lalu letakkan di setiap sepatu. Keluarkan, jika akan menggunakan sepatu tersebut.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan model isi ulang dari Siklus

    13. Pembasmi Gulma

    Baking soda juga alternatif pembasmi gulam yang murah dan lebih aman. Soda kue yang kaya akan natrium dapat menciptakan lingkungan yang tidak diinginkan oleh gulma.

    Caranya taburkan beberapa genggam baking soda kue ke atas gulma, seperti di celah-celah trotoar atau jalan masuk. Namun disarankan untuk tidak menaburkannya pada kebun atau bunga Anda karena dapat berbahaya bagi tanaman lainnya.

    14. Alat Pemadam Api

    Beberapa alat pemadam api diketahui mengandung baking soda dan dikenal dengan alat pemadam api kimia kering. Baking soda kue mampu bereaksi dengan panas untuk menghasilkan karbon dioksida yang membekap api.

    Oleh karena itu, baking soda dapat digunakan untuk memadamkan api minyak kecil, namun tidak akan efektif untuk kebakaran besar.

    15. Mengatasi Panci yang Hangus

    Taburkan baking soda ke bagian bawah panci yang hangus dan tambahkan air secukupnya. Didihkan campuran tersebut, jika noda masih ada, kamu dapat menggosoknya sedikit dengan sabut pencuci piring.

     

  • Lewat Rumah Rakyat Pegiat Literasi Lampung Gugah Minat Membaca Buku

    Lewat Rumah Rakyat Pegiat Literasi Lampung Gugah Minat Membaca Buku

    Sejumlah anak di Bandarlampung sedang membaca buku di Sekolah Rakyat Busa Pustaka di Bandarlampung, Minggu, (4/6/2023). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

    7cloud.asia – Penggiat literasi di Provinsi Lampung, Adi Sarwono menghadirkan sekolah rakyat guna memberikan akses membaca buku kepada masyarakat khususnya anak-anak yang berada di pinggiran Kota Bandarlampung ataupun daerah pelosok yang ada di provinsi ini.

    Sekolah rakyat Busa Pustaka berdiri pada tahun 2020. Namun Busa Pustaka sendiri terbentuk sejak 2017 dengan menyediakan buku bacaan agar anak suka membaca.

     
    “Awalnya ini adalah perpustakaan keliling yang saya lakukan sendirian berkeliling daerah untuk memberikan akses membaca buku kepada anak-anak,” kata Adi Minggu (4/6/2023) seperti dikutip Antaranews.
     
    Baca: Cara membangun kebisaan membaca pada anak
    Ia mengungkapkan, sebagai penggiat literasi ia tergerak membuka sekolah rakyat, karena keresahan terhadap hal-hal negatif yang dilihat dan dirasakannya di kalangan anak-anak di provinsi ini khususnya di daerah pelosok.

    Adi menceritakan saat berada di sebuah kampung untuk bekerja, ada segerombolan anak kecil, anak SD, belum SMP sudah menodong, minta duit kepadanya. 

     
    “Mereka minta uang. Saat tanya buat apa? kemudian saya kasih dan mirisnya mereka membelikan uang tersebut barang-barang negatif,” katanya.

    Baca: Tak hanya membaca, homeschool ini juga ajak siswanya membuat buku

     
    Ia mengatakan bahwa beranjak dari hal itu, dirinya memiliki keinginan kuat untuk, mengubah hal-hal negatif yang ada pada anak menjadi positif dengan memberikan akses baca kepada mereka.

    Seolah ada dendam atas kejadian itu, maka Adi memutar otak untuk mengubah kondisi ini. Karena dia hobi membaca dan punya banyak buku di rumah maka Adi bertekad membuka semacam taman bacaan,

      
    Tapi waktu itu bahan bacaan untuk menarik anak-anak untuk datang ke perpustakaan keliling masih kurang, sehingga Adi menjual aset pribadi untuk membeli buku.
     
    Karena Adi berpikir tidak mungkin anak-anak dibiarkan membaca buku untuk kalangan dewasa miliknya Ia pun menjual motor sportnya.
     
    “Percayalah mereka akan membaca buku dari apa yang anak-anak senangi, maka dari itu di awal menjalankan perpustakaan keliling saya jual mobil dan motor sport untuk membeli berbagai macam buku bacaan untuk anak-anak, akses ini lah yang harusnya dihadirkan juga oleh pemerintah,” kata dia.
     

    Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat surat-suratnya

     
    Menurutnya, minat literasi anak-anak Indonesia tidaklah rendah, termasuk Lampung, namun saja memang akses untuk membaca tidak ada, Busa Pustaka dari 2017 hingga kini tetap berdiri dan berjalan.
     
