Luar Biasa! Penyintas Stroke Ini Bertekad Tempuh Yogyakarta-Bandung dengan Berjalan Kaki

Written by

in

7cloud.asia – Penyintas stroke Komaruddin Rachmat mulai berjalan kaki dari Yogyakarta menuju Bandung, Jawa Barat, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya soal penyakit stroke.

Komar (69 tahun), penyintas stroke asal Kota Bekasi, memulai aksi berjalan kaki dari titik nol kilometer di depan Kantor Pos, Yogyakarta, Sabtu (5/8/2023) pukul 08.00.

Aksi longmarch atau berjalan kaki sejauh 403 kilometer yang didukung Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Yogyakarta dan Cahaya Foundation itu dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, mulai 5 Agustus 2023.

Baca: Manfaat berjalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental

Dalam dua puluh hari ke depan, Komar akan berjalan kaki melintasi jalur selatan Pulau Jawa melewati kota/kabupaten, antara lain, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut hingga di garis finish Bandung.

Melalui aksi berjalan kaki Yogyakarta – Bandung itu, Komar ingin menunjukkan bahwa penyintas stroke bisa sembuh seperti sedia kala.

Aksi jalan kaki penyintas stroke juga dinilai bisa menginspirasi pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memberikan penanganan stroke yang lebih baik pada masa mendatang.

Baca: Polusi udara bisa memicu hipertensi

Selama perjalanan, dia dikawal satu unit ambulans dan pengendara motor dari jaringan komunitas Cahaya Foundation.

Pada salah satu acara pelepasan bersama Yayasan Stroke Indonesia, Komar menceritakan perjuangannya menjalani terapi setelah dia terserang stroke hemoragik (pembuluh darah pecah) pada 2012.

Saat mengalami stroke Komar berusia 58 tahun. Setelah terserang stroke, kaki dan tangan bagian kiri Komar mati rasa. Bahkan, mulut dan bahunya miring ekstrem.

Baca: Stres dan kondisi cuaca bisa memicu psoriasis

Setelah disiplin berkonsultasi dengan dokter, dia dinyatakan pulih dari stroke dan bisa menjalani kehidupan seperti dulu.

Sebagai penyintas stroke, dia merasa prihatin karena banyak orang yang terkena penyakit itu pada usia relatif muda.

Tekad Komar berjalan kaki juga terinspirasi dari perjalanan tentara Divisi Siliwangi dari Yogyakarta ke Bandung akibat keruntuhan Perjanjian Renville. Semangat juang itu dia bawa ke dalam upaya longmarch kali ini.

Baca: Kualitas lingkungan pengaruhi penyembuhan pasien asma

Komar ingin menunjukkan bahwa seorang penderita stroke berpeluang besar untuk kembali pulih jika dilandasi semangat dan tekad juang untuk sembuh.

Ketua Umum Yastroki Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S, melihat tekad Komar untuk lepas dari belenggu stroke menggambarkan kampanye “Gerakan Perang Semesta Melawan Stroke”.

Ia berharap aksi berjalan kaki yang dilakukan Komar ini menjadi pemantik semangat bagi penyintas stroke untuk pulih.

Baca: Kontroversi penggunaan ganja untuk pengobatan

“Ini sesuatu yang luar biasa. Aksi jalan kaki dari Yogyakarta ke Bandung ini sebenarnya keinginan Komar untuk bercerita kepada masyarakat bahwa penyintas stroke harus punya tekad yang kuat untuk pulih kembali,” kata Tugas.

Tugas menambahkan bahwa kesembuhan pada penyintas stroke sangat tergantung pada semangat dan kemauan pasien. 

Berjalan kaki merupakan salah satu terapi yang disarankan untuk mereka yang pernah mengalami stroke untuk bisa pulih seperti sedia kala.

Baca: Iuran BPJS bakal naik di 2025?

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *