7cloud.asia – Beberapa tahun belakangan ini pendidikan berbasis montessori makin dilirik orang tua. Pendidikan montessori dinilai lebih efektif dalam menanamkan budi pekerti dan life skill pada siswa didik ketimbang basis pendidikan lainnya.
Mengapa bisa demikian? tulisan ini akan mengulas secara singkat apa dan bagaimana metode pendidikan montessori.
Pendidikan montessori lahir dilatar belakangi berbagai masalah sosial yang muncul seperti kriminalitas, kemiskinan dan rendahnya moralitas dalam masyarakat.
Berbagai masalah ini terjadi karena banyaknya manusia dewasa yang tidak utuh sebagai buah pendidikan yang ‘gagal’. Untuk itulah maka pendidikan berbasis montessori kian dilirik orang.
Melihat kondisi ini, maka Maria Montessori tergerak untuk merumuskan metode pendidikan yang memberikan kebebasan pada anak untuk memilih sesuai passion dan potensi dirinya.
Maria Montessori berpendapat bahwa orang tua sebagai manusia dewasa perlu memberikan pendidikan pada anak yang tujuannya bukan hanya pada transfer ilmu pengetahuan dan akademik semata.
Para orang tua juga harus mempersiapkan anak-anaknya menghadapi kehidupan mereka di masa yang akan datang.
Dalam metode pendidikan montessori, pendidikan dimaknai dengan lebih luas. Pendidikan tak sekadar belajar di sekolah, tetapi juga untuk mempersiapkan anak bertahan hidup.
Montessori adalah metode pendidikan yang ditemukan Maria Montessori pada 1900 atau lebih dari 100 tahun lalu. Pola pendidikan modern ini dianggap berbeda dengan gaya pendidikan lainnya.
Maria Montessori adalah seorang pendidik, ilmuwan, dan dokter berkebangsaan Italia. Metode pendidikan yang dikembangkannya, memberi kebebasan pada anak didik untuk melakukan kegiatan dan mengatur acara harian.
Dengan metode yang kemudian dikenal sebagai metode pendidikan montessori ini anak dibantu untuk mencapai potensinya dalam kehidupan.
Metode ini menekankan pada kemandirian dan keaktifan anak dengan konsep pembelajaran langsung melalui praktik dan permainan kolaboratif.
Baca: Sekolah ini tak hanya membangun kebiasaan membaca tapi juga membuat buku
Maria mengembangkan metode montessori sebagai hasil dari penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak yang mengalami gangguan mental.
Dilansir hellosehat.com, ciri metode pendidikan montessori adalah anak akan belajar secara mandiri dan memilih sendiri apa yang akan ia pelajari.
Di kelas montessori anak belajar masing-masing atau berkelompok dengan materi atau kegiatan yang menjadi pilihannya.
Sementara guru akan menawarkan berbagai materi atau aktivitas yang sesuai dengan usia anak, serta mengamati, memandu, memperkaya pengetahuan, dan memberi penilaian.
Dengan cara ini, anak-anak diharapkan dapat menemukan, mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi maksimalnya masing-masing.
Baca: Learning loss massal terjadi saat pandemi, apa dampaknya?
Anak-anak pun dapat menjadi pembelajar yang aktif dan mandiri serta siap menghadapi dunia nyata.
Tidak hanya itu, melalui metode ini pun anak dapat mengoreksi dirinya sendiri. Anak bisa menjadi lebih paham atas kesalahan yang dilakukannya dan cenderung lebih puas saat berhasil melewatinya.
Mereka pun cenderung tidak memerlukan motivasi dari pendidiknya. Itu sebabnya, sekolah dengan metode ini tidak mengenal adanya hadiah ataupun hukuman untuk anak.

Leave a Reply