7cloud.asia – Penggiat literasi di Provinsi Lampung, Adi Sarwono menghadirkan sekolah rakyat guna memberikan akses membaca buku kepada masyarakat khususnya anak-anak yang berada di pinggiran Kota Bandarlampung ataupun daerah pelosok yang ada di provinsi ini.
Sekolah rakyat Busa Pustaka berdiri pada tahun 2020. Namun Busa Pustaka sendiri terbentuk sejak 2017 dengan menyediakan buku bacaan agar anak suka membaca.
“Awalnya ini adalah perpustakaan keliling yang saya lakukan sendirian berkeliling daerah untuk memberikan akses membaca buku kepada anak-anak,” kata Adi Minggu (4/6/2023) seperti dikutip Antaranews.
Ia mengungkapkan, sebagai penggiat literasi ia tergerak membuka sekolah rakyat, karena keresahan terhadap hal-hal negatif yang dilihat dan dirasakannya di kalangan anak-anak di provinsi ini khususnya di daerah pelosok.
Adi menceritakan saat berada di sebuah kampung untuk bekerja, ada segerombolan anak kecil, anak SD, belum SMP sudah menodong, minta duit kepadanya.
“Mereka minta uang. Saat tanya buat apa? kemudian saya kasih dan mirisnya mereka membelikan uang tersebut barang-barang negatif,” katanya.
Baca: Tak hanya membaca, homeschool ini juga ajak siswanya membuat buku
Ia mengatakan bahwa beranjak dari hal itu, dirinya memiliki keinginan kuat untuk, mengubah hal-hal negatif yang ada pada anak menjadi positif dengan memberikan akses baca kepada mereka.
Seolah ada dendam atas kejadian itu, maka Adi memutar otak untuk mengubah kondisi ini. Karena dia hobi membaca dan punya banyak buku di rumah maka Adi bertekad membuka semacam taman bacaan,
Tapi waktu itu bahan bacaan untuk menarik anak-anak untuk datang ke perpustakaan keliling masih kurang, sehingga Adi menjual aset pribadi untuk membeli buku.
Karena Adi berpikir tidak mungkin anak-anak dibiarkan membaca buku untuk kalangan dewasa miliknya Ia pun menjual motor sportnya.
“Percayalah mereka akan membaca buku dari apa yang anak-anak senangi, maka dari itu di awal menjalankan perpustakaan keliling saya jual mobil dan motor sport untuk membeli berbagai macam buku bacaan untuk anak-anak, akses ini lah yang harusnya dihadirkan juga oleh pemerintah,” kata dia.
Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat surat-suratnya
Menurutnya, minat literasi anak-anak Indonesia tidaklah rendah, termasuk Lampung, namun saja memang akses untuk membaca tidak ada, Busa Pustaka dari 2017 hingga kini tetap berdiri dan berjalan.
Bahkan saat ini sudah membentuk tujuh sekolah rakyat yang aktif dengan dengan jumlah voulentir kurang lebih 3.000 orang.
Selain itu, lanjut dia, hadirnya Busa Pustaka juga bertujuan mendukung perpustakaan daerah dalam upaya meningkatkan literasi anak.
“Bagaimana pun itu, hal ini menjadi tanggung jawab saya sebagai anak bangsa untuk mendukung pemerintah terhadap minat literasi masyarakat,” kata dia.
Sumber: Antaranews
Leave a Reply