Blog

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Sebagian Kota Jakarta dan sejumlah wilayah di Indonesia berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat pada Senin (15/06/2026).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Selanjutnya siang dan sore hari, wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur berpotensi hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan wilayah lainnya diprakirakan cerah hingga berawan.

    Malamnya, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sementara wilayah lainnya diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

    Untuk wilayah lainnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula mengguyur wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah dan Papua.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat dan Maluku Utara.

     

  • BRIN Dorong Pengelolaan Kuda Laut Berkelanjutan

    BRIN Dorong Pengelolaan Kuda Laut Berkelanjutan

    7cloud.asia – Salah satu fokus Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengawal kelestarian satwa laut adalah upaya perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan terhadap kuda laut (Hippocampus).

    Kuda laut merupakan salah satu kekayaan keanekaragaman hayati maritim Indonesia, di mana perairan Indonesia menjadi rumah bagi sedikitnya 13 spesies kuda laut.

    Kepala Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) BRIN, Decky Indrawan Junaedi, mengungkapkan kuda laut di Indonesia bukan sekadar satwa laut yang unik, melainkan memiliki peran ekologis yang sangat vital.

    Satwa ini bertindak sebagai species indicator atau penanda alami dari kondisi kesehatan lingkungan perairan.

    Karakter biologisnya yang unik, seperti kemampuan adaptasi kamuflase yang tinggi, hingga perilaku reproduksi unik, di mana pejantan yang aktif mengerami telur, kuda laut menjadi objek penelitian yang sangat menarik.

    Baca: Kuda Laut Menjadi Indikator Kesehatan Ekosistem Laut

    “Kuda laut sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air dan sangat sensitif terhadap pencemaran. Sehingga, ada atau tidaknya kuda laut ini menjadi indikator penurunan kualitas lingkungan habitatnya,” ujar Decky, dalam Lokakarya Eksplorasi Opsi Pengelolaan Penangkapan dan Perdagangan Kuda Laut Berkelanjutan di Indonesia, yang digelar Maret lalu.

    Pertemuan strategis ini menjadi wadah kolaborasi antara BRIN, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), akademisi, serta lembaga swadaya masyarakat.

    Decky menambahkan, dengan melindungi populasi kuda laut, secara tidak langsung juga menjaga keutuhan ekosistem laut yang lebih luas.

    Dari sisi rantai makanan, kuda laut mengonsumsi krustasea kecil dan plankton, sehingga keberadaannya berfungsi menjaga keseimbangan agar tidak terjadi ledakan populasi plankton yang bisa merusak perairan.

    Namun, tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menghindari praktik penangkapan langsung dari alam yang tidak terkendali.

    Baca: Perdagangan Bebas hingga Kerusakan Habitat Mengancam Kelestarian Kuda Laut

    BRIN mendorong agar arah pengelolaan kuda laut bergeser ke ranah pemanfaatan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Deddy menegaskan, pemanenan kuda laut jangan langsung di alam, pemanfaatan dan pengelolaannya harus diarahkan ke yang lebih berkelanjutan.

    “Opsi-opsi lain perlu didorong, misalnya ke aspek wisata bahari, fotografi, dan sebagainya. Ketika kita bicara konservasi, BRIN melihatnya tentu saja bukan hanya sekadar perlindungan, tetapi kita harus bisa memanfaatkannya secara berkelanjutan,” tegas Decky.

    Untuk mewujudkan pengelolaan tersebut, BRIN aktif membangun jejaring global. Salah satu sinergi yang sedang berjalan adalah kemitraan dengan Project Seahorse dari University of British Columbia, Kanada.

    Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan penelitian jangka panjang yang komprehensif mengenai ekologi kuda laut di Indonesia.

    Selain dengan Project Seahorse, BRIN juga sedang melaksanakan kerja sama penelitian internasional lainnya, seperti pemodelan aktivitas nelayan terkait daerah tangkapan (fishing ground) di sekitar Selat Malaka menggunakan alat perekam khusus dari Ocean Solution Technology (OST) Jepang.

  • Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani Hari ini

    Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani Hari ini

    7cloud.asia – Amerika Serikat (AS) dan Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan yang akan berlaku pada hari Jumat.

    Presiden AS, Donald Trump mengatakan AS akan mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah kesepakatan ditandatangani.

    Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (13/6/2026) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Minggu (14/6/2026).

    “Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok,” tulis Trump melalui platform Truth Social).

    Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah kesepakatan tersebut ditandatangani.

    Baca: Iran dan AS Hampir Mencapai Kesepakatan

    “Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” ujar Trump.

    Ia menambahkan bahwa hubungan antara kedua negara kini “jauh berbeda dan lebih baik” dibandingkan pada masa pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya.

    Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat “akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat dan ketika situasi telah benar-benar tenang.

    Menurut Trump, kesepakatan tersebut juga tidak mencakup transfer dana Amerika Serikat kepada Iran.

    “Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” kata Trump.

    Baca: Iran Ajukan Syarat Ini untuk Akhiri Perang

    Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyatakan bahwa upacara penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

    “Mereka (Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi) menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok,” tulis kementerian tersebut melalui platform X.

    Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai sebuah nota kesepahaman.

    Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati.

    Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tetap bersikeras bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran adalah dengan memprosesnya di wilayah Iran sendiri.

    Kesepakatan ini diharapkan akan memulai 60 hari negosiasi lagi untuk mengakhiri perang.

    Sumber: Antaranews.com/CNN-Sputnik-RIA Novosti-OANA

  • Bukan Hanya Orang Dewasa, Penyakit Gaya Hidup Kini Mengincar Anak Indonesia

    Bukan Hanya Orang Dewasa, Penyakit Gaya Hidup Kini Mengincar Anak Indonesia

    7cloud.asia – Penyakit yang selama ini identik dengan orang dewasa kini mulai banyak ditemukan pada anak-anak. salah satu pemicu munculnya new lifestyle diseases atau penyakit akibat gaya hidup baru pada anak.

    Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) menyebut perubahan pola hidup menjadi pemicu penyakit tersebut.

    Dia menjelaskan peningkatan kasus obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 pada anak menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

    “Penyakit akibat gaya hidup ini menjadi epidemi. Seharusnya penyakit tidak menular itu ya tidak menular, tetapi secara global terjadi tren peningkatan obesitas, peningkatan kasus anak dengan hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2 yang muncul di usia semakin muda,” ujar Piprim.

    Baca: Pekerjaan Rumah Kesehatan Anak Indonesia Belum Selesai

    Menurut dia, persoalan tersebut erat kaitannya dengan perubahan pola makan dan aktivitas fisik anak. Minimnya gerak serta kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat menjadi faktor risiko yang semakin sering ditemukan.

    Selain masalah metabolik, IDAI juga melihat dampak perubahan gaya hidup modern terhadap perkembangan anak, terutama akibat paparan gadget sejak usia dini.

    “Banyak anak yang terpapar gadget sejak dini. Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara dan virtual autism yang terjadi karena perubahan zaman ketika era digitalisasi tidak disikapi dengan baik oleh orang tua,” katanya.

    Baca: Fenomena El Nino Godzilla, IDAI Imbau Anak-anak Lebih Banyak di Rumah

    Piprim menilai, sebagian orang tua masih menjadikan gadget sebagai cara praktis agar anak lebih tenang. Di sisi lain, orang tua juga kerap sibuk dengan perangkat digitalnya sendiri sehingga kurang memperhatikan tumbuh kembang anak.

    “Orang tua lebih senang anaknya anteng melihat gadget, sementara orang tuanya juga sibuk scroll media sosial. Akibatnya, mereka bisa luput melihat adanya gangguan perkembangan yang serius,” jelasnya.

    Karena itu, dia menegaskan perlunya penguatan edukasi kepada orang tua. IDAI mendorong kolaborasi berbagai pihak, termasuk media, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan teknologi yang sehat bagi anak.

    Menurut Piprim, gadget memang memiliki manfaat, namun penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia anak. Anak usia di bawah dua tahun seharusnya tidak mendapatkan paparan layar atau zero screen time.

    Baca: Waspada Gejala dan Dampak Anak Kecanduan Gadget

    “Faktanya, justru banyak anak di bawah dua tahun yang sudah kecanduan gadget. Dampaknya bisa berupa keterlambatan bicara, tantrum, bahkan gangguan interaksi sosial,” ujarnya.

    IDAI berharap kesadaran orang tua terhadap pola asuh digital semakin meningkat. Penggunaan teknologi, lanjut Piprim, perlu diimbangi dengan aktivitas fisik, interaksi langsung, serta pendampingan agar tidak menjadi ancaman bagi kesehatan dan perkembangan anak.

    “Ini harus diatasi bersama. Media juga punya peran untuk ikut mencerdaskan orang tua tentang potensi bahaya di balik berbagai manfaat gadget,” pungkasnya.

  • Golongan Darah O Dikaitkan dengan Risiko Kolesterol Tinggi, Ini Penjelasan Pakar

    Golongan Darah O Dikaitkan dengan Risiko Kolesterol Tinggi, Ini Penjelasan Pakar

    7cloud.asia – Golongan darah O sering disebut lebih rentan mengalami kolesterol tinggi kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Lalu, benarkah anggapan tersebut?

    Menjawab pertanyaan ini, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Christy Efiyanti, SpPD, hingga saat ini belum ada kesimpulan pasti mengenai hal itu.

    Dilansir ipb.ac.id, Kamis (10/6/2026) penelitian ilmiah mengenai hubungan antara golongan darah dan kadar kolesterol masih menunjukkan hasil yang beragam.

    Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya.

    “Namun, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah,” ujarnya.

    Baca: Kenali Gejala Kolesterol Tinggi

    Christy menjelaskan, hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, kadar kolesterol seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang lebih kompleks dibandingkan golongan darah semata.

    Gaya Hidup lebih menentukan
    Ia menegaskan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.

    Pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

    Selain itu, sejumlah kondisi medis juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol, seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid.

    Faktor genetik juga berperan, salah satunya pada kasus familial hypercholesterolemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda.

    “Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang,” tambah dr Christy yang juga spesialis Ilmu Penyakit Dalam.

    Baca: Turunkan Kadar Kolesterol dengan Konsumsi Sterol Tumbuhan

    Untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal, dr Christy menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat tanpa terlalu berfokus pada golongan darah yang dimiliki.

    Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.

    Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    “Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati,” tutupnya.

  • Terbukti Membuang Sampah Sembarangan, 8 Warga Jakarta Selatan Didenda Rp500.000

    Terbukti Membuang Sampah Sembarangan, 8 Warga Jakarta Selatan Didenda Rp500.000

    7cloud.asia – Pemprov DKI Jakarta kini semakin tegas dalam menegakkan aturan pengelolaan sampah. Selain kewajiban memilah sampah, warga Jakarta kini juga tak bisa membuang sampah sembarangan.

    Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya pasal 130 mengatur sanksi administratif dan denda bagi setiap orang atau badan hukum yang membuang sampah sembarangan.

    Pasal itu menyebutkan, setiap orang yang terbukti membuang sampah sembarangan di ruang publik, seperti jalan, taman, maupun saluran air, dapat dikenakan sanksi administratif berupa denda maksimal Rp 500 ribu.

    Aturan ini ditegakkan oleh aparat gabungan bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalui denda uang paksa. Hal inilah yang dilakukan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan saat menangkap tangan pelaku pembuangan sampah secara sembarangan.

    Dilansir beritajakarta.id, Sudin Lingkungan Hidup Jaksel melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama.

    Dalam operasi yang berlangsung mulai Jumat (12/6/2026) pada pukul 20.00 WIB hingga hari ini pukul 04.00 WIB, petugas gabungan dari Sudin LH Jakarta Selatan, Kepolisian, dan kelurahan setempat berhasil menindak delapan pelaku yang kedapatan sembarangan membuang sampah.

    Baca: Sanksi Administrasi untuk Warga yang Enggan Memilah Sampah

    Kepala Seksi Pengawasan dan Penaatan Hukum (PPH) Sudin LH Jakarta Selatan, Henriko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penegakan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

    “Ini juga merupakan tindak lanjut atas keresahan warga karena lingkungan menjadi kotor akibat maraknya orang yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

    Henriko menjelaskan, setiap orang yang terbukti membuang sampah sembarangan di ruang publik, seperti jalan, taman, maupun saluran air, dapat dikenakan sanksi administratif berupa denda maksimal Rp 500 ribu.

    “Seluruh hasil denda disetorkan ke kas daerah. Semoga penindakan tegas ini dapat membuat efek jera agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya,” terangnya.

    Menurutnya, delapan pelanggar yang terjaring dalam OTT tersebut akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, mereka juga akan menerima notifikasi melalui aplikasi WhatsApp sebagai bukti bahwa dana denda telah disetorkan ke kas daerah.

    “Semuanya tercatat secara transparan. Para pelanggar akan mengetahui bahwa uang denda yang mereka bayarkan sudah disetorkan ke kas daerah,” ungkapnya.

    Baca: Sukses RW 7 Joglo Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

    Selain melakukan penindakan, lanjut Henriko, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak mengulangi pelanggaran serupa.

    Melalui upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama demi mewujudkan Jakarta yang bersih, tertib, dan nyaman,” ucapnya.

    Sementara itu, salah seorang warga setempat, Gufron mengapresiasi upaya Sudin LH Jakarta Selatan dalam menindak para pelaku pembuangan sampah sembarangan.

    Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara intensif karena para pelaku kerap memanfaatkan kelengahan petugas untuk membuang sampah pada malam hari.

    “Biasanya mereka membuang sampah tengah malam. Sampah hanya diletakkan di dekat tiang atau di pinggir jalan sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan membuat lingkungan terlihat kumuh,” tandasnya.

  • Cuaca Hari Ini: Semarang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Semarang dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Semarang dan sejumlah kota besar lainnya pada Selasa (16/06/2026).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Semarang, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin.

    Selain itu, Kota Palu, Gorontalo, Manado, Kendari, Makassar, Kupang, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayapura juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Padang dan Tanjung Selor.

    Sementara untuk Kota Jakarta, cuaca diprediksi cerah berawan dari pagi hingga sore hari. Namun peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada malam hari.

     

  • Kesepakatan Damai Iran-AS Akan Disahkan Lewat Resolusi DK PBB

    Kesepakatan Damai Iran-AS Akan Disahkan Lewat Resolusi DK PBB

    7cloud.asia – Kesepakatan final antara Iran dan Amerika Serikat akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

    Demikian dilaporkan kantor berita Iran, Mehr, Senin (15/6/2026) mengutip rancangan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.

    “Kesepakatan final akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB,” tulis Mehr mengutip isi rancangan nota kesepahaman tersebut.

    Berdasarkan rancangan tersebut, Amerika Serikat juga berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.

    Baca: Iran dan AS Hampir Mencapai Kesepakatan

    Selain itu, rancangan tersebut mengatur bahwa pembukaan Selat Hormuz baru akan dilakukan dalam waktu 30 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua pihak.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (14/6/2026) mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan menyatakan dia mengizinkan kembali dibukanya Selat Hormuz serta dicabutnya blokade militer AS terhadap pelabuhan di Iran

    “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

    “Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tambahnya.

    Trump juga mengisyaratkan dimulainya kembali lalu lintas pelayaran dan pengiriman energi melalui jalur perairan strategis tersebut.

    Baca: Iran Ajukan Syarat Ini untuk Akhiri Perang

    Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaan langkah-langkah tersebut dalam pernyataannya.

    Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin dini hari mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui perundingan intensif.

    “Setelah pembicaraan yang intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” kata Sharif dalam unggahannya di platform media sosial X.

    Ia menambahkan bahwa “kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.”

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Dampak Perubahan Iklim Bagi Pengemudi Ojek Online: Tak Ada Tempat Berteduh dan Tak Punya Pilihan

    Dampak Perubahan Iklim Bagi Pengemudi Ojek Online: Tak Ada Tempat Berteduh dan Tak Punya Pilihan

     

    7cloud.asia – Perubahan iklim membuat anomali cuaca di berbagai kota besar, terutama di Jakarta, makin menjadi-jadi. Ketika panas tiba-tiba hujan, ketika hujan tiba-tiba panas. Semuanya tak menentu.

    Bagi para pekerja kantoran, kondisi ini masih bisa diacuhkan karena mereka bekerja di ruangan tertutup dan ber-AC. Namun, beda cerita bagi para pengemudi ojek online (ojol) atau pun kurir, mereka tidak bisa mengeluh terhadap panas terik maupun hujan.

    Sepanjang tahun, suhu maksimum Jakarta bertahan di kisaran 30-32°C. Tetapi dengan kelembapan yang konsisten di atas 70 persen, panasnya terasa seperti 35-39°C. Inilah beban panas yang ditanggung pengemudi ojek online setiap hari di jalan.

    Musim hujan pun tidak berarti membuat kondisi lebih baik meski udara jadi lebih adem. Curah hujan di Jakarta tak pernah mengendur dari November – April: konsisten di atas 115 mm, puncaknya di Maret dengan 144 mm. Genangan bahkan banjir makin sering muncul, macet dan waktu tempuh perjalanan berlipat-lipat jadinya.

    Masalahnya, survei dari Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mengungkapkan bahwa 68,9 persen pengemudi ojol di wilayah Jabodetabek bekerja lebih dari 16 jam per hari.

    Dengan tempat berteduh yang sangat minim, bahkan tanpa risiko iklim sekalipun, para pengemudi ojol sudah mengalami kelelahan ekstrem.

    Beban bertambah karena cuaca ekstrem

    Perubahan cuaca yang kian ekstrem melipatgandakan beban para mitra ojol. Banjir membuat rute perjalanan menjadi lebih panjang, durasi pengantaran meningkat, jalanan licin, dan jarak pandang berkurang. Sementara cuaca panas memicu dehidrasi dan kelelahan lebih cepat.

    Rentetan masalah tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi para ojol.

    Sayangnya algoritma tidak mengenali stres akibat panas, dehidrasi, atau kelelahan fisik. Mesin ini juga tidak memperlambat tuntutan kerja ketika hujan petir yang membuat jalanan menjadi berbahaya.

    Memang benar bahwa para pekerja bisa masuk dan keluar aplikasi, menerima atau menolak pesanan, serta memilih kapan akan bekerja. Namun, sistem terus mengevaluasi performa mereka berdasarkan kecepatan respons, tingkat penerimaan pesanan, dan lama waktu online

    Temuan empiris dari data transaksi yang sangat besar milik salah satu perusahaan ride-hailing terkemuka di Asia menunjukkan algoritma lebih menguntungkan pengemudi yang bekerja lebih lama.

    Mereka memperoleh pendapatan per jam sekitar 8% lebih tinggi. Hal ini menunjukkan adanya potensi kehilangan pendapatan akibat risiko iklim yang diperkuat oleh algoritma.

    Dan parahnya, kerangka regulasi terkait jaminan sosial dan perlindungan pekerja belum mencakup risiko iklim ini. Belum ada standar ketenagakerjaan yang berbasis kondisi cuaca.

    Di sektor formal, kondisi ekstrem bisa memicu protokol keselamatan atau penghentian kerja sementara. Sedangkan dalam sudut pandang sektor informal atau pekerja gig, cuaca masih dianggap sebagai ketidaknyamanan pribadi, bukan sebagai risiko kerja.

    Perlindungan juga belum cukup memadai. Peraturan Presiden (Perpres) No. 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online hanya sebatas memberikan akses jaminan kesehatan nasional (JKN), dan jaminan kecelakaan kerja (JKK) di samping potongan komisi maksimal 8 persen.

    Kurangnya perlindungan sosial memperburuk risiko kesehatan, bahaya keselamatan, dan risiko iklim yang diperbesar oleh algoritma.

    Kondisi ini juga menimbulkan tekanan psikologis akibat ketidakpastian keselamatan dan pendapatan selama peristiwa cuaca ekstrem, sehingga biaya kemanusiaan akibat perubahan iklim yang ditanggung pekerja ojol menjadi semakin kompleks dan berlapis. 

    Perubahan segera sangat mendesak 

    Setidaknya ada tiga hal yang mesti segera dipertimbangkan oleh pemerintah untuk melindungi pengemudi ojol dari cuaca ekstrem.

    Pertama, memperluas cakupan Perpres 27 Tahun 2026 dengan memasukkan perlindungan pekerjaan platform yang adaptif terhadap iklim, dengan mengakui paparan iklim sebagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang formal bagi pengemudi ojol.

    Sebagai contoh, pekerjaan luar ruangan berbasis aplikasi dan sesuai permintaan (on-demand) dapat dikategorikan sebagai pekerjaan berisiko tinggi.

    Pemerintah juga dapat menetapkan standar perlindungan minimum terhadap panas dan badai berdasarkan indikator ilmiah yang objektif, seperti heat index atau Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT).

    Departemen Tenaga Kerja New York, misalnya, telah menerapkan kebijakan serupa dengan memberikan waktu istirahat berbayar bagi pekerja pengantaran ketika heat index mencapai 80 derajat Fahrenheit (27 derajat Celsius), serta menyediakan waktu istirahat yang lebih sering saat cuaca dingin ekstrem.

    Kedua, pemerintah perlu memandatkan kewajiban transparansi algoritma dan protokol operasi yang aman bagi penyedia platform.

    Contohnya melalui aturan yang dapat diaudit terkait alokasi tugas, sistem insentif, dan melonggarkan aturan penurunan peringkat pengemudi (de-ranking) selama cuaca ekstrem, serta mewajibkan mekanisme intervensi manusia (human-in-the-loop) demi keselamatan kerja.

    Ketiga, memastikan implementasi perlindungan sosial yang adaptif bagi pekerja gig. Penelitian terbaru dari Populi Center mengusulkan mekanisme pendaftaran otomatis (auto-enrolment) pekerja gig sebagai peserta BPJS melalui integrasi data dengan penyedia platform.

    Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi, khususnya JKK lewat BPJS Keternagakerjaan yang masih minim, model iuran perlu didesain ulang melalui skema pembagian kontribusi (shared contributions) guna mengurangi beban individu.

    Pemerintah dapat memberikan subsidi sebagai bagian dari strategi perlindungan sosial, platform dapat mengalokasikan sebagian biaya transaksi, dan pekerja sendiri menyumbangkan persentase kecil dari pendapatannya.

    Tanpa teduh, tanpa istirahat, tanpa pilihan merupakan realitas yang dihadapi ribuan pekerja yang harus beroperasi di tengah cuaca ekstrem Jakarta.

    Tanpa tindakan kebijakan yang mendesak dan akuntabilitas dari platform digital, biaya kemanusiaan akibat perubahan iklim akan terus meningkat.


    La Ode Rifaldi Nedan Prakasa, Research Assistant, The University of Western Australia

    Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

  • Pemadaman Satu Jam di Jakarta, Turunkan Emisi Sebesar 60,14 Ton CO2e

    Pemadaman Satu Jam di Jakarta, Turunkan Emisi Sebesar 60,14 Ton CO2e

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 60,14 ton CO2e melalui Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon yang digelar selama 60 menit pada Sabtu (13/6/2026).

    Aksi Hemat Energi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 yang diwujudkan dengan mematikan lampu di sejumlah jalan protokol dan ikon Kota Jakarta.

    Aksi pemadaman lampu antara lain dilakukan di Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, serta kawasan Balai Kota DKI Jakarta.

    Berdasarkan data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), aksi yang berlangsung pukul 20.30–21.30 WIB itu juga menghemat konsumsi listrik sebesar 75,18 MWh serta menekan biaya penggunaan listrik hingga Rp108,7 juta.

    Baca: Mematikan Mesin Saat Lampu Merah Efektif Memangkas Emisi Karbon

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan aksi tersebut bertujuan mendorong budaya hemat energi sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta mendukung pengendalian perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon.

    Dudi mengatakan, pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol. Ini menjadi pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

    ”Dari kebiasaan kecil, kita bisa menciptakan perubahan besar untuk Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan resmi dikutipvdi Jakarta, Selasa (16/6/2026).

    Dudi menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon yang dilaksanakan secara berkala di Jakarta.

    Baca: Pensiun Dini 13 PLTU Batubara di Indonesia

    Menurutnya, capaian pengurangan emisi itu menunjukkan bahwa perubahan perilaku dalam penggunaan energi dapat menghasilkan dampak yang terukur apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.

    “Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengelola gedung, pelaku usaha, komunitas, hingga warga yang ikut mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama aksi berlangsung,” urai Dudi.

    Pemprov DKI Jakarta terus mendorong perilaku hemat energi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan hingga menggunakan listrik secara bijak di rumah maupun tempat kerja.

    Ketika jutaan warga melakukan langkah kecil yang sama secara konsisten, ujarnya, dampaknya akan sangat besar bagi kualitas lingkungan Jakarta.

    ”Menjaga bumi dan menghadirkan udara yang lebih bersih bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat,” jelas Dudi.

    Baca: PN Jakarta Selatan Perintahkan PLN Membuka Data Emisi PLTU