7cloud.asia – Hari ini, Rabu 3 Juli 2024, dunia kembali merayakan Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia atau International Plastic Bag Free Day
Peringatan global Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia ini sebagai upaya untuk mengkampanyekan kepada masyarakat dunia untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Peringatan Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia dimulai pada tahun 2016 dengan adanya Gerakan Bebas dari Plastik dan diikuti oleh setidaknya sekitar 1500 organisasi.
Seperti diketahui, plastik yang tidak terpakai akan menjadi sampah dan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi hewan maupun manusia.
Dilansir situs Indonesiabaik, kantong plastik sekali pakai menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Sampah plastik yang dihasilkan kantong plastik sekali pakai ini butuh waktu ratusan tahun sebelum terurai sempurna.
Baca: Greenpeace desak Unilever segera kurangi sampah plastik
Dalam prosesnya, sampah plastik ini akan hancur menjadi partikel-partikel kecil, lalu mencemari tanah dan perairan.
Tidak sedikit sampah plastik ini dikonsumsi oleh hewan-hewan di lautan. Hal itu tentu saja dapat membahayakan hewan atau biota laut.
Partikel-partikel sampah plastik (mikro plastik) tidak hanya memberikan dampak buruk bagi biota laut saja. Dalam jangka panjang, manusia juga akan terkena dampaknya.
Melansir dari situs National Today, kantong plastik sekali pakai diawali dengan penggunaan polietilen yakni plastik yang paling umum digunakan yang dibuat secara tidak sengaja di sebuah pabrik kimia di Inggris pada tahun 1933.
Sebelumnya, polietilen adalah sintetis pertama dari bahan yang praktis dan digunakan secara rahasia oleh militer Inggris saat Perang Dunia II. Namun, pada tahun 1965, tas belanja polietilen dipatenkan oleh sebuah perusahaan Swedia Celloplast.
Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk sampah plastik
Setelah itu, pada tahun 1979, kantong plastik mulai masuk ke luar negeri dan diperkenalkan secara luas ke Amerika Serikat. Dari situlah akhirnya perusahaan plastik gencar memasarkan produknya.
Pada akhirnya di tahun 1997, peneliti sekaligus pelaut Charles Moore menemukan Great Pacific Garbage Patch atau tempat tumpukan sampah plastik yang terbesar dan mengancam kehidupan laut.
Temuan ini menumbuhkan kesadaran akan bahaya kantong plastik sekali pakai, yang kemudian mendorong lahirnya Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia.
Beberapa tahun berselang tepatnya pada 2002, Bangladesh menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan larangan tentang penggunaan kantong plastik tipis.
Hal tersebut akhirnya diikuti oleh beberapa negara lainnya seperti China, Australia hingga Afrika Selatan. Ini yang memperkuat kesadaran masyarakat tentang dampak buruk dari penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Esti Utami, dari berbagai sumber

Leave a Reply