    Bahkan saat ini sudah membentuk tujuh sekolah rakyat yang aktif dengan dengan jumlah voulentir kurang lebih 3.000 orang.

    Selain itu, lanjut dia, hadirnya Busa Pustaka juga bertujuan mendukung perpustakaan daerah dalam upaya meningkatkan literasi anak.

    “Bagaimana pun itu, hal ini menjadi tanggung jawab saya sebagai anak bangsa untuk mendukung pemerintah terhadap minat literasi masyarakat,” kata dia.

    Sumber: Antaranews

  • Solusi Sampah Plastik dI Indonesia Harus Libatkan Produsen Konsumen dan Pengelola Sampah

    Solusi Sampah Plastik dI Indonesia Harus Libatkan Produsen Konsumen dan Pengelola Sampah

    7cloud.asia – Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini fokus mengangkat isu plastik, sampah plastik dan solusinya dengan tagar #BeatPlasticPollution.

    Sampah plastik memang sudah lama menjadi momok bagi lingkungan. Pasalnya, di balik segala manfaatnya plastik menciptakan daftar panjang masalah lingkungan yang bisa memicu bencana global. 

    Lantas, bagaimana penanganan sampah plastik yang telah dilakukan di Indonesia selama ini? 

    Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar mengatakan Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar di dunia.

    Pada 2022, potensi Sampah Plastik di Indonesia: 18.12 % dari total timbulan sampah 69.2 juta ton atau sekitar 12,54 juta ton.

    Namun sampah plastik tersebut dalam kondisi belum dipilah sehingga pengolahannya belum bisa berjalan optimal.

    Baca: Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Naovrizal mengakui masih banyak hal yang harus dibenahi terkait masalah sampah plastik. 

    Namun demikian dalam sepuluh tahun terakhir ada trend perubahan menuju arah yang lebih baik, baik dari partispasi publik, komitmen produsen, dan juga pemerintah daerah.

    “Sebanyak 70 persen sampah plastik di Indonesia masih dibuang ke laut dan mencemari laut,” ujar Novrizal saat menjadi pembicara dalam Webinar Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Iluni pada Sabtu (3/6/2023) di Kampus UI Depok, Jawa Barat.

    Saat ini pemerintah coba mengelola sampah plastik dengan kebijakan yang mengatur dari hulu ke hilir. Yakni dari produsen, konsumen dan pihak yang mengelola sampah. 

     

    Baca; Kaca dan plastik, mana lebih ramah lingkungan

    Pemerintah, lewat berbagai kebijakan telah membuat peta jalan bagi penanganan sampah termasuk sampah plastik. Ke depan diharapkan tidak lagi menggunakan land fill atau penimbunan lagi.  

    “Setelah 2030 ditargetkan sampah telah terkelola dengan baik dan secara bertahap pengelolaan sampah dengan sistem landfill dikurangi menjadi nol pada 2050,” imbuhnya.

    Kebijakan yang dirumuskan untuk mengurangi sampah plastik antara lain dengan Pembatasan Plastik Sekali Pakai (kantong plastik, cutlery, dan styrofoam) serta kampanye Gaya Hidup Minim Sampah.

    Baca: Mengapa styrofoam juga harus dilarang

    Kebijakan pembatasan plastik sekali pakai saat ini sudah diterapkan di sejumlah daerah. Menurut Novrizal, saat ini setidaknya ada 156 kota dan kabupaten yang telah memiliki kebijakan pembatasan plastik sekali pakai untuk mengurangi sampah plastik. 

    Kota-kota itu antara lain Jakarta, Denpasar,  Surabaya, Balikpapan, Banyumas, Cilacap. Selain itu, sebanyak 256 kota lainnya juga sedang menggodok kebijakan pembatasan sampah plastik. 

    Dari sisi produsen, mulai muncul kesadaran untuk tidak memproduksi sampah plastik. Bahkan ada sejumlah perusahaan yang juga telah membangun instalasi pengolahan sampah plastik yang dihasilkannya untuk didaur-ulang kembali menjadi botol. 

    Baca: Mendulang cuan dari daur ulang sampah plastik

    Lantas apa yang bisa dilakukan konsumen untuk mengurangi sampah plastik? Novrizal menegaskan konsumen bisa mengambil peran penting untuk mengurangi sampah plastik, yakni dengan mengubah perilaku dalam mengonsumsi.  

    “Konsumen bisa bersikap, dengan tidak membeli produk-produk yang masih menggunakan plastik, sehingga dengan demikian ada komitmen dari perusahaan untuk tidak menggunakan plastik,” ujarnya.   

    Beberapa cara lain yang bisa dllakukan masyarakat sebagai konsumen adalah dengan menhindari penggunaan plastik sekali pakai, belanja tanpa kemasan dan memilah sampah di rumah sehingga sampah plastik bisa didaur ulang.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Sementara di sisi hilir, saat ini sedang didorong industri pengolahan sampah plastik menjadi berbagai barang yang berguna atau diolah kembali menjadi barang yang sama.

    “Saat ini ada 176 sociopreneur yang mengolah sampah termasuk sampah plastik menjadi berbagai barang kebutuhan rumah tangga,” terang Novrizal. 

    Untuk sampah plastik sendiri bisa diolah dengan recycle ataupun dengan upcycle. Sampah plastik, dengan proses pirolisis bisa diubah menjadi feedstock petrokimia seperti nafta, liquid dan wax seperti hidrokarbon dan gas serta minyak dasar untuk pelumas.

    Sampah plastik juga bisa diupcycle menjadi furniture atau tekstil untuk bahan fashion.

  • Dari Tragedi Teluk Minamata Lahirlah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Dari Tragedi Teluk Minamata Lahirlah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    7cloud.asia – Hari ini, Senin 5 Juni 2023) warga dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environmet Day. 

    Tahun ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia berfokus pada isu plastik dan solusinya dengan mengusung tagar #BeatPlasticPollution.

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia memiliki makna yang dalam guna membangun kesadaran individu untuk mengambil tindakan nyata demi kelestarian lingkungan dan kehidupan di Bumi.

    Kegiatan untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia antaralain meliputi demonstrasi jalanan dan parade untuk membangun kepedulian pada lingkungan, konser, penanaman pohon, hingga kampanye pembersihan lingkungan.

    Baca: Hari Spesies Terancam Punah

    Di banyak negara, acara tahunan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga digunakan untuk meningkatkan perhatian dan tindakan politik terhadap perbaikan lingkungan.

    Mengapa Hari Lingkungan Hidup Sedunia dirayakan setiap tanggal 5 Juni? Berikut  sejarah, tema dan logonya.

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian alam serta penghijauan di Bumi.

    Setiap tahunnya ada isu khusus yang berbeda diangkat untuk memperingati Hari Lingkungan Sedunia. 

    Baca: Terdampak perubahan iklim Indonesia bisa klaim dana loss and damage

    Dilansir dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa KLHK, pada 1972, Majelis Umum PBB menyepakati bahwa tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

    Hal ini menyangkut permasalahan lingkungan yang sudah menjadi perhatian dan kekhawatiran masyarakat internasional.

    Saat itu, Mantan Sekretaris Jenderal PBB mengatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia telah terjadi krisis di seluruh penjuru dunia.

    Baca: Negara miskin paling merasakan dampak perubahan iklim

    Hal ini juga dialami negara maju maupun negara berkembang. Tanda-tanda ancaman terhadap lingkungan ini, dapat dilihat sejak lama antara lain:

    • Ledakan jumlah penduduk
    • Integrasi yang tidak memadai antara teknologi yang amat kuat dengan keperluan lingkungan
    • Kerusakan lahan budidaya
    • Pembangunan tidak berencana dari kawasan perkotaan
    • Menghilangnya ruang terbuka
    • Bahaya kepunahan yang terus meningkat di antara hewan dan tumbuhan
    • Kondisi lingkungan pada 1960-an hingga 1970-an dinilai sangat memprihatinkan hingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat dunia.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing akibat perubahan iklim

    Salah satu masalah lingkungan yang mendorong lahirnya Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah wabah penyakit yang menyerang warga Teluk Minamata Jepang.

    Teluk Minamata adalah saksi sejarah kelam dari dahsyatnya dampak kelalaian manusia dalam menanggulangi pencemaran merkuri.

    Pencemaran merkuri ini salah satunya bersumber dari kegiatan Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK).  PESK masih mengandalkan merkuri dalam proses ekstraksi emas.

    Minamata merupakan sindrom yang merusak fungsi saraf. Dilansir goldismia.com, ratusan ribu warga Minamata secara misterius mengalami kelumpuhan, gangguan saraf, kanker, bahkan sampai berujung kematian.

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang, ini tujuannya

    Tidak ada yang menyangka kalau penyakit yang sekarang dinamakan penyakit Minamata ini disebabkan oleh satu zat beracun bernama merkuri.

