SIJARAYA, Smart Farming Ala Mahasiswa Universitas Hasanuddin di Sektor Jamur Tiram

Written by

in

7cloud.asia – Di tengah meningkatnya permintaan produk pangan organik dan berkelanjutan, budidaya jamur tiram menjadi salah satu sektor pertanian yang menjanjikan.

Namun, tantangan utama seperti pengaturan suhu dan kelembapan yang tidak stabil seringkali menjadi penghambat produktivitas.

Menjawab tantangan ini, tim mahasiswa Universitas Hasanuddin hadir dengan inovasi SIJARAYA, yakni sistem otomatisasi penyiraman dan pengendalian iklim berbasis tenaga surya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia pada Kamis (19/12/2024) disebutkan, teknologi SIJARAYA ini tidak hanya mempermudah budidaya jamur tiram, tetapi juga mendukung efisiensi energi dan sumber daya air.

Baca: Urban Farming jadi cara Makassar wujudkan kawasan rendah emisi

SIJARAYA dirancang dengan menggunakan teknologi Arduino (pengendali mikro dengan papan tunggal yang berfungsi dalam proyek perangkat lunak sumber terbuka) yang dilengkapi sensor suhu dan kelembapan DHT22 yang populer dan handal

Sistem ini bekerja secara otomatis untuk mengaktifkan pompa penyiraman ketika parameter suhu atau kelembapan mencapai batas tertentu.

Didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), inovasi ini menjadi solusi ramah lingkungan dan hemat energi, cocok untuk diterapkan di berbagai daerah, terutama daerah yang memiliki keterbatasan akses listrik.

Ketua Tim SIJARAYA, Muhammad Fachri Rama Dwi Astrada, sistem ini mampu mengurangi beban kerja manual hingga 30 persen.

Baca: Jepang bagikan teknologi smart farming kepada petani muda Indonesia

Sistem ini juga mampu mengoptimalkan penggunaan air hingga 20 persen serta meningkatkan produktivitas budidaya jamur sebesar 15 persen.

Sistem ini telah diimplementasikan di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, bekerja sama dengan mitra kelompok tani “Kera-Kera Berkah” yang dipimpin oleh Sudirman.

Sebelumnya, penyiraman manual yang memakan waktu dan tenaga kerap menghambat pertumbuhan jamur, terutama di musim kemarau.

Dengan SIJARAYA, lingkungan tumbuh jamur kini dapat dipantau dan dikendalikan secara otomatis, sehingga pertumbuhan jamur menjadi lebih optimal dan konsisten.

Selain penerapan teknologi, tim SIJARAYA juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani terkait pengoperasian dan pemeliharaan sistem. Pelatihan ini memastikan keberlanjutan penggunaan teknologi dan membangun kapasitas mitra dalam mengelola teknologi tepat guna.

Baca: Daisugi, produksi kayu berkelanjutan Ala Jepang

Menuju Pertanian Modern dan Berkelanjutan
Program SIJARAYA menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi sederhana namun efektif dapat menjawab permasalahan sektor pertanian.

Dengan memanfaatkan energi terbarukan, SIJARAYA tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan adanya teknologi ini, harapan kami adalah semakin banyak petani kecil yang dapat merasakan manfaat otomatisasi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambah Muhammad Fachri.

Melalui program ini, Universitas Hasanuddin menunjukkan komitmennya dalam mensosialisasikan teknologi tepat guna kepada masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya pertanian modern yang berkelanjutan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *