Blog

  • DPR Ingatkan Agar Pemerintah Meminimalisasi Dampak Ekologis Eksplorasi Energi Panas Bumi

    DPR Ingatkan Agar Pemerintah Meminimalisasi Dampak Ekologis Eksplorasi Energi Panas Bumi

    Foto: duniaenergi.com

    7cloud.asia – Pemerintah diingatkan pentingnya meminimalisasi dampak ekologis yang terjadi akibat eksplorasi dan pengeboran slimehole panas bumi yang dilakukan di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Anggota Komisi VII DPR RI Ribka Tjiptaning Proletariyati mengatakan jangan sampai proyek yang bertujuan untuk memanfaatkan energi baru terbarukan panas bumi ini malah menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.

    “Tadi saya kemukakan karena sudah pernah ada (bencana longsor) di daerah Kabandungan. Supaya kalau misalnya nanti betul ada pengeboran atau eksplorasi panas bumi itu harus dihitung benar supaya tidak berdampak kepada masyarakat,” usai melakukan Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI di Jawa Barat, Jumat, (26/5/2023) seperti dikutip Parlementaria.

    Baca: Pengembangan energi terbarukan lamban

    Ribka mencontohkan gempa maupun tanah longsor yang merugikan masyarakat karena pernah terjadi di Kabandungan (yang disebabkan karena aktivitas pengeboran) yaitu Chevron itu. Karena masih dalam tahap persiapan jadi dikaji kembali.

    Menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini, sejauh ini tidak ada masalah yang disampaikan masyarakat terkait wilayah yang dilakukan pengeboran panas bumi ini. Namun, ia tetap mengingatkan terkait dampak ekologis yang mungkin saja muncul pasca pengeboran.

    “Kalau persoalan tanahnya tidak ada masalah dari masyarakat sekitar, tapi harus diantisipasi supaya tidak ada masalah, atau dampak eksplorasi. Setiap eksplorasi itu pasti ada dampaknya sebenarnya. Dampaknya masalah kesehatan, pertanian, lingkungan misalnya, nah itu diantisipasi,” jelas Legislator Dapil Jawa Barat IV ini.

    Baca: Kaca dan plastik, mana lebih ramah lingkungan

    Ribka juga berharap dengan dilakukannya eksplorasi dan pengeboran slime hole panas bumi di Sukabumi ini, hal itu bisa memunculkan alternatif energi yang bisa digunakan untuk mengurangi dampak polusi dan emisi karbon.

    “Mudah-mudahan juga bisa berdampak baik, kita ini sekarang sedang menuju green economy, energi baru terbarukan itu kan mengurangi dampak polusi, tetapi jangan sampai karena itu malah muncul dampak lain. Supaya kita betul-betul bahwa energi baru terbarukan ini bener-bener green, benar bersih dan tidak berdampak yang lain,” tutupnya.

    Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto Potensi energi panas bumi di Sukabumi dan Indonesia umumnya sangat besar dan hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan dengan optimal.

    Baca: Menilik kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia

    Diketahui, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang diperkirakan sekitar 24 GW, namun baru bisa dimanfaatkan sekitar 2.130 MW yang berasal dari 16 PLTP pada 14 WKP atau pemanfaatannya baru sekitar 8,9% dari total sumber daya (potensi) yang dimiliki.

    Untuk tahun 2020, pemerintah menargetkan kapasitas terpasang untuk panas bumi sebesar 2.270,7 MW.

     “Ingat ya, panas bumi kita dorong untuk eksplorasi dan eksploitasi nantinya, karena panas bumi potensinya luar biasa besar. Jadi kita bahkan secara angka, kita nomor dua dunia setelah Amerika tapi pemanfaatannya hari ini memang belum optimal,” ujar Sugeng dalam kesempatan yang sama.

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditata ulang

    Untuk itu Komisi VII mendorong agar eksplorasi ditingkatkan dengan tanpa mengabaikan potensi risiko yang ada. Sugeng mengungkapkan eksplorasi ini harus tetap tetap dengan pendekatan ESG (EnvironmentalSocial and Governance). Apalagi mengingat di sekitar daerah project panas bumi ini terdapat wilayah geopark, dan konservasi flora dan fauna.

    Masalah lingkungan yang kita bahas, dari sisi konservasi harus diperhatikan sehingga keberadaan pembangkit listrik panas bumi yang secara ekonomi bagus tetap tidak menimbulkan ancaman bagi ekologi sekitar. 

    “Inilah perlunya kita bertemu, kebetulan tadi juga dari Kementerian KLH, ada dinas lingkungan hidup, termasuk Pemkab sukabumi, yang juga tadi menyatakan daerah di sukabumi ini adalah daerah konservasi flora dan fauna yang harus kita dukung juga karena ini merupakan wilayah Geopark, daerah Pelabuhan ratu sekitarnya itu termasuk yang tadi menjadi wilayah kerja dalam proyek panas bumi tadi,” jelasnya.

    Baca: Gaya hidup tak ramah lingkungan layak ditinggalkan

    Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan keperluan terhadap energi terbarukan sangat penting guna mewujudkan target zero emision pada 2060, demi mengurangi energi fosil yang mendominasi dalam mensupport energi kelistrikan dunia dan menurunkan emisi karbon.

     “Cepat atau lambat akan kita kurangi (penggunaan energi fosil) sehingga sampai titik optimal 2060 net zero emission. Panas bumi merupakan energi yang besar sekali potensinya di Indonesia termasuk juga tenaga angin, karena disini anginnya itu sampai wilayah garut itu sangat besar, sehingga sangat-sangat mungkin bisa juga dimanfaatkan,” tutupnya.

  • KPU Akan Atur Sumbangan Uang Elektronik untuk Dana Kampanye Pemilu 2024

    KPU Akan Atur Sumbangan Uang Elektronik untuk Dana Kampanye Pemilu 2024

    Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Idham Holik mengatakan bahwa sumbangan uang elektronik merupakan salah satu hal strategis dalam penyusunan rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Dana Kampanye Pemilu kali ini.

     

    Menurut Idham, dalam Peraturan KPU terdahulu, sumbangan uang elektronik  untuk dana kampanye ini belum diatur.
     
     
    Saat menjabarkan Rancangan Peraturan KPU Dana Kampanye Pemilihan Umum dalam uji publik rancangan PKPU yang digelar secara hybrid di Jakarta, Sabtu (27/5/2023) menuturkan bahwa pengaturan sumbangan uang elektronik merupakan upaya KPU dalam merespons disrupsi teknologi digital di ranah ekonomi.

     

    “Dalam merumuskan Peraturan KPU tentang Pelaporan Dana Kampanye harus memperhatikan fenomena disrupsi digital, salah satunya adalah makin masifnya penggunaan e-wallete-money, dan jenis-jenis uang elektronik lainnya,” ucap Idham.

     

    Dikatakan pula bahwa seluruh bentuk sumbangan dalam bentuk uang wajib ditempatkan pada rekening khusus dana kampanye (RKDK) sebelum untuk kegiatan kampanye.
     

     

    Hal tersebut, kata dia, tidak terkecuali untuk dana kampanye yang berasal dari sumbangan dalam bentuk uang elektronik.

     

    Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, kata dia, sumbangan dalam bentuk uang wajib disetorkan ke dalam rekening khusus dana kampanye.
     
    Dalam hal ini, sumbangan dalam bentuk uang elektronik wajib masuk dalam RKDK terlebih dahulu sebelum digunakan.
     

     

    Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Mochammad Afifuddin menambahkan bahwa Peraturan KPU Dana Kampanye Pemilu juga mendorong agar seluruh sumbangan dana kampanye dilakukan pencatatan secara terperinci.

     

    “Sumbangan-sumbangan yang penting tercatatkan. ‘Kan yang kami atur ini sumbangan atau laporan dana kampanye dan seterusnya. Kalau orang menyumbang, dicatat. Kalau orang bantu, diadministrasikan. Itu yang diatur dalam PKPU Dana Kampanye Pemilu,” ujar Afifuddin.

  • 6 Cara Asyik Kurangi Sampah Plastik

    6 Cara Asyik Kurangi Sampah Plastik

    7cloud.asia – Di balik beragam manfaatnya, plastik terutama plastik sekali pakai ternyata menyimpan banyak hal negatif bagi kelestarian lingkungan.

    Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Dan sebagian besar limbah plastik ini berakhir di laut, mencemari dan kemudian meracuni lingkungan.

    Banyak dari kita yang sudah tahu, bahwa sampah plastik butuh waktu ratusan tahun untuk terurai, Sampah yang terurai menjadi mikroplastik kemudian mencemari lingkungan dan bahkan meracuni makhluk hidup termasuk manusia.

    Karena itu, kesadaran untuk menghindari penggunaan plastik secara berlebihan menjadi salah satu solusinya.

    Baca: Kenali jenis plastik biar tak salah pilih

    Selain dimulai dari para individu mengurangi penggunaan plastik juga dibutuhkan dukungan kebijakan pemerintah agar pembatasan penggunaan plastik sekali pakai bisa berlangsung secara massal. 

    Dari sisi produsen juga perlu didorong agar berinovasi untuk mengurangi penggunaan plastik untuk kemasan produk mereka. 

    Namun sebelum semua itu terlaksana, kita sebagai individu bisa mulai melakukan sejumlah langkah kecil yang besar dampaknya bagi lingkungan.

    Baca: Mengapa plastik sekali pakai harus dilarang?

    Berikut sejumlah langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi produksi limbah plastik: 

    1. Bawa Kantong Belanja Sendiri
    Meskipun kantong plastik memang praktis, tapi hal inilah yang membuat sampah pada bumi terus bertumpuk tak terkendali.

    Membawa kantong belanja sendiri saat belanja atau bepergian adalah cara yang paling mudah untuk berkontribusi mengurangi sampah pribadi.

    Baca: Cara ayiik mengolah sampah rumah tangga

    2. Bawa tempat makan dan botol minum 
    Lebih baik menyiapkan air minum dari rumah dengan menggunakan botol minum atau tumbler.

    Kamu juga bisa selalu membawa tempat makan sendiri, sehingga saat beli makan tidak perlu dibungkus.

    Selain bentuk dari peduli terhadap lingkungan, membawa botol minum sendiri juga bisa menghemat uang.

    3. Tidak menggunakan sedotan plastik
    Sedotan plastik memang terlihat remeh. Tapi bayangkan jika ribuan orang yang berfikir seremeh itu?

    Tentulah sangat berdampak bagi lingkungan. Sekarang, mulailah mengganti sedotan plastik dengan sedotan bambu atau kertas yang ramah lingkungan.

    Baca: Benarkah kaca lebih ramah lingkungan?

    4. Hindari beli makanan/minuman kemasan plastik
    Membeli produk dalam kemasan sachet, tapi belilah produk yang dikemas dalam ukuran besar untuk mengurangi sampah.

    Jika memungkinkan, pilih produk yang dikemas dalam botol kaca atau daun.

    5. Beli Produk Isi Ulang

    Saat ini banyak tersedia produk isi ulang, salah satunya Siklus yang melayani pembelian kebutuhan sehari-hari dengan sistem isi ulang. Uniknya, armada Siklus melayani pembeli hingga di depan rumah mereka.

    6. Daur Ulang Sampah Plastik
    Tidak semua plastik bisa didaur ulang. Namun, beberapa barang, seperti botol minuman dan pot tanaman dapat dilakukan proses recycle.

    Kreasikan sampah plastik menjadi hiasan atau barang lain yang dibutuhkan di rumah. Atau kamu bisa memilah sampah plastik lalu menjualnya ke bank sampah. 

    Baca: Kurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang

  • Mengapa Metode Pendidikan Montessori Makin Diminati

    Mengapa Metode Pendidikan Montessori Makin Diminati

    7cloud.asia – Beberapa tahun belakangan ini pendidikan berbasis montessori makin dilirik orang tua. Pendidikan montessori dinilai lebih efektif dalam menanamkan budi pekerti dan life skill pada siswa didik ketimbang basis pendidikan lainnya. 

    Mengapa bisa demikian? tulisan ini akan mengulas secara singkat apa dan bagaimana metode pendidikan montessori.

    Pendidikan montessori lahir dilatar belakangi berbagai masalah sosial yang muncul seperti kriminalitas, kemiskinan dan rendahnya moralitas dalam masyarakat.

    Berbagai masalah ini terjadi karena banyaknya manusia dewasa yang tidak utuh sebagai buah pendidikan yang ‘gagal’. Untuk itulah maka pendidikan berbasis montessori kian dilirik orang. 

    Manusia dewasa yang tidak utuh ini umumnya berasal dari anak-anak yang tidak terpenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya dengan baik dan belum selesai dengan dirinya sendiri.
     

    Melihat kondisi ini, maka Maria Montessori tergerak untuk merumuskan metode pendidikan yang memberikan kebebasan pada anak untuk memilih sesuai passion dan potensi dirinya.

    Maria Montessori berpendapat bahwa orang tua sebagai manusia dewasa perlu memberikan pendidikan pada anak  yang tujuannya bukan hanya pada transfer ilmu pengetahuan dan akademik semata.

    Para orang tua juga harus mempersiapkan anak-anaknya menghadapi kehidupan mereka di masa yang akan datang.

    Dalam metode pendidikan montessori, pendidikan dimaknai dengan lebih luas. Pendidikan tak sekadar belajar di sekolah, tetapi juga untuk mempersiapkan anak bertahan hidup.

    Montessori adalah metode pendidikan yang ditemukan Maria Montessori pada 1900 atau lebih dari 100 tahun lalu. Pola pendidikan modern ini dianggap berbeda dengan gaya pendidikan lainnya. 

    Maria Montessori adalah seorang pendidik, ilmuwan, dan dokter berkebangsaan Italia. Metode pendidikan yang dikembangkannya, memberi kebebasan pada anak didik untuk melakukan kegiatan dan mengatur acara harian. 

    Dengan metode yang kemudian dikenal sebagai metode pendidikan montessori ini anak dibantu untuk mencapai potensinya dalam kehidupan.

    Metode ini menekankan pada kemandirian dan keaktifan anak dengan konsep pembelajaran langsung melalui praktik dan permainan kolaboratif.

    Baca: Sekolah ini tak hanya membangun kebiasaan membaca tapi juga membuat buku

    Maria mengembangkan metode montessori sebagai hasil dari penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak yang mengalami gangguan mental.

    Dilansir hellosehat.com, ciri metode pendidikan montessori adalah anak akan belajar secara mandiri dan memilih sendiri apa yang akan ia pelajari.

    Di kelas montessori anak belajar masing-masing atau berkelompok dengan materi atau kegiatan yang menjadi pilihannya.

    Sementara guru akan menawarkan berbagai materi atau aktivitas yang sesuai dengan usia anak, serta mengamati, memandu, memperkaya pengetahuan, dan memberi penilaian.

    Dengan cara ini, anak-anak diharapkan dapat menemukan, mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi maksimalnya masing-masing.

    Baca: Learning loss massal terjadi saat pandemi, apa dampaknya?

    Anak-anak pun dapat menjadi pembelajar yang aktif dan mandiri serta siap menghadapi dunia nyata.

    Tidak hanya itu, melalui metode ini pun anak dapat mengoreksi dirinya sendiri. Anak bisa menjadi lebih paham atas kesalahan yang dilakukannya dan cenderung lebih puas saat berhasil melewatinya.

    Mereka pun cenderung tidak memerlukan motivasi dari pendidiknya. Itu sebabnya, sekolah dengan metode ini tidak mengenal adanya hadiah ataupun hukuman untuk anak.

     

  • Negara Miskin Paling Merasakan Dampak Perubahan Iklim, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

    Negara Miskin Paling Merasakan Dampak Perubahan Iklim, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

     

    7cloud.asia – Seruan agar negara-negara kaya memberikan kompensasi dalam bentuk dana khusus  untuk menutupi biaya kerugian dan kerusakan akibat perubahan iklim alias loss and damage semakin kencang disuarakan aktivis lingkungan beberapa tahun terakhir.

    Hal ini dinilai sebagai penanganan yang adil bagi dampak perubahan iklim yang lebih banyak dirasakan oleh negara-negara miskin dan negara-negara berkembang. 

    Sementara negara-negara kaya relatif lebih kuat daya tahannya terhadap perubahan iklim dibanding negara miskin, padahal sumbangan mereka atas terjadinya perubahan iklim sangat besar.

    Konsep loss and damage (kerugian dan kerusakan) pertama kali diperkenalkan oleh Alliance of Small Island States pada konferensi iklim internasional di Jenewa tahun 1991. Mereka mengusulkan skema asuransi atas kenaikan permukaan laut dengan biaya yang harus ditanggung oleh negara-negara industri.

    Baca: Aksi anak muda Bandung ini layak ditiru

    Usulan tersebut tidak dipertimbangkan secara serius hingga tahun 2013, tepatnya di konferensi iklim COP19 di Warsawa, Polandia.

    Dalam konferensi tersebut, Mekanisme Internasional Warsawa untuk Kerugian dan Kerusakan pun dibuat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang masalah tersebut dan mencari cara untuk mengatasinya. Namun, hanya ada sedikit tindak lanjut sejak saat itu.

    Pada konferensi iklim PBB di Glasgow, Skotlandia tahun lalu, para negosiator juga menolak proposal dari kelompok G77 yang terdiri dari lebih dari seratus negara berkembang dan Cina atas kerugian formal dan kerusakan fasilitas keuangan yang mereka alami.

    Sebagai gantinya, Dialog Glasgow dibentuk untuk memungkinkan diskusi lanjutan mengenai pendanaan dengan “cara terbuka, inklusif dan non perspektif”. Dialog tersebut kemudian banyak dikritik sebagai “alasan untuk menunda tindakan lebih lanjut.”

    Baca: Ancaman perubahan iklim sudah diingatkan sejak 70 tahun silam

     

    Negara-negara kaya tak tepati janji?

    Secara historis, negara-negara maju punya tanggung jawab paling besar atas emisi yang menyebabkan naiknya suhu global.

    Disebutkan bahwa antara tahun 1751 dan 2017, Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan Inggris bertanggung jawab atas 47% emisi karbon dioksida kumulatif, sangat jauh bila dibandingkan dengan total emisi karbon di seluruh Benua Afrika dan Amerika Selatan yang hanya mencapai 6%.

    Meski tanggung jawabnya paling besar, negara-negara maju tersebut justru lambat memberikan kontribusi keuangan untuk mengurangi beban negara-negara yang paling terdampak perubahan iklim.

    Pada tahun 2010, negara-negara maju dari Global Utara memang telah sepakat menjanjikan USD 100 miliar setiap tahunnya dimulai tahun 2020 untuk membantu negara-negara berkembang beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

    Tetapi menurut Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), negara-negara kaya itu hanya mengucurkan $83 miliar pada tahun 2020. Walaupun ada peningkatan 4% dari tahun sebelumnya, bantuan itu masih jauh dari jumlah yang disepakati.

    “Alih-alih hanya mengatasi masalah kemiskinan dan pendidikan, mereka harus segera mengambil langkah untuk mengatasi perubahan iklim,” ujar Marlene Achoki, salah satu pemimpin kebijakan global tentang keadilan iklim di LSM Care International.

    “Mereka harus mencari sumber daya, keuangan untuk membangun ketahanan masyarakat,” tambahnya.

    Baca: Cara Coldplay agar turnya lebih ramah lingkungan

    Bukan hanya kerugian ekonomi saja

    55 dari 58 negara yang termasuk dalam kelompok Rentan 20 (Vulnerable 20) – sekelompok negara berkembang yang meliputi Kenya, Filipina dan Kolombia – telah menderita kerugian ekonomi terkait iklim sebesar lebih dari setengah triliun dolar dalam dua dekade pertama abad ini, demikian menurut laporan yang disusun oleh Loss and Damage Collaboration.

    Tapi kerugian non-ekonomi juga ada, seperti hilangnya daerah-daerah yang memiliki signifikansi budaya dan tradisi.

    “Banyak komunitas yang paling rentan terhadap perubahan iklim merupakan masyarakat adat, komunitas lokal dan suku. Dan mereka menghadapi sebagian besar kerugian itu,” kata Zoha Shawoo, seorang ilmuawan yang meneliti loss and damage di Stockholm Environment Institute.

    Shawoo mengatakan ada ketakutan dari negara-negara maju untuk mengakui pentingnya kebutuhan keuangan tambahan, untuk kerugian dan kerusakan. Menurutnya, “itu akan membuat mereka menjadi target dari tuntutan kewajiban dan kompensasi, yang tentunya memerlukan biaya besar.”

    Baca: Konsep kota hutan bukan jaminan ramah lingkungan

    Katakanlah jika sebuah jembatan runtuh karena banjir, atau rumah-rumah hancur akibat angin topan di negara berkembang, ada ketakutan di antara negara-negara maju bahwa “mereka akan dimintai pertanggungjawaban untuk membayarnya,” tambahnya.

    Beberapa negara telah memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri. Seperti Denmark, di awal tahun ini, menjanjikan kompensasi kerugian dan kerusakan senilai lebih dari USD 13 juta kepada negara-negara berkembang. Dan pada konferensi iklim COP26 tahun lalu, Skotlandia juga menjanjikan setidaknya USD 1 juta.

    Menurut Shawoo, tindakan ini baik untuk memenuhi urgensi kerugian yang dialami negara-negara berkembang. Tetapi dengan suhu global yang semakin meningkat dan gagalnya negara-negara kaya mengurangi emisi karbon dioksida secara signifikan, maka dampak perubahan iklim akan terus mengintai komunitas termiskin.

    “Dampak yang kita hadapi dengan pemanasan 1,2 derajat sudah cukup parah dan masih belum ada tindakan serius yang terlihat untuk mengatasinya,” pungkas Njuguna.

    Sumber: DW Indonesia baca artikel asli di sini

  • Korban KDRT Mengadu ke Polisi Justru Dijadikan Tersangka

    7cloud.asia – Banyaknya kasus KDRT yang sebagian besar korbannya adalah perempuan menjaid keprihatinan tersendiri. Terakhir kita menyaksikan bagaimana anggota DPR yang seharusnya menjadi tauladan, justru melakukan KDRT

    Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Luluk Nur Hamidah mengatakan tingginya kasus KDRT karena para korban KDRT masih memiliki kekhawatiran bahkan ketakutan manakala harus berhadapan dengan aparat kepolisian.

    Karena itu Lulu mendukung sikap korban yang berani melaporkan kejadian kekerasan yang dialaminya kepada pihak berwajib.

    “Ini satu langkah yang lebih maju bagi penanganan kasus KDRT,” ujar Lulu  dalam keterangan pers Jumat (26/5/2023).

    Baca: Anak disabilitas jadi korban kekerasan, di mana tanggung jawab lingkungan

    Kepada pihak kepolisian, Lulu meminta agar jeli dalam menerapkan Undang-Undang No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT) untuk setiap kasus yang ditangani agar penegak hukum tidak salah dalam menentukan siapa pelaku dan korban KDRT. 

    Hal ini menyusul kasus KDRT yang menimpa seorang istri di Depok, Jawa Barat yang mengalami kekerasan justru dijadikan tersangka dan ditahan atas laporan balik yang dilayangkan suaminya.

    “Dalam hal ini korban KDRT dijadikan tersangka dan bahkan ditahan, saya kira ada yang salah dengan aparat penegak hukum. Korban KDRT harus diperlakukan sebagai korban, jangan malah diperlakukan sebagai pelaku. Dasar penahanan terhadap korban juga tidak mencerminkan pemahaman penyidik terhadap UU KDRT, apalagi UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual),” kata Luluk. 

    Baca: Perempuan dengan down syndrome rentan alami kekerasan

    Luluk berharap agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong seluruh jajaran di bawahnya untuk berhati-hati dalam menangani kasus KDRT.

    Mengingat dalam UU KDRT, pembelaan yang dilakukan korban tidak bisa menjadi ranah pidana namun lebih berkaitan dengan perlindungan dan penghormatan hak-hak korban.

    UU KDRT juga bertujuan untuk melindungi korban dan mencegah tindakan kekerasan, serta memberikan penanganan yang tepat terhadap pelaku.

    “Dan ini harus jadi atensi Kapolri untuk memastikan semua aparat yang menangani kasus KDRT atau juga TPKS benar-benar memahami UU Lex specialis yang secara khusus memang dibuat untuk kasus pidana khusus ini,” jelas Politisi Fraksi PKB itu.

    Lex specialis derogat legi generali merupakan asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis).

    Baca: Marsinah, simbol abadi perjuangan buruh perempuan

    Luluk menilai penyidik Polres Metro Depok, yang awalnya menangani kasus ini, kurang berimbang.

    “Saya harap ada sanksi yang diberikan untuk penyidik yang bekerja secara tidak profesional agar tidak jadi preseden di tempat lain,” ujar Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IV itu.

    Sikap ketidakprofesionalan aparat kepolisian ini menurutnya akan berdampak terhadap fenomena keengganan korban lain untuk melaporkan kejadian kekerasan yang dialaminya.

    “Situasi yang menempatkan korban KDRT menjadi pelaku akan makin membuat para korban terdiam atau menyimpan rapat-rapat situasi yang dialami sampai kondisi benar-benar parah dan mengancam jiwanya,” ungkap Luluk.

    Baca: Apa yang diperjuangkan Kartini untuk perempuan

    Pihak kepolisian pun diingatkan, bahwa setiap korban KDRT yang berani melapor kepada pihak berwajib harus mendapat perhatian khusus.

    Tak hanya itu, korban KDRT yang melapor ke pihak berwajib harus langsung mendapatkan perlindungan dan kasusnya ditangani dalam waktu 1×24 jam sejak keluarnya Laporan Kepolisian (LP). 

    Lulu meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pertolongan bagi korban KDRT.

    Ia juga berharap Kementerian PPPA membuat layanan sosial yang dapat diakses melalui berbagai media.

     “Sehingga para korban tahu bagaimana harus bersikap dan kemana mencari pertolongan. Selain itu training pada aparat penegak hukum juga harus terus dilakukan dengan menggunakan kerangka HAM dalam menangani kasus,” tegasnya.

    Baca: Hambatan penerapan UU TPKS

    Politisi Fraksi PKB itu mendorong seluruh elemen masyarakat dan lembaga Pemerintahan agar bersinergi dengan baik dalam penanganan kasus KDRT.

    Dengan kolaborasi dari semua pihak, diharapkan kasus kekerasan cepat teratasi dan pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal atas perbuatannya.

    Lulu juga meminta korban KDRT juga diminta untuk tidak takut mencari bantuan ke lembaga-lembaga pendamping. Meskipun memang tidak mudah bagi para korban untuk keluar dari situasi kekerasan dan secara bebas melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan dirinya.

    “Banyak korban yang memilih menyimpan rapat-rapat karena KDRT dianggap tabu, memalukan dan lainnya. Tapi yakinlah, pasti ada solusi dari setiap masalah. Dan manfaatkan sarana serta fasilitas layanan yang ada karena pasti akan membantu,” jelasnya.

    Untuk pencegahan KDRT semakin banyak terjadi, Pemerintah diharapkan mengoptimalkan program pembekalan dan pendampingan bagi setiap pasangan yang hendak menikah.

    “Pada program pembekalan calon pengantin, kurikulum tentang keadilan gender juga harus ada untuk menghapus bias, diskriminasi dan stigma, juga aksi viktimisasi dari pelaku yang dapat merugikan korban,” tutupnya.

     

     

     
  • Hari Lansia Nasional, Bukan Dikasihani Tapi Dibuat Berdaya

    Hari Lansia Nasional, Bukan Dikasihani Tapi Dibuat Berdaya

    7cloud.asia –  Pada antero Mei 1945, Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat yang memimpin sidang BPUPKI di usia yang tak lagi muda. Sebagai anggota paling sepuh atau lanjut usia yang dengan kearifannya mencetuskan gagasan perlunya dasar filosofis negara Indonesia.

    Peran KRT Radjiman Widyodiningrat tersebut kemudian menginspirasi ditetapkannya Hari Lanjut Usia Nasional atau lebih dikenal dengan Hari Lansia Nasional.

    Hari Lansia Nasional dicanangkan pertama kali secara resmi pada tanggal 29 Mei 1996 di Semarang, Jawa Tengah

    Hari Lansia Nasional  diperingati untuk mengapresiasi semangat, kesehatan jiwa dan raga, kearifan serta peran penting para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya memajukan bangsa.

    Baca: Pemikiran Kartini tentang pendidikan

    Hari Lansia Nasional juga untuk meningkatkan kepedulian semua orang akan hadirnya kaum lansia. Para lansia berhak mendapatkan akses yang sama di bidang kesehatan, transportasi, pendidikan, pekerjaan, perumahan, domisili dan lainnya.

    Menurut Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021, tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan,  pemerintah memberikan perhatian khusus kepada lansia untuk mewujudkan lanjut usia Sejahtera, Mandiri, dan Bermartabat.

     

    Pada tahun ini Hari Lansia Nasional mengangkat tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat”. Tema ini tidak berlebihan, karena lansia masih memegang porsi terbesar dalam jumlah penduduk. 

    Baca: Marsinah, simbol abadi perjuangan buruh perempuan Indonesia

    Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus Tahun 2016 diperkirakan jumlah lansia (usia 60 tahun ke atas) di Indonesia sebanyak 22,630 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 31,320 juta jiwa pada tahun 2022 atau lebih dari 10 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

    Angka ini akan semakin besar pada masa yang akan datang. Sehingga jika para lansia ini terawat maka secara tidak langsung bangsa akan bermartabat. 

    Peringatan Hari Lansia Nasional dirangkai dengan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat lanjut usia.

    Baca: 5 sosok difabel yang menginspirasi

    Di hari Lansia Nasiona ini, eksistensi lansia perlu diperhatikan karena Indonesia memiliki banyak kawasan rawan bencana seperti konflik, banjir, tanah longsor, gunung berapi, tsunami, gempa bumi dan kebakaran.

    Dan kelompok lansia menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak situasi tersebut.

    Atas dasar itulah, Di Hari Lansia Nasional ini, negara harus hadir bersama stakeholders untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan lansia. 

    Kehadiran negara bisa lewat kebijakan maupun lewat langkah nyata untuk membuat kaum lansia jadi lebih berdaya. 

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    Disadari ataupun tidak dengan bertambahnya usia, apalagi setelah memasuki usia 50 tahun  akan semakin banyak hal yang berubah, menjadi lebih cepat Lelah, pikun atau bahkan merasakan keluhan-keluhan Kesehatan.

    Bukan saatnya mengeluh akan kondisi fisik yang semakin menurun, tetapi mulailah menikmati yang dimiliki saat ini dan bersyukur bahwa kenyataannya tidak banyak orang yang dapat menikmati hari tua dengan kondisi yang baik.

    Untuk membuat lansia terawat, maka lansia perlu didengarkan suaranya, dihargai pendapatnya dan dipenuhi kebutuhannya. Lansia juga dibuat berdaya dengan segala apa yang mereka miiiki.

     

  • Kenali Gejala Depresi Terselubung pada Lansia

    Kenali Gejala Depresi Terselubung pada Lansia

     
    Ukuh mengatakan depresi terselubung pada lansia ditandai dengan adanya keluhan sakit yang cukup dominan pada tubuh yang sekilas menyerupai penyakit umum dalam dunia medis, namun tidak dapat terdeteksi oleh deteksi medis.

    Dia menyebutkan perasaan nyeri tubuh, otot tegang, jantung berdebar, serta perasaan tidak nyaman yang tidak dapat dideteksi oleh medis sering dialami oleh lansia dengan depresi terselubung.

    Selain itu, lanjutnya, penyakit kronis yang menyertai lansia dalam waktu yang panjang juga dapat menutupi adanya depresi terselubung karena sering dianggap sebagai bagian dari penyakit tersebut.

    “Biasanya diagnosis dokter terkait penyakit ini sulit diterima oleh pasien dibandingkan dengan diagnosis penyakit fisik lainnya, padahal seiring bertambahnya usia ini akan berbahaya,” ujar dokter yang praktik di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta itu.

     

    Dia mengungkapkan bahwa depresi terselubung bukanlah istilah diagnosis medis yang digunakan dalam ilmu kedokteran jiwa, namun istilah ini dipakai ketika depresi terjadi kepada seseorang tanpa adanya gejala khas dan cenderung menunjukkan gejala fisik.

    Dia menambahkan secara umum orang yang mengalami gejala depresi terselubung terlihat baik-baik saja, produktif, dan tidak terlihat adanya gangguan psikis.

    Namun, menurutnya, mayoritas kalangan lansia tidak mengungkapkan rasa sedih karena umumnya mereka malu dan segan untuk mengungkapkannya.

    “Maka sebagai anak yang merawatnya, kita harus peka terhadap adanya perubahan perilaku lansia yang mendadak,” ujarnya.

     
     
    Dia menjelaskan perubahan perilaku menjadi lebih menutup diri dari lingkungan, perubahan pola makan, dan pola tidur, menjadi beberapa tanda yang dapat dilihat pada lansia yang mengalami depresi terselubung.

    Ukuh menganjurkan agar anak atau keluarga tetap memberikan perhatian kepada lansia agar tidak mengalami depresi terselubung serta membawanya dengan segera ke dokter untuk mempermudah proses pengobatan.

     
    Sumber: Antaranews

  • Maluku Punya Cerita: Dari Papeda hingga Ina Gandong

    Maluku Punya Cerita: Dari Papeda hingga Ina Gandong

    7cloud.asia –  “Maluku Pung Carita” atau Maluku Punya Cerita. Demikian edukasi budaya hasil kolaborasi Komunitas Perempuan Berkebaya berkolaborasi dengan komunitas Ina Gandong diberi tajuk.

    Maluku Punya Cerita ini dihelat di Aula Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Jakarta pada Sabtu (27/5/2023) 

    Acara edukasi budaya Maluku Punya Cerita ini dihadiri perwakilan dari puluhan komunitas perempuan dan pencinta dan penggerak budaya yang ada di Jabodetabek dan dihadiri oleh Ketua Komisi Nasional Indonesia Dr. Itje Chodidjah.

    Dalam sambutannya, Itje Chodidjah menjelaskan tentang pendaftaran sebuah elemen budaya menjadi warisan budaya dunia tak benda ke badan pendidikan dan kebudayaan PBB,  UNESCO secara sendiri atau single nomination atau bersama-sama dengan negara lainnya secara bersama-sama atau multi-national nomination.

    Baca: Mengenal uniknya tradisi Seba masyarakat Badui

    Hal ini terkait dengan informasi adanya rencana Indonesia untuk bersama dengan Belanda mengajukan cara memakan papeda yang merupakan salah satu kekhasan budaya kuliner dari Maluku sebàgai warisan budaya dunia tak benda ke UNESCO.

    “Pulau Buru memang jauh dari Pulau Saparua. Maluku memang gudang keragaman budaya. Yuk, dukung pengajuan slurping (papeda) sebagai warisan budaya dunia,” ujar Itje saat menutup sambutannya dengan sebuah pantun.

    Slurping atau menyeruput atau yang dikenal orang Maluku sebagai hisap papeda adalah cara memakan makanan pokok khas Maluku ini.

    Baca: Kritik terhadap konsep IKN sebagai kota hutan

    Selain hisap papeda, para tamu undangan di acara Maluku Punya Cerita juga disuguhi penganan khas Maluku seperti ampas tarigu yang merupakan roti khas setempat, nasi pulit unti dan gogos semacam lemper yang dibakar.

    Acara utama Maluku Punya Cerita adalah belajar membuat papeda dan bagaimana cara memakannya atau slurping papeda.

    Setelah itu para tamu dikenalkan dengan beragam busana tradisi dan wastra Maluku, khususnya beragam corak tenun dari Tanimbar.

    Baca: Kupang, kota bandar yang pernah jadi rebutan Portugis dan Belanda

    Kebaya Maluku yang beragam serta peruntukannya dengan penggunaan baju cole sebagai pakaian dalamnya diperkenalkan kepada para tamu, termasuk juga baju kurung dari Maluku yang dikenal sebagai baju cele dengan berbagai peruntukkannya termasuk untuk pakaian pengantin.

    Tak ketinggalan kebaya dansa yang merupakan pakaian tradisi laki-laki di Maluku.

    Bicara soal Maluku tidak lengkap dengan lagu-lagu dan tarian. Persembahan lagu dari Noel Risakotta berjudul Kapitan Pattimura menegaskan tujuan penyelenggaraan acara edukasi budaya tersebut yaitu dalam rangka memperingati hari Pattimura yang jatuh pada tanggal 15 Mei, peringatan hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei dan hari lahir Pancasila pada 1 Juni.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Lagu Papaceda dibawakan oleh Faye Risakotta yang merupakan vokalis JFK bersama dua saudara laki-lakinya Josh dan Kaleb.

    Penampilan Biola Cantik mengantar tamu undangan turun menari dengan persembahan lagu Waktu Hujan Sore-Sore.

    Kegiatan belajar budaya Maluku ditutup dengan menyanyikan lagu Gandong oleh semua yang hadir yang merupakan lagu persaudaraan masyarakat Maluku.

  • 9 K-Drama yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

    9 K-Drama yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Kesehatan mental kini makin menjadi kesadaran banyak orang. Dan, isu mengenai kesehatan mental ini ternyata telah menginspirasi para penulis skenario di drama Korea atau K-drama. 

    Dari romansa yang lambat hingga narasi irisan kehidupan, K-drama telah berhasil menyajikan kepada penontonnya narasi tentang kesehatan mental.

    Tema kesehatan mental menjadi isu yang konsisten diangkat di K-drama. K-drama telah secara cerdas dan sensitif membangun kesadaran seputar kesehatan mental dan menyoroti  perjuangan penyintas kesehatan mental. 

    Saat para karakter berdamai dan berusaha pulih dari masalah mereka, tontonan yang disajikan juga memberdayakan penonton sekaligus menyadarkan bahwa mereka tidak mengalami gangguan kesehatan mental.

    Jadi bisa dikatakan, isu kesehatan mental di K-drama sangat relate dan menggugah emosi penontonnya.

    Berikut sembilan K-drama yang berbicara tentang kesehatan mental yang akan kami sajikan dalam dua tulisan: 

    1. Our Blues

    “Our Blues” adalah kisah pahit yang mengharukan dari penduduk kota kecil yang tinggal di Pulau Jeju menjalani kehidupan, cinta, dan tetk bengeknya. 

    Salah satu capture dalam antologi “Our Blues” adalah tentang Min Seon Ah (Shin Min Ah), seorang ibu muda yang menderita depresi. K-dram asatu ini secara ringkas menyoroti kelelahan eksistensialnya, ketidakmampuan untuk melakukan tugas sehari-hari, terputus dari masa kini, dan keadaan bingungnya, yang disorot oleh riak dan kabur.

    Dia kehilangan hak asuh atas anaknya mengingat kondisi kesehatan mentalnya.  Tapi saat dia mencari terapi, dia juga dibantu oleh penjual keliling kasar bernama Lee Dong Suk (Lee Byung Hun), yang memiliki hubungan retak dengan ibunya setelah kematian saudara perempuannya.

    Dari hubungan Dong Suk yang retak dengan ibunya hingga perasaan bersalah Young Ok (Han Ji Min) karena meninggalkan adiknya,

    Jika seseorang menyalakan kembali romansa yang telah lama terlupakan, ada juga cinta muda yang sembrono atau hanya orang-orang yang melintasi kekacauan kehidupan sehari-hari.

    Kisah-kisah sederhana ini memberikan pencerahan yang merupakan slogan pedih dari acara tersebut: “Untuk semua yang masih hidup, mari berbahagia.” Pertunjukan yang brilian, pemandangan yang indah, dan kisah-kisah yang mengharukan membuat film ini wajib ditonton. Acara ini juga memiliki salah satu soundtrack terbaik termasuk “With You,” sebuah kolaborasi antara anggota BTS Jimin dan Ha Sung Woon.

     

    2. My Mister

    Lee Ji An (IU) adalah seorang perempuan muda yang dililit utang yang tidak mudah diselesaikan. Ji An hanya mencoba untuk tetap bertahan di riak-riak kehidupannya yang terus bergolak sehingga sangat mempengaruhi kesehatan mentalnya.

    Saat dia sibuk di antara beberapa pekerjaan paruh waktu dan merawat neneknya yang sakit, dia terus-menerus mengalami depresi. Kewalahan dengan kehidupan, dia merasa seolah-olah tidak ada yang memperhatikan dirinya.

    Gelombang kesedihan yang berkepanjangan terus menyelimutinya hingga ia bertemu Park Dong Hoon (Lee Sun Gyun), seorang pekerja kantoran yang empati dan optimis. Dia menjadi temannya, filsuf, dan membimbingnya dan membantunya melihat sisi terang kehidupan dan memberinya dukungan emosional yang dia cari.

    My Mister adalah mahakarya. K-drama ini sederhana, menghibur, dan dibuat dengan cemerlang dan enak dinikmati. Permainan akting IU dan Lee Sun Gyun sangat spektakuler untuk sedikitnya. 

    3. It’s Okay, That Love”  

    Jang Jae Yeol (Jo In Sung) adalah novelis misteri laris dan joki radio yang ternyata memiliki masalah dengan kesehatan mental. Dia moody, terkadang main-main, dan terkadang sedikit sombong. Dia menderita gangguan obsesif kompulsif, yang berasal dari masa lalunya yang traumatis.

    Ji Hae Soo (Gong Hyo Jin) adalah seorang psikiater simpatik yang berkomitmen penuh pada kariernya tetapi sangat pesimis dalam hal cinta dan hubungan. Jae Yeol dan Hae Soo memulai dengan langkah yang salah, dan volatilitas mereka semakin diperparah oleh kepribadian mereka yang kuat.

    Namun, saat mereka semakin dekat dan jatuh cinta, mereka menyadari bahwa masalah kesehatan mental Jae Yeol jauh lebih serius daripada yang mereka perkirakan.

    Ada juga Park Soo Kwang (Lee Kwang Soo) yang memiliki Sindrom Tourette, dan Jo Dong Min (Sung Dong Il) yang tinggal di tempat yang sama dengan Hae Soo. Bersama-sama, individu-individu ini memulai perjalanan penyembuhan dan pemberdayaan. 

    Menonton perjuangan Jang Jae Yeol dengan skizofrenia membangkitkan belas kasih dan pemahaman bagi mereka yang mungkin menghadapi masalah serupa. Dan Ji Hae Soo sebagai psikiater yang membantu menyembuhkannya sangat menarik untuk ditonton. Pertunjukan dan keterbukaan terhadap kesehatan mental yang disajikan dalam drama ini membantu menegaskan bahwa tidak apa-apa untuk menerima apa yang Anda alami dan mencari bantuan.

    4. It’s Okay To Be Not Okay

    Moon Kang Tae (Kim Soo Hyun) adalah pengasuh di rumah sakit jiwa. Dia mengabdikan diri untuk melayani pasiennya, tetapi dunianya berputar di sekitar kesejahteraan kakak laki-lakinya Sang Tae (Oh Jung Se).

    Sang Tae adalah calon artis yang berada di spektrum autisme. Kedua bersaudara itu memiliki masa kecil yang sulit karena Sang Tae terus trauma dengan kematian ibunya dan ingatan yang dapat memicu kehancuran.

    Moon Young (Seo Ye Ji) adalah penulis buku anak-anak laris yang sangat kaku. Terpisah secara emosional dan kadang menjengkelkan, dia bukan orang biasa. Moon Young adalah perempuan muda bermasalah yang terjebak dalam kenangan masa kecilnya yang kelam.

    Ketika Moon Young jatuh cinta pada Gang Tae, dia mencoba memenangkannya dengan caranya yang sombong. Ia memanipulasi Sang Tae untuk mengilustrasikan bukunya. Seiring waktu, ketiganya membentuk kekerabatan yang erat, menjadi keluarga satu sama lain yang tidak pernah mereka miliki. 

    “It’s Okay to Be Not Okay” secara sensitif menangani isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan mental, terutama tentang bagaimana trauma masa kecil yang tanpa pengawasan bisa meninggalkan luka yang dalam dan luka emosional.

    Ini adalah tontonan mendalam tentang kepribadian berbeda dari karakter-karakter tokohnya yang masa lalunya membentuk masa kini mereka, tetapi juga memulai perjalanan penyembuhan emosional yang penuh harapan.

    Seo Ye Ji mampu memerankan karakter Go Moon Young yang rumit, yang diimbangi oleh Kim Soo Hyun sebagai Kang Tae yang lembut namun tabah. Dan Oh Jung Se tampil brilian sebagai Sang Tae.

    Sumber: Soompi