Indonesia Hadapi Krisis Demokrasi dan Ketidakadilan Iklim: Ini Rekomendasi Masyarakat Sipil

Written by

in

7cloud.asia – Koalisi masyarakat sipil menilai, menjelang tenggat penyerahan Second Nationally Determined Contribution (NDC) pada September 2024 Indonesia tengah menghadapi kegentingan demokrasi dan ketidakadilan iklim.

Terjadi ketidakadilan iklim, di mana justru masyarakat adat dan kelompok rentan yang harus menanggung dampak perubahan iklim, meskipun mereka bukan penyumbang emisi gas rumah kaca.

Karena itu, pemerintah diminta menerapkan keadilan sosial dengan mengakui hak dan memenuhi kebutuhan spesifik dari subyek masyarakat yang rentan terdampak perubahan iklim, seperti petani kecil, nelayan tradisional, masyarakat adat dan lainnya.

Menanggapi krisis demokrasi dan ketidakadilan iklim yang sedang berlangsung di Indonesia, 64 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam koalisi mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan tegas:

Baca: Perubahan iklim membuat masyarakat rentan dalam bahaya

Menjaga demokrasi dan perlindungan HAM:
Koalisi mendesak pemerintah untuk melindungi prinsip-prinsip demokrasi, memastikan suara semua kelompok, terutama yang rentan, didengar dan dihormati dalam pengambilan keputusan terkait iklim.

Pemerintah juga diminta untuk menghentikan segala bentuk represi yang mencegah warga negara berpendapat dan berekspresi.

Pengakuan dan perlindungan kelompok rentan:
Koalisi mendesak pemerintah untuk mengakui dan melindungi hak dan kebutuhan kelompok rentan, termasuk interseksionalitasnya, dalam seluruh aksi iklim di Indonesia.

Pengakuan dan perlindungan subjek rentan harus tercantum secara jelas di bagian “Just Transition” dalam SNDC dan diintegrasikan ke dalam seluruh strategi dan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Baca: Makna Peringatan Darurat Garuda Biru yang viral

Partisipasi publik yang bermakna:
Koalisi mendesak pemerintah untuk menjalankan partisipasi publik yang bermakna dalam seluruh proses dan tahapan aksi iklim di Indonesia.

Dalam hal ini termasuk membentuk mekanisme pelibatan publik yang bermakna dalam penyusunan dan implementasi kebijakan-kebijakan turunan SNDC.

Aksi iklim yang adil:
Koalisi mendesak pemerintah untuk memastikan seluruh aksi iklim memberikan manfaat yang lebih besar bagi kelompok rentan.

Sementara beban pengurangan emisi yang lebih besar diberikan kepada kelompok-kelompok yang mengemisi paling banyak, terutama mereka yang memperoleh kemakmuran dari pelepasan emisi gas rumah kaca.

Baca: Pemerintah Jokowi merusak kemampuan adaptasi rakyat pada perubahan iklim

Komitmen untuk pulihkan hak dan ruang hidup:
Koalisi mendesak pemerintah untuk melengkapi komitmen iklim dengan strategi pemulihan ruang hidup dan hak kelompok rentan yang menjadi korban dampak perubahan iklim, aksi perubahan iklim, serta kegiatan pembangunan.

Pemerintah diminta memastikan penegakan hukum bagi perusak lingkungan dan pelanggar HAM, termasuk dengan merevisi peraturan perundangan yang memberikan impunitas bagi para pelaku kejahatan dan pelanggaran lingkungan dan hak asasi manusia.

Mengadopsi pendekatan iklim terintegrasi:
Koalisi mendesak pemerintah untuk mengadopsi pendekatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi dan berfokus pada resiliensi lanskap untuk menjamin hak atas ruang hidup yang aman dan berkelanjutan bagi semua.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *