Reshuffle Perdana Presiden Prabowo Subianto: Mengapa Mendikti Saintek yang Dicopot?

Written by

in

7cloud.asia – Pada hari ke-122 pemerintahannya, pada Rabu (19/2/2025) Presiden Prabowo Subianto merombak susunan Kabinet Merah Putih.

Dalam reshuffle perdana ini, Prabowo mencopot Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro yang digantikan Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung Brian Yuliarto.

Di hari yang sama Prabowo juga melantik empat orang kepala lembaga pada reshuffle perdananya. Para pejabat itu adalah Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP,

Kemudian, Amalia Adininggar Arumsari sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai Wakil Kepala BPS, dan Letjen Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN).

Reshuffle ini berlangsung saat pemerintahan Prabowo-Gibran menuai protes dalam bentuk demo besar-besaran dari mahasiswa akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Baca: Menyorot efisiensi anggaran Pemerintahan Prabowo

Satryo sendiri sebelumnya sempat menjadi sorotan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang ramai diperbincangkan.

Meskipun begitu, ia sempat menegaskan bahwa efisiensi tersebut tidak akan berdampak pada beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah maupun kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Satryo menegaskan, pendidikan adalah hak semua warga negara, tidak ada pemotongan alokasi anggaran pendidikan tinggi untuk beasiswa dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah.

“Dalam melakukan efisiensi, tidak ada pemotongan anggaran pendidikan tinggi untuk beasiswa dan KIP Kuliah, sehingga UKT tidak naik,” tegasnya beberapa waktu lalu seperti dikutip metrotvnews.com.

Baca: Efisiensi anggaran Pemerintahan Prabowo ancam pemenuhan hak dasar

Selain Satryo, ada sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang juga menjadi sorotan publik karena kebijakannya yang memicu kegaduhan dan menyengsarakan masyarakat.

Salah satunya adalah Menteri ESDM, Bahlil Lahadaia. Kebijakan Bahlil terkait distribusi LPG 3 Kilogram memicu kelangkaan beberapa waktu lalu.

Selain itu, Bahlil juga disorot oleh aktivis lingkungan terkait pernyataannya soal kemungkinan Indonesia mundur dari Perjanjian Paris mengikuti jejak Amerika Serikat dan pensiun PLTU Batubara.

Ada juga Menteri Koperasi dan UMKM Budi Arie Setyadi yang namanya disebut terkait judi online saat masih menjabat menjadi Menkominfo.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *