Skip to content

ruangkota

    • Account
    • Login
    • Password Reset
    • Register
    • Sample Page

Category: Uncategorized

  • Hari Lansia NasionaL: Delapan Pasangan Lansia Mengesahkan Pernikahan Mereka

    Hari Lansia NasionaL: Delapan Pasangan Lansia Mengesahkan Pernikahan Mereka

    7cloud.asia – Senyum tak pernah lepas dari wajah pasangan Hasan (82) dan Ibu Fatimah (69).

    Pasangan lansia ini sudah 25 tahun menikah secara siri, kini mereka bisa bernapas lega usai hakim mengesahkan pernikahan mereka.
     
    “Saya senang dan lega,” ujar Hasan.
     
    Hasan dan istri berharap, usai sidang tersebut, segera mendapatkan berkas kependudukan agar dapat mendaftarkan keluarganya masuk sebagai penerima manfaat.
     
    Senada dengan Hasan, pasangan lansia lainnya, Ibrahim (73) dan Keniang (61) merasa lega dan bersyukur atas fasilitas sidang Isbat Nikah dari Kemensos yang telah mengesahkan perkawinannya.
     
    Keniang yang sudah memasuki usia lansia mengharapkan dengan pengesahan pernikahan tersebut, anak-anaknya mendapat kepastian hukum hingga dapat menerima bantuan sosial dari program pemerintah kedepannya.
     
    “Saya gugup, tapi Alhamdulillah sudah sah. Terima kasih Kementerian Sosial atas nama bantuannya,” kata Keniang.
     
    Baca: Hari Lansia Nasional, Lansia Terawat Bangsa Bermartabat
     
    Dua pasangan ini adalah dua dari delapan pasangan lansia yang akhirnya mendapatkan SK penetapan pernikahan dalam Isbat Nikah yang difasilitasi Kementerian Sosial. Isbat Nikah untuk para lansia  di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat ini, agar dapat mencatatkan pernikahannya secara sah di mata hukum positif Indonesia.

     
    “Ini untuk kesejahteraan para lansia, mereka dapat menjadi tenang karena sudah ada hubungan yang disahkan oleh negara. Sehingga anak-anak kandungnya bisa mendapatkan kepastian hukum apabila memiliki harta warisan,” ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Supomo, di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, pekan lalu
     
    Para lansia juga mendapat pendampingan oleh Kemensos, lantaran prosesnya yang tidak sederhana untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Pengadilan Agama. Seperti, menghadirkan saksi-saksi nikah, hingga bukti data yang memperkuat bahwa pasangan lansia tersebut telah menikah secara agama.
     
    Setelah mendapatkan SK pasangan lansia diharapkan dapat mencatatkan pernikahannya ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dan memperbarui status kependudukannya i Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat.
     
    Baca: masa-masa kritis bagi kesehatan mental
     
    Isbat Nikah penting dilakukan untuk kepastian hukum dan pemenuhan hak sipil bagi suami-istri serta keturunannya, mempermudah akses layanan publik, memastikan kesejahteraan dan kepastian hak asuh anak, serta membangun kesadaran pemerintah daerah untuk memastikan semua warga terpenuhi hak sipilnya.
     
    Sebagai hakim Isbat Nikah kepada delapan pasangan tersebut adalah Afif Waldy, S.H.I, M.H.I dan M Rifai, S.H.I, M.H.I.
     
    Sidang Isbat Nikah dilaksanakan tiga hari yakni tanggal 22, 25, dan 29 Mei 2023 dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-27 tahun 2023, yang akan diikuti total sebanyak 32 pasangan.
     
    Isbat Nikah dilaksanakan di tiga lokasi yakni Pengadilan Agama Pulau Punjung, Auditorium Kantor Bupati dan di Kantor Wali Nagari Tebing Tinggi Kabupaten Dharmasraya.
     
    Pembiayaan Isbat Nikah seperti pendaftaran, akomodasi serta transportasi dan konsumsi ditanggung sepenuhnya oleh Kemensos melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang.
     
    Baca: Hidup bahagia dengan gaya hidup minimalis
     
    Sebagai Puncak HLUN 2023
     
    Isbat Nikah merupakan bagian dari  rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) diperingati pada tanggal 29 Mei setiap tahunnya. Mengambil tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”, acara puncak HLUN 2023 akan dilaksanakan di Kabupupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, 29 Mei 2023.
     
    Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3APPKB) Kabupupaten Dharmasraya Martin Efendi mengatakan sejumlah 891 lansia tidak mendaftarkan pernikahannya. 
     
    “Alasan belum menikah resmi karena kalau di kampung, kondisi sudah tua tidak mungkin mengurus berkas nikah, sehingga memilih nikah di bawah tangan (siri), tidak tercatat negara,” katanya saat dihubungi beberapa waktu lalu.
     
    Banyaknya angka pernikahan siri lansia disebabkan saat menikah puluhan tahun yang lalu tidak mendapatkan buku nikah. Tidak tercatatnya pernikahan terdahulu berimbas pada pernikahan kedua. Saat lansia ingin mengurus pernikahan, surat keterangan cerai tidak bisa keluar karena tidak ada buku nikah dari pernikahan sebelumnya.
     
    Selain Isbat nikah, rangkaian HLUN 2023 di Dharmasraya juga akan memfasilitasi pemenuhan hak sipil lansia seperti pembuatan E-KTP, akte kelahiran, dan Kartu Keluarga. Pelayanan ini diberikan secara terpadu oleh Pengadilan Agama, Kantor kementerian Agama, dan Kependudukan dan Catatan Sipil.
     
    Sumber: Kemensos
    July 30, 2026
  • Bunga Raflesia Arnoldi Mekar di Bengkulu

    Bunga Raflesia Arnoldi Mekar di Bengkulu

     

    Foto: Antara/Muhammad Rizaldi
     
    7cloud.asia – Bunga Rafflesia Arnoldi mekar di kawasan Bukit Daun, Kelurahan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Senin (29/5/2023).
     
    Bunga Rafflesia Arnoldi dengan ukuran raksasa atau sekitar 85 cm tersebut menjadi ikon provinsi setempat. 
     
    Bunga Raflesia Arnoldi ini tergolong langka. Saat mekar, bunga Raflesia Arnoldi biasanya hanya mampu bertahan empat hari sehingga menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

    July 30, 2026
  • 9 K-drama yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental – II

    9 K-drama yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental – II

     

    7cloud.asia – Drama Korea atau K-drama dikenal sangat kreatif dan jeli menangkap isu yang berkembang di sekitar kita dan dengan apik mengemasnya menjadi tontonan yang menarik. 

    Tak terkecuali isu kesehatan mental yang kini makin menjadi perhatian. Berikut 5 dari 9 K-drama yang mengangkat isu kesehatan mental sebagai inti ceritanya.

    Tulisan ini untuk melengkapi tulisan sebelumnya tentang K-drama yang mengangkait isu kesehatan mental.

    Menyaksikan K-drama ini akan membuat kamu lebih paham tentang kesehatan mental dan bagaimana harus menyikapinya. 

    5. Just Between Lovers

    “Just Between Lovers” adalah K-drama yang mengisahkan dua orang yang punya masalah kesehatan mental akibat gangguan stres pascatrauma. Lee Kang Doo (Lee Junho) bermimpi menjadi pemain sepak bola, tetapi kecelakaan di mal membunuh ayahnya dan membuat Kang Doo dengan luka parah.

    Kang Doo adalah pemuda kasar yang memiliki gangguan kecemasan dan menghadapi masalah utang, dan masa depan yang tampaknya tanpa harapan. Dia bertemu Ha Moon Soo (Won Jin Ah), seorang yang selamat dari kecelakaan yang sama.

    Moon Soo didera rasa bersalah dan percaya bahwa kehadirannya merusak banyak hal bagi orang lain. Terikat bersama oleh kesedihan yang sama, kesedihan yang belum diproses, dan pergumulan, kedua individu yang kesepian ini membentuk hubungan yang dalam.

    Saat mereka saling mendukung, mereka juga saling menyembuhkan saat mereka memproses kesedihan bersama.

    Sebagai kisah cinta yang lambat, dua tokoh yang punya masalah kesehatan mental ini mengambil potongan hidup mereka yang robek dan menyatukannya. Lee Junho menonjolkan kompleksitas kepribadian Lee Kang Doo, membangkitkan sentimen mendalam atas penderitaan karakternya.

    6. Kill Me, Heal Me

    K-drama yang mengangkat isu kesehatan mental selanjutnya adalah Kill Me, Heal Me. Do Hyun (Ji Sung) adalah pewaris perusahaan besar, tetapi namanya menimbulkan bisikan keras di antara lorong-lorong konglomerat.

    Do Hyun dirawat karena masalah kesehatan mental yang rumit. Dia menderita gangguan identitas disosiatif dan “hidup” dengan enam kepribadian berbeda, yang masing-masing muncul ke permukaan tergantung pada situasinya.

    Do Hyun telah menciptakan kepribadian ini untuk menghadapi masa lalunya yang traumatis dan kejam sebagai seorang anak, yang terus menghantuinya di masa dewasa.

    Ketika Ri Jin (Hwang Jung Eum), seorang psikiater, bertemu dengan Shin Se Gi, seorang rockstar yang kasar, dia kemudian menyadari bahwa itu adalah salah satu dari banyak kepribadian Do Hyun.

    Ri Jin segera mengetahui bahwa dia dan Do Hyun berbagi masa lalu sebagai anak-anak. Meskipun ingatannya hilang, masalah yang tertanam dalam yang berasal dari ingatan itulah yang memegang kunci kesehatan mental Do Hyun.

    “Kill Me, Heal Me” adalah drama psikologis yang ditulis dengan cermat. Saat-saat yang tampaknya menegangkan diimbangi dengan humor. Akting Ji Sung sebagai seorang aktor muncul mampu menampilkan banyak kepribadian dari karakter Do Hyun.

    Dan Park Seo Joon sebagai Ri Oh, saudara novelis investigasi Ri Jin yang unik, adalah bonus tambahan.

    7. Clean With Passion Now

    Clean With Passion Now menyorot masalah kesehatan mental mysophobia. Jang Sun Kyul (Yoon Kyun Sang) adalah penderita mysophobia parah, ketakutan pada kuman.

    Sun Kyul sangat peduli tentang hal-hal yang bersih dan rapi—tidak boleh ada debu dan noda yang terlihat olehnya. Dia membawa tingkat bersih yang baru dan bahkan menjalankan perusahaan pembersih.

    Lalu ada Oh Sol (Kim Yoo Jung), yang riang dan berantakan—kebersihan sama seklai bukan keahliannya. Oh Sol mulai bekerja untuk perusahaan Sun Kyul dan merupakan orang yang cerdas dan pekerja keras.

    Bukan orang yang menghabiskan waktu untuk kemewahan dan kesia-siaan hidup lainnya, Oh Sol yang berantakan membantu Sun Kyul menghadapi mysophobia-nya.

    “Bersih dengan Gairah untuk Sekarang,” berdasarkan webtoon dengan nama yang sama, adalah jam tangan yang sangat menyenangkan. Yoon Kyun Sang sebagai CEO paranoid dan kasar Sun Kyul memberikan penampilan bernuansa sementara Kim Yoo Jung sebagai Oh Sol yang canggung namun gagah menjaga momentum.

    K-drama ini secara sensitif menampilkan masalah kesehatan mental Sun Kyul, yang merupakan kondisi psikologis yang melemahkan dan menghambat kemampuannya untuk hidup normal, termasuk hubungannya.

    Cinta dan dukungan yang dia dapatkan dari Oh Sol membantunya melawan ketakutan dan masalahnya. Ini adalah drama yang tentunya layak untuk ditonton.

    8. Hyde, Jekyll, Me

    K-drama yang satu ini menyorot masalah kesehatan mental disosiatif. Seo Jin (Hyun Bin) adalah CEO taman hiburan yang kaya, sombong, dan jahat. Dia menderita gangguan kepribadian disosiatif. Kepribadiannya yang terfragmentasi lainnya adalah Robin, laki-laki yang menyenangkan dan baik hati.

    Ketika manajer sirkus yang baru diangkat Ha Na (Han Ji Min) datang ke tempat kejadian, segalanya menjadi rumit. Dia dan Seo Jin berselisih sejak pertemuan pertama, sementara Robin, dengan wajahnya yang tersenyum dan sikapnya mampu menawan Ha Na.

    Segera setelah hilangnya Robin secara misterius, Ha Na menemukan Seo Jin sedang berjuang melawan masalah kesehatan mental yang serius, yang berakar pada masa kecilnya.

    Drama ini menjalin ketegangan dan misteri bersama dengan tema psikologisnya. Karakternya ditulis dengan baik, dan pertunjukannya menggarisbawahi aspek baik dan buruk yang ditemukan dalam diri kita masing-masing dan untuk memperlakukan orang dengan sangat baik.

    9. Fix You 

    Fix You adalah K-drama yang memotret masalah kesehatan dari sudut yang berbeda. Lee Shi Joon (Shin Ha Kyun) adalah seorang psikiater yang memiliki cara baru untuk menyembuhkan pasiennya. Dia benar-benar peduli tentang mereka, dan meskipun banyak yang menganggap caranya eksentrik, dia berhasil membantu kliennya mengatasi trauma dan masalah kesehatan mental mereka.

    Han Woo Joo (Jung So Min) adalah seorang aktris, yang dikenal memiliki serangan panik dan kehancuran emosional. Saat Shi Joon bertemu Woo Joo, dia berusaha keras untuk membantunya sembuh.

    Sabar dan berdedikasi dalam menasihatinya, Shi Joon membantu Woo Joo melewati banyak masalah yang mencegahnya menjalani kehidupan terbaiknya. Kisah cinta yang berkembang selama ini sungguh menyenangkan.

    “Fix You” menampilkan bagaimana mendapatkan konselor dan terapis yang tepat dapat membantu pasien mengatasi masalah mereka. Sebuah drama yang sangat unik dan menginspirasi, “Fix You” adalah K-drama yang nggak bisa diremehkan yang harus jadi daftar tontonan jika kamu ingin tahu lebih banyak soal kesehatan mental.

     

    Sumber: Soompi

    July 30, 2026
  • Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    Tiga Kota di Indonesia Ini Masuk Kategori Kota Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Organisasi negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN memberikan penghargaan kepada beberapa kota di Asia Tenggara yang telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Penghargaan yang dinamai “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

    Tujuan program ini adalah untuk mendorong semakin bertumbuhnya kota-kota berkelanjutan dan ramah lingkungan di ASEAN dengan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada kota-kota yang telah melakukan berbagai inisiatif dan upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

    Baca: Empat kota di dunia yang utamakan pejalan kaki

    Sebanyak 10 kota di masing-masing negara anggota ASEAN dianugerahi Environmentally Sustainable Cities (ESC Award). Sepuluh kota tersebut yaitu:

    (1) Temburong, Brunei Darussalam
    (2) Preah Sihanouk City, Kamboja
    (3) Balikpapan, Indonesia
    (4) Xamnneua City, Lao PDR
    (5) Majlis Bandaraya Shah Alam (MBSA), Malaysia
    (6) Nyaung Oo (Bagan) City, Myanmar
    (7) Marikina City, Phillipines
    (8) Nee Soon South Division, Singapura
    (9) Yala Municipality, Thailand
    (10) Can Tho City, Vietnam

    Baca: Konsep Kota Hutan IKN tak jamin ramah lingkungan

    Selain ASEAN ESC Award, terdapat juga penghargaan berupa Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land.

    Kota-kota yang berhasil mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition untuk Kota Besar Kategori Clean Air: 

    (1) Surabaya, Indonesia
    Kategori Clean Water: 
    (2) Phnom Penh City, Cambodia
    (3) Majlis Bandaraya Johor Bahru (MBJB), Malaysia
    Kategori Clean Land:
    (4) Paranaque City, Philippines

    Baca: Negara miskin paling terdampak perubahan iklim

    Certificate of Recognition untuk Kota Kecil Kategori Clean Air: 
    (1) Majlis Bandaraya Alor Setar (MBAS), Malaysia
    (2) Hatyai Municipality, Thailand
    (3) Kep City, Cambodia
    (4) Kaysone-Phomvihane City, Lao PDR  
    Kategori Clean Water: 
    (5) Thungsong Municipality, Thailand 
    Kategori Clean Land:
    (6) Krabi Municipality, Thailand 
    (7) Senmonorom City, Cambodia 
    (8) Bontang, Indonesia 
    (9) Ninh Binh City, Vietnam  

    Baca: Metamorfosa Jakarta melalui penataan transportasi publik

    Dalam penilaian penghargaan, setiap negara anggota ASEAN menominasikan 1 (satu) kota untuk menjadi calon penerima ESC Award. Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan ESC Award telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Sedangkan untuk penghargaan Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Setiap negara dapat menominasikan maksimal 6 (enam) kota (1 kota besar dan 1 kota kecil untuk masing-masing kategori sertifikat).

    Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

    Baca: Potret keseharian disabilitas tuli di Kota Solo

    Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa ASEAN bangga mengakui kota-kota yang mendapat penghargaan ESC Award dan Certificate of Recognition tahun ini.

    Menurutnya, kota-kota tersebut telah memprioritaskan pengarusutamaan kebijakan dan program pembangunan yang ramah lingkungan.

    Menteri Siti dalam sambutannya menyebutkan bahwa, ESC Award yang diprakarsai oleh ASEAN tidak dapat disangkal merupakan salah satu pendekatan paling efektif untuk mendorong kota-kota di ASEAN agar dapat lebih memobilisasi sumber daya mereka untuk membangun kota yang bersih dan hijau, serta dapat menetapkan standar untuk diikuti oleh kota-kota yang lain. 

    Baca: Cara asyik kurangi sampah plastik

    Ia berharap, bahwa ini akan memotivasi pemangku kebijakan untuk meningkatkan kinerja lingkungannya dan menginspirasi orang lain untuk berbagi praktik terbaik di seluruh dunia.

    “Oleh karena itu, saya ingin menegaskan kembali bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan dan untuk bergerak maju dengan cara yang lebih harmonis,” ungkap Menteri Siti.

    Menteri Siti kemudian menjelaskan kepada hadirin bahwa Indonesia juga telah memiliki program serupa yang disebut Adipura, yaitu penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memenuhi kriteria lingkungan tertentu.

    Tidak hanya sebagai kota yang bersih dan hijau, penghargaan Adipura juga berhasil mendorong upaya yang signifikan dalam mengelola limbah domestiknya, serta mempromosikan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.

    “Tiga kota dari Indonesia yang menerima penghargaan hari ini termasuk di antara yang telah menerima penghargaan Adipura,” terang Menteri Siti.

    Sumber: KLHK

    July 30, 2026
  • Hari Lansia Nasional: Banyak Lansia Tak Miliki BPJS Kesehatan

    Hari Lansia Nasional: Banyak Lansia Tak Miliki BPJS Kesehatan

    7cloud.asia – Nurhasanah adalah perempuan lansia yang sudah berusia 64 tahun. Ia tinggal di Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Karawang, Jawa Barat.

    Saat ini Nurhasanah tidak memiliki BPJS Kesehatan karena tidak memiliki kemampuan untuk mendaftar BPJS secara mandiri.

    Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari perempuan lansia ini berjualan makanan tradisional dengan modal seadanya.

    Apa yang dialami Nurhasanah, jamak terjadi di Karawang. Ada banyak lansia terutama Lansia perempuan di Karawang yang tidak memiliki jaminan Kesehatan, padahal di usia mereka jaminan kesehatan sangat dibutuhkan.

    “Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama dari Lansia. Dimana dengan bertambahnya umur kondisi pisik akan terus mengalami penurunan,” ujar Vina Kurnia dari PPSW Pasoendan Digdaya yang banyak mendampingi lansia di Karawang dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (30/5/2023).

    Baca: Hari Lansia Nasional, lansia bukan untuk dikasihani

    Vina menambahkan, bagi Lansia yang tidak masuk pada kategori Lansia terlantar, selain masalah Kesehatan, permasalahan utama lainnya adalah rasa kesepian. Hal ini karena, banyak lansia yang tidak tinggal bersama anak-anaknya. 

    “Anak-anak mereka sibuk dengan urusan keluarganya masing-masing,” terang Vina.

    Lantas, siapa yang bertanggung jawab terhadap nasib para lansia ini? Menurut Vina, Pemerintah Indonesia sudah memiliki UU 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan PP 43 tahun 2004 tentang Pelaksanaan Kesejahteraan Lanjut Usia menjadi tanggung jawab Pemerintah dan masyarakat.

    Baca: Kenali gejala terselubung pada lansia

    Undang-undang ini menempatkan Lansia bukan hanya sebagai beban yang harus diurus, namun juga menempatkan Lansia sebagai potensi untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

    Dalam undang-undang ini lansia dibagi dalam dua kategori, Lansia potensial dan Lansia tidak potensial.

    PPSW Pasoendan Digdaya bersama Mitra Kerjanya PSDK DAS Citarum sudah melakukan pengorganisasian Lansia di 4 Desa di Kabupaten Karawang, yaitu Desa Telukjambe dan Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur, Desa Curug dan Desa Karanganyar Kecamatan Klari.

    Selain melakukan pengorganisasian PPSW dan PSDK juga melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pemerintah terutama pemerintah desa.

    Baca: Masa-masa kritis untuk kesehatan mental

    Desa memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan dan anggaran sehingga butuh bantuan dari semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten dan Dunia Usaha.

    Salah satu tujuan dari aktifitas yang dilakukan oleh PPSW dan PSDK adalah membuka jalan menuju Karawang ramah Lansia sesuai dengan mandat dalam Permensos No 4 tahun 2017.

    Untuk mencapai hal tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama dukungan dalam hal Kebijakan.

    Vina meyakini Karawang ramah Lansia bisa terealisasi lebih cepat jika Kabupaten Karawang memiliki Perda tentang Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan Lansia. Tentu saja kewenangan menyusun Perda ini ada pada Bupati dan DPRD Kabupaten Karawang.

    “Kami berharap Kabupaten Karawang yang ramah terhadap Lansia bisa tercipta di tahun 2024,” pungkas Vina.

    Baca: Penjelasan mengapa trotoar Santa dibongkar

    Berdasarkan data BPS, (Karawang Dalam Angka 2022), Pada tahun 2021 jumlah penduduk lansia di Kabupaten Karawang sebanyak  215.804 orang atau sebanyak 8,74 persen.

    Angka ini meningkat sebesar 18.244 orang dari tahun 2020. Dimana tahun 2020 Lansia di Karawang sebanyak 197.560 orang atau sebesar 8,10% dari total penduduk.

    Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup dan rata-rata lama hidup. Kondisi ini tentunya harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

    Baca: Jalan kaki olahraga murah bagus untuk kesehatan mental

     

     

     

     

    July 30, 2026
  • Pro Kontra Konservasi Ex Situ dalam Pelestarian Satwa

    Pro Kontra Konservasi Ex Situ dalam Pelestarian Satwa

    7cloud.asia – Dalam upaya pelaksanaan konservasi Ex Situ, serta revisi Undang-Undang No 5 tahun 1990 terkait Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Taman Safari Indonesia, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

    Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi IV DPR RI Ravindra Airlangga menjelaskan bahwa konservasi ex situ merupakan salah satu bentuk kepedulian akan upaya pelestarian pada satwa.

    Maksud pelestarian secara ex situ atau konservasi ex situ ialah hewan-hewan yang dipindahkan dari habitat aslinya ke tempat baru, seperti yang dilakukan Taman Safari Indonesia ini.

    “Sejauh yang kami lihat, konservasi ex situ yang dilakukan Taman Safari Indonesia sudah luar biasa. Namun, masih banyak hal yang harus dibenahi. Seperti penambahan bank biologis yang lebih komprehensif,” ujarnya Senin (29/5/2023) seperti dikutip Parlementaria.

    Baca: Bunga raflesia arnoldi mekar

    Ravindra juga menambahkan bahwa penambahan bank biologis perlu dipercepat. Bank biologis yang dimaksud ialah koleksi spesimen sel somatis dari binatang itu sendiri. 

    “Usul penambahan bank biologis ini ialah bila terjadi kepunahan di kemudian hari, melalui biologi molekular dapat dikembangbiakan lagi menggunakan Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT), yaitu dengan menggunakan sample (diluar dari metode-metode associate atau association production technology lainnya),” tukas Politisi Partai Golkar Dapil Jabar V ini.

    Baca: Ribuan desa pesisir di Indonesia terancam hilang akibat perubahan iklim

    Ia melanjutkan bahwa ada spesimen-spesimen satwa dari luar Indonesia yang akan dikembangkan di Taman Safari Indonesia ini guna pengembangan konservasi ex situ.

    Hal ini dilakukan dengan melihat sebagian besar sudah sukses dikembangkan. Salah satunya adalah reproduksi untuk panda. 

    Ravindra mengatakan, kadang rehabilitas ex situ ini memang diperlukan, karena memang sebagian besar habitatnya sudah tidak mendukung. Sehingga terpaksa dilakukan penangkaran dan pengembangbiakan di luar habitat murninya.

    “Mungkin formulasinya untuk binatang-binatang tertentu sudah ketemu, tetapi untuk panda ini masih dipelajari,” tutupnya. 

    Baca: Mekanisme perdagangan karbon ditataualng demi pemasukan negara

    Hingga saat ini konservasi ex situ masih menjaid perdebatan. Dilansir lindungihutan.com, cara konservasi ex situ dianggap sulit dilaksanakan dengan keberhasilan tinggi disebabkan jenis yang dominan terhadap kehidupan alaminya sulit beradaptasi dengan lingkungan buatan.

    Konservasi ex situ sendiri mencakup manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup, hewan, termasuk manusia.

    Ini dilakukan agar dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survei, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan.

    Baca: Perlu ada insentif agar daerah tergerak melestarikan alamnya

    Definisi Konservasi ex situ adalah upaya konservasi yang dilakukan dengan menjaga dan mengembangbiakkan jenis tumbuhan dan satwa di luar habitat alaminya dengan cara pengumpulan jenis, pemeliharaan dan budidaya (penangkaran).

    Tempat-tempat konservasi ex situ dilakukan pada tempat-tempat seperti kebun binatang, kebun botani, taman hutan raya, kebun raya, penangkaran satwa, taman safari, taman kota dan taman burung.

    Metode yang digunakan pada bentuk konservasi ini dengan cara memanipulasi objek yang dilestarikan untuk dimanfaatkan dalam upaya pengkayaan jenis, terutama yang hampir mengalami kepunahan dan bersifat unik.

     

    Sumber: https://lindungihutan.com/blog/konservasi-in-situ-dan-ex-situ/

    July 30, 2026
  • Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun ke 7,5 Persen pada 2024

    Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun ke 7,5 Persen pada 2024

    7cloud.asia – Dalam rapat kerja Banggar DPR-Pemerintah dalam rangka Pembicaraan Pendahuluan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2024 diusulkan sejumlah asumsi untuk APBN 2024. 

    Pemerintah antara lain mengusulkan tingkat pengangguran terbuka tahun 2024 pada kisaran 5,0 persen hingga 5,7 persen.

    Sementara itu, angka kemiskinan diusulkan berada pada rentang 6,5 persen hingga 7,5 persen. Per September 2022 tingkat kemiskinan tercatat sebesar 9,57% atau sebanyak 26,36 juta orang berada di bawah garis kemiskinan. 

    Pemerintah juga menjanjikan terhapusnya tingkat kemiskinan ekstrem pada tahun 2024 menjadi nol persen.

    Baca: Utang RI capai Rp 7.848 triliun ini kata DPR

    Walaupun angkanya terus mengalami penurunan, tetapi angka kemiskinan ekstrem di Indonesia masih tergolong tinggi. Pada maret 2022 tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 2,04 persen atau 5,59 juta jiwa.

    Sejalan dengan upaya dasar meningkatkan kualitas SDM, selain kemiskinan, Indonesia juga masih berjibaku mengatasi persoalan stunting.

    Meski ada tren penurunan prevalensi stunting nasional dari 27,7 persen pada tahun 2018 menjadi 24,4 persen pada tahun 24,4 persen pada tahun 2021, masih terbentang jarak yang jauh jika mengacu target penurunan stunting tahun 2024 sebesar 14 persen pada tahun 2024.

    Penurunan stunting tak bisa lepas dari upaya pengentasan kemiskinan yang kini terus digenjot pemerintah.

    “Kita senang pemerintah memiliki target besar penurunan stunting lebih progresif. Namun kita belum ada effort yang seragam dari multi stakeholder strategis. Pekerjaan penurunan stunting seolah menjadi urusan Kementerian Kesehatan dan BKKBN,’ ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah, saat memimpin Rapat Banggar.  

    Baca: Mungkinkah menaikkan standar garis kemiskinan

    Namun, Said mengingatkan urusan ini memerlukan kolaborasi banyak pihak, semisal dukungan air bersih dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Program penurunan stunting ini juga memerlukan kualitas pangan yang baik, yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian dan Badan Pangan.

    Dalam rapat tersebut, pemerintah juga disebutkan Rasio Gini diperkirakan dalam rentang 0,374 hingga 0,377.

    Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2024 juga ditargetkan naik menjadi sekitar 73,99 hingga 74,02.

    Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga ditargetkan untuk terus meningkat, masing-masing pada rentang 105 hingga 108 dan 107 hingga 110.

     

     

    Baca:  Golden visa, siapa yang diuntungkan?

    Program perlindungan sosial dan subsidi juga perlu mendapat perhatian dari Pemerintah, terutama akurasi dan ketepatan data.

    Pada program perlindungan sosial dan subsidi, pemerintah perlu terus menyempurnakan basis data penerima keseluruhan program perlindungan sosial dan subsidi, agar tepat waktu dan tepat sasaran.

    “Sehingga program perlinsos dan subsidi memiliki peran optimal untuk melindungi rumah tangga miskin dari guncangan ekonomi seperti inflasi, maupun untuk mengangkat ekonomi mereka lebih baik,” imbuh Said.

    Tidak boleh lagi terjadi exclusion dan inclusion error dalam pengalokasian semua program perlindungan sosial dan subsidi tahun 2024.

    Baca: Banyak lansia tak punya BPJS Kesehatan

    Terakhir, pihak Banggar DPR berharap KEM PPKF yang akan segera dibahas bersama ini mempertimbangkan perkembangan dinamika perekonomian global dan domestik, tantangan dan risiko yang masih harus dihadapi, serta sasaran pembangunan ekonomi nasional.

    Sehingga Nota keuangan dan RAPBN 2024 yang akan disampaikan oleh Presiden pada bulan Agustus 2023, mencerminkan keberlanjutan pembangunan nasional yang berkesinambungan.

    Sumber: dpr.go.id

    July 30, 2026
  • Utang RI Capai Rp 7.848,8 Triliun, DPR Minta Pemerintah Lebih Hati-hati

    Utang RI Capai Rp 7.848,8 Triliun, DPR Minta Pemerintah Lebih Hati-hati

    7cloud.asia – Posisi utang pemerintah Indonesia per 31 April 2023 tercatat mencapai Rp7.848,8 triliun. Dengan jumlah tersebut, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) kita mencapai 38,15 persen atau masih di bawah rasio utang.

    Selain itu, porsi bunga utang terhadap PDB juga mengalami peningkatan pada kisaran 2,0 persen. Pembayaran bunga utang dalam APBN 2023 akan mencapai Rp 441,4 triliun atau 2,10 persen dari PDB dengan tingkat pertumbuhan mencapai 14,25 persen.

    Untuk itu pemerintah diminta mengelola utang secara hati-hati dengan risiko yang terkendali melalui komposisi optimal, baik mata uang, suku bunga, maupun jatuh tempo.

    Baca: Angka kemiskinan ekstrem menurun drastis

    Demikian disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah, saat memimpin Rapat Kerja Banggar DPR dengan Pemerintah dalam rangka Pembicaraan Pendahuluan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2024.

    Meskipun sejauh ini utang pemerintah terpola dengan baik, dan jauh dari batas atas yaitu 60 persen dari PDB, namun Pemerintah perlu membuat roadmap yang jelas dan terukur.

    “Hal ini untuk mengurangi utang yang semakin membesar, agar utang yang besar ini tidak menjadi beban bagi generasi berikutnya,” katanya saat memimpin rapat kerja dengan Pemerintah di ruang rapat Banggar DPR, Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

    Baca: Pemerintah diminta perhatikan dampak ekologis dari eksplorasi panas bumi

    Postur KEM dan PPKF 2024 yang sudah disampaikan kepada DPR, Pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang akan digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2024 dalam bentuk range, sebagai berikut:

    1. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen hingga 5,7 persen;

    2. Inflasi sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen;

    3. Nilai tukar Rupiah Rp14.700 hingga Rp15.300 per USD;

    4. Tingkat suku bunga SBN sebesar 10 Tahun 6,49 persen hingga 6,91 persen;

    5. Harga minyak mentah Indonesia sebesar USD75 hingga USD85 per barel;

    6. Lifting minyak bumi sebesar 597 ribu hingga 652 ribu barel per hari dan

    7. Lifting gas sebesar 999 ribu hingga 1,054 juta barel setara minyak per hari.

    Baca: Insentif bagi daerah penghasil oksigen

    Dalam KEM dan PPKF 2024 Pemerintah mengusulkan pendapatan negara antara 11,81 persen hingga 12,38 persen dari PDB.

    sementara belanja negara mencapai rentang antara 13,97 persen hingga 15,01 persen dari PDB. Keseimbangan primer berada pada kisaran defisit 0,43 persen hingga surplus 0,003 persen dari PDB.

    Sedangkan defisit direncanakan berkisar 2,16 persen hingga 2,64 persen dari PDB. Sementara itu, rasio utang dalam kisaran 38,07 persen hingga 38,97 persen dari PDB.

     

     

    July 30, 2026
  • Mengenal Ritual Thudong: Para Bhante Berjalan Ribuan Kilometer ke Candi Borobudur

    Mengenal Ritual Thudong: Para Bhante Berjalan Ribuan Kilometer ke Candi Borobudur

    7cloud.asia – Pada Kamis (11/05/2023) lalu Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha melepas 31 Bhante Thudong dari Thailand yang akan menuju ke Candi Borobudur guna merayakan hari raya waisak

    Thudong merupakan perjalanan ritual para Bhante yang dilakukan dengan berjalan kaki hingga ribuan kilometer. 

    Para bhante yang melakukan ritual Thudong ini memulai jalan tanggal 23 Maret 2023 dari Nakhon Si Thammarat, Thailand melewati Malaysia, Singapura. Lantas pada tanggal 8 Mei 2023 lalu tiba Batam.

    Baca: Mengenal tradisi seba masyarakat adat Badui

    Bhante Dhammavuddho  menjelaskan jaman dulu Thudong ini merupakan tradisi berjalan kaki untuk ibadah. Di masa lalu, era Sang Buddha waktu belum ada vihara, belum ada tempat tinggal para Bhante jaman itu tinggal dari hutan ke hutan.

    Oleh sang Buddha para Bhante ini diberi kesempatan untuk tinggal di hutan, gunung atau gua.

    “Jadi dalam setahun mereka akan berjalan seperti ini selama empat bulan untuk melaksanakan tradisi ini dan kebetulan karena di Indonesia ada Candi Borobudur bertepatan Hari Raya Waisak dan mereka jalan dari Thailand,” terangnya.

    Bhante berharap  selama perjalananan mereka melatih kesabaran, karena Sang Buddha bilang kesabaran adalah praktik dhamma yang paling tinggi. Selama menjalani ritual thudong ini, para bhante terpapar cuaca dan hujan.

    “Dan ini juga makan satu hari satu kali dan minuman seadanya,” sebut Bhante.

    Baca: Tradisi mudik ternyata sudah berlsngung sejak jaman Majapahit

    Dalam kesempatan itu, para Bhante melakukan puja bakti di Cetiya Jambala Jaya dan menerima Pindapata dari pegawai Bimas Buddha dan pegawai lainnya dan melanjutkan perjalanan dari Kementerian Agama Jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat menuju ke Candi Borobudur

    Rute yang akan dilakukan selama thudong ini adalah jalan raya Bekasi, Cirebon, Semarang dan sampai di Magelang untuk mengikuti perayaan Waisak 2567 BE /2023 tanggal 4 Juni 2023.

    Perwakilan Manajemen PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny Utari mengatakan agenda thudong ini merupakan sesuatu yang luar biasa untuk perayaan waisak tahun ini.

    Baca: K-drama yang mengangkat isu kesehatan mental

    Ritual thudonng ini memberikan sentuhan yang sangat berbeda pada perayaan Waisak. Dengan kegiatan spiritual Thudong yang mana menjadi sesuatu yang baru dan pertama kali.

    Manajemen candi Borobudur sangat mengapresiasi dan nanti pada saat para bhante tiba di Candi Borobudur akan memberikan sambutan khusus, sekaligus bisa memberikan kesempatan, melakukan puja, naik ke Candi Borobudur,

    “Nanti kita akan atur, mudah-mudahan semua apa yang menjadi harapan bhante peserta Thudong bisa mendapatkan kelancaran tiba dengan selamat, sehat selalu,” kata Emilia Eny Utari.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini

    Rombongan bhante yang sedang melakukan tradisi thudong ini juga diterima oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Lewat akun twitternya, Ganjar menyebut apa yang dilakukan para Bhikkhu ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga perjalanan kemanusiaan.

    Candi Borobudur yang jadi tempat ibadah saudara-saudara Budhha merupakan candi terbesar di dunia. Dan ke sanalah para Bhikkhu ini menuju.

    “Setelah ribuan kilometer, para Bkikkhu telah tiba di Kecamatan Jambu kab. Semarang. Bukan di vihara, mereka istirahat di sebuah musala. Inilah pesan damai, pesan kemanusiaan untuk makhluk seluruh alam,” demikian tulis Ganjar.

    July 30, 2026
  • Jumlah Perokok di Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia, Kerugian Kesehatan Lebih dari 17 T

    Jumlah Perokok di Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia, Kerugian Kesehatan Lebih dari 17 T

    7cloud.asia – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam pidato ICTOH ke-8 menyatakan keprihatinannya akibat tingginya jumlah perokok di Indonesia. Ia menyebutkan jumlah perokok Indonesia berada dalam peringkat tiga dunia, di bawah India dan Cina.

    “Dengan jumlah perokok lebih 65 juta orang. Tidak hanya berdampak kepada kesehatan masyarakat. Kebiasaan merokok menyebabkan perubahan ekonomi kesehatan di indonesia. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 17,9- 20 triliun,” ujar Budi dalam sambutannya secara virtual di kegiatan ICTOH ke-8 di Magelang, 30 Mei 2023.

    Ia mengatakan kondisi makin memprihatinkan karena terdapat 7,8 juta perokok dari mayarakat miskin yang lebih memilih membeli rokok dibandingkan memilih bahan makanan sehat dan bergizi.

    Baca: Pro kontra penggunaan ganja sebagai obat

    Data Badan Pusat Statistitk (BPS) menunjukkan rokok merupakan pengeluaran kedua tertinggi setelah beras, yaitu sebesar 11,9 persen di perkotaan, dan 11,2 persen di pedesaan.

    “Dibanding pengeluaran untuk telur ada 4,3 persen di perkotaan dan 3,7 persen di pedesaan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (30/5/2023).

    Untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia, Budi mengatakan pemerintah telah menempuh berbagai kebijakan guna mengendalikan konsumsi rokok, menurunkan jumlah perokok dan paparan asap rokok.

    Beberapa cara yang telah dilakukan meliputi; edukasi, penguatan layanan berhenti merokok, implementasi kawasan tanpa rokok, pelarangan penjualan rokok batangan, menaikkan cukai rokok, serta pembatasan iklan, promosi, dan sponsorship rokok.

    Untuk itu, Budi yakin bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2023 mengusung tema “Kami Butuh Makanan Pokok, Bukan Rokok” merupakan langkah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya makanan sehat dan bergizi dibanding rokok.

    “Saya menghimbau semua stakeholder daerah dan pusat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh masyarakat untuk berperan aktif mendukung pengendalian konsumsi rokok,” tambahnya.

    Baca: Perhatikan masa kritis bagi kesehatan mental

    Indonesia telah masuk fase krisis sebagai negara perokok ketiga di dunia, sehingga Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) ke-8 yang dimulai 30 Mei – 1 Juni 2023 mengambil tema “We Need Food, Not Tobacco”.

    Kondisi ini menegaskan pentingnya regulasi pengendalian rokok dan jaminan pangan sehat bergizi masuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Kesehatan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

    Senada dengan Menkes Budi, Dr. Lubna Bhatti dari WHO Indonesia membenarkan kondisi Indonesia sebagai tiga besar negara dengan konsumsi rokok terbesar di dunia memerlukan kepedulian pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil kebijakan intervensi terhadap pengendalian konsumsi rokok.

    “Rokok adalah pembunuh terbesar di dunia. Untuk itu, kita membutuhkan solusi yang menyehatkan masyarakat namun tidak merugikan petani tembakau,” terang Lubna.

    Baca: Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi penyembuhan pasien asma

     

    Sebagai tuan rumah penyelenggaraan ICTOH ke-8, Rektor Muhammadiyah Universitas Magelang Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si, menyatakan UNIMMA mendukung pengendalian rokok karena pemborosan yang diakibatkan dari rokok mengurangi jumlah makanan bergizi dalam rumah tangga.

    Wali Kota Magelang dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD., K-GH., FINASIM, menyatakan pandemi Covid-19 adalah pelajaran yang berharga bagi pemangku kebijakan untuk merumuskan regulasi dan aturan yang berorientasi pada kesehatan.

    Dengan latar belakang sebagai seorang dokter spesialis ginjal, ia tak menampik banyak penyakit yang disebabkan oleh rokok. Dua penyakit yang paling banyak adalah kanker dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

    Ia mengakui, Magelang belum sepenuhnya menjadi kota bebas rokok, apalagi ada sejumlah aturan lain yang sebelumnya belum sanggup menekan konsumsi rokok.

    Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental

    Meski begitu, ia berjanji akan meningkatkan standar kesehatan masyarakat Kota Magelang dari ancaman rokok agar bebas dari jerat kemiskinan dan penyakit menahun.

    “Masalah rokok itu tidak mudah diselesaikan karena tantangannya ada dalam diri sendiri. Aturan pemerinah yang ada sebelumnya tidak bisa saya cegah, jadi saya menekan penggunan rokok di Magelang berkurang setahap demi setahap,” tuturnya.

    Ketua Panitia ICTOH ke-8, dr. Sumarjati Arjoso, SKM, mengingatkan jumlah perokok yang tinggi di Indonesia memang tidak diikuti dengan upaya pengendalian rokok berpeluang menggagalkan target penurunan konsumsi rokok khususnya di kalangan anak-anak.

    Untuk itu, pada sesi pembukaan ICTOH ke-8 diawali dengan pembacaan hasil perumusan Deklarasi Anak Muda untuk Pengendalian Tembakau dari kegiatan 7th Youth Forum pada hari sebelumnya.

    “Tahun depan [2024] pemulihan konsumsi rokok harus sejalan dengan pelarangan iklan, promosi, dan sponsorship rokok,” tutur dr. Arjati.

    Ia juga mengapresiasi Latihan strategi kampanye pengendalian rokok melalui media sosial yang dilakukan oleh para peserta the 7th Youth Forum. Untuk itu, Arjati berharap aksi kreatif ini akan memotivasi pemerintah untuk mengambil kebijakan pengendalian rokok.

     

    July 30, 2026
←Previous Page
1 … 14 15 16 17 18 … 1,191
Next Page→

ruangkota

  • Blog
  • About
  • FAQs
  • Authors
  • Events
  • Shop
  • Patterns
  • Themes

Twenty Twenty-Five

Designed with WordPress