Oposisi Israel Tuding Netanyahu Abaikan Peringatan Potensi Serangan Hamas pada Oktober 2023

Written by

in

7cloud.asia – Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengabaikan peringatan menjelang serangan kelompok militan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023.

Yair Lapid, yang juga pernah menjabat sebagai perdana menteri Israel, dalam pernyataannya pada Kamis (29/8/2024), mengatakan dia hadir dalam pengarahan keamanan gabungan dengan Benjamin Netanyahu pada Agustus 2023.

Saat itu, Sekretaris Perdana Menteri untuk Bidang Militer, Avi Gil, memperingatkan tentang “memanasnya” keadaan di berbagai wilayah terdepan Israel.

“Saya dapat mengatakan bahwa bahaya (serangan dari kelompok Hamas, red) telah disebutkan dalam dokumen intelijen tersebut,” kata Lapid.

Baca: Benjamin Netanyahu sejak lama dapat tekanan dari oposisi

Ia melanjutkan, saat itu Benjamin Netanyahu tampak “bosan dan acuh tak acuh” serta mengabaikan peringatan yang menyebutkan bahwa perpecahan yang timbul terkait rencana kontroversial koalisi sayap kanannya untuk merombak sistem peradilan.

Langkah Benjamin Netanyahu ini dinilai berdampak buruk terhadap kapabilitas pencegahan Israel.

“Sekretaris militer Mayor Jenderal Avi Gil memimpin briefing itu. Dia memberitahu saya tentang kegiatan yang meningkat dari semua pihak – Iran, Hizbullah di Lebanon, serta organisasi teroris di Gaza dan Tepi Barat,” tambahnya.

Lapid tampil di depan Komisi Sipil untuk Penyelidikan di Tel Aviv, sebuah komisi tidak resmi yang dibentuk oleh masyarakat sipil di tengah absennya sebuah penyelidikan resmi.

Baca: Israel hanya sisakan 9,5 persen zona aman di Gaza

Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu menanggapi pernyataan Lapid dengan menyebutnya sebagai seorang “pembohong.”

“Perdana menteri tidak menerima peringatan apa pun terkait perang di Gaza,” tulis pernyataan partai.

Benjamin Netanyahu, pemimpin Israel yang paling lama berkuasa, sejauh ini menolak untuk bertanggung jawab atas kegagalan kebijakan dan intelijen yang mengarah pada serangan 7 Oktober.

Lawan-lawan Netanyahu menuduhnya lebih mengedepankan kelangsungan kehidupan politiknya ketimbang keamanan nasional.

Sumber: VOA Indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *