Blog

  • Film dan Festival Film Jadi Media Kampanye Perubahan Iklim

    Film dan Festival Film Jadi Media Kampanye Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Film menjadi media yang berperan dalam kampanye, termasuk dalam kampanye perubahan iklim. Lewat film, realitas perubahan iklim terasa nyata dan membuat penontonnya tersentak menyadari seriusnya ancaman perubahan iklim. 

    Lewat film, imajinasi mengambil alih dan menulis ulang realitas perubahan iklim itu.

    Beberapa variasi tema perubahan iklim telah ditawarkan dalam film-film arus utama (yang seringkali merupakan film laris produksi Amerika) yang menjadikan bencana alam sebagai pusat cerita.

    Dapat dikatakan bahwa di Korea Selatan, kesadaran akan perubahan iklim sedang tumbuh, seperti di tempat lain di dunia.

    Baca: Peringatan soal ancaman perubahan iklim sudah muncul sejak 70 tahun silam

    Sejak 2018, Komisi Keadilan dan Perdamaian Fransiskan Korea menyelenggarakan serangkaian seminar dengan pemutaran film untuk meningkatkan kesadaran publik tentang perubahan iklim bekerja sama dengan beberapa LSM, misalnya jaringan ICE (Iklim dan Ekologi Antaragama), Asia Hijau, dll. .

    Pemutaran film bulanan ini dimulai pada Mei 2018 dengan film dokumenter Amerika, “Disruption of Kelly Nyks” yang berisi pesan peringatan dari perubahan iklim global terhadap manusia.

    Pesannya sangat jelas, bahwa perubahan iklim juga berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Salah satu aksi yang harus dilakukan adalah pemberdayaan perempuan.

    Film ini melihat perubahan iklim juga sebagai hasil dari konstruksi masyarakat yang tidak setara. Film ini berlatarkan di Amerika Latin.

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    Di antara film-film laga ini, adalah Before the Flood karya Leonardo DiCaprio; mockumentary Sizzle: A Global Warming Comedy dan “film aksi dari Jerman, “Voice of Transition”.

    Setelah pemutaran film selama satu jam tersebut, dilanjutkan dengan debat tema film oleh spesialis iklim dan sesi tanya jawab dengan penonton.

    Selain itu, komunitas film Korea juga memiliki Festival Film Ramah Lingkungan Seoul (SEFF). Festival ini dulu bernama Green Film Festival, merupakan festival film pertama dan terbesar di Korea yang berfokus pada isu lingkungan.

    Didirikan pada tahun 2004, Korean Green Foundation, SEFF adalah festival yang berupaya berbagi harapan untuk dunia yang lebih baik, di mana semua kehidupan dapat hidup selaras dengan lingkungan dan alam.

    Baca: Kampanye perubahan iklim harus tumbuhkan kesadaran

    Melalui sinema, festival ini berharap dapat mempromosikan ide-ide pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap kehidupan untuk mendorong kesadaran dan tindakan publik untuk perubahan positif.

    Pada tahun 2019 film dokumenter “Grit” dari Cynthia Wade dan Sasha Friedlander memenangkan penghargaan utama di festival ini. Gritt menceritakan tentang sebuah perusahaan besar yang menghancurkan 16 desa di Indonesia dan hampir dua puluh tahun memperjuangkan keadilan.

    Di Korea Selatan, dalam dua dekade terakhir ini diproduksi sejumlah film yang mengangkat isu perubahan iklim ini. Berikut beberapa di antaranya.

    1. Wonderful Days or Sky blue (2003)

    Salah satu yang pertama dan visioner adalah film animasi “Wonderful Days or Sky blue (2003) oleh Kim Moonsaeng yang berlatarkan tahun 2142.

    Polusi memicu kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan peradaban manusia hancur berantakan. Sekali lagi, ada orang miskin yang bekerja sebagai budak yang menderita akibat pencemaran orang kaya.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

    2. Snowpiercer (2013)

    Sepuluh tahun kemudian, pada 2013, sutradara film Korea Bong Joon-Ho mengadaptasi novel grafis Prancis Le Transperceneige ke dalam film aksi fiksi ilmiah “Snowpiercer”.

    Film ini diakui secara internasional terutama untuk visinya tentang perubahan iklim. Film ini menyorot kejadian saat umat manusia gagal menghentikan pemanasan global melalui intervensi teknologi. Hasilnya adalah zaman es baru.

    Hanya sekelompok kecil manusia yang selamat, dan mereka berada di kereta khusus yang berjalan mengelilingi bumi melalui es dan salju. Penumpang dipisahkan secara sosial, dan hukum yang terkuat ada dengan manipulasi dan cuci otak. Namun, kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan dan empati terhadap mereka yang diperlakukan tidak adil.

    3. Parasite (2019)

    Dalam film terbaru Bong, Parasite (2019), ada petunjuk tentang perubahan iklim ketika bagian kota Seoul yang selama ini tidak terjangkau oleh pemerintah setempat, dilanda banjir hebat. 

    Sumber: signiasia.com

  • Kiat Menggunakan Internet yang Ramah Lingkungan

    Kiat Menggunakan Internet yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Meski tidak terlihat dan tidak berbau, penggunaan internet ternyata juga memiliki dampak pada lingkungan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan energi listrik saat kita berselancar.

    Konsumsi internet yang berlebihan memicu penggunaan energi yang besar yang tentunya akan menambah emisi karbon yang kamu hasilkan, sehingga berdampak pada lingkungan.

    Semakin besar energi listrik yang kamu gunakan maka semakin besar dampak negatif pada lingkungan, karena sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil (batu bara).

    Untuk itu kamu juga perlu bijak dalam menggunakan internet. 

    Baca: Mengapa PLTU batubara harus segera diakhiri

    Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk mengurangi konsumsi internet:

    1. Tetapkan batasan waktu online

    Gunakan internet sesuai keperluan, matikan internet jika sudah tidka dibutuhkan. Selain akan menghemat energi, langkah ini juga bisa melindungi kesehatan mata kamu dari terus menerus memantengi layar komputer.

    2. Matikan perangkat yang tidak digunakan

    Peralatan elektronik yang terus-menerus dinyalakan akan mengonsumsi energi listrik yang lebih besar. Untuk itu matikan peralatan jika memang kamu sudah selesai dengan kepentingan kamu menggunakan internet.

    Baca: Sisi gelap di balik transisi menuju energi terbarukan

    3. Gunakan koneksi Wi-Fi yang efisien, pilih router yang efisien energi

    Koneksi yang lancar akan mempercepat kerja kamu, yang selanjutnya akan mengurangi konsumsi energi listrik yang kamu gunakan. Saat ini, di pasaran sudah banyak tersedia beragam peralatan yang memperlancar koneksi internet. Cobalah browsing untuk mencari alat yang tepat sesuai kebutuhan kamu. 

    4. Hindari pengunduhan dan streaming yang tidak perlu

    Mengunduh file dan streaming membutuhkan koneksi ekstra yang ini berbuntut pada penggunaan energi yang lebih besar. Karena itu hindari mengunduh ataupun menonton streaming yang memang tidak dibutuhkan.  

    Baca: Gaya hidup tak ramah lingkungan ini layak ditinggalkan

    5. Komunikasi efektif dengan mengurangi pengiriman dan pengunduhan file besar

    Semakin besar ukuran sebuah file, maka akan semakin besar juga koneksi yang dibutuhkan untuk mengirimnya. Sehingga sebelum mengirim, pastikan agar isi dokumenmu sesuai dengan yang dibutuhkan. 

    Mungkin selama ini kamu tidak menyadari bahwa penggunaan internet juga mempengaruhi jejak karbon yang kamu hasilkan. Nah mulai sekarang lebih bijaklah dalam berselancar dan jangan lupa ajak teman-temanmu untuk sama-sama menjaga lingkungan hidup.

  • Sejarah Jakarta, Berawal dari Sunda Kelapa-Jayakarta-Batavia Lantas Jadi Jakarta

    Sejarah Jakarta, Berawal dari Sunda Kelapa-Jayakarta-Batavia Lantas Jadi Jakarta

    7cloud.asia – Pada Kamis, 22 Juni 2023 mendatang, Kota Jakarta akan memperingati hari jadinya yang ke-496 tahun.

    Peringatan hari jadi Kota Jakarta kali ini mengangkat tema “Jadi Karya untuk Nusantara”, sebagai amplifikasi slogan Sukses Jakarta untuk Indonesia.

    Tema ini mempunyai makna kesiapan Jakarta untuk mengoptimalisasi seluruh sumber daya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta pemantik kemajuan bagi daerah lain di Indonesia. 

    Ya, sebagai ibukota, Jakarta hingga menjelang 500 tahun usianya saat ini memang menjadi barometer kemajuan Indonesia.

    Baca: Metamorfosa Jakarta dengan penataan transportasi publik

    Penetapan tanggal 22 Juni sebagai hari jadi Kota Jakarta dilakukan Sejak 1956. Namun, sebelum ditetapkan sebagai ibu kota dan berkembang menjadi kota terbesar Indonesia, wilayah yang saat ini dinamakan Jakarta mempunyai riwayat yang sangat panjang.

    Riwayat Jakarta sebagai tempat hunian manusia dimulai ketika digunakan sebagai pemukiman sederhana sudah dimulai sejak awal tahun Masehi. 

    Hal ini dapat diketahui dari situs-situs kepurbakalaan prasejarah yang ada di Jakarta. Kemudian pada masa kekuasaan Kerajaan Tarumanegara, atau sekitar abad ke-4 Masehi, wilayah ini dikenal bernama Sunda Kelapa.

    Lokasinya yang strategis menjadikan Sunda Kelapa terus bertumbuh menjadi kota pusat perdagangan hingga akhirnya menjadi Jakarta sebagai ibukota dan pusat perdagangan seperti saat ini. 

    Baca: Empat kota di dunia yang sangat mengutamakan pejalan kaki

    Selama hampir 17 abad perjalanannya, Sunda Kelapa sempat beberapa kali mengalami perubahan nama. Berikut perjalanan panjang Kota Jakarta dari abad 4 hingga abad 21.

    Antara tahun 397-1527, wilayah yang saat ini disebut Jakarta masih bernama Sunda Kelapa dan berada di bawah kekuasaan kerajaan Hindu.

    Pada periode Kerajaan Tarumanegara, Jakarta yang masih menggunakan nama Sunda Kelapa tumbuh menjadi sebuah kota pusat perdagangan.

    Menurut kesaksian para musafir Portugis, Sunda Kelapa dipimpin oleh pejabat-pejabat tinggi seperti Tumenggung Sang Adipati dan syahbandar.

    Kelimpahan hasil perdagangan itulah yang memikat bangsa Portugis di Malaka untuk membangun benteng di Sunda Kelapa.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Namun, sebelum rencana itu berjalan, Pangeran Fatahillah lebih dulu merebut Sunda Kelapa pada 1527 dan mengubah namanya menjadi Jayakarta. 

    Pergantian nama tersebut diperkirakan terjadi pada 22 Juni, yang kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai hari jadi Kota Jakarta.

    Di bawah Pangeran Fatahillah, perdagangan di Jayakarta pun semakin ramai hingga timbul persaingan di antara pedagang-pedagang Eropa, khususnya Portugis, Belanda, dan Inggris.

    Orang-orang Eropa tersebut saling berlomba untuk memperoleh konsesi dari penguasa setempat untuk mendirikan kantor dagang.

    Baca: Mengenal Kota Kupang yang pernah jadi rebutan Belanda dan Portugis

    Jayakarta mengalami perubahan nama menjadi Batavia saat VOC memindahkan kantor serikat dagang VOC dari Banten ke Jayakarta pada 1619. Batavia dijadikan sebagai pusat kekuasaan Belanda di Indonesia.

    Batavia pun direncanakan dibangun menyerupai kota-kota di Belanda yang berbentuk blok dan masing-masing dipisahkan oleh kanal.

    Seiring berjalannya waktu, Kota Batavia diperluas dan fasilitas perkotaannya senantiasa ditambah. Pembentukan Kota Batavia seringkali menyangkut kebutuhan untuk mendatangkan orang-orang dari berbagai bangsa untuk bekerja di sana.

    Upaya inilah yang dari awalnya telah menjadikan Batavia, yang kemudian berkembang menjadi Jakarta, sebagai suatu kancah percampuran bangsa.

    Baca: Tiga kota di Indonesia masuk kategori ramah lingkungan

    Dalam sejarahnya, nama Batavia mempunyai masa hidup yang sangat lama, yakni selama lebih dari tiga abad yaitu dari 1619 hingga 1942.

    Saat Jepang menduduki Indonesia pada 1942-1945, nama Batavia diganti menjadi Djakarta atau Djakarta Tokubetsu Shi.

    Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, nama Jakarta tetap dipakai dengan menghapus nama Jepangnya, Tokubetsu Shi yang berarti jauhkan perbedaan.

     

    Pada 1959, status Kota Jakarta mengalami perubahan dari kotapraja menjadi daerah tingkat satu yang dipimpin oleh gubernur. Kemudian pada 1961, statusnya diubah menjadi Daerah Khusus Ibukota (DKI) yang bertahan hingga saat ini.

  • Berniat Healing dengan Belajar Yoga di Bali? Ini Rekomendasinya

    7cloud.asia – Bali sebagai tujuan wisata menawarkan paket tujuan wisata yang lengkap, wisata alam yang indah, wisata kuliner yang beragam, wisata budaya yang menakjubkan serta tempat healing yang nyaman. 

    Orang datang ke Bali dengan beragam tujuan, melepaskan diri dari rutinitas, menyepi untuk  menemukan kedamaian, ataupun healing.

    Di Bali, kadang orang menemukan jati diri dengan menyelami budaya masyarakat Bali yang unik. 

    Sebagqi tempat healing, Bali menawarkan banyak padepokan Yoga buat pengunjungnya untuk menenangkan diri.

    Baca: Berpetualang sambil belajar geologi di geopark

    Berikut adalah kelas yoga di Bali yang paling direkomendasikan untuk kamu yang butuh healing dan mengecharge jiwa kamu: 

    1 | Gudang Yoga, Ubud

     

    Sanggar yoga ini terletak di tengah sawah di Ubud , sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat budaya Bali. The Yoga Barn mencoba mengusung tema pedesaan dan pribumi ke dalam studionya, karena itulah ia memilih istilah ‘gudang’ untuk namanya. 

    Manajemen studio ini juga bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang santai dan menginspirasi bagi para tamu dan guru, untuk menemukan kewarasan mereka yang damai. 

    Ada lebih dari 100 kelas yoga per minggu yang bisa kamu ikuti di sini, antara lain kelas Ayurveda, Detox, Breathwork, dan Healing. Yoga Barn menyediakan enam studio yang terdiri dari tiga studio untuk kelas dan lokakarya harian, dan tiga studio untuk retret dan pelatihan.

    Alamat: Jl. Hanoman, Pengosekan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
    Instagram: theyogabarn


     

    2 | Prana Spa Bali, Seminyak

    Selain menawarkan pengalaman spa yang menenangkan, Prana Spa Bali juga membuka sejumlah kelas yoga setiap hari. Kamu bebas memilih kelas pagi atau sore untuk diikuti, termasuk Sivananda Yoga, Hatha Yoga, dan Vinyasa Flow. 

    Jangan khawatir dengan panas dan serangga karena studio ber-AC dan bebas nyamuk, sehingga kamu dapat mengikuti seluruh sesi dengan nyaman.

    Alamat: Jl. Kunti I No 118 X, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361
    Instagram:  pranaspabali
     

    3 | Samadi Bali, Canggu

    Rasakan fokus mendalam dan relaksasi di tempat yang dikelilingi oleh taman yang rimbun dan tenteram di Samadi Bali. Ini menyediakan studio dengan desain yang memukau dengan beberapa jendela lebar agar Anda mendapatkan udara segar. 

    Apakah kamu seorang pemula atau penggemar yoga berpengalaman, tempat ini akan selalu siap menyambut dan memenuhi kebutuhanmu. Ini menawarkan pengalaman yoga holistik untuk penyembuhan atau pembaharuan, dengan spesialisasi Yoga Asthanga.

    Alamat: Jl. Canggu Padang Linjong No.39, Canggu, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361 Instagram:  samadibali

    Baca: Langgar aturan puluhan wisatawan masuk daftar hitam pendaki Gunung Gede Pangraro

    4 | Gokul Yoga Bali, Mengwi

    Sekolah yoga ini juga membanggakan lingkungan alam sebagai salah satu titik fokusnya. Itu ditempatkan di dalam Shanti Toya Asram yang dikelilingi oleh tanaman hijau subur. 

    Selain menyediakan kursus pelatihan untuk praktisi yoga profesional, Gokul Yoga Bali juga menawarkan retret yoga dan kelas yoga individual bagi mereka yang mendambakan relaksasi yang damai. 

    Sekolah ini memegang dua sertifikat yaitu RY200 dan RYS300 dari Yoga Alliance. Jadi kualitasnya, tidak diragukan lagi, luar biasa.

    Alamat: Jl. Umahanyar, Penarungan, Kec. Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80351
    Instagram:  gokulyogabali
     

    5 | Kekuatan Sekarang Oasis, Sanur 

    Sementara sebagian besar Pusat Kegiatan Yoga dikelilingi oleh tanaman hijau, Power of Now Oasis adalah satu-satunya di Sanur yang memiliki hak istimewa untuk menawarkan studio yoga dengan pemandangan laut.

    Dan yang lebih seru lagi, kamu bisa mengikuti kelasnya, dengan pengawasan instruktur profesional dari dalam dan luar negeri, gratis! 

    Mereka juga menyediakan kelas untuk pemula, dan kelas yang lebih dinamis untuk mereka yang sudah memiliki keterampilan yoga tingkat lanjut. Lebih baik lagi, di Power of Now Oasis Sanur, kamu dapat meminta sesi privat dengan grup sendiri untuk latihan.

    Alamat: Jl. Pantai Retro, Sanur Kauh Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar Bali 80224
    Instagram:  powerofnowoasis

    Baca: Kiat wisata ramah lingkungan

  • Dampak El Nino Sudah Terasa, Sejumlah Daerah Alami Kekeringan

    Dampak El Nino Sudah Terasa, Sejumlah Daerah Alami Kekeringan

    7cloud.asia – Memasuki pekan kedua bulan Juni 2023, sejumlah daerah di Jawa barat dan Nusa Tenggara Barat dilaporkan mulai mengalami kekeringan. Kondisi ini ditengarai tak lepas dari fase El Nino.

    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan biasanya Indonesia sudah masuk musim kemarau pada bulan Juni.

    Menurut data BNPB, selama 2013-2023, bencana kekeringan selama kemarau paling sering terjadi di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Namun, musim kemarau tahun 2023 ini dipengaruhi oleh fase El Nino.

    “Nah fase El Nino ini memang puncaknya itu di Agustus, tetapi biasanya dampaknya atau efek dari kekeringan yang ditimbulkan – karena kalau kita bicara ini kan bencana dua aja kan, kekeringan atau karhutla – sudah mulai ‘tercicil’ sejak mungkin akhir Mei atau pertengahan Mei lalu, karena di beberapa tempat juga di Jawa timur juga sudah mengalami kekeringan,” kata Abdul Muhari kepada BBC News Indonesia.

    Baca: Terjadi 113 kebakaran hutan dalam dua bulan terakhir

    Dia memperkirakan musim kemarau 2023 akan kurang-lebih sama dengan kemarau di 2018 atau 2019, sama-sama fase puncak periode El Nino. Adapun 2020 sampai Maret 2023 Indonesia dalam periode La Nina atau periode basah.

    “La Nina ini kebalikan dari El Nino… La Nina itu tumpah ruah hujannya. Makanya dalam tiga tahun terakhir kita enggak berhenti ngurusin banjir aja dari Januari sampai Desember itu karena kemaraunya pun kita sebut kemarau basah,” tuturnya.

    Abdul Muhari mengungkap bahwa BNPB sudah berusaha memitigasi kekeringan dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC). Tujuannya, mengisi embung-embung, waduk, danau sampai pada ketinggian air yang cukup untuk melewati musim kemarau di fase El Nino tahun ini.

     

    Upaya itu dilakukan sejak bulan Maret, kata Abdul Muhari, karena masih ada awan hujan.

    “Ini kita manfaatin di golden time untuk TMC ini saat sekarang, di saat kita masih ada hujan sekali 3 hari … Nah ini kita distribusi dulu si hujannya untuk mengisi embung, waduk, danau tadi supaya tempat tempat penampungan alami air ini bisa terisi optimal bisa terpenuhkan secara optimal sebagai cadangan air nanti di musim kemarau,” jelasnya.

    Baca: Perubahan iklim picu banjir rob mamkin sering terjadi

    Bagaimanapun, modifikasi cuaca hanyalah solusi jangka pendek untuk kekeringan. Solusi permanennya, kata Abdul Muhari, membutuhkan perbaikan ekosistem.

    “Kenapa sih di musim hujan kita banjir? Ya karena enggak ada pohon kita yang cukup kuat untuk menahan air. Kenapa sih di musim kemarau kita kekeringan? Karena tidak ada cukup banyak air yang tersedia di daerah-daerah resapan karena enggak ada pohonnya.

    “Kalau kita mau bicara solusi permanen ya ekosistem yang harus dibenerin. Karena kalau tidak sifatnya itu akan instantaneous lagi, cuma jangka pendek,” ungkapnya.

    Sebelumnya, BMKG memprediksi bahwa El Niño Southern Oscillation (ENSO) yang sebelumnya berada dalam fase netral mulai beralih pada periode Juni 2023 dan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat.

    Sementara itu gangguan iklim dari Samudra Hindia, yaitu IOD (Indian Ocean Dipole), juga diprediksi akan beralih menuju fase IOD Positif mulai Juni 2023.

    Baca: Perubahan iklim membuat musim kemarau semakin kering

    “Kombinasi dari fenomena El Niño dan IOD Positif yang diprediksi akan terjadi pada semester II 2023 tersebut dapat berdampak pada berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia selama periode Musim Kemarau 2023,” papar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

    “Bahkan sebagian wilayah diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori Bawah Normal (lebih kering dari kondisi normalnya) hingga mencapai hanya 20 mm per bulan dan beberapa wilayah mengalami kondisi tidak ada hujan sama sekali (0 mm/bulan).”

    Dwikorita menjelaskan bahwa selain memicu kekeringan, minimnya curah hujan juga akan berpotensi meningkatkan jumlah titik api, sehingga makin meningkatkan kondisi kerawanan untuk terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    Sumber: BBC Indonesia

  • Kabar Gembira untuk Pengguna Sepeda, Kini Jakarta Sudah Miliki Peta Bersepeda

    Kabar Gembira untuk Pengguna Sepeda, Kini Jakarta Sudah Miliki Peta Bersepeda

    7cloud.asia – Bertepatan dengan peringatan Hari Sepeda Dunia yang jatuh pada 3 Juni 2023 lalu, Koalisi Cerdas Bermobilitas meluncurkan Peta Bersepeda. 

    Peta Bersepeda adalah sebuah platform bersama yang memungkinkan setiap orang mengetahui spot parkir untuk sepeda, bengkel sepeda, hingga jalur sepeda di Jakarta.

    Fadli sebagai founder dari Peta Bersepeda mengatakan bahwa keengganan orang Indonesia untuk berjalan kaki maupun bersepeda tak lepas dari perencanaan kota yang tidak ramah untuk pejalan kaki maupun bersepeda.

    Baca: Tak hanya ramah lingkungan, bersepeda juga jadi sarana warga mengenali kota

    Seperti diketahui hasil penelitian di Stanford University mengungkapkan bahwa orang Indonesia tergolong paling malas jalan kaki. Studi yang dirilis pada Agustus 2022 menyebut bahwa rata-rata volume jalan kaki yang dilakukan orang Indonesia hanya 3.513 langkah per hari.

    Sedangkan penggunaan sepeda masih terbatas untuk sarana transportasi di lingkungan yang lebih sempit ataupun sekadar berolah raga.

    “Tidak bisa dipungkiri bahwa orang Indonesia tercatat sebagai orang paling malas berjalan kaki sedunia. Hal ini tidak terlepas dari pembangunan kota yang pro-kendaraan bermotor pribadi,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis Koalisi Cerdas Bermobilitas

    Baca: Empat kota di dunia yang sangat memprioritaskan pejalan kaki

    Fadli menilai orang Indonesia telah terjangkit “candu bermotor” alias tidak bisa lepas dari ketergantungan kendaraan bermotor.

    Sehingga momen Hari Sepeda Dunia layak dijadikan momen sebagai perlawanan terhadap efek candu tersebut.

    “Sebagaimana visi dari Peta Bersepeda yang menyajikan wadah informasi fasilitas pendukung bersepeda di wilayah perkotaan, termasuk tempat parkir dan jalur sepeda,” imbuh Fadli

    Baca: Jalan kaki bagus untuk kesehatan fisik dan mentalmu

    Fadli berharap, dengan hadirnya platform Peta Bersepeda yang bersifat crowdsourcing ini dapat menjadi rapor para pemangku kepentingan dalam menyediakan sarana dan prasarana mobilitas aktif.

    Di sisi lain, Peta Bersepeda ini juga diharapkan dapat membantu pengguna sepeda di Jakarta dalam bermobilitas.”

    Kampanye kreatif dengan pesan utama #SepedaUntukSemua dan #CerdasBermobilitas ini menegaskan kembali bahwa taman dan trotoar sebagai ruang publik di kota seharusnya diperuntukkan untuk aktivitas masyarakat seperti bersepeda dan berjalan kaki. 

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Koalisi Cerdas Bermobilitas antara lain beranggotakan Bike to Work, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Parkir Sepeda Jakarta, Koalisi Pejalan Kaki, Peta Bersepeda, bersama dan komunitas sepeda lainya.

    Dalam aksi kolaboratif yang digelar bertepatan dengan Hari Sepeda Dunia ini membawa pesan bahwa bersepeda merupakan salah satu moda mobilitas yang bebas macet, bebas polusi, dan ramah lingkungan.

    Kegiatan ini bertujuan untuk menekankan kembali bahwa ruang publik di kota seharusnya untuk masyarakat berkegiatan bukan sebagai lahan parkir kendaraan. 

    Baca: Tarif parkir mahal agar warga beralih ke transportasi publik

    Selama ini banyak taman dan trotoar yang digunakan menjadi tempat parkiran kendaraan bermotor pribadi. Jalur sepeda juga sering diserobot menjadi jalur sepeda motor pun kendaraan roda empat.

    Sumber: Greenpeace, baca artikel asli di sini

     

     

  • Komunitas Sepeda: Bersepeda Jadi Cara Warga Menikmati Kotanya

    Komunitas Sepeda: Bersepeda Jadi Cara Warga Menikmati Kotanya

    7cloud.asia – Memperingati Hari Sepeda Sedunia, Greenpeace Indonesia bersama dengan B2W Indonesia, ITDP Indonesia, Parkir Sepeda Jakarta, Koalisi Pejalan Kaki, Peta Bersepeda, bersama dengan komunitas sepeda lainya, melakukan tur sepeda dari kawasan Monumen Nasional hingga Taman Ayodya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

    Aksi kolaborasi kreatif komunitas sepeda di Jakarta ini membawa pesan bahwa sepeda merupakan salah satu moda mobilitas yang bebas macet, bebas polusi, dan ramah lingkungan.

    Kegiatan ini bertujuan untuk menekankan kembali bahwa ruang publik di kota seharusnya untuk masyarakat berkegiatan bukan sebagai lahan parkir kendaraan pribadi. Sepeda merupakan salah satu moda transportasi tertua di dunia, yang masih digunakan hingga saat ini.

    Sayangnya, semakin berkembangnya kota-kota di dunia termasuk Jakarta, justru semakin meminggirkan sepeda sebagai salah satu moda transportasi, dan lebih berorientasi pada kendaraan bermotor pribadi. 

    Baca: Alasan Dishub DKI Jakarta bongkar trotoar Santa

    Padahal sepeda bisa dijadikan alternatif untuk mengatasi masalah kemacetan dan polusi udara di Jakarta.

    Dilansir dari TomTom Traffic Index, Jakarta menempati urutan ke 29 di dunia untuk angka kemacetan, setelah sebelumnya di 2020 berada di urutan 46. Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, ada sekitar 22 juta unit kendaraan di Jakarta setiap harinya. 

    Kemacetan Jakarta merupakan sumber utama polusi udara dari sumber bergerak. Menurut Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, sektor transportasi masih menjadi penyebab utama buruknya kualitas udara Jakarta.

    Laporan IQ Air pada Maret lalu mengungkap bahwa Jakarta menduduki peringkat pertama kota paling berpolusi di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, dalam seminggu terakhir kualitas udara Jakarta masuk kategori Tidak Sehat.

    Baca: 4 kota dunia yang prioritaskan pejalan kaki

    Polusi udara memiliki dampak serius pada kesehatan masyarakat. Risiko kesehatan yang ditimbulkan dari polusi udara antara lain penyakit pernapasan, seperti paru obstruktif kronis, ISPA, gagal jantung hingga kelahiran bayi prematur.

    Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. Budi Haryanto, melihat adanya korelasi antara penyakit yang terkait dengan polusi udara menyebabkan peningkatan klaim BPJS Kesehatan.

    Berdasarkan hasil studinya, sejak konsentrasi polutan di DKI Jakarta naik pada 2011, penyakit pernapasan seperti asma, pneumonia, dan ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) semakin bertambah. 

    “Aksi #SepedaUntukSemua ini sekali lagi ingin menguatkan bahwa bersepeda merupakan cara yang paling efisien dalam upaya menurunkan emisi di perkotaan dan bentuk kontribusi warga mengurai masalah polusi udara dan kemacetan yang kian buruk.” ujar Charlie Albajili, Pengkampanye Keadilan Perkotaan Greenpeace Indonesia. 

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Aksi ini, lanjut Charlie, juga jadi pesan pada pemerintah, di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata. pemerintah harus menjadi yang terdepan untuk memfasilitasi warganya untuk bersepeda dengan mudah, bukan malah membatasi hak pesepeda.

    Dalam skala lingkungan, sepeda menjadi pilihan mobilitas bagi kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak. Di 27 kampung kota di 4 wilayah administratif kota di Jakarta pada 2018-2020 didapati bahwa sepeda menjadi pilihan utama bermobilitas setelah angkutan umum dan berjalan kaki.

    Dengan 65.7% pesepeda di kampung adalah anak-anak dan 94.8% penggunaan sepeda  untuk bersekolah dan bermain (ITDP, 2018-2020). Sementara di pusat kota, jalur sepeda yang terbangun, konsisten digunakan oleh pesepeda mobilitas.

    Sejak tahun 2019 hingga 2022, ITDP Indonesia telah melakukan survei penghitungan pengguna jalur sepeda secara berkala pada periode uji coba jalur sepeda sepanjang 63 kilometer.

    Baca: Cerita tuli, kisah para difabel tuli di Kota Solo

    Dengan lalu lintas yang berangsur-angsur kembali normal pun, jumlah pesepeda yang teramati sepanjang Juni 2022 pada mayoritas titik pengamatan juga mengalami peningkatan.

    Meski begitu, jalur sepeda di Jakarta, masih menyisakan PR besar, yaitu penegakan hukum bagi yang melanggar penggunaan jalur sepeda. 

    Gonggomtua Sitanggang, Direktur Interim ITDP Indonesia mengatakan: “Pada gelaran World Bicycle Day tahun ini, ITDP Indonesia berharap  pemerintah kota terus berupaya untuk membuat bersepeda menjadi kegiatan bermobilitas yang aman dan nyaman di kota.

    Hal tersebut dilakukan baik di skala lingkungan maupun pusat kota dengan membangun infrastruktur dan layanan bersepeda, serta kebijakan pengurangan kecepatan kendaraan bermotor yang dibarengi dengan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor serta penegakan hukum.

    Baca: Stasiun Manggarai diarahkan jaid stasiun sentral, seperti ini masterplannya

    Peningkatan penggunaan sepeda juga dapat dilakukan dengan mengintegrasikan sistem antara jalur sepeda dengan transportasi publik sebagai first and last mile melalui sistem bikeshare.” 

    “Jika infrastruktur bersepeda, seperti jalur dan juga parkir diperbanyak oleh pemerintah setempat, maka para pesepeda akan semakin nyaman dan bergembira ketika bersepeda, ucap Fahmi Saimima, Ketua Umum B2W Indonesia.

    “Semakin banyak orang yang senang bersepeda akan meningkatkan kualitas udara kota, dan kualitas hidup karena terbebas dari macet,” tegasnya.

    Di kesempatan yang sama, koalisi meluncurkan Peta Bersepeda, sebuah platform bersama yang memungkinkan setiap orang mengetahui spot parkir untuk sepeda, bengkel sepeda, hingga jalur sepeda di Jakarta.

    Sumber : Greenpeace, baca artikel asli di sini

  • Gerakan Sedekah Sampah, Cara Berkah Mengelola Sampah

    Gerakan Sedekah Sampah, Cara Berkah Mengelola Sampah

    Gerakan sedekah sampah (GGS) di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (16/6/2023). ANTARA/Risky Syukur

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Barat menggalakkan Gerakan Sedekah Sampah (GSS) di wilayahnya.
     
    Gerakan Sedekah Sampah ini terutama ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menekan jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

    Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat, Achmad Hariyadi mengatakan, untuk mendukung Gerakan Sedekah Sampah ini, pihaknya setiap hari Jumat menyiapkan belasan tong sampah sesuai jenis mulai dari B3, organik, anorganik, dan lainnya.

     
    Baca: Cara mudah memilah sampah

    Dengan Gerakan Sedekah Sampah, pihaknya berharap sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) semakin berkurang.
     
    Selanjutnya, sampah-sampah yang dikumpulkan dari Gerakan Sedkah Sampah ini akan dipilah kembali untuk dibawa ke Bank Sampah Induk di Asrama Sudin LH Jakarta Barat. 
     
    “Hasil dari penjualan sampah di bank sampah tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk penanganan lingkungan,” ungkapnya dalam acara peluncuran Gerakan Sedekah Sampah di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (16/6/2023).
     
    Baca: Cek lokasi bank sampah terdekat dengan aplikasi ini

    Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Indra Patrianto mengatakan, Gerakan Sedekah Sampah merupakan menjadi satu upaya menciptakan lingkungan bersih dari sampah.

     
    Menurutnya, peluncuran Gerakan Sedekah Sampah bagi ASN ini juga merupakan rangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni lalu.

    “Untuk tahap awal di Jakarta Barat, Gerakan Sedekah Sampah dilakukan pada ASN lingkup Pemkot Jakarta Barat, mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan,” ujar Indra.

     
    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik
    Indra berharap, ke depan Gerakan Sedekah Sampah tidak hanya menyasar ASN saja, melainkan semua pihak karena masalah sampah tidak hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah saja.

    “Saya berharap ke depan Gerakan Sedekah Sampah juga bisa diterapkan di sekolah-sekolah hingga perkantoran swasta,” katanya.

     
    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang kelola sampah plastiknya

    Sebelumnya, sebanyak 12,8 ton sampah dihasilkan pada malam tahun baru 2023 di wilayah Jakarta Barat. Jumlah tersebut lebih rendah 67,6% bila dibandingkan perayaan malam tahun baru 2022, sebanyak 39,5 ton.

    Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dari beberapa lokasi penanganan sampah pada malam tahun baru 2023 di Jakarta Barat, yani kawasan CNI Jakarta Barat, kantor Walikota Jakarta Barat, kawasan Kota Tua, Taman Sari, Season City dan Kalijodo, Tambora.

  • Tahukah Kamu, Indonesia Miliki Hutan Terluas di Dunia?

    Tahukah Kamu, Indonesia Miliki Hutan Terluas di Dunia?

    7cloud.asia – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebut, Indonesia menjadi negara kedelapan yang memiliki hutan terluas di dunia. Secara keseluruhan luas hutan di Indonesia mencapai 92 juta hektare. 

    Sementara menurut rilis paling akhir “The State of Indonesia’s Forest (SOIFO) 2020” yang terbit Desember 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan luas hutan Indonesia secara hukum (de jure) 120,5 juta hektare.

    Luas ini terdiri dari hutan konservasi 21,9 juta hektare, hutan lindung 29,6 juta hektare, hutan produksi terbatas 26,8 juta hektare, hutan produksi biasa 29,2 juta hektare, dan hutan produksi yang dapat dikonversi 12,8 juta hektare.

    Luasnya hutan di Indonesia diharapkan mampu menyerap emisi karbon dan memproduksi oksigen. Sehingga hutan di Indonesia bisa menjadi salah satu solusi untuk menghadang laju perubahan iklim secara global. 

    Secara faktual (de facto), luas hutan Indonesia yang masih benar-benar mempunyai tutupan hutan 86,9 juta hektare ,yang terdiri dari hutan primer 45,3 juta hektare, hutan sekunder 37,3 juta hektare, hutan tanaman 4,3 juta hektare dan kawasan hutan yang tidak mempunyai tutupan hutan (unforested) 33,4 juta hektare.

    Baca: Insentif untuk daerah penghasil oksigen

    Dilansir forestdigest.com, kawasan hutan yang tidak mempunyai tutupan hutan seluas 33,4 juta hektare ini yang menjadi rebutan para pihak untuk dialihfungsikan menjadi kawasan pembangunan nonkehutanan seperti perkebunan (sawit, gula, dan komoditas lain) yang biasanya membutuhkan lahan luas.
     
    Padahal meskipun tak lagi memiliki tutupan hutan karena terbuka, semak belukar, dan telantar, lahan-lahan itu bukan lahan menganggur yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan apa saja.

    Meski tak lagi memiliki tutupan hutan, kawasan tersebut masuk dalam kawasan hutan konservasi 4,5 juta hektare, hutan lindung 5,6 juta hektare, hutan produksi terbatas 5,4 juta hektare, hutan produksi biasa 11,4 juta hektare, dan hutan produksi yang dapat dikonversi 6,5 juta hektare.

    Luas kawasan hutan Indonesia sebenarnya telah mengalami reduksi sejak pemerintah Orde Baru menggencarkan kegiatan pembangunan di segala bidang, khususnya nonkehutanan yang membutuhkan lahan yang cukup luas sejak 1968. 

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataulang

     

    Kawasan hutan waktu itu dinyatakan seluas 122 juta hektare, tidak hanya dieksploitasi kayunya untuk mendulang devisa negara melalui izin hak pengusahaan hutannya (HPH), juga dibuka bagi investor asing maupun domestik untuk membuka kebun secara besar-besaran (khususnya sawit, pencetakan sawah dan lahan transmigrasi) dengan membuka kawasan hutan melalui mekanisme alih fungsi kawasan hutan (pelepasan kawasan hutan).

    Pertanyaannya, adakah dan sudahkah reduksi luas hutan khususnya yang bersifat permanen melalui pelepasan kawasan hutan yang sudah terjadi sejak tahun 1970’an didata dan dicatat sebagai angka reduksi luas kawasan hutan?

    Mungkinkah reduksi permanen luas hutan di Indonesia selama lebih dari setengah abad (1970-2022) hanya berkurang tidak lebih dari 2 juta hektare?

    Salah satu alih fungsi hutan untuk pembangunan di luar sektor kehutanan yang cukup mencemaskan adalah mekanisme pelepasan kawasan hutan. Mekanisme ini bisa jadi pintu masuk hilangnya kawasan hutan tetap secara legal.

    Baca: Pajak karbon, mengapa dan kapan menerapkannya?

     

    Aturan pelepasan kawasan hutan mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.96/2018 dan P.50/2019. Pelepasannya tidak sekaligus sesuai permintaan tetapi secara bertahap.

    Untuk perkebunan paling banyak 60.000 hektare untuk satu grup perusahaan yang diberikan bertahap 20.000 hektare. Untuk tebu paling luas 100.000 hektare untuk satu grup perusahaan yang diberikan bertahap 25.000 hektare. 

    Menurut Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama 1984-2020 terdapat pelepasan kawasan hutan seluas 7,3 juta hektare, dengan perincian sebagai berikut: 

    Periode 1985-1989 seluas 849.678 hektare,

    Periode 1990-1994 seluas 1.542.219 hektare,

    Periode 1995-1997 seluas1.086.156 hektare,

    Periode 1998-1999 seluas  678.373 hektare,

    Periode 2000-2001 163.566 hektare,

    Periode 2002-2004 tak ada,

    Periode 2005-2009 seluas 589.273 hektare,

    Periode 2010-2014 seluas 1.623.062 hektare. 

    Di era Presiden Joko Widodo hingga 2020 ada izin 113 unit seluas lebih dari 600.000 hektare, di mana 22 lokasi tersebut dengan luas lebih dari 218.000 hektare telah memperoleh persetujuan prinsip pelepasan di antara tahun 2012-2014.

    Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya

  • Sambut Timnas Argentina, Erick Thohir Harap Timnas Manfaatkan Laga Persahabatan Sebaik Mungkin

    Sambut Timnas Argentina, Erick Thohir Harap Timnas Manfaatkan Laga Persahabatan Sebaik Mungkin

     
    7cloud.asia –  Rombongan Timnas Argentina tiba di Indonesia pada Jumat (16/6/2023) malam. Kedatangan Timnas Argentina di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, disambut langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. 
     
    Satu persatu anggota Timnas Argentina mendapat kalungan selendang Timor dari Erick Thohir. sebagai simbol persahabatan.
     
     
    Sejumlah anggota Timnas Argentina terlihat gembira mendapat kalungan selendang Timor dari Erick Thohir tersebut.  Selendang Timor yang mereka terima tak lepas dari genggaman mereka hingga naik ke bus yang membawa mereka ke hotel tempat menginap.

    “Kalau dikalungi bunga sudah biasa kan. Kain dari Timor selain simbol persahabatan dan keramahtamahan yang menjadi ciri dari bangsa kita, juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia,” kata Erick Thohir.

    Baca: Film bisa jadi sarana efektif untuk kampanye lingkungan

    Erick Thohir mengatakan, ini merupakan kunjungan pertama Timnas Argentina ke Indonesia. Meski tanpa Lionel Messi, kedatangan Timnas Argentina tetap mendapat sambutan hangat. 

    “Timnas Argentina yang juga peringkat satu dunia harus kita hargai kedatangan timnas yang bertabur bintang dunia itu,” kata Erick Thohir. 

    Baca: Daftar film yang bikin kamu makin cinta Indonesia

    Rombongan Timnas Argentina yang tiba di Indonesia Jumat malam antara lain adalah Alejandro Garnacho winger Manchester United, Enzo Fernandez gelandang Chelsea, Alexis Mac Allister yang musim depan akan main di Liverpool, Julian Alvarez striker Manchester City. 

    Tak ketinggalan sang kiper yang membawa Timnas Argentina menjadi Juara Dunia 2022 di Qatar, Emiliano Martinez. 

    Baca: 17 langkah sederhana terapkan gaya hidup ramah lingkungan

    Erick Thohir berharap Timnas memanfaatkan laga persahabatan dengan Timnas Argentina sebaik mungkin.

    “Mereka juara dunia dan kini nomor satu FIFA. Jadi, laga FIFA Match Day, Senin besok, harus benar-benar dimanfaatkan Timnas kita. Tak hanya untuk mendapat pengalaman bertanding level dunia, tapi juga menaikkan nyali, skill, dan strategi melawan tim yang secara kualitas levelnya ada di atas kita. Ini tantangan yang tak datang setiap saat. Saya ingin para pemain kita harus fight dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ucap Erick.

     

    Pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia vs Timnas Argentina akan digelar pada Senin (19/6/2023) mendatang di GBK Senayan Jakarta.