Sinead O’Connor Meninggal, Ini Kontroversinya dari Imam Gereja Menjadi Seorang Muslim

Written by

in

7cloud.asia – Penyanyi terkenal asal Irlandia Sinéad O’Connor dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (26/7/2023) waktu setempat.

Pihak keluarga yang mengumumkan kabar duka itu tidak menyebutkan penyebab kematian Sinead O’Connor yang meninggal dalam usia 56 tahun.

Dilansir laman Middle East Eye pada Kamis (27/7/2023), dalam sebuah pernyataan kepada pers, keluarga Sinead O’Connor mengatakan mereka tengah berkabung dan meminta privasi pada saat yang sangat sulit tersebut.
 
Baca: Cara Coldplay wujudkan konser ramah lingkungan
 
Sinead O’Connor meninggal setelah bertahun-tahun berjuang melawan gangguan mental yang dialaminya.
 
Selama karier bermusiknya, Sinead O’Connor memiliki banyak karya dan juga aktivitas yang jadi sorotan. Salah satu kontroversi Sinead O’Connor adalah masuk Islam setelah sebelumnya pernah menjadi imam gereja.

Penyanyi yag antara lain terkenal dengan lagu Nothing Compares 2 U yang merupakan karya Prince pada tahun 1990an itu mengatakan bahwa dia telah mengubah namanya menjadi Shuhada.

Baca: Putri ariani penyanyi difabel asal INdonesia memukau juri AGT

Dalam sebuah unggahan di Twitter, Sinead O’Connor menyampaikan ucapan terima kasih kepada sesama Muslim atas dukungan mereka.

Saat itu, Sinead O’Connor mengatakan bahwa keputusannya pindah agama adalah ‘ujung alamiah dari perjalanan teolog cerdas manapun,’ dan mengunggah video dirinya melantunkan adzan.

Pengakuan Sinead O’Connor ini dikuatkan oleh Imam Irlandia Syaikh Umar al-Qadri mengunggah video Sinéad O’Connor saat mengucapkan kalimat syahadat.

Baca: Panutan bernama Cinta Lauran Kiehl

Dilansir BBC, itu bukan pertama kalinya O’Connor, yang tahun lalu telah secara resmi mengubah namanya menjadi Magda Davitt, secara terbuka berbicara dan bersikap tentang agama.

Pada tahun 1992, ia memicu kontroversi setelah mencabik-cabik foto Sri Paus dalam siaran langsung di televisi AS.

Tujuh tahun kemudian, dia ditahbiskan sebagai imam oleh sebuah gereja di Lourdes, Prancis, yang memisahkan diri dari Vatikan. Gereja Katolik, yang tidak mengizinkan perempuan menjadi imam, tidak mengakui upacara tersebut.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *