Blog

  • KLHK Gugat 22 Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan dengan Nilai Denda Rp 5,6 Triliun

    KLHK Gugat 22 Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan dengan Nilai Denda Rp 5,6 Triliun

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan telah menggugat 22 perusahaan penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terhitung sejak tahun 2015 sampai 2023.

    Gugatan terhadap perusahaan penyebab kebakaran hutan dan lahan itu  diungkapkan Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Rasio Ridho Sani di Jakarta, Jumat (18/8/2023)

    “(Terkait kebakaran hutan) Sebanyak 22 korporasi tergugat perdata, baik terkait dengan ganti rugi atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan maupun tindakan-tindakan tertentu, khususnya pemulihan lahan,” ujarnya seperti dikutip Antaranews.com

    Baca: Kebakaran hutan mulai sering terjadi

    Rasio menjelaskan dari 22 perusahaan yang digugat terkait kebakaran hutan itu, sebanyak 14 perusahaan telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht van gewijsde dengan total nilai putusan sebesar Rp5,60 triliun.

    Sebanyak 14 perusahaan itu terdiri atas tujuh perusahaan proses eksekusi sebesar Rp3,05 triliun dan tujuh perusahaan persiapan eksekusi sebesar Rp2,55 triliun.

    Pihak pengadilan telah mengabulkan gugatan, sehingga KLHK mempunyai keputusan tetap dan siap melakukan proses eksekusi terhadap 14 perusahaan penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tersebut.

    Baca: Antisipasi kebakaran hutan, BPBD Riau ajukan anggaran beli helikopter

    Tujuh perusahaan proses eksekusi tersebut, adalah

    1. PT Waringin Agro Jaya di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan nilai putusan Rp466,46 miliar,

    2. PT Ricky Kurniawan Kertapersada di Muaro Jambi, Provinsi Jambi dengan nilai total Rp191,80 miliar;

    3. PT Palmina Utama di Banjar, Kalimantan Selatan dengan nilai total Rp22,29 miliar.

    4. PT Jatim Jaya Perkasa di Rokan Hilir, Riau dengan nilai total putusan Rp491,02 miliar,

    5. PT Kallista Alam di Nagan Raya, Aceh dengan nilai total Rp366,06 miliar,

    6. PT Surya Panen Subur di Nagan Raya, Aceh dengan nilai total Rp439,01 miliar, 

    7. PT Nasional Sago Prima di Meranti, Riau dengan nilai total sebesar Rp1,07 triliun.

    Baca: Perubahan iklim membuat kemarau semakin kering

    Adapun tujuh perusahaan persiapan eksekusi adalah

    1. PT Agro Tumbuh Gemilang Abadi di Tanjung Jabung Timur, Jambi dengan nilai putusan Rp590,54 miliar,

    2. PT Rambang Agro Jaya di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan nilai total Rp199,56 miliar,

    3. PT Arjuna Utama Sawit dengan nilai total Rp342,97 miliar,

    4. PT Kalimantan Lestari Mandiri di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dengan nilai total Rp299,95 miliar.

    5. PT Kaswari Unggul di Tanjung Jabung Timur, Jambi dengan nilai total putusan Rp25,61 miliar;

    6. PT Kumai Sentosa di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dengan nilai total Rp175,18 miliar, dan

    7. PT Rafi Kamajaya Abadi di Melawai, Kalimantan Barat dengan nilai total sebanyak RP920,01 miliar.

    Baca: Antisipasi kekeringan DKI Jakarta tambah instalasi air

    Rasio mengungkapkan dari tujuh perusahaan dalam proses eksekusi, ada dua perusahaan diantaranya telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan ganti rugi dan tindakan pemulihan lingkungan hidup sesuai dengan putusan pengadilan.

    Kedua perusahaan itu adalah PT Kallista Alam (KA) dan Surya Panen Subur (SPS) yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

    “Kami sedang memproses eksekusi terhadap dua perusahaan itu,” kata Rasio.

    KLHK terus melakukan pemantauan terhadap titik panas atau hotspot secara kontinyu sejak Januari sampai Agustus 2023.

    Baca: Mengenal fenomena alam El Nino dan dampaknya pada lingkungan

    Kegiatan pemantauan itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

    KLHK telah mengirimkan 99 surat peringatan kepada perusahaan yang terindikasi ada titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 79 persen.

    “Tim kami bekerja 24 jam memonitor melalui satelit lokasi-lokasi mana saja yang ada titik panas, khususnya berada di lahan konsesi,” kata Rasio.

    Sumber: Antaranews.com

  • Dear Anak Muda, Tunggakan Cicilan Utang di Paylater Bisa Hambat Pengajuan KPR

    Dear Anak Muda, Tunggakan Cicilan Utang di Paylater Bisa Hambat Pengajuan KPR

    7cloud.asia – Buat kamu anak muda yang suka utang di PayLater, mulai sekarang kudu lebih bijak dalam mengelola keuangan kamu.

    Pasalnya, tunggakan cicilan utang di PayLater membuat banyak anak muda menjadi tidak bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, tunggakan cicilan utang PayLater sudah jadi masalah serius.

    “PayLater ini sudah nyata banget. Beberapa bank kemarin mengeluhkan ke kami, anak- anak muda banyak yang harusnya ngajuin KPR rumah pertama, tapi nggak bisa karena ada utang di PayLater. Itu kadang Rp300 ribu, Rp400 ribu, kemudian jelek kan kredit score-nya,” ujar Kiki, Jumat (18/8/2023).

    Baca: Harga rumah terus naik, bagaimana kans anak muda miliki hunian

    Saat ini, layanan utang online PayLater sudah tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau dulunya bernama BI Checking.

    Sehingga apabila terdapat tunggakan utang di Paylater akan mempengaruhi kredit scoring individu yang bersangkutan.

    Kiki mengingatkan kepada generasi muda untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait keuangan mereka, terutama saat memutusakan ambil utang sekalipun itu di PayLater

    Hal ini karena maraknya kasus yang menjerat anak muda terkait dengan pinjaman online (pinjol) dan sejenisnya sepanjang tahun 2023.

    Baca: Alternatif pembiayaan rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah

    “Anak muda itu harus hati-hati. Masa depannya bisa terganggu kalau dari sekarang mereka nggak hati-hati dalam mengelola uang, dalam ngambil utang kayak gitu,” ujar Kiki.

    Kiki menyarankan kepada anak muda untuk menggunakan berbagai layanan yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) sesuai dengan kebutuhan .

    “Harus paham produk dan jasa keuangan. Gunakan apa yang tepat sesuai dengan kebutuhanmu. Jangan besar pasak daripada tiang, jangan terjerat,” ujar Kiki.

    Sebagai informasi, sejak Januari- Juli 2023, OJK telah menerima 169.601 permintaan layanan, termasuk 12.175 pengaduan.

    Baca: Utang Indonesia capat Rp 7.848,88 triliun

    Dari angka tersebut 36 pengaduan berindikasi pelanggaran, dan 1.187 sengketa yang masuk dalam Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

    Dari pengaduan tersebut, sebanyak 5.656 merupakan pengaduan sektor perbankan, 2.913 pengaduan industri financial technology (fintech), 2.379 pengaduan industri perusahaan pembiayaan.

    Sedangkan 1.008 pengaduan industri asuransi, serta sisanya merupakan layanan sektor pasar modal dan IKNB lainnya.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Kampanye Simpatik Ganjar Pranowo hingga Polusi Udara Jakarta

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Kampanye Simpatik Ganjar Pranowo hingga Polusi Udara Jakarta

    7cloud.asia – Kampanye simpatik capres yang diusung PDI Perjuangan dan polusi udara di Jakarta menjadi perhatian publik dalam sepekan ini sehingga menjaid berita terpopuler di 7cloud.asia.

    Berikut lima berita terpopuler dalam sepekan terakhir, dimulai dari kampanye simpatik Ganjar Pranowo.

    1. Kampanye Simpatik Ganjar Pranowo tuai apresiasi

    Tidak menampilkan foto capres dengan tangan mengepal atau ekspresi wajah yang formal, baliho capres Ganjar Pranowoini tampil lebih soft.

    Baliho yang ditemukan di sejumlah kota itu menampilkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung PDIP sedang menghormat pada lukisan-lukisan pahlawan bangsa–dari Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, hingga dwitunggal Soekarno-Hatta dengan headline “Lanjutgan!”.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Petani Ciamis mulai rasakan dampak El Nino

    Lisnawati, petani padi di Dusun Batukurung, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Ciamis mengeluh panen padinya menurun akibat dampak El Nino.

    Pada musim panen bulan Juli lalu, ia hanya mampu memanen gabah kurang dari 2 ton dari 11 petak sawah yang ia miliki. Padahal biasanya hasil panennya
    mencapai 4 ton.

    Kondisi ini akibat adanya serangan hama tikus yang menggerogoti batang padi milik petani

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Bukan asap knalpot, sumber utama polusi udara di Jakarta adalah PLTU batubara

    Lembaga independen yang melakukan penelitian soal polusi udara, CREA, menyebutkan pencemaran lintas batas dari Provinsi Banten dan Jawa Barat merupakan kontributor utama polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Menurut CREA, kontributor polusi udara di Jakarta dan sekitarnya paling tinggi berasal dari sektor industri energi pembangkit listrik (PLTU batubara) dan manufaktur.

    Hingga saat ini, setidaknya ada 16 PLTU batubara yang berada tak jauh dari Jakarta yang diduga menjadi kontributor polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Merajut asa dari kerajinan bungkus kopi sachet

    Usia yang tak lagi muda tidak menghalangi Mak Oyoh untuk membuat kerajinan karpet, taplak, dll dari sampah bungkus kopi sachet.

    Dari bekas bungkus kopi sachet inilah pundi-pundinya mengalir untuk perempuan berumur 70 tahun warga desa Kawasen, Cimais Jawa Barat itu.

    Kepada 7cloud.asia sore itu, Mak Oyoh mengatakan ia mulai menekuni kerajinan dari bungkus kopi sachet ini sejak tiga  tahun lalu. Dari sana ia mendapat penghasilan Rp 500 ribu sebulan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Koalisi IBUKOTA desak pemerintah seriusi polusi udara di Jakarta

    Koalisi IBUKOTA mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengatasi masalah polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Terkait polusi udara di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) ini, pemerintah diminta tak lagi menunda tanggung jawab dengan menggunakan upaya hukum.

    Polusi udara mengakibatkan kualitas udara di Jabodetabek dan Bandung dalam beberapa bulan terakhir masuk kategori tidak sehat. Menurut data IQAir, sejak Mei lalu, Jakarta konsisten masuk 10 besar kota terpolusi di dunia. 

     

    Baca berita selengkapnya di sini

  • Atasi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Diminta Lakukan Razia Emisi ke Kawasan Industri

    Atasi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Diminta Lakukan Razia Emisi ke Kawasan Industri

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan untuk menyikapi polusi udara di Jakarta yang semakin parah. Selain WFH, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan razia emisi.

    Saat melakukan audiensi dengan DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/8/2023), anggota Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta segera melakukan razia emisi. 

    “Jadi razia emisi tidak hanya untuk kendaraan motor, tapi juga untuk pabrik-pabrik kawasan industri dan PLTU segera dirazia,” kata Ahmad.

    Baca Juga: Bukan Kendaraan, Sumber Polusi Udara di Jakarta adalah PLTU Batubara

    Menurut Ahmad, razia emisi ini terhadap pabrik-pabrik dan PLTU ini penting dilakukan karena sumber polusi di udara di Jakarta tak hanya bersumber dari asap knalpot tetapi juga dari sumber lainnya. 

    Ahmad berharap dengan demikian, ada langkah konkrit dalam menyikapi polusi udara  di Jakarta dan sekitarnya yang semakin parah. 

    Dalam kesempatan itu, Ketua DPR DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan pihaknya akan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH)

    “Mungkin saya sebagai pimpinan DPRD, mulai tanggal 21 nanti saya buat suatu
    kebijakan WFH untuk di kantor, karyawan, dan Sekretaris Dewan,” ujarnya di depan organisasi lingkungan yang hadir. 

    Baca Juga: Pengamat: Perlu Langkah Ekstrem untuk atasi Polusi Udara di Jakarta yang Sudah Ekstrem

    Menurut Prasetio, kebijakan WFH ini dibuat lantaran sektor transportasi yang turut menyumbang polusi udara.

    Karena itu, ia juga mengimbau kepada Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi
    Hartono untuk juga menerapkan WFH 50:50 kepada pegawainya pada
    21 Agustus 2023 hingga 21 Oktober mendatang. 

    Langkah ini kemudian dilanjutkan secara bertahap dengan memberikan WFH 75
    persen untuk seluruh instansi baik pemerintah maupun swasta pada 4-7 September mendatang.

    “Saya rasa sebagai wakil dari legislatif mengimbau kepada Pak Gubernur untuk
    mengambil satu keputusan ya, kita harus WFH,”  tuturnya.

    Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Makin Parah, Apa Kabar Pembatasan Kendaraan Bermotor?

    Rencananya dalam waktu dekat, pihaknya akan rapat dengan Sekda DKI Joko Agus Setyono untuk bisa merealisasikan kebijakan tersebut sekaligus untuk menjawab audiensi dengan sejumlah organisasi lingkungan.

    “Kita juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
    DKI Jakarta, KLHK, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan semuanya,” urainya.

    Pada kesempatan itu, politisi PDI Perjuangan ini mengimbau kepada masyarakat
    untuk memakai masker dan menggunakan transportasi umum saat berpergian.

    Bahkan Prasetio juga berencana naik transportasi umum.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Greenpeace: Presiden Jokowi Tak Singgung Isu Lingkungan dan Polusi Udara di Pidato Kenegaraan

    Greenpeace: Presiden Jokowi Tak Singgung Isu Lingkungan dan Polusi Udara di Pidato Kenegaraan

    7cloud.asia – Organisasi lingkungan Greenpeace menyayangkan, Presiden Joko Widodo tidak menyinggung isu lingkungan dan polusi udara dalan Pidato Kenegaraan yang disampaikan pada 16 Agustus 2023 lalu.

    Padahal menurut Greenpeace melihat Indonesia menghadapi masalah lingkungan yang serius. Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya yang menjadi sorotan dunia adalah contoh nyata.

    Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak mengatakan, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah masih belum selaras dengan ekonomi hijau atau ramah lingkungan yang selama ini didengungkan.

    Baca: Indonesia bisa wujudkan Indonesia Emas 2045

    Berikut isi lengkap pernyataan sikap Greenpeace terkait pidato kenegaraan Presiden Jokowi, sebagaimana dilansir di laman resmi mereka, greenpeace.org:

    “Di awal pidato, Presiden Joko Widodo menyinggung soal polusi budaya di tengah masyarakat Indonesia yang telah jauh dari budi pekerti dan keluhuran bangsa.

    Namun, Presiden luput menyebutkan polusi udara dan kebakaran hutan lahan yang saat ini mengancam kehidupan rakyat Indonesia.

    Pada beberapa minggu terakhir, Jakarta selalu menduduki peringkat atas kota paling berpolusi di dunia menurut data IQAir.

    Baca: Ketua MPR bilang presiden terpilih harus lanjutkan tongkat estafet dari Jokowi

    Bahkan menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Presiden menderita batuk-batuk belakangan ini yang diduga juga karena polusi udara.

    Bukan cuma warga Jakarta dan sekitarnya, warga di Kalimantan dan Sumatera di saat yang bersamaan juga terancam kesehatannya akibat udara kotor dari asap karhutla.

    Padahal Presiden sudah dua kali digugat soal polusi udara dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Satu karena asap karhutla di Kalimantan, dua karena udara Jakarta.

    Tapi polanya sama, Presiden dan para menterinya tidak menaati putusan pengadilan dan justru banding. Selalu lepas tanggung jawab soal polusi udara dan asap.

    Baca: Perlu langkah ekstrem untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Kabut asap dari polusi udara muncul di langit di atas kawasan bisnis di Jakarta. Kualitas udara semakin buruk akhir-akhir ini akibat tingginya polusi lalu lintas dan pembangkit listrik tenaga batu bara yang mengelilingi Jakarta.

    Presiden juga tidak menyinggung krisis yang mengancam peradaban manusia saat ini, yaitu krisis iklim. Padahal Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebesar 31,89% tahun 2030 dengan kemampuan sendiri.

    Namun, kebijakan politik yang dihasilkan bertentangan dengan komitmen tersebut.

    “Disahkannya revisi UU Minerba, UU Ciptaker, dominasi penggunaan batubara pada rencana kelistrikan nasional, pembukaan lahan untuk tambang nikel (hilirisasi industri), target peningkatan produksi minyak bumi 1 juta barel/hari pada 2030, justru menciptakan kebijakan yang semakin membawa negara ini rentan terhadap dampak krisis iklim,” papar Leonard Simanjuntak

    Baca: Polusi udara di Jakarta sangat parah, ini tuntutan Koalisi IBUKOTA

    Pada September 2022, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia berpotensi mengalami kerugian Rp 112,2 triliun akibat krisis iklim pada 2023.

    Bank Indonesia juga memprediksi ekonomi dunia bisa susut 11-14 persen dalam 5 dekade jika negara-negara abai pada krisis iklim.

    Pada pidatonya, Presiden mengatakan bahwa ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai window of opportunity bagi Indonesia untuk sebaik-baiknya memanfaatkan sumber daya alam, energi baru dan terbarukan.

    Padahal Indonesia masih terseok-seok dalam pengembangan energi terbarukan. Mengacu pada data pemerintah, porsi energi terbarukan baru mencapai 11.5% pada 2021, sementara targetnya 23% pada 2025.

    Baca: Perdagangan karbon ditataulang demi maksimalkan pendapatan Negara

    Selain itu, payung hukum utama transisi energi yaitu RUU EBT masih hilang arah karena memasukkan turunan batu bara sebagai jenis energi baru dan terbarukan.

    Kemudian Presiden juga menggadang-gadang bahwa investasi hilirisasi nikel 43 pabrik pengolahan nikel mampu membuka luas lapangan pekerjaan, dan menjadi komoditas baru yang bisa menggerakkan perekonomian tanah air.

    Nyatanya, kualitas nikel yang dihasilkan oleh Indonesia tidak bisa langsung diolah menjadi baterai.

    Menurut ekonom Faisal Basri, sebesar 90% hasil hilirisasi nikel dalam negeri justru lari ke Cina, sedangkan Indonesia hanya mendapatkan 10%.

    Baca: Terdampak perubahan iklim, Indonesia bisa dapatkan dana loss and damage

    Hilirisasi nikel juga mendorong deforestasi masif di Indonesia timur, hal ini membuktikan bahwa model pembangunan ekonomi Indonesia masih akan mengandalkan industri ekstraktif.

    Ini tidak selaras dengan cita-cita pembangunan berbasis ekonomi hijau yang juga disinggung Presiden dalam pidato kenegaraannya.

  • Pemprov DKI Jakarta Akan Tambah 800 Ruang Terbuka Hijau untuk Atasi Polusi Udara

    Pemprov DKI Jakarta Akan Tambah 800 Ruang Terbuka Hijau untuk Atasi Polusi Udara

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah 800 titik ruang terbuka hijau (RTH) guna mengatasi polusi udara yang sudah mengkhawatirkan.

    Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) ini untuk tahap pertama akan dilakukan di setiap kelurahan di seluruh Kota.

    “DKI Jakarta juga menambah ruang terbuka hijau (RTH) sekitar 800-an titik. Jadi, tahap pertama itu 256 titik di tiap kelurahan, kemudian itu terus berlanjut,” jelas Budi usai kegiatan penanaman pohon di kolong Tol Becakayu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (19/08/2023).

    Baca: Ini kiat Kota Surabaya jadi kota dengan udara terbersih

    Sejak bulan Juli, lanjut Heru, pihaknya konsisten menanam pohon untuk menghijaukan Jakarta. Hal sekaligus upaya menambah ruang terbuka hijau (RTH)

    Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, sebanyak 25.000 pohon setinggi tiga meter telah ditanam, seperti Ketapang Cendana dan Tabebuya.

    Di Kolong Tol Becakayu ini Pemprov DKI Jakarta menanam 1000 pohon Ketapang Kencana di kolong Tol Becakayu sepanjang 4,2 kilometer. Penanaman pohon ini bekerjasama dengan pihak swasta yaitu Maybank.

    Baca: Tiga kota di Indonesia masuk sebagai kota ramah lingkungan

    Pada kesempatan itu, Heru juga menjelaskan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta perlu kerjasama yang masif dari semua pihak.

    Karena itu ia mengimbau seluruh stakeholder yang ada di Jakarta untuk ikut mengampanyekan gerakan memperbaiki kualitas udara.

    “Khusus di kawasan Tol Becakayu, ada penghijauan yang dilakukan sepanjang 5,2 kilometer yang sudah dan akan terus dilakukan. Jadi, bisa dihitung bahwa kita sudah menyumbang nilai positif untuk menurunkan suhu. Karena, sudah banyak pohon yang kita tanam di sini,” papar Heru.

    Baca: Lokasi CFD di Jakarta yang tersebar di lima wilayah

    Sebelum ditanam pohon Ketapang, kawasan kolong Tol Becakayu juga telah ditanam tanaman produktif, seperti bayam, kangkung, cabai, dan sawi.

    “Dengan demikian, warga sekitar juga dapat memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut, selain dapat menurunkan suhu minimal dua derajat,” ujar Budi.

    Seperti diketahui polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan. Dalam beberapa bulan terakhir udara di Jakarta tergolong tidak sehat. Bahkan Jakarta termasuk sebagai kota terpolusi di dunia.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Ratusan Nama Gagal Masuk DCS di Pemilu 2024, Masukan Masyakarat Ditunggu Hingga 28 Agustus

    Ratusan Nama Gagal Masuk DCS di Pemilu 2024, Masukan Masyakarat Ditunggu Hingga 28 Agustus

    7cloud.asia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (18/8/2023) menetapkan 9.919 bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI untuk Pemilu 2024 memenuhi syarat dalam Daftar Calon Sementara (DCS).

    Pengumuman DCS ini disampaikan melalui konferensi pers yang dipimpin Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Anggota KPU Idham Holik, August Mellaz, Mochammad Afifuddin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat.

    “KPU Pusat pada hari ini, menetapkan Daftar Calon Sementara (DCS) untuk Anggota DPR RI dan juga untuk Anggota DPD dari 38 daerah pemilihan provinsi,” ujar Hasyim seperti dilansir di laman resmi KPU.

    Baca: Kampanye simpatik Ganjar Pranowo tuai apresiasi

    Selanjutnya, KPU akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan terkait nama-nama yang masuk dalam DCS Pemilu 2024 hingga 28 Agustus 2023 mendatang.

    Untuk DPR RI yang berasal dari 84 daerah pemilihan, sejak Sabtu 19-23 Agustus KPU akan mengumumkan kepada masyarakat secara luas kepada publik soal DCS tersebut.

    Pengumunan akan dilakukan melalui media yang ditentukan oleh KPU dan juga melalui laman-laman yang dimiliki oleh KPU dan juga media sosial KPU.

     

    Baca: Sejumlah kader PSI mundur demi dukung Ganjar Pranowo

    “Siapapun warga negara Indonesia yang berkepentingan, untuk membaca melihat mencermati siapa nama-nama bakal calon yang masuk dalam Daftar Calon Sementara,” imbuh Hasyim. 

    Hal yang sama juga dilakukan KPU provinsi dan KPU kab/kota yang juga menetapkan bacaleg DPRD provinsi dan DPRD kab/kotanya di 18 Agustus 2023 dan dilanjutkan dengan mengumumkan hingga 23 Agustus 2023.

    Sebanyak 9.919 DCS ini dipilih dari pengajuan oleh 18 partai politik pada 1-14 Mei 2023, dengan jumlah bacaleg yang diajukan sebanyak 10.323 orang.

    Baca: Jokowi tugaskan tujuh nama untuk menangkan Ganjar Pranowo

    Selanjutnya pada masa perbaikan, jumlahnya kemudian berkurang 127 baceleg sehingga jumlahnya menjadi 10.196 orang.

    Jumlahnya kemudian kembali berkurang 11 orang pada masa pencermatan rancangan DCS 6-11 Agustus 2023, menjadi 10.185 orang.

    “Dari 10.185 orang ini, yang memenuhi syarat hanya 9.919 orang bacaleg, yang nanti kami akan umumkan pada tanggal 19 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2023,” ungkap Idham.

    Baca: Golkar, PAN dan PKB resmi dukung Prabowo Soebianto

    Idham menyampaikan, dari 9.919 jumlah bacaleg yang memenuhi syarat di DCS, 37,11 persennya adalah perempuan. Dari total tersebut ada 6.245 bacaleg DPR laki-laki (62,89%) dan 3.674 jumlah bacaleg DPR perempuan.

    Pada pertemuan ini, Idham juga menyampaikan daftar bakal calon untuk DPD sebanyak 674 orang, dengan jumlah bakal calon DPD terbanyak 54 orang di Provinsi Jawa Barat, dan paling sedikit Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 8 orang.

    “Dari total 674 orang itu terdapat 134 bakal calon DPD perempuan (19,9 persen), laki-lakinya 540 orang (80,1 persen),” tutup Idham.

    Baca: Rocky Gerung hadapi 13 pengaduan ke polisi

  • Rasminah, Pahlawan Judicial Review UU Perkawinan Soal Perkawinan Anak Kini Berjuang Melawan Tumor Ganas

    Rasminah, Pahlawan Judicial Review UU Perkawinan Soal Perkawinan Anak Kini Berjuang Melawan Tumor Ganas

    7cloud.asia – Empat tahun lalu atau pada 2019, berkat perjuangan Rasminah, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan judicial review atau  permohonan uji materi UU Perkawinan Nomor 1/1974 soal usia kawin perempuan guna mencegah perkawinan anak.

    Dikabulkannya judicial review UU Perkawinan ini tak lepas dari perjuangan Rasminah dan dua perempuan korban perkawinan anak lainnya, dengan dibantu Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).

    Permohonan judicial review UU Perkawinan baru dikabulkan setelah diajukan untuk kedua kalinya dengan menjadikan Rasminah sebagai korban perkawinan anak, menjadi salah satu penggugat.

    Setelah perdebatan alot, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya sepakat untuk mengubah pasal soal batas minimal usia kawin perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun.

    Baca: Komnas Perempuan desak SEMA soal perkawinan besa agama dicabut

    Selepas revisi UU Perkawinan itu, semua elemen bergerak cepat melakukan beragam upaya untuk mencegah terus terjadinya perkawinan anak di bawah umur, lewat penyusunan kebijakan

    Termasuk di dalam kebijakan tersebut adalah strategi penurunan kekerasan terhadap anak dan pekerja anak, penguatan kelembagaan, penyediaan layanan hingga ke tingkat akar rumput, dan tentunya kampanye.

    Namun, setelah itu tidak ada yang tahu jika Rasminah kembali berjuang sendirian. Kali ini bukan untuk isu perkawinan anak, tetapi untuk hidupnya. Tepatnya untuk kesembuhannya.

    Rasminah, yang beberapa kali dipaksa kawin cerai sebelum menginjak usia 18 tahun, kini berjuang untuk sembuh dari tumor ganas yang bersarang di kaki kanannya.

    Baca: Krisis global mendorong perempuan menunda perkawinan

    Kaki kanan itu telah lumpuh karena digigit ular ketika ia bekerja di sawah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika Rasminah masih mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami kedua yang kemudian meninggalkannya.

    Menurut Darwini, aktivisi KPI Jawa Barat yang selalu mendampinginya,

    “Awalnya kakinya berdarah akibat terjatuh di rumah. Saran dokter, kakinya diamputasi sedikit karena posisi kaki rentan mengalami pendarahan akibat tulang yang menonjol. Setelah proses operasi selesai, ia harus kontrol ke RSUD setiap minggu.”

    Baca: Menguak ‘perang gender’ di Korea Selatan

    Pada masa pemulihan tersebut Rasminah menghubungi Darwini kembali dan mengatakan ada benjolan di bagian selangkangan atas.

    “Semula saya pikir efek dari operasi, tetapi ketika kami kontrol ke dokter dan diambil sampel dari benjolan itu, diketahui ada tumor ganas,” imbuh Darwini.

    Hal senada disampaikan Runata, suami terakhir Rasminah yang mendampinginya hingga saat ini.

    “Pas diambil sampel dan diketahui tumor ganas, langsung dirawat. Apalagi tumor itu diketahui menyebar. Kata dokter, banyak anak tumornya, tapi belum ketahuan ujungnya dari mana,” ujar Runata.

    Baca: Ini pandangan Komnas Perempuan soal Kontes Kecantikan

    Runata, yang kini merawat lima anak, termasuk dari perkawinan Rasminah sebelumnya, mengatakan sang istri sempat mengalami depresi.

    Dia berusaha melepas selang infus saat dirawat di rumah sakit dan berkikeras untuk pulang. Setelah dibujuk, akhirnya Rasminah bersedia dirawat.

    “Alhamdulillah akhirnya mau, mungkin karena lihat anak-anak. Jadi akhirnya mulai sembuh sedikit-sedikit…. Ini juga berkat bantuan Mbak Wini di KPI, dan Yayasan Selendang Perempuan,” papar Runata.

    Pihak rumah sakit menyarankan agar Rasminah dirawat intensif. Namun, mengingat keterbatasan biaya pengobatan yang ditanggung oleh BPJS, pihak keluarga memutuskan merawatnya di rumah.

    Baca: Penduduk Jepang menua, tenaga kerja asing kian dibutuhkan

    Hal ini, menurut Runata, karena yang ditanggung BPJS kan operasinya saja. Sementara perlu pampers (popok), juga obat-obatan lain yang harus dibeli sendiri.

    “Jumlahnya mungkin kecil bagi orang-orang, tapi mahal bagi kami. Jadi kami bawa pulang. Itu pun masih harus kontrol dan sinar (radioterapi.red). Tapi karena jauhnya perjalanan dari rumah sakit di Cirebon ke rumah kami di pelosok Indramayu, jadinya kami tinggal di rumah singgah,” ujar Runata.

    Rumah singgah yang dimaksudnya adalah rumah sewa yang disediakan KPI Jawa Barat untuk Rasminah bersama keluarga tinggal selama proses perawatan di luar rumah sakit.

    “Kami sewakan tempat untuk singgah selama menjalani radioterapi di RS Ciremai di Cirebon, supaya tidak pulang-pergi setiap hari dari Indramayu ke Cirebon. Kami juga menyewakan mobil untuk membawa Mbak Rasminah ke rumah sakit,” tambah Darwini.

    Baca: Penerapan UU TPKS terkendala ketiadaan aturan turunan

    Lebih jauh Darwini mengatakan sebenarnya Ketua DPRD Indramayu Saefuddin telah ikut membantu, baik sejak Rasminah berhasil menggolkan peningkatan usia di UU Perkawinan, maupun saat ia diserang tumor ganas.

    “Alhamdulillah kami punya Ketua DPRD yang sensitif, meskipun tidak cukup kuat untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah daerah (pemda). Pemda belum bergerak sama sekali,” ujarnya.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Warga Rusunawa Marunda Keluhkan Debu Batubara Picu Masalah Kesehatan

    Warga Rusunawa Marunda Keluhkan Debu Batubara Picu Masalah Kesehatan

    7cloud.asia – Dampak pengunaan batubara oleh industri sangat dirasakan warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara.

    Warga Rusunawa Marunda Blok D3 bernama Cecep Supriyadi (49) menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakrta tidak sigap mengatasi pencemaran akibat debu batubara ini.

    Akibat terpapar debu batubara, tidak sedikit warga Rusunawa Marunda di Jakarta, terjangkit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    “Iya, (ISPA) sudah jadi hal yang biasa. Artinya, secara enggak langsung kami terpaksa berdamai dengan debu dan polusi,” tutur Cecep seperti dikutip Kompas.com, Jumat (18/8/2023).

    Baca: Koalisi sipil minta Pemprov DKI lakukan razia emisi ke kawasan industri

    Cecep yang merupakan Biro Media dan Informasi Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (FMRM) itu mengungkit janji Pemprov DKI Jakarta sebelum merelokasi warga.

    “Kami dipindahkan, pada saat rumah kami digusur paksa dan harus direlokasi ke sini. Saat itu kami dijanjikan bahwa masyarakat dari Lodan akan diberikan tempat yang layak secara ekonomi, kesehatan,” kata Cecep.

    “Setelah sampai di sini, ya akhirnya berantakan. Sampai di sini, rumah-rumah kami malah dicemari oleh debu batubara,” lanjut dia. 

    Selain masalah kesehatan akibat debu batubara, Cecep mengatakan, warga juga menghadapi permasalahan ekonomi setelah direlokasi ke Rusunawa Marunda yang menjadi salah satu contoh hunian vertikal di Jakarta ini

    Baca: DPR minta industri yang cemari lingkungan ditindak tegas

    Dia mengatakan, tidak sedikit warga Rusunawa Marunda yang kehilangan pekerjaan karena lokasi rusunawa begitu jauh dari tempat tinggal sebelumnya.

    “Dari segi ekonomi yang tadinya mereka bekerja di daerah kota, kan kebanyakan pedagang tuh sudah pada punya lapak, tiba-tiba dipindahkan ke sini. Mau tidak mau, mengalah mereka,” kata Cecep.

    “Terus secara ekonomi juga kami enggak pernah diperhatikan. Enggak ada warga kami yang di sini diberikan fasilitas pekerjaan ataupun usaha, enggak ada,” imbuh dia.

    Ditanyakan maksud dari tidak adanya fasilitas pekerjaan bagi warga Rusunawa Marunda, Cecep mengatakan, “Dia (Pemprov DKI) kan menjanjikan secara ekonomi, ‘Nanti di sana diberikan tempat untuk dagang’, tapi di sini enggak ada.” 

    Baca: Batubara disebut sebagai sumber utama polusi udara di Jakarta

    Dilansir Tribunnews, Rusunawa Marunda dibangun sejak 2006, dan sempat kosong selama hampir enam tahun.

    Di era Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, rusunawa tersebut mulai digunakan warga korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara awal 2013.

    Selain mendapat berbagai fasilitas, mereka juga menikmati bebas biaya sewa rusun selama 3 bulan pertama.

    Warga juga diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai kursus dan bantuan untuk membuka wirausaha. Sarana dan prasarana yang dimiliki Rusunawa Marunda dapat disebut memadai.

    Baca: Langkah Pemprov DKI jakarta atasi polusi udara 

    Di Rusunawa Marunda kemudian dilengkapi Puskesmas, ruangan PAUD, lahan berkebun, lahan budidaya ikan lele, ruang komputer, olahraga.

    Dalam perbaikan pengelolaan Rusunawa Marunda, tercatat Jokowi dua kali mencopot jabatan Kepala Unit Pelaksana Teknis Rusun Marunda

    Pasalnya, Rusunawa yang diperuntukan untuk rakyat miskin itu kerap disewakan oleh oknum pengelola dengan harga dua kali lipat ke pihak yang tidak berhak menerima subsidi Rusunawa Marunda.

    Setelah pengelolaannya ditata, Rusunawa Marunda yang menempati lahan seluas 250.000 meter persegi ini diperluas menjadi 26 blok yang terdiri dari 3 kluster.

    Baca: KLHK sebut transisi ke kendaraan listrik sebagai opsi atasi polusi udara di Jakarta

    Selain diisi oleh warga relokasi bantaran kali, penghuni Rusunawa Marunda juga diprioritaskan untuk warga yang tinggal kolong tol, dari Pelindo dan korban penataan kota lainnya.

    Mayoritas penghuni rusun ini ialah warga korban penggusuran di sejumlah lokasi seperti Luar Batang, Pasar Ikan, dan Kampung Pulo.

    Mereka yang tinggal di tanah Ruang Terbuka Hijau milik Pemerintah DKI Jakarta pun dipindahkan ke rusun tersebut.

    Di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Rusunawa Marunda menjadi pusat penataan warga miskin DKI Jakarta.

    Warga Rusunawa Marunda pernah mengalami masalah tingginya kasus kekerasan seksual. Kini mereka masih dibayangi masalah kesehatan karena tingginya polusi udara,

    Esti Utami, dari berbagai sumber. 

     

     

  • Temukan Sanctuary untuk Sesi Slow Living di Tengah Kota yang Sibuk

    Temukan Sanctuary untuk Sesi Slow Living di Tengah Kota yang Sibuk

    7cloud.asia – Menjalani slow living memang lebih mudah dilakukan di kota kecil atau daerah pedesaan. 

    Namun hal ini bukan berarti konsep slow living tidak bisa diterapkan di kota besar yang sibuk. Karena sejatinya slow living adalah cara kita berpikir, jaid selama kita berpikir bisa maka slow living pun bakal terlaksana dengan sendirinya

    Jadi, kita tetap saja bisa menjalankan slow living di keseharian kota yang padat. Jika kamu bertanya bagaimana caranya, berikut salah satu jawaban yang diberikan vanillapapers.net

    Baca: Memulai hari ala penganut slow living

    Kita bisa mulai menyisipkan sesi slow living di kota besar dengan menemukan tempat yang tenang di sudut kota dan menjadikannya sebagai sanctuary untuk menikmati me time.

    Baik itu kafe lingkungan atau taman sudut, temukan beberapa tempat sepi di kota untuk istirahat makan siang dan berjalan-jalan di akhir pekan.

    Yakini tempat-tempat ini akan menjadi cara efektif untuk mulai menyisipkan sesi slow living dalam hidup kamu.

    Baca: Salah kaprah soal konsep slow living

    Mulai sekarang mulailah berburu tempat tujuan di kota tempat kamu tinggal, di mana kamu dapat beristirahat, membuat jurnal, atau piknik keluarga di akhir pekan.

    Jika kamu tinggal di kota dekat air, masukkan kawasan itu itu ke dalam rencana perjalanan Anda. Studi menunjukkan bahwa air membuat orang lebih bahagia dan lebih tenang.

    Dan air adalah oasis yang sangat dibutuhkan dari kota metropolitan yang dipenuhi beton.

     

    Baca: Mulai jalani slow living dan rasakan beragam manfaat ini

    Cara lainnya adalah dengan menjadikan liburan ini di kalender kamu, dan lanta smenjadikannya sebagai dating dengan dirimu sendiri.

    “Jadikan ini sebagai hal penting, sama pentingnya dengan rapat kerja apa pun,” demikian vanillapapers.net menulis.

    Berikut adalah beberapa tempat tenang untuk bersantai di kota yang sibuk:

    1. Taman lingkungan, beruntung kini sejumlah kota di Indonesia mulai tergerak membangun taman atau ruang terbuka hijau yang nyaman.

    Baca: Cara menerapkan konsep slow living di dunia kerja

    2. Lingkungan perumahan yang tenang di mana kita dapat berjalan-jalan santai (jika kotamu sangat sibuk, pergilah ke sana di pagi hari atau akhir pekan saat belum terlalu ramai)

    3. Perpustakaan dengan ruang baca yang luas tempat kita dapat membaca novel atau menulis jurnal

    4. Kebun raya atau museum unik yang nggak biasa

    5. Kafe yang tenang atau lounge luar ruangan dengan pemandangan indah

    Baca: Mengapa multitasing tak selaras dengan slow living