Blog

  • Sinead O’Connor Meninggal, Ini Kontroversinya dari Imam Gereja Menjadi Seorang Muslim

    Sinead O’Connor Meninggal, Ini Kontroversinya dari Imam Gereja Menjadi Seorang Muslim

    7cloud.asia – Penyanyi terkenal asal Irlandia Sinéad O’Connor dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (26/7/2023) waktu setempat.

    Pihak keluarga yang mengumumkan kabar duka itu tidak menyebutkan penyebab kematian Sinead O’Connor yang meninggal dalam usia 56 tahun.

    Dilansir laman Middle East Eye pada Kamis (27/7/2023), dalam sebuah pernyataan kepada pers, keluarga Sinead O’Connor mengatakan mereka tengah berkabung dan meminta privasi pada saat yang sangat sulit tersebut.
     
     
    Sinead O’Connor meninggal setelah bertahun-tahun berjuang melawan gangguan mental yang dialaminya.
     
    Selama karier bermusiknya, Sinead O’Connor memiliki banyak karya dan juga aktivitas yang jadi sorotan. Salah satu kontroversi Sinead O’Connor adalah masuk Islam setelah sebelumnya pernah menjadi imam gereja.

    Penyanyi yag antara lain terkenal dengan lagu Nothing Compares 2 U yang merupakan karya Prince pada tahun 1990an itu mengatakan bahwa dia telah mengubah namanya menjadi Shuhada.

    Baca: Putri ariani penyanyi difabel asal INdonesia memukau juri AGT

    Dalam sebuah unggahan di Twitter, Sinead O’Connor menyampaikan ucapan terima kasih kepada sesama Muslim atas dukungan mereka.

    Saat itu, Sinead O’Connor mengatakan bahwa keputusannya pindah agama adalah ‘ujung alamiah dari perjalanan teolog cerdas manapun,’ dan mengunggah video dirinya melantunkan adzan.

    Pengakuan Sinead O’Connor ini dikuatkan oleh Imam Irlandia Syaikh Umar al-Qadri mengunggah video Sinéad O’Connor saat mengucapkan kalimat syahadat.

    Baca: Panutan bernama Cinta Lauran Kiehl

    Dilansir BBC, itu bukan pertama kalinya O’Connor, yang tahun lalu telah secara resmi mengubah namanya menjadi Magda Davitt, secara terbuka berbicara dan bersikap tentang agama.

    Pada tahun 1992, ia memicu kontroversi setelah mencabik-cabik foto Sri Paus dalam siaran langsung di televisi AS.

    Tujuh tahun kemudian, dia ditahbiskan sebagai imam oleh sebuah gereja di Lourdes, Prancis, yang memisahkan diri dari Vatikan. Gereja Katolik, yang tidak mengizinkan perempuan menjadi imam, tidak mengakui upacara tersebut.

  • Sangat Peduli Anak-anak di Pedalaman, Cinta Laura Tuai Pujian dari Warganet

    Sangat Peduli Anak-anak di Pedalaman, Cinta Laura Tuai Pujian dari Warganet

    7cloud.asia – Pesohor dan influencer Cinta Laura Kiehl kembali menjadi buah bibir. Sudah beberapa hari ini tagar #Cinta Laura trending di Twitter. 

    Hingga Jumat (28/7/2023) tercatat ada belasan ribu pengguna Twitter yang menautkan tagar Cinta Laura (#CintaLaura) di cuitannya.

    Hal ini tak lepas dari sikap dan tindakan positif yang dilakukan Cinta Laura selama ini. Terakhir, perempuan blesteran Indonesia-Jerman ini mengunjungi Kota Masohi, Maluku.

    Bukan karena diundang dan disponsori, tapi kehadiran Cinta Laura ke Masohi, Maluku ini atas inisiatif dan biaya sendiri.

    Bahkan di Kota Masohi Maluku ini, Cinta Laura ternyata sudah sering memberikan bantuan untuk anak-anak di sana.

    Baca: Ini sebabnya Cinta Laura layak dijadikan panutan

    Dalam sebuah unggahannya pemilik akun @tanyarl menyebutkan aksi sosial Cinta Laura yang pada 17 Agustus nanti akan genap berumur 30 tahun di Masohi Maluku.

    Cinta Laura yang pernah menjadi duta anti kekerasan ini, ternyata tercatat sebagai donatur untuk rumah aman yang menampung korban kekerasan di Masohi.

    Pemilik akun Twitter @tanyarl ini tak lupa mengungkapkan pujiannya untuk Cinta Laura.

    “Cinta Laura pernah bilang dia mau Childfree, karena diluaran sana masih banyak anak terlantar yang butuh pendampingan , ya Allah keren bgt dia tuh,”  ujarnya.
     
    Meski pernyataan ini mendapat koreksi dari pemilik akun Twitter lainnya, tetap saja ini menunjukkan kepedulian seorang Cinta Laura pada anak-anak terlantar.
     

    Puja-puji pun bertaburan atas aksi keren Cinta Laura ini.

    “Dis! Kata gue mah lo keren banget cinta laura” tulis pemilik akun Twitter @AREAJULID
     
    “Keren banget cinta laura semoga makin banyak artis seperti ini gak modal cari sensasi ataupun pamer harta” tulis pemilik akun Twitter” tulis pemilik akun @trennd
     
    Lain lagi yang diungkapkan pemilik akun Twitter @999o7i yang menceritakan kunjungan Cinta Laura ke Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah untuk bertemu langsung dengan anak-anak Masohi. 

    “Trs pada nanyalah ke istri Bupati Maluku Tengah sekaligus Pj TP-PKK Maluku Tengah Bella F.M Marasabessy brp datangen Cinta Laura? Djawab Gratis!!” demikian tulis @999o7i

    Baca: Putri Ariani penyanyi difabel yang memukau

    Akun @999o7i juga menyebut Cinta Laura dan ibunya memang sudah lama concern pada dunia pendidikan dan anak-anak.

    Keluarga Cinta Laura memiliki sebuah yayasan sosial yang bernama Yayasan Soekarseno yang total memiliki 11 sekolah gratis yang dbangun di beberapa daerah. 

    “Cinta sma ibuny emang concern dunia pendidikan. Cinta punya banyak sekolah gratis, satu di antaranya di kaki Gunung Salak,” cuit @999o7i

    Cinta Laura memang layak menjadi panutan. Sebagai seorang influencer dia tak hanya mengejar ketenaran. 

    Perempuan yang menyebut dirinya sebagai entertainer, entrepeneur seklaigus aktivis sosial ini juga sering mengajak para influencer tak sekadar membuat konten, tetapi juga membuat konten yang menginspirasi dan bermanfaat. Jadi maju terus Cinta Laura! 

    Baca: 5 sosok difabel yang menginspirasi

     
  • Jumlah Penduduk Jepang Terus Turun dan Makin Tua, Peran Tenaga Kerja Asing Kian Penting

    Jumlah Penduduk Jepang Terus Turun dan Makin Tua, Peran Tenaga Kerja Asing Kian Penting

    7cloud.asia – Jumlah penduduk asli Jepang menurun drastis, sedangkan jumlah penduduk atau tenaga kerja asing yang tinggal di negara tersebut justru mencapai rekor tertinggi di angka hampir 3 juta.

    Data yang dirilis pemerintah Jepang pada Rabu (26/7/2023) menunjukkan, penduduk Jepang juga semakin tua.

    Data itu menyebut, jumlah penduduk Jepang turun sebesar 800.000 orang selama 14 tahun berturut-turut, menjadi 122,42 juta.

    Baca: WEF sebut puluhan juta lapangan kerja bakal hilang akibat digitalisasi

    Angka itu berdasarkan data pendaftaran penduduk per 1 Januari 2023, yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

    Data tersebut juga menunjukkan untuk pertama kalinya, jumlah penduduk Jepang turun di 47 prefektur.

    Data juga mengungkap bahwa warga negara dan tenaga kerja asing memainkan peran yang semakin besar dalam menutupi penurunan jumlah penduduk di Jepang. 

    Baca: Tiga jenis pekerjaan yang belum akan tergeser oleh AI

    Jumlah warga negara asing yang tinggal di Jepang mencapai rekor tertinggi yakni 2,99 juta orang. Angka ini meningkat 10,7 persen dari tahun sebelumnya, peningkatan secara tahunan terbesar sejak kementerian mulai melacak data satu dekade lalu.

    Per 1 Januari 2020, tepat sebelum pandemi COVID-19 menyebar ke seluruh dunia, terdapat 2,87 juta orang atau tenaga kerja asing yang tinggal di Jepang.

    Total jumlah penduduk Jepang turun menjadi 125,42 juta, turun sekitar 511.000, data baru menunjukkan.

    Baca: Generasi alfa yang akan menentukan wajah dunia kerja di masa yang akan datang

    Dilansir VOA Indonesia, jumlah penduduk Jepang turun setiap tahun sejak mencapai puncak pada 2008 karena tingkat kelahiran yang rendah, mencapai rekor terendah tahun lalu.

    Pemerintah ingin mengatasi masalah ini dengan berbagai cara, termasuk mempekerjakan lebih banyak perempuan, kata juru bicara pemerintah Jepang

    “Untuk mengamankan tenaga kerja yang stabil, pemerintah akan mendorong reformasi pasar tenaga kerja untuk memaksimalkan lapangan kerja perempuan, orang tua dan lainnya,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno.

    Baca: Perjuangan panjang kelas pekerja di dunia

    Perdana Menteri Jepang,  Fumio Kishida menjadikan penurunan tingkat kelahiran sebagai prioritas utama dan pemerintahnya.

    Meskipun memiliki tingkat utang yang tinggi, pemerintah Jepang berencana mengalokasikan 3,5 triliun yen  atau sekitar 25 miliar dolar AS per tahun untuk perawatan anak dan langkah-langkah lain untuk mendukung orang tua.

    Tahun lalu, sejumlah kajian publik yang berbasis di Tokyo mengatakan  bahwa Jepang membutuhkan sekitar empat kali lebih banyak pekerja asing pada 2040 untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah.

    Baca: TikTok sebut tak akan buka Project S di Indonesia

    Prefektur Tokyo memiliki penduduk asing terbanyak dengan 581.112 orang, atau 4,2 persen dari total jumlah penduduk ibu kota Jepang itu.

  • Kenali Program Beasiswa ADIK yang Bisa Diakses Penyandang Disabilitas

    Kenali Program Beasiswa ADIK yang Bisa Diakses Penyandang Disabilitas

    7cloud.asia – Para penyandang disabilitas diminta lebih proaktif mengikuti program beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK).

    Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah menilai sikap proaktif dalam prgram ADIK tersebut dibutuhkan agar akses pemenuhan hak-hak para penyandang disabilitas dapat tersalurkan sesuai ekspektasi. 

    Ledia yang merupakan Mantan Ketua Panja RUU Disabilitas tahun 2014 ini mengatakan, sikap proaktif di program ADIK ini akan memberikan kepastian mengenai kelanjutan dan menunjang kebutuhan finansial para penyandang disabilitas.

    Baca: Kafe Difabis, kisah perjuangan kelompok disabilitas di Jakarta

    Harapan agar para disabilitas bersikap proaktif tersebut disampaikan menerima aspirasi dari Pengurus Yayasan Pendidikan Tuna Netra Jawa Barat yang merupakan bagian dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) di Kantor Komunikasi dan Informasi Ledia Hanifa, Jl. Pahlawan No.39, Bandung, Sabtu (22/07/2023).

    “Sehingga, hal-hal yang bersifat pemenuhan dan perlindungan hak-hak disabilitas dapat berjalan dengan baik, walau implementasinya yang masih memerlukan proses,” ujar Ledia.

    Dilansir Parlementaria, Rabu (26/7/2023), Ledia jugaa menyatakan bahwa terkait beasiswa bagi SD-SMA/K, para siswa disabilitas dapat mengikuti Program Indonesia Pintar (PIP) yang mana tiap tahunnya diwajibkan bagi calon penerima untuk mendaftar kembali.

    Baca: Cerita tuli, potret keseharian disabilitas tuli di Kota Solo

    Karena itu, ia menilai perlu ada kolaborasi pengurus komunitas para penyandang disabilitas yang dikuatkan advokasi anggota legislatif.

    “Sehingga, akan mendorong terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas dengan lebih baik dan lebih cepat,” ujarnya.  

    Dalam kesempatan tersebut, Pengurus yaysan yang membawahi disabilitas netra tersebut menyampaikan aspirasi mengenai permohonan advokasi pendidikan dan beasiswa untuk teman-teman tuna netra di Bandung.

    Lebih lanjut, pengurus yayasan disabilitas netra Jawa Barat juga mengingatkan implementasi UU Disabilitas Nomor 8 Tahun 2016 yang belum sepenuhnya sesuai dengan yang diamanatkan.

    Baca: Lima sosok disabilitas yang menginspirasi

    Program beasiswa ADIK diatur di Undang-undang atau UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi.

    Di situ diamanatkan, Pemerintah wajib meningkatkan akses dan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi serta menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif termasuk kelompok disabilitas.

    Beasiswa ADik adalah salah satu intervensi kebijakan pendidikan yang bersifat afirmasi dalam bentuk Bantuan Pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa karena kondisi dan keberadaanya sehingga mengalami kesulitan dan keterjangkauan akses pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi.

  • Koalisi Pawai Bebas Plastik Ajak Masyarakat Ramai-ramai Terapkan Guna Ulang, Apa Bedanya dengan Daur Ulang?

    Koalisi Pawai Bebas Plastik Ajak Masyarakat Ramai-ramai Terapkan Guna Ulang, Apa Bedanya dengan Daur Ulang?

    7cloud.asia – Kampanye penerapan konsep guna ulang menjadi salah satu yang digaungkan Koalisi Pawai Bebas Plastik 2023 untuk mengurangi sampah plastik dan polusi plastik.

    Di sela jumpa pers tentang Pawai Bebas Plastik 2023, Kamis (27/7/2023) di Jakarta, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) Tiza Mafira mengatakan bahwa guna ulang atau reuse merupakan hal mendasar dalam mengurangi polusi plastik.

    Hierarki pengelolaan sampah sendiri, menurut Tiza yang merupakan salah satu motor Pawai Bebas Plastik 2023 ini, terdiri dari prinsip 3R, yaitu reuse, reduce, dan recycle.

    “Jadi guna ulang atau reuse adalah hierarki mendasar dalam pengurangan sampah plastik,” ujar Tiza dalam jumpa pers Pawai Bebas Plastik 2023 tersebut. 

     

    Baca: Pawai Bebas Plastik 2023 usung tiga tuntutan

    Tiza mengatakan, saat ini masyarakat masih sering salah memahami makna guna ulang dengan daur ulang. Padahal keduanya merujuk pada dua hal yang berbeda.

    “Guna ulang tidak hanya digunakan satu-dua kali, tetapi berkali-kali; tetapi dipakai, dicuci, dipakai, dicuci. Sesimpel itu,” kata dia.

    Sementara daur ulang itu hanya sekali digunakan lalu didaur-ulang, jadi sangat berbeda dengan guna ulang.

    Dalam daur ulang, ujarnya, ada proses kimia, proses industrial, proses yang cukup intens yang sangat berbeda dengan guna ulang.

    Baca: Dunia targetkan turunkan polusi plastik hingga 80persen pada 2040

    Guna ulang lebih direkomendasikan oleh Koalisi Pawai Bebas Plastik karena proses ini yang rendah emisi dan tidak menghasilkan polusi plastik.

    Tiza menjelaskan guna ulang bisa diterapkan di beberapa jenis produk, yakni kosmetik, makanan olahan dan makanan siap saji.

    “Guna ulang itu hanya meliputi proses pencucian saja. Setelah itu, barang yang digunakan langsung disanitasi untuk kemudian digunakan kembali,” ujarnya.

    Tiza menyebut guna ulang tak bisa dibiarkan berhenti di inisiatif warga yakni dengan membawa sendiri wadah, tote bag atau tumbler. Pemassalan pelaksanaan guna ulang, tandasnya, membutuhkan sistem yang mendukung.

    “Kita bawa tumbler sendiri tapi ketemu enggak tempat isi ulang air? Kan belum tentu. Kita bawa tote bag sendiri, tapi ada enggak tempat untuk mengembalikannya ketika sudah tidak dibutuhkan atau sudah terlalu banyak di rumah? Belum ada sistemnya,” kata Tiza.

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang dari Siklus

    Tiza melihat inisiatif warga untuk menerapkan guna ulang sudah semakin besar. Hal ini, ujarnya, harus didukung oleh pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan produsen sebagai penghasil produk.

    Ia mengapresiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM yang beberapa waktu lalu merilis aturan yang memungkinkan diterapkannya sistem guna ulang untuk produk kosmetik.

    Sikap BPOM itu diwujudkan lewat  Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pengawasan Pembuatan dan Peredaran Kosmetik.

    “Ini merupakan langkah positif yang layak diapresiasi yang juga hasil dorongan masyarakat sipil,” kata Tiza.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik dengan konsep guna ulang

    Dari sisi produsen, Tiza juga melihat sudah mulai ada inisiatif untuk memfasilitasi sistem guna ulang dengan menyediakan layanan isi ulang. Meski hal itu  harus terus diperluas jangkauannya

    “Bahkan ada yang bisa dikembalikan botolnya ke produsen, lalu produsen mengisi ulang, kemudian menempatkan produknya kembali di toko mereka,” ujarnya.

    Tiza menambahkan, agar guna ulang ini bisa dilaksanakan dalam skala besar, harus dibangun sistem yang mendukung lewat kebijakan. Sayangnya, hingga saat ini pemerintah masih cenderung mendorong daur ulang bahan sekali pakai ketimbang mendorong guna ulang. 

    Tiza menekankan pentingnya pelarangan bahan sekali pakai. Karena semua benda sekali pakai  pasti akan menghasilkan sampah yang akan mengotori lingkungan meski bahan bahan yang digunakan adalah bahan yang bisa diurai

    “Kalau plastik diganti dengan sekali pakai lagi, tetap akan menimbulkan masalah lingkungan di kemudian hari,” pungkasnya.

    Baca: Ragam teknologi yang dikembangkan untuk atasi polusi plastik

     

  • Menutup Bulan Juli, Koalisi Pawai Bebas Plastik Desak Transparansi Pengelolaan Sampah Plastik

    Menutup Bulan Juli, Koalisi Pawai Bebas Plastik Desak Transparansi Pengelolaan Sampah Plastik

    7cloud.asia – Setiap tahunnya, tanggal 3 Juli diperingati sebagai International Plastic Bag Free Day atau Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia untuk mengurangi polusi plastik. Di Indonesia, setiap bulan Juli diperingati sebagai bulan bebas plastik.

    Gerakan bebas plastik ini untuk mengingatkan betapa seriusnya dampak yang diakibatkan polusi plastik.

    Sekitar satu juta kantong plastik sekali pakai digunakan di seluruh dunia tiap menitnya, sementara kantong plastik sendiri memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai.

    Oleh sebab itu masyarakat diajak untuk secara bertahap mengurangi polusi plastik dengan menghindari pemakaian kantong plastik sekali pakai. 

    Namun organisasi lingkungan dunia Greenpeace mengingatkan, obrolan tentang polusi plastik seyogyanya tidak hanya ramai saat bulan bebas plastik atau di bulan Juli saja.

    Baca: Pawai Bebas Plastik 2023 usung tiga tuntutan

    Setiap saat, demikian Greenpeace menegaskan, bahaya polusi plastik harus digaungkan hingga perubahan dibuat.

    Di akun resminya, Greenpeace mengingatkan, Indonesia mempunyai target yang cukup ambisius terkait pengurangan sampah dan polusi plastik di laut. Yaitu 70 persen hingga tahun 2025.

    Menutup bulan Juli tahun lalu, Greenpeace mengajak masyarakat merekap bagaimana kondisi polusi plastik di sekitar kita dan apa tuntutan kita terhadap kondisi tersebut.

    Bagaimana kondisi polusi plastik di sekitar kita atau Indonesia saat ini?

    Hasil riset terbaru dari Waste4Change yang dirilis bulan Juli 2022, menunjukkan kalau 87,5% atau lebih dari 240 ton per hari sampah plastik fleksibel di DKI Jakarta tidak didaur-ulang, berdasarkan data tahun 2021.

    Baca: Kenali jenis sampah plastik dan nilai ekonominya

    Mengutip riset tersebut via Databoks, yang termasuk sampah plastik fleksibel adalah berbagai bentuk sampah yang lapisannya terdiri dari dari aluminium foil, film plastik, selopan, film plastik berlapis aluminium, dan lain-lain.

    Menurut World Economic Forum (2021), Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya dan sebagian besar tidak dibuang dengan cara yang benar.

    Pembakaran sampah secara terbuka adalah praktek yang justru terus dilakukan oleh masyarakat, dan menjadi sumber polusi udara selain dari PLTU Batubara dan kendaraan bermotor.

    Laporan National Plastic Action Partnership (2020), menyebutkan kalau hanya 10% sampah plastik di Indonesia yang terdaur ulang, sedangkan persentase yang besar yaitu 61%-nya justru tidak terkelola.

    Proyek The Guardian, Seascape, merilis berbagai jenis plastik dan tempat ditemukannya di berbagai penjuru lautan.

    Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak peduli sampah plastik yang dihasilkannya

    Kantong plastik, botol plastik, dan kemasan plastik pembungkus ditemukan di hampir seluruh bagian lautan; di tepi pantai, perairan sekitar pantai, dasar laut dekat pantai, hingga dasar laut yang dalam.

    Dari berbagai fakta di atas, polusi plastik sudah mencapai titik yang kritis. Kita dapat memilih untuk hidup secara berbeda dan membangun cara yang lebih bijaksana serta lebih adil dalam memproduksi dan mengkonsumsi.

    Namun pengurangan polusi sampah ini tidak bisa hanya bergantung pada aksi-aksi individual. Perubahan perilaku yang dilakukan masyarakat belum terwadahi.

    “Harus ada sistem yang mewadahi perubahan positif ini. Harus ada aturan yang memaksa industri/perusahaan menghasilkan produk non plastik,” tandas Atha Rasyadi, Pengkampanye Urban Greenpeace Indonesia dalam jumpa pers terkait Pawai Bebas Plastik, Kamis (27/7/2023).

    Baca: Perlu tindakan kolektif untuk atasi polusi plastik

    Ia menambahkan, Lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan (LHK) P.75/2019, pemerintah sudah mewajibkan para produsen menyusun dan melaporkan rencana untuk mengurangi timbulan sampah berbentuk peta jalan selama 10 tahun ke depan.

    Namun, hingga 2022 sangat sedikit perusahaan yang sudah mengimplementasikan kebijakan ini. 

    dan, baru sekitar 30 produsen yang menyerahkan rencana peta jalan pengurangan sampahnya ke Kementerian LHK.

    “Maka, kami masih menanti aksi nyata dari para produsen untuk menyetorkan dan membuka peta jalan pengurangan sampahnya ke publik agar kami bisa ikut mengawal,” imbuh Atta.

    Mirisnya lagi, perusahaan yang sudah mengimplementasikan pengurangan polusi plastik lebih banyak di sektor hilir atau mengolah sampah plastik yang dihasilkan. Padahal menurutnya, yang lebih penting adalah mengurangi sampah plastik dari hulu.

    Baca: Beragam teknologi yang dikembangkan untuk atasi polusi plastik

    Karena itulah, Greenpeace Indonesia bersama Koalisi Pawai Bebas Plastik akan kembali turun ke jalan pada 30 Juli lalu dalam Pawai Bebas Plastik 2023. 

    Lewat pawai ini, Koalisi Pawai Bebas Plastik yang beranggotakan 47 organisasi dan komunitas juga menuntut para produsen untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai seperti sachet untuk kemasannya dan beralih ke program guna ulang dan isi ulang (reuse & refill).

    “Karena kemasan sachet sulit didaur-ulang, mencemari lingkungan, dan akan semakin memperparah polusi plastik di sekitar kita,” ujar Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dalam kesempatan yang sama.

    Nah, buat kamu yang tertarik dan ingin terlibat dalam aksi mengurangi polusi plastik ini, kamu bisa mendukungnya dengan mulai melakukan gerakan bebas plastik sekarang juga. 

    Kamu juga bisa mendukung gerakan bebas plastik ini untuk bisa terus berkampanye dengan independen dan menuntut perubahan melalui donasi. Karena masa depan yang bebas plastik menjadi mungkin dengan dukungan individu yang peduli seperti kamu.

    Baca: Apakah bioplastik benar-benar tak memicu polusi plastik?

  • Dinilai Diskriminatif, Komnas Perempuan Desak MA Cabut SEMA tentang Perkawinan Beda Agama

    Dinilai Diskriminatif, Komnas Perempuan Desak MA Cabut SEMA tentang Perkawinan Beda Agama

    7cloud.asia – Komnas Perempuan menyatakan keprihatinan atas diterbitkannya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 Tentang  Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Beda Agama dan Kepercayaan.

    Komnas Perempuan meminta kepada Mahkamah Agung untuk segera mencabut SEMA tentang perkawinan beda agama  tersebut, karena dinilai diskriminatif, mengingat Indonesia sebagai negara kesatuan memiliki keragaman suku bangsa, budaya, tradisi, termasuk agama.

    Imam Nahei, Ketua Gugus Kerja Perempuan dan Kebhinnekaan Komnas Perempuan mengatakan, dalam keragaman tersebut, terjalin interaksi antara warga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk  perkawinan beda agama. 

    Baca: Upaya mewujudkan Pemilu 2024 yang inklusif

    Mahkamah Agung sebagai salah satu lembaga konstitusional yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, merupakan lembaga negara yang mempunyai kewajiban untuk memajukan perlindungan, pemajuan, penegakan, pemenuhan hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam Pasal 28I ayat (4) UUD NRI 1945.

    Mahkamah Agung sebagai lembaga tinggi negara juga harus memprtimbangkan dasar pertimbangan pembentukan Mahkamah Agung UU No.3 Tahun 2009 jo UU No.5 2004 jo UU No 13 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.

    Di aturan tersebut disebutkan Mahkamah Agung bertujuan menjamin persamaan kedudukan warga negara dalam hukum diperlukan upaya untuk menegakkan ketertiban, keadilan, kebenaran, dan kepastian hukum semestinya mampu memberikan pengayoman kepada masyarakat (konsideran huruf b). 

    Baca: Mengapa pecah perang gender di Korea Selatan 

    Komnas Perempuan mencatat bahwa pengakuan perkawinan beda agama telah mendapatkan pengakuan melalui pasal 35 UU No.23 tahun 2006 jo UU Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

    “Penjelasan pasal yang menyatakan yang dimaksud dengan ”Perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan” adalah perkawinan yang dilakukan antar-umat yang berbeda agama,” terang Imam Hahei dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (28/7/2023).

    Komisioner Komnas Perempuan, Dewi Kanti mengatakan bahwa surat edaran Mahkamah Agung tersebut merupakan bentuk pengingkaran dan pengabaian lembaga negara pada pelaksanaan kewajiban konstitusional dan hak hukum warga negara.

    “Ini merupakan bentuk diskriminasi lembaga negara dalam bidang perkawinan,” ujarnya. 

    Dewi Kanti menjelaskan, perempuan mengalami stigma lebih dibandingkan laki-laki ketika memilih melakukan perkawinan beda agama.

    Baca: Beragam tradisi menyambut Tahun Baru 1 Suro di Indonesia

    Pengaduan ke Komnas Perempuan menunjukkan perempuan yang menjalani perkawinan beda agama dianggap melakukan zina, perempuan sebagai anak diusir dari rumahnya, dan rentan mengalami kekerasan dari keluarga.

    Dalam perkawinan beda agama perempuan sering mengalami pemisahan paksa  dari pasangannya/suami dan anak-anaknya serta kekerasan psikis dan ekonomi. Hal serupa dialami oleh perempuan penghayat yang melakukan perkawinan beda agama.

    Perkawinan beda agama yang tidak dicatatkan dapat menimbulkan berbagai dampak sosial terhadap anak-anak yang dilahirkan, termasuk kerentanan perempuan menjadi korban KDRT ketika perkawinannya tidak tercatat.

    Imam Nahei menegaskan, pengaturan untuk tidak mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan beda agama juga mengingkari asas penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang berprinsip tidak membeda-bedakan.

    Baca: Takir phontang, makna dan filosofinya

    “Kekuasaan kehakiman harusnya mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk dapat tercapai peradilan yang sederhana, kewajiban hakim menggali, mengikuti, dan memahami nila-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat,” pungkas Nahei.

    Dalam FGD Komnas Perempuan 2022, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menyampaikan sejak 2005 ada 1.655 pasangan berbeda agama/kepercayaan telah menikah. Pada 2010 mencapai 233ribu perkawinan beda agama/kepercayaan.

    Informasi yang disampaikan oleh Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (2022) mencatatkan bahwa ada 34,6 juta pasangan kawin, berstatus ‘kawin belum tercatat’ termasuk di antaranya karena perkawinan beda agama. 

    Komnas Perempuan mengingatkan Mahkamah Agung bahwa Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik – International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang telah menjadi hukum nasional UU Nomor 12 Tahun 2005 sebagaimana tertuang di pasal 2.

    Baca: Mengenal ritual thudong, saat para bante jalan kaki ribuan kilometer untuk ziarah

    Hal ini termasuk hak dalam perkawinan beda agama sebagaimana tertuang pada pasal 14 dan dan Pasal 23 ICCPR.

    “Kovenan Internasional Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya yang telah menjadi hukum nasional UU Nomor 11 Tahun 2005 sebagaimana tertuang pada Pasal 2, termasuk hak dalam perkawinan sebagaimana tertuang pada Pasal 10 konvensi tersebut,” tegas Veryanto Sitohang, Ketua Subkomisi Partisipasi masyarakat Komnas Perempuan.

    Komnas Perempuan, ujar Very, telah mengingatkan lembaga peradilan bahwa hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah diatur Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 huruf f Undang-Undang  Nomor 1/1974 merujuk Pasal 28B ayat (1) UUD 1945.

    Baca: Mengenal tradisi seba masyarakat adat badui

    Realisasi atau pelaksanaan dari “setiap orang berhak” dan tindakan “membentuk keluarga” dan tindakan “membentuk keluarga” adalah pada kehendak bebas (free consent) warga negara sebagai pemegang hak dasar (right holder) yang masuk dalam ranah hukum privat atau keperdataan.

    Oleh karena itu, kehadiran hukum negara dalam proses “membentuk keluarga” adalah bersifat komplemen dan pada posisi bertindak secara pasif untuk menghormati terhadap hak sipil kewarganegaraan.

    Komnas Perempuan berpendapat bahwa perkawinan beda agama juga beririsan dengan hak dasar kebebasan beragama yang dijamin oleh Konstitusi. 

     

     

  • Kenali Beragam Jenis Tanaman Bakau di Kebun Raya Mangrove Surabaya

    Kenali Beragam Jenis Tanaman Bakau di Kebun Raya Mangrove Surabaya

    7cloud.asia – Kebun Raya Mangrove Surabaya yang baru dibuka pada Rabu (26/7/2023) merupakan kebun raya yang terunik di antara 45 kebun raya yang ada di seluruh Indonesia.

    Hal ini karena Kebun Raya Mangrove Surabaya menjadi satu-satunya kebun raya yang dikhususkan untuk tanaman mangrove atau bakau.

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya mencatat, Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki koleksi 57 dari 157 jenis mangrove yang ada di dunia.

    Saat ini juga tengah dilakukan eksplorasi tiga jenis mangrove baru yang akan menambah koleksi tanaman bakau atau mangrove di Kebun Raya Mangrove Surabaya ini.

    Koleksi tanaman bakau di Kebun Raya mangrove Surabaya di antaranya adalah bakau hitam, bakau merah, bakau minyak, tanjang merah, tanjang putih, bakau jeruk hulu, api-api.

    Kebun Raya Mangrove Srabaya juga memiliki koleksi waru, pidada merah/bogem, gedang-gedangan, waru laut, jeruju hitam, ketower, paku laut, bintaro, alur kebo, hingga kurma rawa.

    Baca: Mengenal manfaat ekologis dan manfaat ekonomi hutan bakau

    Dilansir Antaranews, Kebun Raya Mangrove Surabaya juga sudah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti wisata edukasi mangrove, jogging track sepanjang 630 meter, menara pantau setinggi 12 meter, dermaga perahu, picnic ground, hingga wisata perahu.

    Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2019, kebun raya menjadi pusat konservasi eksitu atau pelestarian di luar habitat aslinya. Selain itu juga sebagai konservasi insitu untuk berbagai biodiversitas atau keanekaragaman hayati.

    Terkait pelestarian ini, peran BRIN tidak sekadar melakukan konservasi, namun juga menyiapkan bagaimana memanfaatkan biodiversitas itu menjadi obat, pangan, hingga berbagai teknologi canggih, seperti halnya yang dilakukan Kebun Raya Cibinong.

    Di sana ada sentra pemanfaatan biodiversitas. Harapannya segala jenis biota flora dan fauna yang ada di Kebun Raya Mangrove bisa juga dimanfaatkan, seperti halnya ada mikroba di kebun raya itu yang diharapkan dapat digunakan sebagai obat kanker.

    Dengan demikian kebun raya mangrove Surabaya ini tidak hanya sebagai upaya konservasi, tapi akan menjadi soko guru perekonomian berbasis ekonomi kreatif, berbasis riset Indonesia ke depan.

    Baca: Mengenal ekosistem lamun yang mampu serap polusi laut

    Pemerintah Kota Surabaya akan menjadikan Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai objek wisata ikonik untuk menarik wisatawan, sekaligus menjadikan kawasan wisata edukasi dan penelitian.

    Saat ini telah dilakukan penataan kawasan serta pembaruan konsep dari wisata alam bernama Kebun Raya mangrove Surabaya tersebut.

    Untuk wilayah Mangrove Gunung Anyar akan fokus pada wahana perahu atau susur sungai, dengan memperlihatkan sisi eksotisme.

    Sepanjang susur sungai itu, wisatawan bakal melihat 57 spesies tumbuhan mangrove dan 28 jenis burung. Selain menggunakan perahu, nantinya saat susur sungai juga disediakan jet ski.

    Nantinya, hutan bakau Gunung Anyar dan hutan bakau Medokan Sawah akan terhubung dengan jembatan.

    Baca: Ekspor pasir laut ancam kelestarian ekosistem pesisir

    Wisatawan yang datang ke Kebun Raya Mangrove Surabaya bisa mencoba sejumlah wahana, seperti susur sungai dengan perahu, sepeda air, ATV, serta titiik-titik foto, dan kuliner.

    Hutan bakau Gunung Anyar juga akan dilengkapi auditorium dan ruangan pameran, sehingga wisatawan bisa melihat berbagai spesies tumbuhan mangrove maupun satwa di dua kawasan tersebut.

    Tidak hanya itu, pembaruan konsep wisata tersebut bisa menjadi tempat edukasi dan penelitian tentang keindahan alam di Kota Pahlawan.

    Meski demikian, Pemkot Surabaya juga tetap harus memperhatikan nasib warga sekitar lokasi Kebun Raya Mangrove Surabaya ini.

    Keterlibatan warga setempat, khususnya dari keluarga miskin untuk dipekerjakan di wisata itu juga penting, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Kota Pahlawan.

    Baca: Nasib nelayan kian terpinggirkan, ekonomi biru makin dibutuhkan

  • Perjalanan Pawai Bebas Plastik dari 2019-2023 dan Capaiannya

    Perjalanan Pawai Bebas Plastik dari 2019-2023 dan Capaiannya

    7cloud.asia – Pada Minggu (30/7/2023) besok akan digelar Pawai Bebas Plastik di sejumlah kota di Indonesia. Di Jakarta, Pawai Bebas Plastik akan dihelat di Jalan Jenderal Sudirman mulai dari Stasiun MRT Benhil hingga Bundaran HI.

    Pawai Bebas Plastik mulai digelar pada 2019 sebagai media kampanye mengurangi sampah plastik yang semakin menjadi ancaman nyata bagi lingkungan.

    Gerakan ini pertama kali diinisiasi oleh beberapa organisasi lingkungan seperti Divers Clean Action, EcoNusa, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Greenpeace Indonesia, Indorelawan, Pandu Laut Nusantara, Pulau Plastik, dan WALHI pada tahun 2019.

    Baca: Tiga tuntutan Pawai Bebas Plastik 2023

    Memasuki kali kelima dilaksanakannya Pawai Bebas Plastik sejumlah capaian berarti berhasil ditorehkan koalisi yang kini beranggotakan 47 organisasi dan komunitas ini.

    Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik yang menjadi salah satu motor Pawai Bebas Plastik mengatakan dalam beberapa tahun terakhir sejumlah kemajuan terkait penanganan sampah plastik.

    Pawai Bebas Plastik, menurut Tiza, berhasil membangun kesadaran masyarakat untuk lebih terlibat dalam upaya menanggulangi sampah plastik. 

    Baca: Pawai Bebas Plastik 2023 tuntut transparansi perusahaan tangani sampah plastik

    Organisasi yang terlibat dalam Pawai Bebas Plastik yang awalnya hanya 8 organisasi kini telah bertambah menjadi 47 organisasi dan komunitas,

    Pawai Bebas Plastik juga berhasil mendorong lahirnya kebijakan dalam penanganan sampah plastik.

    “Setelah Pawai Bebas Plastik pertama pada Juli 2019, di akhir tahun itu pemerintah provinsi DKI Jakarta merilis aturan yang melarang penggunaan kantung plastik sekali pakai,” terang Tiza  di sela jumpa pers terkait penyelenggaraan Pawai Bebas Plastik 2023, Kamis (27/7/2023) di Jakarta.

    Baca: Koalisi Pawai Bebas Plastik kampanyekan sistem guna ulang

    Ia menambahkan, saat ini setidaknya ada 100 kota/kabupaten yang telah memiliki aturan yang dinilai efektif mengurangi sampah plastik tersebut, Diharapkan, ke depan semakin banyak kota/kabupaten yang menerapkan kebijakan serupa.

    Pada 2020 Pawai Bebas Plastik harus dilakukan sedara daring karena pandemi Covid-19. namun kampanye untuk menurunkan sampah plastik terus dilakukan.

    Lalu pada 2021, Koalisi Pawai Bebas Plastik menyoroti meningkatnya volume sampah plastik yang dihasilkan dari packaging belanja online.  

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang nggak peduli sampah plastik

    Saat itu, terang Tiza, Koalisi Pawai Bebas bersama-sama mendatangi kantor salah satu e-commerce menuntut disediakannya packaging yang lebih ramah lingkungan dan minimal menghasilkan sampah plastik.

    “Kami mendesak pelaku e-commerce untuk memberikan opsi bagi konsumen untuk memilih  packaging yang lebih ramah lingkungan meski untuk itu harus ada biaya lebih besar,” imbuh Tiza.

    Sayang sampai saat ini tanggapan belum seperti yang diharapkan, tapi lewat berbagai aksi ini, baik e-commerce dan masyarakat sudah lebih menyadari ada resistensi pada sampah plastik.

    Baca: Daftar produsen sampah plastik terbesar di dunia

    Pawai Bebas Plastik kembali dilanjutkan pada 2022 secara daring dengan mengusung empat tuntutan terkait pengelolaan sampah plastik.

    Tuntutan yang diusung dalam Pawai Bebas Plastik kala itu adalah kewajiban memilah sampah, pengelolaan sampah organik yang lebih baik sehingga tidka semua sampah diuang ke TPA, larangan kantung plastik sekali pakai dan daur ulang sampah anorganik. 

    Menggaris bawahi penjelasannya, Tiza menegaskan bahwa inisiatif individu dan organisasi masyakarat ini akan lebih efektif mengurangi sampah plastik ini jika didukung dengan kebijakan sehingga terbangun sistem yang lebih ramah lingkungan.  

    Baca: Solusi sampah plastik harus libatkan pemerintah-produsen dan konsumen

     

  • 5 Perusahaan Penghasil Sampah Plastik Terbesar Ini Mulai Memikirkan Daur Ulang

    5 Perusahaan Penghasil Sampah Plastik Terbesar Ini Mulai Memikirkan Daur Ulang

    7cloud.asia – Sampah plastik masih menjadi momok besar yang mengancam dunia. Produksi sampah plastik terus meningkat sementara kemampuan untuk mendaur ulang belum mencapai kemajuan berarti.

    Laporan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang dirilis 22 Februari 2022 menyebut, jumlah sampah plastik yang dihasilkan pada 2021 meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya menjadi 353 juta ton.

    Fortuneidn.com mengutip Japan Today mennulis Laporan OECD itu juga menggarisbawahi bahwa sampah plastik menyumbang 3,4 persen dari emisi rumah kaca global pada 2019.

    Data The Changing Markets Foundation pada 2020 memuat beberapa perusahaan yang berada di peringkat teratas produksi kemasan plastik yang kemudian menjadi sampah plastik terbanyak di dunia.

    Perusahaan-perusahaan itu turut menyumbang peningkatan sampah plastik secara global termasuk di Indonesia.

