BNPB: 13 Jembatan Gantung Putus Dihantam Banjir di Sintang

Written by

in

7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, 13 jembatan gantung putus akibat terjangan banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa kerusakan infrastruktur tersebut terjadi pascabanjir luapan yang melanda daerah itu sejak Minggu (17/5/2026).

“Tercatat ada 13 jembatan gantung yang putus serta satu akses jalan utama masih terendam air,” kata dia.

Putusnya jembatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim reaksi cepat di lapangan untuk distribusi pasokan bantuan darurat, khususnya wilayah Kecamatan Kayan Hilir.

Baca: Korban Banjir Sumatera Resmi Gugat Negara di PTUN

Adapun berdasarkan data pemutakhiran yang diterima BNPB, jumlah korban terdampak sebanyak 5.078 kepala keluarga, dan lima unit rumah di antaranya mengalami rusak berat.

Para penyintas banjir tersebut merupakan warga dari 15 desa, di antaranya Desa Nanga Toran dan Pakak di Kayan Hulu; Desa Landau Beringin dan Nanga Mau di Kayan Hilir; serta Desa Sungai Sintang dan Bengkuang di Kelam Permai.

Saat ini menurut Abdul, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang masih berupaya melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang dinilai bukan semata-mata dipicu tingginya curah hujan, melainkan erat kaitannya dengan kerusakan ekosistem dan menurunnya daya dukung lingkungan akibat alih fungsi lahan.

Kondisi ini disebut menjadi penyebab utama bencana ekologis yang terus berulang di beberapa kecamatan, khususnya di wilayah Kayan Hilir, Kayan Hulu, dan Kelam Permai.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *