7cloud.asia – Sejak ditemukan lebih seabad silam, plastik telah memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Plastik kini digunakan di hampir semua kegiatan, mulai pengepakan hingga perabotan rumah tangga.
Namun di balik manfaatnya, plastik juga menyimpan ancaman baik bagi lingkugan maupun kesehatan makhluk hidup. Sifat plastik yang sulit terurai menjadi sumber polutan terbesar saat ini.
Tak hanya itu, serpihan plastik dalam bentuk mikroplastik menjadi ancaman besar bagi kesehatan makhluk hidup. Mikroplastik ini bisa ditemukan pada mainan plastik, botol, kotak bekal, hingga sedotan plastik.
Baca: Kaca dan plastik, mana yang lebih ramah lingkungan?
Mikroplastik adalah partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter. Selain di peralatan berbahan plastik, partikel tersebut juga ditemukan di laut, sungai, tanah, bahkan udara yang kita hirup.
Mikroplastik bisa ditemukan di alam yang bila masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Mengutip laporan Hindustan Times, Sabtu (3/6/2023) Antaranews.com menulis, bahwa anak-anak memiliki risiko tinggi menelan mikroplastik ketika mereka memasukkan objek berbahan plastik yang sering dipakai ke dalam mulut.
Baca: Kenali jenis plastik dari simbolnya
Bila tertelan, mikroplastik bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti masalah pencernaan, inflamasi, menghambat penyerapan nutrisi, hingga mengganggu proses tumbuh kembang anak.
Dalam tahap terburuk, mikroplastik bisa memicu kanker yang bisa menyebabkan kematian.
“Mikroplastik cenderung menyebabkan banyak masalah kesehatan pada anak-anak. Bahan kimia ini berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan seperti reproduksi dan obesitas, gangguan pada organ, dan keterlambatan pada proses perkembangan anak,” kata konsultan neonatologi dan kesehatan anak dari Motherhood Hospital Pune, Dr. Jagdish Kathwate.
Baca: Plastik sekali pakai dilarang, kenapa styrofoam tidak?
Jagdish menganjurkan untuk menghindari produk makanan dengan kemasan plastik, mengganti penggunaan botol plastik dengan botol kaca, dan tidak memberikan mainan plastik sebagai mainan bagi anak.
“Penting bagi orang tua untuk mengurangi paparan terhadap plastik yang ada di berbagai produk dan di lingkungan, juga senyawa kimia berbahaya yang berkaitan dengan mikroplastik,” kata Kathwate.
Sang dokter juga mengingatkan untuk tidak memberikan mainan plastik bagi anak-anak yang masih suka memasukkan objek ke dalam mulut.
Sebagai alternatif, orang tua bisa memberikan mainan yang terbuat dari kayu untuk anak-anaknya.

Leave a Reply