    Kabar baiknya, perusahaan-perusahaan penghasil sampah plastik terbesar itu kini mulai mendaur-ulang sampah plastik yang dihasilkannya.

    Baca: Kampanye konsep guna ulang untuk kurangi sampah plastik

    Berikut ini lima perusahaan dengan produksi kemasan plastik terbanyak di dunia sebagaimana dilansir fortuneidn.com: 

    1. The Coca-Cola Company

    Didirikan pada 1982 di Georgia, Amerika Serikat, The Coca-Cola Company  produk mereka mendunia. Bahkan Coca Cola memiliki restoran dan mesin penjualan yang tersebar di lebih dari 200 negara. 

    Diperkirakan, The Coca-Cola Company memproduksi kemasan plastik sebanyak 2.900.000 ton untuk produk mereka. Meskipun begitu, perusahaan ini sudah memiliki beberapa rencana untuk mengurangi sampah plastik yang diproduksi. 

    Salah satunya, mulai 1 Agustus 2022 Coca Cola akan mengubah kemasan soda lemon-lime Sprite dari hijau menjadi plastik bening.

    Pasalnya, plastik botol hijau Sprite disebut mengandung green polietilena tereftalat hijau (PET). Meskipun dapat didaur ulang, zat aditif tersebut tidak dapat secara khusus didaur ulang menjadi botol baru.

    Pada 2025, Coca Cola akan mengurangi penggunaan sedotan plastik. Khusus di Australia, penggunaan sedotan plastik akan digantikan dengan sedotan yang berbahan dasar kertas. 

    Adapun target lain yang hendak dicapai Coca Cola adalah, pada 2030, perusahaan ini menargetkan mampu mendaur ulang 50 persen dari kemasan botol ataupun plastik yang mereka produksi.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang tak peduli sampah plastik

    2. PepsiCo

    PepsiCo didirikan pada 1965 melalui penggabungan Pepsi-Cola dan Frito-Lay. Kompetitor The Coca-Cola Company ini menempati posisi kedua sebagai perusahaan yang memproduksi kemasan plastik terbanyak. 

    PepsiCo diperkirakan memproduksi kemasan plastik sebanyak 2.300.000 ton untuk kemasan produk makanan dan minuman ringan mereka.

    Namun, perusahaan menargetkan 25 persen kemasan plastik dapat mereka daur ulang pada 2025. Pihak PepsiCo mengatakan telah menetapkan tujuan pengurangan plastik termasuk mengurangi plastik murni sebesar 35 persen pada 2025 mendatang.

    Selain itu, PepsiCo juga megembangkan isi ulang dan penggunaan kembali melalui bisnis seperti SodaStream dan SodaStream Professional.

    “Program ini kami perkirakan akan menghindari 67 miliar botol plastik sekali pakai hingga 2025,” kata seorang juru bicara PepsiCo, dilansir dari The Guardian, Jumat (16/9/2022).

    Baca: Koalisi Bebas Plastik desak transparansi soal pengelolaan sampah plastik 

    3. Nestlé

    Nestlé dibentuk pada tahun 1905 melalui penggabungan antara Anglo-Swiss Milk Company dan Farine Lactée Henri Nestlé. Perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Swiss ini memproduksi berbagai jenis produk mulai dari makanan hingga minuman. 

    Dalam pengemasan, Nestle menggunakan 1.700.000 ton kemasan plastik. Hingga kini Nestlé masih menggunakan kemasan satu kali pakai. Meskipun demikian, Nestlé sedang mencari kemasan alternatif lain selain plastik, yang dapat digunakan satu kali pakai dan inovasi lainnya.

    Misalnya, pada 2019 Nestlé Indonesia meluncurkan inovasi berupa sedotan kertas untuk minuman kemasan produk mereka. Terobosan itu didasari oleh dukungan terhadap target pemerintah mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada 2025.

    Executive Vice President Nestlé SA untuk Zona Asia, Oceania dan Afrika Sub-Sahara (AOA) Chris Johnson menjelaskan, inisiatif ini merupakan kontribusi terkini pihaknya untuk mewujudkan komitmen Nestlé untuk mendaur ulang dan menggunakan kembali 100 persen kemasan pada tahun 2025.

    Selain itu, perusahaan juga memiliki rencana mengenai penggunaan kemasan yang dapat digunakan kembali dengan sistem refill. Kini, rencana tersebut sedang diproses dan berada dalam tahap uji coba.

    Baca: Tiga tuntutan koalisi bebas plastik

    4. Danone

    Danone merupakan produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang berpusat di Prancis.
     
    Di Indonesia, Danone mengembangkan 4 kategori utama dalam bisnisnya, yaitu produk susu segar, nutrisi awal kehidupan, air, dan gizi medis. 

    Beberapa produk tersebut dikemas dengan menggunakan kemasan plastik. Adapun jumlah kemasan plastik yang diproduksi perusahaan ini adalah 820.000 ton. 

    Dalam upaya mengurangi sampah plastik, Danone telah menargetkan 25 persen pendaurulangan untuk semua kemasan plastik di tahun 2025. Adapun di 2050, Danone menargetkan 50 persen daur ulang untuk kemasan botol.

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    5. P&G

    Procter & Gamble Co. (P&G) didirikan pada 1837 dan berkantor pusat di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat (AS).
     
    Perusahaan multinasional ini memiliki beberapa produk, seperti produk untuk perawatan bayi, perawatan tubuh, perawatan rambut, perawatan rumah, perawatan mulut, dan lainnya.
     
    Produk-produk tersebut banyak dikemas dengan menggunakan kemasan plastik yang kemudian menjadi sampah plastik.

    Jumlah kemasan plastik yang kemudian menjadi sampah plastik yang diproduksi P&G diperkirakan  mencapai 714.000 ton.

    P&G pada 2025 menargetkan untuk melakukan daur ulang terhadap 8 persen kemasan plastik yang mereka produksi. 

    Baca: apakah bioplastik benar-benar aman untuk lingkungan