    Selain itu, di wilayah Eropa terjadi kabut asap yang berdampak buruk terhadap kesehatan. Asap tersebut diduga merupakan dampak yang ditimbulkan pembakaran hutan di berbagai wilayah untuk pembangunan di tahun 1960.

    Karena berbagai alasan itulah, negara-negara di dunia melalui PBB melaksanakan konferensi terkait lingkungan hidup di Stockholm, Swedia, pada tanggal 5 sampai 16 Juni 1972.

    Negara yang menjadi pengusul pertama diadakannya Hari Lingkungan Hidup Sedunia antara lain Jepang dan Senegal.

    Setelah melakukan diskusi yang panjang, konferensi PBB tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan terkait kondisi lingkungan termasuk menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

     

  • Bukan Delik Aduan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Disabilitas Tak Bisa Pakai Restorative Justice

    Bukan Delik Aduan, Pelecehan Seksual pada Anak dan Disabilitas Tak Bisa Pakai Restorative Justice

    7cloud.asia – Anggota Komisi III DPR Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan kasus pelecehan seksual bukanlah delik aduan, melainkan delik pidana umum jika korbannya masih berada di bawah umur dan penyandang disabilitas.

    Karena itu, ia menegaskan, dalam kasus demikian maka prinsip restorative justice tidak bisa diterapkan jika bersifat delik pidana umum.

    “Yang namanya pelecehan seksual apabila korbannya di bawah umur atau korbannya kaum disabilitas bukanlah delik aduan, tapi delik umum artinya kasus tersebut tidak bisa di restorative justice,” ujar Adde kepada media, Jumat (2/5/2023).

    Baca: Layanan kesehatan untuk korban kekerasan seksual masih kurang

    Ia menambahkan jika terkait pelecehan seksual yang semakin marak, Komisi III DPR RI sudah mempunyai Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), artinya undang-undang terkait kekerasan seksual ini sudah ada spesialisasinya.

    “Maka dari itu, seluruh aparat baik itu Kepolisian, Kejaksaan dan juga yang lain hal sebagainya yang berkaitan dengan kekerasan seksual haruslah bisa mengaplikasikan Undang-undang ini,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

    Baca: Anak penyandang disabilitas jadi korban kekerasan

    Ade meminta agar seluruh elemen masyarakat mempunyai kewajiban juga untuk mensosialisasikan undang-undang tersebut.

    Pasalnya, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa pelecehan seksual itu bukan tindak pidana umum tapi delik aduan. Sementara masih banyak korban pelecehan seksual yang enggan melaporkan kasunya.

    Baca: Perempuan down synrome rentan jadi korban kekerasan

    Adde menambahkan, saat ini juga masih banyak kasus-kasus pelecehan seksual dan kasus pemerkosaan yang kasusnya diselesaikan melalui restorative justice.

    Padahal, nyatanya setelah dibentuknya undang-undang TPKS kalau korbannya anak di bawah umur atau kaum disabilitas kasusnya tidak boleh di restorative justice.

    “Ini yang saya titik beratkan semoga APH (Aparat Penegak Hukum) selaku mitra dari DPR RI Komisi III bisa memahaminya,” ucapnya. 

    Baca: Lembaga pendidikan belum jadi ruang aman dari kekerasan seksual

    Sebelumnya saat menghadiri Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Kemenkumham Rabu (31/5/2023) Adde Rosi menegaskan, sosialisasi UU TPKS penting untuk ditingkatkan mengingat hingga per hari ini masih banyak terjadi kasus kekerasan seksual di Indonesia.

    Tanggung jawab agar Undang-Undang (UU TPKS) tersebut ya, khususnya ketiga Undang-Undang (KUHP, UU PAS dan UU TPKS) ini bisa tersampaikan dengan baik menjadi tanggung jawab bersama banyak pihak. 

    “Kenapa saya bilang tersampaikan dengan baik khususnya untuk TPKS? Izin Pak Menteri, jadi setelah keluarnya Undang-Undang TPKS kenapa kok makin kesini makin banyak kasus-kasus kekerasan seksual,” tandas Adde Rosi.

    Baca: Marsinah, simbol abadi perjuangan buruh perempuan Indonesia

    Adde mempertanyakan apakah masyarakat tidak mengetahui sanksi-sanksi yang begitu berat dari Undang-Undang TPKS ini atau seperti apa.

    “Mungkin ini dari satu sisi yang kita harus menilai bahwa sosialisasi terkait Undang-Undang khusus yang ketiga Undang-Undang yang tadi yang saya sampaikan untuk bisa dilaksanakan atau perbanyak lagi anggarannya,” lanjut Adde Rosi.