7cloud.asia – Artikel mengenai belum efektifnya Sodetan Ciliwung mencegah banjir di Jakarta menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.
Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai isu lingkungan seperti upaya perempuan Lombok wujudkan transisi energi berkeadilan.
Sementara artikel mengenai penipuan di aplikasi Telegram kembali masuk daftar berita terpopuler pekan ini.
Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:
1. Sodetan Ciliwung belum efektif cegah banjir
Sejumlah warga di Jakarta Timur mempertanyakan fungsi Sodetan Ciliwung di Jalan Otista menyusul banjir yang kembali melanda Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, sejak Selasa (4/3/2025) pagi.
“Puncak tingginya (banjir, red) hari ini. Makanya, saya bingung, sodetan Ciliwung di Otista ini tak ada fungsinya atau gimana, katanya udah jadi,” kata warga RT 12/RW 04, Kebon Pala II, Jakarta Timur, Wahyu (45) dikutip Antaranews.com.
Banjir di Jalan Kebon Pala II sejak pagi hingga Selasa siang ketinggiannya mencapai dua meter. Banjir ini akibat luapan Sungai Ciliwung. Menurut Wahyu, seharusnya dengan adanya sodetan Ciliwung, air banjir kiriman bisa dialirkan ke Banjir Kanal Timur (BKT).
Baca berita selengkapnya di sini.
2. Cara perempuan Lombok wujudkan transisi energi yang berkeadilan
Lewat Sekolah Setara, Gema Alam mengajak perempuan Lombok mengenali masalah, menganalisa dan mencari solusi kemudian mengadvokasi proyek dan mengawalnya hingga dilaksanakan.
“Selama ini masalahnya adalah perempuan jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, bahkan untuk kebijakan yang berkaitan langsung dengan kehidupan perempuan,“ ujar Haiziah yang akrab dipanggil Zikko ini.
Pemahaman kesetaraan dan transisi energi yang adil diperkuat di kalangan perempuan dan disabilitas di empat desa yang didampingi yaitu Desa Rarang, Lantan, Taman Ayu, dan Dasan Geria
Baca berita selengkapnya di sini.
3. Beda sikap Andre Rosiade soal korupsi di Pertamina
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengatakan, kasus korupsi yang diduga berjalan sepanjang tahun 2018-2023 itu telah merugikan negara bisa mencapai hampir Rp1 Kuadriliun sangat mengagetkan.
“Kasus Pertamina ini kan mengagetkan kita semua. Kemarin teman-teman Komisi XII sudah memanggil Pertamina, jadi kami nanti akan memanggil Pertamina rencananya tanggal 12 Maret ya, menanyakan perkembangan kasus,” tutur Andre dikutip oleh Parlementaria di Jakarta, Senin (3/3/2025).
Sikap Andre terkait korupsi di Pertamina Patra Niaga ini berbalik 180 derajat dengan sikap dia pada tahun 2020 lalu, saat Ahok mengungkap dugaan korupsi di Pertamina.
Baca berita selengkapnya di sini.
4. Riset soal persepsi masyarakat terkait korupsi
Riset pada tahun 2024 mengungkap, semakin sering masyarakat terpapar praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari, semakin besar kemungkinan mereka menganggapnya sebagai hal biasa yang dapat dimaklumi, hingga akhirnya menjadi bagian dari norma sosial.
Bahkan, studi lainnya di tahun 2023 menemukan bahwa warga negara Indonesia cenderung lebih menormalisasi perilaku korupsi daripada warga negara lain.
Tahun 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan survei Penilaian Integritas (SPI) untuk melihat tanggapan masyarakat terhadap pemberian gratifikasi.
Survei ini melibatkan 641 instansi dan lebih dari 840 ribu responden yang tidak hanya berasal dari lembaga internal pemerintah, tetapi juga masyarakat umum dan penyedia barang dan jasa, serta akademisi di bidang antikorupsi.
Baca berita selengkapnya di sini.
5. Penipuan di aplikasi Telegram
Korban Restina menceritakan, penipuan itu bermula pada saat dirinya menerima undangan dari grup aplikasi Telegram bernama Somethinc Sosial pada Minggu 12 Mei 2024.
Kemudian dalam grup tersebut dirinya diminta oleh admin grup mengisi data pribadi untuk mendaftar akun, lalu diminta untuk menyelesaikan misi dengan dijanjikan mendapat komisi.
Adapun tugas yang diberikan adalah menscreenshot produk yang ada di dalam toko di link yang diberikan oleh admin.
Baca berita selengkapnya di sini.

Leave a Reply