7cloud.asia – Perubahan iklim dan meningkatnya urbanisasi meningkat, memicu panas perkotaan di mana kota-kota di seluruh dunia makin sering mengalami cuaca panas ekstrem.
Meningkatnya suhu, yang diperburuk oleh efek pulau panas perkotaan, membahayakan kesehatan masyarakat, membebani infrastruktur, dan merugikan perekonomian sehingga mengancam keberlanjutan perkotaan di seluruh dunia.
Di tengah krisis yang dipicu perubahan iklim ini, kota-kota berupaya memberikan solusi inovatif untuk mengatasi panas perkotaan ini dan mendinginkan jalanan dan melindungi penduduknya.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menerapkan Strategi Mitigasi Panas.
Strategi ini bertujuan untuk mendinginkan kota dengan mengubah cara dalam merencanakan dan merancang lingkungan binaan.
Selain itu banyak kota di dunia juga memasukkan penanaman vegetasi dan berupaya mengurangi limbah panas yang dihasilkannya.
Baca: Dampak panas perkotaan bagi kota dan warganya
Berikut beberapa contoh mitigasi panas perkotaan yang dilakukan sejumlah kota, sebagaimana dilansir earth.org:
Menanam pohon dan meningkatkan tutupan hijau
Pepohonan dan tanaman dapat memberikan keteduhan, evapotranspirasi yang dapat menurunkan suhu dan meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan penduduk perkotaan.
Pohon dan tanaman juga memberi manfaat estetika dan menyerap emisi karbon di sebuah kota
Mitigasi dengan menanam pohon telah dilakukan Singapura yang berhasil mendinginkan sebagian kotanya dengan menanam lebih dari 7 juta pohon dan menciptakan lebih dari 300 taman dan kebun.
Baca: Panas perkotaan bakal melandah kota-kota di Pulau Jawa
Memasang atap hijau atau sejuk
Atap hijau adalah atap yang ditutupi tumbuhan, sedangkan atap sejuk memiliki lapisan cerah untuk memantulkan lebih banyak sinar matahari dan menyerap lebih sedikit panas.
Kedua jenis atap ini dapat mengurangi perolehan dan kehilangan panas bangunan, menurunkan konsumsi energi dan biaya pendinginan, serta meningkatkan keanekaragaman hayati dan fasilitas ruang perkotaan.
Cara ini ditempuh oleh Kota New York, AS dengan memasang atap hijau dan sejuk seluas lebih dari 10 juta kaki persegi (929.000 meter persegi) sejak tahun 2009.
Cara ini berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca tahunan kota tersebut sebesar 16.000 metrik ton.
Baca: Prediksi iklim di Pulau Jawa pada 2100
Penggunaan perkerasan dingin
Perkerasan dingin memiliki albedo (reflektivitas) atau permeabilitas (retensi air) yang lebih tinggi dibandingkan perkerasan biasa.
Penggunaan perkerasan dingin dapat mengurangi suhu permukaan dan udara serta limpasan air hujan.
Perkerasan dingin dapat dibuat dari beton, aspal, kerikil, atau pavers atau dilapisi dengan bahan pelapis reflektif atau berpori.
Contoh yang bagus adalah Los Angeles, California. Kota ini telah menguji proyek perkerasan dingin sejak tahun 2017, yang terbukti mengurangi suhu permukaan hingga 11°C (51,8°F).
Artikel ini diterjemahkan dari earth.org, Penulis: Mitota P. Omolere, Environment, Health, and Safety (EHS) Specialist passionate about sustainability.

Leave a Reply