Blog

  • Luar Biasa! Penyintas Stroke Ini Bertekad Tempuh Yogyakarta-Bandung dengan Berjalan Kaki

    Luar Biasa! Penyintas Stroke Ini Bertekad Tempuh Yogyakarta-Bandung dengan Berjalan Kaki

    7cloud.asia – Penyintas stroke Komaruddin Rachmat mulai berjalan kaki dari Yogyakarta menuju Bandung, Jawa Barat, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya soal penyakit stroke.

    Komar (69 tahun), penyintas stroke asal Kota Bekasi, memulai aksi berjalan kaki dari titik nol kilometer di depan Kantor Pos, Yogyakarta, Sabtu (5/8/2023) pukul 08.00.

    Aksi longmarch atau berjalan kaki sejauh 403 kilometer yang didukung Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Yogyakarta dan Cahaya Foundation itu dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, mulai 5 Agustus 2023.

    Baca: Manfaat berjalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental

    Dalam dua puluh hari ke depan, Komar akan berjalan kaki melintasi jalur selatan Pulau Jawa melewati kota/kabupaten, antara lain, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut hingga di garis finish Bandung.

    Melalui aksi berjalan kaki Yogyakarta – Bandung itu, Komar ingin menunjukkan bahwa penyintas stroke bisa sembuh seperti sedia kala.

    Aksi jalan kaki penyintas stroke juga dinilai bisa menginspirasi pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memberikan penanganan stroke yang lebih baik pada masa mendatang.

    Baca: Polusi udara bisa memicu hipertensi

    Selama perjalanan, dia dikawal satu unit ambulans dan pengendara motor dari jaringan komunitas Cahaya Foundation.

    Pada salah satu acara pelepasan bersama Yayasan Stroke Indonesia, Komar menceritakan perjuangannya menjalani terapi setelah dia terserang stroke hemoragik (pembuluh darah pecah) pada 2012.

    Saat mengalami stroke Komar berusia 58 tahun. Setelah terserang stroke, kaki dan tangan bagian kiri Komar mati rasa. Bahkan, mulut dan bahunya miring ekstrem.

    Baca: Stres dan kondisi cuaca bisa memicu psoriasis

    Setelah disiplin berkonsultasi dengan dokter, dia dinyatakan pulih dari stroke dan bisa menjalani kehidupan seperti dulu.

    Sebagai penyintas stroke, dia merasa prihatin karena banyak orang yang terkena penyakit itu pada usia relatif muda.

    Tekad Komar berjalan kaki juga terinspirasi dari perjalanan tentara Divisi Siliwangi dari Yogyakarta ke Bandung akibat keruntuhan Perjanjian Renville. Semangat juang itu dia bawa ke dalam upaya longmarch kali ini.

    Baca: Kualitas lingkungan pengaruhi penyembuhan pasien asma

    Komar ingin menunjukkan bahwa seorang penderita stroke berpeluang besar untuk kembali pulih jika dilandasi semangat dan tekad juang untuk sembuh.

    Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S, melihat tekad Komar untuk lepas dari belenggu stroke menggambarkan kampanye “Gerakan Perang Semesta Melawan Stroke”.

    Ia berharap aksi berjalan kaki yang dilakukan Komar ini menjadi pemantik semangat bagi penyintas stroke untuk pulih.

    Baca: Kontroversi penggunaan ganja untuk pengobatan

    “Ini sesuatu yang luar biasa. Aksi jalan kaki dari Yogyakarta ke Bandung ini sebenarnya keinginan Komar untuk bercerita kepada masyarakat bahwa penyintas stroke harus punya tekad yang kuat untuk pulih kembali,” kata Tugas.

    Tugas menambahkan bahwa kesembuhan pada penyintas stroke sangat tergantung pada semangat dan kemauan pasien. 

    Berjalan kaki merupakan salah satu terapi yang disarankan untuk mereka yang pernah mengalami stroke untuk bisa pulih seperti sedia kala.

    Baca: Iuran BPJS bakal naik di 2025?

     

  • Indonesia Masuk Negara Menengah, Haruskah Pemerintah Naikkan Standar Kemiskinan Ekstrim

    Indonesia Masuk Negara Menengah, Haruskah Pemerintah Naikkan Standar Kemiskinan Ekstrim

    7cloud.asia – Sebagai calon negara berpenghasilan menengah ke atas, Indonesia memiliki konsekuensi untuk meningkatkan garis kemiskinan ekstrim menjadi standar paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP) sebesar 3,2 dolar AS untuk per orang per hari.

    Saat ini acuan lama standar PPP kemiskinan ekstrim di Indonesia masih sebesar 1,9 dolar AS per orang per hari. Standar lama ini sudah bertahan selama lebih 25 tahun.

    Karena itu pemerintah dituntut untuk menindaklanjuti acuan standar baru agar pengukuran kemiskinan Indonesia dapat lebih relevan menggambarkan kondisi riil masyarakat.

    Baca: Penurunan kemiskinan ekstrim jaid poin penilaian kepala daerah

    Peneliti PRAKARSA, Rizky Deco Praha menuturkan, pemerintah secara rasional akan sangat hati-hati mengkaji hal tersebut mengingat implikasi yang ditimbulkan sangat berdampak selain pada capaian pemerintahan Jokowi. 

    Perubahan standar kemiskinan ekstrim juga akan berdampak pada alokasi anggaran bantuan sosial dan citra politik.

    Melalui rilis BPS, capaian pemerintah selama ini identik dengan penurunan angka kemiskinan menjadi hanya satu digit, sebesar 9,57% atau 26,4 juta orang pada September 2022.

    Baca: Kemiskinan menjadi alasan perdagangan organ tubuh

    Di sisi lain, Bank Dunia menyebut jika standar versi baru diterapkan maka akan meningkatkan jumlah orang miskin tersebut menjadi 44 juta orang.

    “Hal ini tentu secara langsung juga meningkatkan anggaran bantuan pemerintah dengan sangat signifikan. Selain itu, jika dilakukan pemerintah saat ini, penyesuaian ini berpotensi besar akan menjadi perseden buruk pemerintahan sekarang di tahun yang sarat politik,” kata Deco Mei 2023 silam.

    Lebih jauh Deco menjelaskan, pemerintah perlu menitikberatkan bahwa meski dengan penetapan standar baru yang lebih tinggi ini, Indonesia sebenarnya telah melakukan banyak kemajuan dalam penanganan masalah kemiskinan.

    Baca: Pemerintah targetkan angka kemiskinan turun ke 7,5 persen pada 2024

    Dengan kalibrasi data menggunakan standar 3,2 dolar AS (paritas daya beli 2011), Bank Dunia menyebut kemiskinan telah menurun sekian persen dari 61 persen pada tahun 2002 menjadi hanya 16 persen pada tahun 2022.

    “Peningkatan konsumsi dalam negeri telah mendorong pengentasan kemiskinan dalam dekade terakhir, berkontribusi terhadap pertumbuhan lapangan kerja di pasar tenaga kerja yang ketat dan peningkatan upah riil,” jelas Deco.

    Menurut Deco, saat ini memang diperlukan penyesuaian garis kemiskinan meski tidak setinggi standar rekomendasi Bank Dunia.

    Baca: Kemiskinan ekstrim menurun drastis, tapi rentan kembali menjadi miskin

    Pemerintah, ujarnya, dapat mempertimbangkan aspek perbedaan tingkat biaya hidup dan kondisi perekonomian dalam negeri, sehingga acuan tingkat kemiskinan mungkin bisa diupayakan pada kisaran 2,5 dolar AS atau sekitar 37 ribu rupiah per orang per hari.

    Alasannya, kata Deco, selain pertimbangan ekonomi cukup rasional dan telah relatif progresif.

    “Setidaknya ini dapat mengurangi pembengkakan alokasi anggaran bantuan sosial dan sedikit meredam gejolak sosial-politik yang mungkin akan terjadi,” imbuhnya.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

    Menurut Deco, penghitungan kemiskinan menggunakan standar garis kemiskinan berdasarkan aspek pengeluaran individu saja kini dianggap tidaklah cukup.

    Dalam kerangka kebijakan berbasis bukti, penanggulangan kemiskinan yang hanya berdasarkan hitungan moneter semata justru mengkerdilkan definisi dan skala kemiskinan itu sendiri.

    Hal yang dikhawatirkan, ini akan berimplikasi pada fokus kebijakan dan program pemerintah yang cenderung bersifat jangka pendek dan kurang tepat sasaran.

    “Selebihnya, saat ini telah sering timbul sejumlah masalah klasik diantaranya seperti ketergantungan masyarakat miskin atas bantuan pemerintah dan adanya moral hazard dalam pendataan dan pemanfaatan oleh keluarga penerima manfaat,” jelas Deco.

    Baca: Utang Indonesia capai Rp 7,848 Triliun

    Deco menambahkan, sebagai masalah multidimensi, kemiskinan idealnya perlu dihitung dan diatasi dengan cara yang simultan dan berkelanjutan.

    Sejak dicetuskan pada 2010 oleh OPHI dan UNDP, konsep kemiskinan multidimensi global yang mencakup dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup telah berkembang dan mencakup setidaknya 100 negara di dunia.

    Konsep kemiskinan multidimensional ini diterapkan baik di negara maju ataupun negara berkembang, dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

    “Sedangkan aspek moneter pengeluaran keluarga terkadang menjadi salah satu dari belasan indikator yang diestimasi, dalam kemiskinan multidimensi nasional beberapa negara,” katanya.

    Baca: Mafia tanah sangat kompleks sehingga layak disebut kejahatan luar biasa

     

  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal II 2023 Masuk Tertinggi, Tumbuh 5,17 Persen

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal II 2023 Masuk Tertinggi, Tumbuh 5,17 Persen

    7cloud.asia – Di tengah kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan perekonomian Indonesia pada kuartal kedua 2023 tetap mampu untuk mencetak pertumbuhan positif sebesar 5,17% (year on year/yoy).

    Sedangkan jika dilihat dari quarter to quarter (qtq) pertumbuhan ekonomi tercatat atau 3,86% (quarter to quarter/qtq). Dengan angka ini maka akumulasi pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2023 tercatat sebesar 5,11% (ctc).

    Capaian tesebut juga menandai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selalu berada di atas lima persen selama tujuh triwulan berturut-turut.

    Baca: Pemerintah anggarkan Rp 8 Triliun untuk antisipasi dampak El Nino

    Selain itu, Indonesia juga telah kembali menjadi negara upper middle income, berdasarkan data Bank Dunia yang dimutakhirkan pada Juli 2023.

    Data dari beberapa negara yang sudah melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2023, hanya China, Uzbekistan, dan Indonesia yang masih mampu tumbuh di atas 5%.

    “Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas Vietnam, Amerika Serikat, Singapura, bahkan Jerman masih mengalami kontraksi,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Tahun 2023 di Senin (7/8/2023).

    Baca: El Nino ancam ketersediaan pangan, begini penjelasan Mentan

    Menurut Airlangga, pertumbuhan positif perekonomian nasional di kuartal kedua 2023 tersebut menjawab kekhawatiran akan terjadi perlambatan ekonomi nasional akibat penurunan harga komoditas.

    Harga sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti CPO dan pertambangan, turun serta akibat perlambatan manufaktur dari negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat dan China.

    Capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2023 ditopang dari pertumbuhan positif dari hampir seluruh komponen pengeluaran maupun lapangan usaha.

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang

    Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh kuat yakni 5,23% (yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat di masa libur hari raya maupun hari libur lainnya.

    Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi dan realisasi pembangunan infrastruktur Pemerintah mengalami peningkatan menjadi 4,63% (yoy).

    Konsumsi Pemerintah juga mengalami peningkatan menjadi 10,62% (yoy).

    Baca: Penjelasan Sri Mulyani tentang pajak karbon

    Sementara dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor tumbuh positif dan ditandai dengan sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh ekspansif mencapai 15,28% (yoy) sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

    Industri manufaktur atau pengolahan yang masih menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dengan ditopang oleh kuatnya permintaan domestik juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu dengan share ke PDB mencapai 18,25% (yoy).

    Pada kuartal kedua 2023, perekonomian secara spasial di seluruh pulau juga tumbuh positif. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh Pulau Jawa dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,27%.

    Baca: Digitalisasi ancam keberadaan puluhan juta lapangan kerja

    Sementara seluruh wilayah di luar Pulau Jawa juga bertumbuh dengan didukung kenaikan investasi dan pembangunan industri.

    “Pada kuartal ketiga nanti kita masih bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui belanja Pemerintah, khususnya pada Kementerian/Lembaga besar di bidang infrastruktur, padat karya, dan pertanian,” tutur Menko Airlangga.

     

  • Cara Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

    Cara Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

    7cloud.asia – Menghadapi kedaruratan sampah di Yogyakarta, relawan Sambatan Jogja atau SONJO bekerja sama dengan UGM menggelar pelatihan pengolahan sampah organik. 

    Pelatihan pengolahan sampah diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari sejumlah rumah sakit dan pesantren yang tergabung dalam SONJO.

    Selama tiga hari, 7-9 Agustus 2023 para peserta mengikuti pelatihan pengelolaan dan pengolahan sampah organik di Fakultas Biologi UGM.

    Sedangkan pelatihan pengolahan sampah anorganik dilakukan  Fakultas Kedokteran Gigi UGM.

    Bagi relawan SONJO ini sebagai bentuk peran aktif UGM dalam mengatasi masalah sampah di Yogyakarta. 

    Baca: Sistem guna ulang antisipasi larangan sampah sekali pakai

    Founder SONJO yang juga Dosen FEB UGM, Rimawan Pradiptyo mengatakan, Warga DIY khususnya Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta mengalami darurat sampah akibat penutupan TPA Regional Piyungan pada 23 Juli 2023 lalu.

    Melihat hal tersebut SONJO hadir dengan mendorong pemilihan dan pemilahan sampah yang dapat dilakukan di level rumah tangga dan dasawisma.

    “Salah satunya dengan memberikan pelatihan pengelolaan dan pengolahan sampah ini,” ujarnya sebagaimana dikutip ugm.ac.id

    Dalam pelatihan ini, Fakultas Biologi UGM mengenalkan sejumlah teknologi sederhana pengolahan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Teknologi ini harapannya nanti dapat dipraktikkan oleh masyarakat.

    Baca: Menyoal galon sekali pakai dan masalah bagi lingkungan

    Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi S. Daryono, menyebutkan sejak tahun 2017 silam Fakultas Biologi UGM telah menangani persoalan sampah organik dengan beragam pendekatan.

    Pendekatan yang digunakan adalah pengolahan sampah melalui vermicomposting, pupuk cair organik (poc), eco enzim, pengomposan, serta pemakaian biofertilizer dari urine ternak.

    “Persoalan sampah ini kan berasal dari diri kita sendiri sehingga harus diselesaikan sendiri. Kami di Biologi UGM setiap hari mengolah minimal 25 kilogram sampah organik,” paparnya, Senin (7/8) saat membuka pelatihan Pengolahan Sampah di Fakultas Biologi UGM.

    Baca: Mendulang uang dari pengolahan sampah

    Pengalaman pengelolaan dan pengolahan sampah dibagikan dengan harapan bisa membantu dalam menjaga kebersihan dan keberlangsungan lingkungan.

    Upaya pengelolaan sampah dengan perpektif ramah lingkungan dan berkelanjutan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

    Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan pemaparan tentang cara pengolahan sampah menjadi pupuk dengan memanfaatkan biofertilizer. Pemaparan dilakukan oleh Dosen Fakultas Biologi UGM, Dwi Umi Siswanti.

    Dijelaskan, dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos memanfaatkan sembilan spesies mikrobia. Penambahan biofertilizer menjadikan proses degradasi berlangsung lebih cepat ketimbang cara konvensional.

    “Prosesnya tidak terlalu lama, yang biasanya butuh waktu 2 minggu bahkan lebih. Namun, dengan penambahan biofertilizer proses komposting bisa lebih cepat,” jelasnya.

    Baca: Insectta mengubah sampah makanan menjadi bahan bernilai tinggi

    Cara aplikasi biofertilizer pun tergolong sederhana. Cukup dengan mengencerkan  biofertilizer dengan rasio biofertilizer dan air 1:11.

    Selanjutnya cairan dimasukan ke dalam sprayer lalu disemprotkan ke sampah yang sudah dicacah kemudian ditutup terpal.

    Setiap dua hari sekali terpal dibuka dan sampah cacah dibalik kemudian ditutup kembali.

    Hal tersebut terus diulang sampai 2 minggu dan setelah itu pupuk kompos siap untuk dikeringkan atau diangin-anginkan kemudian diayak untuk siap dikemas.

    “Proses komposting ini efisien dan ramah lingkungan. Sampah bisa diubah jadi kompos maupun pupuk cair yang kaya nutrisi,” terangnya.

    Baca: Seperti ini dampak sampah makanan pada lingkungan

    Sementara Sukirno, memaparkan cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair dengan metode vermicomposting dengan maggot yang berasal dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF).

    Untuk memproduksi pupuk organik cair, sisa makanan yang dihasilkan rumah tangga dimasukan dalam digester dalam bentuk ember tumpuk. Selanjutnya limbah organik rumah tangga tersebut difermentasi menggunakan maggot BSF.

    “BSF ini bisa mempercepat degradasi sampah sehingga fermentasi lebih cepat dan efektif,”urainya.

    Soenarwan Heri Poerwanto, dalam kesempatan itu menyampaikan tentang metode vermicomposting dengan menggunakan cacing tanah.

    Sampah organik dari limbah pertanian, perkebunan, maupun peternakan bisa diolah menjadi pupuk organik dengan menambahkan cacing tanah sebagai agen untuk mendegradasi sampah yang ada.

    Baca: Teba, cara unik warga Bali mengolah sampah rumah tangga

    Pembuatan pupuk tergolong mudah. Pertama, limbah organik dihancurkan menjadi partikel kecil terlebih dahulu. Lalu, disebar di tempat rata dengan ketinggian antara 20-30 cm untuk ditaburkan cacing tanah.

    Upayakan kondisinya media dalam keadaan lembab saat dimasukkan cacing tanah.

    “Cacing tanah ini memiliki kemampuan degradasi sampah organik dalam 24 jam seberat berat tubuh. Hasilnya adalah granul dari cacing tanah yang bisa dipakai menjadi pupuk,” ungkapnya.

    Kelebihan dari metode ini, dikatakan Heri, pupuknya dapat digunakan di bidang pertanian.

    Sementara biomasa cacing tanah bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein di bidang perikanan dan peternakan sebagai campuran pakan ikan maupun ternak.

    Baca: Teknologi Masaro, ubah sekilo sampah jadi senilai satu gram emas

     

     

  • Kisah Bus Rapit Transit yang Ramah Difabel di Jawa Tengah, Kini Layani 7 Koridor

    Kisah Bus Rapit Transit yang Ramah Difabel di Jawa Tengah, Kini Layani 7 Koridor

    7cloud.asia – Pada Selasa (8/8/2023) lalu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunggah peluncuran koridor baru bus ramah difabel di akun media sosialnya.

    Peluncuran bus ramah difabel BRT Trans Jateng koridor Wonogiri-Sukoharjo-Solo ini dilakukan di Alun-alun Kota Wonogiri.

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Henggar Budi Anggoro mengatakan, bus ramah difabel koridor Wonogiri-Sukoharjo-Solo ini merupakan koridor ke tujuh.

    Sebelumnya, bus ramah difabel ini telah melayani koridor 1 Bawen (Ungaran)-Tawang (Semarang), ada juga Koridor 2 Bulupitu (Purwokerto)-Bukateja (Purbalingga), Koridor 3 Bahurekso (Kendal)-Mangkang (Semarang).

    Baca: Kafe difabis, kisah perjuangan difabel bisu di Jakarta

    Bus ramah difabel Koridor 4 Surakarta-Sragen, Koridor 5 Kutoarjo (Purworejo)-Borobudur (Magelang), dan Koridor 6 Halte Penggaron (Semarang)-Terminal Godong (Grobogan).

    Keberadaan bus tersebut disambut antusias para difabel, mengingat fasilitas yang ada sangat ramah difabel.

    “Busnya ada akses atau ramah difabel. Jadi untuk nanti bisa mandiri, mau ke mana, tidak perlu diantar,” kata anggota Forum Difabel Kabupaten Wonogiri, Eni Widyastuti, ditemui seusai peresmian BRT Trans Jateng Wonogiri-Sukoharjo-Solo.

    Menurutnya, sebelum ada BRT Trans Jateng, ia harus naik bus biasa yang tak ramah bagi difabel seperti dirinya.

    Baca: Cerita-cerita Tuli, potret keseharian difabel tuli di Kota Solo

    Kadang, difabel harus digendong atau ikut berdesakan. Saat turun, kadang ia kesulitan bahkan harus turun ke bawah dengan mengesot.

    “Sangat membantu difabel. Kalau dulu kan, difabel kalau mau keluar-keluar (bepergian), enggak ada transportasi yang accessable. Kalau sekarang ada akses, jadi bisa keluar-keluar,” imbuh Eni.

    Setelah ada BRT itu, ia berencana memanfaatkan bus untuk pergi cari dagangan, atau ke suatu tempat dengan nyaman. Terlebih, bus dilengkapi fasilitas CCTV, dan terjaga kebersihannya.

    “Pak Ganjar, sekarang saya bisa piknik. Ke mana-mana naik bus. Mantap, pak,” ujarnya.

    Baca: Perempuan downsydrome rentan alami kekerasan, tapi sering diabaikan

    Ketua Forum Difabel Kabupaten Wonogiri, Sutadi menilai, BRT Trans Jateng sudah bagus dan nyaman bagi difabel. Apalagi, pengemudi mengendarai bus dengan hati-hati.

    “Kami para difabel itu, perjalannya (naik BRT) merasa nyaman,” kata Sutadi, ditemui di lokasi peresmian bus.

    Eni berharap bus terus ramah dengan difabel, karena sangat membantu teman-temannya di Kabupaten Wonogiri.

    Ia juga berharap bus dengan akses atau ramah difabel ini bisa lebih diperbanyak ke depannya sehingga kelompok difabel bisa berkarya layaknya non difabel.

    Baca: KND sebut belum ada kebijakan afirmatif untuk kelompok difabel

    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap keberadaan BRT koridor Wonogiri-Sukoharjo-Solo ini membantu masyarakat, mulai dari difabel, buruh, pelajar, veteran, dan sebagainya.

    “Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk koridor Wonogiri-Sukoharjo-Solo,” ujarnya.

    Bus ramah difabel ini merupakan ikhtiar bersama Pemprov Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Pemkab/Pemkot di Jawa tengah yang mencoba atau menyelesaikan satu-persatu. 

    Ganjar juga mengunggah kisah kelahiran dan keberadaan bus ramah difabel ini di akun twitternya.

    Baca: Lima sosok difabel yang menginspirasi

    Berikut kutipannya:

    “Pada 2015 silam banyak sekali keluhan saudara-saudara kita para difabel yang kesulitan naik angkutan. Terutama karena pemberhentian yang tidak jelas. Termasuk juga para pekerja, veteran dan pelajar yang mengharapkan tarif angkutan murah.

    Setelah melakukan berbagai kajian akhirnya kita putuskan akan meluncurkan sistem transportasi Bus Rapit Transit.

    Transportasi yng ramah difabel, murah dan nyaman. Alhamdulillah pada 7 Juli 2017 silam untuk pertama kalinya kita luncurkan layanan Bus Rapit Transit (BRT) Koridor I, Semarang – Bawen.

    Beberapa perusahaan yang semula memiliki usaha angkutan kita ajak rembugan dan akhirnya mereka membentuk konsorsium. Konsorsium inilah yang kita ajak kerjasama sebagai operator bus ramah difabel,” 

    Demikian Ganjar menuliskan keberadaan bus ramah difabel ini. Kini keberadaan bus ramah difabel terus ditambah jalur dan dikembangkan menjadi tujuh koridor. 

    Sumber: jateng.go.id

     

     

     

  • Komnas Perempuan: Jangan Jadikan Kritik Pada Kontes Kecantikan untuk Bungkam Korban

    Komnas Perempuan: Jangan Jadikan Kritik Pada Kontes Kecantikan untuk Bungkam Korban

    7cloud.asia – Komnas Perempuan menegaskan, penanganan kasus dugaan kekerasan seksual dalam penyelenggaraan kontes kecantikan Miss Universe Indonesia perlu mengacu pada UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

    Komnas Perempuan mendesak agar semua pihak memastikan pemenuhan hak-hak korban dalam kontes kecantikan Miss Universe Indonesia ini melalui penegakan hukum, penyelenggaraan layanan dan upaya pencegahan. 

    Hal ini disampaikan  Komnas Perempuan  menanggapi informasi berkembang di media massa dan pelaporan peristiwa body-checking dalam penyelenggaraan seleksi final kontes kecantikan Miss Universe Indonesia.  

    “Keberanian korban untuk melaporkan kasusnya perlu kita apresiasi. Kita perlu mendukung upaya pemenuhan hak-hak korban, termasuk dengan tak menjadikan kritik pada kontes kecantikan sebagai alat pembungkam korban,” jelas ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (9/8/2023)

    Baca: Penerapan UU TPKS terhambat ketiadaan aturan turunan

    Komnas Perempuan saat ini tengah mendalami pengaduan ini, selain karena tindakan yang bersifat umum pada peristiwa body checking, juga ada tindakan yang berbeda yang dialami oleh masing-masing individu.

    Dalam penjelasan oleh kuasa hukum kepada Komnas Perempuan pada Selasa (8/8/2023), sejumlah pihak melakukan pemerisaan siber (cyber bullying) terhadap pelapor kasus  karena body checking dianggap sebagai risiko yang mengikuti kontes kecantikan.

    Andy melihat kontes kecantikan perempuan merupakan konstruksi sosial budaya sehingga bersifat relatif, beranekaragam, dan dapat berubah dari waktu ke waktu.

    Kontes kecantikan dikritik karena menerapkan standarisasi kecantikan yang merujuk pada konsep barat, sarat komersialisasi dan berpotensi mengkonstruksi perempuan sebagai objek seksual semata.

    Baca: 39 tahun konvensi CEDAW diratifikasi, perempuan belum sepenuhnya terlindungi

    Cyber bullying itu semakin menekan korban yang saat ini tengah berupaya mengatasi rasa trauma, malu dan takut dari peristiwa body-checking.

    Dalam pengaduannya, kuasa hukum menyampaikan bahwa body-checking tidak menjadi pengetahuan awal kontestan, diselenggarakan dalam ruangan yang tidak tertutup dan dihadiri lawan jenis.

    Dalam kondisi ini pelapor sebagai kontestan finalis Miss Universe Indonesia diminta untuk melepaskan baju, diperiksa hingga ke bagian intim, difoto dan direkam.

    Ketika menyatakan keberatan, pihak penyelenggara justru menekankan bahwa body-checking ini bersifat wajib dan wajar dilakukan. Akibatnya, korban merasa malu, tertekan dan ter-intimidasi.

    Korban juga mengkhawatirkan bahwa foto-foto dan video selama body check akan tersebar, karena memang ada CCTV di sekitar tempat tersebut.

    Baca: Dinilai diskriminatif, Komnas Perempuan desak SEMA Perkawinan Beda Agama dicabut

    “Komnas Perempuan mengidentifikasikan adanya dugaan pelecehan seksual non fisik, pelecehan seksual fisik dan pengambilan foto tanpa persetujuan yang menyebabkan korban merasa dipermalukan dan direndahkan martabatnya,” jelas komisioner Komnas Perempuan, Alimatul Qibtiyah.

    Dalam mendukung korban untuk bersuara dan mengklaim hak atas keadilan dan pemulihannya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dialaminya, Komnas Perempuan merekomendasikan Kepolisian untuk menerapkan UU TPKS baik untuk tindak pidana, hukum acara maupun pemenuhan hak korban.

    Dalam konteks ini, Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi meminta Kepolisian untuk segera mengamankan video, CCTV, foto pada saat body checking baik yang disimpan dan dikuasai oleh panitia dan/atau orang-orang yang berada di tempat pada peristiwa itu.

     “Upaya pengamanan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi penyebarannya,” imbuh Aminah.

    Baca: Perang gender di Korea, perempuan memilih tidak menikah

    Sementara Komisioner Komnas Perempuan, Rainy Hutabarat mengingatkan, korporasi harus patuh dan turut mendukung penegakan HAM.

    Pelaku usaha, ujarnya, harus mendukung upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan seksual, sebagai bagian tidak terpisahkan dari pemajuan HAM.

    “Dalam hal ini, penyelenggara di Indonesia maupun pemilik lisensi Miss Universe perlu mampu memastikan penyelenggaraan kegiatan secara bermartabat, berperspektif inklusif dan melibatkan persetujuan dan pelindungan hak privasi peserta, saat ini dan juga di masa mendatang,” pungkas Rainy.  

  • Hari Masyarakat Adat Sedunia: Peran Pemuda Adat sebagai Benteng Wilayah Adat

    Hari Masyarakat Adat Sedunia: Peran Pemuda Adat sebagai Benteng Wilayah Adat

    7cloud.asia – Hari Masyarakat Adat Sedunia tahun 2023 diperingati dengan tema “Pemuda Adat sebagai Agen Perubahan untuk Penentuan Nasib Sendiri”. Peringatan ini berlangsung di tengah krisis yang dihadapi wilayah adat di Indonesia.
     
    Dalam konteks advokasi pengakuan masyarakat adat dan wilayah adat di Indonesia, peran pemuda adat sangat strategis dalam pemetaan wilayah adat dan advokasi kebijakan.
     
    Pemuda adat juga memegang peran penting dalam meneruskan pengelolaan wilayah adat berdasarkan budaya dan kearifan masyarakat adat.
     
    Di sisi lain, kondisi masyarakat adat masih termarginalisasi di wilayah adatnya karena pengakuan dan perlindungan wilayah adat masih jauh dari harapan. 
     
     
    Dari 1.336 peta wilayah adat yang telah teregristrasi di Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) baru 219 wilayah adat yang sudah ditetapkan pengakuannya oleh pemerintah daerah.
     
    Peta wilayah adat dengan luas mencapai sekitar 26,9 juta hektar tersebut tersebar di 32 provinsi dan 155 kabupaten/kota, namun baru 3,73 juta hektar atau sekitar 13,9% diantaranya yang sudah diakui oleh Negara.
     
    “Masih ada sekitar 23,17 juta hektar wilayah saat ini yang belum ada pengakuan oleh pemerintah daerah,” ujar Kepala BRWA Kasmita Widodo dalam acara jumpa pers bertajuk “Status Pengakuan Wilayah Adat di Indonesia” Rabu (9/8/2023).

     
     

     
    Bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia kemarin, KLHK menerbitkan pengakuan 15 hutan adat di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah seluas 68.326 hektar.
     

     
     
    Sehingga total hutan adat yang sudah mendapat pengakuan sebanyak 123 Hutan Adat dengan luas mencapai 221.648 hektar.
     
    Keputusan pengakuan hutan adat oleh KLHK memang tidak mudah, karena harus diawali dengan pengukuhan keberadaan Masyarakat Hukum Adat (MHA) oleh pemerintah daerah.
     
    Ini diatur di pasal 67 UU Kehutanan dan Pasal 234 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2021 “Pengukuhan keberadaan MHA dalam Kawasan Hutan Negara ditetapkan dengan Peraturan Daerah”.
     
    Di sinilah sengkarutnya proses pengembalian hutan adat dari hutan negara. Komitmen kepala daerah dan kapasitas pemerintah daerahmasih rendah untuk membentuk Perda pengakuan masyarakat adat.
     
     
    Setelah ada Perda pun, pelaksanaan verifikasi sampai dengan pengukuhan masyarakat adat masih berjalan sangat lambat.
     
    Begitu juga dengan KLHK yang masih terbatas dalam melakukan verifikasi usulan hutan adat. Rata-rata hanya sekitar 15 usulan hutan adat setahun yang dapat diverifikasi lapangan.
     
    Selain itu, masih ada kegamangan untuk melakukan verifikasi usulan hutan yang berada di kawasan konservasi, seperti cagar alam, taman wisata alam dan taman nasional.
     
    Terkait sektor pertanahan dan pengakuan hak ulayat masyarakat adat, Kementerian ATR/BPN belum ada kemajuan yang berarti.
     
     
    Alih-alih menegaskan wilayah adat sebagai hak ulayat masyarakat adat, justru akan menerbitkan Hak Pengelolaan (HPL) di atas tanah ulayat seperti yang diatur dalam PP Nomor 18/2021.
     
    Hal ini menunjukkan bahwa negara masih menterjemahkan hak menguasai negara secara eksesif. Padahal sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK)telah menyatakan bahwaHak Menguasai Negara (HMN) dibatasi oleh hak ulayat.
     
    Kebijakan negara menerbitkan HPL di atas wilayah adat justru berpotensi

    menyebabkan hilangnya hak masyarakat adat atas tanah ulayat yang telah dimiliki, dikuasai dan dikelola secara turun-temurun.
     
    Kebijakan negara menerbitkan HPL sekaligus menabrak esensi perlindungan dan penghormatan hak-hak masyarakat adat yang telah diatur di dalam konstitusi.
     
     
     
    Dari analisis tutupan hutan di 1.336 wilayah adat, BRWA mengidentifikasi ada sekitar 12,9 hektar berupa hutan primer dan 5,37 juta hektar hutan sekunder.
     
    “Pada areal hutan sekunder sudah cukup banyak dikelola oleh badan usaha yang mendapat Perijinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dari Pemerintah,” kata Kepala Divisi Data dan Informasi BRWA, Ariya Dwi Cahya.
     

    Dari berbagai data profil masyarakat adat yang dihimpun BRWA, masyarakat adat memiliki relasi yang kuat dengan hutan sebagai bagian dari budaya dan ruang hidupnya.
     
    Kekuatan masyarakat adat dalam menjaga hutan berdasar tradisi dan budaya menjadi benteng terakhir penyelamatan hutan yang tersisa.
     
     
    Masyarakat adat juga menjadi garda terdepan dalam pemulihan degradasi hutan dari kepentingan bisnis, menekan laju perubahan iklim dan penyelamatan keanaragaman hayati.
     
    Pemutusan hubungan masyarakat adat dengan hutan dan tanah leluhurnya karena kepentingan bisnis akan memutus hubungan lintas generasi para pemuda adat dalam menjaga tradisi, budaya dan jati diri bangsa Indonesia.
     
    “Dengan capaian yang telah disampaikan di atas, maka perlu kesungguhan pemerintah daerah dan Kementerian/Lembaga Pemerintahuntuk menjalankan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Indonesia,” ujar Kasmita.
     
    Karena itu BRWA mendesak RUU Masyarakat Adat segera disahkan. Negara juga diminta mengalokasikan anggaran yang memadai dalam proses pengakuan masyarakat adat melalui anggaran pemerintah pusat dan daerah.
     

  • Pengganti Lilin Beraroma sebagai Pengharum Ruangan yang Ramah Lingkungan

    Foto: priceza

    7cloud.asia – Menyalakan lilin beraroma mungkin tampak seperti cara santai untuk menikmati waktu jeda di rumah.

    Tetapi membakar lilin beraroma melepaskan polutan VOC dan memperburuk kualitas udara dalam ruangan rumah kita.

    Penggunaan lilin beraroma ternyata menyimpan bahaya untuk kesehatan. Hal ini karena, sebagian besar lilin beraroma dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ke udara — bahkan saat tidak dinyalakan.

    Baca: Ancaman di balik lilin beraroma

    Jadi, saat kita menikmati lilin beraroma pada saat bersamaan bahaya muncul bagi kesehatan kita. 

    Tak hanya itu, pembakaran lilin termasuk lilin beraroma juga melepas jelaga di rumah kita. 

    Untuk membatasi noda jelaga dan kualitas udara yang buruk di rumah, kita disarankan untuk menghindari atau membatasi penggunaan lilin beraroma.

    Baca: Yuk bikin lilin sendiri, dijamin lebih ramah lingkungan

    Namun, jika memang kamu sangat menginginkan suasana yang menyenangkan dan aroma lilin beraroma, berikut beberapa cara yang lebih aman untuk mengharumkan udara sebagaimana dikutip IQAir

    1. Gunakan minyak esensial 

    Minyak atsiri dapat ditempatkan di diffuser atau di air mandi untuk menciptakan aroma yang diinginkan.

    Minyak atsiri ini bisa digunakan sebagai alternatif pengganti lilin beraroma untuk mengharumkan ruangan. 

    Baca: Beragam produk ramah lingkungan dari DemiBumi

    2. Rebus rempah

    Masukkan bumbu-bumbu seperti kayu manis, cengkeh, dan pala ke dalam panci berisi air dan biarkan mendidih di atas kompor.

    3. Buat bunga rampai/potpuri

    Barang-barang kering seperti bunga, buah beri, kulit buah, serpihan kayu, dan rempah-rempah juga bisa dimanfaatkan sebagai pewangi udara.

    Tempatkan barang-barang kering tersebut dalam mangkuk atau tas kain dan diletakkan di beberapa sudut di rumah kamu. Dan rasakan kesegarannya sepanjang hari, tanpa khawatir adanya polusi udara.

    Baca: Daftar produk ramah lingkungan, dari sedotan guna ulang hingga produk isi ulang

    Namun ada satu hal yang kita ingat. Meskipun ada wewangian alternatif yang lebih aman seperti minyak esensial bisa, udara yang benar-benar bersih dan tidak berbau sama sekali jauh lebih aman untuk kesehatan kita.

     

  • Ancaman di Balik Lilin Beraroma, Bisa Melepas Zat Berbahaya ke Udara

    Ancaman di Balik Lilin Beraroma, Bisa Melepas Zat Berbahaya ke Udara

    7cloud.asia – Membakar lilin beraroma menjadi cara yang jamak dilakukan untuk menciptakan ketenangan dan suasana yang menyenangkan di dalam rumah.

    Wewangian seperti lavender, melati, dan cendana bisa membuat rileks dan menyegarkan. Hangatnya pancaran lilin beraroma pinus, gingerbread, atau kayu manis membuat ruangan terasa lebih meriah.

    Sayangnya, sebagian besar lilin beraroma yang diproduksi secara massal menyimpan dampak negatif pada kualitas udara dalam rumah yang dalam jangka panjang bisa mempengaruhi kesehatan. 

    Baca: PLTU batubara ditutup polusi menurun 

    Bagian lilin beraroma seperti sumbu hingga wewangian itu sendiri, rata-rata lilin beraroma dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ke udara — bahkan saat tidak dinyalakan.

    Jadi, saat kita menikmati lilin beraroma pada saat bersamaan bahaya muncul bagi kesehatan kita. 

    Bagaimana lilin beraroma ini mengancam kesehatan kita? Menurut sebuah studi tahun 2017 di International Journal of Tropical Disease and Health, lilin parafin memancarkan polutan yang dapat mengancam kesehatan manusia dan tidak boleh dibakar di area tertutup.

    Baca: 8 tanaman ini efektif menyerap polusi udara

    Kebanyakan lilin terbuat dari parafin, produk sampingan minyak bumi. Untuk membuat lilin lilin parafin, limbah minyak bumi diputihkan secara kimia, dihilangkan baunya, dan dibuat menjadi lilin.

    Saat dibakar, lilin parafin dapat melepaskan senyawa organik volatil beracun (VOC) ke udara, termasuk karsinogen yang diketahui seperti alkena, aseton
    benzena dan toluena.

    Keempatnya adalah bahan kimia yang sama yang ditemukan dalam emisi bahan bakar diesel dan diketahui menyebabkan alergi, serangan asma, dan masalah kulit.

    Baca: Ramah lingkungan tak hanya soal suka tanaman, simak cara lainnya

    Sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan oleh University of South Florida AS,  menunjukkan bahwa lilin yang terbuat dari lilin parafin memancarkan kadar benzena yang rendah bahkan ketika tidak dinyalakan.

    Selain melepaskan bahan kimia beracun, pembakaran lilin parafin menghasilkan jelaga yang terdiri dari materi partikulat seperti, PM2.5 dan partikel ultrafine yang dapat tetap tersuspensi di udara selama berjam-jam.

    Menurut penelitian University of South Florida, partikel jelaga yang sangat halus mirip dengan knalpot diesel baik dalam ukuran maupun komposisinya. Partikel ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan diserap ke dalam aliran darah.

    Baca: Dua kota ini gila-gilaan untuk jadi ramah lingkungan

    Sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS menunjukkan bahwa emisi jelaga dari lilin secara signifikan lebih tinggi setelah terobosan lilin terjadi dan ketika lilin dibakar.

    Partikel ultrafine dikaitkan dengan masalah kesehatan yang parah, seperti alergi
    asma, PPOK (5), infeksi saluran pernafasan, serangan jantung, dan bahkan kanker.

    Jadi, apakah lilin buruk bagi kesehatan Anda? Tidak semua lilin beraroma menghasilkan jumlah polutan udara yang sama.

    Baca: Kondisi lingkungan berpengaruh bagi penyembuhan pasien asma

    Sebuah studi tahun 2002 yang diterbitkan dalam Journal of American Oil Chemists’ Society menemukan bahwa lilin kedelai, seperti lilin lilin lebah, terbakar pada tingkat yang jauh lebih rendah dan menghasilkan lebih sedikit jelaga daripada lilin parafin.

    Masalah lain yang dipicu lilin beraroma adalah pewangi yang digunakan  umumnya jauh dari sehat. 

    Sebagian besar lilin beraroma menggunakan pewangi dan pewarna sintetis yang mengeluarkan VOC berbahaya bahkan pada suhu kamar.

    Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental

    VOC yang umum dikeluarkan terkait dengan aroma dalam lilin, antara lain adalah formaldehida, sulingan minyak bumi, limonen, alkohol, ester.

    Bahan kimia berbahaya ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, pusing, gejala alergi, serangan asma, infeksi saluran pernafasan
    kanker

    Banyak lilin memiliki sumbu inti yang terbuat dari kapas yang dililitkan pada penyangga logam. Desainnya membantu menjaga sumbu agar tidak jatuh ke dalam lilin.

    Baca; Dengan berjalan kaki Yogyakarta-Bandung, laki-laki ini tunjukkan bahwa stroke bukan akhir kehidupan

    Cara ini sangat berguna untuk lilin beraroma karena minyak wangi melembutkan lilin dan membuat sumbu yang tidak berinti menjadi lemas.

    Apakah lilin jenis ini beracun? Jika lilin ini mengandung timah, maka mungkin lilin jenis ini melepas gas beracun. Timbal pernah umum digunakan di tempat lilin berinti — terutama pada lilin yang diimpor dari luar AS.

    Namun, setelah menentukan bahwa sumbu ini dapat menimbulkan bahaya keracunan timbal bagi anak kecil, Komisi Keamanan Produk Konsumen AS melarang pembuatan dan penjualan semua lilin dengan sumbu inti timbal pada tahun 2003.

    Sumber: IQAir

     

     

  • Sebelum Meninggal, Aktivis Pro Demokrasi Raharja Waluya Jati Terus Berjuang untuk Demokrasi

    Sebelum Meninggal, Aktivis Pro Demokrasi Raharja Waluya Jati Terus Berjuang untuk Demokrasi

    7cloud.asia – Sejumlah aktivis pro demokrasi seolah enggan untuk beranjak meningglkan gundukan tanah basah di TPU Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Di tempat inilah, aktivis pro demokrasi Raharja Waluya Jati atau biasa disapa Jati beristirahat selamanya.

    Kepergian Jati memang dirasakan begitu tiba-tiba. Sejumlah aktivis pro demokrasi yang dihubungi penulis tak bisa menutupi rasa kehilangan mereka atas kepergian Jati.

    Jati, aktivis pro demokrasi yang pernah menjadi korban penculikan pada era Orde Baru menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (9/08/2023) di
    Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada pukul 05.05 WIB.

    Baca: Korban kekerasan HAM masa lalu inginkan penyelesaian yudisial

    Salah satu sahabat Jati yang juga menjadi korban penculikan, Faisol Riza menjelaskan pada Selasa (9/8/2023) dinihari sekitar pukul 03.00 dirinya mendapat kabar dari istri Jati, Ariani Jalal bahwa suaminya mengalami serangan jantung.

    Ariani memohon doa untuk kesembuhan suaminya tersebut. Namun, takdir berkata lain. Tuhan memanggilnya untuk selama-lamanya.

    Jenazah Jati sempat disemayamkan di RSCM beberapa jam sebelum diberangkatkan ke Yogyakarta pada siang hari.

    Sejumlah pejabat seperti wakil menteri komunikasi dan informasi, Nezar Patria dan Ketua Komisi VI DPR, Faisol Riza tampak melayat ke RSCM.

    Usai pemakaman, Faisol Riza kepada 7cloud.asia, menjelaskan hubungannya dengan almarhum Jati sangat dekat. Bahkan lebih dari sekadar saudara.

    Baca: Kick off penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu dilakukan di Aceh

    “Kami sudah saling kenal dekat. Jadi kesan itu khusus, tetapi sulit diungkapkan dengan kata-kata. Meski saya dan dia seringkali beradu argumen,” ungkap Riza.

    Jati menurutnya adalah sosok yang baik, rendah hati, serta ramah. Ia selalu membawa membawa keceriaan bagi kawan-kawannya meski sebenarnya dalam kondisi yang sulit.

    Cerita serta candaannya kerap membawa suasana diskusi menjadi cair. Hal ini juga dirasakan oleh kawan-kawannya dari berbagai daerah yang pernah berinteraksi langsung dengan Jati.

    Riza menjelaskan dirinya terakhir kali bertemu dengan Jati tepat sebulan lalu, tanggal 10 Juli 2023. Saat itu, Jati bersama Nezar Patria bertamu ke rumahnya karena dia baru pulang menunaikan ibadah haji.

    Baca: Konflik agraria tewaskan 66 orang dalam lima tahun terakhir

    Dalam pertemuan tersebut mereka bersenda gurau hingga pukul 01:00 dinihari. Saat itu, Jati mengajak kedua sahabatnya untuk berhaji tahun depan. Mereka bertiga pun menyanggupi niat tersebut.

    Karena Jati meninggal sebelum niatnya terlaksana, maka Riza akan mewujudkan niat sahabatnya tersebut tahun depan.

    Jati lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 24 Desember 1969. Pendidikan SD hingga SMA ditempuhnya di Jepara.

    Setamat SMA, Jati melanjutkan pendidikannya ke jurusan filsafat UGM. Di kampus ini ia bertemu dengan Budiman Sudjatmiko dan Andi Arief.

    Baca: Nasionalisme yang makin meminggirkan tubuh perempuan

    Di tengah situasi politik yang memanas, Jati lewat Partai Rakyat Demokratik (PRD) melawan rezim Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto.
    Aktivitas politik para aktivis pro demokrasi itu dianggap mengancam Negara.

    Hingga ia, Riza dan beberapa aktivis pro demokrasi diculik pada Maret tahun 1998. Peristiwa penculikan oleh tim mawar Kopasus terjadi saat Jati bersama Riza berjalan dari kantor YLBHI menuju Cikini.

    Jati dan beberapa aktivis disekap beberapa minggu mereka disiksa dengan cara disetrum, disundut rokok, ditendang, dicekik lehernya, dibaringkan di atas balok es serta penyiksaan lainnya.

    Setelah dibebaskan, Jati dan beberapa kawannya mendirikan organisasi Ikatan Orang Hilang Indonesia (IKOHI), selain itu Jati juga aktif di PDIP pimpinan Megawati Soekarno Putri.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini yang membebaskan perempuan

    Belakangan, ia keluar dari partai banteng bermoncong putih tersebut. Tahun 2014, Jati bersama teman-temannya ikut serta mendirikan Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK).

    Awal tahun 2000an Jati juga pernah menjadi jurnalis di majalah Pantau dan ikut serta mendirikan Radio VHR (Voice of Human Right) media.

    Kini laki-laki berkacamata bermental bak pohon jati itu telah menghadap Sang Pencipta.

    Selamat jalan kawan Jati. Kekuatanmu akan menjadi kekuatan kami dalam membangun Indonesia menjadi
    negara yang maju.

    Penulis: Nurakhmayani, mantan jurnalis Tempo Interaktif