7cloud.asia – Nestle Indonesia mendorong pengelolaan sampah rumah tangga di masyarakat dengan menempatkan waste station di minimarket yang memudahkan masyarakat menyetor sampah anorganik.
Melalui kolaborasi dengan Alfamart yang memiliki jaringan ritel luas dan dekat dengan area permukiman, Nestlé Indonesia Waste Station dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam membangun kebiasaan bijak kelola sampah dari rumah di jaringan ritel Alfamart di Jakarta, Bandung, dan Bali.
Inisiatif ini diluncurkan pada 2024 dan dioperasikan oleh Rekosistem selaku waste management partner Nestlé Indonesia.
Meski sudah berjalan sejak Oktober 2024, saat ini tercatat baru 15 fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station yang telah dihadirkan perusahaan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.
Dengan sistem ini pengguna dapat menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah dan dibersihkan, melakukan registrasi melalui pemindaian QR code, serta memperoleh poin berdasarkan jenis dan jumlah sampah yang disetorkan.
Baca: Nestle Sediakan Fasilitas Waste Station di 10 Titik
Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan voucher belanja, sehingga memberikan insentif nyata untuk mendorong partisipasi secara konsisten.
Melalui Nestlé Indonesia Waste Station, kami ingin mendorong peran aktif industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
”Diharapkan langkah ini memberikan dampak nyata yang bermakna bagi lingkungan,” kata Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara dalam keterangan pers Senin (18/5/2026).
Sementara pihak Alfamart mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah yang mudah diakses masyarakat
“Sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” kata Property and Development Director Alfamart Hans Harischandra.
Baca: Agar Reuse, Reduce dan Recycle Sampah Anorganik Nggak Sekadar Slogan
“Melalui Waste Station yang terintegrasi dengan aktivitas belanja sehari-hari, kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen, di mana berbelanja tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan,” imbuhnya.
Pendekatan yang mengintegrasikan kemudahan akses, sistem digital yang terhubung, serta insentif bagi konsumen ini menjadi bagian dari strategi Nestlé dalam mendorong perubahan perilaku konsumen.
Hal ini sejalan dengan pilar Packaging Sustainability, khususnya dalam mendorong Rethinking Behaviour yang memastikan adanya perubahan kebiasaan di tingkat masyarakat.
Secara kumulatif, Nestlé Indonesia Waste Station telah berhasil mendukung penyerapan lebih dari 244.000 kilogram sampah per awal 2026.
Inisiatif ini juga mendukung implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya,” kata Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup Ujang Solihin Sidik.

Leave a Reply