Blog

  • Dugaan Penculikan Wartawan di Medan, Usman Hamid Sebut Ancaman Terhadap Kebebasan Pers Menguat

    Dugaan Penculikan Wartawan di Medan, Usman Hamid Sebut Ancaman Terhadap Kebebasan Pers Menguat

    7cloud.asia – Dugaan penculikan dan intimidasi terhadap seorang wartawan media online di Kota Medan, Sumatera Utara, dinilai menjadi alarm keras menguatnya praktik remiliterisasi dan budaya impunitas di Indonesia.

    Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan kasus tersebut memperlihatkan semakin dalamnya campur tangan militer di ruang sipil, termasuk terhadap kebebasan pers.

    Kepada 7cloud.asia, Minggu (17/5/2026), Usman menyebut intimidasi hingga dugaan penculikan terhadap jurnalis tidak bisa dipandang sebagai kasus biasa.

    Menurutnya, peristiwa itu merupakan bagian dari pola kekerasan dan ancaman terhadap warga sipil yang terus berulang tanpa penyelesaian hukum yang jelas.

    Baca: Menteri HAM Mau Tentukan Aktivis ‘Asli’

    “Militer yang melakukan penculikan atau intimidasi terhadap wartawan hampir tidak pernah diproses sampai pengadilan. Kami melihat kejadian ini sebagai fenomena masih kuatnya budaya kebal hukum maupun remiliterisasi yang semakin merebak,” jelas Usman.

    Ia mengingatkan situasi tersebut berbahaya bagi demokrasi karena aparat yang diduga terlibat kekerasan terhadap sipil kerap lolos dari proses hukum.

    Kondisi itu, lanjut Usman, membuka peluang terulangnya berbagai bentuk teror terhadap aktivis maupun jurnalis.

    Usman bahkan menyinggung kemungkinan ancaman kekerasan serupa terhadap wartawan, seperti penyiraman air keras yang dialami aktivis Andrie Yunus beberapa waktu lalu.

    “Belakangan ini terus bertambah contoh kasus campur tangan militer di ruang masyarakat sipil,” ujarnya.

    Baca: Amnesty Sebut Dunia Masuki Era Anti HAM

    Kasus di Medan mencuat setelah seorang wartawan media online bernama Sigit mengaku menjadi korban dugaan intimidasi dan penculikan oleh dua pria yang diduga oknum TNI.

    Melansir tribunmedan.com, peristiwa itu terjadi saat Sigit berada di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

    Kasus tersebut viral di media sosial setelah beredar dua video yang memperlihatkan korban bersama sejumlah pria berbadan tegap yang diduga aparat.

    Dalam video yang beredar, Sigit tampak didatangi dua pria saat sedang duduk di sebuah kafe. Menurut pengakuannya, peristiwa bermula ketika dirinya dihubungi seorang oknum wartawan yang mengajaknya bertemu di Kafe DWS Tembung.

    Baca: Gugatan HAM Ditolak, Negara Hukum Dipertanyakan

    “Saya sedang membawa mobil rental dari luar kota, lalu ditelepon salah satu oknum wartawan dan diajak ketemuan. Saya sampai sekitar pukul 21.00 WIB, duduk sambil pesan kopi dan cas handphone,” ujar Sigit.

    Namun, situasi berubah ketika dua pria yang diduga oknum TNI berpakaian preman tiba-tiba mendatanginya.

    “Yang satu merampas handphone saya. Tangan saya dipelintir ke belakang. Lalu pemilik warung kopi bertanya, ‘Bang, masalah apa? Judi online ya?’ Saya jawab, ‘Bukan, ini soal minyak kondensat di Langkat,’” katanya.

    Sigit mengaku kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil Toyota Innova Reborn hitam yang telah terparkir di lokasi. Di dalam mobil, ia mengaku mendapat tekanan psikologis dan interogasi.

    Baca: Pejabat HAM PBB Soroti Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

    Tak berhenti di situ, Sigit lalu dibawa ke sebuah warung kopi di Jalan Tuamang, Kecamatan Medan Tembung, untuk membuat video klarifikasi. Video pertama dianggap tidak memuaskan sehingga dirinya dipaksa mengulang rekaman di lokasi lain.

    “Saya diajak mencari tempat tertutup. Sempat mau ke Starbucks, tapi sudah tutup sekitar pukul 23.00 WIB. Akhirnya kami ke kafe lain di depan gedung serbaguna. Di situ saya dites dan disuruh buat video klarifikasi lagi,” ungkapnya.

    Di hadapan sejumlah pria yang diduga oknum TNI, Sigit diminta menyatakan tidak ada keterlibatan aparat dalam kasus yang sedang diliputnya.

    “Saya bilang kan sudah ada video klarifikasi di mobil. Tapi mereka bilang tidak masuk. Saya dipanggil lagi dan diminta membuat video bahwa tidak ada oknum TNI, padahal diduga memang ada,” ujarnya.

    Baca: Aktivis BEM UI Diteror

    Meski mengaku tidak mengalami kekerasan fisik, Sigit mengatakan dirinya mengalami trauma berat akibat perlakuan tersebut.

    “Kalau dianiaya tidak ada, tapi saya diperlakukan seperti diinterogasi. Ditanya, ‘Kau wartawan? Sudah berapa tahun? Kau enggak ada konfirmasi?’ Sampai saya ketakutan dan trauma. Sekarang keluar rumah pun selalu lihat kanan kiri,” katanya.

    Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran atas keselamatan jurnalis dan menyempitnya ruang kebebasan pers di tengah meningkatnya dugaan keterlibatan aparat dalam urusan sipil.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Semarang dan Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Semarang dan Beberapa Kota

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda Semarang dan beberapa kota di Indonesia pada Senin (18/05/2026).

    Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Kota Bandar Lampung, Pontianak, Palangkaraya dan Banjarmasin juga berpeluang terjadi hujan disertai petir.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Ambon dan Jayapura.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Jakarta, Bandung, Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang.

    Selain itu, Kota Palu, Kendari, Makassar, Mamuju, Manado, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi hujan berintensitas sedang.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan pada pagi hari. Wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan tebal.

    Selanjutnya pada siang hingga malam hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.  

  • Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Pengembangan LRT Jakarta hingga ke Pluit

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta membuka peluang pengembangan jalur LRT Jakarta hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan terhubung langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

    “Tadi saya bisik-bisik kepada CEO Agung Sedayu, mungkin sudah waktunya untuk dibuka LRT dari Velodrome sampai dengan tempat ini (PIK 2),” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).

    Rencana pengembangan LRT Jakarta hingga wilayah utara Jakarta dan PIK 2 diperkirakan menjadi salah satu proyek strategis jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan sistem transportasi modern dan terintegrasi di kawasan metropolitan.

    Rencana tersebut disebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan konektivitas transportasi massal di Jakarta melalui sistem loop atau jalur terintegrasi.

    Pramono menjelaskan, secara trase atau jalur, pengembangan LRT Jakarta saat ini sebenarnya telah memperoleh izin dari pemerintah pusat hingga kawasan Ancol.

    Baca: LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Ditarget Beroperasi Agustus 2026

    Menurutnya, pengembangan jaringan transportasi di wilayah utara Jakarta menjadi langkah strategis agar konektivitas antarkawasan semakin baik.

    “Untuk LRT, secara trase sebenarnya sudah mendapatkan izin dari pemerintah pusat sampai dengan Ancol,” ujar Pramono.

    Dia mengatakan, proyek LRT Jakarta yang saat ini tengah berjalan adalah penyambungan jalur dari Velodrome menuju Manggarai.

    Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 titik stasiun dan nilai investasi mencapai Rp11,5 triliun.

    Pramono optimistis proyek sambungan Velodrome-Manggarai dapat diresmikan pada Agustus mendatang. Kehadiran jalur tersebut diyakini akan memperkuat integrasi transportasi publik di ibu kota.

    Baca: Kawasan Manggarai Didorong Jadi Pusat Integrasi Antarmoda

    Menurutnya, pengembangan selanjutnya dapat diteruskan menuju Jakarta Utara. Jalur LRT nantinya direncanakan melintasi Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Ancol.

    Pramono memaparkan, kalau kemudian LRT Jakarta dilanjutkan dari Velodrome ke Jakarta Utara, Tanjung Priok, dari Tanjung Priok kemudian ke JIS, dari JIS ke Ancol.

    “Maka lajur lanjutan yang masih perlu dipersiapkan adalah sambungan dari Ancol menuju PIK 2 hingga terkoneksi ke Bandara Soekarno-Hatta,” paparnya.

    Bila seluruh jaringan tersebut berhasil diwujudkan, maka sistem transportasi Jakarta akan tersambung secara menyeluruh.

    Selain itu, kata Pramono, saat ini konektivitas transportasi massal Jakarta baru mencapai sekitar 93 persen.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat Penataan Transportasi Publik

    Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya menyelesaikan jalur loop yang belum terhubung agar mobilitas masyarakat semakin mudah dan efisien.

    “Kalau itu sudah bisa disambungkan, maka loop Jakarta ini transportasinya sudah tersambung ke keseluruhan. Sampai hari ini baru 93 persen,” kata dia.

    Pramono berharap proyek pengembangan tersebut dapat menjadi tonggak baru penguatan transportasi publik di Jakarta, sekaligus mendukung konektivitas kawasan penyangga hingga akses menuju bandara.

    Selain mengurangi kemacetan, integrasi antarmoda juga dinilai akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

  • Pengelolaan Sampah di Kota Kopenhagen Jadi Inspiransi Jakarta

    Pengelolaan Sampah di Kota Kopenhagen Jadi Inspiransi Jakarta

    7cloud.asia – Pengalaman kota Kopenhagen dalam mengelola sampah menjadi inspirasi penting bagi Jakarta yang saat ini terus berupaya mempercepat pengurangan dan pengelolaan sampah perkotaan secara berkelanjutan.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pun memimpin delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau fasilitas pengelolaan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, pada Minggu (17/5/2026) pagi waktu setempat.

    Copen Hill, yang juga dikenal sebagai Amager Bakke, dibuka sebagai pembangkit listrik tenaga sampah generasi terbaru.

    Fasilitas ini dilengkapi dengan lereng ski, jalur pendakian, dan dinding panjat tebing, mewujudkan gagasan keberlanjutan yang selaras dengan tujuan Kopenhagen untuk menjadi kota netral karbon pertama di dunia pada tahun 2025.

    CopenHill adalah pembangkit listrik tenaga sampah seluas 41.000 m2 dengan pusat rekreasi perkotaan dan pusat pendidikan lingkungan, yang mengubah infrastruktur sosial menjadi landmark arsitektur.

    “Keberhasilan pengelolaan sampah tetap harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah di ibukota Denmark itu.

    Baca: Kamikatsu Kota Tanpa Sampah yang Menjadikan Tempat Daur Ulang Sebagai Pusat Komunitas

    Karena itu, Ia menekankan pentingnya komitmen bersama semua pihak. Diyakininya, dengan kekuatan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota

    “Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan partisipasi warga,” tegasnya.

    Selaras dengan yang diucapkan Manajemen Copen Hill. Mereka juga mengakui bahwa keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

    Di fasilitas tersebut, sampah yang telah dipilah diolah melalui teknologi waste-to-energy. Sampah dibakar pada suhu tinggi hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik.

    Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas bagi sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kota Kopenhagen.

    “Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi,” ungkap Flemming G. Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill.

    Baca: Rorotan Jadi Percontohan Pemilahan Sampah 100 Persen di Jakarta Utara

    Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2017 itu mampu mengolah sekitar 440.000 hingga 610.000 ton sampah setiap tahun. Dari proses tersebut, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas.

    Adapun limbah makanan yang diolah di fasilitas terpisah dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas bagi kebutuhan masyarakat.

    Kunjungan itu bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mempelajari sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

    “Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal,” ujar Rano.

    Diakuinya, pengelolaan sampah di Copen Hill menunjukkan fasilitas lingkungan dapat dibangun secara modern, efisien, sekaligus terbuka bagi publik.

    “Menariknya, kawasan itu dirancang ramah bagi masyarakat dengan memiliki area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput sehingga menggugurkan anggapan fasilitas lingkungan sebagai tempat yang tertutup dan kumuh,” beber Rano.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta Wajibkan Warga Memilah Sampah Rumah Tangga Menjadi Empat Kategori

  • Perubahan Iklim dan Pengaruh ‘Runfluencer’ Mengancam Hobi Lari

    Perubahan Iklim dan Pengaruh ‘Runfluencer’ Mengancam Hobi Lari

     

    7cloud.asia – Kamu tidak salah jika merasa belakangan makin banyak orang menggandrungi olahraga lari (secara fisik maupun digital). Selama 20232025, lari jadi aktivitas yang paling banyak diunggah di aplikasi olahraga Strava.

    Lari merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang paling mudah dilakukan, secara mandiri maupun bersama teman. Selain cuma butuh perlengkapan minimal, lari tidak bergantung pada fasilitas pelatihan khusus. Kita hanya perlu mengikat tali sepatu dan mulai berlari.

    Namun, praktik lari yang tampak sederhana ini ternyata berkaitan erat dengan dinamika lingkungan yang kompleks. Peningkatan suhu global dan polusi udara membuat aktivitas lari memberatkan fisik sekaligus membahayakan.

    Belum lagi, sebagian perangkat digital yang diandalkan banyak pelari juga membawa dampak lingkungan tersendiri.

    Laporan Tren Strava tahun 2023 mengungkap sebanyak 75 persen pelari menyatakan panas ekstrem memengaruhi rencana mereka berolahraga.

    Sementara itu, kualitas udara yang buruk berdampak pada 27 persen atlet lainnya. Saat ini kita menghadapi kenyataan bahwa peningkatan suhu bumi membuat aktivitas lari kian sulit diakses dan kurang aman untuk dilakukan.

    Tantangan lainnya adalah pengaruh para runfluencer (influencer di bidang lari), tren fesyen lari, hingga kemunculan berbagai produk yang diklaim dapat membantu pelari menghadapi cuaca panas. Semua ini menunjukkan ironi yang rumit antara budaya lari, perubahan iklim, dan budaya konsumsi kita.


     

    Hobi dapat menghadirkan kegembiraan, kesejahteraan, sekaligus ketenangan di tengah hiruk-pikuk keseharian kita. Namun sayangnya masih banyak dari kita yang belum memilikinya. Jika kamu sudah siap mengganti kebiasaan menatap layar dengan menyulam, atau meninggalkan budaya kerja berlebih demi berkebun, The Hobby Starter Kit (sebuah seri terbaru dari Quarter Life) hadir untuk membantumu memulainya.


    Bahaya cuaca panas

    Berlari di tengah cuaca panas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas berlebih, termasuk heat stroke dan gagal ginjal akut. Hal ini terjadi karena kegagalan sistem pendinginan tubuh dan dehidrasi akibat stres panas selama berolahraga.

    Bagi mereka yang berambisi memecahkan rekor pribadi, suhu panas justru menurunkan performa lari. Analisis data balapan Strava menunjukkan rata-rata waktu finis di New York City Marathon tahun 2022 melambat 12 menit. Pada tahun 2022, suhu mencapai 23°C dengan kelembapan tinggi, dibandingkan tahun 2021 ketika suhu berada di kisaran 13°C.

    Ini baru sebagian kecil dari risiko berlari di musim panas. Selain paparan panas ekstrem, keamanan berlari di musim panas juga terancam oleh kabut asap dan buruknya kualitas udara

    Pengaruh runfluencer

    Tidak hanya krisis iklim yang memengaruhi rutinitas lari harian kita. Pergeseran tren budaya lari juga mengubah bagaimana cara kita berlari.

    Saat para pelari mencoba beradaptasi dengan suhu yang kian panas, buruknya kualitas udara, serta musim panas yang dipenuhi kabut asap, tekanan untuk membeli produk baru, melacak data, dan melakukan optimasi justru semakin meningkat.

    Tak sedikit dari kita mungkin telah menyadari munculnya iklan tertarget dan konten bersponsor dari para runfluencer. Mereka kerap mempromosikan produk serta aplikasi lari terbaru, salah satunya adalah Runna. Aplikasi olahraga asal Inggris ini dikenal lewat program latihan personal dan fitur pengatur kecepatan berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Sejak tahun 2022, keberadaan Runna di dunia digital melonjak secara signifikan hingga akhirnya diakuisisi Strava April tahun lalu.

    Aplikasi seperti ini memang dapat membantu memberikan struktur latihan dan persiapan kompetisi. Namun, teknologi tersebut juga menuai kritik dari para ahli yang menaruh perhatian pada intensitas program latihan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tak jarang menyebabkan cedera karena memforsir beban latihan.

    Pihak Runna berkilah mereka tidak menggunakan AI untuk membuat rencana latihan, melainkan untuk memantau kemajuan pelari sepanjang program tersebut berlangsung.

    Meski efisien dan personal, aplikasi seperti ini merupakan bagian dari infrastruktur digital yang memiliki dampak lingkungan tersendiri.

    Penggunaan pelacak GPS, pengunggahan data secara terus-menerus, penyimpanan berbasis cloud, hingga analisis berbasis AI, semuanya bergantung pada pusat data yang sangat boros energi.

    Di luar penggunaan aplikasi, para runfluencer juga memanfaatkan platform digital untuk membagikan standar estetika lari, mulai dari sepatu, tren mode lari terkini, hingga pakaian.

    Hal tersebut pada akhirnya mendorong budaya yang menormalkan konsumsi berlebihan. Fenomena ini juga meningkatkan dampak lingkungan secara drastis—yang membuat lari jadi terasa kurang menarik dan semakin tak terjangkau. 

    Menjaga keselamatan saat berlari

    Jika bisa memilih, pilihlah jadwal latihan dan event lari saat udara tidak terlalu panas bersuhu 2-13°C. Langkah ini bijaksana ketimbang memaksakan diri yang penuh risiko.

    Sebagai contoh, bulan Mei ini Indonesia diperkirakan akan memasuki musim kemarau dan beberapa wilayah akan menghadapi cuaca panas ekstrem. Kamu bisa memantau perkembangan perkiraan cuaca untuk rencana berlatih dan race yang lebih aman bagi tubuh.

    Selain itu, dengarkan sinyal dari tubuh sendiri, cari saran dari pelatih manusia, serta pilih perlengkapan yang tahan lama daripada sekadar mengikuti tren mode terbaru.

    Hindari pula konsumsi berlebihan terhadap produk maupun program yang sebenarnya tidak diperlukan. Karena sejatinya kita tidak memerlukan banyak perlengkapan maupun aplikasi untuk berlari.

    Wawasan ini penting sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya lari toksik yang menganggap bahwa hidup sehat berarti harus mencetak target baru, terus-menerus beli perlengkapan baru, dan pamer pencapaian di aplikasi olahraga. Ini sangat krusial di tengah kondisi perubahan iklim yang membuat olahraga ini semakin rentan.

    Adinda Ghinashalsabilla Salman menerjemahkan artikel ini dari Bahasa Inggris

    Madeleine Orr, Assistant Professor, Sport Ecology, University of Toronto dan Caitlin Felteau-McInnis, PhD Student, Faculty of Kinesiology, University of Toronto

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Bandung

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Bandung

    7cloud.asia – Sebagian besar kota di Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Selasa (19/05/2026). Diantaranya Kota Bandung.

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Pangkal Pinang, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya.

    Selain itu, Kota Denpasar, Mataram, Kupang, Palu, Gorontalo, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Samarinda. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Palembang, Bandar Lampung, Palangkaraya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Manado dan Nabire,

    Untuk seluruh wilayah Jakarta, BMKG memprakirakan cuaca pada pagi hari cerah dan berawan. Potensi hujan berintensitas ringan terjadi pada siang dan sore hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedangkan malamnya cuaca diprediksi berawan hingga hujan berintensitas ringan.  

  • Layanan Kesehatan untuk Kelompok Disabilitas: HWDI Desak BPOM Integrasikan Perspektif GEDSI dan Standardisasi Kemasan Obat Inklusif

    Layanan Kesehatan untuk Kelompok Disabilitas: HWDI Desak BPOM Integrasikan Perspektif GEDSI dan Standardisasi Kemasan Obat Inklusif

    7cloud.asia – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) memberikan sejumlah catatan kritis dan rekomendasi konkret agar komitmen layanan kesehatan yang iklunsif mewujud nyata dalam alur birokrasi maupun produk akhir yang beredar di masyarakat. 

    HWDI menekankan pentingnya adopsi perspektif GEDSI (Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion) serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas secara komprehensif

    Catatan ini disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Direktorat Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI) BPOM, Jakarta beberapa waktu lalu.

    Dalam kesempatan itu, Ketua II Bidang Advokasi & Peningkatan Kesadaran HWDI, Rina Prasarani, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif BPOM yang telah menempatkan kata “Inklusif” sebagai pilar utama pelayanan.

    “Hak atas kesehatan dan jaminan keamanan konsumsi obat adalah hak konstitusional bagi setiap warga negara, termasuk bagi sekitar 22,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia,” tegas Rina dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, Senin (18/5/2026).

    Rina menambahkan, pelayanan publik yang prima tidak hanya dinilai dari seberapa cepat sistem digital bekerja, melainkan dari sejauh mana sistem tersebut mampu merangkul dan mengakomodasi kelompok yang paling rentan

    HWDI menyoroti empat pilar ragam disabilitas berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang memiliki hambatan spesifik terhadap akses obat-obatan.

    Pertama, disabilitas Fisik Menghadapi hambatan mobilitas pada fasilitas gedung serta kesulitan motorik halus saat membuka kemasan obat (seperti blister atau penutup botol tradisional).

    Kedua, disabilitas Sensorik (Netra dan Rungu mengalami hambatan total dalam mengakses informasi visual produk (dosis, tanggal kedaluwarsa, efek samping) maupun hambatan komunikasi audio.

    Sementara disabilitas Intelektual Kesulitan memahami petunjuk penggunaan obat akibat penggunaan istilah medis yang terlalu teknis.

    Dan terakhir, disabilitas mental membutuhkan penyampaian informasi yang stabil, menenangkan, dan mudah dicerna untuk menghindari kecemasan atau salah konsumsi.

    Untuk mengurai hambatan-hambatan tersebut, HWDI mendesak Direktorat Registrasi Obat BPOM melakukan transformasi standar pelayanan pada dua ranah utama

    ”Pertama, Standardisasi Pelayanan Publik Internal BPOM HWDI mendorong peningkatan kapasitas seluruh SDM pelayanan (frontliner dan helpdesk) mengenai etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas,” jelas Rina.

    Selain itu, kata Rina, BPOM wajib menyediakan kanal konsultasi dan pengaduan yang aksesibel (seperti layanan berbasis teks yang responsif untuk tuli).

    HWDI juga menekankan pentingnya dokumen panduan regulasi digital yang ramah bagi perangkat pembaca layar (screen-reader friendly), serta mengoptimalkan fasilitas fisik penunjang yang responsif gender dan disabilitas (ruang laktasi, guiding block, toilet aksesibel).

    Kedua, Standardisasi Produk melalui Regulasi Kemasan Inklusif (Universal Design)BPOM didorong untuk mewajibkan atau memberikan insentif jalur registrasi prioritas bagi industri farmasi yang menerapkan desain kemasan inklusif.

    Rekomendasi mencakup pencantuman huruf Braille atau penanda taktil minimal pada kemasan luar, penggunaan tipografi dengan kontras warna yang tinggi, identifikasi visual pembeda jenis obat guna mencegah fatalitas salah konsumsi, serta mekanisme penutup kemasan yang mudah dibuka (low-force).

    HWDI juga mendorong penyediaan akses informasi multi-modal melalui integrasi QR Code/NaviLens pada kemasan serta piktogram sederhana untuk disabilitas intelektual.

    Menutup tanggapannya, HWDI menegaskan prinsip universal gerakan disabilitas global: “Nothing About Us Without Us” (Tidak ada hal tentang kami, tanpa melibatkan kami).

    “Adopsi standar inklusif ini bukan lagi sekadar masalah kepedulian sosial, melainkan prasyarat mutlak bagi industri farmasi nasional untuk memiliki daya saing yang setara di pasar global,” pungkas Rina.

  • Meski Dibutuhkan, Perkembangan Nestlé Indonesia Waste Station Tergolong Lambat

    Meski Dibutuhkan, Perkembangan Nestlé Indonesia Waste Station Tergolong Lambat

    7cloud.asia – Nestle Indonesia mendorong pengelolaan sampah rumah tangga di masyarakat dengan menempatkan waste station di minimarket yang memudahkan masyarakat menyetor sampah anorganik.

    Melalui kolaborasi dengan Alfamart yang memiliki jaringan ritel luas dan dekat dengan area permukiman, Nestlé Indonesia Waste Station dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam membangun kebiasaan bijak kelola sampah dari rumah di jaringan ritel Alfamart di Jakarta, Bandung, dan Bali.

    Inisiatif ini diluncurkan pada 2024 dan dioperasikan oleh Rekosistem selaku waste management partner Nestlé Indonesia.

    Meski sudah berjalan sejak Oktober 2024, saat ini tercatat baru 15 fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station yang telah dihadirkan perusahaan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

    Dengan sistem ini pengguna dapat menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah dan dibersihkan, melakukan registrasi melalui pemindaian QR code, serta memperoleh poin berdasarkan jenis dan jumlah sampah yang disetorkan.

    Baca: Nestle Sediakan Fasilitas Waste Station di 10 Titik

    Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan voucher belanja, sehingga memberikan insentif nyata untuk mendorong partisipasi secara konsisten.

    Melalui Nestlé Indonesia Waste Station, kami ingin mendorong peran aktif industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

    ”Diharapkan langkah ini memberikan dampak nyata yang bermakna bagi lingkungan,” kata Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara dalam keterangan pers Senin (18/5/2026).

    Sementara pihak Alfamart mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah yang mudah diakses masyarakat

    “Sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” kata Property and Development Director Alfamart Hans Harischandra.

    Baca: Agar Reuse, Reduce dan Recycle Sampah Anorganik Nggak Sekadar Slogan

    “Melalui Waste Station yang terintegrasi dengan aktivitas belanja sehari-hari, kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen, di mana berbelanja tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan,” imbuhnya.

    Pendekatan yang mengintegrasikan kemudahan akses, sistem digital yang terhubung, serta insentif bagi konsumen ini menjadi bagian dari strategi Nestlé dalam mendorong perubahan perilaku konsumen.

    Hal ini sejalan dengan pilar Packaging Sustainability, khususnya dalam mendorong Rethinking Behaviour yang memastikan adanya perubahan kebiasaan di tingkat masyarakat.

    Secara kumulatif, Nestlé Indonesia Waste Station telah berhasil mendukung penyerapan lebih dari 244.000 kilogram sampah per awal 2026.

    Inisiatif ini juga mendukung implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

    “Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya,” kata Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup Ujang Solihin Sidik.

  • Jepang Akui Khawatirkan Efektivitas PBB dalam Mengatasi Krisis Internasional

    Jepang Akui Khawatirkan Efektivitas PBB dalam Mengatasi Krisis Internasional

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menanggapi krisis internasional.

    Dalam rapat komite terkait di majelis tinggi parlemen Jepang, Senin (18/5/2026) Motegi ditanya tentang pendanaan PBB dan organisasi internasional, serta fungsi keamanan apa yang mereka dukung.

    “Memang, ada pertanyaan yang diajukan tentang apakah PBB memiliki kapasitas yang cukup untuk menanggapi berbagai tantangan internasional,” katanya menanggapi hal tersebut.

    “Secara khusus terkait dengan Dewan Keamanan PBB, ada indikasi bahwa kemampuannya menurun dalam mencegah dan menyelesaikan konflik,” imbuhnya.

    Baca: Amerika Serikat Mundur dari 66 Organisasi Internasional

    Motegi menambahkan bahwa 51 negara terlibat dalam pendirian PBB, sedangkan organisasi tersebut saat ini telah menyatukan lebih dari 190 negara.

    Dalam hal ini, sejumlah pertanyaan semakin lantang diajukan terkait apakah Dewan Keamanan PBB saat ini mencerminkan keadaan yang sebenarnya dari komunitas internasional, katanya.

    Motegi menambahkan bahwa Tokyo akan terus mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB dan berpartisipasi dalam upaya memperkuat kerja sama multilateral.

    Sebelumnya pemerintah China menyatakan akan tetap mendukung peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan multilateralisme meski AS mundur dari 66 organisasi internasional dan badan di bawah PBB.

    “Tidak peduli bagaimana situasi berkembang, China akan tetap berkomitmen pada multilateralisme, mendukung peran sentral PBB dalam urusan internasional, dan bekerja sama dengan komunitas internasional lainnya untuk membangun sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing Kamis (8/1/2026).

    Sumber: Antaranews.com/Kyodo-OANA

  • Komisi X DPR: Pelaksanaan TKA Harus Dukung Peminatan Siswa

    Komisi X DPR: Pelaksanaan TKA Harus Dukung Peminatan Siswa

    7cloud.asia – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) diusulkan agar tidak hanya berfokus pada penambahan mata pelajaran, tetapi juga memasukkan tes minat bakat dan kecerdasan emosional (EQ) bagi siswa sejak jenjang SMP.

    Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati mengatakan, penerapan TKA perlu mempertimbangkan kondisi dan kualitas pendidikan di setiap daerah yang berbeda-beda.

    Apalagi, menurutnya, standar penilaian tidak dapat disamaratakan antara daerah tertinggal dan daerah maju. “Berbicara mengenai TKA ini, tentu kita tidak bisa menyamakan daerah satu dengan daerah lain.

    ”Mungkin perlu dipikirkan soal grid-nya. Di daerah yang sangat tertinggal dengan daerah maju, pasti kemampuannya berbeda berikut dengan segala fasilitasnya,” ujar My Esti dalam Rapat Kerja Komisi X DPR bersama Kemendikdasmen di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, (19/5/2025).

    Baca: Kontroversi Penerapan Jurusan di SMA, Pengamat Sebut ‘Siswa Jadi Kelinci Percobaan’

    Ia menjelaskan, saat ini TKA terdiri atas dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika untuk jenjang SD maupun SMP.

    Namun, ia mengingatkan evaluasi ke depan perlu diarahkan pada pemetaan minat dan bakat siswa, bukan justru menambah beban mata pelajaran.

    Di sisi lain, My Esti menyoroti beban pelajaran di SMA kelas 10 yang masih mengharuskan seluruh siswa mempelajari mata pelajaran sains seperti Fisika, Kimia, Biologi, hingga materi Trigonometri dan Geometri.

    Padahal tidak seluruh mata pelajaran tersebut relevan dengan jurusan yang dipilih siswa. Pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika sampai sinus, kosinus itu tidak akan digunakan anak-anak yang jurusan Bahasa atau IPS.

    “Itu masih sangat berat karena harus mempelajari sekian banyak mata pelajaran,” katanya.

    Baca: Kemendikdasmen Kembali Berlakukan Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa 

    Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah menambahkan tes EQ dan tes minat bakat pada jenjang SMP sebagai dasar penjurusan siswa saat memasuki SMA.

    “Tidak perlu ditambah mata pelajarannya yang SMP, tetapi ditambah tes EQ ataupun tes minat bakat. Sehingga nanti ketika masuk SMA mulai kelas 10, itu sudah sesuai dengan jurusan minat bakat dan EQ-nya,” tegasnya.

    Menurut My Esti, langkah tersebut akan membuat proses pembelajaran di SMA lebih efektif karena siswa dapat langsung fokus pada bidang yang sesuai dengan potensi dan ketertarikannya.

    “Tidak semua belajar Fisika, Kimia, Biologi. Tidak semua bicara detail yang kemudian tidak digunakan di kelas 11 dan 12,” pungkas politisi PDI-Perjuangan itu.