7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menanggapi krisis internasional.
Dalam rapat komite terkait di majelis tinggi parlemen Jepang, Senin (18/5/2026) Motegi ditanya tentang pendanaan PBB dan organisasi internasional, serta fungsi keamanan apa yang mereka dukung.
“Memang, ada pertanyaan yang diajukan tentang apakah PBB memiliki kapasitas yang cukup untuk menanggapi berbagai tantangan internasional,” katanya menanggapi hal tersebut.
“Secara khusus terkait dengan Dewan Keamanan PBB, ada indikasi bahwa kemampuannya menurun dalam mencegah dan menyelesaikan konflik,” imbuhnya.
Baca: Amerika Serikat Mundur dari 66 Organisasi Internasional
Motegi menambahkan bahwa 51 negara terlibat dalam pendirian PBB, sedangkan organisasi tersebut saat ini telah menyatukan lebih dari 190 negara.
Dalam hal ini, sejumlah pertanyaan semakin lantang diajukan terkait apakah Dewan Keamanan PBB saat ini mencerminkan keadaan yang sebenarnya dari komunitas internasional, katanya.
Motegi menambahkan bahwa Tokyo akan terus mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB dan berpartisipasi dalam upaya memperkuat kerja sama multilateral.
Sebelumnya pemerintah China menyatakan akan tetap mendukung peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan multilateralisme meski AS mundur dari 66 organisasi internasional dan badan di bawah PBB.
“Tidak peduli bagaimana situasi berkembang, China akan tetap berkomitmen pada multilateralisme, mendukung peran sentral PBB dalam urusan internasional, dan bekerja sama dengan komunitas internasional lainnya untuk membangun sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing Kamis (8/1/2026).
Sumber: Antaranews.com/Kyodo-OANA

Leave a Reply