Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Penipuan di Aplikasi Telegram hingga Ironi di Balik Kemegahan IKN

Written by

in

7cloud.asia – Artikel mengenai penipuan dengan modus menyelesaikan misi di aplikasi Telegram kembali menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama artikel mengenai kritik ataupun penilaian terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yang akan segera berakhir.

Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

1. Penipuan di aplikasi Telegram
Korban Restina menceritakan, penipuan itu bermula pada saat dirinya menerima undangan dari grup aplikasi Telegram bernama Somethinc Sosial pada Minggu 12 Mei 2024.

Kemudian dalam grup tersebut dirinya diminta oleh admin grup mengisi data pribadi untuk mendaftar akun, lalu diminta untuk menyelesaikan misi dengan dijanjikan mendapat komisi.

Adapun tugas yang diberikan adalah menscreenshot produk yang ada di dalam toko di link yang diberikan oleh admin.

Baca berita selengkapnya di sini

2. Kritik terhadap pemberian uang kepada keluarga korban penculikan 98
Cara yang digunakan oleh Partai Gerindra dengan memberikan “uang damai” kepada para korban penculikan dan keluarganya merupakan cara orde baru dalam menangani kasus pelanggaran HAM.

“Kami melihat itu jalan yang dipakai seperti kasus pelanggaran HAM lainnya masa orde baru. Seperti kasus Tanjung Priok, Talangsari. Mereka mengadakan islah ya. Menyantuni keluarga korban sebagai upaya agar keluarga korban tidak mengungkit-ungkit persoalan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan HAM tersebut,” jelas juru bicara Komite Perjuangan Rakyat (Kompera), Petrus Haryanto dalam podcastnya di youtube.

Menurut Petrus, cara yang dilakukan oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dengan melakukan pertemuan tertutup bersama para korban penculikan aktivis dan keluarga korban di Hotel Fairmont sangat tidak etis dan licik.

Baca berita selengkapnya di sini

3. Jokowi dinilai ingkar janji pada Masyarakat Adat
Masyarakat adat merasa tertipu dengan janji-janji yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama sepuluh tahun dia memimpin republik ini.

Masyarakat Adat menilai komitmen yang disampaikan di awal pemerintahan Jokowi yang tercantum dalam Nawacita, hanya janji-janji belaka.

Demikian Abdon Nababan dari Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat merespon pidato Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI.

Baca berita selengkapnya di sini

4. Ironi di balik kemegahan IKN
proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara telah terbukti mengancam keanekaragaman hayati.

Pembangunan IKN, ujarnya, membabat habis lebih dari empat hektare hutan mangrove di hulu Teluk Balikpapan, menjadi akses jalur perairan untuk alat-alat berat.

Penghancuran mangrove dan arus mobilitas yang masif di teluk Balikpapan yang sejak lama menjadi habitat pesut, duyung, serta buaya muara—mengganggu ekosistem fauna sehingga kerap berkonflik dengan warga lokal beberapa tahun terakhir.

Baca berita selengkapnya di sini

5. Para perempuan pahlawan nasional Indonesia
“Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?“ demikian pertanyaan tersebut.

Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas.

Pun, belum ada kajian yang menyebutkan Kartini mensosialisasikan pemikirannya secara masif kepada masyarakat luas.

Baca berita selengkapnya di sini

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *