Membatik sebagai Ungkapan Cinta Dave Tjoa pada Batik

Written by

in

7cloud.asia – Menyambut Hari Kemerdekaan, seniman yang juga kolektor batik, Dave Tjoa menggelar pameran batik bertajuk Kukila Khatulistiwa akhir Agustus lalu.

Batik yang dipamerkan dalam pameran ini, tak hanya koleksi milik Dave Tjoa, beberapa diantaranya adalah hasil karya lelaki keturunan Tionghoa ini.

Salah satu batik karya Dave Tjoa ini dia beri judul Oriental yang merupakan perpaduan batik Jawa dengan motif Tionghoa menjadi faktor penting dalam kehidupan Dave.

Pemilihan tema oriental tak lepas dari leluhurnya yang berdarah Tionghoa, yang kemudian dituangkan dalam bentuk batik sebagai produk Tanah Jawa tempat ia lahir dan berpijak.

Koleksi batik karya Dave Tjoa ini ditandai dengan motif oriental di atas kain berwarna merah yang mencirikan asal leluhur Dave.

“Pesan yang ingin disampaikan sebenarnya adalah jangan sampai melupakan akar budaya. Jangan lupakan batik,” katanya dikutip Antaranews.com

Dari batik-batik itu Dave belajar tentang kekayaan budaya Indonesia, belajar bagaimana sulitnya membuat batik dengan proses panjangnya.

Meski berulang kali gagal, dia terus mencoba hingga akhirnya menghasilkan sejumlah karya batik bertema oriental sebagai koleksi pertamanya.

Membatik merupakan wujud kecintaan Dave Tjoa pada produk budaya yang sudah diakui UNESCO ini.

Dave mengaku sudah tidak asing dengan kain tradisional Jawa ini karena sudah menjadi pakaian sehari-hari eyang buyutnya atau leluhurnya.

Dilansir Antaranews.com, kecintaan Dave Tjoa pada batik bermula pada awal tahun 2000an saat neneknya memperlihatkan batik keluarga berwarna biru putih.

Kecantikan kain itu membuat Dave jatuh cinta sehingga ia berburu batik ke sejumlah daerah di Jawa.

Dari koleksi keluarga itu pula Dave mengenal Batik Tiga Negeri yang selalu dikenakan buyutnya.

Batik Tiga Negeri adalah batik dengan motif kompleks yang menggabungkan tiga motif dari Lasem, Pekalongan dan Solo yang direpresentasikan lewat warna.

Akulturasi yang apik itu terpengaruh budaya Tionghoa yang didominasi warna merah, biru indigo dari Belanda dan warna coklat sogan dari Jawa.

Mengobati rasa penasaran pada Batik Tiga Negeri, Dave ke Yogyakarta untuk melihat-lihat batik di sekitar Pasar Beringharjo.

Semakin mendalami batik, Dave juga menjumpai beragam jenis kain dan mengoleksi sampai mempelajarinya hingga memperkaya pengetahuannya tentang batik, salah satunya sogan.

Sogan adalah salah satu jenis batik klasik Jawa yang diambil dari nama pohon soga, umumnya berwarna gelap seperti coklat.

Berdasarkan perjalanannya sebagai pengoleksi kain, pandangan pertama akan jatuh cinta pada warna karena menarik. Namun setelah memahami warna, akan mencintai coklat, atau biru atau putih saja.

Kalau seperti itu sebenarnya tingkatan kita sudah lebih tinggi lagi. Jadi kalau sekarang saya selalu bilang kalau kalian sudah mencintai satu warna ini atau sogan, artinya kalian itu sudah melebihi yang warna.

“Jadi itu bukan karena warnanya, ada filosofinya atau lainnya tapi lebih karena cocok ke batinnya,” ucap dia dikutip Antaranews.com.

Selama 24 tahun Dave Tjoa telah mengumpulkan ratusan koleksi batik. Dia juga mulai belajar lebih dalam tentang batik dan mengumpulkannya dari para perajin batik.

Dari hasil berburu batik, ada beberapa kain batik pesisir yang berusia lebih dari 100 tahun dari Juwana, Jawa Tengah.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *