Blog

  • PDI Perjuangan Dinilai Bersikap Abu-abu, Ganjar Pranowo: Kami Konsisten Memperjuangkan Kepentingan Rakyat

    PDI Perjuangan Dinilai Bersikap Abu-abu, Ganjar Pranowo: Kami Konsisten Memperjuangkan Kepentingan Rakyat

    7cloud.asia – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa partainya tidak membutuhkan pengakuan dari pihak lain terkait posisi politiknya.

    Menurut Ganjar, posisi PDI Perjuangan sudah sangat jelas, yakni berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang. Sikap tersebut, kata dia, merupakan keputusan resmi partai yang lahir dari mekanisme organisasi tertinggi.

    “Posisi PDI Perjuangan justru sangat jelas, kami berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi penyeimbang. Itu keputusan resmi partai, hasil mekanisme organisasi tertinggi, dan telah disampaikan secara terbuka kepada publik. Jadi, tidak ada yang abu-abu,” tegas Ganjar, Jumat (19/6/2026).

    Pernyataan Ganjar ini disampaikan untuk merespons pernyataan sejumlah partai yang menyoal posisi politik PDI Perjuangan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR, Jazilul Fawaid meminta PDI Perjuangan bersikap tegas dan tidak berada di posisi “abu-abu” terhadap pemerintahan Prabowo.

    Hal yang hampir sama dilontarkan Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni yang mendesak PDI Perjuangan lebih baik menjadi oposisi.

    Baca: Instruksi Megawati adalah Langkah PDI Perjuangan Menuju Oposisi

    Sahroni menyebut, PDI Perjuangan hanya mendukung pemerintah di saat senang. Kemudian, di saat pemerintah kesulitan, kata dia, PDI Perjuangan ikut-ikutan menyerang.

    Menanggapi pernyataan ini, Ganjar menegaskan fungsi penyeimbang bukan berarti menolak seluruh kebijakan pemerintah.

    PDI Perjuangan, katanya, tetap akan mendukung program yang berpihak kepada rakyat, namun tidak akan ragu memberikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai kurang tepat.

    Ganjar menyebut sejumlah isu yang selama ini menjadi perhatian PDI Perjuangan, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa, pendidikan, kesehatan, kebijakan luar negeri hingga penanganan bencana.

    “Checks and balances adalah fondasi demokrasi yang sehat,” ujarnya.

    Namun pernyataan paling tajam muncul saat Ganjar Pranowo menyinggung dinamika politik nasional. Tanpa menyebut nama partai tertentu, ia mengingatkan publik bahwa ada pihak-pihak yang dulu berada di luar lingkar kekuasaan, namun kemudian memilih bergabung dengan pemerintahan.

    Baca: PDI Perjuangan Sayangkan Program MBG Sedot Anggaran Pendidikan

    “Kita semua tahu siapa yang tetap konsisten dalam barisan dan siapa yang kemudian masuk dan akhirnya berada di barisan penguasa alias bergabung dalam pemerintahan. Itu hak politik setiap partai dan kami menghormatinya,” tandasnya.

    Ia menilai akan lebih bijak jika setiap partai menjelaskan posisi politiknya masing-masing daripada sibuk mengomentari sikap partai lain.

    “PDI Perjuangan tidak membutuhkan sertifikat kejelasan politik dari pihak mana pun,” tegasnya.

    Ganjar menambahkan, yang paling penting bukanlah berada di dalam atau di luar pemerintahan, melainkan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

    Menurutnya, justru yang membingungkan publik adalah pihak-pihak yang pernah berseberangan, lalu bergabung dengan kekuasaan, namun kini mengkritik konsistensi partai lain.

    “Yang membingungkan publik bukan partai yang konsisten menjadi penyeimbang, melainkan siapa yang pernah berhadapan, dan siapa yang akhirnya bergabung, lalu menggurui pihak lain soal konsistensi. Mari kita saling bercermin,” pungkasnya.

     

  • Bukannya Mengavaluasi Kebijakan, Pejabat Justru Menjelekkan Pengritiknya: Ini Penjelasannya

    Bukannya Mengavaluasi Kebijakan, Pejabat Justru Menjelekkan Pengritiknya: Ini Penjelasannya

     

    7cloud.asia – Respons Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terhadap kritik diplomat senior Dino Patti Djalal sempat memicu perdebatan publik. Dalam video yang dirilis untuk menanggapi kritik mengenai intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo.

    Teddy memuji Dino sebagai “diplomat hebat” tetapi “hanya” menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri selama tiga bulan.

    Alih-alih menanggapi substansi, banyak yang menganggap respons tersebut sebagai bentuk sindiran untuk mendiskreditkan sosok pengkritik.

    Dari sini muncul pertanyaan yang lebih luas: mengapa respons terhadap kritik publik sering kali tidak berhenti pada penjelasan kebijakan, tetapi juga menyasar kredibilitas orang yang mengkritik?

    Dalam studi kebijakan publik, fenomena ini dapat dipahami melalui dua konsep: blame avoidance dan chilling effect.

    Keduanya membantu menjelaskan bagaimana cara pejabat merespons kritik tidak hanya berdampak pada debat elite, tetapi juga pada kualitas ruang kebebasan berpendapat secara lebih luas.

    Pola semacam ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan cermin dari lemahnya budaya akuntabilitas di kalangan pejabat untuk mempertanggungjawabkan substansi kebijakan ke publik

    ‘Blame avoidance’: menghindari substansi, mendelegitimasi pengkritik

    Blame avoidance merujuk pada strategi aktor politik atau birokrasi untuk menghindari tanggung jawab atas kritik atau potensi kesalahan kebijakan.

    Dalam praktiknya, misal dalam hal pejabat menghadapi sorotan, mereka cenderung mengalihkan isu, membingkai ulang masalah, atau melemahkan kredibilitas pihak yang menyampaikan kritik. 

    Di Indonesia, strategi ini diperkuat oleh kultur paternalistik yang mempersonalisasi kebijakan. Artinya, kritik terhadap program presiden kerap dipersepsikan menjadi kritik terhadap presiden secara personal. Alhasil, responsnya pun bersifat personal, bukan substantif.

    Respons Teddy terhadap kritik Dino tidak menjawab secara langsung dengan data atau penjelasan kebijakan yang rinci. Sebaliknya, Teddy berusaha membelokan substansi ke pengalaman jabatan Dino guna mendelegitimasinya.

    Pola serupa juga dapat ditemukan dalam berbagai respons pejabat publik di Indonesia, ketika kritik terhadap program pemerintah tidak dijawab dengan evaluasi kebijakan, tetapi dengan mempertanyakan latar belakang atau kapasitas pengkritik.

    Contohnya adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam merespons kritik mengenai implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Ketika publik mengkritik manfaat MBG yang tidak tepat sasaran dan rawannya korupsi anggaran, Amran malah mengatakan para pengkritik “tidak pernah merasakan miskin”.

    Dalam logika blame avoidance, strategi ini efektif untuk meredam tekanan publik tanpa harus membuka evaluasi kebijakan secara lebih dalam. 

    Dari ‘blame avoidance’ ke ‘chilling effect’

    Dalam jangka panjang, taktik blame avoidance dapat menciptakan efek yang lebih luas dalam masyarakat, yang dikenal sebagai chilling effect. Kondisi ini terjadi ketika individu menjadi enggan menyampaikan pendapat atau kritik karena takut terhadap konsekuensi sosial, politik, atau hukum.

    Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang telah bersuara, tetapi juga oleh banyak orang yang pada akhirnya memilih diam sebelum sempat berpendapat.

    Ketika kritik terhadap kebijakan publik berulang kali dibalas dengan delegitimasi pengkritik, publik dapat merasa bahwa menyampaikan pendapat sangat berisiko. 

    Pola yang berulang dalam berbagai kasus

    Mengapa pola seperti ini begitu sering muncul lintas masa pemerintahan dan pejabat negara?

    Jawabannya bukan hanya karena karakter individu pejabat, pola ini lahir dari iklim birokrasi yang menempatkan loyalitas vertikal (kepada atasan) di atas akuntabilitas horizontal kepada publik. 

    Dalam birokrasi yang seperti itu, kritik terhadap pejabat tidak dibaca sebagai masukan untuk perbaikan, melainkan sebagai ancaman terhadap otoritas yang harus segera dinetralikan.

    Sementara membela pimpinan secara retoris, termasuk dengan menyerang kredibilitas pengkritik, justru dianggap sebagai bentuk dedikasi dan loyalitas.

    Insentifnya jelas: pejabat yang sigap “memasang badan” dipersepsikan loyal. Sementara pejabat yang mengakui adanya persoalan dalam kebijakan berisiko dianggap tidak solid dan kehilangan posisi strategisnya. 

    Bagaimana seharusnya pejabat merespons kritik?

    Pejabat publik seharusnya menjawab kritik pada tataran substansi: menunjukkan data dan hasilnya sejauh ini, serta menjelaskan pelaksanaan, dampak, maupun resiko kebijakan tersebut. Lalu, biarkan publik yang menilai.

    Jika kritik memiliki dasar, pemerintah seharusnya melihatnya sebagai bahan evaluasi dan perbaikan, bukan ancaman. Kemampuan menerima kritik dan kesediaan berbenah bukanlah tanda kelemahan pemerintah, melainkan bagian dari proses pembelajaran kebijakan (policy learning) dalam sistem demokrasi.

    Cara pejabat merespons kritik menunjukkan sejauh apa mereka memahami akuntabilitas. Jika kritik dianggap gangguan yang harus diredam, maka yang lahir adalah budaya defensif.

    Namun, jika kritik dipandang sebagai hak publik untuk minta pertanggungjawaban, maka pemerintahan berpotensi semakin akuntabel.

    Pilihan di antara keduanya akan menentukan apakah demokrasi menjadi ruang pertanggungjawaban atau sekadar ruang pembenaran kekuasaan.  


    Agie Nugroho Soegiono, Dosen Departemen Administrasi Publik, Universitas Airlangga dan Muhammad Dzulfikar Al Ghofiqi, Dosen dan Peneliti di Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Universitas Airlangga

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

  • HUT Jakarta ke 499, MRT Jakarta Terapkan Tarif Rp1 pada 22, 27 dan 28 Juni 2026

    HUT Jakarta ke 499, MRT Jakarta Terapkan Tarif Rp1 pada 22, 27 dan 28 Juni 2026

    7cloud.asia – Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) memberlakukan tarif khusus Rp1 bagi para pelanggan pada 22, 27, dan 28 Juni 2026.

    Kebijakan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2026 tentang Penyediaan Layanan Angkutan Umum Gratis dan/atau Tarif Rp1 dalam Rangka Perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.

    Pemberlakuan tarif Rp1 berlaku untuk seluruh perjalanan MRT Jakarta pada tanggal tersebut sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat mengatakan, momentum perayaan HUT Jakarta menjadi kesempatan memperkuat budaya penggunaan transportasi publik di ibu kota.

    Ia menyampaikan, program ini menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus mengajak lebih banyak warga untuk merasakan kemudahan, kenyamanan, dan keandalan transportasi publik sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari.

    “MRT Jakarta menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan tarif khusus Rp1 bagi masyarakat dalam rangka perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta,” ujarnya, (21/6/2026).

    Tuhiyat menjelaskan, MRT Jakarta berkomitmen mendukung integrasi layanan transportasi publik serta mewujudkan sistem mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.

    Ia berharap momentum ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik.

    “Dengan semakin banyak warga yang menggunakan angkutan umum, kita bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan Jakarta yang lebih terhubung, efisien, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

    Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, pemberlakuan tarif khusus tersebut merupakan bagian dari perayaan HUT Ke-499 Kota Jakarta sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat serta upaya mendorong penggunaan transportasi publik.

    “Secara khusus nanti, untuk menyambut HUT Jakarta pada tanggal 22 Juni, 27–28 Juni kita akan membebaskan transportasi umum,” kata Pramono.

    MRT Jakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap mematuhi peraturan dan menjaga kenyamanan bersama selama menggunakan layanan.

    Informasi lebih lanjut mengenai operasional MRT Jakarta dapat diperoleh melalui kanal resmi MRT Jakarta.

  • Kekeringan Meluas, Pemerintah Diminta Mengantisipasi

    Kekeringan Meluas, Pemerintah Diminta Mengantisipasi

    7cloud.asia – Pemerintah diminta menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi musim kemarau yang akan lebih panjang di tahun 2026. Mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih, hingga mitigasi dampak kekeringan di sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

    “Kekeringan yang semakin meluas saat ini harus segera disiasati dengan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir dampak di berbagai sektor. Apalagi masyarakat di sejumlah daerah sudah mengalami krisis air bersih,” kata Ketua DPR Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).

    Pekan lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya tiga kabupaten di Pulau Jawa mengalami krisis air bersih, yakni di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, serta Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor di Jawa Barat.

    Akibat kekeringan, total lebih dari 1.600 warga terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih. Terkait hal itu, Puan meminta Pemerintah tak hanya menyalurkan bantuan air bersih tetapi juga menyiapkan infrastruktur jangka panjang.

    “Untuk daerah-daerah rawan kekeringan, harus ada mitigasi di tingkat hulu dan hilir, seperti memanen air hujan (rainwater harvesting) dan membuat sumur resapan,” tuturnya.

    Puan juga mendorong Pemerintah untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah mengatasi kekeringan. Termasuk kepada petani karena krisis air biasanya berdampak signifikan di sektor pertanian.

    “Instansi terkait, termasuk Pemda bersama kelompok tani harus duduk bersama untuk berdiskusi mencari pendekatan yang paling tepat karena setiap daerah belum tentu sama tantangannya,” jelas Puan.

    Menurut Puan, langkah antisipasi harus dilakukan sedini mungkin mengingat BMKG telah memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih panjang sehingga berpotensi kekeringan yang terjadi akan semakin meluas. Kemarau lebih panjang tersebut disebabkan oleh fenomena El Nino.

    BMKG memprediksi musim kemarau dapat berlangsung hingga 7 bulan di sebagian besar wilayah Indonesia serta berpotensi memicu kekeringan dan krisis air. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

    Selain kekeringan, kemarau panjang juga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian meluas. Untuk itu, Puan meminta Pemerintah menyiapkan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kekeringan dan karhutla.

    “Data BMKG tidak boleh berhenti sebagai informasi sektoral, tetapi harus menjadi dasar penyusunan langkah antisipatif di bidang pangan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya air, perlindungan sosial dan lingkungam, terutama bagi kelompok rentan,” paparnya.

    Puan menilai, informasi mengenai cuaca harus diterjemahkan menjadi langkah mitigasi yang terukur sebelum dampak dirasakan masyarakat.

    “Karena keberhasilan Negara menghadapi musim kemarau tidak dapat diukur hanya dari kemampuan merespons ketika kebakaran hutan, krisis air, atau gangguan kesehatan sudah terjadi,” jelas Puan.

    “Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh risiko-risiko tersebut dapat ditekan sebelum berkembang menjadi krisis yang membebani masyarakat dan keuangan negara,” imbuh mantan Menko PMK itu.

    Dalam konteks ini, Puan menyebut harus ada koordinasi lintas lembaga/kementerian yang berbasis pada skenario risiko yang sama.

    “Prediksi iklim yang tersedia berbulan-bulan sebelum puncak kemarau sesungguhnya merupakan kesempatan bagi Negara untuk menunjukkan kapasitas tata kelola yang lebih preventif,” ungkap Puan.

    “Masyarakat perlu diyakinkan bahwa setiap keputusan yang diambil Pemerintah didasarkan pada perencanaan risiko yang matang,” sambungnya.

    Puan juga meminta agar setiap Pemda siaga bergerak begitu warga terdampak kekeringan dan karhutla membutuhkan bantuan. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

    “Langkah antisipasi harus dibarengi dengan pemenuhan bantuan kepada masyarakat yang kesulitan akibat kekeringan maupun yang terkena dampak karhutla,” tutup Puan.

  • BNPB Gandeng PMN untuk Pulihkan Sektor Usaha yang Terdampak Banjir Sumatera

    BNPB Gandeng PMN untuk Pulihkan Sektor Usaha yang Terdampak Banjir Sumatera

    ruangkota.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mempercepat fase pemulihan pascabencana banjir Sumatera di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Sebagai BUMN yang bergerak di sektor pembiayaan, kolaborasi PNM dan BNPB akan membantu masyarakat terdampak untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana agar roda usaha kembali berputar, dan lebih kuat dari sebelumnya.

    Pemulihan ekonomi adalah kunci agar masyarakat tidak hanya bertahan dari terpaan bencana, tetapi berhasil kembali berdaya dan mandiri.

    Hal ini diungkap dalam sosialisasi yang dilakukan pada Sabtu (20/6/2026) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    Pertemuan dihadiri oleh Ketua Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, Komisaris Utama PT PNM beserta jajaran, Forkopimda Kabupaten Agam dan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah lokal yang terdampak bencana.

    Kepala Pusdatin BNPB, Abdul Muhari mengatakan kegiatan ini menjadi bukti pemerintah terus mendampingi masyarakat terdampak banjir Sumatera. 

    “Kali ini dengan akses permodalan pembiayaan dan pendampingan pemberdayaan usaha yang tepat, yang akhirnya masyarakat Kabupaten Agam mampu mengubah luka bencana menjadi peluang untuk tumbuh,” ujar Muhari dalam keterangan tertulisnya pada media, Senin (22/6/2026). 

    Program pemberdayaan usaha di Kabupaten Agam ini, akan dijadikan pilot project dan bahan evaluasi untuk replikasi program serupa di seluruh wilayah terdampak bencana di Indonesia.

     

  • Kenaikan Harga BBM Mendongkrak Penjualan Motor Listrik

    Kenaikan Harga BBM Mendongkrak Penjualan Motor Listrik

    7cloud.asia – Penjualan motor listrik (molis) mengalami peningkatan signifikan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seiring meningkatnya minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

    Meski belum mengungkap total capaian angka penjualan, CEO PT Indomobil eMotor Internasional Pius Wirawan mengatakan perusahaan mencatat kenaikan penjualan sekitar tiga hingga empat kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

    “Apalagi setelah kemarin ada kenaikan harga BBM, itu kita lihat penjualan kita naik sekitar 3-4 kali lipat,” kata Pius ditemui usai peluncuran motor listrik terbarunya Tyranno X di Jakarta Fair, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

    Menurutnya, tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas tukar tambah kendaraan bermotor konvensional ke motor listrik.

    Baca: Mematikan Mesin Saat Lampu Merah Efektif Menghemat Energi

    Pius mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari sejumlah showroom motor bekas yang saat ini mulai mengalami peningkatan pasokan kendaraan bekas karena banyak konsumen yang menukarkan motornya untuk beralih ke motor listrik.

    “Bahkan kita sedang mengantisipasi informasi dari teman-teman showroom motor bekas, bahwa sekarang motor-motor bekas ini agak banjir di showroom karena banyak sekali yang coba untuk tukar tambah ke motor listrik,” imbuhnya.

    Ia menilai kenaikan harga BBM menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan biaya operasional kendaraan dalam jangka panjang.

    Dalam kondisi tersebut, motor listrik dinilai menjadi salah satu alternatif untuk menekan pengeluaran harian.

    Baca: Pembatasan Kendaraan Bermotor Sukses, Jakarta Bisa Ucapkan Bye-bye Kemacetan dan Polusi Udara

    Pius juga berpendapat kesadaran masyarakat terhadap manfaat motor listrik masih akan terus berkembang.

    Menurut dia, ketika semakin banyak masyarakat memahami motor listrik sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien, tren perpindahan dari kendaraan berbahan bakar bensin berpotensi semakin meningkat.

    “Karena masyarakat belum banyak yang aware mengenai motor listrik. Karena begitu semuanya sudah aware motor listrik ini solusi. Jadi semua motor bensin tuh kebanyakan akan ditukar tambah dan permintaannya untuk motor listrik, motor bensin akan berkurang,” ujarnya.

    Pius menambahkan perusahaan terus memantau perkembangan pasar kendaraan listrik nasional yang menurutnya masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun ke depan.

  • Kerukunan dan Toleransi Jadi Kunci Pendongkrak IPM Kota Salatiga

    Kerukunan dan Toleransi Jadi Kunci Pendongkrak IPM Kota Salatiga

    7cloud.asia – Kota Salatiga kembali menduduki peringkat teratas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) se-Provinsi Jawa Tengah.

    Keberhasilan capaian makro Kota Salatiga tersebut dinilai tidak lepas dari kuatnya modal sosial masyarakat yang mampu mempertahankan predikat sebagai kota paling toleran selama delapan kali berturut-turut.

    Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR Cellica Nurrachadiana mengapresiasi keberhasilan ini dan menyatakan bahwa menaikkan angka IPM bukanlah perkara mudah.

    Pasalnya, pengukuran IPM melibatkan berbagai parameter kompleks seperti pendidikan, kesehatan, pendapatan per kapita, hingga infrastruktur.

    Berdasarkan pemaparan pemerintah daerah, Kota Salatiga kini mencatatkan angka IPM di atas 86, dengan angka pengangguran terbuka serta tingkat kemiskinan yang cukup rendah.

    Persentase penduduk miskin di Kota Salatiga berada di angka 4,20 persen. Angka ini setara dengan 8,66 ribu orang dan menempatkan Salatiga sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Provinsi Jawa Tengah.

    Baca: Mengenal Kota Salatiga, Salah Satu Kota Terindah dan Tertua di Indonesia

    Menurut Cellica, menaikkan IPM satu digit itu sangat tidak mudah, karena parameternya dari pendidikan, dari kesehatan, termasuk juga dari pendapatan per kapita ekonomi kerakyatan.

    “Jadi secara parameter keberhasilan kota Salatiga kami melihat ini sudah cukup berhasil untuk membangun daerah,” ujar Cellica di sela-sela kunjungan kerja di Salatiga, Minggu (21/6/2026).

    Menurut Cellica, stabilitas ekonomi dan pembangunan tersebut bisa diraih karena masyarakat Salatiga yang terdiri dari sekitar 30 etnis mampu hidup berdampingan secara damai dan kompak.

    Kondisi lingkungan yang aman dan kondusif inilah yang membuat roda perekonomian dan program pemerintah daerah berjalan optimal.

    Dia menyoroti warga Kota Salatiga yang guyub, masyarakatnya kompak, konsisten, komitmen untuk menjaga keberagaman baik dari etnis karena ada tiga puluh etnis di kota Salatiga ini.

    “Ini memberikan salah satu alasan kenapa indeks pembangunan manusia dan juga pencapaian-pencapaian terbaiknya ini diraih oleh kota Salatiga karena ini sebagai kota toleran yang delapan kali berturut-turut,” tambah legislator tersebut.

    Baca: Makna Sumbu Filosofi dalam Tata Kota Yogyakarta

    Saat ditanya mengenai resep di balik bertahannya predikat tersebut, Cellica menegaskan bahwa capaian ini bukanlah hasil kerja instan atau kelompok tertentu saja, melainkan sinergi total dari akar rumput hingga pemangku kebijakan.

    Komitmen bersama ini menjadi motor penggerak utama yang menjaga iklim toleransi di Salatiga tetap konsisten.

    Saya rasa, ujarnya, ini kaitannya yang pertama adalah komitmen dan konsistensi dari forum kerukunan umat beragama, para tokoh-tokoh agama, para tokoh-tokoh budayawan termasuk juga seluruh masyarakat kota Salatiga dan pastinya dukungan dari pemerintah daerah.

    “Jadi ini bukan kerja satu dua kelompok satu dua orang tapi ini kerja keras dari seluruh masyarakat kota Salatiga untuk terus berkomitmen dan konsisten itu kuncinya,” tutup Cellica.

  • Tidak Ditahan Kejari Jakarta Selatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Siap Hadapi Persidangan

    Tidak Ditahan Kejari Jakarta Selatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Siap Hadapi Persidangan

    7cloud.asia – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi (Presiden ke-7 RI), Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tidak ditahan Kejari Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).

    Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun mengatakan kliennya siap menghadapi persidangan kasus ijazah palsu Jokowi meskipun tidak ditahan oleh Kejari Jaksel.

    “Nanti kami berfikir menjalani persidangan kedepan sehingga kita ingin bela berdasarkan yang dilindungi hukum dan undang-undang,” ujar Refly kepada wartawan, di Kejari Jakarta Selatan, Senin.

    Roy Suryo dan Tifa sebelumnya mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Kejari Jaksel saat menjalani pelimpahan tahap II kasusnya, Senin.

    Kuasa hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, Abdul Gafur Sangadji, mengatakan, permohonan tersebut telah disampaikan kepada pihak kejaksaan usai proses penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polda Metro Jaya.

    Baca: Penyidik Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi ke Kejaksaan

    “Kami secara resmi dari tim kuasa hukum telah menyampaikan permohonan penangguhan penahanan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Gafur.

    Gafur menambahkan, permohonan itu diajukan karena perkara yang menjerat kedua kliennya dinilai tidak memenuhi alasan yang mendesak untuk dilakukan penahanan.

    Ia pun berpendapat bahwa keduanya bukan pelaku kejahatan yang terorganisasi maupun tindak pidana yang mengancam keamanan negara.

    Selain itu, ia menilai kedua kliennya kooperatif selama proses penyelidikan, sehingga tidak ada alasan untuk khawatir keduanya akan melarikan diri maupun mengulangi tindak pidana.

    Dalam kesempatan itu, Gafur mengatakan baik Roy Suryo maupun Dokter Tifa, menolak tawaran restorative justice (RJ) dan memilih melanjutkan proses hukum hingga ke persidangan.

    Baca: Roy Suryo Tetap Yakin Ijazah Jokowi Palsu

    Gafur mengatakan tawaran tersebut disampaikan saat kedua kliennya menjalani pelimpahan tahap II di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).

    Ia mengatakan, jaksa penuntut umum sempat menanyakan kesediaan kedua kliennya untuk menyelesaikan perkara melalui restorative justice dengan pelapor, yakni Jokowi.

    “Dalam proses penyerahan tersangka tadi ada pertanyaan dari jaksa penuntut umum kepada para tersangka yang kami sebut adalah para pejuang, yaitu apa? Pertanyaan terkait dengan tawaran untuk dilakukan restorative justice atau berdamai dengan pelapor Pak Joko Widodo,” ujar Gafur

    Diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

    Para tersangka dijerat Pasal 27A dan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 310 dan/atau 311 KUHP dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.

    Baca: Sengketa Informasi Ijazah Jokowi: Kejanggalan Langkah KPU dan UGM Terungkap di Sidang KIP

    Kedelapan tersangka tersebut kemudian dibagi ke dalam dua klaster sesuai dengan dugaan perbuatannya. Klaster pertama juga dijerat Pasal 160 KUHP terkait dugaan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum.

    Kelompok ini terdiri dari Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis.

    Sementara itu, klaster kedua terdiri dari Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Mereka dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait dugaan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.

    Seiring berjalannya proses hukum, status tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dicabut setelah diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Keduanya menyelesaikan perkara melalui restorative justice.

    Kemudian, Rismon Sianipar dari klaster kedua juga mengikuti langkah serupa setelah mengakui adanya kekeliruan dalam penelitiannya terkait ijazah Jokowi.

    Sementara, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma ditahan oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (18/6/2026). Keduanya kemudian harus menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati karena mengalami gangguan kesehatan sejak penahanan tersebut.

  • Mengenal Hutan Hujan Tropis Sundaland

    Mengenal Hutan Hujan Tropis Sundaland

    7cloud.asia – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan hutan hujan tropis di dunia. Namun, dalam memasuki abad ke-21 luasan hutan hujan tropis ini terus menyusut.

    Dilansir Earth.org, hutan hujan tropis Indonesia merupakan bagian dari kawasan yang disebut dengan hutan hujan tropis Sundaland yang meliputi pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa, serta Semenanjung Malaysia.

    Sebagian besar hutan hujan tropis yang tersisa di wilayah ini berada di pulau Kalimantan, yang terbagi secara kritis antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

    Sundaland kehilangan sebagian besar tutupan hutan primer di dunia antara tahun 2002 dan 2019. Kalimantan kehilangan 15 persen hutan tersebut, sementara Sumatera kehilangan 25 persen.

    Baca: Brasil Dorong Inisiatif TFFF untuk Pelestarian Hutan Tropis

    Deforestasi untuk perkebunan kelapa sawit dan kayu, serta kebakaran yang disengaja untuk pembukaan lahan, adalah pendorong terbesar deforestasi. Namun, deforestasi telah melambat sejak pertengahan tahun 2010-an.

    Berikut info hutan hujan tropis Sundaland selengkapnya:
    Luas: 103 juta hektare tutupan pohon, termasuk 51 juta hektare hutan primer, pada tahun 2020.

    Negara-negara utama:
    Indonesia (73 persen dari tutupan hutan primer di wilayah ini) dan Malaysia (26 persen). Brunei dan Singapura memiliki kurang dari 1 persen hutan di wilayah ini.

    Spesies paling terkenal: Gajah; orangutan; Dua spesies badak; harimau; berbagai spesies burung rangkong dan monyet.

    Baca: Catatan Kritis terhadap Inisiatif TFFF untuk Lindungi Hutan Tropis Dunia

    Tren deforestasi: Deforestasi merupakan yang tertinggi di antara wilayah hutan utama lainnya, tetapi sejak pertengahan dekade 2010an trennya mulai menurun.

    Antara tahun 2002 dan 2019, Kalimantan kehilangan 5,8 juta hektare hutan primer (15 persen dari luas tahun 2001), Sumatera 3,8 juta hektare (25 persen).

    Sementara Semenanjung Malaysia hanya kehilangan 726.000 hektare atau 14 persen hutan hujan tropisnya 

    Indonesia menyumbang 75 persen dari kehilangan hutan primer di wilayah tersebut, dibandingkan Malaysia yang mencatat deforestasi dengan 25 persen

  • Menyambut Lima Abad Jakarta, Pramono Minta Masyarakat Jaga Optimisme

    Menyambut Lima Abad Jakarta, Pramono Minta Masyarakat Jaga Optimisme

    7cloud.asia – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat agar tidak kehilangan optimisme terhadap masa depan kota ini.

    Pesan ini disampaikan Pramono saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

    “Kepada seluruh warga Jakarta, saya berpesan jangan pernah kehilangan optimisme terhadap kota ini. Sebab sejarah telah mengajarkan kita bahwa Jakarta selalu bangkit tanpa meninggalkan warganya,” ujar Pramono.

    Pramono mengakui, situasi saat ini tidaklah mudah. Eskalasi geopolitik yang memengaruhi dinamika pertumbuhan ekonomi global juga berdampak terhadap Jakarta.

    Meski demikian, inflasi Jakarta tetap terkendali 2,45 persen sepanjang 2025. Realisasi investasi mencapai Rp270 triliun pada triwulan pertama tahun 2026.

    Sedangkan perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

    Pramono menyampaikan, momentum perayaan HUT ke-499 Jakarta bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ikhtiar lintas generasi untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.

    “Mari jadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, menjaga persatuan, dan menumbuhkan optimisme menuju 500 tahun Kota Jakarta yang mendunia,” tandasnya.

    Pramono Anung menambahkan, selain tantangan tekanan ekonomi global, Jakarta juga menghadapi ancaman perubahan iklim.

    Fenomena El Nino, ujarnya, berpotensi memicu kemarau ekstrem yang berdampak terhadap ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

    Karena itu, Pemprov DKI menyiapkan langkah antisipasi, di antaranya yakni menambah ruang terbuka hijau, memperluas akses air bersih, membangun daerah resapan, mengendalikan banjir, serta mengembangkan urban farming.

    Untuk menciptakan Jakarta yang bersih dan nyaman, Pramono menyoroti pentingnya penyelesaian masalah sampah. Melalui gerakan pilah sampah mulai dari tingkat rumah tangga, Gubernur meyakini Jakarta yang bersih dan sehat akan terwujud.

    Pramono menambahkan, dengan kondisi yang ada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui berbagai program yang tengah dijalankan.

    Di sektor pendidikan, Pemprov DKI terus menjaga keberlanjutan akses pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar untuk 707.477 pelajar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul untuk 15.825 mahasiswa.

    Pemprov DKI Jakarta juga melakukan program pemutihan ijazah disertai perluasan kesempatan kerja melalui program padat karya.

    Di bidang kesehatan, Pasukan Putih Jakarta juga tetap bersiaga memberikan layanan kesehatan berbasis home service, mendatangi warga yang sakit dan memiliki keterbatasan.

    “Selain itu, penerima manfaat pemenuhan kebutuhan dasar untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak juga diperluas,” katanya.

    Sementara untuk mendukung mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau, Pemprov DKI memperluas layanan transportasi publik hingga wilayah Jabodetabek serta memberikan layanan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat.

    Tak hanya itu, Jakarta juga menyiapkan pengoperasian LRT fase 1B Velodrome-Manggarai, pembangunan MRT fase 2A, hingga pembangunan pedestrian deck di kawasan TOD Dukuh Atas yang telah terintegrasi.

    Sedangkan untuk membangkitkan aktivitas ekonomi dan pariwisata, dilakukan penataan kawasan di berbagai titik seperti Kota Tua, Blok M, Pasar Baru, Glodok, dan Pecinan sebagai hub-hub baru.