Komisi X DPR: Pelaksanaan TKA Harus Dukung Peminatan Siswa

Written by

in

7cloud.asia – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) diusulkan agar tidak hanya berfokus pada penambahan mata pelajaran, tetapi juga memasukkan tes minat bakat dan kecerdasan emosional (EQ) bagi siswa sejak jenjang SMP.

Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati mengatakan, penerapan TKA perlu mempertimbangkan kondisi dan kualitas pendidikan di setiap daerah yang berbeda-beda.

Apalagi, menurutnya, standar penilaian tidak dapat disamaratakan antara daerah tertinggal dan daerah maju. “Berbicara mengenai TKA ini, tentu kita tidak bisa menyamakan daerah satu dengan daerah lain.

”Mungkin perlu dipikirkan soal grid-nya. Di daerah yang sangat tertinggal dengan daerah maju, pasti kemampuannya berbeda berikut dengan segala fasilitasnya,” ujar My Esti dalam Rapat Kerja Komisi X DPR bersama Kemendikdasmen di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, (19/5/2025).

Baca: Kontroversi Penerapan Jurusan di SMA, Pengamat Sebut ‘Siswa Jadi Kelinci Percobaan’

Ia menjelaskan, saat ini TKA terdiri atas dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika untuk jenjang SD maupun SMP.

Namun, ia mengingatkan evaluasi ke depan perlu diarahkan pada pemetaan minat dan bakat siswa, bukan justru menambah beban mata pelajaran.

Di sisi lain, My Esti menyoroti beban pelajaran di SMA kelas 10 yang masih mengharuskan seluruh siswa mempelajari mata pelajaran sains seperti Fisika, Kimia, Biologi, hingga materi Trigonometri dan Geometri.

Padahal tidak seluruh mata pelajaran tersebut relevan dengan jurusan yang dipilih siswa. Pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika sampai sinus, kosinus itu tidak akan digunakan anak-anak yang jurusan Bahasa atau IPS.

“Itu masih sangat berat karena harus mempelajari sekian banyak mata pelajaran,” katanya.

Baca: Kemendikdasmen Kembali Berlakukan Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa 

Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah menambahkan tes EQ dan tes minat bakat pada jenjang SMP sebagai dasar penjurusan siswa saat memasuki SMA.

“Tidak perlu ditambah mata pelajarannya yang SMP, tetapi ditambah tes EQ ataupun tes minat bakat. Sehingga nanti ketika masuk SMA mulai kelas 10, itu sudah sesuai dengan jurusan minat bakat dan EQ-nya,” tegasnya.

Menurut My Esti, langkah tersebut akan membuat proses pembelajaran di SMA lebih efektif karena siswa dapat langsung fokus pada bidang yang sesuai dengan potensi dan ketertarikannya.

“Tidak semua belajar Fisika, Kimia, Biologi. Tidak semua bicara detail yang kemudian tidak digunakan di kelas 11 dan 12,” pungkas politisi PDI-Perjuangan itu.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *