7cloud.asia – Bertepatan dengan peringatan Hari Sepeda Dunia yang jatuh pada 3 Juni 2023 lalu, Koalisi Cerdas Bermobilitas meluncurkan Peta Bersepeda.
Peta Bersepeda adalah sebuah platform bersama yang memungkinkan setiap orang mengetahui spot parkir untuk sepeda, bengkel sepeda, hingga jalur sepeda di Jakarta.
Fadli sebagai founder dari Peta Bersepeda mengatakan bahwa keengganan orang Indonesia untuk berjalan kaki maupun bersepeda tak lepas dari perencanaan kota yang tidak ramah untuk pejalan kaki maupun bersepeda.
Baca: Tak hanya ramah lingkungan, bersepeda juga jadi sarana warga mengenali kota
Seperti diketahui hasil penelitian di Stanford University mengungkapkan bahwa orang Indonesia tergolong paling malas jalan kaki. Studi yang dirilis pada Agustus 2022 menyebut bahwa rata-rata volume jalan kaki yang dilakukan orang Indonesia hanya 3.513 langkah per hari.
Sedangkan penggunaan sepeda masih terbatas untuk sarana transportasi di lingkungan yang lebih sempit ataupun sekadar berolah raga.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa orang Indonesia tercatat sebagai orang paling malas berjalan kaki sedunia. Hal ini tidak terlepas dari pembangunan kota yang pro-kendaraan bermotor pribadi,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis Koalisi Cerdas Bermobilitas
Baca: Empat kota di dunia yang sangat memprioritaskan pejalan kaki
Fadli menilai orang Indonesia telah terjangkit “candu bermotor” alias tidak bisa lepas dari ketergantungan kendaraan bermotor.
Sehingga momen Hari Sepeda Dunia layak dijadikan momen sebagai perlawanan terhadap efek candu tersebut.
“Sebagaimana visi dari Peta Bersepeda yang menyajikan wadah informasi fasilitas pendukung bersepeda di wilayah perkotaan, termasuk tempat parkir dan jalur sepeda,” imbuh Fadli
Baca: Jalan kaki bagus untuk kesehatan fisik dan mentalmu
Fadli berharap, dengan hadirnya platform Peta Bersepeda yang bersifat crowdsourcing ini dapat menjadi rapor para pemangku kepentingan dalam menyediakan sarana dan prasarana mobilitas aktif.
Di sisi lain, Peta Bersepeda ini juga diharapkan dapat membantu pengguna sepeda di Jakarta dalam bermobilitas.”
Kampanye kreatif dengan pesan utama #SepedaUntukSemua dan #CerdasBermobilitas ini menegaskan kembali bahwa taman dan trotoar sebagai ruang publik di kota seharusnya diperuntukkan untuk aktivitas masyarakat seperti bersepeda dan berjalan kaki.
Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik
Koalisi Cerdas Bermobilitas antara lain beranggotakan Bike to Work, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Parkir Sepeda Jakarta, Koalisi Pejalan Kaki, Peta Bersepeda, bersama dan komunitas sepeda lainya.
Dalam aksi kolaboratif yang digelar bertepatan dengan Hari Sepeda Dunia ini membawa pesan bahwa bersepeda merupakan salah satu moda mobilitas yang bebas macet, bebas polusi, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menekankan kembali bahwa ruang publik di kota seharusnya untuk masyarakat berkegiatan bukan sebagai lahan parkir kendaraan.
Baca: Tarif parkir mahal agar warga beralih ke transportasi publik
Selama ini banyak taman dan trotoar yang digunakan menjadi tempat parkiran kendaraan bermotor pribadi. Jalur sepeda juga sering diserobot menjadi jalur sepeda motor pun kendaraan roda empat.
Sumber: Greenpeace, baca artikel asli di sini

Leave a Reply